cover
Contact Name
Fajar Rosyidi
Contact Email
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Phone
+6285729901256
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 470 Documents
IMPLEMENTASI METODE SILATURAHIM DALAM BIMBINGAN KONSELING SOSIAL BERBASIS DAKWAH Kusnawan, Aep
KONSELING RELIGI Vol 8, No 2 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i2.2742

Abstract

Dinamika kehidupan masyarakat Bandung dewasa ini semakin kompleks, sistemik, dan cenderung mengarah semakin individualistik. Ragam permasalahan muncul membutuhkan penanganan dari para konselor sosial. Tidak terkecuali, konselor sosial yang bertugas di Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Beragam metode pun diuji coba untuk diterapkan dalam membina masyarakat. Salah satu metode yang mereka gunakan adalah silaturrahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi metode silaturrahim tersebut dalam pemberian layanan Konseling Sosial. Untuk itu, penelitian ini menggunakan metode deskriptif pendekatan naturalistik-kualitatif, penelitian ini dilakukan dalam situasi yang wajar dan alami. Temuan penelitian menunjukan bahwa metode silaturahim diimplementasikan melalui tahapan: Taaruf, Tafahum, Taawun dan Takaful. Sehingga hasil penelitian ini menawarkan salah satu metode yang dapat digunakan oleh konselor sosial, guna pengembangan masyarakat ke arah yang semakin baik, sesuai misi dakwah Islam.
BIMBINGAN KONSELING MELALUI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL TERHAPAP ANAK-ANAK DAN REMAJA DALAM PENANGGULANGAN PAHAM RADIKALISME Nuriyanto, Lilam Kadarin
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i1.1058

Abstract

Paham  radikalisme merupakan  akar  dari ketidakrukunan antar umat beragama.  Anak-anak  dan remaja adalah generasi penerus  yang  harus dilindungi   dari  radikalisme,   sehingga perlu penanganan yang tepat. Pendidikan multikultural sangat diperlukan dalam membentuk generasi saling menghormati dalam setiap perbedaan. Keadaan psikologis anak-anak dan remaja harus tetap  dipertahankan dalam pendidikan multikultural. Dalam pembentukan  komunitas lintas agama, dunia bermain untuk anak- anak dan suasana santai untuk remaja harus tetap dipertahankan. Kata Kunci: Bimbingan  Konseling, Pendidikan Multikultural, Radikalisme Radicalism   is  at the  root of inter-religious disharmony. Children and adolescents are the next generation who must be protected from radicalism,  so it needs proper handling.  Multicultural  education  is indispensable in shaping the generation of mutual  respect in every differences. The condition of children’s psychologycal and adolescents should be maintained in multicultural education. In forming interfaith community, the world play for the kids and a relaxed atmosphere for young people must be maintained. Keywords: Counseling , Multicultural  Education, Radicalism
PENGUATAN KONSELING ISLAMI MELALUI PERJALANAN TASAWUF DALAM MERAIH KEBAHAGIAAN INDIVIDU Rozikan, Muhamad; Fitriana, Siti
KONSELING RELIGI Vol 8, No 1 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i1.2058

Abstract

Konseling Islami merupakan suatu istilah yang sering didengar dalam kancah kehidupan modern. Pijakan dari konsep Bimbingan dan Konseling Islam berangkat dari asumsi bahwa agama itu merupakan kebutuhan fitrah dari setiap manusia. Allah telah menciptakan manusia dan telah meniupkan ruh-Nya, sehingga iman kepada Allah merupakan sumber ketenteraman, keamanan dan kebahagiaan manusia. Sebaliknya dalam paradigma ini, maka ketiadaan iman kepada Allah menjadi sumber kegalauan, kegelisahan dan kesengsaraan bagi manusia. Proses konseling dalam bimbingan konseling tentunya mampu memberi makna terhadap konseli untuk keluar dari permasalahan yang dihadapinya, salah satu ikhtiar pendekatan dalam konseling Islami adalah menggunakan pendekatan tasawuf (sufisme) yang mana pendekatan ini mampu menggerakkan konseli kembali pada fitrahnya, dengan perjalanan tasawuf, ditempuh dengan tingkatan syari’ah, thariqat, hakikat dan ma’rifat, maka ada proses yang perlu ditempuh dalam pencapaiannya. Takhalli, tahalli, dan tajalli merupakan suatu proses untuk menuju tujuan akhir yaitu kedekatan dengan Tuhan. Proses tersebut dilalui dengan latihan-latihan ruhani yang titik puncaknya adalah mencari keridhaan Allah SWT, diharapkan konseli mampu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat sehingga. 
KESETARAAN SUAMI DAN ISTRI DALAM KELUARGA (Analisis Kesetaraan Pembagian Kerja dalam Keluarga Madura) Kastoro, Widiarsih; Mas'udi, Mas'udi
KONSELING RELIGI Vol 7, No 2 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i2.2127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat kehadiran budaya dalam kehidupan masyarakat sebagai sebuah struktur dan sistem hukum yang dipatuhi dan ditaati oleh pendukungnya. Hal ini tampak jelas hadir di tengah-tengah kehidupan masyarakat Madura. Struktur keagamaan yang berkembang di tengah-tengah kehidupan mereka menciptakan bangunan sosial yang pada akhirnya disepakati sebagai bagian hukum kebudayaan yang mengikat. Kekuatan budaya keagamaan yang terdapat di tengah-tengah kehidupan masyarakat Madura secara tidak langsung berimplikasi kepada kuatnya sandaran aturan-aturan agama yang mengikat kehidupan mereka mulai dari kehidupan berkeluarga dan bekehidupan sosial kemasyarakatan. Analisis tentang kesetaraan suami dan istri dalam keluarga pada pembagian kerja laki-laki serta perempuan madura ini didekati melalui satu pendekatan analisis antropologi-sosiologi. Analisis antropologi dirancang untuk melihat kehadiran budaya dalam masyarakat yang pada akhirnya hal itu kemudian dijadikan struktur hukum dalam kehidupan mereka. Sementara itu, pada bagian analisis sosiologi, penelitian ini mencoba mendekati, bangunan dari struktur sosial yang berjalan di masyarakat dengan keberadaan para santri, kyai, dan masyarakat biasa yang hidup di tengah-tengah kehidupan masyarakat Madura. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesetaraan kerja dalam kehidupan masyarakat Madura tampak jelas berjalan. Pemisahan pekerjaan yang mengarah kepada saling paham di antara masyarakat tampak jelas dijalankan oleh laki-laki dan perempuan Madura. Seperti halnya dalam pertanian, laki-laki Madura bertindak sebagai pembajak ladang dengan sapi-sapi peliharaan mereka, sementara kaum perempuannya bertugas untuk menanam jagung di ladang terbajak tersebut. Pada kasus nelayan Madura, kaum laki-laki Madura bertugas untuk berlayar menangkap ikan, sementara kaum perempuannya bertugas menunggu kedatangan mereka untuk selanjutnya mengolah hasil tangkapan tersebut atau memasarkannya ke pasar-pasar tradisional.Kata Kunci: Kesetaraan, Pembagian Kerja, Kyai, Pondok Pesantren. THE EQUALITY OF HUSBAND AND WIFE IN FAMILY (EQUALITY ANALYSIS OF THE DIVISION LABOR IN THE FAMILY OF MADURA). This research aim to see the representation of culture inside the life of Madurese people as they assumed it as structure and policy system that to obey and adhered supports. The phenomenon used to find and represented inside a life of Madurese people. The development of religious structure among their life built the social building as they agreed to be a kind of binding law of culture. The religious cultural system inside a life of Madurese people indirectly imply with their supports to the role of religion that binds them in their family life until their social life. The analysis of equality between husband and wife among Madurese family especially the division work between them, to be approached by anthropological analysis. The anthropological analysis built with approached to representation of culture in the middle of their life as it is implying to be law structure. Furthermore, in the sociological analysis, this research try to approach the foundation of social structure as represented with the life of boarding school student santri, kyai, and ordinary people that life inside them. This research conclude, the equality of work really represented inside a life of Madurese people. The division of work as implying the understanding of people a job to be seen and run inside Madurese people. Example of this division represent among Madurese people farming. The gentleman of Madurese people to be hijacker’s paddy with their cows, while the women of Madures people obligate to plant corn. Furthermore, on case of Madurese sailors, the gentleman of Madurese people obligate to sailing on the sea and fishing, while their wife’s to be wait their coming and then cook their fishing or sell it to the traditional market. Key Words: Equality, The Division of Work, Kyai, Boarding School
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA DAN KECEMASAN KOMUNIKASI TERHADAP KEPRIBADIAN PESERTA DIDIK Inikah, Siti
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i1.1038

Abstract

Ada tiga tujuan dari penelitian ini. Pertama, mengetahui pola asuh orang tua, tingkat kecemasan komunikasi, dan kepribadian peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus. Kedua, pengaruh pola asuh demokratis terhadap kepribadian peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus. Ketiga, pengaruh kecemasan komunikasi terhadap kepribadian peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Sampel sebanyak 101 peserta didik kelas XI IPS MAN 1 Kudus. Hasil penelitian menunjukkan empat poin penting. Pertama, pola asuh peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus termasuk kategori baik dengan nilai rata-rata 92,18. Tingkat kecemasan komunikasi peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus termasuk kategori sedang dengan nilai  rata-rata 80,85. Sedangkan  kepribadian peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 86,62. Kedua, hipotesis adanya pengaruh antara pola asuh orang tua terhadap kepribadian peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus diterima kebenarannya. Hal itu dibuktikan dengan hasil uji model regresi yang nilainya 59,013 + 0,300X1,  dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,100. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pola asuh orang tua hanya mempengaruhi kepribadian peserta didik sebesar 10%. Ketiga, hipotesis adanya pengaruh antara kecemasan komunikasi terhadap kepribadian peserta didik kelas  XI IPS di MAN 1 Kudus hasilnya diterima. Hal itu dibuktikan dengan nilai hasil uji model regresi sebesar 116,228 - 0,366X2, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,156. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pola asuh orang tua hanya mempengaruhi kepribadian peserta didik sebesar 15,6%. Keempat, hipotesis adanya pengaruh antara pola asuh orang tua dan kecemasan komunikasi secara simultan terhadap kepribadian peserta didik kelas XI IPS di MAN 1 Kudus dapat diterima kebenarannya. Hal itu dibuktikan dengan nilai hasil uji model regresi sebesar 88,165 + 0,316X1  - 0,379X2, dengan nilai koefisien determinasi  sebesar 0,267. Artinya pola asuh dan kecemasan komunikasi mampu  mempengaruhi kepribadian peserta didik sebesar 26,7 %. Kata kunci: pola asuh, kecemasan komunikasi, dan kepribadian.  EFFECT  OF  PARENTING PARENTS AND  ANXIETY  OF COMMUNICATION TO PERSONALITY LEARNERS.  There are three goals of this study. First, find parenting pattern, the anxiety level  of communication,  and students  personality of class  XI IPS MAN 1 Kudus. Second, the  effect of democratic parenting on the students personality of class XI IPS MAN 1 Kudus. Third, influence of communication anxiety on the student personality in class XI IPS MAN 1 Kudus. This research used quantitative  method, and there are 101 student sample of class XI IPS MAN 1. This research used some techniques to collect data, they were observation, interview, scale, and documentation.  The results of this research showed four important points. First,parenting  to students  in class  XI IPS MAN 1 was categorized as good with an average value of 92.18. Communication anxiety  levels of students in class XI IPS MAN 1 was medium category with an average value of 80.85. While the personality of students in class XI IPS MAN 1 included in good categories with an average value of 86.62. Secondly, the hypothesis of the influence of parenting on the students personality in class XI IPS MAN 1 was accepted. This was evidenced by the test results of the regression model 0,300X worth 59.013  +1, and the value of determination  coefficient of 0.100. These results suggest that parenting only affects the personality of students by 10%. Third,the hypothesis of the communication anxiety influence on the students personality in class XI IPS MAN 1 was accepted. This was evidenced by the value of the test results of the regression model 116.228 - 0,366X2,with   the  value of determination   coefficient of 0.156. It’s result showed that parenting only affects the personality of students of 15.6%. Fourth,the hypothesis of the influence of parenting and anxiety of communication simultaneously  on the  personality of students in class XI IPS MAN 1 Kudus can be accepted as true. This was evidenced by the value of the test results of the regression model 0,316X 88.165 +1 - 0,379X2, with the value of determination coefficient of 0.267. This means that parenting and communication anxiety can influence the personality of students by 26.7%.Keywords: parenting , anxiety communication, and personality
BIMBINGAN KONSELING AGAMA UNTUK MASYARAKAT MODERN Darwis, Darwis
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i2.1023

Abstract

Tulisan ini  bertujuan untuk  memberikan informasi tentang kondisi masyarakat yang masuk pada era modern. Ciri modern yaitu cepatnya akses informasi karena kecanggihan  teknologi serta wawasan yang luas karena ada kebebasan berpikir (padahal manusia memiliki  keterbatasan kondisi fisik). Meskipun pemahaman tentang tentang perubahan senantiasa terjadi dalam kehidupan masyarakat, karena individu wajib mengikuti perubahan (yang membuat individu “dipaksa” untuk mengikuti dengan mengoptimalkan seluruh  potensi  yang  ada  pada manusia), yang tidak boleh berubah adalah keyakinan. Namun bagi individu yang “kurang tegas” dalam mengambil sikap di era modern ini akan menimbulkan penyimpangan dalam berbagai aspek kehidupan, sebagai akibat negatif  dari laju modernism yang memiliki kecenderungan meninggalkan nilai-nilai spiritual berdampak pada “kehampaan”  dan keterasingan dengan diri sendiri. Sehingga untuk mengembalikan manusia pada fitrahnya maka butuh konseling  agama yaitu membantu manusia agar mencapai derajat “kecerdasan qalbiah”, artinya: menggambarkan sejumlah kemampuan diri secara cepat dan sempurna untuk mengenali kalbu  dan  aktivitas-aktivitasnya,   mengelola   dan mengekspresikan jenis-jenis kalbu secara benar,  memotivasi kalbu untuk membina hubungan moralitas dengan orang lain dan hubungan ubudiyah dengan Tuhan agar kebutuhan manusia yaitu bio-psiko-sosio-religius terpenuhi secara seimbang untuk mendapatkan kebahagiaan dunia-akherat.RELIGIOUS  COUNSELING   GUIDANCE   TO MODERN SOCIETY. This paper aims to provide information about the condition of the people who entered the modern era. Modern characteristic is the speed of access to information because of technological sophistication and broad insight as freedom of thought (even though humans have limited physical condition).   Although understanding of the changes always occur in people’s lives, because the individual  is obliged to follow the changes (which makes people “forced” to follow by optimizing the existing potentials in humans),  which should not be changed  is confidence. But for individuals who are “less strict” in taking a stance in the modern era will lead to irregularities in various aspects of life, as the negative impact of the rate of modernism that has a tendency to leave spiritual values have an impact on the “void” and alienation with yourself. So as to restore the human  being by nature then need counseling religion that helps people to achieve the degree of “intelligence qalbiah”, meaning : describe a number of capabilities more rapidly and perfectly to recognize the heart and its activities, manage and express the types of heart correctly, motivate  heart to build relationships with other people’s morality  and ubudiyah relationship with God so that human needs  are bio-psycho-socio-religious are met in a balanced manner to obtain world-happiness hereafter.
MEMBENTUK KESALEHAN INDIVIDUAL DAN SOSIAL MELALUI KONSELING MULTIKULTURAL Falah, Riza Zahriyal
KONSELING RELIGI Vol 7, No 1 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i1.1666

Abstract

Kesalehan yang dipahami oleh mayoritas umat Islam adalah kesalehan yang bersifat individual, yaitu kesalehan vertikal antara manusia dengan Tuhan, padahal Islam sebagai agama yang damai memberikan berbagai ajaran-ajaran yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan sosial. Berbuat kebaikan tidak hanya terbatas dalam ritual ibadah antara manusia dengan Tuhan, tapi juga antara manusia dengan manusia dan juga lingkungan. Konseling sebagai sebuah aktivitas antara dua individu maupun lebih, diharapkan mempunyai peran yang signifikan dalam merubah pandangan maupun perilaku seseorang. Kesalehan yang selama ini dimaknai mono/tunggal harus dirubah lebih universal. Cara pandang yang lebih universal bisa dilakukan konselor pada konseli dengan beberapa model konseling dan didukung kemampuan profesional konselor. Model itu antara lain model berpusat pada budaya, model integratif, dan model etnomikal. Keberhasilan konselor dibuktikan dengan pemahaman dan praktik konseli yang memandang kesalehan tidak hanya berputar pada kesuksesan akhirat, tapi juga pada pengelolaan dunia sehingga manusa bisa mengembangkan kehidupan yang rahmah, berkakh, dan berkeadilan.Kata Kunci: Kesalehan, Multikultural, Konseling, Individual, Sosial AbstractFORM THE INDIVIDUAL PIETY AND SOCIAL THROUGH THE MULTICULTURAL COUNSELING. Piety that is understood by the majority of Muslims is piety that individual, namely vertical piety between man and God, whereas Islam as a religion of peace provides various teachings related to social activities. Do good is not only limited in the ritual of worship between man and God, but also between man and man and also the environment. Counseling as an activity between two individuals or more, is expected to have a significant role in changing behavior and views of a man. Piety that during this narrowly defined mono/singular should be changed more universal. More universal perspective can be done on konseli counselor with some models of counseling and supported the ability of professional counselors. The Model among others the model centerd on culture, integrative
MEMBANGUN PROFESIONALISME GURU KONSELING SEKOLAH MELALUI PENYAMPAIAN BAHASA YANG SANTUN Rakhmawati, Istina
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i2.1005

Abstract

Tuntutan  kompetensi guru  termasuk guru  bimbingan dan konseling sekolah sebagai sebuah profesi mau tidak mau harus dipenuhi.  Membangun profesionalisme  Guru konseling  akan diminta akuntabilitas layanannya oleh pengguna jasa di sekolah. Masalahnya,  apakah layanan bimbingan konseling (BK) telah dilaksanakan oleh guru  konseling secara professional? Apakah keprofesionalan guru bimbingan dan konseling telah mencapai standar profesional yang ditetapkan? Masalah-masalah  yang kompleks dan meluas, kurang profesionalnya  guru bimbingan dan konseling akibat kompetensi guru bimbingan dan konseling yang kurang memadai, serta tuntutan perubahan yang terjadi dalam persaingan layanan profesional, memerlukan peningkatan profesionalitas guru bimbingan dan konseling khususnya terkait sikap,   pengetahuan dan  keterampilan  guru  bimbingan dan konseling.   Saat ini Guru Konseling di sekolah masih kurang selektif  dalam hal memberikan bimbingan yang seharusnya didapatkan  siswa. Untuk konseling sekolah peran guru konseling seharusnya tidak hanya berorientasi pada bimbingan karir akan tetapi juga harus memperhatikan bimbingan belajar, bimbingan bersikap baik, bimbingan berprilaku santun, jujur, dan bimbingan hormat kepada bapak-ibu guru serta bimbingan untuk masyarakat civitas akademik  (teman sebaya) di sekolah atau dalam hal ini mentaati peraturan tata-tertib di Sekolah maupun di luar Sekolah. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengetahui potensi siswa. Salah satunya dengan mengadakan  kelas percontohan maupun tes kemampuan dan bakat siswa. Melalui tes percontohan dan tes bakat,  guru Bimbingan Konseling  di sekolah  melakukan bimbingan karier dan mengarahkan mereka pada jurusan sesuai bakatnya. Peran Guru Bimbingan  Konseling di sekolah punya tugas yang banyak, kalau mereka mau mengembangkan profesinya. Tak  hanya memecahkan masalah pribadi siswa,   melainkan mencari masalah apa yang dihadapi siswa terutama masalah bakat dan minat. Ini penting bagi kelancaran proses belajar-mengajar di sekolah. Setelah ditemukan bakat dan minat, arahkan siswa pada jurusan yang tepat.Kata Kunci: Profesionalisme  Guru Konseling, Stelistika BahasaPROFESSIONALISM   OF  TEACHER SCHOOL BUILDING THROUGH COUNSELING FOR SUBMISSION OF LANGUAGE POLITE.This  paper aims to find out the demands of the competence of teachers,  including  teachers,  school  guidance and counseling as a profession will inevitably be met. Teachers build a professional  counseling  services will  be  requested  by the service user accountability  in schools. The problem, whether the counseling service (BK) has been implemented  by teachers in a professional counseling? Is the  guidance and counseling teacher professionalism have reached the professional standards set? The issues are complex and widespread, the  lack of professional  guidance  and counseling teachers as a result of competence guidance and counseling teacher are inadequate, and demand changes in the competitive professional services, require an increase in the professionalism of teachers guidance and counseling particularly  related  attitudes,  knowledge  and skills guidance  teachers  and counseling. Currently  Teachers Counseling at school  is less selective  in terms of providing guidance should be obtained student. The results of this paper is under the teacher’s role counseling should not only oriented to the career guidance but also should pay attention to tutoring , guidance  to be good, the guidance behaves politely, honest, and guidance homage to the father-mother teacher and guidance to the public the academic community ( friends peer) at school or in this case to obey the rules discipline in school and outside  school. One  to determine the potential of students by conducting  pilot classes  and tests  students’  abilities and talents.Keywords: Professionalism, Teacher Counseling , Stelistika  Language
PSIKOTERAPI FRUSTRASI Haryuni, Siti
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i1.1069

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memberikan bantuan pada individu yang terkena  frustrasi  maupun  informasi bagi  pencegahan munculnya frustrasi.  Frustasi dapat menghinggapi siapa saja ketika berhadapan dengan konflik motif. Akibat dari frustasi dapat berupa psikis (kecemasan, tak berdaya dan lain-lain) maupun fisik (berkeringat, malas beraktifitas dan lain-lain) atau mengganggu kognitif  (pikiran kacau), emosi (tidak  stabil),  tingkah laku (tidak terkendali) dan sosial (menarik diri). Reaksi individu ketika frustrasi dapat berupa agresif, mekanisme pertahanan diri maupun menarik diri. Untuk mengatasi frustrasi dilakukan dengan jalan psikoterapi yaitu: (1) menghilangkan,  mengubah atau menurunkan gejala-gejala frustrasi, (2) memperantarai/perbaikan pola tingkah laku yang rusak, dan (3) meningkatkan pertumbuhan serta perkembangan kepribadian. Meskipun psikoterapi dapat mengatasi frustrasi, namun lebih baik melakukan pencegahan munculnya frustrasi sehingga dapat hidup secara sehat baik fisik maupun psikis serta selaras dengan lingkungan sosial.kata kunci: Psikoterapi, FrustrasiPSYCHOTHERAPY FRUSTRATION. This article aims to provide assistance to individuals who are affected by frustration and information for the prevention of the emergence of frustration.  The frustration can be empowered anyone when faced with conflict motives. As a result of the frustration can be a psychological disorder (anxiety, helpless and others) and physical (sweating , lazy exercising and others) or interfere with the cognitive chaotic mind), emotions (not stable), (uncontrolled behavior) and social (withdraw). The reaction of the individual when frustration  can be aggressive, defense mechanism  and withdraw. To overcome the frustration  is done with the way psychotherapy: (1) eliminate, change or reduce symptoms  of frustration, (2) facilitates/ repair patterns of behavior that is damaged,  and (3) increasing the growth and development of the personality. Although psychotherapy can overcome frustration, but it is better to do the prevention of the emergence of frustration so that can live in a healthy both physical and psychological and in harmony  with the social environment.Keywords: Psychotherapy, frustration.
KONSELING ISLAMI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN SEKSUAL DALAM ISLAM PADA REMAJA Sugianto, Sugianto
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i2.1009

Abstract

Tulisan ini memberikan informasi yang tepat tentang kondisi kebutuhan remaja yang sesuai dengan tugas perkembangannya yaitu: mengenal fungsi perbedaan jenis kelamin, organ reproduksi dan persiapan pernikahan agar dapat mengenali fungsi anatomi tubuh sesuai dengan nilai-nilai Islam, misalnya tentang kesehatan seksual dalam Islam. Meskipun data yang ditemukan terdapat beragam problematika remaja tentang seksual,  sehingga dibutuhkan profesi konseling  Islami untuk membantu remaja tumbuh kembang secara optimal dalam berprestasi dibidang kognitif-afektif-psikomotorik.  Kemampuan kognitif dengan diupayakannya  pengayaan pengetahuan tentang alam semesta beserta fenomena alam, kemampuan  afektif dengan trampilnya mengolah dan mengendalikan emosi ke arah positif  kepada sesama makhluk hidup,  sedangkan kemampuan psikomotorik dengan adaptifnya manusia dalam bersikap ketika berinteraksi di lingkungan dengan keragaman budaya Bhineka Tunggal Ika. Dengan berdasar pada nilai-nilai pendidikan Islam maka manusia dapat mengoptimalkan 3 daya dengan berdasarkan pada al-Qur’an yang memberikan keselamatan  dan kebahagiaan  pada remaja untuk memahami kesehatan seksual dalam Islam.Kata Kunci: Konseling Islam, Pendidikan  Seksual, PemudaTHROUGH THE ISLAMIC COUNSELLING SEXUAL HEALTH EDUCATION IN ISLAM IN ADOLESCENT. This paper provides precise information  about the conditions in accordance with the needs of adolescent development tasks are: to know the function of gender, reproductive organs and wedding preparations in order to identify the function of anatomy of the body in accordance with Islamic values, example about sexual health in Islam. Although the data were found to contain a variety of sexual problems of adolescence, so it needs the counseling profession Islamic to help teens grow and develop optimally in achievement in the field of cognitive-affective-psychomotor. Cognitive abilities with the enrichment begun all the knowledge of the universe and natural phenomena, affective abilities skilfully manage and control their emotions in a positive direction to our fellow beings, whereas the adaptive human psychomotor abilities in attitude when interacting in an environment with a diversity of cultural unity. Based on the values of Islamic education then humans can optimize power to 3 based on the Qur’an that provide the safety and happiness of the youth to understand sexual health in Islam.Keywords:  Islamic Counseling , Sexual Health Education, Youth