Articles
1,492 Documents
Identitas Visual Bangunan Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi
Arida Fitriana Yasmin;
Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (905.445 KB)
Pendopo Sabha Swagata Blambangan merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Banyuwangi yang dibangun pada masa kolonial dan bertahan hingga saat ini. Namun, adanya berbagai perubahan yang terjadi sejak awal dibangun telah mengaburkan karakter visual yang dimiliki. Karakter visual merupakan salah satu poin penting dalam membentuk identitas sebuah bangunan dan menjadi simbol dari masyarakat tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis identitas bangunan pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi berdasarkan karakter visual bangunan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan mengidentifikasi karakter visual dan menganalisis identitas bangunan pendopo Sabha Swagata Blambangan. Hasil dari penelitian ini adalah secara visual, identitas bangunan pendopo Sabha Swagata Blambangan memiliki dominasi pengaruh arsitektur “Indische Empire Style” yang terlihat pada bentuk atap perisai, dominasi bentuk persegi, simetri fasade, serta penggunaan material dinding, kolom, dan lantai. Terdapat pula pengaruh asitektur tradisional Jawa pada bentuk atap tajug, penggunaan material kayu, serta ornamen flora pada lantai. Ragam hias lokal Banyuwangi juga menjadi pelengkap pada visual bangunan untuk menunjukkan budaya setempat. Kata kunci: identitas visual, arsitektur kolonial, Arsitektur Jawa
POLA RUANG PERMUKIMAN INDUSTRI MEBEL BERDASARKAN AKTIVITAS INDUSTRI (Studi Kasus: Industri Mebel Bukir Pasuruan)
Arini Anggreini;
Lisa Dwi Wulandari;
Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1029.369 KB)
Industri mebel Bukir merupakan salah satu industri kecil yang dapat membantu perekonomian Kota Pasuruan. Namun keberadaan industri mebel dapat memicu terjadinya perkembangan kawasan Bukir dengan pesat. Peningkatan aktivitas masyarakat baik dari segi perekonomian maupun aktivitas penduduknya, berpengaruh terhadap perkembangan pemanfaatan ruang kawasan. Untuk itu diperlukan penelitian untuk mengetahui bagaimana pola aktivitas industri didalam permukiman yang dapat menunjang perkembangan kawasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif berdasarkan pendekatan keruangan. Hasil penelitian ini berupa analisis mengenai potensi dan permasalahan yang dihadapi pada setiap aktivitas industri mebel, dan mensintesis hasil analisis. Rekomendasi perkembangan pola ruang permukiman berdasarkan aktivitas industri berupa peralihan dan penambahan fungsi penggunaan lahan, perbaikan dan penambahan garis sempadan jalan maupun area pedestrian di sepanjang jalan utama yang dapat dijadikan referensi dalam menentukan arahan perkembangan permukiman industri mebel di kawasan Bukir Kata kunci: industri mebel, pola ruang, aktivitas industri, permukiman.
Evaluasi Kenyamanan Termal pada Ruang Kelas Pondok Pesantren Daar el-Huda di Kabupaten Tangerang
Azka Noor;
Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1048.134 KB)
Sekolah adalah tempat untuk menuntut ilmu secara formal dimana terdapat guru dan murid yang menggunakan ruang kelas pada sekolah. Pentingnya kondisi udara nyaman adalah kebutuhan setiap siswa dan guru di kelas agar konsentrasi belajar terjaga. Dengan memanfaatkan penghawaan alami diharapkan dapat memenuhi kebutuhan kenyamanan termal pada ruang kelas. Tujuan penelitian ini, untuk mengevaluasi kenyamanan termal ruang kelas berdasarkan bukaan yang terdapat pada ruang kelas kemudian didapatkan bagaimana kondisi termal ruang kelas dan cara meningkatkan kenyamanan termal pada ruang kelas. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan pengukuran temperatur udara, kelembaban udara, kecepatan angin, ukuran bukaan jendela, insulasi pakaian, dan aktivitas siswa. Didapatkan rekomendasi untuk aspek bukaan jendela. Hasil dari kuesioner menunjukkan, responden masih merasa nyaman pada temperatur udara yang dapat dikatakan cukup tinggi. Akan tetapi, responden juga menginginkan temperatur udara didalam ruang kelas agar lebih sedikit dingin. Rekomendasi bukaan jendela yang dihasilkan adalah menggunakan jendela putar horizontal untuk ruang kelas yang berada di lantai 1 dan lantai 2. Untuk lantai 2 juga menggunakan penambahan ukuran jendela aktif dan menggunakan shading. Kata kunci: kenyamanan termal, ruang kelas, bukaan jendela
Tata Cahaya pada Ruang Baca Balai Perpustakaan Grhatama Pustaka Yogyakarta
Cyta Susilawati;
Eryani Nurma Yulita
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (975.788 KB)
Perpustakaan harus mampu memperhatikan aspek kenyamanan visual pemustaka ketika berada di perpustakaan karena tingginya minat baca di Yogyakarta. Salah satu dari aspek kenyamanan visual di perpustakaan adalah sistem tata cahaya. Salah satu aktifitas yang biasa dilakukan adalah membaca. Ruang baca merupakan ruang utama pada perpustakaan, termasuk Balai Perpustakaan Grhatama Pustaka Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-kuantitatif dengan menggunakan alat Luxmeter dan simulasi data menggunakan software Dialux 4.12. Penelitian ini membahas tata cahaya alami dan buatan dengan aspek kenyamanan visual pada ruang baca Balai Perpustakaan Grhatama Pustaka Yogyakarta yang disesuaikan dengan standar pencahayaan perpustakaan yakni 300 lux berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 dari 6 ruang baca sudah memenuhi standar pencahayaan dengan penyebaran intensitas penerangan yang belum merata ke seluruh ruangan. Ruang Koleksi Khusus Braille merupakan ruangan yang paling gelap dan Ruang Koleksi Langka merupakan ruangan yang paling terang. Pengoptimalan desain pada ruang baca menghasilkan intensitas pencahayaan yang merata pada seluruh ruang baca dengan beberapa rekomendasi, yaitu mengubah orientasi rak buku menjadi tegak lurus dengan bukaan, pengaturan tata letak titik lampu disesuaikan dengan tata letak perabot, dan menambahkan shading device pada sisi barat bangunan. Kata kunci: tata cahaya alami, tata cahaya buatan, ruang baca, perpustakaan
Pengaruh Green Roof terhadap Kenyamanan Termal Bangunan Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia
Dewini Putritama;
Heru Sufianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1605.45 KB)
Kurangnya RTH pada perkotaan dapat menyebabkan tingginya temperatur suatu perkotaan (Urban Heat Island). Salah satu pemberdayaan ruang hijau yang tepat ditengah tingginya pembangunan dan kurangnya lahan dapat menyusupkan ruang hijau pada atap-atap gedung bertingkat (green roof). Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia merupakan salah satu bangunan yang menggunakan green roof. Perpustakaan UI menjadi tempat pusat kegiatan bagi seluruh aktivitas akademika UI, sehingga diharapkan dapat memberikan kenyamanan kepada penggunanya saat beraktivitas di dalam bangunan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja penurunan suhu bangunan dengan penggunaan green roof. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan mengukur temperatur udara dan kelembaban udara pada ruang dalam bangunan perpustakaan UI, serta menyebarkan kuesioner kepada pengguna perpustakaan. Selanjutnya membuat model simulasi menggunakan software Ecotect Analysis 2011 untuk mensimulasikan temperatur ruang jika menggunakan material beton dan tanah liat. Hasil dari kuesioner adalah rata-rata pengguna perpustakaan merasa nyaman beraktivitas di dalam ruang dengan hasil temperatur yang cukup tinggi. Hasil simulasi saat menggunakan atap tanah liat dan beton memiliki temperatur udara lebih tinggi dibandingkan dengan green roof. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kenyamanan termal yang dirasakan oleh pengguna ruang perpustakaan UI. Kata kunci: kenyamanan termal, green roof, perpustakaan
Evaluasi Kualitas Estetika Fasade Bangunan Pada Kawasan CBD Tunjungan Surabaya Dengan Pendekatan Preferensi Masyarakat
Restica Hapsari Widyastuti;
Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (458.668 KB)
Fasade bangunan memiliki peranan penting karena dapat digunakan untuk menarik perhatian masyarakat terutama pada bangunan komersial sehingga penting untuk diperhatikan. Khususnya pada bangunan yang ada di Kawasan Tunjungan yang merupakan pusat kota Surabaya. Untuk membentuk fasade bangunan yang baik maka perlu adanya penilaian dari masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas estetika fasade bangunan pada kawasan CBD Tunjungan Surabaya dengan pendekatan preferensi masyarakat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif yaitu people preference yang mengacu pada pilihan yang lebih disukai masyarakat dan dianalisis dengan analisis mean, independent sample t-test, dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian dari dua kelompok responden tidak jauh berbeda. Bangunan yang dinilai paling baik adalah Empire Palace sedangkan variabel yang harus diperhatikan dalam pembentukan fasad yang baik pada bangunan perkantoran adalah keselarasan warna dan proporsi bangunan, untuk bangunan perhotelan adalah gaya bangunan sedangkan untuk bangunan perbelanjaan adalah selaras tidaknya komposisi bangunan dan juga gaya pada bangunan Kata kunci: Fasade bangunan, kawasan CBD, Kawasan Tunjungan Surabaya
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Jual Properti Pada Perumahan d i Kota Malang
Arieza Putri;
Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (318.676 KB)
Pada proses perancangan perumahan perlu mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya nilai suatu properti. Faktor yang perlu dipertimbangkan saat merancang perumahan diantaranya faktor lokasi, bangunan dan fasilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi nilai jual properti pada perumahan, khususnya perumahan di Kota Malang. Metode yang digunakan adalah metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan software program Expert Choice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan mempengaruhi nilai jual properti pada perumahan di Kota Malang adalah aksesibilitas, desain bangunan dan fasilitas publik. Kata kunci: faktor, nilai jual, perumahan
Kritik Arsitektur: Relasi Kuasa-Pengetahuan dalam Revitalisasi Hutan Kota Malabar
Robbani Amal Romis;
Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (363.14 KB)
Revitalisasi Hutan Kota Malabar adalah proyek yang proses materialisasinya dibasiskan pada kontestasi diskursus kuasa-pengetahuan yang kompleks. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui jejak-jejak kuasa yang berada dalam desain Revitalisasi Hutan Kota Malabar sebagai produk dari formasi diskursus kuasa pengetahuan tertentu. Kajian ini menggunakan pendekatan genealogi dan arkeologi Michel Foucault yang dioperasionalisasikan oleh metode kritik deskriptif depictive dan kontekstual. Dari kajian ini ditemukan bahwa terdapat dua jenis kebenaran yang membentuk mozaik desain Revitalisasi Hutan Kota Malabar yaitu kebenaran stabilitas negara dan pasar. Kata kunci: Revitalisasi, Hutan Kota Malabar, arkeologi, genealogi.
Prinsip Struktur Rumah Srotong Suku Samin Sebagai Dasar Perancangan Rumah Tinggal Tahan Gempa
Indah Nurul Afifah;
Eryani Nurma Yulita
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (684.169 KB)
Indonesia berada pada zona tektonik aktif yang menyebabkan wilayah-wilayahnya rentan terhadap ancaman gempa bumi. Rumah tinggal seringkali menjadi ancaman yang berbahaya saat gempa bumi. Dengan kondisi ini diperlukan sebuah gagasan rumah tinggal yang antisipatif terhadap ancaman gempa bumi. Pulau Jawa yang menyimpan berbagai jenis rumah tradisional perlu dikaji, seberapa mampu peninggalan budaya tersebut adaptif terhadap kondisi tanah Jawa. Penelitian ini berfokus pada kajian seberapa mampu rumah Srotong suku Samin menahan gaya-gaya yang ditimbulkan oleh gempa bumi. Kemudian mengambil prinsip dasar struktur dan konstruksi rumah Srotong untuk menjadi acuan dalam merancang rumah tinggal sederhana yang tahan terhadap gaya gempa. Pengambilan prinsip struktur rumah Srotong diharapkan mampu diaplikasikan pada desain bangunan rumah tinggal sederhana sehingga mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh gempa. Kata kunci: gempa bumi, rumah Srotong, struktur dan konstruksi
Pengaruh Elemen Tembus Cahaya terhadap Nilai Perpindahan Termal pada Fasad Bangunan
Maharani P. B. Limijana;
Beta Suryokusumo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1251.648 KB)
Kenyamanan termal pada bangunan tinggi bergantung penuh pada penggunaan Air Conditioner (AC). Dengan diketahuinya hal ini, dari keseluruhan konsumsi energi listrik pada bangunan pendidikan, diketahui bahwa 57% didominasi oleh pemakaian AC. Padahal saat ini persediaan tenaga listrik dari bahan fosil telah mengalami krisis darurat. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi bukaan pada fasad untuk mengetahui potensi konservasi energi, sebab perancangan fasad bangunan yang tepat merupakan salah satu tindakan konservasi energi paling efektif untuk menekan konsumsi listrik. Dengan menggunakan metode eksperimental, dilakukan sintesis elemen tembus cahaya untuk menemukan solusi desain yang efektif untuk menekan nilai perpindahan termal pada fasad.