cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Komunikasi Massa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Majalah Komunikasi Massa
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
PRIVASI PADA REMAJA DI MEDIA SOSIAL Mustika, Rieka
Majalah Komunikasi Massa Vol 14, No 2 (2018): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalangan remaja biasanya suka mem-posting tentang kegiatan pribadinya, padahal banyak alasan seseorang harus menjaga privasi di internet, karena seringkali terjadi bentuk-bentuk pelanggaran privasi seperti mengintervensi wilayah personal seseorang tanpa ijin dari orang yang bersangkutan. Tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara remaja mengontrol keterbukaan yang bersifat privasi di media sosial. Teori yang diigunakan adalah Teori Manajemen Privasi Komunikasi (Communication Privacy Management Theory). Teori yang awalnya tumbuh dari tradisi interpersonal dan keluarga ini telah berkembang menjadi alat yang layak untuk memeriksa regulasi pengungkapan dan perlindungan informasi pribadi dalam konteks yang luas. Remaja menganggap media sosial merupakan tempat ideal untuk bereksperimen dan melakukan eksplorasi pencarian identitas. Namun remaja juga harus sadar sebagai pemilik utama dari informasi, secara aktif  akan melakukan kontrol atas apa, kapan, dan kepada siapa informasi pribadi tersebut dibagikan.
E-PARTICIPATION: PARTISIPASI PUBLIK SECARA ELEKTRONIK Damanik, Marudur Pandapotan
Majalah Komunikasi Massa Vol 14, No 1 (2018): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi membuat e-government tidak cukup hanya dalam konteks pelayanan publik semata. TIK kini juga mampu mendukung aktifitas partisipasi warga yang tujuan utamanya untuk mewujudkan perumusan kebijakan yang partisipatif dan deliberatif melalui konsep e-participation. Makalah ini mengupas beberapa bentuk e-participation yang telah diterapkan pada organisasi pemerintahan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Bentuk-bentuk e-participation antara lain pelayanan informasi secara elektronik, layanan aspirasi dan pengaduan elektronik, e-petisi, konsultasi publik elektronik, e-perencanaan, dan e-voting. Adopsi teknologi informasi dan komunikasi dalam memfasilitasi partisipasi publik mampu meningkatkan tingkat partisipasi masyarakat karena tidak lagi dibatasi oleh kendala jarak ataupun keterbatasan waktu seperti pada model partisipasi konvensional. Melalui e-participation diharapkan pemerintah dapat mewujudkan pengambilan keputusan yang partisipatif, inklusif, kolaboratif dan deliberatif, keputusan diambil oleh pemerintah adalah kebijakan yang tepat sasaran yang dapat menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
PERILAKU PSIKOLOGIS SIBER DI KALANGAN ANAK DAN REMAJA Mahmudah, Dede; Anandhita, Vidyantina Heppy
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 1 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan internet menunjukkan berbagai manfaat bagi penggunanya, termasuk untuk remaja dan anak. Melalui internet, bukan hanya membuat mereka lebih mudah dalam menjalan aktifitas sehari-hari namun juga menjadi media hiburan serta media untuk mengaktualisasikan diri dan mempermudah transaksi di bidang ekonomi. Namun, dibalik semua manfaat tersebut terdapat ancaman kejahatan yang membayangi para remaja dan anak saat mengakses internet. Potensi lain juga muncul dari sisi psikologis yang apabila diabaikan justru dapat memberikan dampak negatif bagi mereka. Dari sisi cyberpsychologist diketahui bahwa ada dampak terhadap kepribadian serta potensi ketergantungan terhadap internet khususnya bagi anak dan remaja. Sehingga bukan hanya pemanfaatan internet yang sehat dan aman yang harus diperhatikan. Strategi untuk pencegahan atau meminimalisir dampak dari cyberpsychologist bagi anak dan remaja juga harus segera disusun dan dilaksanakan. Karena dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, dampak dari cyberpsychologist adalah bom waktu yang sewaktu-waktu dapat meledak dan sulit untuk dikendalikan.
KOMUNIKASI TANDA DAN MAKNA DALAM PANDANGAN CS PIERCE DAN SAUSSURE Nugroho, Ari Cahyo
Majalah Komunikasi Massa Vol 14, No 2 (2018): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan pembangkitan makna, makin banyak berbagi kode yang sama, makin banyak pula kita menggunakan tanda yang sama, maka akan semakin dekat ?makna?atas pesan yang datang pada masing-masing individu. Tulisan ini akan melihat komunikasi tanda dan makna dalam pandangan CS Pierce, dan Saussure. Beberapa pendekatan utama tentang makna. Peranan yang dimainkan tanda di dalam membangkitkan makna, dan mengkategorikan makna ke dalam sejumlah tipe yang berbeda sesuai dengan cara makna menunjukkan fungsinya yang berbeda-beda. Terdapat persamaan mengenai semiotika Menurut Pierce dan Saussure, yakni ilmu yang mempelajari tentang suatu tanda (sign) dan makna. Dalam ilmu komunikasi ?tanda? merupakan sebuah interaksi makna yang disampaikan kepada orang lain melalui tanda-tanda. Dalam berkomunikasi tidak hanya dengan bahasa lisan saja namun dengan tanda tersebut juga dapat berkomunikasi. Ada atau tidaknya peristiwa, struktur yang ditemukan dalan sesuatu, suatu kebiasaan semua itu dapat disebut tanda.
ANTISIPASI HOAKS MELALUI MEDIA SOSIAL DALAM MENGHADAPI PILKADA 2018 Mudjiyanto, Bambang
Majalah Komunikasi Massa Vol 14, No 1 (2018): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berita hoaks dan ujaran kebencian bertebaran dimedia sosial  akan mempengaruhi preferensi pemilih yang menggunakan hak suaranya berdasarkan informasi kualitas dan visi dari perserta Pemilu. Penyebaran hoaks dan ujaran kebencian mengancam demokrasi untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Terintegrasi dengan lanskap digital merupakan keniscayaan dan hoaks adalah bagian tak terpisahkan dari lanskap digital. Maka dibutuhkan mentalitas kritis dan verifikasi yang memungkinkan masyarakat hidup berdampingan dengan hoaks. Hoaks tidak ada kaitannya dengan kebebasan berekspresi karena itu merupakan manipulasi. Strategi terbaik melawan hoaks, pemerintah mendorong edukasi dan literasi digital masyarakat, pemuka masyarakat, komunitas dan media massa konvensional menyajikan informasi yang proporsional dan berkualitas, masyarakat menghasilkan dan berbagi konten positif, sehingga dapat menggeser suplai hoaks di media sosial, serta menerapkan tindakan hukum yang efektif bagi penyebar hoaks.
DAMPAK MEDIA ONLINE TERHADAP KESEMPATAN PENCARI KERJA DI KOTA MANADO Umboh, Femy; Amali, Syamsiah
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 2 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media online semakin hari semakin berkembang sehingga sangat memungkinkan dalam memudahkan para pencari kerja untuk mendapatkan informasi lowongan kerja, informasi lowongan kerja yang beragam terkadang tidak sesuai dengan apa yang di inginkan para pencari kerja. Metode penelitian menggunakan kuantitatif. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 99 responden. Responden diambil dari para calon pekerja yang berada di media social grup lowongan kerja manado. Responden di pilih secara random dari 23.548 akun facebook yang ada di grup lowongan kerja Manado. Maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh penggunaan media sosial facebook dalam hal untuk memberikan kesempatan bagi para pencari kerja sehingga pencari kerja dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang beragam baik informasi yang mereka inginkan mengenai lowongan kerja maupuninformasi yang berbeda yang tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
BERITA PALSU DALAM SEGI KONSEP DAN PRAKTIS Rumata, Vience Mutiara
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 1 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hoax merupakan sebuah kata yang kian populer di kalangan publik, khususnya bagi pengguna internet dalam hal ini media sosial. Hoax selalu dikaitkan dengan berita palsu (fake news). Namun, apakah arti sesungguhnya hoaks adalah berita bohong? Apakah berita bohong benar-benar disebut sebagai ?berita? yang notabene merupakan sebuah karya jurnalistik? Apakah informasi yang disebarkan melalui media sosial dapat disebut dengan ?berita?? Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi  perdebatan yang perlu ditengahi dengan membedah hoaks baik secara ilmiah maupun secara praktis. Naskah ini membahas hoax baik dari sisi konsep maupun praktis (khususnya regulasi). Secara konseptual, berita palsu dapat dipahami sebagai sebuah produk yang menyerupai berita pada umumnya, namun bersifat manipulatif ataupun tidak dapat diverifikasi. Jenis berita palsu pun beragam. Penyebaran berita palsu ternyata cukup menggiurkan dari segi ekonomi sehingga dapat melibatkan banyak aktor serta memiliki model bisnis tersendiri. Viralitas berita palsu juga dipengaruhi oleh faktor teknologi dan non teknologi. Regulasi untuk menangkal penyebaran berita palsu tidak cukup dengan pendekatan normatif. Tetapi juga harus dipertegas secara praktis.
FENOMENA KECANDUAN GAWAI PADA USIA ANAK-ANAK Mudjiyanto, Bambang
Majalah Komunikasi Massa Vol 14, No 2 (2018): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak masyarakat yang belum memahami bagaimana memanfaatkan gawai yang terhubung dengan jaringan internet secara benar. Gawai yang terhubung sistem daring dengan berbagai fitur ibarat pisau bermata dua, di satu sisi bermanfaat, di sisi lain bisa membahayakan kehidupan masa depan anak dan remaja bisa mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan gawai. Kurangnya pemahaman anak menggunakan gawai secara benar dan minimnya kecakapan literasi digital orang tua dan guru sekolah menyebabkan anak mudah terpapar konten negatif lewat internet. Penggunaan gawai berinternet pada anak dan remaja harus ditangani bersama. Pengelola sekolah perlu memberikan edukasi soal gawai berinternet. Begitu juga orangtua harus bijak dalam memilih gawai untuk anak disesuaikan usianya dan memberikan teladan penggunaan gawai dan media sosial di hadapannya. Kecanduan gawai pada anak bisa dicegah melalui orangtua, pengelola sekolah dengan membatasi waktu penggunaan gawai pada anak dan remaja sejak dini, dan memberikan edukasi soal konten yang bermanfaat sesuai usia anak. Di sisi lain pemerintah
BUDAYA DAN JARINGAN KOMUNIKASI ORGANISASI DI ERA REFORMASI BIROKRASI Mahmudah, Dede
Majalah Komunikasi Massa Vol 14, No 1 (2018): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kritik dari masyarakat yang menuntut terjadinya perubahan dalam kinerja birokrasi pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) yang berdiri sejak tahun 2004 lalu, mulai melakukan proses RB. Secara kelembagaan, Kemkominfo melalui sejarah yang panjang. Berdasarkan sejarahnya tersebut, Kemkominfo telah melalui berbagai perubahan nama, visi dan misi, serta tugas pokok dari berbagai kelembagaan yang mengawali berdirinya Kemkominfo, yang disebabkan oleh pergantian kekuasaan mulai dari orde baru, awal reformasi, hingga kabinet pemerintahan yang berkuasa saat ini. Hal tersebut  memberikan pengaruh terhadap budaya birokrasi yang dianut para pegawainya. Banyak perubahan yang  harus dilakukan untuk merubah tataran sistem budaya kerja, dan pola pikir para pegawainya sehingga dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam usaha meningkatkan kualitas pelayanan publik menjadi semakin efektif dan professional. Pelaksanaan RB yang disertai dengan pengawasan dan evaluasi, menjadi semakin penting untuk dilaksanakan di lingkungan Kemkominfo. Selain itu perekrutan pegawai baru telah dilakukan melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dilakukan secara online dan hasilnya langsung dapat dilihat setelah test selesai dilakukan. Proses lelang untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama juga dilakukan sebagai bentuk transparansi jenjang promosi jabatan. Kesejahteraan untuk pegawai juga terus ditingkatkan dengan adanya peningkatan tunjangan kinerja serta wacana untuk melakukan perubahan sistem penggajian pegawai. Pemahaman mengenai komunikasi organisasi juga harus diperhatikan, sehingga peran masing-masing anggota organisasi dalam jaringan komunikasi di dalam organisasi tersebut dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Sehingga tujuan dari Reformasi Birokrasi dapat dicapai bersama-sama oleh seluruh anggota organisasi.
MAKNA KOMUNIKASI POLITIK PADA ERA DIGITAL Waluyo, Djoko
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 2 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel Makna Komunikasi Politik pada Era Digital bertujuan untuk memberi pemikiran-pemikiran baru terhadap perkembangan praktik dan konsep komunikasi politik yang telah memasuki era digital. Dan bagaimana fungsi dan proses komunikasi politik dalam era digital, sehingga untuk mencapai kepada publik yang lebih luas telah dimanfaatkan jaringan internet termasuk media sosial yang sudah dikenal dalam masyarakat luas. Sumber penulisan terhadap tema komunikasi politik dalam era digital berasal dari literatur tercetak dan media online (internet) dengan teknik analisis kualitatif ? deskriptif. Diharapkan artikel ini dapat memberi wawasan yang lebih luas dan pemahaman yang baru terhadap perkembangan praktik komunikasi politik pada era digital.