cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal e-Komunikasi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal e-Komunikasi adalah jurnal versi online yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka mempublikasikan karya skripsinya. Ruang lingkup topik kajian adalah komunikasi massa, komunikasi korporat, human communication, dan komunikasi new media
Arjuna Subject : -
Articles 1,336 Documents
Sikap Konsumen Mengenai Brand Baru Kristal Hotel Kupang Ivena Janice Fulbertus; Jandy Edipson Luik; Agusly Irawan Aritonang
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kristal Hotel Kupang merupakan sebuah brand baru hasil rebranding dari brand sebelumnya yaitu Hotel Swiss-Belinn Kristal Kupang. Penelitian ini dilakukan peneliti dengan tujuan untuk mengetahui sikap konsumen mengenai brand baru Kristal Hotel Kupang. Sebagai hotel berbintang tiga yang sebelumnya bekerja sama dengan Swiss-Bel Hotel International telah berakhir masa kontrak sehingga terjadi rebranding dan terciptanya brand baru. Elemen-elemen brand yang berubah yaitu Brand Name, URL, Logo , Slogan dan Packaging dimana akan menjadi sarana untuk mengkomunikasikannya kepada konsumen. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yaitu mendeskripsikan sikap konsumen Kristal Hotel Kupang mengenai brand baru, dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei instrumen yang digunakan berupa kuesioner online dan offline. Selain itu penelitian ini akan menggunakan variabel sikap dengan indikator adalah kognitif, afektif, dan konatif dan dimensi adalah elemen-elemen brand yang mengalami perubahan. Peneliti melakukan analisis dengan sampel sebanyak 100 responden yaitu konsumen Kristal Hotel Kupang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen brand yang menghasilkan sikap positif dalam tiga komponen sikap adalah nama brand. Karena nama brand adalah yang paling berhubungan langsung dengan produk dalam ingatan konsumen. Sedangkan elemen brand lainnya yaitu logo brand, slogan, URL, dan packaging hanya dalam salah satu komponen atau pada dua komponen sikap saja yang menghasilkan sikap positif.
Representasi Kekerasan Seksual Dalam Film Penyalin Cahaya Naviri Siswanto; Jandy Edipson Luik; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kekerasan seksual direpresentasikan melalui film Penyalin Cahaya. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode semiotika kode-kode televisi John Fiske yang dilihat melalui kode level realitas, level representasi, dan level ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Penyalin Cahaya memperlihatkan bagaimana kekerasan seksual yang tanpa kita sadari terjadi dan dilakukan oleh orang terdekat kita. Kekerasan seksual dapat terjadi di manapun dan kapanpun. Dalam penelitian ini, representasi yang muncul yaitu adanya kekuasaan pelaku kekerasan seksual yang lebih tinggi dan perjuangan kelas sosial yang lebih lemah untuk menyuarakan kebenaran kekerasan seksual. Ideologi yang digambarkan dalam penelitian ini adalah ideologi kelas.
Personal Branding Fashion Desainer Melalui Media Sosial Instagram Brand Artfy Label (Analisis Semiotika Dalam Akun Instagram @alifyayunita) Bernadheta Yoshy Gaviota; Gatut Priyowidodo; Felicia Goenawan
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui personal branding fashion desainer melalui media sosial Instagram brand Artfy Label (analisis semiotika dalam akun Instagram @alifyayunita). Alifya Yunita merupakan salah satu fashion desainer yang dikenal oleh kalangan anak muda. Dalam persaingan dalam dunia bisnis fashion, Alifya perlu menunjukkan keunikan dirinya agar terlihat menonjol dibandingkan dengan kompetitor yang lain. Proses membentuk persepsi masayarakat terhadap diri Alifya Yunita ini disebut dengan personal branding yang dikaji dalam marketing public relations. Dalam proses mengkomunikasikan dirinya tersebut, Alifya menggunakan media Instagram yang merupakan satu-satunya media sosial yang ia gunakan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fashion dapat mencerminkan sifat seseorang, perpaduan pakaian yang baik akan memberikan kesan yang berbeda pada setiap outfit, serta penampilan yang ditampilkan dapat menimbulkan persepsi masyarakat terhadap dirinya. Alifya selalu menampilkan fashion yang berbeda di setiap postingan Instagramnya, mulai dari warna, model pakaian, hingga motif yang digunakan. Dalam penampilannya tersebut ia berusaha menampilkan fashion yang edgy, dimana fashion ini menggabungkan pakaian dan aksesoris dengan model yang tidak biasa sehingga menampilkan gaya fashion yang unik serta gaya pakaiannya menunjukkan sisi feminin yang menarik. Sehingga dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa personal branding dari Alifya adalah edgy, unik, dan feminin.
Citra Taylor Swift pada Tahun 2016-2021 Magdeline Priscilia Purwanto; Astri Yogatama; Inri Inggrit Indrayani
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui citra yang dimiliki Taylor Swift sebagai musisi dan publik figur pada tahun 2016 – 2021. Sebagai sosok yang hidup di hadapan publik, dengan kelangsungan karir Swift. Peneliti menggunakan metode historiografi untuk mengetahui citra berkaitan erat bagaimana citra Taylor Swift pada tahun 2016-2021 dalam dua media massa pilihan yang memotret citra Taylor Swift sebagai musisi dan publik figur: Billboard.com dari sisi musik dan Buzzfeed.com dari sisi personal. Data dalam penelitian ini adalah berbagai pemberitaan Taylor Swift pada 2016-2021 pada Billboard.com dan Buzzfeed.com. Hasil analisis data menujukkan citra terbentuk dari faktor eksternal dan internal, lagu sebagai medium pembawa pesan dalam strategi komunikasi, komunikator yang efektif memahami publiknya, komunikasi verbal dan non-verbal memegang peranan penting, serta citra personal yang negatif tidak selalu berujung pada citra profesional yang negatif pula. Relasi antara Swift dan publiknya mengalami dinamika yang tidak lepas dari peran Entertainment Public Relations (PR) dan pemberitaan media. Dalam proses berkembangnya citra, peneliti menemukan elemen pembentuk citra, jenis citra, dan restorasi citra yang saling mempengaruhi dalam citra itu sendiri.
Konstruksi Identitas Penggemar Boys’ Love Thailand (Studi Netnografi Fujoshi dan Fudanshi Pada Facebook) Grace Gerungan; Gatut Priyowidodo; Fanny Lesmana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiburan beraliran boys’ love asal Thailand, kini semakin banyak digemari oleh beberapa kalangan. Tujuan dari penelitian ini ialah ingin mengetahui bagaimana penggemar serial boys’ love Thailand mengkonstruksi identitas mereka sebagai penggemar BL Thailand pada Facebook. Peneliti menggunakan metode netnografi, serta analisis menggunakan QSR NVivo 12. Hasil dari penelitian ini dikaji menggunakan Communication Theory of Identity oleh Michael L. Hecht dengan 4 lapisan, yaitu personal, enactment, relational dan communal. Dari lapisan tersebut, terdapat 2 dimensi yang saling berinteraksi yaitu subjective dan ascribed dimension. Pada dimensi subjective, para identitas fujoshi dan fudanshi terkonstruksi ketika mereka sudah mulai menikmati hiburan ini dan melibatkan perasaan terhadap identitas tersebut. Kemudian, mereka akan terkonstruksi sebagai seseorang yang eksklusif. Sedangkan pada dimensi ascribed, mereka yang terikat dalam sebuah komunitas akan memiliki perilaku yang serupa dalam menanggapi orang-orang yang menerima kehadiran mereka dan menolak kehadiran mereka.
Representasi Kritik Sosial dalam Video “DPR – Musikal” di Channel YouTube SkinnyIndonesian24 Frado Theo; Ido Prijana Hadi; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kritik sosial merupakan salah satu cara masyarakat untuk dapat mengungkapkan isi hati mereka terhadap pemerintah. Kritik sosial bisa disampaikan lewat media apapun, salah satunya media sosial. Media sosial yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah YouTube. Dengan YouTube, masyarakat dapat mengekspresikan kritik dengan tetap memperhatikan Undang-Undang yang ada. Salah satu video kritik sosial yang ada di YouTube adalah video DPR – Musikal pada channel SkinnyIndonesian24. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penggambaran kritik sosial dalam video “DPR – Musikal”. Video ini mengungkapkan ada beberapa faktor mengapa lembaga DPR tidak dapat berkembang secara bebas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Metode yang penulis gunakan adalah semiotika milik John Fiske dengan 3 level yakni level realitas, level representasi dan level ideologi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kritik sosial mengenai politisi muda mendapat perhatian khusus, anggota DPR identik dengan “proyek”, “bisnis” dan uang, anggota DPR berpikir secara realistis, serta anggota DPR terdiri dari dua kubu yang berbeda.
Pengaruh NCT DREAM Sebagai Celebrity Endorser Lemonilo Pada Brand Awareness Generasi Muda Pengguna TikTok di Indonesia Jane Elisabeth Sutanto; Lady Joanne Tjahyana; Chory Angela Wijayanti
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Online advertisement adalah strategi pemasaran terbaru dapat menghemat biaya dan memudahkan brand untuk mengontrol iklan tersebut serta memiliki efektivitas yang lebih tinggi daripada traditional advertisement. Online advertisement dapat dilakukan melalui media sosial. Iklan dalam media sosial dapat membantu peningkatan brand awareness. Dalam iklan juga dapat digunakan celebrity endorser. Celebrity endorser merupakan orang yang dikenal oleh khlayak umum atau paling tidak sasaran audiens dari brand yang bersangkutan. Penelitian ini dilakukan untuk mencari pengaruh penggunaan NCT DREAM sebagai celebrity endorser terhadap brand awareness Lemonilo pada generasi muda pengguna TikTok di Indonesia. Untuk mengukur celebrity endorser, digunakan indikator PATER (popularity, attractiveness, trustworthiness, expertise dan relevance). Sedangkan untuk mengukur brand awareness digunakan indikator brand recall, brand recognition, brand purchase, dan brand consumption. Jenis penelitian ini adalah eksplanatif kuantitatif dan menggunakan online survey melalui Google Form, yang dibagikan kepada 100 responden. Berdasarkan hasil uji regresi yang dilakukan, brand awareness terhadap Lemonilo sebesar 24.477 dan dapat dipengaruhi oleh variabel celebrity endorser NCT DREAM sebesar 0.366. Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan NCT DREAM sebagai celebrity endroser cukup berpengaruh terhadap brand awareness Lemonilo.
Resepsi Perempuan terhadap Konsep Kecantikan pada Kampanye Somethinc #YourOnlyLimit di Instagram Angelique Diamannov Widodo; Astri Yogatama; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat penerimaan informan terpilih terkait dengan pesan kampanye yang disampaikan oleh Somethinc melalui kampanye #YourOnlyLimit yang dilakukan pada media sosial Instagram. Kampanye tersebut dilakukan untuk mengubah suatu konsep kecantikan yang ada di masyarakat, sehingga kampanye yang dilakukan ini memiliki jenis kampanye ideological or caused campaigns. Kecantikan dipandang oleh masyarakat sebagai sesuatu yang penting, yang diukur melalui suatu standar yang berlaku di masyarakat. Karena standar yang berlaku di masyarakat. Oleh karena standar yang berlaku tersebut, terdapat banyak orang yang menjadi tidak percaya diri. Bahkan dengan adanya hal tersebut banyak orang di masyarakat melakukan hal ekstrem seperti bunuh diri, hanya karena ia dinilai tidak sesuai dengan standar oleh orang – orang disekitarnya. Sehingga ia terganggu secara mental dan lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya. Maka, brand kecantikan Somethinc ingin mendobrak pandangan tersebut dengan membuat kampanye #YourOnlyLimit yang ingin menyampaikan sebuah konsep kecantikan yaitu, “be unstoppable because you’re #YourOnlyLimit”. Somethinc berharap melalui kampanye dan peluncuran produk tersebut masyarakat dapat terlepas dari standar kecantikan yang berlaku dengan menyampaikan tiga pesan besar yaitu unstoppable, unbreakable, unconditional. Penelitian ini menggunakan metode analisis resepsi dengan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan menerima pesan kampanye Somethinc dengan memaknai pesan tersebut secara dominant dan negotiated. Pada penelitian ini menemukan bahwa hasil penerimaan oleh informan tersebut dipengaruhi oleh banyak hal seperti field of experience dan menghasilkan struktur sikap (kognitif, afektif, konatif). Oleh karena itu penerimaan pada kampanye ini adalah dominant dan negotiated. Dimana mereka menerima pesan kampanye yang disampaikan, namun mereka juga berkompromi terhadap pesan tersebut.
Motif Pekerja Profesional Sebagai Pengguna Aplikasi FOMO Zerrin Zerona Indradewi; Gatut Priyowidodo; Astri Yogatama
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FOMO merupakan sebuah aplikasi forum anonim yang berbeda dengan konsep media sosial pada umumnya. Aplikasi ini ditujukan bagi para profesional yang bekerja di Indonesia dan ingin berdiskusi secara jujur dengan profesional lainnya. Penelitian ini menggunakan tujuh indikator motif uses and gratifications untuk media sosial yaitu; social interaction, information seeking, pass time, entertainment, relaxation, communicatory utility, dan convenience utility. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai alasan mengapa pekerja profesional menggunakan aplikasi tersebut. Metode yang digunakan adalah kuesioner daring (online survey) yang diisi oleh 100 orang responden secara anonim. Temuan penelitian ini menemukan bahwa motif tertinggi pekerja profesional menggunakan aplikasi FOMO adalah “information seeking”. Sedangkan motif terendah adalah “relaxation”.
Konten Brand Attribute dalam Instagram RANS PIK Basketball Grazindy Clarisa Armand; Jandy Edipson Luik; Daniel Budiana
Jurnal e-Komunikasi Vol 10, No 2 (2022): VOL 10, NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Jurnal e-Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan brand attribute yang dilakukan oleh klub basket RANS PIK Basketball. Instagram adalah salah satu media sosial untuk dapat melakukan komunikasi pemasaran. Penelitian ini menggunakan analisis isi kuantitatif. Unggahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah unggahan yang dibagikan oleh akun Instagram RANS PIK Basketball pada tanggal 15 September 2021 hingga 30 Maret 2022. Hasilnya ditemukan, RANS PIK Basketball sering mengunggah pada hari Rabu 17,2% dan pada bulan Maret 26.4%, yang paling sedikit unggahan dilakukan pada hari Sabtu dan bulan September. Konten brand attribute yang paling sering muncul adalah pada indikator product-related dengan perolehan jumlah unggahan 181. Sedangkan, yang paling sedikit unggahan dilakukan pada atribut product-related adalah pada head coach dengan frekuensi 21 unggahan. Selain itu, attribute non product-related yang paling banyak diunggah adalah brand mark dengan 77 unggahan. Sedangkan, unggahan yang sedikit dilakukan adalah pada atribut fans 3 unggahan. Hasil dari penelitian ini adalah RANS PIK Basketball sebagai tim yang baru, banyak mengunggah konten dengan brand attribute product-relation dan menonjolkan para pemainnya (star player). Selain itu, untuk menguatkan identitas RANS PIK Basketball juga menonjolkan pada brand mark yang dimiliki dalam indikator non product-related. Konten brand attribute yang dilakukan oleh RANS PIK Basketball berkaitan dengan sport communication as sport in industry.