Articles
1,492 Documents
Karakter Visual Fasade Pada Bangunan Rumah Bucu Di Desa Gampeng Ngluyu Nganjuk
Tiara Ertina Febriana
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.308 KB)
Nganjuk dikenal sebagai kota angin, dan di Nganjuk pula memiliki satu bangunan yang merupakan warisan budaya yang berada di kecamatan Ngluyu tepatnya desa Gampeng. Rumah tersebut yaitu rumah Bucu, rumah ini merupakan rumah jenis limasan dengan ciri-ciri yang berbeda dengan rumah limasan pada umumnya.Rumah Bucu memiliki karakter visual yang unik itu dilihat dari beberapa elemen yaitu atap, dinding, pintu, jendela.Dengan metode deskriptif analisis yang digunakan dimana rumah Bucu dikaji tentang karakter visual fasede dari atap, dinding, pintu, jendela untuk memperoleh gambaran jelas tentang elemen penting dalam karakteristik visual fasade pada rumah Bucu tersbut. Kata kunci: karakter visual, elemen karakter, bangunan rumah Bucu
Evaluasi Konsep Bangunan Hijau Pada Kondominium The Accent di Kawasan Bintaro Tangerang Selatan
Jane Malinda;
Andika Citraningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (706.043 KB)
Berkurangnya sumber daya alam dan kerusakan lingkungan dalam memenuhi kebutuhan papan merupakan salah satu permasalahan dunia yang kini marak terjadi yang merupakan dampak dari Global Warming. Pembangunan yang berkonsep bangunan hijau merupakan salah satu solusi untuk mencegah hal tersebut. Di Indonesia Kota Bintaro telah menggagas konsep ramah lingkungan yaitu ecommunity namun hanya untuk hunian perumahan dan taman kota. Sedangkan pembangunan marak dilakukan secara vertikal. Penelitian mengkaji hunian vertikal di Bintaro yaitu Kondominium The Accent untuk menetahui konsep bangunan hijau yang diterapkan sesuai standar GBCI. Standar Greenship yang digunakan merupakan Greenship Bangunan Baru versi 1.2 dengan enam kategori dan masing-masing kriteria di dalamnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan hasil analisis berupa total poin dan peringkat yang didapatkan objek sesuai standar. Serta rekomendasi dalam bidang arsitektur maupun non arsitektur yang harus ditambahkan agar mencapai peringkat GBCI yang lebih baik. Sehingga objek penelitian mampu menjadi hunian vertikal yang memiliki konsep bangunan hijau. Kata kunci: global warming, GBCI, bangunan hijau
Rekayasa Desain Fasad Untuk Penurunan Suhu Ruang pada Bangunan Rumah Susun Bambe Kabupaten Gresik
Firda Lailia;
Jono Wardoyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1568.473 KB)
Sebagai negara tropis, Indonesia menerima sinar matahari dengan jumlah yang cukup banyak. Hal tersebut menyebabkan bangunan-bangunan di Indonesia, terutama hunian harus menyesuaikan dengan kondisi geografis dan lingkungan agar kenyamanan penghuni di dalamnya tetap terjaga. Salah satu jenis hunian yang ada saat ini adalah Rusunawa. Bangunan yang menjadi objek penelitian ini adalah Rusun Bambe di Kabupaten Gresik. Kondisi rusun yang ada saat ini cenderung tidak sesuai kondisi lingkungan dengan sisi utama bangunan menghadap Timur dan Barat. Desain pembayang matahari yang ada pada fasad bangunan tidak efektif dalam membayangi fasad dari sinar matahari, sehingga suhu di dalam unit hunian cenderung tinggi. Terdapat 3 jenis pembayang yang akan disimulasikan menggunakan Ecotect Analysis 2011 yaitu pembayang horizontal, panel, dan egg crate. Hasil simulasi menunjukkan pembayang jenis egg crate merupakan yang paling efektif dengan penurunan suhu rata-rata mencapai 1,950C.Kata kunci : Rusunawa, Pembayang Matahari, Penurunan Suhu
Karakteristik Spasial Area Masuk Utama pada Bangunan Stasiun (Studi Kasus: Stasiun-Stasiun di Wilayah Malang)
Martha Angelia;
Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (689.072 KB)
Adanya 3 kelas pada stasiun di wilayah Malang, yaitu stasiun kelas besar, kelas sedang dan kelas kecil. Stasiun ini pasti memiliki area masuk utama yang merupakan ruang sentral kegiatan di stasiun. Dan adanya perbedaan kelas stasiun ini membuat karakteristik spasialnya harus mampu memenuhi pada kasus bangunan stasiun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik spasial area masuk utama dan sebagai kajian teoritik untuk melihat bagaimana area masuk utama sebagai area sentral yang memenuhi pada kasus bangunan stasiun. Metode yang digunakan merupakan metode analisis deskriptif kualitatif. Setelah variabel penelitian ditentukan dari rumusan masalah, analisis dilakukan dengan membandingkan data hasil observasi dengan teori yang ada. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat karakteristik spasial area masuk utama pada semua kelas stasiun di wilayah Malang. Dari analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat karakteristik organisasi ruang yang dominan pada area masuk utama bangunan stasiun. Karakteristik ini mewakili dari keseluruhan jenis kelas pada stasiun.Kata kunci: bangunan stasiun, area masuk utama stasiun, karakteristik spasial
Aksesibilitas pada Fasilitas Pendidikan Sekolah Luar Biasa untuk Tunanetra di Banyuwangi
Innani Choirun Nisa;
Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (576.25 KB)
Kondisi fasilitas pendidikan yang merupakan tempat proses belajar bagi tunanetra mempunyai peran penting untuk menunjang aksesibilitas tunanetra di sekolah. Pada penelitian ini mendeskripsikan dan mengkaji aksesibilitas pada fasilitas SDLB A Negeri Banyuwangi dengan asas aksesibilitas dan standar yang berlaku. Standar yang digunakan adalah Peraturan Menteri No. 30 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan dan Peraturan Meneteri Pendidikan Nasional No.33 Tahun 2008 tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB). Hasil penelitian ini berupa prosentase terkait fasilitas pendidikan SDLB A Negeri Banyuwangi yang memenuhi asas aksesibilitas dan standar yang berlaku. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis bagi peneliti sebagai saran belajar dan sumber pengetahuan. Dapat memberikan informasi dan wawasan tambahan mengenai keadaan SDLB A Negeri Banyuwangi terkait aksesibilitas pada sekolah tersebut. Dan dapat membantu atau memberikan kesempatan bagi tunanetra agar mendapatkan aksesibilitas yang sesuai kebutuhan terutama dalam fasilitas pendidikan.Kata Kunci: aksesibilitas, fasilitas pendidikan, sekolah luar biasa, tunanetra
Pengaruh Ruang Sirkulasi terhadap Kenyamanan Berpindah Kelas pada SMK Negeri 2 Pacitan
Agustina Listiani;
Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (482.693 KB)
Sekolah dengan sistem moving class adalah sekolah yang aktif, dengan kata lain siswa harus berpindah-pindah kelas saat pergantian jam pelajaran sehingga bangunan harus dirancang sesuai dengan kebutuhan pengguna khususnya pada ruang sirkulasi. Sekolah SMK Negeri 2 Pacitan dibangun pada tahun 1959 untuk sekolah dengan sistem pembelajaran konvesnsional. Sejak awal tahun 2007 sistem pembelajaran SMK Negeri 2 Pacitan diubah menjadi sistem pembelajaran moving class murni. Permasalahan terkait kenyamanan pengguna teridentifikasi setelah adanya perubahan dari sistem pembelajaran tersebut. Kajian ini dititikberatkan pada bagaimana kesesuaian kenyamanan pengguna terhadap fisik ruang sirkulasi pada SMK Negeri 2 Pacitan yang menggunakan sistem pembelajaran moving class. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang didukung dengan kuesioner. Data yang digunakan mengenai ruang sirkulasi secara fisik dan kenyamanan pengguna. Variabel yang digunakan dalam perencanaan ruang sirkulasi adalah dimensi ruang sirkulasi, konfigurasi jalur, bentuk ruang sirkulasi, dan hubungan antar ruang.Kata kunci: sekolah moving class, fisik ruang srikulasi, kenyamanan pengguna
Pelestarian Bangunan Rumah Sakit PGI Cikini (Eks Rumah Raden Saleh)
Maulanissa Rachmani;
Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (993.429 KB)
Rumah Sakit PGI Cikini (Eks Rumah Raden Saleh) merupakan bangunan yang didirikan pada tahun 1852. Umurnya yang telah lebih dari satu abad menjadikannya sebagai salah satu bangunan cagar budaya di Indonesia. Tujuan dari studi ini tidak lain untuk menentukan arahan pelestarian dari elemen bangunan pada Rumah Sakit PGI Cikini (Eks Rumah Raden Saleh). Arahan pelestarian tersebut dihasilkan berdasarkan identifikasi, analisis serta evaluasi dari karakter spasial maupun visual bangunan dengan menggunakan metode kualitatif. Pada karakter spasial bangunan, banyaknya ruang yang tidak lagi difungsikan berpengaruh terhadap perubahan sirkulasi, orientasi dan hubungan antar ruang. Adapun keunikan serta keindahan dari karakter visual bangunan dapat menjadi nilai tambah, namun adanya elemen-elemen yang hilang maupun rusak mempengaruhi citra bangunan itu sendiri. Pada studi ini arahan untuk pelestarian Eks Rumah Raden Saleh dikelompokkan ke dalam tindakan preservasi, konservasi, rehabilitasi serta rekonstruksi.Kata kunci: pelestarian bangunan, karakter bangunan, rumah sakit
Karakter Visual Bangunan Stasiun Kereta Api Tanjung Priok
Alifah Laily Kurniati;
Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1400.996 KB)
Stasiun Tanjung Priok dibangun pada tahun 1914 sehingga karakter visual yang muncul pada bangunan dipengaruhi oleh gaya arsitektur art deco yang sedang berjaya di masa itu. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi bangunan Stasiun Tanjung Priok pada saat ini sehingga studi ini layak dilakukan. Keunikan yang muncul berupa bentuk dasar bangunan yang membentuk ziggurat, garis vertikal dan horizontal yang kuat mendominasi fasade bangunan, serta tambahan sisi melengkung dengan material beragam pada peron stasiun. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakter visual yang terdapat pada bangunan, dengan pendekatan metode analisis deskriptif.Kata kunci: karakter visual, Stasiun Kereta Api Tanjung Priok, bangunan kolonial
Implementasi Tagline pada Desain Kampoeng Pacitan Bungalow & Restoran
Novia Yuliani;
Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (971.043 KB)
Tagline merupakan salah satu strategi pemasaran untuk mengkomunikasikan suatu brand/produk kepada konsumennya. Tagline sebagai janji dari suatu produk yang di dalamnya memiliki manfaat fungsional dan emosional brand. Kampoeng Pacitan Bungalow & Restoran merupakan salah satu akomodasi pariwisata di Kabupaten Pacitan Jawa Timur yang menerapkan tagline untuk menawarkan keunggulan produk kepada calon konsumen khususnya wisatawan. Tagline Kampoeng Pacitan “A place to eat, relax and spend the night. Enjoy your trip to Pacitan”. Dari banyaknya kata tagline yang digunakan, relax merupakan kata positif yang seharusnya dapat dibuktikan kesesuaiannya di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian implementasi tagline dengan kata kunci “relax” pada desain Kampoeng Pacitan Bungalow & Restoran. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Evaluasi kesesuaian tagline dibatasi pada implementasi arsitektural yaitu desain tapak dan desain bangunan serta aktivitas relaksasi pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksisting keseluruhan implementasi yang sesuai dengan tagline rileks pada Kampoeng Pacitan Bungalow & Restoran yaitu 62,5%. Pengoptimalan pada desain diharapkan dapat menjaga konsistensi tagline yang digunakan dan aktivitas relaksasi pengunjung dapat terpenuhi. Kata kunci: tagline, rileks, desain arsitektural, aktivitas relaksasi
Pola Pemanfaatan Ruang Kampung Bontang Kuala, Bontang, Kalimantan Timur
Atikah Hardiyana;
Jenny Ernawati;
Wulan Astrini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1502.113 KB)
Terdapat fenomena peningkatan minat masyarakat Kota Bontang, Kalimantan Timur terhadap pariwisata. Kondisi tersebut ditunjukkan pada salah satu destinasi wisata di Kota Bontang yaitu Kampung Bontang Kuala. Kampung ini merupakan kampung cikal bakal Kota Bontang dengan adat dan budaya nelayan Suku Bugis. Topografi kawasan terletak pada transisi darat ke laut dengan struktur hunian panggung dan struktur jalan dek kayu menjadi keunikan kampung ini yang kemudian menjadi daya tarik wisata. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui pola ruang kampung yang mengadaptasi fungsi pariwisata dan terbentuk secara alami dengan mempertimbangkan kondisi topografi dan kebutuhan ruang warga nelayan Suku Bugis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan ruang secara makro pada kawasan wisata Kampung Bontang Kuala. Hasil penelitian menunjukkan pola kawasan yang terbagi dalam dua zonasi yaitu zona hunian dan zona dagang. Kedua zonasi memiliki perbedaan pemanfaatan ruang dalam aspek tata guna lahan, tata letak massa, jaringan sirkulasi dan ruang terbuka. Kata kunci: Kampung Bontang Kuala, kawasan wisata, pemanfaatan ruang