cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 214 Documents
ESTERIFIKASI 2-ISOPROPIL-5-METILSIKLOHEKSANOL (l-MENTOL) MENGGUNAKAN ASAM PROPIONAT Nurita, Friska Devi Mella; Retnowati, Rurini; Suratmo, Suratmo
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.492 KB)

Abstract

Menthol is one of peppermint oil components (Mentha piperita). It can be converted into menthyl propionate that have stronger aroma than alcohol compounds. The aims of this research were to synthesize ester l­-menthyl propionate using l-menthol and propionate acid and study on the influence of mole ratio of reactans to esters product. The esterifications were carried out by reacting l-menthol and propionate acid in ether solvents and sulfuric acid as catalyst. The mixture was refluxed for 1 hour. The ratio of l-menthol and propionate acid were set at 1:1, 1:2, 1:3, 1:4. The products of esterification were characterized based on physical properties (color and odor) and analyzed by TLC, GC, GC-MS and FT-IR Spectrophotometry. The result of characterization showed that the products are a mixture of l-menthol and l-menthyl propionate. This products have a yellow color and stronger aroma than l-menthol. The results showed the highest yield of synthesis products 22.5 % was obtained at mole ratio l-menthol:propionate acid 1:1. Key words: esterification, l-menthyl propionate, mole ratio
ESTERIFIKASI l-MENTOL DAN ANHIDRIDA ASETAT DENGAN VARIASI RASIO MOL REAKTAN Chasana, Nuraini Uswatun; Retnowati, Rurini; Suratmo, Suratmo
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.139 KB)

Abstract

Ester merupakan senyawa berbau harum, yang dapat diperoleh dari reaksi antara alkohol dan asam karboksilat. Senyawa tersebut banyak digunakan dalam industri parfum, kosmetik, dan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan esterifikasi terhadap l-mentol dengan anhidrida asetat dan mengetahui pengaruh rasio mol l-mentol:anhidrida asetat (1:1, 2:1, 3:1, 4:1, 5:1) terhadap produk ester yang dihasilkan. Reaksi dilakukan dengan mencampurkan senyawa l­-mentol, anhidrida asetat dan katalis H2SO4 98 % dalam pelarut dietil eter dalam refluks selama 1 jam. Hasil sintesis dianalisis berdasarkan penentuan sifat fisik (warna,bau) dan dikarakterisasi dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), Spektrofotometri Infra Merah (FT-IR), Kromatografi Gas (KG), dan Kromatografi Gas-Spektrometri Massa (KG-SM). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa hasil sintesis masih berupa campuran yaitu l-mentol dan l-mentil asetat, berupa cairan berwarna kuning dan berbau khas mint. Rasio mol l-mentol dan anhidrida asetat mempengaruhi produk l-mentil asetat. % rasio tertinggi l-mentil asetat yaitu sebesar 18,79 % pada rasio mol l-mentol:anhidrida asetat 2:1. Sedangkan rendemen tertinggi senyawa l-mentil asetat yaitu sebesar 28,28 % pada rasio mol l-mentol:anhidrida asetat 2:1. Kata kunci: Esterifikasi, l­-mentol, anhidrida asetat, rasio mol
PENGARUH SUHU PADA EKSTRAKSI EMAS DARI LIMBAH RAM (RANDOM ACCES MEMORY)KOMPUTER Wahib, Abdul; Tjahjanto, Rachmat Triandi; Purwonugroho, Danar
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.471 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap proses ekstraksi emas pada RAM (Random Acces Memory)komputer menggunakan pelarut aqua regia, dan mengetahui volume aqua regia optimum untuk ekstraksi tersebut. Tahapan yang dilakukan adalah meliputi preparasi sampel, pelarutan sampel, pengendapan emas dengan Na2S2O5, dan menganalisis kadar ekstrak emas menggunakan SSA (Spektroskopi Serapan Atom) AA 620 SHIMADZU dan dikarakterisasi dengan alat instrumentasi XRF (X-Ray Fluorescense) merk PAN Analytical – Minipal 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan emas dari RAM  komputer bisa dipisahkan dengan ekstraksi menggunakan pelarut aqua regia.Ekstraksi pada suhu ruang memberikan hasil yang lebih baik apabila dibandingkan dengan menggunakan pemanasan, dimanakonsentrasi emas yang terekstraksi sebesar57,9615 ppm, serta kadar Au endapan sebesar 6,24 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstraksi emas secara optimum dapat dilakukan pada suhu ruang menggunakan pelarut aqua regia: air dengan volume sebesar 30 mL : 70 mL.   Kata kunci:AAS, pemisahan emas, RAM komputer, XRF   ABSTRACT   The purpose of this study was to determine the effect of temperature on the gold extraction process in RAM ( Random Access Memory ) computer using solvent aqua regia , and aqua regia determine the optimum volume for the extraction . Steps being taken are covering sample preparation , sample dissolution , precipitation of gold with Na2S2O5 , and analyze the levels of extract gold using AAS (Atomic Absorption Spectroscopy) Shimadzu AA 620 and characterized by XRF instrumentation tool ( X - Ray fluorescense) PAN Analytical brands - MiniPal 4 . the results of this study indicate that the gold content of the computer's RAM can be separated by solvent extraction using aqua regia . Extraction at room temperature gives better results when compared with the use of heating , where the concentration of gold is extracted by 57.9615 ppm , and the content of Au deposition at 6.24% . It can be concluded that the optimum gold extraction can be performed at room temperature using aqua regia solvent : water with a volume of 30 mL : 70 mL .   Keywords: AAS, computer RAM, gold extraction, XRF  
PENGARUH PERBANDINGAN BAHAN PELAPIS MALTODEKSTRIN DAN GUM ARAB DALAM MIKROKAPSUL BERBAHAN INTI SITRONELAL Rakasiwi, Putri; Iftitah, Elvina Dhiaul; Utomo, Edi Priyo
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.29 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi jumlah pembentukan mikrokapsul sitronelal yang dilakukan melalui 2 tahap yaitu pembuatan mikrokapsul sitronelal dan uji efisiensi mikrokapsul sitronelal. Metode pembuatan mikrokapsul secara pengeringan beku (freeze drying) dengan memvariasikan penyalut maltodekstrin dan gum arab. Variasi komposisinya yaitu 15% dan 20% dengan perbandingan masing-masing (1:1), (2:3), dan (3:2). Hasil penelitian menunjukkan mikrokapsul dengan komposisi bahan penyalut 20% (3:2) menunjukkan nilai efisiensi pembentukan jumlah mikrokapsul sitronelal yang paling besar yaitu 33,69%. Kata kunci: efisiensi, mikrokapsul, sitronelal.
STUDI REAKSI SIKLISASI-ASETILASI SITRONELAL DENGAN ANHIDRIDA ASAM ASETAT MENGGUNAKAN KATALIS LIPASE AMOBIL DARI Aspergillus niger Heriyati, Dalila Luthfi; Iftitah, Elvina Dhiaul; Roosdiana, Anna
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.787 KB)

Abstract

ABSTRAK Penggunaan enzim lipase sebagai katalis dalam berbagai reaksi kimia telah banyak diteliti. Dalam penelitian ini, lipase dimanfaatkan sebagai katalis dalam reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal dengan pereaksi anhidrida asam asetat. Enzim lipase dibuat dari Aspergillus niger dan diamobilisasi dengan pasir laut menghasilkan enzim dengan aktivitas sebesar 0,4 µmol/mg.menit. Reaksi siklisasi-asetilasi sitronelal dilakukan dengan menggunakan lipase menghasilkan produk siklisasi berupa isopulegol sebesar 0,51% dan sikloheksanetanol sebesar 3,53%.   Kata kunci : lipase, Aspergillus niger, sitronelal, katalis.
STUDI PEMBUATAN MIKROKAPSUL SITRONELAL DENGAN PENYALUT KITOSAN Listianingsih, Lia; Iftitah, Elvina Dhiaul; Ulfa, Siti Mariyah
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.23 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan membuat mikrokapsul sitronelal kemudian dianalisis dengan menggunakan UV-Vis dan SEM. Analisis UV-Vis dilakukan untuk mengetahui kadar sitronelal dalam mikrokaspul dan analisis SEM dilakukan untuk mengetahui perbedaan profil image permukaan mikrokapsul. Panjang gelombang maksimal sitronelal yang diperoleh dari analisis UV-Vis sebesar 293,00 cm-1. Pembuatan mikrokapsul sitronelal dengan konsentrasi kitosan 0,5% menghasilkan kadar sitronelal dalam mikrokapsul sebesar 23,59ppm. Kata kunci : Konsentrasi kitosan , Mikrokapsul sitronelal, SEM , UV-Vis
PENGARUH MASSA ORGANOFOSFAT HIDROLASE DAN LUAS ELEKTRODA TERHADAP KINERJA BIOSENSOR KONDUKTOMETRI UNTUK MENDETEKSI RESIDU PESTISIDA KLORPIRIFOS DAN PROFENOFOS BERBASIS SPCE-KITOSAN Nareswari, Aninda; Mulyasuryani, Ani; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.238 KB)

Abstract

Batas maksimum residu (BMR) dari profenofos dan klorpirifos pada buah-buahan dan sayuran, yaitu berturut-turut 0.05 – 0.5 mg/kg dan 0.05 – 0.1 mg/kg. Tujuan dari penelitian adalah pembuatan biosensor untuk mendeteksi profenofos dan klorpirifos. Penelitian mempelajari pengaruh massa Organofosfat hidrolase dan luas elektroda terhadap kinerja biosensor. Massa OPH dipelajari menggunakan massa 142 µg dan 177 µg yang diamobilkan pada elektroda SPC berbasis kitosan. Luas elektroda dioptimalisasi pada luas 3, 5 , dan 7. Biosensor dievaluasi menggunakan larutan profenofos dan klorpirifos pada konsentrasi 0 – 0.1 ppm dalam buffer tris-asetat pada pH 8,5. Hasil penelitian menunjukkan biosensor dengan OPH 177 µg menunjukkan kinerja yang lebih baik. Kepekaan biosensor lebih tinggi ditunjukkan oleh biosensor dengan luas elektroda 5 mm2 dengan kepekaan 93 µS/ppm and 174 µS/ppm berturut-turut untuk klorpirifos dan profenofos. Limit deteksi yang didapatkan adalah 0.05 ppm untuk klorpirifos dan 0.04 ppm untuk profenofos Kata kunci: biosensor, luas elektroda, Organofosfat hidrolase, profenofos, klorpirifos, Screen-Printed Carbon Electrode
PENGARUH KONSENTRASI CETYLTRIMETHYLAMMONIUM BENZOAT DAN pH LARUTAN TERHADAP KINERJA ELEKTRODA SELEKTIF ION BENZOAT BERBASIS SCREEN PRINTED CARBON ELECTRODE Suryantoro, Angga; Mulyasuryani, Ani; Sabarudin, Akhmad
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.663 KB)

Abstract

Benzoat merupakan bahan pengawet makanan dan minuman yang diperbolehkan pemerintah Indonesia. Tingkat maksimum benzoat dalam makanan dan minuman adalah 600-1000 ppm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan elektroda ion selektif benzoat (ESI-benzoat). Desain dari ESI-benzoat berbasis pada Screen printed carbon electrode(SPCE). SPCE dilapisi oleh cetyltrimethylammonium benzoat (CTBz) di dalam kitosan. Oleh karena itu, penelitian ini akan dipelajari pengaruh konsentrasi CTABz dan pH terhadap kinerja ESI-benzoat. Kinerja ESI-benzoat ditunjukkan oleh bilangan Nernst , kisaran konsentrasi, batas deteksi, dan respon waktu. Pada penelitian ini, ESI-benzoat dibuat dari CTABz dalam kitosan adalah 0,5 %; 1 %; 1,5 %; 2 %; dan 2,5 % (b/v) dan pH yang dipelajari dari 4 hingga 9. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi CTABz dan pH berpengaruh terhadap kinerja ESI-benzoat. Konsentrasi CTABz dan pH yang optimum adalah 0,5% dan pH 8. ESI-benzoat mempunyai bilangan Nersnt sebesar 43,2 ± 0,27 mV / dekade pada kisaran konsentrasi benzoat 1x10-4 sampai 1x10-1 M (12,11 ppm sampai 12,110 ppm). Batas deteksi dari ESI-benzoat adalah 1,44 x10-4 M dan waktu respon 60 detik. Batas deteksi lebih rendah daripada tingkat maksimum benzoat dalam makanan dan minuman..
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KESTABILAN XILANASE AMOBIL DALAM KITOSAN Isya, Imaroh; Roosdiana, Anna; Sutrisno, Sutrisno
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.453 KB)

Abstract

Xilanase merupakan kelompok enziim ekstraseluler yang memiliki kemampuan menghidrolisis xilan menjadi xilosa. Trichoderma viride merupakan salah satu jenis kapang yang dapat menghasilkan enzim xilanase. Kestabilan enzim dipengaruhi kondisi lingkungan. Enzim dikatakan stabil bila aktivitas sisa lebih dari 50% dari aktivitas enzim awal. Xilanase diamobilisasi dengan metode penjebakan menggunakan matriks kitosan-natrium tripolifosfat dan disimpan pada variasi suhu 30,40,50,60,70 (°C) dan variasi lama penyimpanan 0,1,2,3,4,5,6,7 (hari). Aktivitas enzim dapat ditentukan dengan menghitung gula pereduksi yang dihasilkan dari hidrolisis xilan oleh sejumlah enzim per menit (μg.g-1.menit-1). Gula pereduksi yang dihasilkan dianalisis menggunakan reagen DNS dan ditentukan dengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kestabilan tertinggi dari enzim xilanase berada pada suhu penyimpanan 50 °C. Enzim xilanase amobil, stabil hingga hari ke-7 dengan aktivitas sisa 50,81%. Semakin lama waktu penyimpanan maka aktivitas xilanase semakin menurun. Pada efisiensi xilanase amobil menggunakan kitosan-natrium tripolifosfat dapat digunakan sebanyak lima kali pengulangan dengan aktivitas sebanyak 16,462 unit dan efisiensi sebesar 50,19%. Kata kunci: amobilisasi, kestabilan, kitosan-natrium tripolifosfat, lama penyimpanan, suhu.
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KESTABILAN ENZIM XILANASE DARI Trichoderma viride Sukmana, Edi; Sutrisno, Sutrisno; Roosdiana, Anna
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.186 KB)

Abstract

Enzim xilanase merupakan protein yang mempunyai kestabilan pada keadaan tertentu. Kestabilan dari suatu enzim dapat diketahui dari aktivitas enzim sisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap kestabilan enzim xilanase. Enzim xilanase diisolasi dari Trichoderma viride yang dimurnikan dengan pengendapan fraksi 40-80% menggunakan amonium sulfat dan dialisis. Enzim xilanase hasil pemurnian disimpan pada suhu 30, 40, 50, 60, dan 700C selama 0, 5, 10, 15, 20 dan 25 jam. Aktivitas enzim ditentukan dengan mereaksikan xilan 1% dengan 1 mL enzim hasil pemurnian selama 50 menit pada suhu 600C dan gula pereduksi yang dihasilkan direaksikan dengan reagen DNS dan ditentukan dengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian diperoleh xilanase paling stabil pada penyimpanan pada suhu 600C. Semakin lama waktu penyimpanan maka aktivitas xilanase semakin menurun. Pada suhu 30, 50 dan 600C xilanase stabil sampai 25 jam dengan aktivitas enzim sisa berturut-turut  54,14; 53,84; dan 59,02%. Pada suhu 400C stabil sampai 20 jam dengan aktivitas enzim sisa 56,95%. Pada suhu 700C stabil sampai 15 jam dengan aktivitas enzim sisa 54,88%. Kata kunci:Aktivitas Xilanase, Suhu, Waktu Penyimpanan Xilan