cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
PENGARUH DRYING TERHADAP KUAT KOKOH TANAH LEMPUNG HALUS JENUH Michael Henry G; Joedy Harto P; Daniel Tjandra; Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.832 KB)

Abstract

Kuat kokoh tanah berperan penting menopang suatu struktur bangunan. Tanah memiliki beragam jenis dengan karakteristiknya yang berbeda-beda. Hal ini menyebabkan perbedaan dalam menyalurkan beban struktur di atasnya. Pada tanah lempung, naik turunnya muka air tanah dapat membuat tanah mengalami perubahan kekuatan. Bila tidak diperhitungkan dengan baik dapat mengakibatkan kerusakan struktur pada bangunan. Pada penelitian ini digunakan sample tanah lempung jenuh dengan karakteristik yang berbeda dari lima lokasi yang berbeda baik di Surabaya bagian Timur maupun Selatan. Pengurangan air dilakukan dengan drying pada sample tanah di ruang terbuka sebesar 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% dari keadaan initial. Dari hasil pengujian di Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Kristen Petra, didapatkan bahwa semakin besar nilai plasticity index (PI) tanah, maka perubahan kuat kokoh tanah semakin kecil, dan sebaliknya. Didapatkan juga bahwa semakin besar kadar fines aggregate, maka perubahan kuat kokoh tanah semakin besar, dan sebaliknya. Selain itu, perubahan kadar air pada tanah juga memberi dampak pada perubahan volume tanah.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK CAMPURAN EMULSI BERGRADASI RAPAT TIPE IV, LASTON (AC-WC) DAN LATASTON (HRS-A) Marcelino Gosal; Alexander Octovius; Paravita Sri Wulandari; Harry Patmadjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.327 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik Campuran Aspal Emulsi Dingin (CAED) dan Campuran Aspal Panas (CAP) dengan memanfaatkan agregat lokal dari kota Jember. Benda uji pada penelitian ini merupakan Campuran Emulsi Bergradasi Rapat (CEBR) Tipe IV, Laston (AC-WC) dan Lataston (HRS-A). Aspal yang digunakan adalah aspal penetrasi 60-70 dan CSS-1h (Cationic Slow Setting – 1 hard). Benda uji dibuat dengan spesifikasi masing-masing, pemadatan identik, dan proses curing sesuai aturan. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa karakteristik CEBR Tipe IV tidak semua memenuhi spesifikasi Laston (AC-WC) dan Lataston (HRS-A). Karakteristik yang tidak memenuhi adalah flow, air void, dan void filled wih bitumen (VFB).
PENGARUH DILATASI PADA BANGUNAN DENGAN KETIDAKBERATURAN SUDUT DALAM YANG DIDESAIN SECARA DIRECT DISPLACEMENT-BASED Aditya Hendratha; Teodorus Adi Nugraha; Ima Muljati
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.916 KB)

Abstract

Metode Direct Displacement Based Design (DDBD) telah banyak digunakan di Eropa dalam desain bangunan yang tahan gempa dan menunjukkan kinerja yang baik, untuk bangunan beraturan maupun tidak beraturan. Khusus pada bangunan tidak beraturan, dapat dilakukan dilatasi agar didapatkan perilaku yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dilatasi pada bangunan dengan ketidakberaturan sudut dalam yang direncanakan secara DDBD. Bangunan perkantoran 6- dan 10-lantai akan digunakan sebagai studi kasus, dan direncanakan terhadap resiko gempa rendah (kota Surabaya) dan tinggi (kota Jayapura) di Indonesia. Bangunan direncanakan dalam dua skenario, yaitu tanpa dan dengan dilatasi. Kinerja bangunan yang dihasilkan (drift dan damage index) akan diuji dengan melakukan analisis time history. Hasil verifikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa opsi dilatasi menghasilkan kinerja yang baik dan lebih efisien dari segi penggunaan bahan, namun tidak disarankan untuk digunakan pada ruang lingkup bangunan penelitian ini karena adanya selisih perpindahan kolom pada bagian dilatasi yang dinilai terlalu besar.
PENELITIAN MENGENAI SNI 1726:2012 PASAL 7.2.5.1 TENTANG DISTRIBUSI GAYA LATERAL TERHADAP KEKAKUAN DAN KEKUATAN PADA STRUKTUR BAJA SISTEM RANGKA BRESING EKSENTRIS Joseph Kurniawan; Kevin Gunawan; Hasan Santoso; Pamuda Pudjisuryadi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.129 KB)

Abstract

Perencanaan struktur terhadap gempa di Indonesia mengacu pada SNI 1726:2012. Pada pasal 7.2.5.1 mengenai sistem ganda, mengharuskan rangka pemikul momen khusus mampu menahan paling sedikit 25 persen gaya gempa desain dengan distribusi yang proporsional terhadap kekakuannya. Namun FEMA 451 memiliki perbedaan isi yang mengatakan distribusi proporsional didesain terhadap kekuatan. Karena perbedaan tersebut, maka diadakan penelitian apakah peraturan yang mensyaratkan proporsi kekakuan dapat diterjemahkan seperti halnya FEMA 451 (2006) dalam pengaplikasiannya menggunakan kekuatan. Dari penelitian sebelumnya oleh Wijaya dan Nico (2016) didapat bahwa bangunan disarankan didesain berdasarkan proporsi kekuatan, dikarenakan performa bangunan hampir sama dengan proporsi kekakuan, tetapi dengan persentase berat yang lebih ringan. Maka dari itu diteliti lebih lanjut apakah bangunan struktur baja dengan Sistem Rangka Bresing Eksentris (SRBE) yang lebih tinggi dan diperhitungkan secara 2 arah, akan menghasilkan kesimpulan yang sama dengan penelitian sebelumnya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bangunan memiliki perilaku yang hampir sama dengan penelitian sebelumnya dimana performa bangunan S2 lebih buruk daripada S1; begitu pula berat bangunan S2 lebih ringan daripada S1. Namun karena perbedaan performa yang dihasilkan S1 dan S2 tidak jauh berbeda, maka kedua skenario masih dapat diperhitungkan sebagai pilihan dalam mendesain untuk menentukan hasil desain mana yang lebih hemat.
PENGUJIAN KEKUATAN LENTUR, KETAHANAN TERHADAP AIR DAN PANAS MATAHARI SERTA KEMAMPUAN REDUKSI BUNYI TERHADAP BEBERAPA MACAM CALCIUM SILICATE BOARD SEBAGAI BAHAN EKSTERIOR BANGUNAN . Dwi; , Aditya; Handoko Sugiharto; Luciana Kristanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.826 KB)

Abstract

Calcium silicate board merupakan material aplikasi untuk interior bangunan. Sekarang material ini dikembangkan untuk eksterior bangunan sehingga diharapkan tahan terhadap air dan panas matahari. Penelitian ini menggunakan 4 macam merk material berukuran 6 mm dan 8 mm, dimana dilakukan pengujian kekuatan lentur normal, pengujian kekuatan lentur dengan perlakuan air hangat, pengujian kekuatan lentur dengan perlakuan basah kering. Kualitas material dari segi durabilitas diketahui melalui pengujian panas hujan untuk mengetahui tingkat keretakan yang ditimbulkan akibat perubahan cuaca yang terjadi dan pengujian ketahanan air untuk mengetahui terjadi rembesan atau tidak. Untuk segi kenyamanan dilakukan pengujian kemampuan reduksi bunyi. Pengujian dilakukan juga dengan penambahan material lain yaitu 100% pasir lumajang,100% pasir silika, serta komposisi 50% pasir lumajang dan 50% pasir silika. Hasil penelitian menunjukkan hasil pengujian kekuatan lentur normal di kelas 2 dan 3. Sedangkan pada pengujian basah-kering dan air hangat mengalami penurunan kekuatan tetapi masih dapat memikul beban diatas 200 kg/m2 lebih dari syarat beban PPIUG 1983. Pada pengujian panas-hujan selama 40 jam tidak menimbulkan retakan pada benda uji. Pengujian ketahanan air tidak menimbulkan rembesan setelah 24 jam. Semua benda uji memiliki kemampuan reduksi bunyi yang kurang dari prasyarat SNI 7705:2011 pada semua frekuensi. Pengaruh material pengisi calsium silicate board meningkatkan kemampuan reduksi bunyi, pada frekuensi 250 Hz sebesar 400%.
ANALISA PRODUKTIVITAS PEKERJA DENGAN METODE WORK SAMPLING: STUDI KASUS PADA PROYEK X Kwan Septian Yuanto; Hans Christavian; Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625 KB)

Abstract

Pekerja konstruksi merupakan komponen penting dalam berlangsungnya sebuah proyek. Penelitian mengenai analisis produktivitas dilakukan untuk merencanakan dan mengendalikan pekerja pada proyek yang sedang berlangsung maupun di kemudian hari. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengukur produktivitas pekerja, salah satunya menggunakan metode work sampling yang bertujuan untuk mengukur tingkat keefektifan pekerja (Labor Utilization Rate). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai produktivitas pekerja pada pekerjaan pembesian dan bekesting pada proyek X dengan metode work sampling. Selain itu nilai LUR juga dicari dari data yang telah didapatkan. Hasil analisa yang didapatkan dari rekapitulasi data adalah rata-rata produktivitas dari setiap pekerjaan. Rata-rata produktivitas kolom, balok, dan plat pemasangan bekesting adalah secara berurutan ialah 1,68; 3,51; dan 3,92 m2/jam-orang. Rata-rata produktivitas fabrikasi pembesian tulangan utama kolom, sengkang kolom, tulangan utama balok, sengkang balok, dan plat: 393,54; 148,36; 380,78; 86,51; dan 171,60 kg/jam-orang. Sedangkan rata- rata produktivitas pembesian tulangan utama kolom, sengkang kolom, tulangan utama balok, sengkang balok, dan plat: 177,21; 21,45 103,94; 61,85; dan 121,55 kg/jam-orang. Selain itu, proyek ini dikategorikan efektif dalam menggunakan pekerja. Hal ini tampak pada tingginya nilai LUR Pemasangan bekesting kolom, balok, dan plat: 67,86%, 72,4%, dan 71,03%; serta LUR pembesian: 80,53%, 80,34%, dan 95,34%.
PENGARUH PENAMBAHAN SLAG BESI TERHADAP KEKUATAN TEKAN DAN FLOWABILITY PADA SELF COMPACTING CONCRETE Apryangki Wahono; Agustinus Andy Nugroho; Handoko Sugiharto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.128 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kekuatan tekan dan flowability dari penambahan slag besi pada Self Compacting Concrete. Kandungan kimia dalam slag besi antara lain CaO, SiO2, MgO. Kandungan kimia inilah yang membuat slag besi memiliki sifat pozzolanic bagi beton. Slag besi terdiri dari molekul-molekul berbentuk bulat sehingga akan baik jika digunakan sebagai filler. Penelitian ini menggunakan 6 macam mix design, dimana campuran slag besi yang digunakan berbeda-beda komposisinya pada tiap mix design. Komposisi slag besi yang digunakan antara lain 0%, 15%, 20%, 25%, 30%, dan 35% dari berat semen. Beberapa pengujian beton segar dilakukan agar memenuhi syarat flowability yaitu Sieve Segregation Test, Slump Flow Test, T50, V-Funnel Test, L-Box Test. Hasil yang diperoleh dari pengujian beton segar adalah dengan penambahan slag besi flowability pada beton bertambah, serta penambahan kekuatan tekan lebih besar dibandingkan dengan tidak ada penambahan slag besi. Peningkatan kekuatan yang signifikan terjadi setelah 14 hari umur beton. Hal ini disebabkan karena sifat pozzolanic pada slag besi baru bereaksi sepenuhnya.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO PENYEBAB SENGKETA DAN KEJELASAN PEMBAGIAN TANGGUNG JAWABNYA Anthony Wijaya; Nikholaus H. Wijaya
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.648 KB)

Abstract

Suatu proyek konstruksi tidak pernah terlepas dari risiko. Risiko akan sangatmempengaruhi kinerja proyek dan dapat menimbulkan berbagai kerugian. Dalam pelaksanaannya, tidaksemua risiko akan menjadi sengketa. Jika pembagian tanggung jawab risiko sudah dilakukan denganbaik, kemungkinan terjadinya sengketa juga dapat dikurangi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti risikoapa saja yang paling sering menyebabkan sengketa antara pihak owner dan kontraktor. Selain itupenelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah tanggapan kejelasan pembagian risiko menurutpihak owner dan kontraktor di Surabaya sudah cukup jelas untuk mengatasi kemungkinan terjadinya.Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada engineer,project manager, contract & control engineer yang ada di Surabaya. Melalui analisis deskriptif,ditemukan beberapa hasil yaitu : risiko yang sering menyebabkan sengketa adalah risiko-risiko internal.Pihak owner berpendapat bahwa penetapan jadwal proyek yang teralu ketat dan kekurangan pekerja,sedangkan menurut kontraktor risiko yang paling sering menyebabkan sengketa adalah risiko perubahandesain dan ketersediaan material. Secara umum tanggapan kejelasan pembagian risiko menurut pihakowner dan kontraktor sudah cukup jelas. Hasil pengujian Independent-Sample t-test menunjukan bahwasecara umum, tidak terdapat banyak perbedaan pendapat antara pihak owner dan kontraktor mengenaifrekuensi sengketa, namun terdapat cukup banyak perbedaan pendapat mengenai kejelasan pembagianrisiko
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PADA BANGUNAN TINGGI DI SURABAYA Jordy Ladjao; Edwin Yurianto; Sentosa Limanto; Endro Wicaksono
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.256 KB)

Abstract

Proyek kontruksi tentu dilaksanakan sesuai dengan rencana pelaksanaan yang disusun berdasarkan surat perjanjian, syarat umum kontrak, syarat khusus kontrak, dan spesifikasi teknis. Pada perencanaan tersebut telah ditentukan kapan proyek harus dimulai dan kapan proyek tersebut harus selesai. Pada setiap proyek konstruksi, tentu seluruh pihak yang terlibat menginginkan proyek tersebut selesai tepat waktu sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya, namun pada kenyataannya tidak ada proyek yang dapat mencapai kondisi ideal, seluruh proyek memiliki hambatannya masing-masing dan terkadang berujung pada keterlambatan penyelesaian proyek tersebut. Bila terjadi keterlambatan maka kerugian yang ditimbulkan bukan hanya waktu namun juga biaya karena tentu terjadi peningkatan penggunaaan sumber daya yang ada, hal ini sering kali berujung pada konflik, maka seluruh proyek perlu mengetahui penyebab keterlambatan yang terjadi. Faktor-faktor keterlambatan proyek perlu diketahui agar seluruh pihak yang terlibat dapat mengurangi dan menghindari hal tersebut yang akan terjadi dalam proyek. Pada penelitian ini diperoleh faktor-faktor mana saja yang menjadi penyebab keterlambatan suatu proyek konstruksi, baik faktor yang sering terjadi maupun yang paling berdampak pada proyek bila hal tersebut terjadi. Penelitian ini dilakukan dengan kuesioner yang disebarkan pada sejumlah perusahaan kontraktor yang berada di Surabaya, selain itu juga dilakukan wawancara pada 2 proyek gedung tinggi di Surabaya. Hasil kuesioner ditemukan bahwa faktor yang memiliki frekuensi tertinggi sama dengan faktor yang memiliki dampak tertinggi yaitu banyaknya perubahan pekerjaan. Banyaknya perubahan pekerjaan merupakan compensable delay yang berarti kontraktor berhak untuk meminta kompensasi tambahan bila hal ini terjadi dalam suatu proyek konstruksi.
KRITERIA GREEN ROAD CONSTRUCTION DARI SUDUT PANDANG KONTRAKTOR DAN DINAS PEKERJAAN UMUM DI SURABAYA Theodorus Rudi Chandra; Ray Allchin Dwiputra Komala; Herry Pintardi Chandra; Soehendro Ratnawidjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (772.027 KB)

Abstract

Jalan merupakan salah satu infrastruktur yang berperan penting di setiap negara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Jalan berperan sebagai prasarana transportasi darat yang dapat menghubungkan antar provinsi dan daerah. Pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun belakangan ini. Industri konstruksi adalah salah satu kontributor polusi terbesar, penipisan sumber daya, limbah, pemanasan global dan perubahan iklim, sehingga dalam meminimalkan dampak negatif pada lingkungan, sosial dan meningkatkan ekonomi maka diadopsi konsep berkelanjutan seperti green road construction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan mengenai kriteria green road construction dari sudut pandang kontraktor dan Dinas Pekerjaan Umum di Surabaya.Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada kontraktor dan Dinas Pekerjaan Umum di Surabaya. Melalui analisis deskriptif dengan mencari nilai rata-rata tertinggi dari kriteria green road construction menurut kontraktor dan Dinas Pekerjaan Umum di Surabaya ditemukan hasil yang menunjukkan bahwa faktor bicycle access dari aspek access and equity kriteria green road construction memperoleh nilai mean tertinggi.