cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Komunikasi Massa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Majalah Komunikasi Massa
Arjuna Subject : -
Articles 74 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL WHATSAPP TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA DAERAH KOTA MANADO Femy F. Umboh
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol 1, No 2 (2020): Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan WhatApp WhatsApp terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kota Manado. WhatsApp tidak hanya dimanfaatkan untuk berkomunikasi, akan tetapi saat ini WhatsApp juga dimanfaatkan untuk kepentingan pekerjaan. Kinerja pegawai kurang optimal karena saat bekerja pegawai disibukkan dengan berita-berita yang dikirim rekan kerja melalui media WhatsApp. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai yang berstatus sebagai staf/pelaksana di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kota Manado  yang berjumlah 61 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode sensus. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Selanjutnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh penggunaan WhatsApp secara negatif terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kota Manado , dapat diterima karena nilai tshitung sebesar -9,759 < t-tabel 0,05 sebesar -2,001 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh pengunaan media sosial WhatsApp terhadap kinerja pegawai pada Kantor Badan Kepegawaian Daerah Kota Manado, dimana koefisien regresi penggunaan WhatsApp bertanda negatif yang berarti bahwa penggunaan WhatsApp telah berdampak negatif terhadap kinerja pegawai, yang berarti semakin intensif penggunaan WhatsApp maka kinerja pegawai semakin rendah.Kata Kunci: Media Sosial, WhatsApp, Kinerja Pegawai
POTENSI KORUPSI DANA BANSOS DI MASA PANDEMI COVID-19 Launa Launa; Hayu Lusianawati
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol 2, No 1 (2021): MAJALAh SEMI ILMIAH POPULER KOMUIKASI MASSA
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu potensi korupsi dana bantuan sosial (bansos) di masa pandemi Covid-19 yang diberitakan media online menunjukkan ada ketidakpercayaan pemerintah pada para pihak terkait efektivitas penyaluran dan penggunaan dana bansos bagi warga terdampak. Kajian ini mencoba menganalisis bagaimana teks berita mengonstruksi isu potensi korupsi dana bansos yang diwacanakan pemerintah melalui analisis framing berita dari empat portal berita (vivanews.com, okezone.com, detik.com, dan tempo.co) sebagai objek kajian. Kajian ini menggunakan paradigma konstruksi sosial berbasis teori framing Murray Edelman dengan jenis penelitian kualitatif serta metode analisis deskriptif-interpretif. Hasil kajian menunjukkan : framing berita vivanews.com cenderung kritis-oposisional, okezone.com cenderung netral-positif, detik.com cenderung kritis-responsif, dan tempo.co cenderung kritis-advokatif.
KOMUNIKASI VIRTUAL PELAYANAN PUBLIK ALPUKAT BETAWI PADA SUKU DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL JAKARTA UTARA Dewi Cavita Sari; Dewi Maria Herawati
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol 1, No 2 (2020): Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pemerintah DKI Jakarta dalam mengembangkan smartcity government atau tata kelola pemerintah yang baik, transparansi dan akuntabilitas dalam segala bentuk informasi ke masyarakat. Dalam hal ini, Suku Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil mengembangkan adanya program layanan kependudukan yang dilakukan secara virtual, aplikasi ini dinamakan Alpukat Betawi yang merupakan singkatan dari Akses Langsung Pelayanan Dokumen Kependudukan Cepat dan Akurat. Untuk itu, komunikasi virtual sangatlah berpengaruh dalam layanan kependudukan ini karena adanya keterlibatan teknologi untuk mengembangkan program Alpukat Betawi untuk dipergunakan secara baik oleh masyarakat. Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui bagaimana komunikasi yang terjadi dalam aktivitas komunikasi dalam pelayanan kepada publik yang dilakukan secara virtual melalui aplikasi Alpukat Betawi untuk mengajukan permohonan kependudukan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif yang akan menjelaskan fenomena smartcity government dalam pemerintah DKI Jakarta. Hasil dari penelitian ini adalah komunikasi yang terjadi secara virtual melalui Alpukat Betawi merupakan salah satu cara dalam meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik, pelayanan publik secara virtual menunjukkan sebagai pengembangan tata kelola pemerintah yang transparansi dalam informasi dan akutanbilitas, untuk mengembangkan smartcity government atau tata kelola pemerintah yang baik dan kualitas dalam pelayanan virtual untuk semakin memudahkan masyarakat dalam menggunakan Alpukat Betawi.Kata Kunci : Komunikasi Virtual, E-Government, Pelayanan Publik
AKURASI BERITA DALAM JURNALISME DARING (KASUS ALAT TEST ANTIGEN BEKAS DI BANDARA KUALANAMU PADA PORTAL BERITA KOMPAS.COM) Ratna Ratna
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol 2, No 1 (2021): MAJALAh SEMI ILMIAH POPULER KOMUIKASI MASSA
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh peningkatan perkembangan jurnalisme daring yang berkembang dengan begitu pesatnya dan dapat memberikan pemenuhan kebutuhan informasi bagi masyarakat secara cepat. Namun meskipun demikian, jurnalisme daring seringkali dianggap sebagai karya jurnalistik yang hanya mengandalkan pada kecepatan pemberitaan dan kerap dianggap tidak mengedepankan prinsip-prinsip dasar jurnalistik terutama dalam hal akurasi berita yang disebabkan oleh prinsip kecepatan pemberitaan. Dalam akhir bulan April 2021 ini portal berita online begitu marak dalam memberitakan kasus alat test antigen bekas di Bandara Kualanamu Medan yang begitu menarik perhatian khalayak karena diberitakan hampir di semua portal berita online termasuk Kompas.com. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik pemberitaan dan keakuratan suatu berita pada jurnalisme online dalam hal ini Kompas.com. Tulisan ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang membahas mengenai karakteristik pemberitaan jurnalisme daring dan akurasi pemberitaan mengenai kasus alat test antigen bekas di Bandara Kualanamu yang dimuat dalam portal berita Kompas.com. Hasilnya menunjukkan bahwa karakteristik pemberitaan dalam kasus ini yang dimuat dalam Kompas.com tetap mempertahankan prinsip yang menjadi ciri khas jurnalisme daring yakni immediacy atau kecepatan pemberitaan dan bersifat multimedia atau beragamnya format yang digunakan dalam menyampaikan pemberitaan.
VIRALITAS KONTEN DI MEDIA SOSIAL Lidya Agustina
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol 1, No 2 (2020): Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini istilah viral menjadi salah satu hal yang selalu dikaitkan dengan konten-konten yang ada di media sosial. Konten-konten yang menjadi viral ini seringkali memiliki daya tarik tertentu yang membuat pengguna media sosial tertarik untuk membagikan ulang (re-share/re-post) konten tersebut. Tulisan ini berusaha untuk menggambarkan apa yang membuat suatu konten di media sosial dapat menjadi viral, dan bagaimana dampak dari viralitas konten tersebut. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif dengan metode pengumpulan data studi literatur. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa budaya sharing konten pengguna media sosial merupakan salah satu alasan yang membuat suatu konten dapat viral di media sosial. Selain itu, konten yang viral memiliki daya tarik emosional yang dapat membuat pengguna media sosial tertarik untuk menduplikasi atau membagikan konten tersebut. Fenomena viralitas konten di media sosial ini memberikan dampak pada aktivitas komunikasi di media sosial, khususnya komunikasi pemasaran.Kata Kunci: Viral, Media Sosial, Konten, Sharing Behavior
KONSEP DUALISME VERSUS DUALITAS DALAM DISKURSUS EPISTEMOLOGI ILMU SOSIAL Karman Karman
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol 2, No 1 (2021): MAJALAh SEMI ILMIAH POPULER KOMUIKASI MASSA
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konseptualisasi teoretis fenomena sosial dalam diskursus epistemologi memiliki kecenderungan fokus pada struktur dan agensi. Para sarjana memahami struktur dan agen sebagai entitas yang terpisah. Konsep ini dikenal dengan "dualisme". Konsep dualisme ini mendapat kritik dari pandangan dualitas. Konsep ini memandang struktur dan agen sebagai sesuatu yang menyatu. Konsep dualitas diperkenalkan oleh Berger, Bourdieu, dan Giddens. Tulisan ini memberikan penjelasan upaya konseptual mereka dalam menyelesaikan dikotomi dalam diskursus epistemologi tadi, khususnya dikotomi antara agen-struktur. Konsep yang mereka perkenalkan masing-masing adalah : "strukturasi", "konstruksi realitas sosial", "habitus". Penggunaan teori memberikan implikasi dalam riset dengan untuk tidak fokus kepada individu versus masyarakat.
MODEL-MODEL DASAR DALAM TEORI KOMUNIKASI Ari Cahyo Nugroho
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol 1, No 2 (2020): Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Little John dalam bukunya mengemukakan model menunjukkan representasi simbolis dari benda, proses atau gagasan (ide). Pada level konseptual model merepresentasikan ide-ide dan proses. Jadi model bisa berbentuk gambar-gambar grafis, verbal atau matematika. Tulisan ini akan memfokuskan pada model-model dasar dalam  model komunikasi, yakni model Barnlund, Lasswell, Osgood &Schramm, Webner, Riley & Riley, ABX Newcomb, Shannon &Weaver dan DeFleur. Dari hasil pembahasan tampak komunkasi mengandung makna bersama-sama. Para ahli memberikan pendapatnya menurut sudut pandang mereka masing-masing. Tampilan model merupakan gambaran yang sistematis dan abstrack. Fungsinya untuk menerangkan potensi-potensi tertentu yang berkaitan dengan beragam aspek dari suatu proses. Uraian model menurut para ahli merupakan cara untuk menunjukkan sebuah objek yang mengandung kompleksitas proses di dalamnya dan hubungan antara unsur-unsur pendukungnya. Hal ini dijelaskan agar bisa dimengerti dan dipahami oleh para pembacanya. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Little John yakni ‘in broad sense a term model can apply to any symbolic representation of thins, process or idea’ (model dapat diartikan secara luas sehingga model dapat diterapkan pada setiap representasi simbolik dari suatu benda, proses, atau ide).Kata Kunci: Model, Teori Komunikasi
PERAN MEDIA MASSA DALAM MENGHADAPI SERBUAN MEDIA ONLINE Emilsyah Nur
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol 2, No 1 (2021): MAJALAh SEMI ILMIAH POPULER KOMUIKASI MASSA
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media massa, media baru /media digital dimasa pandemi Covid-19 telah menimbulkan berbagai dampak di kehidupan masyarakat. Tidak hanya bagi kesehatan, tapi juga berdampak pada masalah kemanusiaan, sosial, dan ekonomi. Pemerintah telah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bekerja, sekolah dan beribadah dari rumah guna mencegah penyebaran Covid-19. Pertemuan yang biasa dilakukan dengan cara tatap muka, kini harus dilakukan melalui media digital. Masyarakat semakin terbiasa dengan gadget dan terbiasa dengan yang dinamakan work from home, pembelajaran online dan kegiatan lain yang dilakukan dengan memanfaatkan media digital. Saat ini keterlibatan media online sangat berpengaruh terhadap dunia informasi dan komunikasi. Media sosial pun juga tak terpisahkan dalam strategi komunikasi di sebuah perusahaan. Sebuah tatanan baru terbentuk dan menjadi standar ‘new normal’ yang berlaku di masyarakat hari ini. Peran jurnalis pun sangat menjadi ujung tombak bagi sebuah perusahaan/ institusi atau lembaga di masa pandemi Covid-19 saat ini. New Media merupakan media yang menggunakan internet, media online berbasis teknologi, berkarakter fleksibel, berpotensi interaktif dan dapat berfungsi secara privat maupun secara publik. New Media merupakan digitalisasi dari sebuah konsep pemahaman dari perkembangan zaman mengenai teknologi dan sains.
DISKURSUS IDEOLOGI MEDIA: DARI PERSPEKTIF LIBERAL-PLURALIS HINGGA POST-STRUKTURALIS Launa Launa; Hayu Lusianawati
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol 1, No 2 (2020): Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wacana seputar media massa sejak tiga dekade lalu hingga saat ini masih terus memantik perdebatan hangat seiring pergeseran realitas politik, transisi sosial, mobilitas nilai dan keyakinan, pergerakan formasi budaya hingga ideologi yang terus berubah. Berbagai bentuk perubahan itu telah melahirkan beragam sudut pandang dari para ahli ilmu sosial dalam memahami dan memaknai posisi dan fungsi media. Bangunan pemahaman hasil konstruksi akademik para ahli itu—di ranah ilmu komunikasi—dikenal sebagai pertarungan antar paradigma: objektivis (atau positivis), post-positivis, konstruktivis, kritis, dan post-strukturalis. Perdebatan teoritik dari masing-masing paradigma tersebut berangkat dari posisi ontologi, epistemologi, dan aksiologi yang berbeda, yang digunakan sebagai argumen akademis untuk menghubungkan antara asumsi-asumsi teoritik, perangkat metodologi, dan instrumen penelitian yang digunakan. Kajian ini ditujukan sebagai upaya akademis kecil untuk mengelaborasi dan me-refresh kembali perdebatan relasi media dan ideologi yang berlangsung dalam pemahaman masing-masing paradigma; yang hingga kini masih menjadi diskursus hangat di ranah ilmu komunikasi.        Kata Kunci: Ideologi Media, Liberal-Pluralis, Konstruktivis, Kritikal, Post-Strukturalis.
ANALISA FILM LONDON HAS FALLEN DARI SUDUT TEORI JARINGAN KOMUNIKASI Ari Cahyo Nugroho
Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa Vol 2, No 1 (2021): MAJALAh SEMI ILMIAH POPULER KOMUIKASI MASSA
Publisher : Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini dilatar belakangi identifikasi fenomena mengenai teori jaringan sebagai bagian dari analisis jaringan komunikasi di dalam organisasi. Melakukan pengujian pola-pola interaksi untuk melihat siapa yang berkomunikasi dengan siapa. Bagaimana kelompok-kelompok hubungan komunikasi yang saling terhubung itu pada akhirnya membentuk keseluruhan jaringan organisasi. Hal ini karena tidak ada seorangpun yang berkomunikasi secara sama dengan semua anggota organisasi. Film merupakan salah satu dari The Big Five of Mass Media setelah surat kabar, majalah, radio, dan televisi. Film London Has Fallen adalah salah satu hasil dari media massa yang diproduksi dan berusaha mengkomunikasikan makna di dalamnya. Tulisan ini akan memfokuskan pada analisa Film London Has Fallen dari sudut Teori Jaringan Komunikasi. Dalam pembahasan terlihat dalam Film London Has Fallen, analisis jaringan juga dapat digunakan untuk menggambarkan aspek yang mempengaruhi kualitas jaringan yaitu informasi, pertemanan serta pengaruh. Sebuah mata rantai antara dua orang atau lebih. Mata rantai inilah yang nantinya akan membagi orang ke dalam kelompok dan menghubungkannya dengan organisasi. Dalam film ini, kita juga bisa menganalisis jaringan berdasarkan kualitas mata rantai yakni langsung dan tidak langsung, frekuensi dan stabilitas mata rantai, serta jumlah mata rantai antara individu dengan orang lain yang disebut sebagai tingkat pemisahan (degree of separation). Rekomendasi yang diberikan, dalam analisis jaringan komunikasi melihat fenomena mikro, menggambarkan struktur komunikasi dan posisi seorang aktor dalam struktur komunikasi tersebut.