cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
OPTIMASI AMOBILISASI XILANASE DARI Trichoderma viride PADA MATRIKS PASIR LAUT Laziba, Dihan; Sutrisno, Sutrisno; Suratmo, Suratmo
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.972 KB)

Abstract

ABSTRACT Immobilization of xylanase with physical adsorption method on sea sand matrix is carried out to increase stabilization of enzyme and can be reused. Xylanase is isolated from Trichoderma viride, purified by precipitation method by using ammonium sulfate with saturated level of 40-80%. This research is to know the shaking time and optimum concentration of xilanase. Variance of shaking time is (1,2,3,4,5) hour and variance concentrate of xylanase (0.5; 1.5; 2.5; 3.5; 4.5) mg/mL on 0.1 g of sand at room temperature. Content of xylanase enzyme used for immobilization is 4.517 mg/ml with activity was 17.029 units . The results of the research showed that the optimum condition of immobilization xylanase is achieved when shaking time is 2 hours and concentrate of xylanase is 4.5 mg/mL within absorbed xylanase is 205.120 mg/g and activity of immobilizied xylanase is 135.886 units. Keywords: activities, concentration of xylanase, sea sand, shaking time, Trichoderma viride.
PENENTUAN KONDISI OPTIMUM FERMENTASI MENGGUNAKAN LACTOBACILLUS BULGARICUS DALAM PEMBUATAN TEPUNG SUWEG (AMORPHOPHALLUS CAMPANULATUS) TERFERMENTASI Suhaili, Ahmad; Prasetyawan, Sasangka; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.622 KB)

Abstract

ABSTRACT This aims of this study is to determine the optimum conditions and characteristics of fermented suweg flour. The optimum conditions are determined based on the maximum levels of lactic acid produced in the fermentation process. Fermentation conditions are studied based on the variation of pH (3,4,5,6,7), temperatur (30oC, 35oC, 40oC, 45oC, 50oC) and incubation time (3,6,9,12,15 hours) The characteristic of fermented and non fermented suweg flour include starch, amylase, amylopectin and expands power. The optimum fermentation conditions achieved at pH 6, temperatur 45°C, and 12 hours of incubation time. The characteristics of fermented suweg flour at the optimum conditions reach higher starch, amylose, amylopectin and expands power, better than non fermented flour. The contents of starch, amylose, and amylopectin in the non fermented suweg flour are 83.7%, 11.72%, 71.98% respectively. The content of starch, amylose, and amylopectin in fermented suweg flour are 87.3%, 12.15%, 74.82% respectively. Expands power of non fermented suweg flour is 35.29%, while expands power in fermented suweg flour is 41.18%. Key words: Fermentation, Flour, Lactobacillus bulgaricus, Suweg
PEMBUATAN KITOSAN MAKROPORI MENGGUNAKAN GARAM DAPUR DAN APLIKASINYA TERHADAP ADSORPSI METHYL ORANGE Anggraeny, Baiq Octaviana Dwi; Sabarudin, Akhmad; Rumhayati, Barlah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.631 KB)

Abstract

Telah dilakukan kajian mengenai adsorpsi kitosan makropori terhadap methyl orange dengan tujuan untuk menentukan  pH optimum, waktu kontak optimum, dan pengaruh jumlah porogen terhadap kemampuan adsorpsi kitosan makropori terhadap methyl orange pada kondisi optimum. Pembuatan kitosan makropori dilakukan dengan penambahan agen ikat silang epichlorohydrin 80 mg dan porogen dari  NaCl (garam dapur) dengan komposisi 5, 10, dan 15 g. Adsorpsi oleh kitosan makropori sebanyak 0,2 g dalam 100 ml larutan methyl orange 20 ppm pada kondisi pH 3-8, dan lama pengocokan 1-180 menit dengan kecepatan pengocokan 100 rpm. Karakterisasi untuk mengetahui perbedaan karakter fisik dari kitosan makropori dan kitosan tanpa porogen sebagai kontrol dilakukan dengan menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) dan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase terserap sebesar 91,5%, kondisi optimum terjadi pada pH 3 dengan waktu kontak 180 menit dan konstanta laju adsorpsi 0,0531 menit-1. Kitosan makropori dengan komposisi porogen 15 g memiliki persentase terserap yang lebih besar yaitu 94,0% berbeda jauh dengan kitosan tanpa porogen yang menghasilkan persentase terserap sebesar 39,2%. Kata kunci  : Kitosan makropori, Porogen, Methyl Orange
PENGARUH KONSENTRASI TiO2 DALAM ZEOLIT TERHADAP DEGRADASI METHYLENE BLUE SECARA FOTOKATALITIK Damayanti, Christiana Adi; Wardhani, Sri; Purwonugroho, Danar
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.158 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi TiO2 dalam zeolit dan efektivitas penggunaan kembali (reuse) fotokatalis TiO2-zeolit terhadap degradasi methylene blue. Proses fotokatalitik TiO2 diamati melalui pengujian fotodegradasi pada 25 mL larutan methylene blue 20 mg/L dengan katalis TiO2-zeolit sebanyak 50 mg dan dikenai sinar UV. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi TiO2 berpengaruh terhadap konstanta laju degradasi methylene blue. Konstanta laju terbesar adalah 0,019 menit-1 pada konsentrasi TiO2 10 mmol/g zeolit dengan efektivitas penggunaan kembali (reuse) hingga empat kali pemakaian berturut-turut sebesar  79,91%; 77,31%; 76,38%; dan 72,06%. Kata kunci: fotokatalis, TiO2-zeolit, fotodegradasi, methylene blue
STUDI TEMPERATUR REAKSI KONDENSASI TERHADAP SINTESIS SENYAWA TURUNAN FURFURAL DENGAN ASETON Puspitasari, Rizka Dwitya; Ulfa, Siti Mariyah; Utomo, Edi Priyo
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.532 KB)

Abstract

Furfural dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan bioenergi dengan memperpanjang rantai karbonnya melalui reaksi kondensasi aldol Claisen Schmidt. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa turunan furfural yang diperoleh dari reaksi kondensasi antara furfural dengan aseton pada berbagai temperatur reaksi. Selain itu untuk mengetahui pengaruh temperatur reaksi terhadap rendemen produk yang dihasilkan. Reaksi kondensasi dilakukan pada variasi temperatur 0 oC, ruang (30 oC), dan refluks (60 oC) selama 4 jam menggunakan katalis NaOH. Furfural yang digunakan adalah furfural standar dan furfural hasil isolasi dari tongkol jagung. Reaksi kondensasi antara furfural standart dengan aseton pada temperatur 0 oC, 30 oC, 60 oC menghasilkan rendemen produk sebesar 50%, 54,6%, 99% (b/b). Reaksi dengan menggunakan furfural isolasi menghasilkan rendemen 3%, 75%, 99% (b/b) pada kondisi yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan temperatur reaksi menyebabkan peningkatan produk hasil reaksi kondensasi. Produk hasil kondensasi aldol yang teridentifikasi adalah 4-(2-furanil)-3-buten-2-on dari hasil karakterisasi menggunakan UV-Vis, FT-IR, dan NMR. Kata kunci: aseton, Claisen Schmidt, furfural, temperatur reaksi, turunan furfural
STUDI TEMPERATUR REAKSI KONDENSASI TERHADAP SINTESIS SENYAWA TURUNAN FURFURAL DENGAN 2-BUTANON Wardani, Eris Agustin; Ulfa, Siti Mariyah; Suratmo, Suratmo
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa turunan furfural dan rendemen yang diperoleh dari reaksi kondensasi antara furfural dengan 2-butanon pada berbagai temperatur reaksi. Reaksi kondensasi dilakukan pada suhu ruang (30 oC), suhu 0 oC, dan suhu refluks (98 oC) selama 4 jam. Reaksi kondensasi menggunakan furfural pada temperatur reaksi tersebut menghasilkan produk sebesar 5%; 15,42%; dan 17,01% (b/b). Semakin tinggi temperatur reaksi, maka prosentase terbentuknya produk hasil kondensasi semakin meningkat. Produk utama yang dapat diidentifikasi dari reaksi tersebut adalah 5-furanil-4-penten-3-on dan 5-furanil-3-metil-3-buten-2-on. Kata kunci: 2-butanon, furfural, reaksi kondensasi, senyawa turunan furfural, temperatur reaksi.
Studi Waktu Reaksi Kondensasi terhadap Sintesis Senyawa Turunan Furfural dengan Aseton Esya, Firdausy Amalina; Ulfa, Siti Mariyah; Rahman, Mohammad Farid
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.199 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sintesis senyawa turunan furfural yang diperoleh dari reaksi kondensasi aldol dengan aseton. Reaksi kondensasi ini berlangsung pada waktu reaksi 4, 8, dan 16 jam menggunakan katalis NaOH 10% pada temperatur ruang. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan mengisolasi furfural dari tongkol jagung, kemudian dilakukan uji kualitatif dan uji spektrometri. Dari hasil analisis kromatografi gas didapatkan furfural hasil hidrolisis memiliki kemurnian sebesar 96%. Selanjutnya, reaksi kondensasi pada berbagai waktu reaksi menunjukkan furfural telah terkonversi menjadi produk kondensasi sebesar 54,58% (b/b) untuk waktu reaksi 4 jam, 57,91% (b/b) untuk waktu reaksi 8 jam, dan 85% (b/b) untuk waktu reaksi 16 jam. Hal ini menunjukkan bahwa dengan bertambahnya waktu reaksi akan meningkatkan produk kondensasi yang terbentuk. Tahap selanjutnya adalah analisis produk kondensasi dengan spektrofotometer UV-Vis, FT-IR, dan 1H-NMR. Produk hasil kondensasi aldol yang teridentifikasi adalah 4-(2-furanil)-3-buten-2-on.
STUDI WAKTU REAKSI KONDENSASI TERHADAP SINTESIS SENYAWA TURUNAN FURFURAL DENGAN 2-BUTANON Fadlilah, Lilik Nur; Ulfa, Siti Mariyah; Masruri, Masruri
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.102 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk sintesis senyawa turunan furfural melalui reaksi kondensasi aldol (Claisen-Schmidt) dari bahan dasar furfural dengan 2-butanon. Reaksi kondensasi dilakukan pada suhu ruang dengan variasi waktu reaksi 4, 8, dan 16 jam dengan katalis basa NaOH 10%. Furfural yang dipakai adalah furfural standar dan furfural hasil isolasi dari tongkol jagung dengan kemurnian 96%. Reaksi kondensasi menggunakan furfural standar selama 4, 8, dan 16 jam menghasilkan produk sebesar 15,42%, 37,92%, dan 55% (b/b). Reaksi yang sama menggunakan furfural hasil isolasi menghasilkan produk sebesar 64%, 85%, 97% (b/b). Hal ini menunjukkan bahwa waktu reaksi berpengaruh terhadap persentase produk yang dihasilkan. Bertambahnya waktu reaksi dari 4 jam ke 16 jam meningkatkan rendemen produk sampai 97%. Senyawa turunan furfural yang dapat diidentifikasi dari analisis menggunkan UV-Vis, IR, dan 1H-NMR adalah 5-furanil-4-penten-2-on dan 5-furanil-3-metil-3-buten-2-on.   Kata kunci: 2-butanon, Claisen-Schmidt, furfural, furanilketon, waktu reaksi.
Kajian Teoritis Interaksi TiO2-Zeolit Menggunakan Metode Semiempiris MNDO, AM1, dan PM3 Rendrahadi, Randhy Dwi; Tjahjanto, Rachmat Triandi; Utomo, Edi Priyo
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.62 KB)

Abstract

TiO2-zeolit telah berkembang menjadi fotokatalis yang efisien dalam proses fotodegradasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi yang terjadi saat TiO2 diimpregnasikan ke dalam zeolit melalui perhitungan energi tunggal secara komputasi. Metode semiempiris yang digunakan dalam penelitian ini adalah MNDO, AM1, dan PM3. Perhitungan energi tunggal struktur zeolit dilakukan dengan perangkat lunak Orca. Struktur TiO2 (rutile) disisipkan di atas permukaan struktur zeolit dengan dua orientasi. Kajian teoritis interaksi TiO2-zeolit menunjukkan orientasi xz TiO2 menghasilkan energi yang lebih rendah.
BIOSENSOR KONDUKTOMETRI BERBASIS SPCE-KITOSAN UNTUK MENDETEKSI DIAZINON DAN MALATHION Azizah, Alfi; Mulyasuryani, Ani; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.936 KB)

Abstract

Pestisida organofosfat merupakan jenis pestisida yang direkomendasikan oleh Departemen pertanian RI. Penelitian untuk mengukur residu pestisida organofosfat telah dilakukan menggunakan biosensor. Perancangan biosensor dilakukan dengan tahapan optimasi luas elektroda kerja yakni 3 mm2; 5 mm2; dan 7 mm2. Elektroda kerja merupakan Screen Printed Carbon Electrode(SPCE) yang telah dilapisi dengan membran kitosan,  glutaraldehid 0,5%, dan organofosfat hidrolase (OPH). OPH merupakan enzim hasil isolasi bakteri Pseudomonas putida dengan konsentrasi yakni 142 µg/mL  dan 177 µg/mL. Larutan uji yang digunakan adalah larutan diazinon dan malathion pada kisaran konsentrasi 0 sampai 0,1 ppm dalam buffer tris –asetat 0,05 M pH 8,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosensor organofosfat dengan konsentrasi OPH mempunyai kinerja lebih baik daripada konsentrasi OPH 142 µg/mL. Hasil optimasi biosensor organofosfat menunjukkan bahwa luas elektroda screen-print carbon 5 mm2 menggunakan enzim OPH 177 µg/mL  memiliki kisaran kepekaan paling tinggi (144-162 µS/ppm) dengan batas deteksi untuk masing-masing organofosfat, yaitu, 0,06 ppm (diazinon) dan 0,04 ppm (malathion). Kata kunci: biosensor, organofosfat, organofosfat hidrolase, SPCE

Page 9 of 22 | Total Record : 214