cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
APLIKASI PERSYARATAN FUNGSIONAL PADA TATA LETAK DAN SIRKULASI RUANG DI PLAZA KALIBATA, JAKARTA SELATAN Faiz Henri Rabani; Iwan Wibisono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep mal sebagai pusat perbelanjaan telah mengalami pergeseran dari waktu ke waktu akibat adanya tuntutan gaya hidup masyarakat perkotaan yang berubah. Fenomena konsep mall yang bergeser juga dialami Plaza Kalibata pada tahun 2010, melalui renovasi pada tata letak dan sirkulasi ruang dalam bangunan terkait usaha meningkatkan traffic pengunjung yang redup. Pertimbangan tata letak dan sirkulasi ruang termasuk ke dalam variabel pertimbangan dasar perencanaan utama bangunan, atau disebut juga Persyaratan Fungsional. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bermaksud mengetahui bagaimana penerapan parameter persyaratan fungsional pada tata letak dan sirkulasi ruang di Plaza Kalibata dalam kondisi sebelum renovasi dan sesudah renovasi. Studi dilakukan dengan menganalisis variabel tata letak dan sirkulasi ruang pada kondisi sebelum dan sesudah renovasi menurut tabel parameter persyaratan fungsional. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa terdapat perbedaan pengaplikasian persyaratan fungsional pada Plaza Kalibata sebelum renovasi dan sesudah renovasi.Kata kunci: tata letak, sirkulasi ruang, persyaratan fungsional, Plaza Kalibata
Persepsi Masyarakat Terhadap Pemanfaatan Pedestrian Ways Pada Koridor Jalan Tunjungan Kota Surabaya Sebagai Ruang Publik Moehammad Iqbal Al Madani; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Jalan Tujungan Kota Surabaya merupakan kawasan bersejarah yang dulunya menjadi tempat perjuangan arek-arek suroboyo dalam merebut kemerdekaan Kota Surabaya. Koridor Jalan Tunjungan Kota Surabaya terletak pada pusat kota serta menjadi kawasan perdagangan dan jasa, tentunya hal tersebut memberikan kesan menarik pada kawasan tersebut. Kesan pada koridor tersebut yakni pada jalur pedestrian yang ada pada koridor Jalan Tunjungan, hal tersebut dikarenakan perlebaran jalur pedestrian yang dilakukan oleh pemerintahan Kota Surabaya dalam mendukung kawasan menjadi ruang publik Kota Surabaya. Namun, dengan adanya perlebaran jalur pedestrian terdapat ketidaksesuaian fungsi dari pemanfaatan jalur pedestrian tersebut. Mulai digunakannya sebagai tempat parkir kendaraan dan digunakan mobilitas kendaraan roda 2. Hal tersebut tentunya mengganggu dari kenyamanan dan keamanan pejalan kaki yang menggunakan jalur tersebut. Permasalahan yang terjadi pada jalur pedestrian menjadi fokus penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan pedestrian ways pada koridor Jalan Tunjungan Kota Surabaya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Deskriptif (Kualitatif dan Kuantitatif). Data penelitian didapatkan dengan mengumpulkan data melalui pembahasan terkait kondisi eksisting dengan observasi dan data mean score melalui survey kuesioner online (Accidental Sampling). Data yang terkumpul dari penyebaran survey kuesioner online dianalisis menggunakan mean score dengan sintesis kualitatif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat kategori penilaian dari pemanfaatan pedestrian ways “Sangat Baik”, “Baik”, “Cukup”, “Kurang”, dan “Sangat Kurang”.
Proses Interpretasi Makna Eksterior Museum Ketransmigrasian Provinsi Lampung Anwar Subekhi; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses interpretasi oleh masyarakat sekitar terhadap Museum dengan mengadopsi pendekatan semiotika pragmatis Peirce.  Proses interpretasi menurut Peirce dilakukan secara abduksi, deduski, dan induksi.  Ketiga cara tersebut dipakai untuk mengeksplorasi proses komunikasi yang terjadi antara Museum dan masyarakat sekitarnya.  Metode penelitian kualitatif diterapkan dengan wawancara di tempat terhadap masyarakat sekitar Museum Ketransmigrasian Provinsi Lampung sebagai semiosi proses interpretasi.  Temuan penelitian menunjukan bahwa Museum Ketransmigrasian telah dapat ditafsirkan secara abduksi dan deduksi.  Proses penafsiran secara induksi tidak ditemukan dalam penelitian ini, yang artinya Museum belum menjadi argument bagi masyarakat sekitar.
Tapak Jalak: Media Penyatu Ruang dalam Human Space pada Inisiasi Generasi Muda Kasepuhan Ciptagelar Syifa Najmi Mahira; Susilo Kusdiwanggo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang adalah bagian penting dalam arsitektur. Ruang bersifat heterogen, ada ruang fisik dan ruang imajiner. Setiap kebudayaan mempunyai definisi khas mengenai ruang, begitu pula Kasepuhan Ciptagelar. Human Space merupakan salah satu ruang imajiner dalam Kasepuhan Ciptagelar. Pada ritual kelahiran, Human Space dapat ditemukan pada tapak jalak dalam ritual nurunkeun. Akan tetapi, makna dari tapak jalak tersebut belum diketahui. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-induktif aposteriori dengan paradigma partisipatoris serta menggunakan etnografi sebagai pendekatan penelitiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna tapak jalak ritual kelahiran pada proses inisiasi generasi muda Kasepuhan Ciptagelar secara Human Space. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) dalam Human Space, tapak jalak menjadi media yang menyatukan ruang fisik dan imajiner di mana manusia menyatu dengan lingkungannya dan (2) inisiasi manusia sebagai pancer menjadi proses awal bagi anak yang dimulai ketika kaki anak diinjakkan pada titik tengah dari tapak jalak, saat itulah terjadi proses vertikal di mana anak dibawa dari ruang fisik menuju ruang imajiner untuk memperkenalkan dirinya pada alam semesta.
Pengaruh Store Atmosphere terhadap Persepsi Pengunjung Kafe Urban di Malang nadira nuswantoro; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Malang, bisnis Food and Beverage (F&B) seperti restoran dan kafe banyak diminati. Menurut data terakhir Badan Pusat Statistik Kota Malang, pada survey tahun 2019 jumlah total kafe dan restoran yang ada di Kota Malang berjumlah 1.444 unit yang tersebar diseluruh kecamatan. Kafe Coffee Toffee Malang yang merupakan objek penelitian ini merupakan salah satu dari kafe yang tersebar di seluruh kota. Tepatnya, berlokasi di Jalan Jakarta No.58, Kota Malang, Jawa Timur. Untuk memenangkan persaingan bisnis kafe Store Atmosphere atau suasana kafe dapat menjadi solusi untuk menarik minat pengunjung dengan merangsang respon emosional dan persepsi pengunjung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif untuk mendapatkan tujuan, yaitu mengetahui pengaruh Store Atmosphere terhadap persepsi pengunjung. Penelitian ini menemukan adanya pengaruh General interior dan Store Layout terhadap persepsi pengunjung secara partial dan stimultan Kata kunci: Store Atmosphere, Persepsi Pengunjung, Kafe
Adaptasi Pola Ruang Dalam Terhadap Penerapan Kafe Pada Hunian Kolonial Di Kelurahan Oro-Oro Dowo Syiva Firdausi Nuzula; Rinawati P Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang memiliki warisan budaya berupa bangunan kolonial. Seiring berjalannya waktu, bangunan kolonial mengalami degadrasi baik fisik maupun non fisik. Dahulu Kelurahan Oro-Oro Dowo merupakan area permukiman kolonial dan pada saat ini memiliki jumlah bangunan restoran/rumah makan yang banyak. Terdapat bangunan kolonial khususnya rumah tinggal yang mengalami perubahan fungsi menjadi kafe. Perubahan fungsi bangunan akan mempengaruhi pola ruang di dalamnya, meliputi perubahan fungsi ruang, perubahan zonasi ruang, organisasi ruang, dan perubahan fisik ruang. HAB.BIT Eatery, Coffee, & Beer dan Baratimur Kopi merupakan kafe yang memanfaatkan bangunan rumah tinggal kolonial dipilih sebagai objek penelitian. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis dengan menggambarkan kondisi awal dengan eksisting dan bagaimana hasil perubahannya yang kemudian dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola ruang dalam menyesuaikan kebutuhan penghuni didalamnya dan kedua bangunan tetap mempertahankan bentuk asli. Kata kunci: hunian kolonial, kafe, perubahan, pola ruang
Evaluasi Kenyamanan dan Keamanan Fasilitas Wisata Kuliner pada Era New Normal di Kota Malang (Objek Studi: Nakoa Cafe, Cafe Litchi, dan Kotask Kaffe) Elvionita Agustin Hutabarat; Novi Sunu Sri Giriwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 yang telah ada sejak awal tahun 2020 memberikan perubahan besar terhadap dunia dalam jangka panjang. Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lama ini membuat industri restoran berguguran (Andri, 2021). Sejak Oktober 2020 hingga saat ini, diperkirakan sebanyak 125-150 restoran tutup per bulannya (Iwantono, 2021). Namun, sejak awal tahun 2021, telah ada beberapa kafe baru di kota Malang yang baru membuka gerainya pertama kali pada bulan Februari-Maret 2021 (Suseno,2021). Penelitian ini mengevaluasi fasilitas wisata kuliner khususnya kafe di kota Malang dengan berfokus pada aspek kenyamanan dan keamanan, baik pada area outdoor, maupun area indoor. Penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif. Metode penelitian dilakukan dengan observasi langsung terhadap ketiga kafe sebagai objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masing-masing aspek kenyamanan dan keamanan, terdapat beberapa unsur yang perlu diperhatikan dalam adaptasi kafe terhadap era New Normal. Pada aspek kenyamanan, antara lain: pencahayaan, penghawaan, pengaturan jarak, sirkulasi, dan perabot. Pada aspek keamanan, antara lain: area pintu masuk, fasilitas cuci tangan, media informasi, signage, dan area pengecekan suhu tubuh.
Elemen Interior sebagai Brand Identity Restoran Cepat Saji di Kota Malang Zahra Faradin; Rinawati Puji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya hidup masyarakat modern yang menginginkan semua serba cepat membuat pertumbuhan bisnis restoran cepat saji tercatat sebagai pertumbuhan yang tinggi di berbagai belahan dunia. Kota Malang memiliki perkembangan bisnis restoran cepat saji yang pesat. Banyaknya restoran yang bermunculan dengan fasilitas dan jenis layanan serupa, diantaranya merupakan restoran dengan citra terbaik menurut IMAC Award tahun 2019-2020, yaitu McDonald’s, KFC, dan Burger King menyebabkan persaingan antar restoran menjadi semakin ketat. Brand identity merupakan strategi bisnis untuk membedakan satu restoran dengan restoran lainnya yang serupa sekaligus alat untuk mempromosikan diri yang dapat diidentifikasi dengan desain interior restoran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah penerapan elemen interior pada restoran cepat saji di Kota Malang sudah sesuai dengan aspek-aspek brand identity, yaitu clear vision, unique story, dan energy. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa objek penelitian McDonald’s dan KFC telah menerapkan elemen interior sesuai dengan tiga aspek brand identity restoran cepat saji dengan presentase 100%, sedangkan Burger King berhasil menerapkan dengan presentase keberhasilan 80%, dimana restoran belum memenuhi indikator aspek clear vision pada perabot.Kata kunci: restoran cepat saji, interior, brand identity
Tipologi Spasial Rumah Hunian-Usaha Kawasan Pendidikan (Objek Studi : Daerah Watu Gong, Malang) Ereza Hario Saputra; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan instansi Pendidikan di Kota Malang mengakibatkan perkembangan pada daerah yang berada disekitarnya, terutama pada Universitas Brawijaya yang memberikan dampak pada daerah Watu Gong. Dampak dari kegiatan kampus dan mahasiswa pada daerah Watu Gong membuat warga Watu Gong merubah huniannya menjadi hunian-usaha guna beradaptasi dan juga mengambil peluang komersil dari kegiatan kampus. Dengan banyaknya perubahan spasial yang dilakukan maka dapat dikaji tipologi spasial dari hunian-usaha yang berada di daerah Watu Gong. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan analisis dari data yang diambil dari survei primer dan sekunder. Kesimpulan yang didapat adalah bahwa dari sampel memiliki pola tata ruang spasial yang dapat digolongkan menjadi 3 jenis hunianusaha yaitu hunian usaha Housing Adaptation tipe Bersama, Housing Adaptation tipe Campuran dan Housing Adjustment tipe bersama
KONSEP RUMAH MAGERSAREN MELALUI ADAPTASI OMAH JAWA DI DUSUN BORO SUMBERSARI UB FOREST KABUPATEN MALANG Achmad Revian Prakoso
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di beberapa kawasan hutan produksi di pulau Jawa, terdapat kelompok masyarakat yang tinggal menumpang pada kawasan tersebut. Mereka dikenal dengan istilah magersari atau magersaren. Salah satu permukiman magersaren terdapat di dusun Boro Sumbersari, Tawangargo, Karangploso, Kabupaten Malang. Kawasan tersebut secara khusus berada di dalam kawasan Hutan Pendidikan dan Pelatihan UB Forest. Sayangnya, saat ini pemukim magersaren tersebut tinggal dalam bangunan rumah yang kurang layak. Terdapat beberapa hal yang membuat mereka tetap bertahan dalam keadaan tersebut. Regulasi khusus yang berlaku pada kawasan dan keadaan finansial menjadi alasan utamanya. Maka dari itu, diperlukan sebuah konsep rancangan rumah  tinggal yang sesuai dengan kebutuhan pemukim magersaren dan regulasi yang berlaku. Harapannya agar pemukim magersaren di Boro Sumbersari, UB Forest dapat merasakan aktivitas berhuni dengan baik dan nyaman. Konsep rancangan akan diadaptasi dari omah Jawa tipe kampung srotongan yang sudah lama berkembang di kawasan tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deduktif. Konsep rumah tinggal akan dirancang dengan paradigma pragmatisme. Penelitian ini menghasilkan 4 model rumah tinggal yang disesuaikan dengan variasi jumlah anggota keluarga pemukim magersaren. Model tersebut menggunakan konsep rumah modular yang didukung sistem struktur semi permanen. Gabungan material alami (lokal) dan fabrikasi pada model akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembangunan.

Page 96 of 150 | Total Record : 1492