cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
ISSN : 24606324     EISSN : 25796461     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara is an open access journal and published twice a year in January & July that contains research result where never published.
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPA TERPADU Dinatha, Ngurah Mahendra
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 2 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.994 KB)

Abstract

Abstract:This study aims to determine the level of difficult study student in following the Natural Science Subject. This research is qualitative descriptive. The sampling technique used is simple random sampling. Research conducted in Junior High School of Widiatmika, Badung Regency, Bali. The number of the sample members are 30 people. Data collected to measure the level of student difficult in Natural Science Subject, the questionanire method was used. Data were analyzed descriptively with references to the theoretical scale. The results of this study concluded that difficult study in Natural Scinece Subject said to be in the category of "Medium". Key words: difficult study, natural science subject Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar siswa dalam mata pelajaran IPA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling untuk menentukan jumlah sampel yang diteliti. Penelitian dilaksanakan di SMP Widiatmika, Kabupaten Badung Bali. Jumlah subjek penelitian adalah 30 orang. Pengumpulan data untuk mengukur tingkat kesulitan belajar siswa dalam pelajaran IPA digunakan kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengacu pada skala teoretik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat kesulitan belajar siswa pada pelajaran IPA dikatakan dalam kategori “Sedang”. Kata kunci: Kesulitan belajar, pelajaran IPA
TANTANGAN PERUBAHAN KURIKULUM SEKOLAH DASAR: PEMBELAJARAN TEMATIK JAWABANNYA Akbar, sa'dun
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.312 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v1i1.150

Abstract

Abstrak: Secara periodik kurikulum  mengalami perubahan. Kurikulum berubah karena perkembangan orientasi filosofis, sosiologis, psikologis, ipteks, dan harapan masa depan berubah. Setiap perubahan kurikulum menuntut perubahan proses pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan orientasinya filosofis dan teoretiknya.  Praktik pembelajaran yang terjadi di SD pada beberapa dekade akhir-akhir ini dipandang kurang mampu mengembangan seluruh kecerdasan (ganda), tingkat perkembangan fisik-psikologis dan sosiologis, karakter baik, serta tantangan masa depad murid-murid SD secara optimal. Pembelajatan Terpadu—tematik dipandang tepat sebagai jawaban perubahan kurikulum, walaupun pelaksanaan pembelajaran tematik dewasa ini masih terseok-seok. Rekonstruksi perencanaan dan implementasi pembelajaran tematik yang mengakomodasi seluruh kecerdasan ganda, pengayaan pembelajaran berbasis potensi lokal, menerapkan prinsip pembelajaran konstruktivistik, aktif dan bermakna,  penggunaan pendekatan dan model pembelajaran bervariasi, guru yang memposisikan dirinya sebagai tenaga pengembang, rombel yang diperkecil, teamwork yang diperkuat, selingan penerapan model terpadu yang bervariasi, dan manajemen serta stakeholders yang mendukung dipandang sebagai upaya optimalisasi praktik pembelajaran tematik dalam impelementasi pembelajaran tematik dalam Kurikulum KTSP dan Kurikulum 2013.   Kata Kunci: Pembelajaran Tematik.  
THE DEVELOPING OF TEMATIK TEACHING MEDIA MAGIC PUZZLE THEME BERBAGI PEKERJAAN IN FOURTH GRADE OF PRIMARY SCHOOL Saraswati, Dewi; Wijayanti, Arfilia
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.491 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v4i1.12199

Abstract

Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah pengadaan media pembelajaran tematik yang masih terbatas sehingga kemaunan siswa dalam pembelajaran menjadi kurang optimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan media pembelajaran tematik Magic Puzzle yang valid dan praktis dalam pembelajaran tema Berbagai Pekerjaan kelas IV Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) dengan prosedur penelitian ADDIE. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD Negeri 01 Nyamok yang berjumlah 30 siswa dan seluruh siswa SD Negeri 02 Sumurjomblangbogo yang berjumlah 26 siswa tahun pelajaran 2017/2018. Pengembangan menghasilkan media pembelajaran tematik Magic Puzzle tema berbagai pekerjaan. Hasil penelitian ini diperoleh melalui hasil validasi ahli media dan ahli materi dengan jumlah rata-rata keidealan yaitu 90% dan 80% serta hasil tanggapan guru dan siswa terhadap media Magic Puzzle dengan rata-rata keidealan 83% dan 97%.
PENGGUNAAN METODE PENEMUAN UNTUK MENINGKATKAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA KONSEP PENJUMLAHAN KELAS II SEMESTER I SDN DOYONG II MIRI KAB. SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Suyatno, Suyatno
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 2 No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.184 KB)

Abstract

Abstract: The learning achievement of Mathematics grade II SDN Doyong II for the 2015/2016 school year are not satisfactory because the average student achievement is still below the minimum completeness criteria (KKM). Math is one of the subjects of the most feared by the students.Obstacles may come from teachers and students themselves. Barriers include a lack of teachers can motivate students to be more please Mathematics. Teachers do not understand learning method in accordance with the learning materials. As a teacher should be smart in selecting methods, techniques, and learning models so that teaching and learning can take place with an active, creative, effective, and fun. Average resistance of students, among others: Some students think that mathematics is a subject that is not interesting, difficult, and boring; Math learning process less conducive; Teachers are still often have difficulty in imparting the basic concepts of mathematics to the students, especially the concept of summation of numbers.To improve the competence of students in summing count numbers need to use methods of the invention. By using the "discovery method" students' ability to add a valid whole number is expected to increase. Therefore, this study aims to contribute information and ideas about how the "discovery method" used in study compares the numbers count. In addition, to determine improvement in student achievement in summing valid whole number. Thus, to obtain a higher quality learning outcomes it is necessary to use methods of the invention in learning summing Keyword: discovery method, the concept of summation of numbers, mathematics Abstrak: Prestasi belajar Matematika siswa kelas II SDN Doyong II untuk tahun pelajaran 2015/2016 belum memuaskan karena rata-rata prestasi belajar siswa masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Mata pelajaran Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang paling ditakuti oleh siswa.Hambatan dapat berasal dari guru dan siswa itu sendiri. Hambatan dari guru antara lain kurang dapat menumbuhkan motivasi siswa untuk lebih menyenangi mata pelajaran Matematika. Guru kurang memahami metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Sebagai guru hendaknya pandai dalam memilih metode, teknik, maupun model pembelajaran sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Sedang hambatan dari siswa antara lain: Sebagian siswa beranggapan bahwa Matematika merupakan mata pelajaran yang tidak menarik, sulit, dan membosankan; Proses pembelajaran Matematika kurang kondusif; Guru masih sering mengalami kesulitan dalam menanamkan konsep-konsep dasar Matematika kepada siswa, khususnya pada konsep penjumlahan bilangan.Untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam menjumlahkan bilangan cacah perlu menggunakan metode penemuan. Dengan menggunakan ”Metode Penemuan” kemampuan siswa dalam menjumlahkan bilangan cacah diharapkan dapat meningkat. Oleh karena itu, dalam penelitian ini bertujuan memberikan sumbangan informasi dan pemikiran tentang bagaimana ”Metode Penemuan” digunakan dalam pembelajaran membandingkan bilangan cacah. Selain itu juga untuk mengetahui adanya peningkatan prestasi siswa dalam menjumlahkan bilangan  cacah.  Dengan  demikian untuk memperoleh hasil belajar  yang lebih berkualitas maka perlu menggunakan metode penemuan dalam pembelajaran menjumlahkan bilangan cacah. Kata Kunci: metode penemuan, konsep penjumlahan bilangan, matematika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO Wulandari, Fitria
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.226 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v3i2.11780

Abstract

This research begins from the problems students of primary school teacher education Universitas Muhammadiah Sidoarjo which is low in developing their understanding on the concept of science. Students are still having difficulties when understanding the basic concept materials of science. The average midterm students exam score is 64.57. It is still less than 65. This research was conducted with the aim to know the influence of Predict-Observe-Explain learning model to understanding the concept of science of students. Based on this objective, this research uses experimental quantitative research design. Researchers use descriptive statistics with the type of experimental method used is One Group Pretest-Posttest Design. The instrument used by the researcher is a science comprehension concept test sheet. To test the hypothesis and answer the problem formulation of data analysis technique used is N-Gain test. The results showed that Predict-Observe-Explain learning model influenced the understanding of student science concept. It can be seen from the result of the average score before getting treatment by giving pretest about 66,28. Furthermore, after being given treatment by using Predict-Observe-Explain model of learning PGSD students solve the Posttest problem by getting an average score of 83.14. Then the averages are used to identify the influence of the Predict-Observe-Explain model of learning on the understanding of the student science concept. From the result of N-Gain value shows that its influence is 0,49 with medium criterion. Keywords: predict-observe-explain learning model, understanding science, students of primary school teacher education.
HUBUNGAN SELF ESTEEM DAN KECENDERUNGAN NARSISISME TERHADAP PENGGUNA FACEBOOK PADA MAHASISWA PGSD UN PGRI KEDIRI Santi, Novi Nitya
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.724 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v1i2.212

Abstract

Abstract:From fenomina facebook users often mempostinmang poto- for a personal photograph in the show or to share with friends - friends. The more thatcomment, they consider themselves more popular.Dalam this case they can be said tobe narcissistic behavior, which means self-love, greatly exaggerated attention toyourself. Narcissism is a personality disorder. People who suffer, suffer from healthypride and self love. Narcissists may have a lot of personal charm, needs more to makethemselves known or requirements grow. While self-esteem is the acceptance ofoneself, by oneself related that we deserve, valuable, capable and useful not concernedwith anything that has been, is being or will terjadi.Peneliti want to know therelationship of self-esteem and narcissism tendency .Peneliti use social networks,namely Facebook , because social networking is widely used class of 2012 studentsProdi PGSD Nusantara University Pgri Kediri academic year 2012 - 2013. In theanalysis hyot t = 0968 means there is a relationship Self Esteem and Narcissism InUser Facebook.Hasil trend research can be used as a measure of the level ofconfidence students and contribute ideas in order to improve implementation of theconcept and practice of education as a strategic effort in developing human resources.Abstrak: Dari fenomina para pengguna facebook sering mempostinmang poto- potopribadinya untuk di tunjukan atau di pamerkan ke teman – temannya. Semakin banyakyang memberi komentar,mereka beranggapan dirinya makin popular.Dalam hal iniperilaku mereka bisa dikatakan narsis,yang berarti cinta-diri, perhatian yang sangatberlebihan kepada diri sendiri. Narsisme adalah gangguan kepribadian. Orang yang menderita, menderita sehat kesombongan dan cinta diri. Narsisis mungkin memilikibanyak pesona pribadi,kebutuhan yang lebih membuat sendiri dikenal ataupersyaratan tumbuh. Sedangkan self esteem adalah penerimaan diri sendiri, oleh dirisendiri berkaitan bahwa kita pantas, berharga, mampu dan berguna tak peduli denganapa pun yang sudah, sedang atau bakal terjadi.Peneliti ingin mengetahui hubunganself esteem dan kecenderungan narsisisme .Peneliti menggunakan jejaring sosial yaitufacebook ,karena jejaring sosial ini banyak di gunakan  mahasiswa angkatan 2012Prodi Pgsd Universitas Nusantara Pgri Kediri tahun akademik  2012 – 2013. Padaanalisis hyot t= 0.968 artinya ada Hubungan Self Esteem  Dan KecenderunganNarsisisme Pada Pengguna Facebook.Hasil penelitian dapat digunakan sebagai ukurantingkat kepercayaan diri mahasiswa dan sumbangan pemikiran dalam rangkapenyempurnaan konsep maupun implementasi praktik pendidikan sebagai upaya yangstrategis dalam pengembangan kualitas sumberdaya manusia.
STUDI KOMPARASI ANTARA PENGGUNAAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER DAN THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS: Studi Kelas IV SDN Pilangbango Madiun Harsanti, Arni Gemilang
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 3 No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.074 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v3i1.614

Abstract

This research is a quantitative research that aims to know the difference between the use of model Numbered Head Together and Think Pair Share on student learning outcomes subjects IPS Class four SDN Pilangbango District Kartoharjo Madiun City. Determination of the sample in this study using a saturated sample of 44 fourth graders A and fourth grade students B SDN Pilangbango District Kartoharjo Madiun City. Collecting data using the test. In analyzing the data used statistical methods with the formula t-test. Numbered Head Together Model is learning to use numbers to make the learning process aims to help students develop students' thinking skills to think critically, creatively, and be able to master the learning well. While the Think Pair Share model is an instructional model that involves two students who were in discussions, in order to interact with fellow seatmate for learning it can be well understood. Data were collected by the test. Data used test is the result of good post test experimental class students Numbered Head Together and Think Pair Share class experiment to determine the learning model used there is a difference or not the results of social studies grade four SDN Pilangbango. Analysis of the data in this study using a t-test formula. Through analysis of the t-test is obtained: t = 2.16> table = 1,887 so it can be concluded there is a difference between the use of the model Numbered Head Together and Think Pair Share the learning outcomes of the fourth grade at Pilangbango Kartoharjo District of the City of Madiun. Keywords: Learning Outcomes social studies, Learning Model Numbered Head Together, learning model Think Pair Share.
Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran IPS SD Permana, Erwin Putera
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.508 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v1i2.210

Abstract

Application of Cooperative Learning Methods Numbered Heads Together (NHT) to review the findings improve learning and Critical Thinking Students in socialstudies in elementary school. This study is a class action label study. The collected datais the data Students learn critical thinking commercial article. Data collection is done byobservation, testing, documentation and questionnaires. Husband research consistsFrom prayer cycle. Cooperative Learning Research Results Numbered Heads Together(NHT) showed an increase in critical thinking skills students learn the commercialarticle. Process improvement study findings known that i cycle on pre-test activitiesamounted to 6.25% 65.63% on increased Being a post test activities but still meetrequirements yet classical completeness The school set. Taxable income Researchers Repair on the cycle II pre-test activities known that classical learning completenessamounted 15.63% 93.75% on increased Being Postal test activities and has beenfulfilling requirements set classical completeness The school that is ≥ 75% by begitu Has Occurred increase mastery learning Grade V amounted to 28.12% Based on thesefindings can Execution Model that concluded the implementation of Cooperative Learning Methods Numbered Heads Together (NHT) can Critical Thinking skill simprove student learning commercial article.
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR BIDANG STUDI ILMU PENGETAHUAN SOSIAL DI SEKOLAH DASAR Anggriyani, Farida Catur Wahyu
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 1 No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.122 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v1i1.146

Abstract

Abstract : Applying the model Learning to use media gambarpada subject of the development of technology for the production , transportation komonikasi and aims to describe the activities of students , describing the results of students ' understanding of the concept of mastery learning seen and describe the students' responses to learning activities . By using a variety of learning models can create a pleasant classroom atmosphere , so that students do not feel pressured to follow the lessons at school and at home . A use of media image is also greatly assist students in learning the IPS material so as to improve learning achievement IPS .   Keywords : improve student achievement, media images.   Abstrak :Menerapkan model Pembelajaran menggunakan media gambarpada pokok bahasan perkembangan teknologi untuk produksi, komonikasi dan transportasi bertujuan untuk mendiskripsikan aktivitas siswa, mendiskripsikan hasil pemahaman konsep siswa dilihat dari ketuntasan belajarnya dan mendiskripsikan respon siswa terhadap kegiatan belajar mengajar. Dengan menggunakan model pembelajaran yang bervariasi dapat menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, sehingga siswa tidak merasa tertekan dan betah mengikuti pelajaran disekolah. Penggunakaan media gambar juga sangat membantu siswa dalam mempelajari materi IPS sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar IPS. Kata kunci : meningkatkan prestasi belajar siswa, media gambar.
ANALYSYS OF JAVANESE SCRIPT WRITING ERROR IN THE JAVANESE LANGUAGE COURSE (Study At Elementary School Teacher Education Program University of Nusantara PGRI Kediri Class of 2014) Damariswara, Rian; Wiguna, Frans Aditia
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.503 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v4i1.12201

Abstract

Kemampuan menulis aksara Jawa bagi mahasiswa PGSD merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai. Mengingat, aksara Jawa merupakan bagian dari materi pelajaran bahasa Jawa yang wajib diajarkan di sekolah dasar. Penulisan aksara Jawa tersebut, masih menghadapi kendala yakni masih banyak ditemukan mahasiswa yang mengalami kesalahan penulisan aksara Jawa. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan penulisan aksara Jawa mahasiswa PGSD UN PGRI Kediri angkatan 2014. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data adalah teknik tes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu persentase dan deskriptif analitik. Teknik keabsahan data menggunakan trianggulasi. Hasil penelitian dibagi menjadi tiga bentuk, yakni: 1) bentuk kesalahan penulisan aksara lêgêna sebanyak 12 kasus atau 9,5%; 2) bentuk kesalahan penulisan aksara sandhangan sebanyak 80 kasus atau 67,5%; 3) bentuk kesalahan penulisan pasangani sebanyak 28 kasus atau 23%.

Page 6 of 28 | Total Record : 277