cover
Contact Name
Fajar Rosyidi
Contact Email
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Phone
+6285729901256
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 470 Documents
MEMBANGUN MOTIVASI SPIRITUAL WARGA MELALUI MICROGUIDING (Studi Pada Lembaga Dakwah Komunitas Masjid Di Banyumanik) Hasanah, Hasyim
KONSELING RELIGI Vol 8, No 2 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i2.2741

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan upaya membangun motivasi spiritual warga melalui microguiding Lembaga dakwah Komunitas (LDK) berbasis masjid di Banyumanik. Jenis kajian adalah field research. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kepada 11 warga dan 3 pendamping microguiding. Analisis data menggunakan teknik model miles dan hubeman meliputi reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat problem motivasi spiritual, berupa rendahnya motivasi akidah, ibadah, dan muamalah warga di Banyumanik. Problem motivasi akidah berupa rendahnya pemahaman dan semangat menghadirkan nilai-nilai keislaman. Problem motivasi ibadah berupa rendahnya partisipasi memakmurkan masjid. problem motivasi muamalah ditunjukkan dengan perilaku acuh tak acuh, kurangnya kepedulian, dan hubungan sosial yang kurang harmonis. Upaya yang dilakukan untuk menangani dan membangun motivasi spiritual melalui microguiding. Microguiding adalah salah satu teknik bimbingan dengan pendekatan personal maupun kelompok dalam sebuah lingkungan kondusif. Microguiding dilakukan dengan memaksimalkan peran kelompok kerja LDK berbasis masjid. LDK Nurul Jannah melakukan kegiatan microguiding kepada ibu rumah tangga dan komunitas ibu muda di wilayah Banyumanik. LDK Nurul Falah melaksanakan kegiatan microguiding kepada kaum pria, serta beberapa aktivis masjid. LDK al-Hikmah dan Yayasan al-Hikmah melaksanakan kegiatan microguiding kepada seluruh anggota majelis ta’lim di Banyumanik. LDK al-Huda melaksanakan kegiatan microguiding kepada jamaah lanjut usia.
DAKWAH MELALUI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM Buchori, Baidi
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i1.1057

Abstract

Tulisan ini mengenai deskripsi tentang dakwah melalui bimbingan konseling islam yang bertujuan untuk memberikan solusi islami terhadap berbagai masalah dalam kehidupan. Adapun metode yang penulis gunakan dalam riset ini adalah metode analisis deskriptif, dimana penulis memaparkan data dari beberapa pendapat yang relevan dari berbagai sumber kemudian menganalisisnya, sehingga menghasilkan sebuah alternatif  yang lebih efektif dan relatif baru dalam dakwah, yaitu melalui bimbingan  konseling islam. Maka dakwah harus dikemas dalam metode yang tepat, yaitu aktual, faktual, dan kontekstual. Aktual dalam arti memecahkan masalah kekinian dalam masyarakat, faktual dalam arti nyata (tidak sekedar teori), serta kontekstual dalam arti relevan dan menyangkut problem yang dihadapi masyarakat. Salah satu pendekatan untuk menyampaikan pesan dakwah tersebut adalah melalui kegiatan bimbingan dan konseling Islam. Dakwah melalui bimbingan dan konseling Islam memiliki beberapa karakteristik, yakni terjalinnya hubungan personal antara pembimbing dengan yang dibimbing, berorientasi pada pemecahan masalah, penyampaian pesan yang sudah terprogram, dan adanya target yang ditetapkan. Selain itu, dakwah melalui bimbingan dan konseling Islam juga memiliki karakteristik lain, yakni mencoba menumbuhkan  kesadaran untuk menginternalisasikan nilai-nilai/ajaran Islam di kalangan tertentu yang sangat spesifik dan bersifat individual. kata kunci : Dakwah, Bimbingan, Konseling Islam. DAKWA THROUGH GUIDANCE AND COUNSELLING ISLAM. This study is a description of the dakwa through guidance counseling islam yang aims to provide Islamic solutions to problems in the life. Now the method that I will use in this study is a descriptive analysis method where the author depicts the data from some relevant opinions from various sources and then analyze it, to produce an alternative that is more effective and relatively new in dakwa, namely through  guidance counseling Islam.  Then dakwa  must be packed in the proper method of actual, faktual, and contextual  learning. In the actual meaning of troubleshooting  cotemporary  in society,  factual in the sense of a real (not just a theory), and contextual learning in the meaning of relevant and related to the  problem faced by the community. One of the approaches to convey a message of dakwa is through  the guidance  and counseling activities  of Islam.  Dakwa through guidance and counselling Islam has some characteristics of the establishment of personal relations between the leaders and the LED, oriented on the troubleshooting , delivering the message that has been programd and the existence of the specified target. In addition, Dakwa through guidance and counselling Islam also have other characteristics, trying to raise awareness  to internalise values/Islamic teachings in certain circles that  very specific and individual.Keywords : Dakwa, Guidance and Counselling Islam
MODEL BIMBINGAN DAN KONSELING SUFISTIK UNTUK MENGEMBANGKAN PRIBADI YANG ‘ALIM DAN SALEH Anwar, Sutoyo
KONSELING RELIGI Vol 8, No 1 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i1.2267

Abstract

Banyak orang tua berharap agar anak turunnnya menjadi orang yang ‘alim dan saleh, untuk itu mereka memasukkan putra-putrinya ke sekolah-sekolah yang diyakini bisa memenuhi harapan tersebut. Namun dalam kenyataannya upaya itu  tidak selalu sukses, ada yang sekedar menghabiskan waktu dan biaya untuk sekolah tetapi ilmunya tidak didapat dan perilakunya pun tidak bagus (tidak alim dan tidak saleh), ada yang mendapatkan ilmunya  (alim) tetapi belum diaktualisasikan dalam perilaku (alim tetapi belum saleh), ada pula yang sudah memiliki ilmunya dan sudah bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi dalam perjalanan waktu tiba-tiba tergelincir dalam perbuatan yang tidak sesuai dengan aturan agama,  akibatnya ia menjadi orang yang tidak saleh. Pertanyaannya adalah apa yang salah dalam membimbing anak sehingga individu tidak bisa berkembang menjadi alim dan saleh. Tulisan ini difokuskan untuk mencari jawaban pertanyaan tentang apa yang bisa dilakukan orang tua dan atau guru dalam membimbing anak,   agar menjadi cerdas dan sekaligus berkelakuan baik (alim dan saleh) sesuai kehendak Penciptanya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka ditelusuri cara-cara hidup kaum sufistik yang lebih sesuai dengan ajaran Islam, untuk selanjutnya dijadikan model konseling sufistik untuk pengembangan pribadi yang ‘alim dan saleh, yang disusun mendasarkan kelaziman model konseling, yaitu; latar belakang pentingnya model, pengertian, tujuan, prinsip-prinsip bimbingan, materi bimbingan, kualifikasi konselor, evaluasi dan tindak lanjut. . Dengan model ini diharapkan bisa dijadikan pegangan bagi guru dan atau orang tua dalam membimbing individu agar menjadi ‘alim dan saleh.
PELAKSANAAN KONSELING PERNIKAHAN YANG SENSITIF GENDER UNTUK MENCEGAH PERCERAIAN DI LEMBAGA REKSO DYAH UTAMI Ayurinanda, Al Riza
KONSELING RELIGI Vol 7, No 2 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i2.1860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan konseling pernikahan yang sensitif gender untuk mencegah perceraian di lembaga P2TPA KK Rekso Dyah Utami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat empat tahap dalam proses konseling pernikahan dalam penanganan kasus perceraian yaitu: (1) mendengarkan (2) pemberian opsi; opsi renovasi atau memperbaiki hubungan, opsi terapi, menerima ketentuan dan takdir dan opsi perceraian (3) istirahat sejenak untuk mengambil keputusan (4) pemberian solusi yang terbaik sesuai keputusan konseli. Teknik konseling pernikahan yang sensitif gender yang dilakukan adalah dengan cara menghadirkan kedua belah pihak dalam sesi konseling atas dasar keutuhan dan keharmonisan rumah tangga adalah tanggung jawab bersama. Pelaksanaan konseling pernikahan yang sensitif gender yang dilakukan lembaga tersebut kurang lebih 80% berhasil mencegah perceraian dengan catatan kedua bilang pihak antara suami dan istri bersedia mengikuti proses konseling pernikahan yang diberikan.Kata Kunci: Pelaksanaan Konseling Pernikahan, Sensitif Gender, Pencegahan Perceraian THE IMPLEMENTATION OF MARRIAGE COUNSELLING BASED ON SENSITIVE GENDER TO PREVENT DIVORCE AT REKSO DYAH UTAMI. This research aims to investigate the implementation of gender-sensitive marriage counseling to prevent divorce in P2TPA institution of KK Rekso Dyah Utami. It used qualitative approaches with descriptive methods. The data were collected through interview, observation and documentation. The techniques of data analysis used qualitative descriptive analysis. The results of this research confirmed that there are four stages in the process of marriage counseling in handling divorce cases: (1) listening both sides (husband-wife) (2) giving some options; an option for remodeling or improving the relationship, an option for doing therapy, accepting the terms and destiny or the option for committing divorce (3) giving short break to make a decision (4) giving the best solution according to the decision of the counselees. The techniques of gender-sensitive marriage counseling was implemented by inviting both sides at a counseling session on the basis of the household unity and harmony which becomes their shared responsibility. The implementation of gender-sensitive counseling marriage conducted in the institution indicated that more than 80% was successful in preventing divorce in the note that both sides were willing to follow the process of marriage counseling.Key Words: The Implementation of Marriage Counseling, Gender-Sensitive, Divorce Prevention
PERAN KELUARGA DALAM PENGASUHAN ANAK Rakhmawati, Istina
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i1.1037

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang peran sebuah keluarga yang harmonis dalam proses perkembangan manusia yang terdiri dari beberapa fase. Pada fase awal-fase anak-anak- peranan keluarga terutama orang tua dalam mengasuh anak cukup signifikan  sebab keluarga merupakan agen sosialisasi primer. Keberhasilan dalam mengasuh salah satunya ditentukan oleh pola asuh. Dengan demikian tulisan ini mencoba mengulas mengenai pola asuh yang sesuai untuk membentuk karakter positif pada anak. Pola pengasuhan seharusnya memang diperhatikan oleh orang tua secara serius karena menentukan kepribadian atau karakter anak. Hasilnya secara teoritik ada tiga jenis pola asuh, yaitu otoriter, permisif, dan demokratis. Pola otoriter cenderung koersif dan rigid sehingga kadang justru membuat anak menjadi tertekan. Sedangkan pola permisif cenderung menjadikan anak menjadi sosok yang egois dan tidak peka karena orang tua cenderung memenuhi kebutuhan materiil. Pola asuh ideal adalah demokratis karena pola komunikasi dua arah sehingga menempatkan  anak pada posisi bebas namun tetap terkontrol. Kata Kunci : Keluarga, Pola asuh, Kepribadian.FAMILY ROLES IN PARENTING. Human development process consists of several phases. In the first phase- children phase- role of the family, especially the parents in parenting  is significant  because the family is the primary agent of socialization.  Success in parenting is  determined   by upbringing  pattern.  Thus this  paper  attempts to review the  pattern  of care  appropriate   to establish  a positive character in children.Indded, the pattern of care should be considered by parents  seriously because determining  the  child’s personality  or character. Theoretically, there are three types of parenting , which  are authoritarian, permissive, and democratic. Authoritarian  patterns are tend coercive and rigid, so that sometimes it makes children become depressed. While the pattern of permissiveness tends to make children be selfish person and insensitive because the parent tend to meet the needs of the material. The ideal type is democratic pattern because there is two-way communication pattern that puts children at the free position but remains controlled.Keywords: Family, Ubringing Pattern, Personality.
KONSELING ISLAMI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN SEKSUAL DALAM ISLAM PADA REMAJA Farida, Farida
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i2.1017

Abstract

Tulisan ini memberikan informasi yang tepat tentang kondisi kebutuhan remaja yang sesuai dengan tugas perkembangannya yaitu: mengenal fungsi perbedaan jenis kelamin, organ reproduksi dan persiapan pernikahan agar dapat mengenali fungsi anatomi tubuh sesuai dengan nilai-nilai Islam, misalnya tentang kesehatan seksual dalam Islam. Meskipun data yang ditemukan terdapat beragam problematika remaja tentang seksual,  sehingga dibutuhkan profesi konseling  Islami untuk membantu remaja tumbuh kembang secara optimal dalam berprestasi dibidang kognitif-afektif-psikomotorik.  Kemampuan kognitif dengan diupayakannya  pengayaan pengetahuan tentang alam semesta beserta fenomena alam, kemampuan afektif dengan terampilnya mengolah dan mengendalikan emosi ke arah positif  kepada sesama makhluk hidup,  sedangkan kemampuan psikomotorik dengan adaptifnya manusia dalam bersikap ketika berinteraksi di lingkungan dengan keragaman budaya Bhineka Tunggal Ika. Dengan berdasar pada nilai-nilai pendidikan Islam maka manusia dapat mengoptimalkan 3 daya dengan berdasarkan pada Al Qur’an yang memberikan keselamatan  dan kebahagiaan  pada remaja untuk memahami kesehatan seksual dalam Islam.Kata Kunci: Konseling Islami Pendidikan Kesehatan Seksual, RemajaTHROUGH THE ISLAMIC COUNSELLING SEXUAL HEALTH EDUCATION IN ISLAM IN ADOLESCENT. This paper provides precise information about the conditions in accordance with the  needs of adolescent development tasks  are: to know the function of gender, reproductive organs and wedding preparations in order to identify the function of anatomy of the body in accordance with Islamic values, eg about sexual health in Islam. Although the data were found to contain a variety of sexual problems of adolescence, so it takes the counseling profession Islami to help teens grow and develop optimally in achievement in the field of cognitive-affective-psychomotor. Cognitive abilities with the enrichment begun all the knowledge of the universe and natural phenomena, affective ability to skillfully manage and control their emotions in a positive direction to our fellow beings, whereas the adaptive human psychomotor abilities in attitude when interacting in an environment with a diversity of cultural unity. One based on the values of Islamic education then humans can optimize power to 3 based on the Qur’an that provide the safety and happiness of the youth to understand sexual health in Islam.Keywords: Islamic Counseling Sexual Health Education, Youth
KONSELING LINTAS BUDAYA PERSPEKTIF ABDURRAHMAN WAHID Ahmad, Ubaidillah
KONSELING RELIGI Vol 7, No 1 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i1.1667

Abstract

AbstrakDalam penelitian ini, peneliti mengkaji model konseling lintas budaya KH Abdurrahman Wahid, (Gus Dur). Alasan meneliti pandangan Gus Dur, karena Gus Dur mampu menerapkan model konseling lintas budaya secara baik. Selain itu, Gus Dur mampu menjadikan teks kewahyuan relevan dengan model pendampingan keberagamaan. Tulisan ini memaparkan model konseling lintas budaya Gus Dur yang dapat dijadikan rujukan konseling Islam dan konseling lintas budaya. Penelitian ini dapat menjadi sumbangan berharga bagi perkembangan studi konseling kegamaan di tanah air.  Abstract CROSS-CULTURAL COUNSELLING PERSPECTIVE OF ABDURRAHMAN WAHID. In this research, researchers will examine the model of cross-cultural counselling KH Abdurrahman Wahid, then called Gus Dur. Examine the reasons Gus Dur, because he was able to apply the model of cross-cultural counselling. In addition, Gus Dur is able to make the text apocryphal works relevant to the mentoring model of religiosity. This article will describe the model of cross-cultural counselling Gus Dur which can be used as a reference source of Islamic counselling and counselling cross-cultural. This can be a valuable contribution to the development of counselling studies in some Islamic universities.
UPAYA KONSELOR DALAM MEMBIMBING BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR/ MADRASAH IBTIDAIYAH Arifin, Muh. Lukman
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i2.1004

Abstract

Belajar merupakan proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku  yang baru secara keseluruhan,  sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Perbedaan kemampuan yang dimiliki  siswa sering menjadi pemicu munculnya permasalahan dalam belajar,sehingga diperlukan adanya bantuan guru maupun konselor dalam mengatasi permasalahan tersebut. Dalam tulisan ini menjelaskan bagaimana peran guru dan konselor dalam membantu dan memberi semangat kepada para siswanya khususnya bagi siswa sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah yang notabene masih dalam masa pertumbuhan dan perkembangan melalui bimbingan belajar. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah pertama, pengayaan perbaikan yaitu bentuk pengajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan pengajaran yang membuat menjadi lebih baik, kedua, kegiatan pengayaan, merupakan suatu bentuk layanan yang diberikan kepada seorang atau beberapa siswa yang sangat cepat dalam belajar, ketiga, peningkatan motivasi belajar,  guru dan  staf sekolah  lainnya berkewajiban membantu peserta didik meningkatkan motivasinya dalam belajar, keempat,  peningkatan keterampilan  belajar dan kelima, pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik.Kata kunci: Konselor, Belajar, Siswa.COUNSELOR EFFORTS  IN  GUIDING THE  STUDENTS IN ELEMENTARY SCHOOL/MADRASAH IBTIDAIYAH. Learning is  the  process of the  effort by the  individual  to obtain a change  in the  new behavior  overall  as a result  of individual experience itself in his interaction with the environment. The difference capabilities of students often trigger  the  emergence  of problems  in learning ,so required  the  aid for teachers and counselors in resolving the problem. In this paper explains how the role of the teacher and counselor in the help and gives the  spirit to the students especially for primary school students/Madrasah   Ibtidaiyah  who is  still  in the period of growth and development through  learning assistance. Some of the efforts that can be done is first, repair enrichment that is the form of teaching is to heal or correct teaching that make a better, second, enrichment activities, is a form of service given to one or several students who very quickly in learning , third, increased motivation  to learn, teachers and other school staff has an obligation to help learners increase the motivation  in learning , fourth, improving  the  skills of learning and the fifth, the development of the attitude and a good learning habits.Keyword: counselor, learning students
Peran Konseling dan Perencanaan Keuangan Islam dalam Membangun Keluarga Hayatan Thayyibah Amaroh, Siti
KONSELING RELIGI Vol 9, No 1 (2018): KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam (Article in Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i1.3515

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran konseling dan perencanaan keuangan Islam dalammembangun keluarga hayatan thayyibah. Masalah keuangan seringkali menjadi penyebab disharmoni dalam keluarga. Perhatian terhadap keuangan biasanya timbul ketika sesorang tidak sanggup mengatasi kebutuhan keuangannya atau status keuangannya sedang bermasalah. Konseling dan perencanaan keuangan merupakan proses untuk mengatisipasi terjadinya masalah keuangan melalui serangkaian proses perencanaan, pencapaian, dan pengkajian tujuan hidup dalam kerangka manajemen keuangan yang memadai. Tugas para konselor keuangan adalah untuk membantu para klien dalam menyelesaikan masalah keuangan melalui beberapa tahap seperti penilaian, pra-kontemplasi, kontemplasi, persiapan, tindakan, dan pemeliharaan. Dalam perspektif konseling dan perencanaan keuangan Islam, pendapatan harus dialokasikan untuk mencapai keseimbangan materialitas dan spiritualitas, kehidupan dunia dan akhirat. Pengeluaran kehidupan sosial dan keagamaan perlu dipenuhi untuk mencapai kehidupan yang baik (hayatan thayyibah)
Bimbingan dan Konseling Keagamaan Bagi Manusia Usia Lajut Dalam Islam Nadhirin, Nadhirin
KONSELING RELIGI Vol 9, No 1 (2018): KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam (Article in Press)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i1.3463

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis  (1)  bimbingan dan konseling keagamaan dalam Islam (2) kehidupan psikologis usia lanjut dan (3) bimbingan dan konseling keagamaan bagi usia lanjut dalam Islam. Metode penelitian penelitian ini menggunakan content analysis. Data penelitian diperoleh dari bahan-bahan yang terdokumentasi dalam bentuk buku, artikel penelitian, dan bentuk dokumen lainnya. Data dianalisis dengan teknik (1) metode berfikir deduktif, (2) metode berfikir induktif, (3) metode berfikir komparatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa bimbingan dan konseling keagamaan dalam islam adalah upaya yang sistematis dan terencana yang dilakukan untuk memberikan pendampingan, pembimbingan dan diskusi yang komunikatif dengan klien tentang berbagai persoalan psikologis untuk menuju kehidupan pribadi yang seimbang dan bahagia dalam tuntutan islam yang berlandaskan kepada al-quran dan sunnah nabi Muhammad SAW. Manusia di usia lanjut secara fisik mengalami kemunduran kualitas kesehatannya. Pendengaran yang sudah tidak sensitif, penglihatan yang kabur dan sensitif dengan cahaya, berkurangya cairan tubuh dan kekuatan fisik yang semakin melemah. Secara psikologis, orang usia lanjut mengalami tanda-tanda kejiwaan secara umum seperti perasaan asing dengan kehidupan sosial, meningkat kesadaran keagamaanya dan takut dengan kematian. Bimbingan dan konseling keagamaan bagi usia lanjut  dalam Islam adalah kegiatan yang sistematis dan terencana yang memberikan pembimbingan dan konsultasi keagamaan  yang lebih mendalam kepada proses pemantapan, pertaubatan dan penyempurnaan amalan agama yang dilandasi oleh kesadaran akan kehidupan setelah kematian, yakni kehidupan alam barzah dan alam akhirat. Cara yang digunakan dalam bimbingan dan konseling dengan teori Al- hikmah, Al-Mauidhoh Hasanah , dan Al- Mujadalah.Â