cover
Contact Name
Riki Effendi
Contact Email
riki.effendi@ftumj.ac.id
Phone
+628126911689
Journal Mail Official
sintek@ftumj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah 27, RT.11/RW.5, Kec. Cempaka. Putih, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10510
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 20889038     EISSN : 25499645     DOI : -
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin is an open access, peer-review journal which publishes original and review articles that advance the understanding of both the fundamentals of engineering science and its application to the solution of challenges and problems in mechanical engineering systems, machines and components. The editorial team aims to publish high quality and highly applied research and innovation that has the potential to be widely disseminated, taking into consideration the potential mechanical engineering that it could generate.
Articles 269 Documents
RANCANG BANGUN ALAT PENGATUR KERUCUT LALU-LINTAS SEMI-OTOMATIS Christiand Christiand; Reinaldo Khowanto; Makdin Sinaga
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 12, No 2 (2018): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The management (pick and place activities) of traffic cones (KLL) is generally performed in traditional way where the operator of KLL management picks and places KLL by using their body power. Therefore, the speed and effeciency of the task greatly depends on the power, stamina, and skill of the operator. Furthermore, in the case of KLL management at toll roads, the speed of task completion may vary because of stamina decreasing and huge number of KLL. Improving the speed and efficiency of the task is absolutely needed. One of the goals is to reduce the time of task completion as well as the power consumption of the operator. Electric motor may be used as the solution to achieve faster and effective KLL management. In this research work, a semi-automatic KLL pick-n-place machine is proposed to solve the problem. This machine uses DC motor to reduce the human power. In addition, a semi-automatic controller is designed to reduce the human role in the work sequence of KLL pick-n-place machine. Mechanical design of the machine is carefully formulated by taking into account the aspects of carrier (truck) type and the strength of build-material. The concept of the design is simple yet tough. The machine is designed to be flexible in mounting position whether it is mounted in the left or right side of the carrier deck. From the experiment, the maximum speed of the carrier when managing the KLL was ± 10 km/hour.
PERENCANAAN MESIN PEMECAH BIJI KOPI MENTAH Kirono, Sasi; Sofyan, Sofyan; Rivani, Riantory Ahmad
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 4, No 1 (2010): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pemecah biji kopi mentah ini merupakan salah satu alternatif peralatan guna menunjang usaha industri pertanian, Khususnya petani-petani kecil di daerah pedesaan. Mesin ini menggunakan dua buah rol pemecah yang memiliki diameter yang sama dengan putaran yang berbeda. Pada dasarnya proses pemecahan yang terjadi karena adanya gesekan antara dua buah rol yang dilapisi karet dengan kulit biji kopi kering, dimana akan menimbulkan tekanan dan gesekan pada kulit kopi kering sehingga biji kopi akan tertinggal dari kulitnya. Dari perhitungan kapasitas mesin dengan perencanaan diameter rol pemecah 200 mm dua buah, dengan panjang rol 400 mm didapat panjang barisan (jejeran) kopi sekitar18, dan dari surfey pengukuran dilapangan panjang biji kopi yang didapat sebesar +18 mm. Sehingga dari hasil perkalian antara panjang biji kopi yang berbaris dengan panjang ukuran kopi didapat sekitar 324 mm. bila dihitung dalam satu putaran rol pemecah sebesar 11 rpm dikalikan panjang barisan 18 butir maka yang dihasilkan sekitar 198 butir/menit. Hasil perhitungan dua buah rol pemecah didapat sekitar 34,8 lapisan biji kopi dan untuk mendapatkan berapa biji butir kopi maka di kalikan dengan 18 sehingga  didapat sekitar 628 butir biji kopi. Untuk Putara rol 11 rpm dikali dengan hasil perhitungan 628 butir permenit maka didapat sebesar 6908 butir permenit. Dari hasil penimbangan dilapangan 1 Kg biji kopi kering sekitar +1750 butir. Dari pehitungan kapasitas didapat sebesar 3,9 Kg/menit, Hasil tersebut adalah  pembagian antara butir permenit dengan 1 kg biji kopi kering.
PERANCANGAN MESIN PEMBERSIH UNTUK PART INTERNAL ALAT BERAT DENGAN SISTEM PNEUMATIK Windarta Windarta
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 10, No 1 (2016): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan mesin ini untuk meningkatkan kualitas serta produktifitas, kurangnya kebersihan pada proses pencucian part internal alat berat serta membutuhkan waktu yang  lama yang diakibatkan karena proses pembersihan masih manual dengan kuas dan mesin yang sekarang hanya bisa mengalirkan fluida tanpa mempunyai tekanan penyemprotan serta penggunaan alpha cleaner  M yang banyak yaitu 190 liter/bulan. Perancangan mesin sistem pneumatik dengan menggunakan gun sand blasting untuk alat penyemprot sehingga fluida yang dikeluarkan mempunyai tekanan yang mampu membersihkan part sehingga proses menjadi cepat, udara bertekanan yang digunakan 100 psi dengan pengunaan nozzle dengan diameter dalam  9 mm, diameter luar 22 mm dan panjang nozzle  40 mm, 60 mm, serta 120 mm dari pengujian variasi panjang nozzle didapat hasil untuk ukuran panjang nozzle 40 mm penyemprotan sejauh 2,446 m, panjang nozzle 60 mm penyemprotan  sejauh 3,253 m, dan untuk panjang 120 mm penyemprotan  sejauh 4,450 m sehingga nilai rata-rata penyemprotan 3,383 m dengan kecepatan 2,023 mampu membersihkan oli dengan cepat. Mesin ini dirancang mampu menahan beban 2400 N dengan nilai defleksi kerangka 1,148 x 10-6 m masih dibawah 1 mm jadi aman. Sistem mesin ini menggunakan bahan penyemprot jenis alpha cleaner M bersirkulasi dan terdapat filter sehingga pengunaan fluida lebih lama yaitu 50 liter/bulan. Jadi mesin sistem pneumatik ini lebih cepat, bersih, dan konsumsi alpha cleaner M lebih sedikit.
ANALISIS TEGANGAN PADA PEMBENTUKAN KOMPONENGROMMET GASKET EXHAUST SEPEDA MOTOR MELALUI DEEP DRAWING Soegiatmo Rahardjo; Wisnu Tri Yulianto
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 1, No 1 (2007): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembentukan komponen grommet gasket exahust sepeda motor melalui deep drawing sangat dimungkinkan terjadi kegagalan proses yang akan berdampak terhadap penurunan produktifitas pada proses produksi. Kegagalan proses yang sering terjadi yaitu terjadi pecah (crack) dan kerutan (wrinkle) Berdasarkan kasus diatas, maka penulis ingin menganalisa tegangan pada pembuatan komponen grommet gasket exahust sepeda motor diproses drawing. Dimana bahan grommet yang direncanakan nantinya dapat dicegah dan diestimasikan tidak akan terjadi kegagalan  dalam proses pembentukannya.Hasil perhitungan dan analisa adalah untuk membentuk komponen grommet gasket exhaust sepeda motor melalui deep drawing supaya tidak terjadi kekurangan diameter bahan ,pecah dan kerutan  dalam proses pembuatannya maka diameter bahan untuk diproses adalah 64,59 mm. Sedangkan Gaya Blank Holder adalah 689,54 N dan Gaya Drawing maksimum yang diberikan dalam perhitungan adalah 1594,19 N meneyebabkan terjadi tegangan  maksimum sebesar (.)=1,32 N/mm². Dimana Gaya Drawing maksimum ini masih jauh dari besar Gaya Cracking 4831,05 N jadi aman untuk dibentuk dan kecil kemungkinan terjadi pecah (crack).
DESIGN JIG UNTUK PENGELASAN KOMPONEN ROOF KENDARAAN RODA EMPAT Bambang Setiawan; Wisjnu P.Marsis; Hafidz Tarza
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2014): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan perancangan jig untuk pengelasan atap mobil disini adalah mengetahui kekuatan konstruksi jig tersebut serta mampu menentukan jenis material seefisien mungkin, serta mampu menentukan metode perancangan pada jig tersebut dan Dari hasil perancangan jig welding unutk pengelasan didapat hasil yaitu material yang digunakan pada jig welding panel roof adalah baja SS41 karena mudah didapat dan juga kemudahan penyambungan, menggunakan material baja profil karena harga yang ekonomis dan mudah didapat, standart ketinggian jig untuk pengelasan atap mobil adalah 850 mm, gaya operasional jig tersebut adalaah 130 N, sedangkan gaya pada pemegang (clamp) sebesar 2400 N, sedangkan pada base yaitu Tegangan leleh minimal material base 250Mpa, tegangan yang timbul pada base yaitu 38,19 N/ mm2, faktor koreksinya adalah 1,5 atau 2/3 teganngan lelehnya,  tegangan izinnya adalah 166,67 N/mm2 dan gaya operasionalnya adalah 30 KN dan Gaya pada stand 2,2 KN sedangkan gaya operasional yaitu 0,1 KN, sehingga panel tersebut tidak geser saat di las/spot, kemudian pada perhitungan locator adalah gaya operasional di tambah beban pada locator adalah 300N, sehingga stand tersebut mampu menopang semua gaya yang ada di jig untuk pengelasan atap mobil, dan jig tersebut bisa digunakan dengan baik.
ANALISIS KETAHANAN SAMBUNGAN KELING PADA ALUMUNIUM 2024 DENGAN KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO Aznam Barun; Budi Agraham
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2012): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelingan adalah proses penyambungan antara 2 plat dan 3 plat dengan menggunakan plat almunium 2024. Dalam penelitian ini hasil pengujian tarik paku keling 4 lebih tinggi daripada paku keling 2 dengan selisih setengah tarik maksimum sebesar 25,22 N/mm2. Kekuatan tarik pengelingan 4 sebesar 428,94 N/mm2dan pengelingan 2 yang sebesar 403,53 N/mm2. Setelah mendapat hasil kekuatan tarik dan struktur mikro pada pengelingan 2 dan 4 pada plat almunium 2024, hasilnya pengelingan 4 lebih kuat kekuatan tariknya dan lebih keras struktur mikronya hasil pengelingan 2.
ANALISA UNJUK KERJA AKUMULATOR DAN BIAYA PADA ALAT PENYIRAM TANAMAN BAWANG MERAH Fadwah Maghfurah; Windarta Windarta; Andis Munandar
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 12, No 1 (2018): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the latest innovations for watering plants onion is using DC water pump machine with a power source, Accumulators, charger, and material selection right framework to fit the plan and adjust first hand, the pump can emit large amounts of water and can spread to all parts of the plot width onion plants and minimize the operational expand, as well as cheap, as well as effective to raise profit, as the power  Accumulator sufficient to flushing. Accumulators used had amounted to 10 Ah Ampere hour to run the pump with a power of 60 watts for 1.6 hours (96 minutes). Moment of force equilibrium this tool on RAV = 34.549 N and RVB = 35.109 N. Break Even Point (BEP) for sprinklers rupiah onion crop is RP 1.641 million. In the area there are 36 plots that would require 18 times watering, then 105 x 18 = 1890 seconds (31 minutes 30 seconds).
PERENCANAAN SISTEM PENGEREMAN OTOMATIS SEPEDA MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN AKTUATOR REM TROMOL Cahya Sutowo; Eri Diniardi; Sulis Yulianto; Heru Prianto
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 3, No 1 (2009): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem rem dari suatu kendaraan merupakan hal penting dalam sebuah sistem pengamanan maupun kenyamanan dan mengendarai sepeda motor. Rem harus mampu mengurangi kecepatan atau menghentikan sepeda motor secara aman dalam kondisi ramai/macet maupun sepi. Dalam proses pengereman manual kesadaran kontrol otak mempunyai peranan penting untuk memberikan perintah pada tangan atau kaki untuk melakukan pengereman, oleh karena itu untuk melakukan proses pengereman otak harus dalam kondisi sadar (on controll) dan tidak dalam keadaan tidak sadar (out off controll). Untuk memperbaiki kekurangan pada sistem pengereman manual, perlu digunakan sistem pengereman otomatis. Pada sistem pengereman otomatis, sistem pengereman akan mengontrol jarak antara kendaraan bermotor pengguna rem otomatis dengan kendaraan bermotor yang ada di depannya. Sensor Fotoelektrik akan mengaktifkan motor listrik pengaktif rem apabila sensor telah mendeteksi jarak kritis tabrakan sejauh 0,5 meter. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerja dari sistem pengereman otomatis pada sepeda motor, dan melakukan perancangan sistem pengereman otomatis pada sepeda.Dengan menggunakan pengereman otomatis diharapkan bisa mempermudah berkendara. Dan tingkat kecelakaan akibat kelalaian si pengemudi dapat di eliminir.
PERANCANGAN ALAT PEMBUAT ALUR PENSIL KAYU UNTUK PENGISIAN KARBON DENGAN KECEPATAN 13,19mm/menit Fadwah Maghfurah
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 9, No 2 (2015): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan alat pembuat alur untuk pelubangan pensil kayu untuk pengisian karbon dengan kecepatan 13,19mm/menit, dirancang khusus untuk mengatasi permasalahan akan permasalahan yang ada pada pensil, khususnya lubang karbon. Desain yang dibuat dimaksimalkan kepada hasil akhir dari alat. Adapun tujuan pembuatan alat adalah sebagai referensi home industry dan sebagai pembelajaran untuk mahasiswa yang melakukan penelitian tentang pensil. Metode pembuatannya berdasarkan hitungan untuk setiap komponen mesin pelubang yang dihasilkan dari proses mesin milling yang berbentuk cekung. Sehingga mudah dalam pemahaman sistem kerja dari alat ini dan dapat mengurangi reject pada saat pensil diraut. (hasil kecekungan kurang maksimal).
ANALISA PENGARUH PENGELASAN TIG DAN MIG PADA SAMBUNGAN LAS DENGAN MATERIAL TIPE SS316 DAN SS304 Sutowo, Cahya; Budiawan, Ichwan
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2008): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya material baja digunakan tidak dalam bentuk lembaran ataupun potongan.Tetapi digunakan dengan membuatnya suatu bentuk sehingga perlu dilakukannya  proses penyambungan (pengelasan) untuk menghasilkan suatu produk yang siap pakai.  Jenis pengelasan yang tersedia beaneka ragam. Sehingga harus dapat memilih teknik pengelasan yang tepat agar diperolehnya suatu produk dengan hasil yang baik. Masalah yang ada pada pengelasan baja tahan karat sangat tergantung pada jenis baja tahan karat yang  akan dilas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pengelasan terhadap kekuatan tarik, kekuatan impak,  kekerasan mikro Vickers dan struktur mikro pada material SS304 dan SS316. Pengelasan dilakukan dengan metode TIG dan MIG serta benda uji memiliki ketebalan 2 - 3 mm. Selanjutnya dilakukan pengujian yang meliputi uji tarik, uji impak,  uji kekerasan serta uji struktur mikro. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai tegangan tarik tertinggi pada material  SS316 dengan metode pengelasan TIG yaitu sebesar 602.61 N/mm2 dan untuk material SS304 dengan metode pengelasan MIG yaitu sebesar 347.71 N/mm2. Nilai kuat impak terbesar pada material SS316 dan SS304 diperoleh dengan metode pengelasan MIG yaitu sebesar 570.5 J/cm2 dan 696.8 J/cm2. Nilai kekerasan mikro Vickers tertinggi untuk material SS316 nilai kekerasan mikro Vickers tertinggi pada daerah lasan dan HAZ diperoleh dengan metode pengelasan MIG yaitu sebesar 528.1 HVn dan 231.8 HVn, sedangkan pada daerah base metal nilai kekerasan mikro Vickers tertinggi diperoleh dengan metode pengelasan TIG yaitu sebesar 187.5 HVn. Untuk material SS304 pada daerah lasan dan HAZ diperoleh dengan metode pengelasan MIG yaitu sebesar 548.6 HVn dan 362.2 HVn, sedangkan pada daerah base metal mempunyai nilai yang sama besar yaitu sebesar 220.6 HVn baik dengan metode pengelasan TIG maupun MIG. Sehingga dapat diperoleh metode pengelasan yang baik digunakan untuk material SS316 dan SS304 adalah metode pengelasan MIG.