cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN STMIK AMIKOM YOGYAKARTA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 1,592 Documents
ETIKA BISNIS : JUAL BELI YANG HALAL Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.916 KB)

Abstract

Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Dalam surat Al Baqarah ayat 275 : Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan), dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.       Rasulullah s.a.w. menganjurkan jual beli yang halal dan sedapat mungkin menghindari yang syubhat, apalagi yang haram. Pernah suatu ketika Rasulullah s.a.w. di tanya : ?Ya Rasulallah, pekerjaan apakah yang terbaik?? Beliau menjawab :?Pekerjaan yang terbaik ialah usahanya seseorang dengan tangannya sendiri dan semua jual-beli yang dianggap baik (Ahmad dan Baihaqi). Dari Nu?man bin Basyir r.a, katanya Nabi saw. bersabda : ?Yang halal sudah nyata, yang haram sudah nyata dan antara keduanya beberapa perkara yang diragukan. Barangsiapa meninggalkan apa yang diragukan tentang dosanya, biasanya orang itu meninggalkan pula apa yang sudah nyata berdosa. Dan siapa yang berani melakukan apa yang masih diragukan tentang dosanya, dikhawatirkan ia jatuh pada perkara yang nyata dosanya. Segala macam ma?siat  adalah larangan Allah. Barangsiapa bermain-main sekitar larangan Allah, dikhawatirkan ia akan jatuh ke dalamnya? (Bukhari dan Muslim).
MASA DEPAN PERGURUAN SWASTA DI INDONESIA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.145 KB)

Abstract

       Perjalanan perguruan swasta di Indonesia telah melewati dua jaman sekaligus;  masing-masing adalah jaman prakemerdekaan dan jaman kemerdekaan.  Ketika berada di dalam jaman prakemerdekaan pengelola perguruan swasta  harus berhadapan  dengan pemerintah kolonial  yang orientasinya sangat jelas ingin menghancurkan eksistensi; sementara itu ketika berada dalam jaman kemerdekaan para pengelola perguruan swasta  harus berhadapan  dengan pemerintah republik yang orientasinya terkadang tidak jelas antara memajukan dengan memarginalisasi eksistensi dan peran.          Pada saat melewati jaman prakemerdekaan, perguruan swasta pernah mengalami masa keemasannya. Di jaman ini setiap perguruan swasta mempunyai kemerdekaan penuh  untuk mengembangkan diri sesuai dengan  visi dan misi yang diembannya tanpa harus diatur-atur dan ditelikung  oleh berbagai peraturan  yang dikenakan oleh pemerintah; dalam hal ini adalah pemerintah kolonial. Memang pera-turan pemerintah seringkali mematikan kreativitas perguruan swasta akan tetapi perguruan swasta dengan gagah berani melawannya.          Efektivitas pendidikan perguruan swasta sungguh tidak bisa diragukan oleh siapa pun;  bahkan pemerintah kolonial benar-benar gentar akan kekuatan dahsyat perguruan swasta  yang terbuktikan dengan lahirnya para pemikir pejuang dan pejuang pemikir bangsa. Peristiwa Onderwijs Ordonnantie (OO) Tahun 1932 merupakan bukti sejarah atas sikap pemerintah kolonial  yang mencerminkan ketakut-an luar biasa  terhadap  sepak terjang perguruan swasta  di dalam kancah pendidikan dan perpolitikan di tanah air. Perguruan swasta telah memainkan fungsi pendidikan secara memadai yang berdampak secara konstruktif terhadap perkembangan politik nasional.
UNIVERSITAS TERBUKA BERHASIL DAN GAGAL Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.023 KB)

Abstract

       Empat tahun yang lalu Presiden Soeharto meresmikan berdirinya Universitas Terbuka (UT)  di negara kita. Peristiwa ini tepatnya terjadi pada tanggal 4 Setember 1984. Dengan demikian kemarin usia UT sudah genap empat tahun, apabila dihitung sejak diresmikannya perguruan tinggi "modern" tersebut.       Usia UT yang baru empat tahun tentunya masih tergolong sangat muda;  dan bila terjadi pada manusia masih termasuk dalam kelompok "balita", bayi mungil yang masih harus senantiasa diperhatikan dan dibimbing oleh orang tuanya.       Apabila kita mau menengok sejarah berdirinya UT, sesungguhnya perintisan untuk mewujudkan cita-cita itu sudah dilaksanakan sejak jauh hari sebelumnya. Setidak-tidaknya sejak pada akhir tahun 60-an ketika pemerintah kita atas bantua UNESCO melaksanakan penelitian tentang kemungkinan diterapkannya sistem "pendidikan terbuka" di negara kita.       Pada saat itu LHS Emerson dipercayai untuk memimpin proyek penelitian tersebut; dan pada saat laporannya yang berjudul "Education in Indonesia;  Diagnosis of The Present Situation with Identification of Priorities Development" dipublikasikan maka banyak pengamat yang lega karena materi laporan tersebut mengisyaratkan terbukanya kemungkinan diaplikasikannya sistem "pendidikan terbuka" untuk meratakan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
BISNIS KAUM HADRAMAUT Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadramaut, atau Hedramaut, ("Hadhrmawt") atau Havermavt (Bahasa Ibrani) adalah sebuah lembah di negeri Yaman di Arab Selatan. Lembah ini cukup subur untuk ukuran negeri Yaman yang umumnya padang pasir tandus. Sebelah utara Hadramaut terhampar Padang Pasir Rub al Khali dengan bukit pasirnya yang indah. Dalam Taurat (Genesis:10-26-28) ia disebut sebagai "Hazarmaveth". Hadramaut merupakan negeri asal dan tempat tinggal Nabi Hud dan Saleh. Awal mula nama ini masih menjadi perdebatan. Sebagian kelompok mengambil kisah orang-orang Yunani yang menemukan air di lembah tandus Arabia dan kemudian menamakannya dengan Hydreumata atau sumber air. Kerajaan Hadramaut, yang beribukota Syabwah (pada masa lalu disebut Sabota), berdiri dari abad kedelapan sebelum Masehi hingga akhir abad pertama Masehi. Kerajaan-kerajaan itu selama beberapa waktu berada di bawah kekuasaan kerajaan Saba dan Minea. Para sejarawan Arab sedikit pun tidak mengetahui bengsa-bangsa itu yang tulisan-tulisannya tersebar dari Arab utara hingga Etiopia, yang mengatur perdagangan rempah-rempah dan mendirikan bangunan-bangunan publik yang menakjubkan.   Pasar yang terdapat di Hadramaut adalah Shihr dan Rabiyah. Pekan dagang di Shihr diadakan pada 1 sampai 15 Sya?ban. Shihr merupakan kota yang terletak di Hadramaut. Kota ini mengekspor barang seperti, kemenyan, amber, kurma, ikan, al-kamun, tawas, barang tenunan dan perak. Kemenyan pada masa sebelum Islam nilainya lebih besar dari emas. Amber merupakan bahan untuk membuat wewangian (parfum), biasanya dicampur dengan kesturi. Kemenyan dan parfum inilah yang membuat Shihr menjadi terkenal. Sedangkan Shihr mengimpor barang dari Arab Utara (Samaria), Afrika Timur, India, Lembah Indus dan timur Jauh yang membuktikan bahwa Shihr mempunyai peran yang sangat penting dalam jaringan laut dari Lautan Hindia. Sedangkan pekan dagang di Rabiyah dilaksanakan pada 15 sampai 30 Dzulqa?dah. Orang Hadramaut disebut Hadramis. Orang Hadramaut hidup dalam kota yang penuh bangunan yang terpusat pada lingkungan pengairan tradisional sepanjang sungai. Sementara sebagian yang lain mengambil kisah orang-orang Arab kuna, dari zaman sebelum orang-orang Yunani mencapai lembah Arabia. Alkisah, dahulu kala Lembah Arabia merupakan tempat orang-orang barbar yang suka berperang dan saling membunuh. Kisah kejantanan dan keperkasaan mereka dalam perang selalu mereka banggakan dan mereka luapkan dalam bentuk puisi, sya'ir dan juga memberi pujian kepada pahlawan-pahlawan dari suku-suku dan kabilah mereka masing-masing. Pada waktu itu di bagian selatan lembah Arabia (Hadramaut) tinggal seseorang yang paling ditakuti oleh semua keluarga, bani, suku dan kabilah di seluruh arab. Orang tersebut bernama Amir Bin Qahtan, dia ditakuti karena keberaniannya, kejeliannya dan keperkasaannya. Setiap kali Amir Bin Qahtan berpartisipasi dalam sebuah perang maka tempat tersebut akan berubah menjadi lembah kematian. Karena itulah suku-suku Arab pada waktu itu menamai tempat Amir Bin Qahtan tinggal sebagai hadhramout yang berarti Hadhra=hadir mout=kematian yaitu di mana Amir Bin Qahtan berada, di situ pula kematian hadir bersamanya. Pada masa setelah Muhammad s.a.w., kebanyakan dari mereka memeluk Islam dan menjadi pedagang dan petualang yang menghubungkan antara bagian timur benua Afrika (Sudan, Somalia, Eritrea) dengan bagian selatan benua Asia (India, Indonesia); dengan demikian menjadi pelaku Jalur Sutera laut. Kebanyakan dari mereka berdagang dengan mengikuti arah angin barat dan timur. Hal inilah yang memaksa mereka menunggu selama beberapa bulan sebelum mereka kembali ke kampung halaman mereka. Selama masa penungguan inilah interaksi antara mereka dengan penduduk asli terjadi. Sebagian di antara para pedagang itu berdakwah dan juga menikahi gadis-gadis pribumi dan kebanyakan dari mereka menetap di sana. Sebagian besar kaum keturunan Arab di Indonesia umumnya berasal dari wilayah ini. Ini dapat ditelusuri dari nama-nama marga mereka, seperti Alaydrous, Badjubier, Bawazier, Al Attas, Al Kathiri, Bin zagr, Sungkar, Al Habsyi, dan lain sebagainya.
APAKAH PENDIDIKAN KITA AKAN LEBIH BAIK? Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.551 KB)

Abstract

       Pelaksanaan desentralisasi pendidikan  yang mulai digulirkan sejak dua setengah tahun yang lalu itu  sampai sekarang ini masih menimbulkan tanda tanya besar,  sebuah "question mark", apakah pendidikan kita kelak akan lebih baik?  Apakah  kinerja pendidikan nasional kita  di masa mendatang akan lebih meningkat?  Lebih baik dan lebih meningkat dari mana? Tentunya lebih baik dan meningkat dari sebelum desentralisasi pendidikan itu sendiri.          Mengapa desentralisasi pendidikan harus kita ragukan,  atau bahkan kita takutkan? Jawabannya sangat banyak.  Pertama, sistem desentralisasi pendidikan merupakan barang baru dalam dunia pen-didikan nasional, yang tentu saja di Indonesia sendiri belum pernah teruji kehebatannya. Para praktisi pendidikan seperti guru, kepala sekolah, pengurus yayasan, dan pengambil keputusan baik di ting-kat pusat maupun daerah belum familiar terhadap sistem yang baru ini. Bahkan sampai hari ini pun masih banyak di antara mereka itu yang belum paham tentang sistem baru ini.          Kedua,  banyaknya daerah di Indonesia  yang tidak memiliki sumber daya alam, keuangan dan juga manusia yang memadai untuk menjalankan sistem desentralisasi.  Kalau kewenangan dan sekaligus kewajiban menjalankan roda pendidikan berada di daerah, sementara daerah tidak mempunyai sumber yang memadai, sudah barang tentu jalannya roda pendidikan  akan banyak sekali  mengalami gangguan yang sulit ditanggulangi oleh daerah itu sendiri. Ketiga,banyaknya para pemimpin daerah yang tidak memiliki kepedulian yang memadai terhadap pendidikan itu sendiri.         Kekurangpahaman terhadap sistem, keterbatasan sumber daya alam, keuangan dan manusia,  serta ketidakpedulian para pemimpin terhadap pendidikan  merupakan kombinasi  yang sempurna untuk mengendalai pencapaian kinerja pendidikan yang baik.  Dengan de-mikian menjadi dapat diterima dengan akal sehat  kalau sampai pada hari ini pun masih banyak anggota masyarakat kita yang meragukan efektivitas sistem desentralisasi pendidikan.
EBTANAS SD "GAMPANG" Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.067 KB)

Abstract

       Apabila secara nasional Ebtanas SLTP diikuti oleh sekitar dua juta siswa maka Ebtanas SD tahun ini secara nasional diikuti oleh sekitar 4,5 juta siswa,sekitar 90% di antaranya adalah siswa SD Negeri dan selebihnya siswa SD Swasta. Memang, kecenderungannya pada setiap propinsi jumlah siswa sekolah negeri lebih dominan dibandingkan jumlah siswa sekolah swasta.          Peserta Ebtanas SD dari sekolah-sekolah di Pulau Jawa saja mencapai 2,4 juta siswa, atau sekitar 53% dari keseluruhan peserta Ebtanas SD secara nasional.  Peserta Ebtanas SD di DKI Jakarta sekitar 170 ribu siswa berasal dari sekitar 3.500 sekolah (170.000/3.500); sementara i-tu peserta Ebtanas SD dari  Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur berturut-turut adalah 830.000/24.800, 690.000/22.000, dan 640.000/22.500. Ketiga propinsi di Jawa ini memang masuk dalam kelompok "the best three" dalam soal jumlah peserta Ebtanas SD. Adapun beberapa propinsi lain yang jumlah peserta Ebtanas SD-nya relatif tinggi adalah Propinsi Sumatera Utara (315.000/9.300), Sumatera Selatan (180.000/5.500), Sulawesi Selatan (175.000/7.200),  serta Lampung (165.000/4.300).          Peserta Ebtanas SD di Propinsi Bali secara keselu ruhan jumlahnya "hanya" sekitar 121 ribu siswa saja yang ber-asal dari 2.700 sekolah. Propinsi-propinsi lain yang jumlah peserta Ebtanas SD-nya hampir sama dengan Bali di antaranya adalah  Kalimantan Selatan (121.000/2.900) dan Sulawesi Utara (120.000/2.900).
POTENSI INOVATIF MAHASISWA Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.814 KB)

Abstract

       Baru-baru ini di Yogyakarta dilangsungkan upacara penyerahan tanda penghargaan bagi pemenang lomba inovasi teknologi yang dibuka untuk kaum intelektual muda, dalam hal ini mahasiswa PTN dan PTS. Penyerahan tanda penghar-gaan ini dilakukan langsung oleh gubernur setempat yang disaksikan oleh para tamu undangan;  baik dari kalangan wakil rakyat, kantor wilayah, pimpinan perguruan tinggi, dosen, mahasiswa dan pelajar.          Lomba inovasi teknologi tersebut dimaksudkan un-tuk merangsang intelektual muda kita  agar mengembangkan daya nalarnya  guna membuat inovasi di bidang teknologi;  baik teknologi yang terapan (appropriate technology) mau pun teknologi yang masih harus dikembangkan lebih lanjut (developed technology). Sedangkan dihadirkannya para un-dangan yang cukup "representatif" dalam penyerahan tanda penghargaan serta diserahkannya langsung  tanda penghar-gaan tersebut oleh gubernur dimaksudkan agar supaya para inovator mendapatkan bimbingan dan bombongan untuk terus berkarya. Metode ini juga menunjukkan adanya perhatian yang cukup memadai dari pemerintah terhadap pengembangan teknologi, meski sifatnya masih teknologi "embrional".          Memang demikianlah yang seharusnya. Meskipun, ba-rangkali dari segi kualitas masih sangat banyak kekurang an dalam mengimplementasi ide-ide kreatif-inovatif para mahasiswa kita; akan tetapi sebenarnya hal ini menunjuk-kan adanya potensi inovatif yang perlu dikembangkan. Un-tuk mengantisipasi datangnya era industrialisasi negara kita maka seluruh potensi inovatif dari para intelektual muda kita mau tidak mau harus dikembangkan.
DESENTRALISASI PENDIDIKAN BELUM SAATNYA DILAKUKAN Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1995: HARIAN SURABAYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.882 KB)

Abstract

       Salah satu anggota DPR kita, Sri Bintang Pamungkas, baru-baru ini mereaktualisasi isu sentralisasi dan desentralisasi pendidikan di negara kita. Menurutnya,  sudah saatnya pelaksanaan pendidikan di Indonesia dilakukan secara desentralisasi karena negara kita terlalu luas dan terlalu beragam sehingga tidak mungkin dapat ditangani lagi dengan efektif secara sentralistis oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) di Jakarta.          Lebih lanjut Sri Bintang menyatakan bahwa model sentralisme itu berat dan sulit membantu pengembangan kemampuan sumber daya manusia serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang justru sangat strategis untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa. Sentralisme itu mengandung bahaya;  yaitu ketika satu kebijakan pusat keliru maka seluruh negeri akan menanggung kekeliruan tersebut. Di samping itu sistem sentralisasi acapkali menimbulkan ketidak-adilan dalam prakteknya;  misalnya ketika anak-anak atau siswa dari Maluku dan Irian Jaya yang harus bersaing dengan anak-anak atau siswa dari Jawa dalam kompetisi UMPTN.          Itulah gagasan kreatif yang sedang dipikirkan oleh Sri Bintang; dan dengan banyaknya kelemahan-kelemahan pada sistem sentralisasi tersebut pada akhirnya beliau berpendapat agar kita segera mengakhiri era sentralisasi dan mulai menapak pada era desentralisasi.
TENTANG SINDROMA INDEKS PRESTASI Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1990: HARIAN YOGYA POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.718 KB)

Abstract

       Pada akhir-akhir ini kita mendapatkan suatu topik pembica-raan baru yang cukup menarik, yang telah berhasil mengundang minat kalangan akademikus dan aplikator, serta yang telah mendatangkan pendapat pro dan kontra dalam dimensi aplikasinya; yaitu masalah Indeks Prestasi (IP).       Persoalan utama yang terdapat pada permasalahan IP adalah tentang pemakaiannya dalam berbagai kepentingan, baik kepentingan yang bersifat akademik maupun yang bersifat nonakademik. Di satu pihak ada yang sangat menganjurkan pemakaian IP tersebut sebagai tolok ukur kemampuan  seseorang mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi,  tetapi di pihak yang lain dengan tegas menolaknya.       Sebagai contoh;  untuk menerima kandidat peserta mahasiswa pasca sarjana (S2/S3) digunakan IP sebagai semacam alat saring pertama. Bagi yang IP-nya memenuhi persyaratan, misalnya 2,50, boleh terus "maju"; akan tetapi yang IP-nya tidak memenuhi persyaratan harus "mundur".
KIAT SUKSES MENJADI ENTREPRENEUR BAGI ORANG BIASA (27) Suyanto, Mohammad
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.901 KB)

Abstract

Demikian pula pada ketrampilan jaringan komputer, kami mendirikan PT. Time Exellindo. Perusahaan tersebut didirikan dengan cara memulai bisnis tanpa uang tunai. PT. Time Exellindo saya ambilkan dari kata Time dan Excellindo. Kata Time berasal dari Time Warner, yang merupakan sebuah perusahaan multinasional yang bermarkas di New York City. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1990 setelah bergabung antara Time Inc. dan Warner Communications. Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam produk-produk telekomunikasi. Sedangkan Excellindo saya ambil dari perusahaan PT Excelcomindo Pratama Tbk, atau disingkat XL, adalah sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia. XL mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Oktober 1996 dan merupakan perusahaan swasta pertama yang menyediakan layanan telepon seluler di Indonesia. XL memiliki dua lini produk GSM, yaitu XL Prabayar dan XL Pascabayar. Selain itu XL juga menyediakan layanan korporasi yang termasuk Internet Service Provider (ISP) dan VoIP. Saya bermipi suatu saat perusahaan ini seperti PT. Excelcomindo Pratama dalam jangka menengah dan dalam jangka panjang seperti PT.Time Warner, namanya saja ya mimpi dan disamping itu mimpi kan gratis serta tidak ada yang melarang. Kadangkala saya ditertawakan dengan nama tersebut, terlalu mengada-ada. Tidak berkaca dengan diri sendiri, tetapi meskipun dicaci, dihina atau disepelekan, saya tetap saja menyukai nama tersebut. Nama adalah cita-cita dan doa, semoga tercapai yang saya cita-citakan bersama kawan-kawan saya. Setelah mempunyai nama, yang merupakan visi dan misi perusahaan, kemudian menentukan tujuan dan sasaran. Tujuan perusahaan tersebut selain untuk menghasilkan profit juga untuk tempat magang mahasiswa. Dalam bahasa kami, sebagai laboratorium dunia kerja. Setelah magang atau bekerja di PT. Time Exellindo, kami berharap mahasiswa tersebut setelah lulus mereka profesional dalam bidang jaringan komputer dan seluk beluk tentang internet. Perusahaan ini dipimpin oleh salah seorang staf Amikom Yogyakarta dan karyawannya dari mahasiswa STMIK AMIKOM yang masih polos-polos, tetapi mempunyai semngat tinggi untuk belajar dan berkembang. PT. Time Exellindo adalah perusahaan pada awalnya bergerak dalam bidang Internet Service Provider (ISP). Bandwdith milik STMIK AMIKOM Yogyakarta sebesar 512 kb (0,5 MB), ketika itu sebagai senjata awal memulai berbisnis. Setelah ada yang pesan, barulah kta menambah bandwidth tersebut sesuai dengan pesanan. Setelah nama dibuat dan diakte notariskan, kemudian mulai berbicara tentang strategi bisnis yang akan dijalankan. ?Pak saya nggak ngerti manajemen, kira-kira manajemennya bagaimana? ?Tanya Pak Hanafi sebagai pimpinan tertinggi. ?Pak Hanafi bersama kawan-kawan mengalir saja seperti sungai dan belajar dari ISP lain. Nanti Pak Hanafi pasti menemukan manajemen sendiri? jawab saya. ?Kalau strategi menjual bandwidth kira-kira bagaimana Pak?? tanya Pak Hanafi.  ?Pertama, Pak Hanafi harus memilih apakah pasar yang dibidik pasar konsumen atau pasar industri?? jawab saya. ?Pasar konsumen itu seperti apa to Pak? ? Pak Hanafi bertany lagi. ?Pasar konsumen itu berjualan ke individu, retail atau kecil-kecil kita layani.? Jawab saya.  ?Kalau pasar industri seperti apa Pak?? Tanya Pak Hanafi kembali. Pasar industri itu misalnya institusi, perguruan tinggi dan sebagainya. Hanya yang besar-besar saja, termasuk mungkin kita bisa dijadikan tempat untuk kulakan ISP lainnya, sehingga yang kecil-kecil biar dilayani ISP yang ambil bandwidth dari kita. Saya sarankan untuk memilih pasar industri saja, yang dibidik sedikit, tetapi biasanya belinya besar. ?Kalau begitu saya mengikuti sarannya Pak Yanto saja, memilih pasar industri.? Kata Pak Hanafi.

Filter by Year

1982 2010


Filter By Issues
All Issue 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI-MARET 2010 2010: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2010 2010: HARIAN JAWA POS 2010: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2010: HARIAN MEDIA PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2009 2009: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2009 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SINAR HARAPAN 2009: HARIAN SUARA KARYA 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN KOMPAS 2009: HARIAN MEDIA INDONESIA 2009: HARIAN JAWA POS 2009: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2008 2008: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2008 2008: HARIAN SUARA MERDEKA 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN KOMPAS 2008: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2008: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN JAWA POS 2008: HARIAN SINAR HARAPAN 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2007 2007: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2007 2007: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2007 2007: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2007: MAJALAH FASILITATOR 2007: MOZAIK OBITUARI 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN MEDIA INDONESIA 2007: HARIAN KOMPAS 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2006 2006: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2006 2006: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2006 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA MERDEKA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2006: HARIAN JAWA POS 2006: HARIAN KOMPAS 2006: HARIAN KOMPAS 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: MAJALAH METODIKA 2006: MAJALAH FASILITATOR 2006: HARIAN MEDIA INDONESIA 2006: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI JULI - SEPTEMBER 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2005 2005: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2005 2005: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2005 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN MEDIA INDONESIA 2005: HARIAN JAWA POS 2005: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2005: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JANUARI - MARET 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI APRIL - JUNI 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT JULI - SEPTEMBER 2004 2004: HARIAN REPUBLIKA EDISI OKTOBER - DESEMBER 2004 2004: HARIAN KOMPAS 2004: HARIAN JAWA POS 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN JAWA POS 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN MEDIA INDONESIA 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2004: MAJALAH FASILITATOR 2004: HARIAN KOMPAS 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI JULI-SEPTEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI OKTOBER-DESEMBER 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT EDISI APRIL-JUNI 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003 2003: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2003: HARIAN KOMPAS 2003: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2002: Tabloid Pelajar PELAJAR INDONESIA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2002: HARIAN SUARA KARYA 2002: HARIAN KOMPAS 2002: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN KOMPAS 2001: HARIAN SUARA KARYA 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA MERDEKA 2001: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2001: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2001: MAJALAH PUSARA 2001: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN SUARA MERDEKA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN MEDIA INDONESIA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KOMPAS 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: MAJALAH TRANSFORMASI 2000: MAJALAH PUSARA 2000: HARIAN SUARA KARYA 2000: HARIAN SUARA PEMBARUAN 2000: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN KOMPAS 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1999: MAJALAH PUSARA 1999: MAJALAH PUSARA 1999: HARIAN SUARA MERDEKA 1999: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1999: HARIAN SUARA KARYA 1999: HARIAN REPUBLIKA 1999: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1999: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1998: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1998: HARIAN BALI POS 1998: MAJALAH PUSARA 1998: MAJALAH PUSARA 1998: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1998: HARIAN SRIWIJAYA POS 1998: HARIAN SUARA KARYA 1998: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN YOGYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: MAJALAH PUSARA 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN SURYA POS 1997: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BERITA NASIONAL 1997: HARIAN BALI POS 1997: HARIAN SUARA KARYA 1997: HARIAN SRIWIJAYA POS 1997: HARIAN SUARA MERDEKA 1997: HARIAN KOMPAS 1997: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BISNIS INDONESIA 1996: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1996: HARIAN BALI POS 1996: HARIAN SUARA KARYA 1996: HARIAN BERITA NASIONAL 1996: MAJALAH PUSARA 1996: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1996: HARIAN YOGYA POS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN KOMPAS 1996: HARIAN SURYA POS 1996: HARIAN SUARA MERDEKA 1996: MAJALAH SUARA MUHAMMADIYAH 1996: HARIAN BALI POS 1996: MAJALAH PUSARA 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1995: HARIAN JAWA POS 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1995: HARIAN SURABAYA POS 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN SUARA KARYA 1995: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1995: HARIAN BERNAS 1995: HARIAN BALI POS 1995: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN SUARA MERDEKA 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN BALI POS 1994: HARIAN SURABAYA POS 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT 1994: HARIAN BERNAS 1994: HARIAN SUARA KARYA 1994: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1994: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN SUARA KARYA 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN BALI POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1993: HARIAN JAWA POS 1993: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1993: HARIAN SURABAYA POS 1993: HARIAN BERNAS 1993: HARIAN KOMPAS 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN BERNAS 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN BALI POS 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SURABAYA POS 1992: HARIAN SUARA KARYA 1992: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1992: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1992: HARIAN SUARA MERDEKA 1992: HARIAN WAWASAN 1992: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN WAWASAN 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN SUARA KARYA 1991: HARIAN SURABAYA POS 1991: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1991: HARIAN MEDIA INDONESIA 1991: HARIAN BALI POS 1991: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1991: HARIAN BERNAS 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN SUARA MERDEKA 1991: HARIAN YOGYA POS 1991: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN SURYA POS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: MAJALAH PUSARA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: HARIAN SUARA KARYA 1990: MAJALAH PUSARA 1990: MAJALAH POPULASI 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN YOGYA POS 1990: HARIAN SUARA MERDEKA 1990: HARIAN SUARA PEMBARUAN 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1990: HARIAN KOMPAS 1990: HARIAN BALI POS 1990: HARIAN MEDIA INDONESIA 1990: HARIAN JAWA POS 1990: HARIAN WAWASAN 1990: HARIAN KOMPAS 1989: HARIAN YOGYA POS 1989: HARIAN SUARA MERDEKA 1989: HARIAN SUARA KARYA 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: MAJALAH PENDOPO 1989: HARIAN JAWA POS 1989: MAJALAH PUSARA 1989: HARIAN JAWA POS 1989: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1989: HARIAN WAWASAN 1989: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN SUARA MERDEKA 1988: HARIAN WAWASAN 1988: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN SURYA POS 1988: HARIAN SUARA KARYA 1988: HARIAN KOMPAS 1988: MAJALAH PENDOPO 1987: HARIAN WAWASAN 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN SUARA MERDEKA 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN PRIORITAS 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KOMPAS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN JAWA POS 1987: HARIAN SUARA KARYA 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1987: HARIAN SURYA POS 1987: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: MAJALAH ARENA 1986: HARIAN JAWA POS 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1986: HARIAN PRIORITAS 1986: HARIAN SUARA KARYA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1986: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: MINGGUAN MINGGU PAGI 1985: HARIAN BERITA NASIONAL 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: MAJALAH PUSARA 1985: MAJALAH PUSARA 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1985: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1985: HARIAN SUARA MERDEKA 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1984: MINGGUAN MINGGU PAGI 1984: HARIAN MASA KINI 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1984: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1983: HARIAN MASA KINI 1983: HARIAN BERITA NASIONAL 1983: MAJALAH PUSARA 1983: MAJALAH MAHASISWA 1983: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT 1982: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT More Issue