Articles
1,592 Documents
MASALAH BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2000: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (121.823 KB)
      Kabar pendidikan yang sangat aktual yang sekarang menjadi topik pembicaraan di kalangan guru dan orang tua siswa, juga ma-syarakat luas pada umumnya, ialah tentang rencana pengembangan kurikulum sekolah kita. Adapun inti pengembangannya ialah dengan menambah jam mata pelajaran Bahasa Inggris di sekolah; khususnya di sekolah menengah.      Beberapa waktu yang lalu pimpinan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) menginformasikan adanya rencana mengembangkan kurikulum sekolah, khususnya sekolah menengah, dengan menambahkan jam mata pelajaran Bahasa Inggris di dalamnya. Ada-pun harapan dari penambahan jam mata pelajaran ini adalah supaya para lulusan sekolah kita dapat berbahasa Inggris secara baik agar nantinya memiliki daya kompetisi yang lebih handal. Apabila lulusan sekolah kita dapat berbahasa Inggris secara lancar mereka sanggup berkompetisi dengan kompetitor-kompetitor dari manca negara dalam memperebutkan oportunitas di lapangan.      Rencana tersebut semakin menghangat dengan berakhirnya konferensi para menteri pendidikan di negara-negara ASEAN yang tergabung dalam South East Asia Minister of Education Organization (SEAMEO) beberapa hari yang lalu. Pasalnya, di dalam konferensi yang berlangsung di Denpasar tanggal 15 s/d 17 Februari 2000 itu, Teo Chee Hean selaku Presiden SEAMEO mengemukakan perlunya negara-negara ASEAN melakukan evaluasi terhadap kurikulum seko-lahnya masing-masing.      Lebih lanjut Teo menyatakan bahwa dalam menghadapi era di Milenium III ini negara-negara ASEAN perlu meninjau kembali kuri-kulum sekolah untuk disesuaikan dengan tuntutan kemajuan yang sangat pesat, khususnya dalam hal ini menyangkut tantangan globalisasi dan terjadinya revolusi informasi yang telah berdampak besar terhadap proses belajar mengajar di sekolah.
POTRET MAHASISWA INDONESIA
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1990: HARIAN BALI POS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (128.007 KB)
      Kesibukan yang paling menyita waktu bagi lulusan SMTA sekarang ini adalah berkompetisi mencari informasi tentang pergu-ruan tinggi sekaligus berkompetisi memperebutkan kursi belajar di perguruan tinggi; baik perguruan tinggi negeri, PTN, maupun perguruan tinggi swasta, PTS.      Mengapa kegiatan tersebut menyita waktu? Karena kompetisi masuk perguruan tinggi, PTN atau PTS, sekarang ini sangatlah ketat, sehingga apabila dirinya tidak siap untuk berkompetisi maka jangan diharapkan cita-cita untuk dapat melanjutkan belajar pada perguruan tinggi akan dapat kesampaian.      Kita bisa mengambil contoh sbb: ujian tulis masuk PTN tahun 1988 diikuti oleh 436.230 kandidat untuk memperebutkan "hanya" 71.000 kursi belajar; sehingga setiap kursi belajar PTN diperebutkan oleh 6 atau 7 kandidat. Kondisi ini tetap bertahan pada penerimaan mahasiswa baru PTN tahun 1989, dan diprediksikan tetap bertahan lagi untuk tahun 1990 ini; artinya setiap kursi belajar pada PTN diperebutkan oleh 6 atau 7 kandidat.
HARAPAN UBAH NASIB GURU TINGGAL HARAPAN
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1992: HARIAN WAWASAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (471.614 KB)
      Pada tahun 1989 bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang lalu diturunkanlah Surat Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No: 26/Menpan/1989 tentang angka kredit bagi jabatan guru di dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud). Diturunkannya SK Menpan ini yang bertepatan dengan "moment" nasional tentunya bukan tanpa maksud sama sekali; adapun maksudnya adalah peringatan hari pendidikan nasional yang penuh memorial tersebut diharapkan dapat menjadi babak baru bagi sistem pendidikan nasional yang ditandai dengan meningkatnya kualitas pendidikan melalui jalur peningkatan kemampuan profesional dan prestasi guru.        Apakah ada korelasi langsung antara materi SK Men pan tersebut dengan mutu atau kemampuan profesional dan prestasi guru? Jawabnya terdapat dalam Surat Edaran ber-sama antara Mendikbud dan Kepala BAKN No: 57686/MPK/1989 serta No: 38/SE/1989 yang secara tegas menerangkan bahwa penetapan angka kredit bagi jabatan guru adalah di dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan melalui peningkatan mutu dan prestasi guru.        Sistem angka kredit bagi jabatan guru di lingkungan Depdikbud tersebut, yang diharapkan bisa memperlancar arus kenaikan jenjang kepangkatan dan peningkatan pres-tasi para guru, kiranya juga berangkat dari konsep yang tidak jauh berbeda; membenahi mutu pendidikan nasional kita melalui sektor gurunya.
ASPEK HISTORIS DAN DINAMIKA PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1995: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (414.353 KB)
      Sejak berdirinya tahun 1912 Muhammadiyah berada pada posisi yang sangat strategis dalam peta pendidikan nasional kita. Meskipun organisasi rakyat ini tidak mengkhususkan perilaku organisatoriknya dalam bidang pendidikan akan tetapi Muhammadiyah telah berhasil menangani soal-soal pendidikan secara dinamis-proporsional sehingga mampu menjadikan dirinya sebagai lembaga yang diperhitungkan.        Secara historis Muhammadiyah memang mencanangkan berbagai amal usaha; salah satunya amal usaha di bidang pendidikan. Apabila pada awalnya pendidikan di Muhammadiyah dilakukan secara konvensional, misalnya melalui pengajian rutin di kampung-kampung dengan masjid atau rumah-rumah penduduk sebagai "ajang" pertemuan, maka sekarang ini (sebagian) pendidikan di Muhammadiyah sudah dilakukan secara modern atau setidak-tidaknya nonkonvensional. Kalau kini pengajian rutin masih dilakukan oleh insan Muhammadiyah saya tidak bermaksud menyatakan semuanya masih serba konvensional.        Pendidikan di Muhammadiyah yang dilakukan secara konvensio-nal pada tempo dulu secara perlahan tetapi pasti telah diubah metode dan pendekatannya secara nonkonvensional tanpa harus menghilangkan esensi dan substansinya. Dari dimensi tertentu justru dalam hal inilah letak kelebihan dan kehebatan Muhammadiyah.
PENDIDIKAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2004: HARIAN KOMPAS
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (130.499 KB)
Pendidikan dan masyarakat multikultural itu memiliki hubungan yang bersifat timbal balik (reciprocal relationship); artinya, kalau pada satu sisi pendidikan memiliki peran yang signifikan untuk membangun masyarakat multikultural maka di sisi yang lain masyarakat multikultural dengan segala karakternya itu memiliki potensi yang signifikan untuk memberhasilkan fungsi dan peranan pendidikan pada umumnya.        Hal itu berarti bahwa penguatan di satu sisi secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan penguatan pada sisi yang lain. Penguatan terhadap pendidikan, misalnya dengan memperbaiki sistem, mengefektif-kan kegiatan belajar, dsb, akan menambah keberhasilan dalam membangun masyarakat multikultural. Di sisi lain penguatan pada masyarakat multikul-tural, yaitu dengan mengelola potensi yang dimilikinya secara benar akan menambah keberhasilan fungsi dan peranan pendidikan pada umumnya.        Implikasinya, dilakukannya penguatan pada kedua sisi secara simultan akan memberikan hasil yang optimal, baik dari sisi peranan pendidikan maupun sisi pembangunan masyarakat multicultural itu sendiri. Â
MENIMBANG EFEKTIVITAS MULTIDEPARTEMENTASI
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1988: HARIAN SUARA KARYA
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (104.692 KB)
      Barangkali kejadiannya hanyalah secara kebetulan saja. Setelah di Jawa Barat terjadi kasus "Emen-Ganda" yang sempat menyita perhatian berbagai kalangan, khususnya kalangan pendidik, kini muncul kasus baru yang tidak kalah menariknya yakni kasus "Rahmat".      Secara kebetulan saja orang yang terlibat secara langsung dalam kasus tersebut- Emen, Ganda serta Rahmat ketiganya merupakan pelaku didik di SD, Sekolah Dasar. Juga secara kebetulan kasus tersebut munculnya di daerah propinsi yang sama. Dan mungkin secara kebetulan pula kalau dibalik kasus tersebut terdapat hal-hal yang bersifat "aneh" untuk ukuran masyarakat kita; lepas dari sah atau tidaknya "keanehan" tersebut.      Yang kiranya belum "kebetulan" ialah: kalau kasus Emen-Ganda sekarang ini sudah bisa diselesaikan secara musyawarah dan mufakat (?), sementara itu kasus "Rahmat" sedang menapaki medan. Ibarat pelari marathon, kalau Emen dan Ganda sudah memasuki garis "finish" maka Rahmat baru saja meninggalkan garis "start".      Emen dan Ganda dua pelaku didik di SD yang pernah ditu-runkan pangkat atau jabatannya serta dimutasikan tempat kerjanya kini sudah cukup lega. Meskipun pemutasian tempat kerja ternyata tidak bisa dihindari, namun mereka masih cukup beruntung karena masalah penurunan pangkat atau jabatan akhirnya dapat "dianulir".
E-BOOK: MANFAAT DAN KENDALANYA
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2008: HARIAN SINAR HARAPAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.046 KB)
     Coba Anda buka situs http://bse.depdiknas.go.id/ maka sajian pertama kali yang muncul adalah foto dan sambutan Pak Bambang Sudibyo selaku menteri pendidikan nasional. Dalam sambutannya beliau menyatakan peme-rintah dengan penuh rasa gembira dan bangga menyuguhkan sejumlah buku teks pelajaran layak-pakai yang hak ciptanya telah dimiliki Departemen Pendidikan Nasional alias Depdiknas.       Suguhan buku-buku teks pelajaran oleh pemerintah tersebut tersedia di situs Depdiknas yang diberi nama Situs Buku Sekolah Elektronik yang disingkat BSE atau e-Book. Sekarang ini jumlah keseluruhan buku teks pelajaran yang disuguhkan ada 407 judul buku yang semuanya sudah dinilai kelayakannya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Jumlah ini tentu relatif besar, meskipun masih harus ditambah terus untuk memenuhi keperluan pembelajaran di satu sisi serta tuntutan kemajuan ilmu dan tekno-logi di sisi yang lain.        Banyak kalangan guru dan siswa yang menyambut gembira atas dilun-curkannya e-book oleh Presiden SBY pada tanggal 20 Agustus 2008 yang lalu; meski demikian banyak pula yang sedih tak dapat mengakses fasilitas pemerintah ini dikarenakan berbagai keterbatasan, dan bahkan banyak pula yang tidak mengikuti perkembangan pelayanan Depdiknas tersebut. Itulah heterogenitas masyarakat kita.
"TRY-OUT ERROR" LIMA HARI SEKOLAH
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1994: HARIAN PIKIRAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (414.222 KB)
      Gagasan penerapan lima hari sekolah mendapat banyak tantangan masyarakat; hal ini tercermin dari respon masyarakat itu sendiri baik yang dimunculkan atas nama individu, kelompok, maupun organisasi. Akhir-akhir ini bahkan banyak anggota masyarakat yang memberikan semacam warning terhadap gagasan lima hari sekolah.        Dalam pertemuannya dengan Mendikbud beberapa waktu lalu Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sempat menanyakan gagasan lima hari sekolah kepada Mendikbud; dan mendapat jawaban bahwa sampai kini belum ada keputusan apapun tentang pelaksanaan lima hari sekolah. Sekarang sedang diadakan uji coba (try-out) atas gagasan itu; dan keputusan mengenai pelaksanaan lima hari sekolah sangat tergantung pada evaluasi hasil uji coba. Beberapa Pimpinan MUI Daerah ada yang sudah menyatakan ketak-setujuannya terhadap gagasan lima hari sekolah. Beberapa unsur pimpinan Muhammadiyah pun secara terbuka menyatakan ketidak-setujuannya.        Lain lagi dengan Perguruan Nasional Tamansiswa dengan kebia-saannya yang low profile; Tamansiswa tak pernah menyatakan setuju atau tidak setuju, akan tetapi secara konkrit telah mengirim surat ke cabang-cabang di seluruh Indonesia untuk tidak (dulu) menerapkan gagasan lima hari sekolah sebelum ada keputusan lebih lanjut dari Majelis Luhur sebagai pimpinan pusat. Majelis Luhur sendiri sedang mempelajari efektivitas gagasan lima hari sekolah.
LOGIKA AKADEMIK KURIKULUM 2006
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 2006: HARIAN SUARA PEMBARUAN
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (109.604 KB)
       âGBHN 1999 menegaskan tentang perlunya diversifikasi kurikulum yang dapat melayani keanekaragaman kemampuan sumber daya manusia, kemampuan siswa, sarana pembelajaran, dan budaya daerah. Diversifikasi kurikulum menjamin hasil pendidikan bermutu yang dapat membentuk masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, dan berdaya saing untuk maju dan sejahteraâ; demikian ditulis oleh Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas dalam âKurikulum Masa Depan: Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensiâ (2000).        Lebih lanjut ditulis, kurikulum disusun sesuai dengan kekinian dan kemasadepanan; karena itu kurikulum harus relevan, fleksibel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun publik. Pertanggungja-waban ini menuntut kejelasan orientasi kurikulum, yakni lebih pada hasil belajar daripada prosedur pembelajaran. Dengan orientasi ini ditetapkan kompetensi dasar siswa pada setiap jenjang pendidikan yang dapat dicapai melalui berbagai cara sesuai dengan keadaan sekolah/daerah.        Itulah âfilosofiâ dikembangkannya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pada waktu itu. Dengan âfilosofiâ seperti ini seharusnya KBK dapat bertahan relatif lama, setidaknya sepuluh tahun sebagaimana Kurikulum 1994 dan Kurikulum 1984. Realitasnya, belum lagi berumur lima tahun ternyata KBK akan dihentikan, dieliminasi, disempurnakan, dikembangkan, diganti, atau apa pun namanya.
PROFESIONALISASI ORGANISASI PROFESI PGRI
Supriyoko, Ki
ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA 1986: HARIAN KEDAULATAN RAKYAT
Publisher : ARTIKEL KORAN DAN MAJALAH DOSEN UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (116.992 KB)
      Tanggal 25 November adalah bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), atau sering pula disebut dengan hari guru. Empatpuluhsatu tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 25 November 1945 lahirlah sebuah organisasi yang berfungsi sebagai wadah untuk menyalurkan aspirasi para "pahlawan tanpa tanda jasa" ini.      Berbeda dengan setahun yang silam, peringatan hari guru kali ini menurut rencana dilaksanakan secara se-derhana tetapi cukup khidmat.      Peringatan hari guru yang ke-40 tahun yang lalu dipusatkan di kota Surakarta dengan berbagai acara yang semarak, dan selain Bpk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan waktu itu hadir pula Bpk Wakil Presiden. Tentu saja tidak ketinggalan para pengurus PGRI serta para guru dari berbagai daerah.      Meskipun peringatan kali ini tidak semeriah tahun lalu, tetapi peringatan kali ini diwarnai dengan suasana yang cukup berkesan.      Ketua umum Pengurus Besar PGRI, H. Basyuni Suraamiharja mengatakan bahwa peringatan hari ulang tahun PGRI yang ke-41 kali ini secara nasional diwarnai suasa-na bahagia, sebab salah satu dari idaman para guru untuk mempunyai Gedung Guru yang bersifat monumental dan fung-sional akan segera terwujud.