cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Komunikasi Massa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Majalah Komunikasi Massa
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
PRAKTIK SOSIALISASI KEBIJAKAN PUBLIK PADA ERA DIGITAL Djoko Waluyo; Syarifuddin
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol. 3 No. Nomor 1 (2022): Majalah Ilmiah Semi Populer Komunikasi Massa
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini meninjau Praktik Sosialisasi Kebijakan Publik pada Era Digital yang difokuskan sebagai proses komunikasi menyebarkan informasi program-program pembangunan kepada sasaran khalayak luas,terutama target sasaran generasi milenial. Makin luasnya pemanfaatan media baru dari Internet, sebagai proses komunikasi,dengan tersedianya platform media sosial (social media), telah memungkinkan proses komunikasi berlangsung dengan cepat, luas jangkauannya dan seketika. Banyak kanal yang disediakan dalam media sosial yang dapat dimanfaatkan namun dalam kenyataannya hanya beberapa kanal yang disukai oleh generasi milenial. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif berdasarkan sumber-sumber literatur terkait. Tujuan artikel ini untuk memberikan pemahaman terhadap pentingnya peran sosialisasi dari kebijakan publik yang bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman sehingga masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam program-program pembangunan. Kata Kunci: sosialisasi, kebijakan publik, generasi milenial
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH (UMKM) DI KOTA PALEMBANG Dewi Hernikawati
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol. 3 No. Nomor 1 (2022): Majalah Ilmiah Semi Populer Komunikasi Massa
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penyumbang besar Penghasil Domestik Bruto (PDB) di Indonesia sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan. Pada masa pandemic Covid19 ini UMKM juga mendapatkan imbas atau terdampak. Oleh karena itu pada tulisan ini akan melihat dampak pandemic Covid19 ini terhadap UMKM di kota Palembang. Metode yang digunakan pada penulisan ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner secara online kepada pelaku UMKM di kota Palembang yang menjadi peserta pelatihan Digital Enterpreneurship Academy (DEA). Hasilnya adalah pandemi Covid19 berdampak pada penurunan penjualan, penurunan jumlah produksi, dan penurunan jumlah pendapatan pada UMKM. UMKM dituntut untuk cepat beradaptasi dengan kondisi yang ada dengan memanfaatkan teknologi informasi, bergabung dengan market place, melakukan diferensiasi produk dan berinovasi agar bisa bertahan pada masa pandemic ini. Selain itu pemerintah juga sudah memberikan dukungan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mendukung UMKM agar bisa bangkit dan kestabilan perekonomian bisa terwujud. Selain itu dukungan masyarakat untuk membeli produk-produk dari UMKM juga sangat diharapkan. Kata Kunci: dampak, pandemi Covid19, UMKM
EVALUASI PELAKSANAAN DIGITAL TALENT SCHOLARSHIP (DTS) VOCATIONAL SCHOOL GRADUATED ACADEMY (VSGA) DI KOTA PALEMBANG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Dede Mahmudah
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol. 3 No. Nomor 1 (2022): Majalah Ilmiah Semi Populer Komunikasi Massa
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi, pelaksanaan kegiatan program Vocational School Graduated Academy (VSGA) secara luring dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan tersebut dilakukan salah satunya di Kota Palembang. Pelaksanaan program VSGA selama masa pandemi yang dilakukan oleh BPSDMP Kominfo Jakarta perlu untuk di evaluasi agar dapat mengumpulkan informasi yang nantinya dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengambil keputusan dan sebagai tolak ukur tercapainya tujuan program VSGA. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan model evaluasi Context, Input, Process, and Product (CIPP) secara deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan bersamaan dengan kegiatan tersebut yang dilakukan pada periode bulan Mei 2021 sampai dengan bulan September 2021, kepada peserta program VSGA di Kota Palembang, dan berhasil mengumpulkan data dari 138 orang peserta. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner yang disusun dengan menggunakan skala Likert. Berdasarkan paparan hasil tersebut, terlihat bahwa untuk pelaksanaan di Kota Palembang semua aspeknya memiliki nilai rata-rata diatas 4,2 atau berkategori sangat baik. Namun, masih terdapat pernyataan dari peserta yang menunjukkan rasa tidak setuju atas pernyataan yang dicantumkan dalam kuesioner. Dari hasil evaluasi ini menunjukkan perlu adanya telaah kembali di masing-masing aspek CIPP tersebut agar dapat diketahui faktor-faktor apa saja yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan kualitasnya dalam penyelenggaraan VSGA di tahun berikutnya. Hal ini hendaknya dilihat baik dari sisi perekrutan peserta, kualitas pengajar, serta kinerja panitia. Kata Kunci: : DTS; VSGA; Covid-19
PASAL KARET UNDANG-UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKRONIK BERMASALAH Amri Dunan; Bambang Mudjiyanto
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol. 3 No. Nomor 1 (2022): Majalah Ilmiah Semi Populer Komunikasi Massa
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wacana Presiden RI merevisi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) patut ditindaklanjuti bawahannya dan DPR. Pasalnya masyarakat sangat mengharapkan regulasi itu diubah. Pasal multitafsir dalam regulasi itu harus diubah demi keadilan. Pasal-pasal karet harus menjadi fokus utama pembenahan UU ITE. Tujuannya melindungi kebebasan berpendapat yang merupakan bagian dari keberlangsungan demokrasi. Pasal-pasal yang diklaim sebagian pihak multitafsir membutuhkan pembuktian dan data yang mendukung. Pasalnya pembuat dan penyebar hoaks harus diberi sanksi. Oleh sebab itu masukan berbagai pihak yang dapat memenuhi aspirasi pubik, sekaligus menjawab kebutuhan bangsa di masa depan sangat dibutuhkan. Kritik, kalau sesuai fakta, itu pendapat yang harus dihormati, tapi kalau bersifat fitnah dan adu domba, harus diproses hukum. UU ITE tidak membungkam kebebasan berpendapat. Namun, itu menyasar pembuat dan penyebar hoaks, fitnah dan adu domba masyarakat. Pemerintah khawatir apabila pengaturan informasi elektronik tidak diatur secara demokratis akan memecah belah persatuan bangsa. Orang lebih leluasa membuat konten tanpa etika. Bahkan, ada pihak yang memproduksi dan menyebarkan konten mengandung unsur kebencian berdasarkan Sara, pornografi, radikalisme, terorisme secara sistematis menggunakan robot, motifnya bisa politik maupun ekonomi. Untuk mencegah kian banyak korban UU ITE, yang trennya kian meningkat, revisi tetap diperkuat dengan memasukkan prinsip keadilan restoratif. Keadilan restoratif merupakan konsep di mana penyelesaian tindak pidana yang melibatkan pelaku, korban, dan pihak terkait, untuk secara bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan mengedepankan pemulihan kembali keadaan semula dan bukan semata-mata pembalasan. Kata Kunci: Pasal Karet, UU ITE, revisi