cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Komunikasi Massa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Majalah Komunikasi Massa
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
PRAKTIK REPRESENTASI AKTOR DAN AKSI SOSIAL DALAM ISU POLITIK Karman, Karman
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 2 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan menggambarkan representasi aktor sosial dan aksi sosial dalam isu politik di Indonesia tahun 2019. Kajian ini menggunakan teknik analisis yang diperkenalkan oleh Theo Van Leeuwen dalam konteks bahasa Indonesia. Model Leeuwen dapat dibagi dua: praktik eksekusi dan praktik inklusi aktor/aksi sosial dalam teks. Kajian ini menemukan keterbatasan dari model analisis yang diperkenalkan Leeuwen. Pertama, model ini lahir dalam konteks bahasa Inggris. Implikasinya adalah ada kaidah-kaidah gramatikal yang berbeda ketika digunakan untuk menganalisis teks dalam bahas lain. Fleksi tidak ada di dalam bahasa Indonesia, ia ada antara lain dalam bahasa Inggris, bahasa Arab. Kedua, kekayaan ragam bahasa dalam ekspresi bahasa konotatif. teknik analisis yang diperkenalkan Leeuwen tidak memiliki cukup kemampuan untuk melakukan identifikasi dalam teks yang memiliki kekayaan ekspresi konotatif. Bahasa Indonesia memiliki ekspresi konotasi yang kaya, yaitu penggunaan majas- majas (metafora, personifikasi, litotes, dsb.). Ekspresi konotasi ini melekat pada budaya. Penelitian dalam bidang wacana perlu melakukan kontekstualisasi metode analisis Leeuwen dalam bahasa Indonesia.
FENOMENA BUDAYA POLITIK GENERASI MILLENNIALSFENOMENA BUDAYA POLITIK GENERASI MILLENNIALS DI MEDIA SOSIAL Arifianto, S.
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 1 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada perbedaan fenomena antara politisi di masyarakat riel, dan dunia virtual. Tulisan ini mencoba menyoroti dan menjelaskan, fenomena budaya politik generasi millennials di media sosial. Data diperoleh dari kajian pustaka, pembacaan teks budaya media secara kualitatif, dan analisis penulis. Hasil diskusi menyimpulkan bahwa: (1). demokrasi politik dikunstruksi hanya untuk kepentingan legal formal yang prosesnya diarahkan untuk bagaimana caranya memperoleh banyak dukungan politik. (2). membangun budaya politik bagi generasi millennials di media sosial menjadi sangat urgen, untuk menciptakan kader politik militan di masa mendatang. (3). hanya generasi millennials, kreatif, inovatif dan visioner yang kemungkinan bisa eksis berpolitik di media sosial di masa mendatang.
PERBANDINGAN PERSPEKTIF TEORETIS DALAM ILMU KOMUNIKASI: TELAAH BUKU “THEORIES OF HUMAN COMMUNICATION” Karman, Karman
Majalah Komunikasi Massa Vol 14, No 2 (2018): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu komunikasi merupakan ilmu yang bersifat multidisipliner, memiliki keanekaragaman perspektif. Ini tergambar dalam buku ?Theories of Human Communication? yang ditulis oleh Littlejohn. Tulisan ini akan membandingkan perspektif dan perkembangan perspektif dalam buku tersebut. Perubahan pembahasan perspektif teori dalam buku ilmu komunikasi tersebut terlihat pada muncul-dan-hilangnya teori komunikasi antara satu edisi dengan edisi lainnya. Perubahan pembahasan teori ini antara lain terlihat dalam teori perkembangan hubungan personal,  teori sistem, rhetorical sensitivity, teori kritis, dan teori struktur tanda dan makna. Kami berkesimpulan bahwa ini keragaman perspektif ilmu komunikasi karena adanya masalah dalam pendefinisian konsep komunikasi seperti dulu dibuktikan Frank Dance (1970), aktivitas keilmuan, dan perbedaan sumber perspektif ilmu komunikasi. Sementara itu, perubahan pembahasan perspektif teori dalam buku disebabkan logika pasar. Para pengguna/konsumen buku yang memberikan umpan balik berupa saran mengenai teori mana saja yang perlu mendapat perhatian dan mana yang dihilangkan. Pembaruan buku tidak menunjukkan pembaruan ilmu komunikasi.
MASSIVE OPEN ONLINE COURSE (MOOC) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI ERA INDUSTRI 4.0 Damanik, Marudur Pandapotan
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 2 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadirnya era industri 4.0 memberikan dampak positif dalam efisiensi produksi, namun juga membawa ancaman pada ketenagakerjaan. Perangkat-perangkat digital mampu mengotomatisasi proses produksi sehingga akan banyak lapangan pekerjaan yang hilang karena digantikan oleh mesin. Dalam menghadapi era ini, Indonesia perlu mengambil langkah strategis terutama dalam pembangunan SDM terampil agar dapat bersaing dan berperan dalam digitalisasi dan industri 4.0. Salah satu cara untuk mengembangkan SDM terampil adalah melalui Massive Open Online Course (MOOC) yang merupakan salah satu bentuk e-learning. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang apa dan bagaimana sebuah MOOC, dan bagaimana mendesain MOOC untuk menyesuaikan dengan kebutuhan Industri 4.0, serta tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam implementasinya.
KEBEBASAN PERS PADA ERA REFORMASI Waluyo, Djoko
Majalah Komunikasi Massa Vol 14, No 1 (2018): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas pelaksanaan kebebasan pers di Indonesia hingga era Reformasi. Tonggak awal kebebasan pers dimulai pada masa kolonial Hindia Belanda dulu yang memperkenalkan penerbitan pers kepada bangsa pribumi. Dan kemudian pada masa pergerakan nasional, masa kemerdekaan dan masa presiden Sukarrno, masa presiden Suharto dan era Reformasi. Namun dalam praktiknya, media pers yang diterbitkan harus sepengetahuan dari pemerintah kolonial hingga kini juga harus sejalan politik media dengan pemerintah. Benang merah ternyata media masih dikontrol oleh pemerintah,meskipun regulasi telah membebaskan bagi penerbitan pers untuk memberitakan bagi kepentingan publik.Kebebasan pers dalam era Reformasi relatif makin terbentuk wujudnya yang dirasakan manfaatnya bagi publik.
PERAN PERS DALAM KOMUNIKASI POLITIK Idris, M.
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 1 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media massa (Pers) merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi dalam bidang informasi dan komunikasi. Dalam media massa bukan hanya sumber informasi politik, tetapi juga kerap menjadi pendorong terjadinya perubahan politik. Secara umum media massa memiliki kecenderungan--kecenderungan tertentu dalam melakukan liputan pada peristiwa politik. Dalam wujud yang lebih konkret, media memiliki peranan besar dalam komunikasi politik. Komunikasi politik merupakan hal yang tak bisa dilepaskan dari kehidupan politik. Komunikasi politik menjadi sebuah bagian dalam sebuah tatanan sistem politik yang kompleks. Peran komunikasi dalam dunia politik menjadi sebuah hal yang mutlak adanya mengingat komunikasi menjadi kunci bagi sebuah kesuksesan suatu proses politik. Diera modern seperti sekarang komunikasi politik telah berkembang dan bertransformasi terutama dalam pemanfaatan medianya. Kini komunikasi politik cenderung tersampaikan secara masa dari masing-masing pihak, baik pemerintah, politisi maupun masyarakat pada umumnya.
PENAMPILAN MEDIA PERTUNJUKAN RAKYAT SEBAGAI HIBURAN DALAM ERA DIGITAL Wibisono, Rengga Satrio
Majalah Komunikasi Massa Vol 14, No 2 (2018): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini meninjau penampilan media pertunjukan rakyat dalam era digital yang difokuskan sebagai hiburan. Penampilan media pertunjukan rakyat dewasa ini telah mengalami perubahan disebabkan beberapa faktor obyektif. Media pertunjukan rakyat sebagai teater rakyat telah lama dikenal bersamaan dengan tumbuhnya budaya lokal di pelbagai daerah di Indonesia. Faktor makin intensif  masuknya Internet telah mengancam eksistensi teater rakyat dan bahkan sudah ada yang punah,tidak dikenal lagi.Penampilan panggung teater rakyat yang kurang menarik. Kondisi ini perlu merevitalisasi media pertunjukan rakyat dalam era digital kini,menjadi tantangan agar dapat dikenali kembali oleh generasi muda atau generasi milenial. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif berdasarkan sumber-sumber literatur ilmu komunikasi.  Tujuan artikel ini untuk memberikan pemahaman terhadap pentingnya peran media pertunjukan rakyat  dalam kehidupan sosial yang berfungsi sebagai hiburan masyarakat luas. Dengan demikian,terbentuk kesadaran sosial  yang kuat terhadap makna kehidupan sosial yag sehat setelah menikmati hiburan rakyat. Diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai makna hiburan rakyat  jalur media pertunjukan rakyat. 
PENELITIAN KUALITATIF SEBUAH URAIAN PARADIGMA DAN KARAKTERISTIK Nugroho, Ari Cahyo
Majalah Komunikasi Massa Vol 14, No 1 (2018): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah penelitian kualitatif Kirk dan Miller pada mulanya bersumber pada pengamatan kuantitatif yang dipertentangkan dengan pengalaman kualitatif. Hasil pembahasan  menghasilkan beberapa pemikiran yakni penelitian kualitatif cenderung menggunakan metode kualitatif, baik dalam pengumpulan maupun dalam proses analisisnya. Hal ini mementingkan penghayatan dan pengertian dalam menangkap gejala. Menggunakan pengamatan bebas, mendekatkan situasi dan kondisi pada sumber data, menempatkan diri dan berpikir dari sudut pandang ?dalam?. Penelitian kualitatif ini berorientasi pada proses, dengan peneliti sebagai instrumen utama. Dalam proses terjadi kegiatan analisis, dan pengambilan keputusan. Pada tahap kriteria data/informasi, menekankan segi validitas, fakta konkrit informasi simbolik atau abstrak. Ruang lingkup penelitian dibatasi pada kasus singular, segi otensitasnya. Fokus penelitian bersifat holistik, meliputi aspek yang cukup luas.
KONTESTASI POLITIK PILPRES 2019 DI MEDIA SOSIAL (TELAAH KONSEP ECHO CHAMBER) Arifianto, S.
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 2 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara harfiah echo chamber adalah ruang tempat mendengar apa yang kita teriakkan tanpa memperhitungkan kondisi realitas disekitarnya. Demikianlah analogi sederhana dari makna echo chamber yang sekarang banyak dibahas terkait dengan kontestasi budaya politik pilpres 2019, melalui media sosial. Meski demikian efek yang ditimbulkannya bisa berpengaruh terhadap perilaku masyarakat dalam berpolitik. Pada   satu sisi kehadiran media sosial, dapat mengatasi beberapa hambatan komunikasi sosial yang disebabkan masalah geografis. Artinya, kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja  tentang apa saja, dengan siapa saja tanpa dibatasi ruang dan waktu. Namun pada sisi yang lain media sosial juga berdampak negatif, dan membawa bencana bagi kita semua. Meski demikian media sosial masih dipercayai bisa menghadirkan pandangan yang lebih seimbang tentang dunia. Memang ada kekhawatiran bahwa media sosial hanya menyedot orang-orang kedalam kelompok-kelompok yang homogen atau sepandangan sama tentang suatu hal tertentu. Disamping itu juga ada orang-orang yang terjauhkan dari informasi-informasi yang berbeda dengan pandangannya. Kekhawatiran semacam itu disebut echo chamber (ruang gema), yang secara konseptual hanya mendengar apa yang diteriakan sendiri.  Meski jutaan orang diluar sana menggunakan internet dan teknologi informasi digital untuk memperluas wawasannya, tetapi masih banyak orang melakukan  justru sebaliknya. Artikel ini pembahasannya fokus pada fenomena efek echo chamber  terhadap kontestasi politik masyarakat kedua kubu pendukung Prabowo-Sandi, dan Jokowi-Ma?ruf dalam  Pilpres tahun, 2019 di media sosial.
HERMENEUTIKA: PEMIKIRAN DAN PENGARUHNYA PADA METODE ANALISIS TEKS Karman, Karman
Majalah Komunikasi Massa Vol 15, No 1 (2019): Komunikasi Massa
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Realitas perbedaan waktu dan kesadaran sejarah antara ?saat teks ditulis? dan ?saat teks dibaca? menciptakan masalah dalam hal pemahaman terhadap teks. Untuk mengatasinya, para sarjana ilmu sosial mengadopsi hermeneutika -yang berasal dari mitologi Yunani- untuk digunakan sebagai teori tafsir. Tulisan ini bertujuan menjelaskan hermeneutika pada aspek ragam pemikirannya dan pengaruhnya terhadap metode-metode dalam menganalisis teks. Kami mengidentifikasi bahwa ragam pemikiran hermeneutika menekankan pada konteks: ?konteks pengarang? dan ?konteks pembaca?. Hermeneutika model pengarang menekankan perlunya pengetahuan tentang kepengarangan dalam memahami teks. Hermeneutika model pembaca menekankan konteks sejarah pembaca (readership) dan mengabaikan aspek kepengarangan. Hermeneutika model pengarang mempengaruhi model analisis sosiokognitif (diperkenalkan vanDijk) dan sosiokultural (diperkenalkan Fairclough). Sementara itu, hermeneutika model pembaca memengaruhi analisis semiotika.