cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PAWIYATAN
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
PENGARUH PERMAINAN KARTU TOSS TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN ANAK USIA 5-6 TAHUN TK PEMBINA 3 PEKANBARU novianti, ria; solfiah, yeni
PAWIYATAN Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji pengaruh permainan kartu tossterhadap kemampuan berhitung permulaan anak usia 5-6 tahun.Penelitian ini dilakukan di TK Pembina 3 Kota Pekanbaru selama Bulan Oktober hingga November 2016.Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan jumlah sampel 14 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan  permulaan anak usia 5-6 tahun di TK Pembina 3 Pekanbaru sebelum diberi perlakuan tergolong kurang, sedangkan sesudah diberi perlakuan permainan Kartu Toss tergolong cukup baik, karena sebagian besar anak telah memiliki kemampuan berhitung permulaan yang tergolong pada kategori cukup. Permainan Kartu Toss memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berhitung permulaan anak usia 5-6 tahun di TK Pembina 3 Pekanbaru, yakni sebesar 29.4%. Hal ini dapat diketahui dari adanya perbedaan berupa peningkatan kemampuan berhitung permulaan sebelum dan sesudah perlakuan.
KONSELING KELOMPOK ISLAM DALAM PENDAMPINGAN LANSIA Leksono, Tri
PAWIYATAN Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

bertambahnya usia merupakan proses natural dari manusia yang tidak bisa dihindari, perlahan pasti akan berdampak pada fisiologis, psikologis dan sebagainya. Hal ini mengakibatkan perubahan–perubahan dalam lansia, ada yang bisa di terima dan di jalani ada yang tidak yang berdampak pada masalah pribadi, sosial dan belajar. Pendekatan konseling kelompok islam sebagai alternative untuk menyalurkan kebutuhan, permasalahan di desain konsep islam (spiritual), sehingga diharapkan lansia akan dapat hidup lebih sehat, damai, tenang dan bahagia serta mandiri dalam kehidupan yang tersisa di dunia, sehingga hidupnya dalam usia senja tetap produktif dan bermanfaat serta bermartabat
PENINGKATAN SDM (SISWA) MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION (GI) suhono, agus sri
PAWIYATAN Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dan pengajaran selalu mengalami pembaharuan dalam rangka mencari struktur kurikulum, sistem pendidikan dan metode pengajaran yang effektif dan effisien. Upaya tersebut antara lain peningkatan sarana prasarana, peningkatan mutu, para pendidik dan peserta didik serta perubahan dan perbaikan kurikulum secara continue. Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik , sehingga yang bersangkutan mampu memiliki dan memecahkan problem pendidikan yang dihadapinya. Kurikulum yang diberlakukan  untuk meningkatkan mutu pendidikan, yang dirancang untuk responsif terhadap penerapan hak asasi manusia, kehidupan berdemokrasi, globalisasi dan otonomi daerah. Keunggulannya adalah terwujudnya proses pembelajaran yang lebih menekankan pada belajar mengetahui, learning to know, learning to do, learning to be,  learning tolive together . begitu pula ada beberapa strategi dalam pembelajaran  yang antara lain , pembelajaran kontekstual, pengajaran berbasis masalah, pembelajaran kooperatif, inquiry maupun yang lain-lain. Dalam proses pembelajaran guru harus memiliki strategi-strategi tertentu, banyak strategi atau metode yang digunakan dalam proses PBM. Salah satu  metode yang dikembangkan seiring dengan kurikulum berbasis kompetensi adalah metode Kooperatif, dimana metode ini memiliki keunggulan dari metode yang lain.
INOVASI PIPA KATALIS GANDA METODE HYDROCARBON CRACK SYSTEM UNTUK PENGHEMAT BAHAN BAKAR MOBIL TERHADAPPENGHEMATAN BAHAN BAKAR DAN TEMPERATUR MESIN Setiawan, Khanif; sutisna, utis
PAWIYATAN Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naiknya harga bahan bakar menjadikan masyarakat lebih tertarik dengan mobil lebih irit. Inovasi telah banyak dikembangkan untuk alat penghemat bahan bakar, diantaranya metode booster, magnetik, elektrolisis, dan power arus. Alat-alat ini dapat meningkatkan performa mesin dan mengurangi konsumsi bahan bakar, tetapi menjadikan mesin over heating, over vibration, over noise dan yang paling parah mengakibatkan mesin pecah. Sehingga penelitian ini ingin mengembangkan pipa katalis HCS ganda yang disusun seri dengan memanfaatkan tekanan gas buang knalpot. Diharapkan riset ini dapat menghemat bahan bakar di atas 65% untuk mobil kijang ekstra tahun 1998 tanpa mempengaruhi performa mesin. Tujuan penelitian ini ingin mengembangkan desain pipa katalis HCS yang dapat menghemat bahan bakar di atas 65% untuk mobil mobil kijang ekstra tahun 1998 tanpa mempengaruhi performa mesin, dan temperature mesin. Hasilnya setelah dipasang pipa katalis HCS ganda pada mobil Kijang Grand Ekstra tahun 1988 waktu penghematan bahan bakar mencapai 62,22%  dan penurunan temperatur mesin 15.23% pada pipa katalis HCS ganda dengan panjang 200 mm, volume tabung pertamax 2000 ml, dan kecepatan putaran mesin 2000 rpm.
ANALISIS PENDIDIKAN KABUPATEN JEPARA Handayani, Dwi Asih Kumala; Djaelani, Aunu Rofiq; Sarsetyono, y
PAWIYATAN Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan pendidikan amatlah strategis. Pembangunan pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan. Komitmen Negara dalam pembangunan pendidikan dituangkan dalam mukadimah UUD 1945. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah analisis mengenai pendidikan di Kabupaten Jepara terutama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah (Umum maupun Kejuruan), Pendidikan Keaksaraan, Pendidikan Kecakapan Hidup dan Pendidikan Non Formal, Persamaan Gender, serta Peningkatan Mutu Pendidikan. Hasil survey ini dapat digunakan sebagai salah satu instrument bagi pengambil keputusan dalam membuat kebijakan penanganan masalah pendidikan di Kabupaten Jepara. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif/survey. Peran serta masyarakat terhadap Pendidikan anak Usia Dini sudah baik, hal ini di tunjukan dengan banyaknya penyelenggara pendidikan anak usia dini dari pihak swasta. Untuk Sekolah Dasar jumlah terbanyak didominasi SD negeri sebanyak 582 atau 74,5%. Untuk pendidikan setingkat SMP didominasi Madrasah Tsanawiyah Swasta sebanyak 95 atau 51,63%. Program pemberantasan buta aksara di Kabupaten Jepara  menunjukkan keberhasilan. Program pendidikan kecakapan hidup telah dilaksanakan dengan baik, terbukti berdasarkan tabel di atas jumlah penganggur sejumlah 9.142 jiwa dapat terlayani PKH sejumlah 8.814 jiwa atau sebesar  96,41 %. Di setiap jenjang pendidikan, kesetaraan gender telah mencapai keseimbangan antara perempuan dan laki-laki  perempuan. Terjadi peningkatan jumlah sekolah yang terakreditasi dan banyak yang terakreditasi A atau sangat baik, namun masih ada 114 sekolah yang belum terakreditasi dari jenjang TK sampai SMP.
PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU MELALUI PEMBIMBINGAN DAN PENDAMPINGAN DI GUGUS KARTINI KECAMATAN SIDOMUKTI KOTA SALATIGA jatmi, bety dwi
PAWIYATAN Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BETY DWI JATMI, “Upaya Peningkatan Profesionalitas Guru melalui Pembimbingan dan Pendampingan  di Gugus Kartini Kec. Sidomukti Kota Salatiga”, PTS, Dinas Pendidikan Kota Salatiga, 2017. Latar belakang masalah adalah, masih adanya sebagian guru yang melaksanakan proses pembelajaran hanya sekedar sebagai kewajiban belaka, sehingga profesionalitas sebagai seorang guru belum dipahami dan dimaknai secara maksimal.  Di sisi lain, pembimbingan dan pendampingan bagi guru sangat diperlukan, karena dapat memper-kuat, memberikan motivasi dan menyeragamkan hasil dan kualitas pembelajaran berdasarkan kurikulum yang berlaku. Tujuan kegiatan adalah untuk mendapatkan data secara empiris:  1) profesionalitas guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran; 2) proses pembimbingan dan pendampingan bagi para guru   di Gugus Kartini Kecamatan Sidomukti; dan 3) proses pembimbingan dan pendampingan dalam meningkatkan profesionalitas guru di Gugus Kartini Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan sekolah (PTS) dengan subjek 10 guru dari 5 (lima) SD yang tergabung dalam Gugus Kartini di Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah  lembar observasi dengan  analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif persentase (DP), sedangkan indikator keberhasilan ditetapkan 75% skor diperoleh secara individu dan 85% skor diperoleh secara keseluruhan. Hasil penelitian diperoleh simpulan: 1) profesionalitas guru SD dalam pelaksanaan proses pembelajaran  adalah sangat baik, hal ini didukung dengan perolehan skor rata-rata  77,8 atau sekitar 8 dari 10 guru sebagai subjek; 2) pelaksanaan pembimbingan dan pendampingan oleh Pengawas kepada guru SD    adalah sangat baik, hal ini didukung dengan perolehan skor rata-rata sebesar 73,75 atau sekitar 8 dari 10 guru sebagai subjek setelah  tindakan pada siklus kedua; dan 3) melalui pembimbingan dan pendampingan  dapat meningkatkan profesionalitas guru SD di Gugus Kartini Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga pada semester genap  tahun pelajaran 2016/2017, hipotesis  tersebut dinyatakan  diterima atau terbukti
PELAKSANAAN LAYANAN INTERVENSI KONSELING DALAM PENGENTASAN KENAKALAN ANAK rahayu, ym indarwati
PAWIYATAN Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk-bentuk kenakalan peserta didik sangat beragam, seperti halnya: perilaku yang sering terlibat tawuran antar sekolah, suka merokok, membolos sekolah, berkelahi, meminum-minuman keras dan menggunakan obat-obat terlarang, namun di tempat penelitian bentuk kenakalan tersebut hanya terkait dengan suka merokok, membolos sekolah, dan berkelahi (ringan) masih dalam lingkungan sekolah. Secara umum faktor penyebab tersebut berasal dari dalam (internal) dan dari luar (eksternal). Faktor internal dapat meliputi: personality (kepribadian), bio-fisik, intelegency quotient (I.Q), umur, jenis kelamin, dan kedudukan dalam keluarga. Faktor eksternal meliputi: lingkungan keluarga, lingkungan sosial budaya, lingkungan sekolah, media komunikasi massa, dan konflik kebudayaan.  Faktor internal antara lain juga disebabkan: faktor intelegensi, gangguan emosional, reaksi frustasi negatif, konflik batin, lemahnya kemampuan dalam pembentukan hati nurani, motivasi dan konflik batin.  Remaja cenderung lebih suka meniru segala sesuatu yang dilakukan oleh teman-temannya dengan alasan apabila tidak dilakukan mereka akan dijauhi. Di tambah kurangnya kontrol dari orang tua sebagai akibat kesibukannya, maka anak menjadi terlalu bebas bergaul dengan siapa saja tanpa bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek 98 pelajar SMA. Alat pengumpulan data utama  adalah angket dengan teknik analisis deskriptif persentase (DP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peserta didik terhadap: (1)  bentuk dan faktor penyebab kenakalan anak diperoleh frekwensi terbesar 81 atau 82,65% dengan kriteria cukup  baik; (2)  tanggapan peserta didik terhadap intervensi konseling  diperoleh skor tertinggi 82 atau 83,67% dengan kriteria sangat baik; dan (3) tanggapan peserta didik terhadap model penanganan melalui intervensi konseling oleh guru BK diperoleh skor tertinggi 86 atau 87,76 dengan kriteria sangat baik.
UPAYA PENINGKATAN RASA PERCAYA DIRI MELALUI LAYANAN BIMBINAN KELOMPOK BAGI PESERTA DIDIK KELAS X.IA-1 SMA NEGERI 15 SEMARANG PADA SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2017/2018 sunari, sunari
PAWIYATAN Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian adalah, masih adanya sebagian peserta didik di SMA Negeri 15 Semarang yang kurang memiliki rasa percara diri dalam kegiatan sehari-hari, terutama di sekolah. Oleh sebab itu guru BK yang memiliki kedekatan dengan anak dan bahkan dapat dikatakan sebagai orang tua  di sekolah, merasa perlu untuk mengentaskan masalah tersebut, salah satunya adalah melalui layanan bimbingan kelompok (BKp) oleh peneliti sebagai observer dengan guru BK lain sebagai kolaborator. Metode penelitian yang digunakan adalah PT-BK yang dikenakan pada peserta didik kelas X.IA-1 yang berjumlah 36 anak. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ada 4 (empat) langkah, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode  pengumpulan data yang digunakan: dokumen, observasi, dan instrumen/angket, sedangkan teknik analisis data digunakan deskriptf persentase. Hasil penelitian diperoleh simpulan: 1) rasa percaya diri  peserta didik   termasuk dalam kriteria tinggi, hal ini  setelah dilakukan tindakan pada siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 31 atau 86,11% dengan kriteria cukup dan pada siklus II meningkat menjadi 30 atau 83,33% dengan kriteria tinggi; 2) faktor yang menyebabkan anak belum memiliki rasa percaya diri  adalah, kurangnya motivasi dari  anak itu sendiri (intern) dan  faktor ekstren, seperti: kurangnya perhatian dari teman, keluarga, dan juga guru sehingga layanan BKp menjadi sesuatu yang sangat berperan dalam peningkatan rasa percaya diri; dan 3) pelaksanaan layanan BKp efektif meningkatkan rasa percaya diri  anak,  hal ini didukung perolehan skor setelah dilakukan refleksi pada siklus II sebesar 31 atau 86,11% pada siklus II.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PENERAPAN KURIKULUM KERANGKA KUALIFIKASI NASIONAL INDONESIA setyaningsih, sri
PAWIYATAN Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kurikulum di Perguruan Tinggi pada prinsipnya menyesuaikan  dinamika dan perubahan pada masyarakat. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa berdasarkan data empiris terkait dengan perenarapan Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) khususnya pada program studi Pendidikan Ekonomi  IKIP Veteran Semarang. Kebutuhan dan dinamika masyarakat menjadi parameter kualifikasi capaian pembelajaran yang menjadi acuan bagi pengembangan beban studi, mata kuliah dan program pembelajaran. Guru ekonomi adalah output  Sarjana S-1 yang memiliki sikap, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan pengetahuan pada jenjang 6 KKNI. Dinamika masyarakat, sekolah, dan lingkungan dunia usaha-industri menjadi referensi dan subjek yang  dilibatkan sejak tahapan penyusunan profil program studi, penetapan capaian pembelajaran lulusan dan mata kuliah. Penelitian menggunakan pendekatam deskriptif kuantitatif dengan subjek 90 mahasiswa. Alat pengumpulan data utama  adalah angket dengan teknik analisis deskriptif persentase (DP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap: (1) KKNI dalam kurikulum Pendidikan Tinggi diperoleh skor tertinggi 76 atau 84,44% dengan kriteria sangat baik; (2) pembentukan mata kuliahndiperoleh skor tertinggi 75 atau 83,33% dengan kriteria sangat baik; (3) perumusan capaian pembelajaran dipeorleh skor tertinggi 78 atau 86,67%; dan (4) public partnership dalam pengembangan kurikulum berdasarkan KKNI diperoleh skor tertinggi 68 atau 75,56% dengan kriteria baik dari seluruh responden yang berjumlah 90 mahasiswa.
PERSEPSI MAHASIWA TERHADAP IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MULTIKULTARALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH slamet, slamet
PAWIYATAN Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakta historis dan geografis serta kultural menunjukkan bahwa  bangsa Indonesia merupakan sebuah bangsa yang memiliki keberagaman atau pluralitas yang tinggi. Bangsa Indonesia lahir bukan terutama didorong oleh persamaan, tetapi lebih dari itu justru didorong karena kesadaran terhadap perbedaan yang menimbulkan keinginan untuk bersatu sebagai sebuah bangsa yang memiliki tujuan bersama yaitu merdeka, berdaulat, adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Keberagaman atau pluralitas ini sudah disadari baik oleh para penguasa maupun rakyat sejak masa pramodern, oleh sebab itu gagasan ideal yang terkristalisasi dalam semboyan ‘bhinneka tunggal ika’ muncul semenjak zaman Majapahit. Semboyan ideal bhinneka tunggal ika bukan hanya sekedar kesadaran terhadap pluralitas, tetapi lebih dari itu merupakan gagasan multikulturalime yaitu hidup berdampingan dalam koeksistensi damai dalam masyarakat madani yang heterogen. Pluralitas masyarakat Indonesia sangat berpotensi konflik jika tidak dikelola dengan baik. Berbagai konflik horizontal yang selama ini terjadi banyak bersumber dari aspek pluralitas masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu semangat dan nilai-nilai multikulturalisme harus ditanamkan kepada segenap elemen masyarakat khususnya generasi muda. Dalam hal ini lembaga pendidikan sekolah menduduki peran penting sebagai media untuk sosialisasi dan enkulturasi nilai-nilai multikulturalisme. Mata pelajaran sejarah sangat potensial untuk upaya penanaman nilai-nilai multikulturalisme. Hal itu bisa dilakukan dengan melalui penyusunan materi pembelajaran dengan mainstreaming aspek-aspek pluralitas dalam sejarah Indonesia secara diakronis.  Selain itu perlu diterapkan strategi dan model pembelajaran sejarah sebagai intelectual training yang mencerahkan. Dengan demikian pembelajaran sejarah akan menghasilkan para peserta didik yang mengapresiasi nilai-nilai multikulturalisme.