cover
Contact Name
Dinia R Dwijayanti,
Contact Email
biotropika@gmail.com
Phone
+62341-575841
Journal Mail Official
biotropika@gmail.com
Editorial Address
Departemen Biologi FMIPA UB, Jalan Veteran, 65145, Malang, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Biotropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23027282     EISSN : 25498703     DOI : 10.21776/ub.biotropika.
Biotropika: Journal of Tropical Biology invites research articles, short communication, and reviews describing new findings/phenomena of biological sciences in tropical regions, specifically in the following subjects, but not limited to biotechnology, biodiversity, microbiology, botany, zoology, biosystematics, ecology, and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
Persepsi Masyarakat Terhadap Konservasi Spesies Riparian di Tepi Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo Oktaviani, Rulik; Yanuwiadi, Bagyo
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.721 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pelestarian dan pemanfaatan spesies riparian serta spesies yang berpotensi sebagai fitoremidiator pada vegetasi riparian di Tepi Sungai Porong, Kabupaten Sidoarjo. Kajian persepsi masyarakat dilakukan dengan wawancara menggunakan rubrik wawancara yang terdiri dari empat variabel (pengetahuan, sikap, tindakan, dan persepsi). Data kualitatif dari hasil wawancara diubah menjadi kuantitatif dengan Skala Likert. Kualifikasi persepsi tiap variabel terdiri dari sangat baik, baik, cukup, buruk, sangat buruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di area dekat Tambak mempunyai persepsi paling baik terhadap vegetasi riparian. Hal ini ditunjukkan oleh persentase responden paling besar pada aspek pengetahuan (80%) dan tindakan (72%) dengan kategori baik, serta aspek sikap (92%) dan persepsi (94%) dengan kategori sangat baik. Masyarakat di keempat area belum ada yang mengetahui peran vegetasi riparian sebagai fitoremediator. Namun, dengan persepsi yang baik di tiap area mampu meningkatkan upaya pelestarian vegetasi riparian yang berperan penting sebagai fitoremediasi di Daerah Aliran Sungai Porong.
Model Arsitektur Percabangan Beberapa Pohon di Taman Nasional Alas Purwo Ekowati, Gustini; Indriyani, Serafinah; Azrianingsih, Rodiyati
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.188 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.01.5

Abstract

The Alas Purwo National Park (APNP) has been designated as a world reserved biosphere by UNESCO. Reserved biosphere is an area consisting of the original ecosystem, unique ecosystems, or ecosystems that have degraded their entire natural elements; therefore, this biosphere is protected and preserved for research and education. To support the protection and preservation efforts, it is important to conduct a basic research for empowering the plant species. This study aimed to characterize the architectural model based on the branching tree and to make a key determination or identification of tree species in the APNP. Exploration of APNP area was conducted using the survey methods; it had been done by passing through the triangulated, going to the bridge Sunglon Ombo until Pancur, then rotating to the cave Istana, the lodge of Sadengan, then going back to the triangulated. The architectural model and the type of branch of trees in APNP were observed. They were stratified by 23 of the known architectural models. The data was descriptively analyzed then the key determination was made. The result showed 11 of tree architecture models consisted of Troll 14 types, Scarrone 4 types, Corner 4 types, Leeuwenberg 3 types, Aubreville 3 types, Mc Clure 3 types, Rauh 5 types, Masart 2 types, Holtum 1 type, Prevost 1 type, and Koriba 1 type. Furthermore, the 11 plants as the examples of the architectural model were described, completed with photos, and notes on endemic species of APNP. The identification key for multiple branching trees also was added depending on the model.
Aplikasi Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai Sebuah Upaya Pengurangan Pupuk Anorganik pada Tanaman Krisan Potong (Chrysanthemum sp.) Utami, Christa Dyah; Sitawati, Sitawati; Nihayati, Ellis
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.543 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.1

Abstract

Budidaya tanaman krisan potong pada umumnya dilakukan menggunakan pupuk anorganik. Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) konsentrasi PGPR terhadap pengurangan penggunaan pupuk anorganik dalam budidaya tanaman krisan potong terhadap standar hasil krisan potong dan (2) kombinasi konsentrasi PGPR dan pemberian dosis pupuk anorganik terhadap standar hasil krisan potong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – September 2016 di dalam rumah lindung di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dengan ketinggian 1.100 m dpl. Metode yang digunakan ialah Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari petak utama ialah perlakuan pemberian PGPR (P) dan anak petak ialah pemberian pupuk anorganik. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa perlakuan konsentrasi PGPR dan pengurangan dosis pupuk anorganik tidak menunjukkan terjadinya interaksi. Pemberian PGPR dengan konsentrasi 10 ml l-1 per aplikasi berpengaruh nyata meningkatkan biomassa akar dan biomassa total tanaman. Pengurangan dosis pupuk anorganik 25% mampu menghasilkan krisan potong dengan kriteria grade A, antara lain memiliki panjang tangkai ≥ 70 cm; diameter tangkai antara 4,1 hingga 5 mm dan diameter bunga antara 71 hingga 80 mm yang lebih banyak daripada perlakuan lain. Kandungan nutrisi pada daun dan tanah mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan konsentrasi PGPR dan semakin sedikitnya pengurangan dosis pupuk anorganik.
Review: Peningkatan Produktivitas Tebu (Saccarum Officinarum l.) pada Lahan Kering Melalui Pemanfaatan Bahan Organik dan Bahan Pelembab Tanah Sintesis Tando, Edi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.255 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.6

Abstract

Sugar cane (Saccarum officinarum L.) is a crop that can only be planted in the tropics and having high economic value . The main problems sugar industry in indonesia is low sugar price because of frequent imports sugar, due to technical the low agronomy not done with perfect. The development of sugar cane dry land an option pledged to speed up the process of the quantity , quality , and continuity sugar confection to independence national sugar. The purpose of drafting this paper is to provide information about increased productivity sugar cane in dry land through the application of organic matter and moisturizing synthesis of land ( poliakrilamides ). The role of organic matter very large in boost fertility physical, biology and chemistry the ground and determine productivity land. Organic material has had several excellence namely materials readily obtainable , cheap. But supply always changing and it should be given many times and in large quantitie. Besides organic matter, in agriculture has recommended poliakrilamide as a humectant land can improve the nature of fisikokimia land, reduce the number of irrigation, lost the confusion and production costs plant. The use of poliakrilamide is one of the most effective technology and economical latest identified to finish improve the quality of water required
Respon Tanaman Kentang Hitam (Solenostemon Rotundifolius) pada Berbagai Jumlah dan Frekuensi Pemberian Air Ardani, Primarini Dayu; Suminarti, Nur Edy; Nugroho, Agung
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Biotropika: Journal of Tropical Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.519 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.03.11

Abstract

Air memiliki peran yang penting dalam kelangsungan hidup tanaman. Kentang hitam (Solenostemon rotundifolius) adalah bahan pangan yang cukup lama dikenal di Indonesia, akan tetapi tingkat kebutuhan airnya masih belum diketahui. Hal yang perlu diperhatikan terkait dengan kebutuhan air tersebut adalah tingkat ketersediaannya serta pendistribusiannya secara merata pada seluruh fase pertumbuhan tanaman. Penelitian untuk mempelajari dan memperoleh informasi tentang jumlah dan frekuensi pemberian air yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kentang hitam telah dilakukan di Greenhouse BLK Wonojati, Malang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi, frekuensi pemberian air diletakkan sebagai petak utama, terdiri dari tiga macam yaitu pemberian air sehari sekali, dua hari sekali dan tiga hari sekali. Jumlah pemberian air sebagai anak petak, yaitu 300, 600, 900 dan 1200 mm musim-1. Pengumpulan data dilakukan secara destruktif meliputi komponen pertumbuhan dan hasil. Uji F taraf 5% ditujukan untuk menguji pengaruh perlakuan, sedang perbedaan diantara rata-rata perlakuan didasarkan pada nilai BNT taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa terjadi interaksi nyata pada parameter jumlah daun per tanaman pada umur 81 hst, luas daun, bobot kering daun, bobot kering total tanaman pada 27 hst dan Efisiensi Penggunaan Air (EPA), akan tetapi semua parameter panen tidak menunjukkan hasil yang nyata.
Evaluasi Status Trofik dan Pencemaran Bahan Organik di Waduk Lahor Malang Menggunakan Bioindikator Diatom Viani, Dwie Zesta; Retnaningdyah, Catur
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.991 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.01.4

Abstract

Aktivitas keramba jaring apung (KJA) dapat mengakibatkan penurunan kualitas air. Tujuan penelitian ini adalah menentukan dampak aktivitas KJA di Waduk Lahor terhadap perubahan Kualitas air berdasarkan beberapa paremeter fisika kimia dan indeks biotik dari Diatom sebagai bioindikator. Pengambilan sampel air dan Diatom dilakukan di muara Sungai Lahor (3 stasiun) merupakan inlet dari Waduk Lahor dan daerah sekitar bendungan (1 stasiun) menggunakan purposive random sampling berdasarkan aktivitas KJA dengan pengulangan pada masing-masing stasiun tiga kali. Pengambilan sampel Diatom dengan water sampler vertikal dan disaring menggunakan plankton net. Identifikasi dan perhitungan Diatom dengan Counting Chamber Sedgewick Rafter Cell dan buku identifikasi. Hasil identifikasi dan penghitungan Diatom digunakan untuk menentukan Trophic Diatom Index (TDI) dan Pollution Tolerant Value (% PTV). Karakter fisika kimia air (pH, kecerahan, turbiditas, DO dan BOD) diukur pada lokasi yang sama dengan pengambilan sampel Diatom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air terutama parameter BOD dan kecerahan di Waduk Lahor belum memenuhi standar untuk aktivitas perikanan. Aktivitas KJA di muara Sungai Lahor berdasarkan beberapa indek biotik dari Diatom telah berdampak pada penurunan kualitas air yaitu status nutrisi menjadi eutrofik sampai hiper-eutrofik (TDI) dan tingkat pencemaran bahan organik ringan sampai sedang (% PTV).
Study of Reptile and Amphibian Diversity at Ledok Amprong Poncokusumo, Malang East Java Septiadi, Luhur; Hanifa, Berry Fakhry; Khatimah, Ainul; Indawati, Yunita; Alwi, Muhammad Zakaria; Erfanda, Muhammad Prayogi
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.747 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.02.02

Abstract

Malang is one of the areas that have a high diversity of reptiles and amphibians because of the strategic ecosystem but still minimal in terms of research publications. The purpose of this study was to know the diversity of reptiles and amphibian through the existence of herpetofauna species, microhabitat and indicator species. Data was collected during the rainy season, once a month in the period of three months from October 2017 to January 2018 at night. Data collection was conducted using the Virtual Encounter Survey method with different zones and limited by time. The collected specimens were identified with the guidance of literatures. The collected specimens were then preserved at the Animal Physiology Laboratory, Department of Biology, State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang. Then, the data was analyzed to obtain the diversity index, frequency and dominance. The result showed that the number of reptiles found in the location site was seven species consisting of Famili Gekkonidae, Scincidae, Agamidae and Elapidae. Mean while for the species of amphibians, it was obtained nine species consisting of Famili Bufonidae, Ranidae, Rhacophoridae, Dicroglossidae, and Microhylidae. The ecosystem consisted of four habitat types including terrestrial, arboreal, semi-aquatic and aquatic. However, based on the value of diversity index, relative frequency, and dominance value, as well as the indicator species, this area has a relatively low diversity, the disturbed environment and therefore conservation efforts need to be undertaken.
Peran Komunitas Moluska dalam Mendukung Fungsi Kawasan Mangrove di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten Isnaningsih, Nur Rohmatin; Patria, Mufti P.
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.088 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.02.01

Abstract

Kemampuan ekosistem mangrove untuk memberikan jasa lingkungan tidak terlepas dari peran berbagai fauna akuatik termasuk moluska. Penelitian di hutan mangrove Tanjung Lesung bertujuan untuk mengetahui peran komunitas moluska dalam mendukung fungsi hutan mangrove melalui penghitungan data-data penyusun struktur komunitas moluska, serta memberikan gambaran awal mengenai peluang moluska sebagai agen penyimpan karbon. Pengambilan sampel moluska dilakukan pada enam stasiun yang berbeda dengan metode petak contoh. Struktur komunitas moluska diketahui dengan menghitung nilai frekuensi, kepadatan, keanekaragaman, kemerataan, serta dominansi. Kandungan karbon pada cangkang diukur dengan menggunakan alat C-N analyzer. Komunitas moluska di hutan mangrove Tanjung Lesung terdiri dari delapan spesies. Tiga spesies dengan nilai kepadatan (Ki) dan Indek Nilai Penting (INP) tertinggi adalah Cerithidea cingulata (Ki=187 ind/m2; INP=76,71%), Clithon squarrosus (Ki=99 ind/m2; INP=39,95%) dan Terebralia palustris (Ki=42 ind/m2; INP=24,75%). Spesies T. palustris dan Telescopium telescopium merupakan moluska asli hutan mangrove sehingga kedua spesies tersebut memegang peran penting terutama sebagai pengurai serasah. Kandungan karbon dalam cangkang T. palustris dan T. Telescopium terukur berturut-turut sebesar 10,92 ± 2,33 dan 10,32 ± 0,63% berat kering. Namun, potensi kedua spesies moluska sebagai penyimpanan karbon masih membutuhkan evaluasi dan penelitian lebih lanjut
Pemanfaatan Rhizobakteri dari Gulma di UB Forest sebagai Agen Antagonis Penyakit Layu Bakteri pada Kentang Izza, Junda Fauzul; Aini, Luqman Qurata; Kusuma, Restu Rizkyta
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.201 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.02.03

Abstract

Penyakit layu bakteri yang diakibatkan oleh patogen Ralstonia solanacearum merupakan kendala yang sering terjadi pada budidaya tanaman kentang. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan rhizobakteri yang efektif mengendalikan penyakit layu bakteri dan meningkatkan pertumbuhan pada tanaman kentang. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, UB Forest, dan Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Rhizobakteri diisolasi  dari  perakaran gulma di UB Forest kemudian dilakukan pengujian aktivitas sebagai pemicu pertumbuhan. Rhizobakteri yang terpilih dilakukan pengujian sifat antagonis terhadap R. solanacearum secara in vitro dan penekanan terhadap angka kejadian penyakit serta pertumbuhan tanaman kentang. Identifikasi isolat dilakukan secara fisiologi, biokimia dan molekuler. Hasil eksplorasi didapatkan 20 isolat rhizobakteri yang bersifat antagonis terhadap R. solanacearum. Isolat AGR 2 memiliki diameter penghambatan yang sama dengan bakterisida secara in vitro. Secara in vivo isolat bakteri AGR 1, AGR 2 dan EPT 9 dapat meningkatkan rerata jumlah daun lebih tinggi dibandingkan dengan bakterisida pada 1 dan 2 MSA (minggu setelah aplikasi). EPT 9 mampu menekan angka kejadian penyakit layu bakteri 55,6 % setelah 5 MSA dan meningkatkan berat umbi sebesar 59,3 % lebih tinggi dari perlakuan kontrol. Isolat  AGR 2 diketahui sebagai Pseudomonas aeruginosa dan EPT 9 merupakan Bacillus cereus.
Potensi Penambahan Probiotik (Lactobacillus pentosus K50) untuk Meningkatkan Kualitas Pakan Ikan Air Tawar Daten, Helena; Ardyati, Tri
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.951 KB) | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2018.006.02.04

Abstract

Pakan merupakan sumber nutrisi bagi ikan yang dapat diproses dengan penambahan probiotik. Probiotik merupakan mikroba yang berperan untuk meningkatkan kesehatan inang dan kualitas pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas bakteri asam laktat (BAL), jumlah bakteri Salmonella dan coliform, kapang, serta kandungan nutrisi pakan. Perlakuan fermentasi terdiri dari tanpa penambahan BAL (kontrol), penambahan BAL Sp. 1, probiotik (Lactobacillus pentosus K50), dan bakteri konsorsium (Lactobacillus pentosus K50 dan BAL Sp. 1). Jumlah BAL, Salmonella dan coliform serta kapang dideteksi dengan metode Total Plate Count. Kandungan protein diuji menggunakan metode Kjedahl, karbohidrat dengan metode total carbohydrate by difference, dan lemak, abu, serta air dengan metode gravimetri. Data dianalisis menggunakan one way ANOVA selang kepercayaan 95 %. Viabilitas BAL pada perlakuan penambahan BAL Sp.1 mengalami penurunan dari hari ke-0 sampai 20, sedangkan perlakuan dengan penambahan Lactobacillus pentosus K50 dan konsorsium meningkat dari hari ke- 0 sampai 20 berturut-turut 12,6 x 108 CFU/g menjadi 17,4 x 108 CFU/g dan 11,2 x 108 CFU/g menjadi 14,9 x 108 CFU/g. Bakteri Salmonella tidak tumbuh dalam pakan kontrol dan fermentasi. Jumlah bakteri coliform dan kapang dalam pakan terfermentasi dengan perlakuan probiotik dan bakteri konsorsium mengalami penurunan hari ke-5 sampai 20. Jumlah kapang pada perlakuan dengan penambahan BAL Sp. 1 mengalami fluktuasi disebabkan meningkatnya kadar air selama fermentasi. Kandungan protein relatif stabil, sedangkan kandungan lemak, karbohidrat, dan abu mengalami penurunan selama fermentasi. Penambahan probiotik dalam pakan dapat menghambat pertumbuhan bakteri coliform dan kapang, serta menjaga stabilitas nutrisi pakan.