Articles
74 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN EKONOMI DIGITAL DI INDONESIA
Setiawan, Ahmad Budi
Majalah Komunikasi Massa Vol 14, No 2 (2018): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Fenomena Ekonomi digital lahir dan berkembang seiring perkembangan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang juga semakin mengglobal di dunia. Gelombang ekonomi digital hadir dengan topografi yang landai, inklusif, dan membentangkan ekualitas peluang. Karakteristik ini memiliki konsep kompetisi yang menjadi spirit industri yang dengan mudah terangkat oleh para pelaku startup yang mengutamakan kolaborasi dan sinergi. Saat ini pemerintah sedang mencanangkan strategi agar Indonesia dapat menjadi sebagai komunitas ekonomi digital terbesar pada 2020 di Asia Tenggara. Salah satu landasan pembangunan nasional dalam pencanangan ini adalah sektor digital. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan strategi dan peta jalan membuka akses berbagai macam sektor bisnis agar masuk, bergabung, dan memperkuat bangunan ekosistem ekonomi digital. Salah satunya dengan mengetahui potensi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia serta studi banding mengenai perdagangan secara elektronis negara-negara lain. Tidak dipungkiri beragam masalah dalam pencapaian target ini cukup banyak, diantaranya perubahan model bisnis berbagai sektor dari konvensional ke digital. Tulisan ini membahas mengenai fenomena ekonomi digital dan strategi yang dilakukan oleh pemerintah beserta para pemangku kepentingan untuk meningkatkan ekonomi digital di Indonesia.
PROSPEK BISNIS MEDIA BARU
Idris, M.
Majalah Komunikasi Massa Vol 14, No 1 (2018): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini mengulas tentang bagaimana fenomena yang sama bila dibandingkan dengan perkembangan industri media di dunia? Bagaimana fenomena perkembangan dan konvergensi media dalam masyarakat dunia? Bahan artikel ini bersumber dari buku-buku dan literatur yang terkait. Diharapkan artikel ini dapat memberi pemahaman lebih jelas mengenai perkembangan media baru yang makin marak di Tanah Air.
TEORI PERMAINAN UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PROGRAM TERBAIK PADA WAKTU PRIME TIME
Ardiyanti, Handrini
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 2 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Untuk menentukan strategi pemrograman terbaik di waktu prime time, media harus senantiasa mempertimbangkan strategi yang dilakukan media lainnya. Untuk itu tulisan ini membahas bagaimana teori permainan digunakan untuk menentukan strategi yang terbaik untuk menentukan program yang akan ditayangkan pada waktu prime time. Dengan menggunakan simulasi teori permainan yang diterapkan pada keluaran atau payoffs tulisan ini menjawab pertanyaan tentang strategi terbaik bagi kedua pemain Kedua pemain yang disimulasikan strategi penayangan programnya pada waktu prime time dalam penelitian ini adalah RCTI dengan SCTV. Dua program yang disimulasikan adalah program film barat lepas dengan jurnalisme investigatsi. Keluaran atau payoffs ditentukan dengan mengukur minat menonton salah satu program diantara dua program yang ditayangkan bersamaan. Dari hasil simulasi teori diperoleh kesimpulan bahwa strategi terbaik untuk RCTI adalah menerapkan strategi head to head pada saat SCTV menayangkan program film barat lepas Sementara strategi terbaik untuk SCTV adalah strategi counter programming dengan menayangkan jurnalisme investigasi pada saat RCTI memilih strategi menayangkan program box office movie.
KEHUMASAN DAN PELAYANAN PUBLIK DI INSTITUSI LITBANG
Djumhana, Tjetje
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 1 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Setiap institusi pemerintah harus melaksanakan kehumasan yang efektif dan efisien, sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Setiap instansi pemerintah, pun terikat dengan undang-undang dan peraturan tentang pelayanan publik. Kedua hal tersebut, kehumasan dan pelayanan publik adalah dua hal yang sangat berkaitan erat. Tulisan ini bertujuan untuk melakukan analisis kegiatan kehumasan dan pelayanan publik yang ada di institusi litbang pemerintah yaitu Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara (tekMIRA), yang mana tekMIRA adalah sebuah institusi pemerintah yang memiliki core business dalam litbang mineral dan batubara. Pengamatan dilakukan terhadap kegiatan tahun 2015 hingga 2017 yaitu kunjungan ke tekMIRA, keikutsertaan pameran, pelayanan informasi publik, pengukuran kepuasan pelanggan, pengelolaan konten situs internet dan media sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa tekMIRA telah melaksanakan kegiatan kehumasan dan pelayanan publik yang efektif dan efisien berdasarkan Standard Operational Procedure (SOP) yang ada. Kegiatan kehumasan dan pelayanan publik tersebut telah memanfaatkan media dari mulai situs internet (website), email, hingga penggunaan media sosial. Hanya saja beberapa SOP dirasa perlu untuk disesuaikan dan disempurnakan.
DINAMIKA KOALISI PARTAI POLITIK PASCA PEMILIHAN PRESIDEN 2019 DI MEDIA TELEVISI
Budhirianto, Syarif;
Syaidah, Syaidah
Majalah Komunikasi Massa Vol 14, No 2 (2018): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keberadaan dua koalisi Partai Politik (Parpol) pendukung Calon Presiden (Capres) Joko Widodo-Ma?ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibentuk sebagai kesepakatan Parpol dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang akan datang. Dari perspektif dinamika politik terjadi kondusifitas dalam mendukung pemerintahan yang demokratis konstitusional serta mendorong agenda percepatan pemerataan pembangunan di segala bidang. Dalam mengambil keputusan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) acapkali diwarnai perseteruan argumentatif masing-masing koalisi Parpol, sehingga terjadi show of political power, hal ini karena mereka tidak mempunyai basis ideologi yang jelas dan cenderung bertipe personal party, yakni partai yang tersentralisasi di tangan pimpinan pendiri partai. Dalam mengisi kabinet pemerintah yang diangkat oleh presiden terpilih, akan cenderung sebagai ajang pembagian jatah kekuasaan di kalangan elit partai dengan berbagai kepentingannya, bukan berdasarkan kompetensi dan profesional kerja, sehingga pemerintahan yang dibangun acapkali terjadi benturan politik dan kepentingan yang akhirnya terjadi dinamika pergantian para menteri sebelum masa jabatannya berakhir. Hendaknya dua koalisi Parpol membentuk sistem politik yang lebih baik di masa datang melalui penguatan ideologi partai dan pembentukan sistem merit politik, sehingga akan terbentuk budaya oposisi penyeimbang check and balances.
MEDIA SOSIAL PEMERINTAH : MERAIH 1 JUTA FOLLOWERS
Djumhana, Tjetje
Majalah Komunikasi Massa Vol 14, No 1 (2018): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintah, salah satu tugas humas pemerintah adalah menyebarluaskan informasi kepada publik, menampung dan mengolah aspirasi masyarakat melalui media, baik media tradisional, media konvensional, ataupun media baru. Komunikasi dengan menggunakan media baru dapat menjangkau langsung dan cepat kepada masyarakat. Salah satu media baru berbasis internet yang sedang booming beberapa tahun belakang ini adalah media sosial. Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Pranata Humas pemerintah adalah pemilihan media sosial, meraih follower (pengikut) sebanyak-banyaknya, serta mengelola media sosial yang telah dibuat tersebut. Diperlukan upaya-upaya kreatif dan persuasif untuk melaksanakan misi tersebut. Tulisan ini berisi pengalaman penulis dalam usaha meningkatkan jumlah follower bagi media sosial yang ada di Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara (tekMIRA), yaitu melalui kegiatan kunjungan yang dilakukan oleh sekolah atau universitas. Usaha ini ternyata mampu tidak hanya menambah jumlah follower media sosial namun juga mampu menambah hits counter jurnal yang ada di tekMIRA.
HOAKS DALAM BINGKAI BLACK CAMPAIGN
Mudjiyanto, Bambang
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 2 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penyebaran berita hoaks melalui media sosial menjelang Pilkada serentak 2018, dapat memberikan efek negatif bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Berita hoaks yang diciptakan untuk kepentingan politik maupun ekonomi dapat menimbulkan isu yang berbahaya dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. Beredarnya berita hoaks yang menjadikan konsumsi sehari-hari warganet, telah dianggap sebagai berita yang benar akibat masifnya berita tersebut. Hoaks sudah menjadi bagian dari politik dan tak bisa dipisahkan, apa lagi menjelang Pilkada. Kecenderungan berita hoaks melalui media sosial secara sengaja digunakan untuk memprovokasi suara mayoritas Muslim. Berita hoaks yang marak menjelang Pilkada 2018 dapat menimbulkan keresahan masyarakat. Hal ini dapat disikapi oleh para pengguna media sosial agar menjadi netter yang cerdas, selektif dan berhati-hati terhadap informasi atau berita yang diterima serta cari tahu kebenaran informasi sehingga tidak mudah terprovokasi dengan kampanye hitam. Kampanye hitam dimaksud kampanye yang bertujuan untuk membunuh karakter calon kandidat melalui media sosial dengan membingkai isu-isu informasi berupa hoaks dan fitnah atau tuduhan tanpa bukti.
DINAMIKA JURNALISME MEDIA PADA ERA DIGITAL, DARI PERSPEKTIF KEBEBASAN PERS
Waluyo, Djoko
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 1 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Artikel ini meninjau dinamika perkembangan jurnalisme media dari perspektif kebebasan pers yang dewasa ini memasuki era digital. Konsep jurnalisme media yang konvensional telah berubah disebabkan faktor masuknya Internet dalam aktivitas jurnalisme. Yang dewasa ini telah memanfaatkan media online untuk menyebarluaskan informasi melalui media online atau media siber. Meskipun konsep jurnalisme konvensional juga masih dipakai ,terutama untuk media cetak. Dalam pelaksanaan kebebasan pers ,diantaranya, faktor seperti relasi penguasa terhadap media, iklan,dan politik media yang mempengaruhi kebebasan pers bagi media masih menjadi varian yang mempengaruhi. Jurnalisme yang dikembangkan wartawan berada dalam posisi dipersimpangan jalan,antara jurnalisme konvensional dan jurnalisme online. Untuk mengatasi posisi persimpangan jalan,maka wartawan harus bertumpu pada kode etik jurnalistik, UU Pers serta regulasi yang diterapkan untuk memantapkan profesionalisme dalam fungsi dan peran dimana wartawan itu bertugas, meskipun pada era digital dewasa ini.
UPAYA PEMBERDAYAAN TIK DAN PERLINDUNGAN GENERASI Z DI ERA DIGITAL
Dede Mahmudah
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol 1, No 01 (2020): Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pembangunan berbasis teknologi digital termasuk di bidang ekonomi dapat konsisten dengan tujuan negara yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 yakni melindungi, menyejahterakan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia khususnya kepada Generasi Z yang merupakan tunas bangsa. Berbagai kegiatan telah dilakukan dalam rangka melakukan pengembangan dan peningkatan kualitas SDM Generasi Z khususnya di bidang TIK serta untuk melindungi Generasi Z dari dampak negatif yang dapat muncul dalam pemanfaatan TIK. Dengan perkembangan teknologi, peranan seluruh pihak dalam upaya meningkatkan kualitas SDM dan perlindungan terhadap Generasi Z saat memanfaatkan TIK masih terus diperlukan. Diantaranya adalah pemerintah bekerja sama dengan lembaga akademis dan dunia kerja, bahu membahu mengembangkan sistem pendidikan berbasis vokasi serta memberikan kesempatan bagi Generasi Z untuk mengaplikasikannya, sebagai kawah candradimuka sebelum mereka benar-benar terjun dalam dunia kerja. Perlu adanya ekosistem khusus yang dapat disesuaikan dengan karakteristik Generasi Z, sehingga mereka dapat mengembangkan potensi dan kepercayaan diri mereka untuk menampilkan keunggulan yang mereka punya. Orang tua turut berperan menjadi pihak manajemen yang ikut membimbing dan mengawasi pemakaian TIK. Lembaga akademis memiliki peranan penting untuk membentuk Generasi Z yang memanfaatkan TIK dengan cerdas dan produktif. Pemerintah pun diharapkan terus melakukan upaya perlindungan dari konten negatif yang banyak beredar di internet. Diiringi dengan kebijakan yang benar-benar dapat mengatur sekaligus mengayomi Generasi Z agar dapat memanfaatkan TIK dengan sehat dan aman.
KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DALAM MEDIA PERTUNJUKAN KABHANTI KANTOLA (Analisis Pesan Verbal Media Tradisional Masyarakat Muna Pada Pentas 10 Juli 2018)
N. Kenda;
Hadirman Hadirman;
Musafar Musafar
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol 1, No 01 (2020): Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kabhanti kantola merupakan salah satu media komunikasi tradisional yang berisi pesan/komunikasi pembangunan. Seni pertunjukan kabhanti kantola berisi pesan-pesan pembangunan, baik pembangunan fisik maupun sumber daya manusia. Kajian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk komunikasi pembangunan dalam pesan verbal yang terkandung teks-teks kabhanti kantola pada masyarakat Muna. Teori yang digunakan dalam kajian ini terdiri atas (1) konsep kabhanti kantola, dan (2) komunikasi pembangunan. Pesan pembangunan yang terkandung dalam teks-teks kabhanti kantola dideskripsikan secara kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Kepustakaan digunakan untuk mengungkap pengetahuan yang seluas-luasnya terhadap objek kajian terkait komunikasi pembangunan dalam pesan verbal kabhanti kantola. Hasilnya menunjukkan bahwa kabhanti kantola pada masyarakat Muna mampu dijadikan sebagai salah satu media komunikasi pembangunan baik pembangunan fisik maupun pembangunan karakter dan sumber daya manusia.