cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Efektivitas Desain Interior Terhadap Fungsi Ruang Publik-Privat di Coworking Space Kota Malang: Effectiveness of Interior Design on Public-Private Space Function in Coworking Spaces in Malang City Ramadhan, Charisma Mutiara; Ir. Rinawati P. Handajani, MT., IPM
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tren work from home yang berkembang menjadi work from anywhere pasca pandemi telah meningkatkan kebutuhan akan fasilitas seperti koneksi internet yang stabil, terutama di sektor ekonomi kreatif. Hal ini turut memunculkan fenomena coworking space, termasuk di Kota Malang yang memiliki potensi tinggi untuk pertumbuhan ekonomi kreatif. Coworking space sebagai fasilitas tempat bekerja baru dengan konsep open layout menciptakan dua kebutuhan bekerja, yaitu kebutuhan bekerja secara publik dan privat, mempengaruhi efektivitas desain interior terhadap kenyamanan dan produktivitas bekerja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan studi kasus untuk menganalisis tiga objek coworking space yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa dari keenam aspek desain interior yaitu, penghawaan, pencahayaan, warna, furnitur, dan tata spasial, beberapa telah efektif memberikan kenyamanan bekerja baik secara kelompok maupun individu.
Wellness Resort di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto Dengan Konsep Ecotourism Sunaryo, Richard Putra; Giriwati, Novi Sunu Sri
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasca pandemi Covid-19, sektor pariwisata secara global di Indonesia mulai mengalami kebangkitan, salah satunya adalah Kabupaten Mojokerto yang dicerminkan melalui indikator peningkatan pendapatan daera. Namun, perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Mojokerto ini tidak seimbang dengan pengadaan sektor akomodasi yang ditandai dengan penurunan jumlah fasilitas akomodasi dari tahun ke tahun. Selain itu, juga terdapat perubahan preferensi wisatawan yang lebih menekankan pada aspek kesehatan dan keselamatan juga menjadi tantangan. Salah satu Kecamatan yang mengalami penurunan adalah Kecamatan Pacet kendati memiliki potensi wisata alam yang melimpah, sehingga wellness resort dipilih sebagai objek yang dirancang guna mengatasi kondisi yang ada. Dalam perancangan pada kawasan yang masih alami serta memiliki potensi keindahan alam ini pendekatan metodologis intuisionisme dipilih guna menangkan kondisi fenomena pada tapak dengan menggunakan induksi intuitif, serta untuk meminimalisir risiko kerusakan lingkungan yang timbul desain menggunakan pendekatan tematik ecotourism dengan prinsip dasar konservasi, interpretasi, dan juga komunitas. Sehingga muncul hasil dari perancangan berupa sebuah konsep desain dari wellness resort yang tidak hanya menyediakan fasilitas akomodasi tetapi juga berfokus pada aspek konservasi, interpretasi, dan pemberdayaan komunitas lokal yang diharapkan dapat memberikan solusi terhadap penurunan fasilitas akomodasi serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto. Kata kunci: Kabupaten Mojokerto, Wellness Resort, Ecotourism, Intuisionisme
DESAIN JAKARTA SOCIETAL DEVELOPMENT HUB DENGAN PENDEKATAN BANGUNAN GEDUNG HIJAU Aulia, Andi Izzati Diena; Adhitama, Satya
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi, transformasi digital, dan dinamika pasar tenaga kerja telah mengubah cara kerja di berbagai sektor industri, meningkatkan persaingan dan menimbulkan kesulitan bagi banyak orang untuk menyesuaikan diri. Jakarta Societal Development Hub adalah Pusat Pelatihan & Pendidikan yang bertujuan menciptakan tenaga kerja terlatih dan terampil melalui konsep upscaling. Objek perancangan mengikuti kriteria Bangunan Gedung Hijau PUPR berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 21 Tahun 2021. Metode yang digunakan adalah metode empiris, dengan melakukan studi literatur dan observasi pada bangunan serupa dan bangunan yang sudah bersertifikasi Bangunan Gedung Hijau. Kriteria yang diterapkan meliputi pengelolaan tapak, efisiensi energi dan air, kualitas udara dalam ruang, penggunaan material ramah lingkungan, serta pengelolaan sampah dan air limbah. Desain telah mencoba memenuhi lebih dari 80% dari total nilai berdasarkan daftar simak pekerjaan, sehingga diperkirakan akan memperoleh peringkat sertifikat BGH Utama. Kemajuan teknologi, transformasi digital, dan dinamika pasar tenaga kerja telah mengubah cara kerja di berbagai sektor industri, meningkatkan persaingan dan menimbulkan kesulitan bagi banyak orang untuk menyesuaikan diri. Jakarta Societal Development Hub adalah Pusat Pelatihan & Pendidikan yang bertujuan menciptakan tenaga kerja terlatih dan terampil melalui konsep upscaling. Objek perancangan mengikuti kriteria Bangunan Gedung Hijau PUPR berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 21 Tahun 2021. Metode yang digunakan adalah metode empiris, dengan melakukan studi literatur dan observasi pada bangunan serupa dan bangunan yang sudah bersertifikasi Bangunan Gedung Hijau. Kriteria yang diterapkan meliputi pengelolaan tapak, efisiensi energi dan air, kualitas udara dalam ruang, penggunaan material ramah lingkungan, serta pengelolaan sampah dan air limbah. Desain telah mencoba memenuhi lebih dari 80% dari total nilai berdasarkan daftar simak pekerjaan, sehingga diperkirakan akan memperoleh peringkat sertifikat BGH Utama.
Kinerja Termal Selubung Bangunan pada Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari di Kabupaten Jombang Deviahawa Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pemanasan global dan perubahan iklim meningkatkan konsumsi energi bangunan di Indonesia. Sebagai negara berkembang dengan populasi yang terus bertambah, kebutuhan energi meningkat, terutama di sektor bangunan yang mengonsumsi sekitar 40% dari total energi global. Perubahan iklim menyebabkan fluktuasi kelembapan yang merusak bangunan dan koleksi warisan budaya, sehingga diperlukan tindakan preventif. Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy'ari menampilkan perkembangan Islam di Indonesia, dengan bangunan menyerupai piramida dan berbagai material modern pada atapnya. Seluruh ruang dalam bangunan menggunakan AC, namun suhu dalam ruangan masih panas dan penggunaan AC terus-menerus mempengaruhi konsumsi energi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja termal selubung bangunan Museum Islam Indonesia KH. Hasyim Asy’ari untuk efisiensi energi, kenyamanan pengunjung, dan pelestarian koleksi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif melalui observasi visual, pengukuran lapangan, dan simulasi model bangunan eksisting menggunakan software Autodesk Ecotect Analysis 2011. Pengumpulan data dilakukan pada 15-17 November 2023. Hasil menunjukkan bahwa selubung bangunan mampu menurunkan suhu dalam ruangan sebesar 0,07 – 7,87 °C. Namun, suhu dan kelembapan udara dalam ruangan sebagian besar masih berada di atas ambang batas kenyamanan yang telah ditentukan. Kata Kunci: kinerja termal, museum, selubung bangunan, efisiensi energi ABSTRACT Global warming and climate change have increased building energy consumption in Indonesia. As a developing country with a growing population, energy demand is rising, particularly in the building sector, which accounts for approximately 40% of global energy consumption. Climate change induces humidity fluctuations that damage buildings and cultural heritage collections, necessitating preventive measures. The KH. Hasyim Asy'ari Indonesian Islamic Museum showcases the development of Islam in Indonesia, featuring a pyramid-like structure with various modern materials on its roof. Despite air conditioning throughout the building, indoor temperatures remain high, and continuous AC usage affects energy consumption. This research aims to evaluate the thermal performance of the building envelope at the KH. Hasyim Asy'ari Indonesian Islamic Museum for energy efficiency, visitor comfort, and collection preservation. The study employed a descriptive evaluative method through visual observation, field measurements, and simulation of the existing building model using Autodesk Ecotect Analysis 2011 software. Data collection took place from November 15-17, 2023. The results indicated that the building envelope effectively lowered indoor temperatures by 0.07 to 7.87 °C. However, indoor air temperatures and humidity levels mostly still exceeded the comfort threshold established. Keywords: thermal performance, museum, building envelope, energy efficiency
Penerapan Prinsip Sekolah Ramah Anak Pada Sarana dan Prasarana KB dan TK Namira School Probolinggo Silsilah Qurrotul Aini
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan bagi anak usia dini merupakan suatu wadah yang dapat membantu anak untuk tumbuh dan berkembang, sehingga memerlukan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mereka. Program Sekolah Ramah Anak (SRA) menjadi alternatif dari pemerintah dalam mewujudkan suatu lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan agar seluruh hak anak dalam pendidikan terpenuhi. KB dan TK Namira School adalah salah satu sekolah di Kabupaten Probolinggo yang mulai menerapkan program SRA untuk mendukung predikat Kabupaten Layak Anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip SRA pada sarana dan prasarana yang ada di KB dan TK Namira School Probolinggo melalui evaluasi terhadap kesesuaiannya dengan prinsip sarana dan prasarana SRA yang ditetapkan dalam Panduan Sekolah Ramah Anak oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana yang ada di KB dan TK Namira School Probolinggo cukup lengkap namun belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip SRA yang berlaku. Tingkat kesesuaian yang diperoleh adalah 78,9%, dengan persyaratan kesehatan menjadi prinsip sarana dan prasarana SRA yang paling sesuai, sementara persyaratan keamanan menjadi yang paling kurang sesuai. Kata kunci: pendidikan bagi anak usia dini, sekolah ramah anak, sarana & prasarana ABSTRACT Early childhood education is a crucial platform for children to grow and develop, requiring facilities and infrastructure that are tailored to their needs and characteristics. The Child-Friendly School (CFS) program is an alternative from the government in creating a safe and enjoyable learning environment so that all children's rights in education are fulfilled. Namira School’s Probolinggo Playground and Kindergarten is one of the schools in Probolinggo Regency that have started implementing the CFS program to support the Child Friendly Regency predicate. This research is aimed at finding out the application of the principle of CFS to the facilities and infrastructure that exist in the Namira School’s Probolinggo Playground and Kindergarten through the evaluation of its conformity with the principles of CFS established in the Child-Friendly School Guidelines by the Ministry of Women Empowerment and Child Protection in 2015. The research results show that the existing facilities and infrastructure at the Namira School’s Probolinggo Playground and Kindergarten are quite complete but not fully in accordance with the applicable CFS principles. The compliance rate is 78.9%, with health requirements being the most appropriate principle of CFS facilities and infrastructure, while safety requirements were the least appropriate. Keywords: early childhood education, child-friendly school, facilities & infrastructure
Pengaruh Kualitas Livable Street terhadap Tingkat Ketertarikan Pengguna Koridor Jalan Jenderal Basuki Rahmat Nur'izzah, Nadhilah; Ramdlani, Subhan
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Jenderal Basuki Rahmat Malang yang dulunya dikenal dengan nama Kayutangan merupakan koridor komersial yang penggunaan lahannya didominasi dengan peruntukan perdagangan dan jasa. Pada tahun 2019, Kayutangan ditetapkan menjadi ibukota heritage Kota Malang oleh walikota Malang saat itu. Kemudian pada tahun 2020 dilakukan penataan ulang di koridor Jalan Jenderal Basuki Rahmat berupa pelebaran jalur pedestrian dan penambahan perabot jalan. Hal ini menyebabkan munculnya banyak aktivitas baru di koridor Jalan Jenderal Basuki Rahmat Malang yang tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas livable street pada koridor jalan tersebut terhadap tingkat ketertarikan nya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada seratus responden yang dipilih secara kebetulan saat bertemu di lokasi. Kualitas livable street dan tingkat ketertarikan pengguna pada koridor Jalan Jenderal Basuki Rahmat berada dalam kategori baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas livable street berpengaruh pada tingkat ketertarikan pengguna, yaitu koridor sebagai ruang sosial, memudahkan pengguna, aktivitas koridor, dan identitas koridor memiliki pengaruh yang searah.
Sustainable Collaborative Hub di Kota Jakarta Guna Purifikasi Udara Naily Nujkha; Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polusi udara merupakan ancaman besar bagi kesehatan penduduk perkotaan. Tingginya aktivitas perkantoran dan transportasi di Jakarta menyebabkan kualitas udara memburuk, terbukti dengan indeks kualitas udara (AQI) yang mencapai 165 pada Oktober 2023, menjadikan Jakarta salah satu kota dengan udara terburuk di dunia. Studi menunjukkan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) selama pandemi mengurangi tingkat polusi udara secara signifikan. Untuk itu, diperlukan perancangan bangunan hybrid office yang memungkinkan fleksibilitas kerja dan community hub yang mendorong edukasi serta kolaborasi komunitas terkait untuk mengatasi polusi udara. Kombinasi kedua fungsi ini menghasilkan collaborative hub yang mendukung aktivitas kerja dan interaksi sosial dengan purifikasi teknis dan pikiran melalui desain arsitektural dan program edukasi sebagai aspek solusi utama. Kawasan Kuningan, dengan AQI yang tinggi dan banyak gedung tinggi, menjadi lokasi strategis untuk penerapan desain ini. Collaborative hub dirancang dengan batasan ketinggian untuk mengurangi kontribusi terhadap polusi udara dan menjadi simbol komitmen terhadap udara bersih. Penerapan pendekatan sustainable air pollution management dengan tiga poin utama yaitu low carbon, low energy, dan low chemical, diharapkan dapat mengurangi polusi udara dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Desain ini menawarkan solusi secara holistik untuk isu polusi udara dengan mengintegrasikan arsitektur ramah lingkungan dan program aktivitas yang edukatif. Kata kunci: polusi udara, collaborative hub, sustainable air pollution management
Startegi City Branding Kabupaten Banyuwangi Melalui Representasi Arsitektur untuk Mengubah Identitas Menjadi Kota Pariwisata Azizah, Alya Lailatul; Kusdiwanggo, Susilo
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

City branding merupakan cara suatu kota mempromosikan identitasnya yang memunculkan citra tertentu. Banyuwangi yang sebelumnya dikenal sebagai “kota santet” mem-branding kotanya sebagai Kota Pariwisata melalui representasi arsitektur untuk mengubah citra negatif. Telah banyak penelitian yang mengkaji mengenai city branding, identitas kota, citra kota, maupun representasi arsitektur tetapi belum ada yang secara spesifik kaitan seluruhnya sehingga penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan penelitian bagaimana city branding Banyuwangi menggunakan representasi arsitektur dalam mengubah identitasnya. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, dilakukan analisis inductive coding pada data transkrip wawancara dengan arsitek langsung selama proses branding Banyuwangi dan observasi serta dokumentasi pada karya-karya arsitektur yang menjadi komunikasi city branding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa identitas yang dimiliki suatu kota perlu dipahami dan justru dapat dijadikan sebagai branding sebuah kota. Representasi arsitektur Banyuwangi menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat melalui revitalisasi infrastruktur dan lanskap berhasil menyampaikan dan menanamkan pesan mengenai identitas Banyuwangi sebagai kota wisata-budaya. Temuan ini bisa menjadi "Banyuwangi Effect" untuk kota-kota di Indonesia, memberikan inspirasi dan panduan bagi pemerintah daerah lainnya dalam mengembangkan strategi city branding melalui representasi arsitektur yang berbasis pada identitas lokal.
Perancangan Stadion Brantas dengan Pendekatan Dynamic Architecture Ramdani, Ah Lasul Amal Rido Ramdani; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki antusiasme yang luar biasa terhadap sepak bola. Sebanyak 69 persen penduduk Indonesia tertarik dengan sepak bola. Namun, antusiasme yang luar biasa tidak dibarengi dengan keamanan stadion yang sesuai standar nasional atau internasional. Terbukti pada tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan 135 korban jiwa. Hal ini, menarik perhatian Pemerintah Kota Batu dengan IAI Kota Malang untuk mengadakan sayembara perancangan Stadion Brantas Kota Batu. Perancangan ini bertujuan untuk menjadikan Stadion Brantas menjadi objek Sport Tourism dengan empat kriteria yaitu, Fun, Function, Facade, dan Feasible. Hal ini untuk membuat Stadion Brantas menjadi stadion yang atraktif dan tetap memperhatikan penggunaan energi, serta dampak terhadap lingkungan. Pendekatan Dynamic Architecture adalah pendekatan yang menggunakan pergerakan elemen-elemen arsitektural suatu bangunan untuk membantu penyesuaian dengan lingkungan sekitar dan mengoptimalkan kenyamanan termal, serta mengurangi penggunaan energi suatu bangunan. Menggunakan metode rasionalisme yang menggunakan preseden dalam prosesnya. Preseden tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk menghasilkan konsep desain yang diterapkan pada desain perancangan Stadion Brantas. Berdasarkan hasil analisis, Stadion Brantas menggunakan konsep pergerakan Static-dynamic, yang menggunakan ilusi optic untuk membuat stadion terlihat bergerak. Ilusi ini diperkuat dengan penggunaan garis imajiner pada bilah-bilah fasad yang mengadaptasi lanskap Pegunungan Arjuna. Sehingga, Stadion Brantas dapat terlihat atraktif dengan tetap memperhatikan konteks alam sekitar. Kata kunci: stadion, dynamic architecture, Kota Batu
Kenyamanan Spasial dan Visual Ruang Pejalan Kaki Pada Koridor Jalan Pasar Besar Malang Azis, Indy; Asikin, Damayanti
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor komersial di Kota Malang yang dikenal sebagai Koridor Jalan Pasar Besar mengalami pertumbuhan yang signifikan karena berbagai aktivitas yang ada di dalamnya. Meningkatnya laju pertumbuhan ini berdampak pada kebutuhan ruang fisik, seperti ruang untuk aktivitas ekonomi masyarakat di daerah komersial tersebut. Namun, berbagai fungsi lingkungan di koridor Jalan Pasar Besar menyebabkan masalah spasial dan visual, yang berdampak pada aktivitas pejalan kaki. Dalam penelitian ini, terdapat empat aspek utama kenyamanan, tetapi fokus penelitian ini adalah kenyamanan spasial dan kenyamanan visual, yang merupakan dua aspek yang paling penting untuk ruang pejalan kaki. Hasilnya menunjukkan bahwa kenyamanan spasial dinilai negatif, sementara kenyamanan visual dinilai positif.