cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
PENGARUH PH DAN JUMLAH NATA DE COCO TERMODIFIKASI CETILTRIMETILAMMONIUM BROMIDA (CTAB) TERHADAP EKSTRAKSI FASA PADAT TEMBAGA (I) TIOSULFAT Khairunnisa, Alda; Mulyasuryani, Ani; Rumhayati, Barlah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.942 KB)

Abstract

Ekstraksi fasa padat tembaga (I) tiosulfat menggunakan nata de coco-CTAB dipengaruhi oleh pH. Perubahan pH dapat mempengaruhi  kestabilan kompleks tembaga (I) tiosulfat dan CTAB pada nata de coco. Pada penelitian ini dipelajari pengaruh pH pada kisaran 4 sampai 9. Pengaruh jumlah nata de coco-CTAB  dipelajari mulai dari  1 sampai 6 lembar yang dilakukan untuk meningkatkan  efisiensi ekstraksi  tembaga (I) tiosulfat. Proses ekstraksi tembaga (I) tiosulfat menggunakan sistem batch tanpa pengocokan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pH dan jumlah nata de coco-CTAB mempengaruhi efisiensi ekstraksi tembaga (I) tiosulfat. Efisiensi ekstraksi tembaga (I) tiosulfat optimum pada pH 8 dengan nilai 34 %. Pada pengaruh jumlah nata de coco-CTAB,  kenaikan jumlah nata de coco-CTAB 1 sanpai 4 lembar dapat menaikan efisiensi ekstraksi tembaga (I) tiosulfat. Efisiensi ekstraksi optimum dicapai pada jumlah nata de coco-CTAB ke-4 dengan  efisiensi ekstraksi 85%.
MODIFIKASI PATI UMBI KETELA POHON (Manihot esculenta) DENGAN CARA ESTERIFIKASI MENGGUNAKAN ASAM ASETAT DENGAN BANTUAN ULTRASONIKASI Amini, Helda Wika; Masruri, Masruri; Ulfa, Siti Mariyah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.184 KB)

Abstract

Pati ketela pohon (Manihot esculenta) merupakan polisakarida yang tersusun atas amilosa dan amilopektin. Paper ini melaporkan hasil isolasi pati dari ketela pohon lokal asal Malang, sekaligus modifikasinya dengan cara esterifikasi menggunakan asam asetat yang dibantu dengan ultrasonikasi. Analisis produk dilakukan dengan metode spektrofotometri infra merah. Hasil isolasi pati berkisar antara 10,9-25,3% dengan kadar air antara 5,60-12,8%. Sedangkan pati yang termodifikasi adalah ester pati asetat. Produk ester pati asetat yang diperoleh memiliki nilai DS (derajad substitusi) sebesar 0,549.   Kata kunci: ketela pohon, pati, reaksi esterifikasi, nilai DS
ANALISIS MINYAK TERPENTIN (Pinus merkusii) HASIL PRODUKSI PERUSAHAAN LOKAL DAN PERDAGANGAN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS-SPEKTROSKOPI MASSA (KG-SM) SERTA METODE PEMURNIANNYA Amini, Rekfa Wika; Masruri, Masruri; Rahman, Mohamad Farid
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.248 KB)

Abstract

A qualitative and quantitative analysis of the turpuntine oils was undertaken by means of gas chromatography and mass spectroscopy. Two types of sample was analyzed, one was bought from local market in Malang and a sample originally from local producer. Analysis was conducted directly from raw sample after drying over magnesium sulfate anhydrate and also after purification under fractional distillation. It was found that at least 13 compounds was detected contains of turpuntine oil sample from local producer and 10 compounds compose of sample from local market in Malang. α-Pinene as the main compound composes 64.63% from the first sample meanwhile sample from local market indicate in 55.75%. Moreover, fractional distillation under reduced pressure could provide α-pinene in 88.2% purity and 11.8% of δ-carene as the minor compound, respectively.   Keywords:  turpentine oil, α-pinene, GC-MS, essential oil
PENGARUH ION LOGAM Fe3+ TERHADAP AKTIVITAS XYLANASE HASIL DARI ISOLASI Trichoderma viride DENGAN METODA FERMENTASI SEMI PADAT Salamah, Alfi; Roosdiana, Anna; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.06 KB)

Abstract

Xilanase merupakan enzim ekstraseluler yang berfungsi untuk menghidrolisis xilan mejadi xilosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ion Fe3+ terhadap aktivitas xilanase hasil isolasi dari Trichoderma viride dengan media yang mengandung serbuk kulit pisang sebagai induser pada fermentasi semi padat. Ekstrak kasar xilanase dimurnikan melalui pengendapan dengan tingkat kejenuhan 40-80 % dan dilanjutkan dengan dialisis. Pengaruh penambahan ion Fe3+terhadap aktivitas xilanase dengan variasi konsentrasi (25; 30; 35; 40; 45 dan 50 mM). Aktivitas xilanase ditentukan dengan mengukur gula pereduksi (xilosa) secara spektrofotometri dengan reagen dinitrosalisilat (DNS), sedangkan kadar protein dengan reagen Biuret. Hasil dari penelitian ini menunjukkan aktivitas xilanase kasar 1,229 µg.mL-1.menit-1 dan setelah pengendapan sebesar 1,600 µg.mL-1.menit-1. Penambahan ion Fe3+ dapat menurunkan aktivitas xilanase dan ion Fe3+ berperan sebagai inhibitor un-competitive. Parameter kinetika dari xilanase diperoleh nilai Vm 1,072 µg.mL-1.menit-1, KM 1,23 % dan KI 119,05 mM. Kata kunci: Aktivitas xilanase, ion logam Fe3+ , Trichoderma viride
STUDI MOLEKUL ODORANT DARI TURUNAN ESTER ASETAT BERDASARKAN KAJIAN IN SILICO DAN IN VITRO Hapsari, Febriyana Rizky; Utomo, Edi Priyo; Ulfa, Siti Mariyah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.347 KB)

Abstract

Hubungan Struktur dan Bau (HSB) suatu molekul telah dipelajari berdasarkan interaksinya dengan reseptor olfaktori tikus (Rattus norvegicus). Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan pemodelan (in silico) dan sintesis kandidat molekul beraroma dari molekul patchouli asetat (in vitro). Reseptor yang digunakan adalah protein olfaktori tikus yang diunduh dari Protein Data Bank dengan kode akses 3FIQ. Struktur molekul tiga dimensi odorant dari kelompok senyawa ester asetat rantai lurus, siklis, dan bisiklis diunduh dari National Center for Biotechnology  Information. Struktur molekul ligan dioptimasi dengan perangkat lunak Hyperchem  hingga diperoleh struktur molekul stabil. Setiap ligan didocking pada reseptor olfaktori untuk membentuk kompleks reseptor – ligan menggunakan AutoDock Tools – 1.5.4. Percobaan in vitro dilakukan dengan mensintesis patchouli asetat dari patchouli alkohol, asam asetat anhidrat, dan asam sulfat pekat sebagai katalis. Hasil sintesis dianalisis menggunakan GCMS dan uji organoleptik. Hasil kajian in silico menunjukkan bahwa konstanta dissosiasi (Kd) dari ester asetat semakin kecil dengan bertambahnya jumlah atom karbon, namun aroma yang dihasilkan semakin enak dengan note fruity, sweet dan waxy. Akan tetapi untuk ester asetat rantai siklis dan bisiklis menunjukkan aroma dengan kecenderungan note waxy dan woody. Kandidat molekul beraroma patchouli asetat menunjukkan aroma soft woody dan sineol (eucalyptus), sedangkan patchouli alkohol memiliki aroma hard woody. Semua ester asetat membentuk ikatan van der Walls dengan residu Leu116, interaksi elektrostatik semakin melemah tetapi interaksi hidrofobik semakin meningkat. Kata kunci : Ester asetat, Hubungan Struktur dan Bau, in silico, in vitro
PENENTUAN WAKTU FERMENTASI OPTIMUM PRODUKSI XILANASE DARI Trichoderma viride MENGGUNAKAN SUBSTRAT KULIT APEL DAN KLOBOT JAGUNG DENGAN FERMENTASI SEMI PADAT Febrianti, Nufida Tri; Sutrisno, Sutrisno; Purwonugroho, Danar
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.096 KB)

Abstract

Xilanase dapat diproduksi melalui fermentasi semi padat menggunakan substrat kulit apel dan klobot jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu fermentasi dan jenis substrat optimum produksi xilanase dari Trichoderma viride. Waktu fermentasi dan jenis substrat optimum ditentukan dengan cara mengukur aktivitas dan kadar xilanase pada variasi waktu fermentasi dengan substrat kulit apel dan klobot jagung. Aktivitas xilanase ditentukan dengan cara mengukur gula pereduksi yang dihasilkan selama reaksi enzimatis secara spektrofotometri dengan menggunakan reagen DNS, dan kadar xilanase ditentukan secara spektrofotometri menggunakan reagen Biuret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu fermentasi optimum produksi xilanase dari Trichoderma viride menggunakan fermentasi semi padat adalah 60 jam dan jenis substrat yang optimum yaitu klobot jagung dengan aktivitas dan kadar protein berturut-turut 20, 875 U dan 14,6 mg/mL. Kata kunci: aktivitas xilanase,  jenis substrat optimum , kadar protein xilanase
PEMBUATAN KITOSAN MAKROPORI MENGGUNAKAN ETHYLENE GLYCOL DIGLYCIDYL ETHER (EGDE) SEBAGAI CROSS-LINKER DAN APLIKASINYA TERHADAP ADSORPSI METHYL ORANGE Siswati, Ika; Sabarudin, Akhmad; Darjito, Darjito
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.95 KB)

Abstract

Kitosan makropori (CS-M) dipreparasi menggunakan EGDE sebagai cross-linker dan garam NaCl sebagai porogen. Kemampuan adsorpsi kitosan makropori terhadap zat warna methyl orange dipelajari melalui pengaruh pH dan variasi kitosan : EGDE (CS:EGE). Kemudian kitosan makropori dikarakterisasi menggunakan SEM (Scanning Electron Microscope) dan Spektrofotometer FT-IR. Adsorpsi terbesar dihasilkan pada variasi CS:EGDE 4 g : 240 mg yang dicapai pada pH 7 dengan waktu kontak 180 menit. Hasil karakterisasi dengan SEM memperlihatkan struktur makropori pada CS-M dengan ukuran diameter pori berkisar antara 3-12 µm. Kata kunci: adsorpsi, kitosan, makropori , methyl orange.
PEMBUATAN KITOSAN MAKROPORI MENGGUNAKAN EPICHLOROHYDRIN SEBAGAI CROSS-LINKER DAN APLIKASINYA TERHADAP ADSORPSI METHYL ORANGE Mardila, Vita Tria; Sabarudin, Akhmad; Rumhayati, Barlah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.111 KB)

Abstract

Kitosan makropori dibuat dengan menggunakan garam dapur NaCl sebagai porogen dan epichlorohydrin sebagai cross-linker. Kitosan makropori tersebut digunakan untuk adsorpsi zat warna methyl orange. Faktor yang berpengaruh terhadap adsorpsi methyl orange oleh kitosan makropori yang dikaji pada penelitian ini yaitu pH larutan, waktu kontak, dan komposisi kitosan:epichlorohydrin. Adsorpsi fisik diduga lebih mendominasi proses adsorpsi methyl orange oleh kitosan makropori daripada adsorpsi kimia. Hal ini ditunjukkan oleh pH larutan yang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap proses adsorpsi. Kondisi optimum adsorpsi methyl orange dicapai pada pH 7 dengan waktu kontak 60 menit. Perbandingan komposisi kitosan:epichlorohydrin (1:40) menunjukkan komposisi terbaik untuk adsorpsi methyl orange dengan kapasitas adsorpsi sebsesar 8,538 mg/g dan konstanta laju adsorpsi (k) sebesar 0,033 menit-1. Kata kunci: adsorpsi, kitosan makropori, methyl orange.
Penentuan Mannitol secara Amperometri Denyut (PAD) dalam Sistem Alir (FIA) Arumdati, Rara Aulia; Mulyasuryani, Ani; Fardiyah, Qonitah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.926 KB)

Abstract

Mannitol yang bersifat elektroaktif dapat ditentukan secara amperometri. Analisis amperometri didasarkan pada arus difusi terhadap konsentrasi pada potensial dan waktu yang tetap. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan optimasi potensial dan waktu penerapan potensial dengan teknik amperometri denyut, yaitu PAD (Pulsed Amperometry Detection) dalam sistem alir. Pada teknik PAD mannitol dioksidasi pada potensial kerja kemudian hasil oksidasi mannitol pada permukaan elektroda dibersihkan dengan potensial pembersih yaitu potensial oksidasi dan potensial reduksi. Dalam sistem alir potensial kerja, potensial oksidasi dan potensial reduksi yang digunakan secara berturut-turut sebesar 0,2V selama 0,7detik, 0,8V selama 0,6 detik, dan -0,8V selama 2,4 detik. Kisaran konsentrasi linier, batas deteksi, sensitifitas, dan linearitas berturut-turut pada teknik PAD sistem alir 1x10-4 M sampai 1x10-2 M, 10 µM, 5040 µA/M, 0,999. Kata kunci : mannitol, Pulse Amperometry Detection, sistem alir (FIA)
PENGARUH PERBANDINGAN MASSA Ca:P TERHADAP SINTESIS HIDROKSIAPATIT TULANG SAPI DENGAN METODE KERING Wathi, Ayu Fahimah Diniyah; Wardhani, Sri; Khunur, Mohammad Misbah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.311 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan massa Ca:P dan temperatur kalsinasi terhadap sintesis biokeramik hidroksiapatit, Ca10(PO4)6(OH)2, dari tulang sapi. Kalsium dan fosfor dalam tulang sapi digunakan sebagai unsur utama pembentuk hidroksiapatit. Sintesis hidroksiapatit dilakukan melalui metode kering, yaitu reaksi antara padatan dengan padatan. Dalam penelitian ini digunakan bahan baku tulang sapi yang telah diabukan dan (NH4)2PO4 sebagai sumber fosfor. Abu tulang sapi dan (NH4)2PO4 dengan variasi perbandingan massa Ca:P sebesar 1:0,065; 1:0,038; dan 1:0,032 diaduk menggunakan magnetic stirrer selama tiga jam. Campuran tersebut dipanaskan dalam furnace selama dua jam pada temperatur 1000 oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidroksiapatit yang optimal diperoleh pada perbandingan massa Ca:P sebesar 1:0,065. Hasil karakterisasi dengan XRF menunjukkan bahwa kadar fosfor dalam hidroksiapatit meningkat dari kadar fosfor dalam abu tulang sapi sebesar 0,31%, sedangkan kadar kalsium dalam hidroksiapatit menurun dari kadar kalsium dalam abu tulang sapi sebesar 3,6%. Karakterisasi menggunakan FTIR menunjukkan pita serapan gugus PO43-, gugus OH- bending, dan karbonat. Kata kunci: biomaterial, hidroksiapatit, metode kering, tulang sapi.

Page 11 of 22 | Total Record : 214