cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
TAWASHOW’ ALA MADURA Zainul Hasan, Zainul Hasan
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 11, No 1 (2007): MADUROLOGI 1
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zainul Hasan   (Dosen tetap pada Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan, Alumni Magister Pendidikan Pada IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)       Abstrak : Pulau Madura dikenal banyak orang karena beberapa hal: penghasil garam terbesar, masyarakat religius dan fanatik agama, ramuan singset Madura serta cerita komedial (humor)-nya. Humor, adalah kisah fiktif lucu pribadi seorang atau beberapa tokoh masyarakat atau anggota suatu kelompok (folk), seperti suku bangsa, golongan, bangsa, ras tertentu yang menyebabkan orang lain ketawa. Berbeda dengan pengertian ini, humor Madura disamping berarti pertunjukkan ketawa juga bermakna sebagai usaha saling menasihati terhadap hal-hal yang bersifat kebaikan. Oleh karena itu, lebih tepat diakatakan tawashow. Tulisan ini mengungkap tawashow ala Madura baik di bidang sosial-budaya, politik maupun dalam mempertahankan moral sosial dan moral agama sekaligus upaya identifikasi jati diri orang Madura Kata Kunci : Madura, Humor, tawashow
MASYARAKAT MADURA DAN RENCANA PEMBANGUNAN PLTN; PERSPEKTIF TEOLOGI
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 11, No 1 (2007): MADUROLOGI 1
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abd A’la   (Staf pengajar pada program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel dan Asiten Direktur Bidang Akademik pada lembaga yang sama)       Abstrak : Setiap pemanfaatan energi selalu memiliki resiko environmental. Resiko dalam dunia ilmu dapat ditolelir jika hal itu telah terkalkulasikan sehingga merupakan caculable risk. Sementara untuk energi nuklir, sampai saat ini, belum dapat dilakukan terutama terkait dengan teknologi pengamannya sehingga Fitjof Capra menyebutnya sebagai rasionalitas yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat Madura merupakan komunitas Sunny dan dalam merespon setiap perkembangan selalu berjangkar pada prinsip-prinsip Sunny yang dicirikan dengan kehati-hatian dan moderasi. Terkait dengan rencana PLTN madura, masalah data tentang kebutuhan hal itu harus segera diperoleh untuk menjawab perlu tidaknya PLTN di Madura. Kekhwatiran bahwa kebutuan itu hanya merupakan rekayasa perusahaan reaktor nuklir patut di pertimbangkan karena memang sangat beralasan Kata Kunci : masyarakat madura, nuklir, PLTN
PENDIDIKAN AGAMA BERBASIS MULTIKULTURAL (Upaya Strategis Menghindari Radikalisme) Edi Susanto, Edi Susanto
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 9, No 1 (2006): Islam dan Wacana Radikalisme
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edi Susanto (Penulis adalah dosen tetap pada Jurusan Tarbiyah STAIN Pamekasan dan peserta program Doktor Studi Islam IAIN Sunan Ampel Surabaya)   Abstrak: Tulisan ini secara deskriptif analitis berusaha memotret signifikansi dan urgensi pendidikan agama berbasis multikultural pada era kontemporer mutakhir yang ditandai dengan pluralitas dalam segala dimensinya. Ditegaskan bahwa pendidikan agama berbasis multikultural memiliki visi dan bermissi untuk menampilkan agama pada sisi yang lebih santun, dialogis,  apresiatif terhadap pluralitas dan peduli terhadap persoalan hidup yang komunal transformatif. Kata kunci: pendidikan agama berbasis multikultural, inklusivistik  
ظاهـرة التكفـير فى العصر الحاضر (دراسـة عن الأسباب والعـلاج المطلوب) Asy’ari, M. Bashri
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 9, No 1 (2006): Islam dan Wacana Radikalisme
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Fenomena gerakan menghakimi seseorang keluar dari Islam (takfîr) atau sebagai penggeraknya tanpa bukti dan dalil syar’i merupakan tindakan ekstrim dan berlebihan serta cerminan dari bentuk penyimpangan watak original ajaran Islam. Sikap yang demikian perlu diluruskan dengan cara menyingkapi faktor-faktor yang melatarbelakangi kemunculannya, baik yang berbentuk politis, pemikiran maupun psikologis, sehingga terapinya efektif dan tepat sasaran. Kata kunci: takfîr, faktor, terapi efektif
KURIKULUM PENDIDIKAN TIMUR TENGAH DALAM BAYANG-BAYANG HEGEMONI DAN DOMINASI BARAT Thabrani, Abdul Mukti
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 9, No 1 (2006): Islam dan Wacana Radikalisme
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Pasca tragedi 11 September 2001 yang merupakan bencana terhebat dalam terorisme Amerika Serikat, genderang perang ditabuh secara bertalu-talu tidak saja oleh AS sendiri, tapi juga oleh negara sekutunya. Dengan dalih menumpas terorisme sampai ke akar-akarnya, upaya untuk mencari, mengidentifikasi, merumuskan dan memprogram segala sesuatu yang berhubungan dengan “terorisme” (baca: Dunia Islam) dari berbagai aspeknya, menjadi acuan resmi para pemegang kebijakan di sana. Pihak yang paling dikambinghitamkan dan paling bertanggung jawab dalam masalah ini, sebagaimana dituduhkan mereka adalah manâhij al-ta’lîm atau kurikulum pendidikan di negara-negara Islam, terutama timur tengah. Teropong dalam masalah ini diarahkan pada sejauh mana kurikulum itu diintervensi secara politis dan sistematis, serta seberapa besar daya tawar yang bisa diajukan para penguasa timur tengah terhadap kebijakan mereka, serta item-item apa saja dalam kurikulum tersebut yang mengandung unsur “terorisme” atau pemicu aksi teror. Kata kunci: terorisme, kurikulum, Timur Tengah.
ISLAM KĀFFAH DAN IMPLIMENTASINYA (Mencari Benang Merah Tindak Kekerasan atas Nama Islam) Zahid, Moh.
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 9, No 1 (2006): Islam dan Wacana Radikalisme
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak; Konsep Islam kāffah berimplikasi tidak adanya pilihan lain bagi kaum muslimin selain menjalankan mengikuti seluruh ajaran Islam. Di sisi lain kenyataan sosial disertai keanekaragaman falsafah dan budaya yang mengitarinya seringkali bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Pertentangan tersebut bukan hanya berasal dari luar Islam tetapi juga dapat terjadi berasal dari dalam Islam sendiri sebagai akibat perbedaan memahami Islam. Hal itu seringkali membuat sebagian kaum muslimin mengharuskan “berbuat sesuatu” untuk mengubahnya yang dapat berujung kepada tindakan kekerasan –meski Islam tidak pernah mentolelir kekerasan dalam mencapai tujuan – dengan label jihad dalam rangka menjalankan konsep Islam kāffah. Kata Kunci; Islam kāffah, qat’ī, zannī, kekerasan
OTORITARIANISME PENDIDIKAN DI INDONESIA (Telaah Kebijakan dan Perubahan Paradigma Pendidikan) Siswanto, Siswanto
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 9, No 1 (2006): Islam dan Wacana Radikalisme
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Bergulirnya reformasi tetap menjadikan pendidikan sebagai sektor yang memprihatinkan dalam kebijakan nasional. Otoritarianisme pendidikan masih mencngekeram kuat dan dominan. Sentralisme dan birokrasi yang kaku masih tetap mewarnai penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan program yang sentralistis dan lebih berfungsi sebagai perpanjangan tangan birokrasi telah mematikan prakarsa, partisipasi, inovasi dan kreativitas peserta didik, masyarakat, dan pengelola satuan pendidikan. Satuan pendidikan terkontaminasi oleh sistem otoritarian sehingga dipaksa adanya suatu penyeragaman (uniformitas) baik dalam hal kurikulum, perilaku guru dan pola manajemen. Maka dari itu, diperlukan reformasi pendidikan dengan perubahan paradigma yang komprehensif dan sistemik. Wujud dari perubahan ini adalah desentralisasi, debirokrasi dan otonomi dengan melibatkan stake holders secara aktif dalam hubungan kemitraan sehingga terwujud demokratisasi dalam seluruh proses pendidikan. Kata kunci; otoritarianisme, paradigma, otonomi pendidikan.
KUASA NEGARA DALAM PENETAPAN KURIKULUM PENDIDIKAN (Kasus Pembatalan KBK Taufiqurrahman, Taufiqurrahman
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 9, No 1 (2006): Islam dan Wacana Radikalisme
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak; Kurikulum tahun 2004 yang populer disebut dengan KBK tidak jadi diberlakukan padahal sudah diimplementasikan sejak dua tahun yang lalu dan berpijak pada landasan yuridis-operasionalya. Alasannya, menurut BSNP, KBK lebih sarat isi daripada kompetensi. Apakah pembatalan itu sebatas penyelarasan/penataan ulang, atau bentuk baru otoritarianisme-hegemonik struktural dalam praksis pendi-dikan? Artikel ini menyoroti sebab-musabab pembatalannya. Kata kunc; KBK, kurikulum 2006, BSNP, standar isi, standar kompetensi.  
PESANTREN DAN WACANA RADIKALISME Kosim, Mohammad
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 9, No 1 (2006): Islam dan Wacana Radikalisme
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak; Tradisi pemikiran dan sikap keberagamaan pesantren adalah tradisi yang terbuka, toleran, dan santun. Tradisi ini telah dibuktikan warga pesantren melalui perjalanan sejarahnya yang panjang dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan berbangsa. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tradisi pesantren bercorak toleran; pertama, pesantren merupakan lembaga berbasis realitas sosial yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Kedua, paham keagamaan yang dianut kalangan pesantren adalah paham ahl al-sunnnah wa al-jamā’ah yang cenderung moderat. Ketiga, kitab-kitab rujukan yang dikaji di pesantren adalah kitab-kitab pilihan (al-kutub al-mu’tabārah) karya ulama klasik abad pertengahan yang cenderung moderat. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan adanya pesantren yang memiliki tradisi radikal, terutama pesantren yang kehadirannya tanpa memiliki ikatan emosional dengan masyarakat sekitar. Ia dibangun untuk mengintrodusir suatu gagasan dan ideologi keislaman yang sudah dibentuk oleh para pengurusnya, sehingga ia tidak peka terhadap problema sosial masyarakat sekitar. Kata kunci; pesantren, radikalisme, moderat, kitab kuning, tasawuf, kolonalisme
ISLAMIC EDUCATION IN PESANTREN AND TERRORISM Basri, Hasan
JURNAL KARSA (Terakreditasi No. 80/DIKTI/Kep/2012) Vol 9, No 1 (2006): Islam dan Wacana Radikalisme
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak; Ledakan bom yang terjadi akhir-akhir ini telah merubah citra Indonesia di mata dunia internasional. Indonesia yang terkenal ramah, tentram dan damai telah berubah menjadi negara teroris. Sebuah negara yang memiliki kekuatan potensial yang dapat ‘terdidik’ menjadi kekuatan jahat yang menakutkan dunia. Dan pesantren yang dituding sebagai salah satu institusi yang punya andil besar dalam mendidik seseorang menjadi fundamentalis, ekstrimis, bahkan teroris. Tuduhan ini sungguh tidak berdasar karena pesantren-yang mengusung Aswaja- adalah lembaga yang mendidik para santrinya untuk menjadi manusia yang humanis, toleran dan menjadi rahmat bagi umat Kata kunci: aswaja, teroris, pesantren

Page 10 of 15 | Total Record : 143