Articles
899 Documents
PERBANDINGAN KINERJA BANGUNAN YANG DIDESAIN DENGAN FORCE-BASED DESIGN DAN DIRECT DISPLACEMENT-BASED DESIGN MENGGUNAKAN SNI GEMPA 2012
Fransiscus Asisi;
Kevin Willyanto;
Ima Muljati
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (569.044 KB)
Banyak penelitian-penelitian mengenai kinerja Direct Displacement Based Design (DDBD) dan Force Based Design (FBD) telah dilakukan sebelumnya. Namun, penelitian-penelitian tersebut masih dilakukan dengan menggunakan SNI 03-1726-2002 yang sudah tidak relevan untuk dipakai lagi saat ini karena adanya perubahan peraturan dari SNI 03-1726-2002 menjadi SNI 1726-2012 oleh pemerintah. Penelitian ini membandingkan kinerja antara FBD dan DDBD menggunakan SNI 1726-2012 dengan cara mendesain struktur 6 lantai dengan denah tipikal yang sama menggunakan kedua metode pada wilayah beresiko gempa tinggi dan rendah. Struktur yang didesain diuji dengan analisis non-linear dinamis time history. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa struktur bangunan yang didesain dengan DDBD memberikan kinerja yang lebih baik daripada FBD baik dalam drift ratio ataupun failure mechanism. Satu-satunya kelemahan dari DDBD adalah biaya yang lebih mahal karena hasil desain yang menggunakan lebih banyak material. Namun, hasil desain DDBD lebih terjamin sesuai desain perencana dan waktu yang terbuang untuk mendesain tidak sebanyak FBD.
EVALUASI KAPASITAS SALURAN DRAINASE DI KECAMATAN PAJARAKAN, KABUPATEN PROBOLINGGO
Edgar Adiputra Winarko;
Evan Antonio Richard;
Cilcia Kusumastuti;
Ruslan Djajadi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (819.863 KB)
Sistem drainase dalam suatu perkotaan merupakan infrastruktur yang cukup vital bagi sebuah kota. Tanpa sistem drainase yang baik, banjir dapat terjadi pada kota tersebut. Banjir akan menyebabkan kerugian harta berupa gagal panen, properti rusak, bahkan korban jiwa. Tujuan dari penelitan kali ini adalah menganalisis dan mengevaluasi kapasitas saluran-saluran drainase di Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan tahun 2007 - 2016, dan masterplan drainase serta data tata guna lahan di Kecamatan Pajarakan. Sebaran data hujan dalam penelitian ini sesuai dengan distribusi Log Pearson Tipe III. Kedalaman hujan rencana dan debit banjir rencana maksimum dihitung untuk periode ulang 2 (dua) tahun sebesar 94,6 mm dan 0,155 m3/detik. Hasil evaluasi kapasitas saluran menunjukan bahwa sebagian besar saluran drainase yang telah ada di Kecamatan Pajarakan telah memadai untuk menanggulangi banjir rencana
PENGEMBANGAN SPREADSHEET UNTUK PERHITUNGAN KAPASITAS BAJA CANAI DINGIN (PROFIL Z DENGAN STIFFENER, PROFIL I DAN O DARI DUA PROFIL KANAL C) BERDASARKAN SNI 7971:2013
Randy Aditya Putra Ariussanto;
Sukrisna Gautama;
Hasan Santoso;
Ima Muljati
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2016): FEBRUARI 2016
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (719.634 KB)
Penggunanaan baja canai dingin (cold-formed steel) mulai banyak digunakan di Indonesia terutama untuk struktur rangka atap. Hal ini disebabkan karena baja canai dingin memiliki berat yang lebih ringan dari pada material struktur atap yang lainnya. Karena kebutuhan baja canai dingin yang mulai meningkat, terutama untuk kuda - kuda, maka penelitian ini menyediakan panduan untuk mendesain kapasitas profil baja canai dingin yang berdasarkan pada SNI 7971:2013. Profil yang ditinjau adalah profil Z yang dilengkapi dengan stiffener, dan profil ganda berbentuk I dan O yang terbentuk dari dua buah kanal C (back to back atau toe to toe). Spreadsheet ini dilengkapi dengan perhitungan untuk menentukan kapasitas profil tekan, tarik, kombinasi lentur dan geser, kombinasi lentur dan tumpu, kombinasi aksial tekan dan lentur serta kombinasi aksial tarik dan lentur terhadap beban – beban yang terjadi. Penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Setiawan dan Nishimura (2014) serta Louis dan Ariyavinanta (2015). Hasil akhir dari penelitian ini berupa program yang terdiri dari spreadsheet untuk mendesain dan menghitung kapasitas profil C-, Z-, dan Hat- yang dilengkapi dengan stiffener maupun tidak, serta profil ganda berbentuk I dan O yang terbentuk dari dua buah kanal C.
PENGARUH UKURAN PARTIKEL CALCINED CLAY DAN PENGGANTIAN SEBAGIAN SEMEN DENGAN KALSIUM HIDROKSIDA PADA MORTAR LIMESTONE CALCINED CLAY CEMENT (LC3)
Arthur Arthur;
Kevin Saputra;
Antoni Antoni;
Djwantoro Hardjito
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (431.009 KB)
Limestone calcined clay cement (LC3) memiliki potensi dalam menggantikan penggunaan semen dalam pembuatan beton. Dimana campuran LC3 sendiri terdiri dari calcined clay, kalsium hidroksida, semen dan gypsum. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan campuran LC3 pada mortar dapat menghasilkan kuat tekan yang sama dengan mortar OPC, dimana campuran LC3 yang digunakan memiliki persentase penggantian semen terbatas hingga 50% dari binder. Untuk meningkatkan persentase penggantian semen digunakan larutan kalsium hidroksida dengan suhu larutan 50°C. Variasi ukuran partikel calcined clay juga dilakukan dengan menggiling calcined clay berdiameter 1-2 cm dengan ball mill selama 1, 2 dan 4 jam. Hasil penelitian menunjukkan penggantian 15% semen dengan larutan kalsium hidroksida dapat menghasilkan kuat tekan yang sama dengan mortar LC3 kontrol. Dan semakin halus ukuran partikel calcined clay yang digunakan semakin tinggi kuat tekan mortar, dengan kuat tekan tertinggi didapat pada mortar dengan calcined clay yang digiling selama 2 jam (15% tertahan pada ayakan No. 325). Semakin tinggi persentase kalsium hidroksida yang digunakan menyebabkan menurunnya kuat tekan dan work ability dari mortar, namun besarnya penurunan kuat tekan berkurang pada saat calicined clay yang digunakan semakin halus.
STUDI KASUS PENJADWALAN PROYEK PADA PROYEK RUMAH TOKO X MENGGUNAKAN MICROSOFT PROJECT 2010
Giri Dhamma Wijaya;
Felix Marsiano;
Sentosa Limanto
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (686.069 KB)
Pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi, terdiri dari rangkaian aktivitas yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sehingga diperlukan perencanaan dan penjadwalan proyek untuk mempermudah dalam pelaksanaan di lapangan dan pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan perencanaan. Metode penjadwalan yang umumnya digunakan adalah Bar Chart, dan Critical Path Method (CPM), Program Evaluation and Review Technique (PERT). Pada studi kasus penjadwalan proyek rumah toko X menggunakan beberapa studi literatur yang dijadikan sebagai pedoman dalam perencanaan dan penjadwalan proyek serta studi lapangan sebagai sumber pengamatan dan pengumpulan data, dibantu juga dengan program Microsoft Project 2010 yang mempermudah kita dalam membuat jadwal dan melakukan analisa dalam proyek tersebut. Berdasarkan dari gambar bestek (struktural – arsitektural) dilakukan analisa SNI yang menjadi start kita dalam pembuatan jadwal proyek yang berdasarkan peraturan SNI. Dengan durasi yang didapat dari perhitungan analisa SNI, kita mulai menyusun jadwal berdasarkan urutan aktivitas dan work breakdown structure untuk menghasilkan jadwal proyek yang sesuai dengan analisa SNI.Jadwal yang dibuat akan dibandingkan dengan jadwal Actual yang terjadi sehingga kita dapat melihat progress dan mengetahui lintasan kritis dari proyek rumah toko X.
PENGARUH URUTAN PENCAMPURAN DAN KOMPOSISI ALKALI ACTIVATOR TERHADAP KARAKTERISTIK MORTAR GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR FLY ASH TIPE C
Wempy Erlando;
Goey Frengki;
Djwantoro Hardjito;
Antoni Antoni
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (497.839 KB)
Geopolimer umumnya dibuat dengan mencampurkan fly ash dengan larutan alkali activator. Penggunaan fly ash tipe C yang memiliki kandungan kalsium yang tinggi menyebabkan flash setting dalam pembuatan geopolimer. Pada penelitian sebelumnya, sudah diperoleh solusi untuk menyelesaikan masalah ini yaitu mengubah urutan pencampuran mortar geopolimer. Namun, hal ini berakibat pada menurunnya kuat tekan dari mortar geopolimer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh urutan pencampuran, lama waktu pencampuran, dan komposisi alkali activator terhadap setting time dan kuat tekan mortar geopolimer. Campuran dibagi menjadi 2 yaitu dengan rasio sodium silikat/NaOH sebesar 2.5 dan dengan sodium silikat tetap. Konsentrasi NaOH yang digunakan dari 6M sampai 14M. Berdasarkan hasil penelitian, urutan pencampuran berpengaruh pada initial setting time dan kuat tekan. Pada rasio sodium silikat/NaOH sebesar 2.5, semakin tinggi konsentrasi NaOH yang digunakan, maka semakin lama initial setting time yang dihasilkan. Penggunaaan konsentrasi NaOH lebih dari 10M bisa menyebabkan menurunnya kuat tekan mortar geopolimer. Campuran dengan komposisi sodium silikat tetap, semakin tinggi konsentrasi NaOH menyebabkan initial setting time menjadi semakin cepat, tetapi kuat tekannya bertambah
PENGUJIAN ELEMEN CANGKANG YANG TERDAPAT DALAM PROGRAM KOMERSIAL DENGAN ANALISIS LINIER DAN NONLINIER GEOMETRI
Andrians Juniawan;
Michael Andrian;
Wong Foek Tjong;
Pamuda Pudjisuryadi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (83.092 KB)
Penelitian ini bertujuan menguji keakuratan dan konvergensi elemen shell dalam analisa linier dan nonlinier geometri dalam program komersial dengan berbagai benchmark problem linier dan nonlinier geometri yang biasa di pakai oleh para pengembang elemen shell. Benchmark problem tersebut dimodelkan dengan menggunakan elemen shell S4, S4R, S4R5, S8R dan S8R5yang berdasarkan teori cangkang tipis (thin shell theory) dan teori cangkang tebal (thick shell theory).Output yang diukur dalam pengujian ini adalah displacement, tegangan permukaan dan gaya dalam yang terjadi. Hasil penelitian dengan analisa linier secara umum menunjukkan bahwa elemen cangkang S4 dan S8R5 menghasilkan nilai yang mendekati solusi referensi dibandingkan elemen cangkang yang lain. Sedangkan hasil penelitian dengan analisa nonlinier secara umum menunjukkan bahwa semua elemen cangkang menghasilkan nilai yang mendekati solusi referensi, tetapi elemen cangkang S4 dan S4R yang paling mudah mencapai konvergensi. Hal ini merupakan suatu usulan untuk melakukan pengetesan menggunakan program lain dalam penelitian ini, untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat mengenai kinerja elemen.
PERENCANAAN STRUKTUR BAJA BERDASARKAN KEKAKUAN DAN KEKUATAN SISTEM GANDA SRPMK DAN SRBE BENTUK DIAGONAL MENURUT SNI 1726:2012 PASAL 7.2.5.1
Hendri Sugiarto Mulia;
Stefanus Edwin;
Hasan Santoso;
Pamuda Pudjisuryadi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 6, No 2 (2017): AGUSTUS 2017
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.061 KB)
Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan terhadap gempa, maka dari itu bangunan di Indonesia harus didesain tahan terhadap gempa. Perencanaan stuktur terhadap gaya gempa di Indonesia diatur dalam SNI 1726:2012. Pada umumnya ada dua sistem penahan gempa yang sering digunakan yaitu sistem tunggal dan sistem ganda. Pada penelitian ini, struktur bangunan akan didesain dengan sistem ganda berupa Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Sistem Rangka Bresing Eksentris (SRBE) berbentuk diagonal. Diatur dalam SNI 1726:2012 pasal 7.2.5.1, dalam mendisain sistem ganda, kelompok SRPMK harus mampu menahan minimal 25% base shear yang terjadi. Bangunan didesain dengan 2 skenario yaitu Skenario 1 (S1) dan Skenario 2 (S2), dimana pada desain struktur S1, kelompok SRPMK menahan 25% base shear yang terjadi, sedangkan pada desain struktur S2, kelompok SRPMK menahan kurang dari 25% base shear, tetapi gaya dalam yang terjadi akibat beban gempa dikalikan suatu faktor agar memenuhi syarat bahwa kelompok SRPMK minimal menahan 25% base shear. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa bangunan yang didesain dengan S1 memiliki performa yang lebih baik dibandingkan dengan S2 bila ditinjau dari simpangan yang terjadi. Hal ini berbanding lurus dengan berat bangunan yang didesain dengan S1 lebih berat dibandingan dengan S2.
IDENTIFIKASI DAN ALOKASI RISIKO-RISIKO PADA PROYEK SUPERBLOK DI SURABAYA
Jeffry Gunawan;
William Surono;
Andi .
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2015): AGUSTUS 2015
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.916 KB)
Setiap proyek konstruksi selalu dihadapkan pada kemungkinan terjadinya berbagai macam risiko. Semakin tinggi tingkat kompleksitas suatu proyek maka semakin besar tingkat risiko yang mungkin terjadi pada proyek tersebut. Proyek Superblok merupakan salah satu proyek dengan tingkat kompleksitas yang sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang mungkin muncul dalam proyek superblok di Surabaya dan bagaimana mengalokasikannya. Penelitian tentang identifikasi dan alokasi risiko-risiko pada proyek superblok ini dilakukan di wilayah Surabaya dengan cara semi-studi kasus dimana dilakukan observasi langsung ke lapangan, wawancara, dan penyebaran kuisioner yang ditujukan kepada kontraktor dan pihak owner yang terlibat secara langsung dalam proyek superblok ini. selanjutnya semua kuisioner yang berhasil terkumpul dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis T-Test dan analisis mean. Semua data yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan kuisioner akan digunakan untuk mencari kesimpulan tentang frekuensi terjadinya suatu risiko dan pengalokasiaannya. Dari hasil analisis didapatkan bahwa faktor penyebab risiko yang paling sering terjadi dalam proyek superblok adalah : risiko disain, risiko alam, dan risiko konstruksi. Didapat juga adanya perbedaan pendapat antara pihak kontraktor dan pihak owner khususnya pengalokasian faktor alam, faktor disain, dan faktor finansial.
USAHA-USAHA PENCEGAHAN UNSAFE ACT PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA
Calvin Fendyanto;
Antoni Susetio;
Andi Andi
Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (268.307 KB)
Kecelakaan kerja merupakan hal yang sering terjadi pada proyek konstruksi. Penyebab kecelakaan kerja yang paling sering terjadi yaitu unsafe act. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui usaha-usaha pencegahan unsafe act yang efektif agar pekerja tidak melakukan tindakan tidak aman dan mengetahui usaha pencegahan yang paling sering dilaksanakan oleh pihak kontraktor pada proyek konstruksi. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebar pada proyek konstruksi di Surabaya. Kuesioner ini disebar pada 4 proyek di Surabaya kepada 119 responden yang terdiri dari 75 pekerja dan 44 staf kontraktor. Setiap masing-masing unsafe act dapat dicegah dengan usaha pencegahan yang dapat menyadarkan diri pekerja dan mempengaruhi pekerja dari luar. Usaha-usaha pencegahan unsafe act yang paling efektif dan dapat mencegah unsafe act secara keseluruhan menurut pekerja dan staf kontraktor adalah pengawasan oleh kontraktor dan pemberian pengetahuan, pengarahan, dan pelatihan K3. Usaha pencegahan yang paling sering dilaksanakan menurut pekerja adalah pemberian pengetahuan, pengarahan, dan pelatihan K3. Usaha pencegahan yang paling sering dilaksanakan menurut staf kontraktor adalah pengawasan oleh kontraktor.