cover
Contact Name
Fajar Rosyidi
Contact Email
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Phone
+6285729901256
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 470 Documents
REVITALISASI PERAN PENYULUH AGAMA DALAM FUNGSINYA SEBAGAI KONSELOR DAN PENDAMPING MASYARAKAT Jaya, Pajar Hatma Indra
KONSELING RELIGI Vol 8, No 2 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i2.2453

Abstract

Salah satu wilayah kerja konselor masyarakat adalah menjadi penyuluh agama. Profesi ini mempunyai peran yang strategis, namun selama ini penyuluh agama tidak terlalu popular di masyarakat. Tulisan ini bertujuan menawarkan perspektif baru terkait peran yang harus diambil oleh penyuluh agama. Hal itu dilakukan dengan cara mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penyebab ketidakidealan fungsi penyuluh agama selama ini. Hasil riset menunjukan bahwa ketidakpopuleran penyuluh agama terjadi karena profesi ini bergerak di wilayah “wacana teologi” semata, bahkan perannya terkesan hanya persoalan “teknis peribadatan” yang sebenarnya sudah bisa dilakukan oleh dai-dai lokal. Untuk menjadi profesi yang bernilai bagi masyarakat, penyuluh agama tidak boleh hanya berfungsi sebagai agen informatif-edukatif yang mewujud dalam ceramah agama, namun penyuluh agama harus bisa menjadi pemungkin (enabler) dalam menyelesaikan semua persoalan masyarakat, baik masalah keagamaan ataupun non-keagama. Untuk itu penyuluh agama harus memainkan fungsinya sebagai konselor dan pendamping-advokat yang selama ini tidak banyak dijalankan. Meskipun penyuluh agama dituntut bisa menyelesaikan semua masalah masyarakat, namun ia tidak harus menyelesaikan masalah tersebut sendiri. Penyuluh agama dapat memainkan peran sebagai broker yang menghubungkan kebutuhan masyarakat berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait.  
KONTRIBUSI KEBERMAKNAAN HIDUP BAGI SIKAP INDIVIDU TERHADAP KEMATIAN Ernawati, Ernawati
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i2.1052

Abstract

Kematian merupakan suatu kepastian yang tidak dapat dihindari oleh setiap individu dalam rentang perjalanan hidupnya. Kesadaran akan datangnya kematian sering diterjemahkan dengan cara yang beragam bagi setiap individu.  Sebagian individu beranggapan bahwa bahwa kematian adalah suatu fase yang amat mengerikan sehingga ada reaksi penolakan, isolasi, kemarahan, bahkan depresi. Sebagian dari mereka bersikap positif dengan beranggapan bahwa kematian menjadi motivasi bagi tiap individu untuk berlomba dalam    memberi makna kehidupan mereka dan  kekuatan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.  Artikel ini ingin mengembangkan teori Logoterapi dari Victor E. Frankl tentang kebermaknaan  hidup dengan mencoba melihat  kontribusinya bagi sikap individu terhadap  kematian, dimana kehidupan dan kematian merupakan satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan. Menurut Frankl, individu akan mampu mencapai makna dalam hidupnya apabila ia berhasil merealisasikan tiga nilai yang menjadi sumber makna hidup yakni creative value (nilai-nilai kreatif ), attitudinal value (nilai-nilai  bersikap), dan experiental value (nila-nilai pengalaman).. Artikel ini merupakan pengembangan pada bidang kajian pengembangan kualitas hidup individu dalam perspektif Islam dimana didukung oleh kolaborasi antara teori Logoterapi dengan konsep tentang kematian yang terdapat dalam psikologi Islam.kata kunci: Makna Hidup, Sikap, KematianTHE  CONTRIBUTION OF  KEBERMAKNAAN LIVE FOR THE ATTITUDE OF THE INDIVIDUAL TOWARD DEATH. Death is a certainty that could not be avoided by every individual in the amount  of the journey of his life. awareness of the  coming of death is often translated in a way that vary for each individual. Some of the individual to assume that that death is a phase of the dreadful so that there is a rejection reaction, isolation, anger, even depression. Some of them are positive attitude to assume that the death of a motivation for each individual  to compete in gives the meaning  of their  lives and the power to improve the quality of life for them. This article want to develop the theory Logoterapi from Victor E. Frankl about kebermaknaan live with trying to see his contribution  for the attitude of the individual toward death, where life and death is the one thread that cannot be separated. According to Frankl, individuals will be able to reach the meaning in his life when he succeeded in realizing the three values that became the source of the meaning of life the creative value (value), attitudinal  creative value (value), and experiental attitude value (nila of experience value).  This article is a development in the field of study of the development of the quality of life of the individual in the Islamic perspective where supported by collaboration between Logoterapi theory with the concept of death that was found in the psychology of Islam.Keywords:  The Meaning of Life, Attitudes, Death
KONSELING PERNIKAHAN BERBASIS ASMARA ( As-Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah ) Ahmad, Nur
KONSELING RELIGI Vol 7, No 2 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i2.1876

Abstract

Keluarga merupakan sistem sosial yang alamiah dan keluarga berfungsi membentuk aturan-aturan, komunikasi serta negosiasi diantara para anggota keluarga. Ketiga fungsi keluarga ini mempunyai sejumlah implikasi terhadap perkembangan dan keberadaan para anggota keluarga. Keluarga melakukan suatu pola interaksi yang diulang-ulang melalui partisipasi seluruh anggota keluarga. Sehingga strategi konseling pernikahan yang dibangun akan membantu terpeliharanya hubungan-hubungan keluarga harmonis As-Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah juga dituntut untuk memodifikasi pola-pola transaksi dalam memenuhi kebutuhan keluarga yang mengalami perubahan yang didambakan. Membangun Keluarga bahagia melalui pendekatan konseling pernikahan pada dasarnya merupakan upaya untuk memperoleh kebahagiaan dan kesejahteraan hidup baik lahir maupun batin. Keluarga dibentuk untuk memadukan rasa kasih dan sayang diantara dua makhluk berlainan jenis, yang berlanjut untuk menyebarkan rasa kasih dan sayang keibuan dan keayahan terhadap seluruh anggota keluarga. Namun apa yang didambakan, apa yang diidealkan serta apa yang seharusnya dalam kenyataan tidak senantiasa berjalan mulus sebagaimana mestinya. Kebahagiaan yang diharapkan semoga dapat diraih dari bahtera kehidupan berumah tangga dan bukan sebaliknya yang kerapkali dirasakan justru kesedihan.Kata kunci : konseling pernikahan, sakinah mawaddah wa rahmah MARRIAGE COUNSELING BASED ON AS-SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH. The family is the natural and social system functioning family formed the rules, communication and negotiations between members of the family. The three functions of this family has a number of implications for the development and the existence of the family members. Perform a family interaction patterns that are repeated through the participation of all members of the family. So the marriage counselling strategy built will help the nurturing harmonious family relationships, As-Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah is also required to modify the patterns of discounted rates in meeting the needs of the family experiencing the changes longed. Build happy family through marriage counselling approach is basically an attempt to gain happiness and prosperity of life in both the physical and the spiritual sense. The family was formed to integrate the feeling of love and affection between two different kinds of creatures that continues to spread compassion and mercy motherhood and fatherhood leads to all members of the family. But what longed, what diidealkan and what should be in reality does not always run smoothly properly. The expected happiness may be achieved from the ark life housekeeping and rather an often felt thus sorrow.Key Words : marriage counselling, sakinah mawaddah wa rahmah
PESANTREN DAN PUSAT KONSELING BAGI GENERASI MUDA Jannah, Hasanatul
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i1.1062

Abstract

pesantren memberikan kontribusi besar  dalam membentuk akhlak remaja.  Di saat negara sedang gencar meyerukan kepada masyarakat untuk bersama-sama membentuk generasi muda yang bermoral, maka sesungguhnya  pesantren telah menjadi pionir dalam program pembentukan akhlakul karimah bagi remaja. Melalui nilai-nilai pendidikan pesantren dengan beberapa pola pembelajarannya, bahkan pesantren dapat berperan sebagai pusat kegiatan konseling dalam pembinaan generasi muda yang sedang dalai masa pencarian identitas dirinya.Kata Kunci: Pesantren, Konseling, Generasi MudaBOARDING SCHOOL AS  CENTRAL COUNSELING FOR YOUNGS. This article aims to reveal the extent of Islamic boarding schools provide a major contribution in shaping moral adolescents. At a time when countries are incessantly meyerukan  to the community to work together to form the young generation that immoral behavior, verily pesantren  has become  a pioneer  in the establishment of the supremacy of karimah  program for adolescents. Through the values of education pesantren with some patterns of learning , even pesantren can serve as the center of counseling activities in the construction of the young generation who is the Dalai Lama search time identity. Keywords: Pesantren, Counseling , Young Generation
MEMBANGUN KEBERAGAMAAN INKLUSIF MELALUI KONSELING MULTIKULTURAL Sumadi, Eko
KONSELING RELIGI Vol 7, No 1 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i1.1358

Abstract

AbstrakTulisan ini akan membahas tentang upaya membangun sikap keberagamaan inklusif melalui konseling multikultural. Karena keragaman merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa ditolak, maka kesadaran dan pemahaman akan keragamanlah yang semestinya ditekankan. Sehingga keragaman bisa menghadirkan kerukunan dan keharmonisan bukan sebaliknya menimbulkan gesekan-gesekan yang berujung pada konflik yang berkepanjangan. Salah satu upaya dalam membangun kesadaran akan pluralitas adalah melalui proses konseling. Maka proses konseling tersebut harus dengan spirit multikultural, bahwa agama-agama lain yang ada di dunia ini telah mengandung kebenaran dan dapat memberikan manfaat serta keselamatan bagi penganutnya. Hasil dari pembahasan ini adalah sebagai berikut: 1) Konseling multikultural merupakan proses konseling yang melibatkan antara konselor dan klien yang berbeda budayanya, maka seorang konselor dituntut untuk memiliki kepekaan budaya, mengerti dan dapat mengapresiasi diversitas budaya, dan memberikan perhatian pada perbedaan individual. 2) Pemahaman dan kesadaran tentang konsep multikultural harus senantiasa menjadi spirit dalam proses konseling. 3) Sikap keberagamaan inklusif hanya akan terbentuk jika ada pemahaman dan kesadaran tentang heterogenitas. Keragaman merupakan keniscayaan, karenanya ia merupakan sunnatullah yang tidak bisa ditolak. 4) Konseling multikultural memberikan kontribusi yang besar terhadap pembentukan sikap keberagamaan yang inklusif. AbstractBUILD INCLUSIVE RELIGIOSITY THROUGH MULTICULTURAL COUNSELING. This article will discuss about the efforts to build the attitude of religiosity inclusive through the multicultural counseling. Because diversity is a reality that cannot be denied, then the awareness and understanding of the was diversity necessarily stressed. So that the diversity of the present harmony and harmony rather than cause friction- friction that culminated in the protracted conflicts. One of the efforts to build awareness of the plurality is through process counseling. Then the counseling process must be with the spirit of multicultural society that the other existing religions of this world have contained the truth and can provide the benefits and salvation for believers. The result of this discussion is as follows: 1) multicultural counseling is counseling process that involves between counselor and client that different culture, then a counselor are required to have cultural sensitivity, understand and can be appreciating diversity culture and give attention on individual differences. 2) the understanding and awareness about the concept of multicultural society should always be spirit in the process of counseling. 3) the attitude of religiosity inclusive will only be formed if there is understanding and awareness about heterogeneity. Diversity is a reality and therefore it is a divine law that cannot be rejected. 4) multicultural counseling provides a high contribution to the formation of the attitude of the inclusive religiosity.
DARI KONSELING PERKAWINAN MENUJU KELUARGA “SAMARA” Atabik, Ahmad
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i1.1042

Abstract

Untuk membangun sebuah mahligai keluarga tidak cukup dengan hanya bermodalkan perasaan, materi, apalagi modal nekat.Islam telah menuntun kepada pengikutnya untuk membangun keluarga sakinah setelah perkawinan dilaksanakan. Islam juga menganjurkan kepada para calon suami atau calon istri untuk memilih dengan cara yang sudah diajarkan Islam. Untuk membantu membangun keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah (samara) adakalanya seorang calon mempelai mempersiapkan dengan baik, di antaranya dengan konseling perkawinan. Konseling Perkawinan (marriage counseling) adalah upaya membantu pasangan calon suami istri atau suami istri oleh konselor profesional sehingga mereka dapat berkembang dan mampu memecahkan masalah dengan cara- cara yang saling menghargai, toleransi, dan dengan komunikasi yang penuh pengertian, sehingga tercapat motivasi berkeluarga, perkembangan, kemandirian dan kesejahteraan seluruh anggota keluarga. Kata Kunci: Konseling, Perkawinan, Keluarga
KEDUDUKAN PENYULUHAN DAN KONSELOR DALAM KONSELING ISLAM Kastoro, Widiarsih; Mas'udi, Mas'udi
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i2.1047

Abstract

Persimpangan antara  instruktur  dan  penasihat  adalah  dua studi aspek biasanya muncul dalam studi Dakwah. Label da’i di mubaligh kesatuan Dakwah digunakan untuk menjadi annunciated studi sebagai penasihat ajaib. Kenyataan ini tidak setuju dengan terminologi Dakwah sebagai subyek untuk mengirim pesan dari prinsip-prinsip Islam untuk menciptakan ketenangan bagi pihak- pihak berkuasa. Sementara itu, terminologi ini telah disertakan dalam kesatuan istilah  dari instruktur.  Untuk akibat dari dua paradigma,  semua penentuan adalah menyimpang dari unsur publik. Dalam istilah-istilah itu instruktur dihantui menyebabkan kehilangan trendi dari istilah-istilah penasihat.kata kunci: Instruktur, Penasihat, prinsip-prinsip IslamBASIS  OF   EPISTEMOLOGY DISSEMINATORS ISLAM (SUPERVISE THE DETERMINATION OF CONTRADICTORY BETWEEN ELIMINATION AND  COUNSELORS). The intersection between instructor and counselor is two aspect studies usually appear in Dakwah  study. The label of da’i missionary in the unity of Dakwah study  used to be annunciated  as counselor. The  reality  was disagreed with the terminology of Dakwah  as subject to send the message of Islamic  principles to create the tranquility  for publics. Meanwhile, this terminology was included in the unity term of instructor.  For the consequence of two paradigms, all determination  is deviates from public constituent. The terminology of instructor was shadowed cause lost trendy than terminology of counselor. Key Words: Instructor, Counselor, Islamic Principles
PERAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM DALAM MEMBANGUN KEBERAGAMAAN ANAK JALANAN Farihah, Irzum
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i1.1074

Abstract

Islam memandang bahwa pada  hakikatnya manusia adalah makhluk Tuhan  yang diciptakan sebagai khalifah di  muka bumi untuk mengabdi kepada-Nya.  Tulisan ini,  memaparkan bagaimana peran konselor Islam dalam membantu anak jalanan mengembalikan  fitrohnya sebagai hamba Allah yang taat. Hal tersebut tentunya tidak mudah, perlu beberapa metode yang digunakan para konselor. Ada tiga metode yang ditawarkan yaitu: al-hikmah, mauidhah hasanah dan mujadalah yang nantinya mampu membantu konseli (anak jalanan) kembali kepada fitroh beragamanya. Tipologi bagi sebutan anak jalanan mengacu pada tiga karakter anak jalanan, yaitu anak-anak yang turun ke jalanan, anak-anak yang ada di jalanan dan anak-anak dari keluarga yang ada di jalanan. Kesemuanya membutuhkan perhatian dari konselor Islam agar bisa mengenali lagi fitrahnya sebagai hamba Allah swt.Kata Kunci: Konselor, Anak Jalanan, Fitrah.THE ROLE OF GUIDANCE COUNSELING  ISLAM IN THE BUILDING OF RELIGIOSITY  OF STREET CHILDREN. Islam sees that on the fact of the matter is that man is the living God who created as a vicegerent on earth to serve Him. This article explained how the role of the counselor for Islam in the help of street children restore fitrohnya  as obedient  servant  of Allah. It is  certainly  not easy, need  to some of the  methods  used the  counselors. There are three  methods that offered:  al-hikmah,  mauidhah hasanah and mujadalah which later able to help konseli (street children) return to fitroh beragamanya.  Typology for the pronunciation of the street children refers to the three characters of street children, namely  children that go down  to the streets,  children who are in the streets and the children from the family is in the streets. All need attention from the counselor for Islam in order to identify again by nature as a servant of Allah swt.Keywords: Counselor, Street Children, Fitrah.
MENGATASI KESULITAN BELAJAR MELALUI KLINIK PEMBELAJARAN (STUDI ANALISIS PADA MATA PELAJARAN FISIKA) Mahrus, Ali
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i2.1007

Abstract

Dalam   kegiatan   belajar    di    sekolah,    guru   berhadapan dengan jumlah ciri-ciri  untuk beragam siswa.  Ada siswa yang dapat mengambil kegiatan belajar mereka mulus dan berhasil tanpa kesulitan, tetapi pada sisi lain tidak beberapa siswa yang benar-benar mengalami kesulitan dalam belajar. Kesulitan belajar siswa yang ditunjukkan  oleh kehadiran hambatan tertentu untuk mencapai hasil pembelajaran,  dan dapat psikologis, sosiologis, dan  psikologis, yang  pada  gilirannya   dapat  menyebabkan mencapai prestasi belajar di bawah yang baik. Kesulitan belajar siswa meliputi luas, termasuk: (a) gangguan belajar, (b) learning disfungsi ereksi; (c) underachiever (d) peserta lambat, dan (e) dalam belajar. Dalam keadaan tertentu, karya ini mengangkat tema kesulitan belajar fisika. Pemilihan  tema ini mempertimbangkan subjek fisika yang masih dianggap sebagai sebuah cemeti sebagian besar siswa. Gambar  ”sulit” untuk belajar fisika yang telah dipasang pada persepsi awal siswa. Berdasarkan latar belakang pernyataan di atas, karya ini bertujuan untuk mendiskusikan masalah yang berhubungan  dengan  diagnosis kesulitan belajar.   Masalah- masalah ini termasuk:  masalah-masalah kesulitan belajar Fisika, alternatif untuk mengatasi  masalah  fisika belajar melalui klinik mengajar. Justru itu, lingkup diskusi fokus pada kesulitan dalam pembelajaran,  pengajaran tersebut, model  pembelajaran  yang dapat diterapkan dan cara mengatasi masalah kesulitan dalam fisika belajar melalui klinik mengajar.Kata Kunci: Klinik Pembelajaran, Fisika.\In learning activities in schools, teachers are faced with number of characteristics to diverse students.  There are students  who can take their learning activities smoothly and successfully without  difficulty, but on the other hand not a few students who actually experience difficulties in learning. Student  learning difficulties indicated by the presence of certain  barriers to achieve learning  outcomes, and can be psychological,  sociological, and physiological, which in turn can lead to learning achievement reached under proper. Student  learning difficulties  covers  a broad sense,  including :  (a)  learning  disorder, (b) learning disfunction;  (c) underachiever  (d)  slow  learner,  and (e) learning disabilities. In particular, this paper raised the theme of learning difficulties physics. The selection of this theme considering the subjects of physics that’s still regarded as a scourge of most students. Image ”difficult” to learn physics is attached to the initial perception of students. Based on the background of the above statement, this paper aims to discuss issues related to the diagnosis of learning difficulties. These problems include: the problems of learning difficulties physics, an alternative to overcome the problem of learning physics through teaching clinic. Thus the scope of the discussion focused on difficulties in learning , tutoring , learning models  that can be applied and how to overcome the problem of difficulties in learning physics through teaching clinic.Keyword: Learning ,  Fhyisics
KERANGKA DASAR MEMBANGUN KESEHATAN SPIRITUAL MELALUI PENDEKATAN PSIKOLOGI ISLAM Ahmad, Nur
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i2.1026

Abstract

Pengaruh perkembangan  IPTEK dan ilmu-ilmu eksakta telah membawa  perkembangan dan kemajuan  cepat  di  bidang tekonologi dan perindustrian.  Seharusnya kondisi dan  hasil kemajuan sekarang ini membawa kebahagiaan yang lebih banyak kepada manusia dalam hidupnya. Akan tetapi sesuatu kenyataan yang menyedihkan ialah bahwa kebahagiaan itu ternyata semakin jauh hidup semakin sukar dan kesukaran-kesukaran  material berganti dengan kesukaran mental (psychis). Beban jiwa semakin berat, gelisah dan ketegangan serta tekanan perasaan lebih terasa dan lebih menekan sehingga mengurangi kebahagiaan. Psikologi Islam merupakan ilmu yang mempelajari aspek kesehatan spiritual manusia yang normal,  dewasa,  sehat spiritual maupun sehat berperilaku.  Ketika kita mengembangkan  kesehatan spiritual, kita akan secara bertahap merasa cukup kuat untuk menjadi diri seutuhnya. Kekuatan yang autentik datang ketika seseorang untuk pertama kalinya dapat hidup berdamai dengan kebenaran tentang, siapa diri kita, di mana kita berada dan kemudian belajar untuk mengendalikan kekuatan tersebut ketika berhadapan dengan orang lain. Sedangkan untuk mewujudkan kerangka dalam mewujudkan kesehatan spiritual ada hal-hal yang perlu diperhatikan lebih jauh lagi yakni memahami kepekaan, bersikap jujur, adanya perubahan pada diri sendiri.BASIC      FRAMEWORK          TO BUILD        SPIRITUAL HEALTH THROUGH     PSYCHO-LOGICAL    APPROACH ISLAMIC. he  influence of science  and technology  and the  exact sciences has brought about the development and rapid progress in the field of technology weapons and industry. Supposedly condition and results of progress has brought more happiness to man in his life. But something sad reality is that it was increasingly distant happiness of life increasingly difficult and changing material difficulties with mental distress (psychis). Increasingly heavy burden of life, anxiety and feelings of tension and pressure felt more and more pressing , thereby  reducing happiness. Islamic psychology is the study of human spiritual health aspects of normal, mature, healthy, spiritual and healthy behavior. When  we develop spiritual health, we will gradually feel strong enough to be yourself completely. Authentic  strength comes when we for the first time be able to live in peace with the truth about who we are, where we are and then learn to control these powers when dealing with others. Meanwhile, to realize a spiritual health in realizing there are things that need to be considered further understand the sensitivity, to be honest, the change in yourself.