cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 25982397     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil yang diterbitkan 2 kali dalam setahun pada bulan Februari dan Agustus. Jurnal ini pertama kali terbit pada bulan Agustus 2012. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyebarluaskan hasil penelitian bersama dengan dosen pembimbingnya dalam bidang keilmuan dan penerapan di bidang teknik sipil.
Arjuna Subject : -
Articles 899 Documents
IMPLEMENTASI DAN FAKTOR HAMBATAN DESIGN FOR CONSTRUCTION SAFETY (DfCS) Valentinus Alvin; Surya Nugroho; Ratna Setiawardani Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.255 KB)

Abstract

Keselamatan kerja dalam proyek konstruksi masih menjadi sorotan karena masih banyak terjadi kecelakaan kerja. Selama ini banyak pihak yang masih menganggap bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab kontraktor. Padahal keputusan pihak lain seperti perencana, yaitu arsitek dan enjinir (A/E) secara langsung dapat mempengaruhi keselamatan kerja konstruksi. Di beberapa negara, banyak yang memberikan perhatian dengan menerapkan konsep Design for Construction Safety (DfCS). DfCS adalah konsep dimana keselamatan kerja konstruksi mulai dipertimbangkan oleh perencana pada fase perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi DfCS yang telah dilakukan, dan faktor hambatan yang sering ditemui oleh perencana. Penelitian ini menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada perencana struktur di Surabaya.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden belum pernah mendengar istilah DfCS dan juga termasuk masih kadang - kadang menerapkannya. Faktor yang paling menghambat implementasi DfCS adalah kurangnya pengetahuan serta pelatihan, kurangnya komunikasi, kolaborasi, dengan pihak lain, kurangnya kesadaran perencana, dan biaya. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa responden dengan pengalaman kerja lebih dari lima tahun lebih sering mempertimbangkan keselamatan kerja saat perencanaan dibandingkan dengan responden dengan pengalaman kurang dari lima tahun.
KORELASI DAYA DUKUNG PONDASI TIANG ANTARA STATIC LOADING TEST DENGAN PILE DRIVING ANALYZER Melisa Kosasi; Dewi Hindra Wijaya; Gogot Setyo Budi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.301 KB)

Abstract

Static Loading Test (SLT) merupakan salah satu metode pengujian daya dukung pondasi yang dapat dipercayai, namun menghabiskan biaya yang cukup besar dan waktu yang relatif lama. Hal ini membuat Pile Driving Analyzer (PDA) menjadi metode alternatif pengujian beban aksial pondasi tiang semakin banyak diminati. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari korelasi nilai daya dukung ultimate hasil PDA dengan SLT yang diinterpretasikan dengan metode Davisson (1972), Chin (1985), Mazurkiewicz (1972) dan Decourt (1999). Dari hasil perbandingan, diketahui bahwa nilai daya dukung ultimate hasil PDA memiliki rentang yang paling mendekati dengan hasil SLT yang diinterpretasikan dengan metode Chin. Selain itu, daya dukung ultimate hasil SLT yang diinterpretasikan dengan metode Chin dan Davisson paling mendekati nilai beban ultimate rencana.
ANALISA KETERLAMBATAN PADA PROYEK BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT DI SURABAYA DENGAN METODE WINDOW DELAY ANALYSIS Antony Kristanto Cahyadi; Rick Biantoro; Paulus Nugraha
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.977 KB)

Abstract

Metode Window Delay Analysis merupakan salah satu metode untuk menganalisa keterlambatan yang terjadi pada sebuah proyek konstruksi. Dengan mengumpulkan data proyek berupa as planned bar-chart, as built bar-chart, site memo, critical path method (CPM), dan detail aktivitas yang terjadi pada setiap minggu atau bulan dapat menunjukkan waktu, durasi, pekerjaan, dan siapa yang bertanggung jawab atas keterlambatan yang terjadi pada suatu proyek. Metode Window Delay Analysis merupakan metode yang melakukan analisa dengan melakukan subtitusi as planned bar- chart dengan as built bar-chart melalui proses snapshot window yang dilakukan secara periodik (contoh : minggu, bulanan). Penelitian menggunakan data dari sebuah proyek gedung bertingkat yang belum selesai dan mengalami reschedule sebanyak 2 kali. Berdasarkan hasil analisa keterlambatan proyek dengan metode window delay analysis, hasil dapat menunjukkan waktu, durasi, dan pekerjaan yang mengalami keterlambatan secara bersamaan. Namun belum dapat menunjukkan hasil berupa stakeholder yang bertanggung jawab atas terjadinya keterlambatan dikarenakan kurangnya data seperti site memo, CPM, dan detail aktivitas. Hasil dari window delay analysis akan lebih baik apabila kekurangan data diatas dilengkapi untuk mendapatkan hasil analisa yang dapat digunakan untuk mengajukan klaim keterlambatan.
PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI DENGAN TREATMENT HCL SEBAGAI PENGGANTI SEMEN DALAM PEMBUATAN BETON . Maria; , Chris; Handoko Sugiharto; Paravita Sri Wulandari
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.982 KB)

Abstract

Beton pozzolanic merupakan beton dengan penambahan material pozzolan yang bertujuan untuk mengurangi penggunaan semen dalam campuran beton. Penelitian ini berfokus pada pengaruh penggunaan material pozzolan berupa Rice Husk Ash (RHA) terhadap workability dan kuat tekan dari beton. Persentase penggunaan RHA yang digunakan adalah 5%, 10%, dan 15%. Dilakukan empat jenis treatment yang berbeda pada RHA antara lain penumbukan, penambahan alkali treatment (HCl), pembakaran dengan suhu 600°C, serta penambahan alkali treatment (HCl) pada RHA yang telah dibakar dengan suhu 600°C. Analisa terhadap RHA yang dibakar dengan suhu 600°C dilakukan dengan pengujian X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil tes menunjukkan bahwa RHA yang digunakan merupakan pozzolan tipe C dengan total SiO2+ Fe2O3 + Al2O3 sebesar 83.82%. Dilakukan pengujian kuat tekan pada tiga sampel beton kubus berukuran 15x15x15 cm³ pada saat umur beton mencapai 7, 14, 28, dan 56 hari. Hasil menunjukkan bahwa beton dengan campuran RHA memiliki workability yang lebih rendah dibandingkan dengan beton kontrol. Uji kuat tekan beton dengan penambahan abu sekam mencapai 30.56 MPa selisih 7.1 % dari kuat tekan beton kontrol (32.89 MPa).
PRODUKTIVITAS PEKERJA PADA PEKERJAAN BETON BERTULANG PROYEK BANGUNAN BERTINGKAT (Studi Kasus Proyek Bangunan Condominium TP6) Fransisco Ardi; Kefin C. Wanandy; Ratna S. Alifen
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.236 KB)

Abstract

Mayoritas pekerjaan bangunan bertingkat pada umumnya adalah pekerjaan struktur beton bertulang. Pekerjaan struktur beton bertulang adalah pekerjaan bekisting, penulangan, dan pengecoran. Salah satu hal yang perlu di manajemen dari pekerjaan struktur beton bertulang adalah pekerja. Hal yang perlu diketahui dalam manajemen pekerja adalah produktivitas pekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung nilai produktivitas pekerja pekerjaan struktur beton betulang,mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi produktivitas pekerja pada pekerjaan struktur beton bertulang, dan membandingkan hasil produktivitas pekerja dengan SNI tahun 2008.Penelitian ditunjang dengan observasi lapangan pada proyek condominium TP6. Hasil penelititan menunjukkan bahwa faktor kondisi lapangan, ketersediaan material, faktor relaxation allowances dan contingency allowances, jumlah pekerja.
PENGGUNAAN FLY ASH DARI PLTU NGORO SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN DALAM PEMBUATAN MORTAR Vellyana Wardoyo; Daniel Christanto; Antoni Antoni; Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.389 KB)

Abstract

Proses pembuatan semen yang berbahaya bagi lingkungan menimbulkan berbagai penelitian yang bertujuan untuk menemukan material pengganti semen. Salah satu material yang dapat menggantikan semen adalah fly ash karena sifatnya yang mengikat. Pada umumnya, fly ash menambah kelecakan pada campuran karena bentuknya yang bulat. Namun dari informasi yang dikumpulkan saat kunjungan ke PLTU Ngoro, fly ash Ngoro justru tidak menambah workability malah membutuhkan air yang banyak. Uji Konsistensi Normal dilakukan untuk mengtahui kebutuhan air dasar dari fly ash PLTU Ngoro dan memang air yang dibutuhkan semakin meningkat seiring bertambahnya fly ash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fly ash PLTU Ngoro terhadap kuat tekan dan workability mortar Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa sifat fly ash Ngoro menyerap air dan berlawanan dengan sifat fly ash pada umumnya. Hal ini terjadi karena bentuk partikelnya yang tidak bulat yang membuat air malah terserap ke dalam pori-pori. Bentuk partikelnya terjadi karena tipe boiler yang digunakan yaitu Fluidized Bed Combustion. Fly ash Fluidized Bed Combustion tetap bisa dimanfaatkan namun dengan bantuan superplasticizer dan memiliki kuat tekan yang lebih tinggi apabila dibandingkan dengan mortar kontrol yang terbuat dari 100% semen.
KETERKAITAN KUANTITAS PEKERJAAN DENGAN DURASI DAN TENAGA KERJA PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN BERTINGKAT TINGGI Phillip Wijaya; Susanto Leman; Budiman Proboyo; Indriani Santoso
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.035 KB)

Abstract

Dalam proyek konstruksi dibutuhkan adanya perencanaan yang baik dalam bentuk schedule yang teratur. Schedule pada proyek konstruksi berbicara mengenai durasi tiap-tiap pekerjaan pada proyek konstruksi yang dipengaruhi oleh kuantitas pekerjaan dan jumlah tenaga kerja. Kuantitas pekerjaan dapat diperoleh dari Rencana Anggaran Biaya pada proyek konstruksi. Melalui kuantitas pekerjaan yang didapat dari RAB dan durasi pekerjaan yang didapat dari schedule dapat diperoleh keterkaitan yang disebut dengan daily output. Melalui daily output dapat diperoleh berapa jumlah tenaga kerja teoritis yang dibutuhkan berdasarkan indeks SNI 2008. Fokus pekerjaan daripada penelitian ini adalah pekerjaan struktur yang meliputi pekerjaan pengecoran, pemasangan bekisting, dan pembesian pada struktur kolom, balok, plat, dan dinding. Berdasarkan perbandingan data rencana antara proyek Hotel Cleo, proyek UK Petra Gedung P1-P2, dan juga proyek Fave Hotel, maka dapat disimpulkan bahwa proyek UK. Petra Gedung P1-P2 memiliki nilai daily output dan jumlah tenaga kerja terbanyak untuk pekerjaan bekisting, pembesian, dan pengecoran pada masing-masing elemen struktur jika dibandingkan dengan proyek lainnya. Berdasarkan persentase perbedaan antara data rencana dan data nyata diatas dari daily output pada pekerjaan bekisting, pembesian dan pengecoran pada masing-masing elemen struktur bagian nyata memiliki indeks tenaga kerja yang relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan data rencana berdasarkan SNI 2008, kecuali pada pekerjaan pembesian tangga yang membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak.
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN MOTIVASI PEKERJA PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI DI SURABAYA Fredy Heryanto; Kevin Matthew; Herry Pintardi Chandra; Soehendro Ratnawidjaja
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.364 KB)

Abstract

Industri konstruksi di Indonesia masih dikatakan baru berkembang sekitar tahun 1970. Perkembangan yang pesat ini sangat dipengaruhi oleh peranan pekerja di bidang konstruksi. Pekerja berpengaruh sangat besar terhadap keberhasilan proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara kepuasan kerja dengan motivasi pekerja pada perusahaan kontraktor di Surabaya. Saat ini, penelitian tentang hubungan kepuasan kerja dengan motivasi belum terfokus kepada keduanya. Untuk melakukan penelitian ini, sampel yang digunakan berjumlah 90 staf pekerja lapangan di perusahaan kontraktor di Surabaya. Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner kepada staf pekerja lapangan perusahaan kontraktor di Surabaya. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan software PLS. Dari kuesioner yang dibagikan menunjukan faktor yang paling signifikan dalam mempengaruhi kepuasan kerja adalah hubungan dengan atasan dan faktor yang paling signifikan dalam mempengaruhi motivasi adalah tanggung jawab. Hasil analisis ini menunjukkan kepuasan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi pekerja staf pekerja lapangan pada perusahaan kontraktor yang ada di Surabaya.
PENGGUNAAN BOTTOM ASH SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS PADA MORTAR HVFA Aldi Vincent Sulistio; Samuel Wahjudi; Djwantoro Hardjito; Antoni Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.127 KB)

Abstract

Bottom ash adalah material limbah PLTU yang melimpah dan kurang dimanfaatkan. Terdapat potensi pemanfaatan bottom ash sebagai agregat halus dalam campuran beton. Dalam penelitian ini, bottom ash diberi treatment ayak dan tumbuk untuk digunakan sebagai pengganti pasir dalam campuran beton. Hal pertama yang dilakukan adalah pengujian karateristik fisik dan kimiawi dari bottom ash. Dilakukan pengujian water content, sieve analysis, fineness modulus, dan berat isi dari pasir dan bottom ash yang digunakan. Pengujian kuat tekan dan flowability pada mortar high volume fly ash (HVFA) menggunakan bottom ash sesudah diberi treatment dibandingkan dengan mortar HVFA yang menggunakan pasir. Pengujian tersebut dijadikan tolak ukur untuk mengevaluasi pengaruh penggantian bottom ash terhadap pasir. Dari penelitian ini, dapat dievaluasi bahwa perubahan kekuatan dan flowability dari mortar dengan 100% penggantian pasir dengan bottom ash bervariasi. Bottom ash yang diayak dengan halus memberikan penurunan kekuatan dan flowability terbanyak, sedangkan bottom ash yang ditumbuk memberikan hasil yang bertolak belakang.
ANALISIS DAMPAK UKURAN TERHADAP KEKUATAN GESER DINDING BETON BERTULANG GHO Danny Wahyudi; David Ardhyan Sutanto; Jimmy Chandra; Joko Purnomo
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.069 KB)

Abstract

Dampak ukuran telah diteliti secara komprehensif pada balok, tetapi pada elemen struktur lainnya (seperti dinding beton bertulang) penelitian akan dampak ukuran belum komprehensif sehingga perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut. Mengingat keterbatasan peralatan untuk melakukan penelitian eksperimental dengan dinding beton bertulang dengan ukuran besar maka untuk menganalisis dampak ukuran dilakukan menggunakan simulasi komputer dengan macro-model SFI-MVLEM. Data simulasi yang dilakukan telah mengkonfirmasi penelitian lainnya akan adanya dampak ukuran pada kekuatan geser dinding beton bertulang. Pada berbagai macam variasi perbandingan tinggi terhadap panjang dinding (Hw/Lw) dan rasio tulangan badan (ρ) terlihat akan adanya dampak ukuran. Ditemukan bahwa dampak ukuran terjadi paling signifikan pada dinding dengan nilai Hw/Lw 0,5. Selain itu, dinding beton bertulang dengan rasio tulangan badan melebihi batas peraturan mempunyai dampak ukuran yang lebih tinggi dibandingkan dengan dinding beton bertulang dengan rasio tulangan badan minimal.