cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Sikap Ibu Rumah Tangga Di Surakarta Pada Pesan Iklan Televisi Lemonilo Versi “Mie Hebat Untuk Keluarga Sehat” Berlian Rahmawati; Felicia Goenawan; Titi Nur Vidyarini
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lemonilo membuat iklan televisi versi “Mie hebat untuk keluarga sehat”. Tujuan dari iklan ini adalah Lemonilo ingin menyampaikan bahwa gaya hidup sehat bisa diakses oleh siapa saja dan menjadikan hidup sehat sebagai sesuatu yang normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap Ibu rumah tangga di Surakarta pada pesan iklan televisi Lemonilo versi “Mie hebat untuk keluarga sehat”. Sikap terdiri dari tiga komponen yaitu kognitif, afektif dan konatif. Penelitian ini memilih responden Ibu rumah tangga yang memiliki anak, dan berdomisili di kota Surakarta dan pernah menonton iklan televisi ini sebanyak 3 kali. Peneliti menggunakan metode survei (kuesioner online) dalam mengumpulkan data dan menyebarkan kepada 100 responden. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa sikap Ibu rumah tangga di Surakarta pada pesan iklan televisi Lemonilo versi “Mie hebat untuk keluarga sehat” untuk komponen kognitif, afektif dan konatif berada pada kategori positif. Dan juga setelah di rata- rata, hasilnya juga positif.
Analisis Isi Pesan Kekerasan Dalam Film Animasi Anak-Anak Pemenang Piala Oscar Tahun 2015-2019 Lina Hokgy Mawarsari; Chory Angela Wijayanti; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film animasi anak-anak adalah film yang dibuat dengan teknik animasi yang diperuntukkan kepada anak-anak. Film yang mendapatkan klasifikasi G dan PG dari MPAA dianggap aman untuk dilihat atau dipertontonkan kepada anak-anak karena minim adegan kekerasan. Akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Film animasi anak-anak yang bahkan bisa memenangkan piala Oscar yang merupakan penghargaan film yang bergengsi, didalamnya masih memiliki adegan kekerasan. Dengan menggunakan metode analisis isi, penelitian ini menemukan bentuk-bentuk kekerasan yang terdapat dalam kelima film animasi anak-anak yang memenangkan piala Oscar tahun 2015-2019. Kekerasan yang ada dalam film animasi anak-anak terbagi menjadi empat kategori yaitu kekerasan fisik, kekerasan verbal, kekerasan tidak langsung, dan kekerasan terhadap objek. Nyatanya dalam film animasi anak-anak kekerasan-kekerasan tersebut tetap ada dikarenakan perlunya konflik untuk jalannya cerita. Cara penyampaian kekerasan itupun dibentuk memiliki sifat yang disebut kekerasan-estetik, yaitu kekerasan yang ditampilkan sebagai sebuah seni.
Konstruksi Image Awkarin di Media Sosial dan Media Online Halim Adiputra Setiawan; Fanny Lesmana; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian star studies terhadap Influencer Awkarin, dengan pendekatan kualitatif deskriptif dilakukan dengan melihat bagaimana konstruksi image yang dibentuk oleh Awkarin. Melalui analisa teks media Youtube, Instagram, serta berita online dengan menggunakan metode star studies milik Richard Dyer, Gledhill, dan Jane Stokes ditemukan bahwa Awkarin membentuk image Fashionable menggunakan status sosial simbol untuk menciptakan citra dirinya yang Histrionic Personality, hedonisme, serta memilki jiwa sosial dalam membantu bencana sosial. Image Awkarin dikonstruksikan sebagai Selebgram atau influencer di media sosial dan media online, dan aware terhadap kesehatan mental.
Citra YG Entertainment Pasca Skandal Burning Sun di Soompi dan Allkpop Stacia Meiti Airell Wiyogo; Jandy Edipson Luik; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggambaran citra YG Entertainment pada media Soompi dan Allkpop. YG Entertainment merupakan Big 3 Most Powerful Agency of Kpop dari Korea Selatan yang terlibat skandal entertainment terbesar sepanjang sejarah Korea Selatan yaitu skandal Burning sun. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori citra dan elemen citra korporat dari Marita Vos dan Henny Schoemaker tahun 2006, yakni primary impression, familiarity, perception, preference dan position sebagai indikator. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Peneliti menganalisis citra YG Entertainment pada 57 berita di media Allkpop dan 69 berita di media Soompi. Hasil penelitian menunjukan kedua media banyak menggambarkan elemen familiarity pada citra YG Entertainment, yang mengartikan bahwa kedua media sadar dan mengenali perusahaan YG Entertainment. Sub-indikator yang menonjol pada elemen ini ialah pengenalan akan orang-orang yang terlibat dalam organisasi baik pada media Soompi maupun media Allkpop. Citra YG Entertainment yang digambarkan pada media Soompi dan Allkpop tidak begitu menggambarkan skandal Burning Sun, kedua media menggambarkan YG Entertainment yakni memposisikan perusahaan sebagai pemimpin yang membawa orang-orang dalam organisasi dalam setiap kegiatan perusahaan.
Studi Komparatif: Analisis Isi Pesan Komunikasi Pemasaran Melalui Instagram (Indihome vs First Media) Lita Sanjulya; Titi Nur Vidyarini; Vita Monica
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran umum dan perbandingan isi pesan komunikasi pemasaran pada postingan Instagram perusahaan Internet Service Provider (ISP) di Indonesia yaitu Indihome dan First Media. Instagram merupakan salah satu media sosial yang digunakan oleh perusahaan Internet Service Provider (ISP) sebagai media komunikasi pemasaran. Penggambaran isi pesan dalam penelitian ini dilihat melalui metode analisis isi kuantitatif pada postingan media sosial Instagram. Elemen - elemen komunikasi pemasaran yang muncul pada posting digunakanuntuk melihat konten pesan di Instagram. Elemen tersebut adalah pengirim, pesan, media, dan tanggapan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa postingan terbanyak indihome adalah hari Rabu sedangkan First Media pada hari Jumat. Tema pesan Glitz and Glam adalah tema pesan terbanyak yang diselipkan pada postingan Indihome, sedangkan First Media tema pesan How-To. Pesan dilihat melalui image (foto dan video), caption dan hashtag. Tanggapan positive self enhancement banyak diberikan pada postingan yang diselipkan tema Glitz and Glam dan How To. Dengan banyaknya komentar positive self enhancement yang muncul pada kolom komentar suatu postingan, maka akan membuat electronic word of mouth yang positif juga. Penelitian ini juga menemukan perbedaan karakter pesan melalui gambar yang diberikan kedua perusahaan. Seorang marketing public relations penting membuat positioning saat memberikanpesan komunikasi pemasaran melalui akun Instagram.
Brand Awareness Produk kecantikan Nacific Melalui YouTube Channel Korea Reomit Fanny Irwan; Judy Djoko Wahjono Tjahjo; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Brand Awareness produk kecantikan Nacific melalui YouTube channel Korea Reomit. Nacific adalah produk kecantikan yang mulai muncul di awal tahun 2019 dan mempromosikan produknya melalui YouTube channel Korea Reomit. Korea Reomit adalah YouTuber Korea Selatan yang menggunakan bahasa Jawa Timur dalam kontennya. Brand Awareness adalah kesanggupan seseorang calon pembeli untuk mengingat dan mengenali kembali akan suatu merek. Nacific mengkomunikasikan brandnya melalui media sosial di YouTube channel Korea Reomit. Dengan menggunakan tiga element yang terdiri dari Brand Names, Logo&Symbol, dan Packaging. Penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei. Peneliti membagi kuesioner kepada 100 responden yang telah memenuhi kreteria. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Brand Awareness produk kecantikan Nacific melalui YouTube channel Korea Reomit ada pada tingkat kedua, yaitu Brand Recall.
Sikap Followers Instagram @sushiteijogja Terhadap Isi Akun Instagram Sushi tei Jogjakarta Betari Gita Andini; Jandy Edipson Luik; Otto Bambang Wahyudi
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sushi Tei Jogjakarta merupakan salah cabang restoran Jepang waralaba, Sushi Tei. Public relations dari restoran ini memilih Instagram karena sesuai dengan target market-nya. Dengan adanya Instagram, Sushi Tei berharap followers dapat mengetahui, menyukai, dan memberi tanggapan dalam tiga dimensi yaitu gambar, tulisan, dan video. Penelitan ini dilakukan untuk mengetahui sikap followers Instagram @sushiteijogja terhadap isi akun Instagram Sushi Tei Jogjakarta. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei online. Responden merupakan followers Instagram @sushiteijogja berjumlah 100 orang. Hasil penelitian menunjukkan sikap followers Instagram Sushi Tei Jogjakarta berada di antara skala netral.
Analisis isi Kekerasan dalam film Deadpool 1 & Deadpool 2 Cliff Reinhart Marthin; Ido Prijana Hadi; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): VOL 8, NO 1 FEBRUARY 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa frekuensi bentuk-bentuk kekerasan yang ditayangkan dalam film Deadpool 1 & Deadpool 2. Penelitian ini menggunakan teori kekerasan oleh Weiner, Zahn dan Sagi dengan menggunakan indikator kekerasan fisik dan kekerasan Psikologis. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan analisis isi dan jenis penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah kedua film Deadpool dengan menggunakan metode purposive. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam film Deadpool 1 dan Deadpool 2, jenis kekerasan fisik menjadi indikator yang paling mendominasi dalam kedua film ini, kekerasan fisik muncul sebanyak 61 kali atau 53% selama penayangan film Deadpool 1 dan 83 kali kekerasan fisik atau 72% untuk film Deadpool 2. Subindikator atau bentuk kekerasan yang paling sering muncul adalah membunuh sebanyak 16 kali dan memukul sebanyak 12 dalam film Deadpool 1 dan bentuk kekerasan membunuh muncul sebanyak 22 kali dan memukul sebanyak 16 kali dalam film Deadpool 2.
Efektivitas Pesan Instagram Food Blogger di Generasi Milenial Surabaya Lofina Junita; Ido Prijana Hadi; Vita Monica
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pesan Instagram food blogger di generasi milenial Surabaya. Pesan Instagram food blogger, menjadi sarana beriklan baru bagi pemilik usaha kuliner. Penelitian ini mengukur sejauh mana pesan Instagram food blogger efektif mempengaruhi milenial Surabaya, dengan menggunakan Customer Response Index (CRI). Pengukuran ini didasarkan pada teori S-O-R, komunikasi pemasaran, efektivitas pesan iklan, dan teori pesan iklan yang mencakup elemen-elemen isi pesan. Peneliti melakukan penelitian kuantitatif deskriptif, melalui online survei, yang dibagikan kepada 100 responden. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pesan Instagram food blogger efektif mempengaruhi generasi milenial Surabaya dalam melakukan pembelian.
Framing Perempuan pada Pemberitaan Penunjukan Reisa Kartikasari menjadi Tim Komunikasi Percepatan Penanganan Covid-19 antara Kompas.com dengan Detikcom Jessica Idelia Soekardjo; Chory Angela Wijayanti; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

perempuan yang ditampilkan sebagai aktor utama dalam berita sosial. Padahal kekuatan perempuan saat menduduki peran yaitu berempati dan bertindak tegas sekaligus, terutama dalam mengatasi Covid-19 ini. Melalui peristiwa penunjukkan Reisa menjadi tim komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, peneliti mengetahui cara media menampilkan isu perempuan. Peneliti mengamati 7 berita dari Kompas.com dan 7 berita dari Detikcom. Penelitian ini menggunakan metode framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Hasil temuan penelitian ini, perempuan dalam Kompas.com dibingkai melalui hasil pencapaian karier. Perempuan yang mendapatkan pencapaian juga ditekankan sebagai sosok yang peduli dan bekerja untuk masyarakat. Hal ini sesuai dengan ideologi Kompas.com yang menyajikan berita untuk kepentingan masyarakat sehingga dalam menempatkan perempuan sebagai sosok yang mengabdi untuk masyarakat. Namun perempuan ditampilkan Kompas.com sebagai sosok yang tidak ambisius, hal ini dapat menjatuhkan ideologi Kompas.com yang berkeinginan untuk mengedukasi masyaakat. Sedangkan untuk Detikcom, perempuan dibingkai melalui hal yang dikerjakannya. Perempuan yang bekerja harus didukung oleh penampilan fisik yang menarik, tetap menjalankan peran domestik, termasuk kehidupan pribadi. Hal ini bertujuan untuk menarik minat masyarakat untuk mengunjungi media. Pembingkaian Detikcom dipengaruhi oleh ideologinya yang kapitalis sehingga penonjolan perempuan pada pemberitaan untuk mendapatkan keuntungan bagi media.