cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Konten Klarifikasi Dalam Podcast Deddy Corbuzier Georgie Sentana Hasian Silalahi; Jandy Edipson Luik; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui isi pesan dalam konten klarifikasi pada podcast Deddy Corbuzier Ft Bintang Emon Episode 168 “Dari Gak Sengaja Sampai Narkoba” di Spotify. Karena podcast tersebut, berisi menceritakan sebuah awal mula kejadian saat melakukan opini terkait tersangka kasus penyiraman Novel Baswedan konten DPO (Dewan Perwakilan Omel-Omel) di balut dengan komedi terhadap akun instagram pribadinya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif Deskriptif dan menggunakan metode penelitian Analisis Isi Kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pesan dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian media merupakan sesuatu yang bersifat menyebarkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audience (pendengar). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konten klarifikasi pada podcast Deddy Corbuzier memberikan suatu pandangan dan revolusi mental terhadap menyikapi sebuah peristiwa pemberitaan yang sedang berkembang dan terjadi di Indonesia untuk tetap selalu mengawal mencerdaskan kehidupan bangsa.
Tingkat Pengetahuan Masyarakat Surabaya terhadap Brand Identity TikTok Felicia Budi; Felicia Goenawan; Vita Monica
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 1 (2020): VOL 8, NO 1 FEBRUARY 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meneliti Tingkat pengetahuan masyarakat Surabaya terhadap brand identity TikTok, yang meliputi nama, logo, slogan, dan kisah perusahaan. TikTok telah mengalami pergantian identitas brand setelah pembaruan aplikasi. Peneliti melakukan penelitian kuantitatif deskriptif, dengan cara membagikan kuisioner kepada 100 responden pada masyarakat Surabaya, dengan menggunakan purposive sampling. Kemudian diolah dengan menggunakan tabel frekuensi dan tabulasi silang. Adapun teori yang digunakan adalah tingkat pengetahuan dan brand identity. Hasil akhir penelitian ini secara keseluruhan adalah masyarakat Surabaya memiliki tingkat pengetahuan sedang. Hasil tingkat pengetahuan sedang diperoleh melalui pengetahuan responden yang baik terhadap nama, logo dan kisah perusahaan TikTok, akan tetapi tidak pada indikator slogan TikTok.
Efektivitas Notice Board sebagai Media Internal Hotel Majapahit Surabaya managed by Accorhotels Dina Tinezia; Judy Djoko Wahjono Tjahjo; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas notice board sebagai media internal Hotel Majapahit Surabaya managed by Accorhotels. Di era perkembangan teknologi yang pesat, Hotel Majapahit Surabaya managed by Accorhotels masih menggunakan notice board yang merupakan media tradisional. Media internal memiliki peran penting yaitu menyampaikan informasi dari manajemen ke karyawannya. Teknik analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode survai. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa indikator tertinggi yaitu flexibility dan indikator terendah yaitu credibility dan control. Secara keseluruhan notice board sebagai media internal Hotel Majapahit Surabaya managed by Accorhotels efektif.
Sikap Followers terhadap Content Marketing di Instagram @Secondatebeauty Leoni Leoni; Judy Djoko Wahjono Tjahjo; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Content marketing dinyatakan sebagai seni dalam berkomunikasi dengan publik tanpa menjual apapun secara langsung (konten bermerek merupakan bagian dari cakupan konten pemasaran). Content marketing menggunakan format media seperti teks, video, foto, presentasi, e-book, dan infografis untuk menceritakan merek atau kisah pemasaran. SECONDATE merupakan brand kosmetik baru yang didirikan pada tahun 2020 dan didirikan oleh Gitta Amelia seorang entrepreneur dan Titan Tyra seorang beauty influencer yang berasal dari Indonesia. Brand kosmetik ini menggunakan beberapa media promosi dan salah satunya yaitu Instagram dengan username @Secondatebeauty. Pada penelitianini,peneliti menganalisis contentmarketingprodukMilkyGel Lip Tint di Instagram @Secondatebeauty. Sikap merupakan reaksi atau respon seseorang yang masih tertutup terhadap suatu stimulus atau objek. Sikap terbentuk melalui sebuah proses komunikasi dari komunikator ke komunikan atau penyampaian umpan balik dari komunikan kepada komunikator.Sikaprespondendalampenelitianini dilihatdaritigakomponensikapyaitu kognitif (pengetahuan), afektif (perasaan suka atau tidak suka), dan konatif (kecenderungan seseorang berperilaku). Sedangkan content marketing diteliti menggunakan Indikator content marketing yaitu educates, informs, entertains, dan creates trustworthiness. Penelitian ini menghasilkan sikap responden terhadap content marketing di Instagram @Secondatebeauty pada ketiga tahapan yaitu kognitif, afektif, dan konatif adalah positif.
Analisis Isi Penggambaran Media Online Detik.Com terhadap Citra PT Djarum Pada Saat Krisis Kasus KPAI Jessica Ika Samudra; Titi Nur Vidyarini; Vita Monica
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 1 (2021): VOL 9, NO 1 FEBRUARY 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggambaran citra PTDjarum yang terdapat dalam pemberitaan Detik.com pada saat kasus dengan KPAI. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori citra dengan elemen primary impression, familiarity, perception, preference, dan position yang dibuat oleh Marita Vos. Selain itu ada pula variabel tambahan yakni narasumber berita. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode analisis isi. Peneliti menganalisis citra PT Djarum dalam sampel yakni 58 berita. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa elemen citra PT Djarum paling banyak digambarkan melalui elemen Primary Impression, di mana pengenalan masyarakat terhadap perusahaan. Elemen ini secara dominan ditunjukkan melalui indikator tanggung jawab sosial perusahaan, yaitu tanggung jawab PT Djarum mengenai tanggung jawab perusahaan pada saat krisis. Selain itu, sebagian besar pemberitaan di Detik.com mengambil narasumber dari eksternal perusahaan, khususnya artis, mantan atlet, dan politikus.
Representasi Hedonisme Dalam Film Orang Kaya Baru Antonius Antonius; Daniel Budiana; Megawati Wahjudianata
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena mengenai hedonisme dalam kehidupan secara luas dalam masyarakat seringkali terjadi tanpa disadari. Hedonisme juga secara umum bisa muncul karena keinginan sendiri dan akibat pergaulan bebas / orang lain. Fenomena hedonisme juga berkaitan dengan materialisme, dan konsumerisme. Hal ini juga sering digambarkan dalam dunia perfilman, salah satunya dalam film “ Orang Kaya Baru”. Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan adalah semiotika televisi John Fiske dengan 3 level, yaitu level realitas, level representasi dan level ideologi. Dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini hedonisme dalam film Orang Kaya Baru direpresentasikan sebagai orang yang tidak bisa berpikir panjang, sebagai cara untuk menaikan status sosial, sebagai cara untuk sombong dan kebanggaan tersendiri, juga berbagi kekayaan dan menutupi kekurangan, sebagai gaya hidup. Setiap orang yang melakukan hedonisme cenderung memiliki sikap sombong, membeli barang mahal secara berlebihan, egois dan tidak memperdulikan kepentingan orang lain ( individual).
Representasi Pluralisme dalam Film Ngenest Fennuel Victoryan Christianto; Lady Joanne Tjahyana; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pluralisme adalah upaya untuk membangun kesadaran sosial. Penelitian ini menggambarkan bagaimana representasi pluralisme dalam film Ngenest.Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode yang digunakan adalah semiotika televisi John Fiske dengan 3 level yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Subjek yang dianalisis adalah film Ngenest, sementara objek yang dianalisis adalah representasi pluralisme dalam film tersebut. Hasil pembahasan dari level realitas, level representasi dan level ideologi dalam film Ngenest adalah pluralisme bukan hanya beragam atau majemuk melainkan adanya keterlibatan dengan keragaman tersebut, pluralisme lebih dari sekadar toleransi dengan usaha aktif memahami orang lain, pluralisme bukanlah relativisme melainkan pertautan komitmen dan pluralisme didasarkan pada dialog.
Konstruksi Relasi Publik atas Citra Didi Kempot di Instagram @didikempot_official Bramsetya Handi Laksana; Astri Yogatama; Otto Bambang Wahyudi
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berdasar konsep konstruksi Relasi Publik yang dilakukan oleh Tim Komunikasi Digital Didi Kempot yang dilakukan sepanjang posting akun @didikempot_official pada bulan Juli 2019 – Desember 2019. Konstruksi ini dilakukan untuk membentuk opini publik atau penggemar mengenai citra Didi Kempot. Penelitian ini menggunakan teori framing dari Pan dan Kosicki yang memiliki struktur sintaksis, struktur skrip, struktur tematik dan struktur retoris. Pan dan Kosicki dalam teorinya menjelaskan bagaimana proses membuat suatu pesan menjadi menonjol dan menempatkan informasi lebih dari yang lain sehingga khalayak lebih tertuju pada pesan tersebut. Hasilnya Didi Kempot digambarkan sebagai selebriti atau musisi yang memiliki sifat spiritualis, memiliki kredibilitas dan kompetensi sebagai seorang artis. Didi Kempot pun digambarkan sebagai sosok dicintai berbagai generasi dan golongan, dan bangga dengan identitas Budaya Jawa-nya. Citra ini merupakan wish image sebagai citra yang diharapkan subyek pelaku pencitraan, yang berbeda dengan atribusi pada current image Didi Kempot di antara para fans, dimana ia disebut sebagai The Godfather of Broken Heart.
Analisis Isi Aktivitas Sharenting Yang Dilakukan Oleh Single Mothers di Instagram Putu Inten Kurniari; Desi Yoanita; Lady Joanne Tjahyana
Jurnal e-Komunikasi Vol 9, No 2 (2021): VOL 9, NO 2 SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat gambaran umum mengenai aktivitas sharenting yang dilakukan oleh para single mothers di instagram. Instagram merupakan salah satu media sosial yang mengutamakan tampilan visual baik foto atau video. Pada penelitian ini melihat gambaran aktivitas sharenting yang diunggah di instagram @gisel_la dan @ayutingting92. Kedua public figure yang merupakan single mother tersebut sering mengunggah aktivitas sharentingnya di instagram pribadi mereka. Teori yang digunakan adalah Sharenting, Single Parent, Media Sosial, Instagram, dan Analisis Isi. Batas penelitian ini adalah konten instagram kedua akun public figure pada masa Work From Home di bulan Maret hingga Mei 2020. Hasil penelitian ini adalah para single mother Gisella dan Ayu lebih banyak menonjolkan sisi keindahan atau polish dan menunjukkan kebersamaan antara ibu dan anak yaitu intimate daripada melibatkan anaknya dalam aktivitas promotional.
Evaluasi Aktivitas Media Relations di Trans Studio Mall Bandung Felicia Angelica Maria; Titi Nur Vidyarini; Otto Bambang Wahyudi
Jurnal e-Komunikasi Vol 8, No 2 (2020): VOL 8, NO 2 AUGUST 2020
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trans Studio Mall Bandung merupakan salah satu perusahaan yang rutin melakukan aktivitas media relations. Adapun berbagai aktivitas media relations yang dilakukan diantaranya media visit, special events, media gathering, dan press release. Penelitian ini meneliti mengenai evaluasi aktivitas media relations yang dilakukan oleh Trans Studio Mall Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, menggunakan metode studi kasus. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana aktivitas media relations di Trans Studio Mall Bandung? Berdasarkan data yang sudah dianalisis dan diinterpretasi ditemukan bahwa aktivitas media relations dianggap sebagai salah satu bentuk promosi untuk meningkatkan revenue dan awareness masyarakat. Aktivitas media relations yang rutin dilakukan adalah media visit, special events, media gathering, dan press release namun dari aktivitas tersebut tidak pernah didukung dengan adanya evaluasi komunikasi yang terstruktur, sehingga proses evaluasi hanya menggunakan asumsi dan memori public relations. Melalui asumsi ini akhirnya menimbulkan bahwa seluruh kegiatan yang sudah dijalankan selama ini terlaksana dengan baik. Hingga saat ini public relations Trans Studio Mall Bandung tidak memiliki sebuah bentuk evaluasi yang terstruktur. Evaluasi penting karena asumsi tidak dapat dijadikan sebuah tolok ukur dalam menilai suatu kebenaran atau fakta yang terjadi di lapangan.