cover
Contact Name
Fajar Rosyidi
Contact Email
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Phone
+6285729901256
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 470 Documents
Analisis Psikologis Pengaruh makan Berlebihan Terhadap Pengerasan Hati: Solusi Penanganan Melalui Binge Eating Preventive Program Hanafi, Yusuf; Kamilin, Asri Diana
KONSELING RELIGI Vol 9, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i1.3010

Abstract

Makan, sebagai salah satu kebutuhan fisiologis, merupakan kebutuhan dasar manusia. Di Indonesia, peningkatan kasus makan berlebihan berbanding lurus dengan kasus obesitas. Diperkirakan, prevalensi penderita makan berlebihan di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 1.766.170 jiwa. Islam, sebagai pedoman hidup, melarang makan secara berlebihan, sebagaimana termaktub dalam Q.S. al-A’raf (7): 31. Selain problem kesehatan fisik, terdapat kerugian psikologis dari perilaku makan berlebihan. Efek makan berlebihan menjadikan manusia mengikuti keinginan negatif (al-nafs al-ammarah bi al-su’). Model intervensi yang digunakan selama ini, yakni penanganan pasca kasus, hanya mampu mengurangi problem makan berlebihan dalam jumlah minim dan terbatas. Merespon realitas di atas, penulis memandang perlunya langkah preventif untuk menangani permasalahan yang terjadi, karena dalam Islam dikenal prinsip al-wiqayah khair min al-‘ilaj. Solusi penanganan yang dipilih adalah Binge Eating Preventive Program (BEPP). Program intervensi ini didasarkan pada temuan bahwa perilaku makan pada masa kanak-kanak memiliki andil besar terhadap kehilangan kontrol makan. Data yang digunakan dalam tulisan ini bersumber dari bahan-bahan kepustakaan dan data-data lapangan seputar masalah makan berlebihan. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah pustaka yang relevan dengan topik yang dibahas, dan observasi lapangan. Penulis meyakini, intervensi yang tepat pada saat kanak-kanak merupakan aspek penting yang harus dilakukan untuk menangani masalah makan berlebihan.
Konseling Gestalt Sebagai Upaya Kuratif Pengaruh Paham Radikalisme Di kalangan Remaja Ayurinanda, Al Riza
KONSELING RELIGI Vol 9, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i1.3465

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pengaruh radikalisme agama di Indonesia yang semakin meningkat khususnya di kalangan remaja. Secara psikologis, remaja memiliki keingintahuan yang tinggi dan senang mencoba pengalaman baru serta identik dengan masa pencarian identitas diri. Hal ini dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk mempengaruhi remaja dengan doktrin-doktrin ideologi radikalisme. Beberapa survei membuktikan bahwa remaja banyak yang membenarkan tindakan kelompok radikal dalam mengamalkan perintah agama. Berdasarkan survei tersebut perlu adanya peran konselor khususnya di sekolah dalam memberikan pendekatan konseling sebagai upaya penanganan kasus radikalisme agama di kalangan remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan observasi. Penelitian ini menunjukkan pendekatan konseling gestalt sebagai upaya penanganan kasus radikalisme agama di kalangan remaja. Hasil penelitian menunjukkan tahapan-tahapan konseling gestalt dalam penanganan radikalisme di kalangan remaja, yaitu: (1) the begining phase, (2) clearing the ground, (3) the existential encounter, (4) integration, (5) ending. Terdapat dua teknik konseling gestalt yang digunakan, yaitu  (1) Teknik Topdog versus Underdog dan, (2) Teknik Reframing.
Strategi Bimbingan Konseling Islam Bagi Masyarakat Muslim Minoritas Untuk Meningkatkan Kematangan Beragama Sebagai Upaya Menghadapi Bahaya Kristenisasi DI Kawasan Minoritas Fadhilah, Ningsih; Khasanah, Uswatun
KONSELING RELIGI Vol 9, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i1.3199

Abstract

Kematangan beragama merupakan kemampuan seseorang untuk memahami, menghayati, serta mengaplikasikan nilai-nilai luhur agama yang dianutnya. Jika kematangan beragama telah ada pada diri seseorang, maka segala perbuatan dan tingkahlaku keagamaannya senantiasa dipertimbangkan betul-betul dan dibina atas rasa tanggung jawab bukan atas dasar peniruan dan sekedar ikut-ikutan saja. Oleh karenanya dalam masyarakat muslim minoritas, kematangan beragama sangatlah penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kematangan beragama warga muslim minoritas Dukuh Purbo sebelum dan sesudah diberi layanan bimbingan konseling islami melalui pembinaan keagamaan dan mengetahui efektivitas strategi bimbingan konseling Islam melalui kegiatan keagamaan sebagai media dakwah terhadap peningkatan kematangan beragama warga muslim minoritas. Penelitian  ini merupakan eksperimen, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian  pre-eksperimental dan model penelitian one group pretest post test design. Dilakukan dua kali pengukuran terhadap aspek kematangan beragama, yakni pre test  dan  post test  atau sebelum dan setelah dilakukan layanan bimbingan konseling Islam. Sampel dalam penelitian ini dengan mengambil satu kelompok berjumlah 20 orang. Instrumen yang digunakan adalah menggunakan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis menggunakan statistik wilcoxon, Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: (1) kematangan beragama warga muslim minoritas sebelum treatment memiliki skor rata-rata pree test 74,6, termasuk kategori “kurang”; (2) kematangan beragama warga muslim minoritas setelah treatment skor post test  meningkat yakni 85,4, termasuk kategori “cukup”; (3) strategi bimbingan konseling Islam melalui pembinaan keagamaan terbukti efektif dalam peningkatan kematangan beragama warga muslim minoritas, terlihat pada hasil  nilai  probabilitas dibawah 0,05 yakni (0,0005<0,05).
Representasi Bimbingan dan Konseling Islami Dalam Menjawab Problem Keagamaan Zaini, Ahmad
KONSELING RELIGI Vol 9, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i1.3329

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui representasi tahapan bimbingan dan konseling islami dalam menjawab problematika keagamaan yang dihadapi oleh konseli dalam film “Ima & Nisa”. Cultural studies digunakan dalam riset ini, tepatnya dengan metode analisis data semiotik. Hasil penelitian menghasilkan beberapa poin: pertama representasi bimbingan dan konseling islami tampak telah diperlihatkan oleh Nisa yang memberikan penjelasan kepada Ima tentang keindahan alam dan tujuan penciptaan. Ima berlatih membaca al-Quran namun ia belum bisa, ia lupa cara membacanya. Seseorang yang sedang mengalami suatu permasalahan akan menyebabkan pada dirinya hilangnya konsentrasi. Kedua, representasi Nisa yang secara sabar menghadapi Ima ketika mengajaknya belajar membaca al-Quran dan menjelaskan kepada Ima tentang kewajiban perempuan menutup aurat. Terlepas dari khilafiyah mengenai kewajiban pemakaian jilbab, secara simbolis jilbab merupakan representasi seorang muslimah sebagai bentuk ketaatan dan kepatuhan terhadap ajaran agamanya. Ketiga, representasi Ima yang telah sadar dan bersungguh-sungguh meminta Nisa membimbingnya. Tahapan bimbingan dan konseling yang dilakukan Nisa secara berkesinambungan kepada Ima telah merubah perilaku Ima. Ima dapat  berubah menjadi pribadi yang dekat kepada Allah. Nisa senantiasa menganjurkan Ima untuk tetap mengamalkan ajaran Islam. Atas bimbingan dan arahan Nisa, semakin tekun dalam mempelajari al-Quran sehingga di hari kegiatan tadarus al-Quran tiba, Ima sudah siap.
Peran Konseling dan Perencanaan Keuangan Islam dalam Membangun Keluarga Hayatan Thayyibah Amaroh, Siti
KONSELING RELIGI Vol 9, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i1.3245

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran konseling dan perencanaan keuangan Islam dalammembangun keluarga hayatan thayyibah. Masalah keuangan seringkali menjadi penyebab disharmoni dalam keluarga. Perhatian terhadap keuangan biasanya timbul ketika sesorang tidak sanggup mengatasi kebutuhan keuangannya atau status keuangannya sedang bermasalah. Konseling dan perencanaan keuangan merupakan proses untuk mengantisipasi terjadinya masalah keuangan melalui serangkaian proses perencanaan, pencapaian, dan pengkajian tujuan hidup dalam kerangka manajemen keuangan yang memadai. Tugas para konselor keuangan adalah untuk membantu para klien dalam menyelesaikan masalah keuangan melalui beberapa tahap seperti penilaian, pra-kontemplasi, kontemplasi, persiapan, tindakan, dan pemeliharaan. Dalam perspektif konseling dan perencanaan keuangan Islam, pendapatan harus dialokasikan untuk mencapai keseimbangan materialitas dan spiritualitas, kehidupan dunia dan akhirat. Pengeluaran kehidupan sosial dan keagamaan perlu dipenuhi untuk mencapai kehidupan yang baik (hayatan thayyibah)
Bimbingan dan Konseling Keagamaan Bagi Manusia Usia Lajut Dalam Islam Nadhirin, Nadhirin
KONSELING RELIGI Vol 9, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i1.3466

Abstract

 Penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis  (1)  bimbingan dan konseling keagamaan dalam Islam (2) kehidupan psikologis usia lanjut dan (3) bimbingan dan konseling keagamaan bagi usia lanjut dalam Islam. Metode penelitian penelitian ini menggunakan content analysis. Data penelitian diperoleh dari bahan-bahan yang terdokumentasi dalam bentuk buku, artikel penelitian, dan bentuk dokumen lainnya. Data dianalisis dengan teknik (1) metode berfikir deduktif, (2) metode berfikir induktif, (3) metode berfikir komparatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa bimbingan dan konseling keagamaan dalam islam adalah upaya yang sistematis dan terencana yang dilakukan untuk memberikan pendampingan, pembimbingan dan diskusi yang komunikatif dengan klien tentang berbagai persoalan psikologis untuk menuju kehidupan pribadi yang seimbang dan bahagia dalam tuntutan islam yang berlandaskan kepada al-quran dan sunnah nabi Muhammad SAW. Manusia di usia lanjut secara fisik mengalami kemunduran kualitas kesehatannya. Pendengaran yang sudah tidak sensitif, penglihatan yang kabur dan sensitif dengan cahaya, berkurangya cairan tubuh dan kekuatan fisik yang semakin melemah. Secara psikologis, orang usia lanjut mengalami tanda-tanda kejiwaan secara umum seperti perasaan asing dengan kehidupan sosial, meningkat kesadaran keagamaanya dan takut dengan kematian. Bimbingan dan konseling keagamaan bagi usia lanjut  dalam Islam adalah kegiatan yang sistematis dan terencana yang memberikan pembimbingan dan konsultasi keagamaan  yang lebih mendalam kepada proses pemantapan, pertaubatan dan penyempurnaan amalan agama yang dilandasi oleh kesadaran akan kehidupan setelah kematian, yakni kehidupan alam barzah dan alam akhirat. Cara yang digunakan dalam bimbingan dan konseling dengan teori Al- hikmah, Al-Mauidhoh Hasanah , dan Al- Mujadalah.
Menjadi Warga Negara Khaira Ummah Dengan Hidup Sehat Tanpa Korupsi Arifin, Samsul
KONSELING RELIGI Vol 9, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i1.3365

Abstract

Korupsi merupakan suatu pengkhiatan terhadap amanah yang dapat merugikan rakyat secara finansial, moral, dan sosial. Dalam perspektif konseling, korupsi termasuk perbuatan yang menyimpang (malsuai). Korupsi dapat dicegah dengan pembentukan karakter kepribadian serta teknik pengubahan tingkah laku agar menjadi pribadi terbaik (khaira ummah) dan terhindar dari perbuatan korup. Tujuan penelitian: mengungkap dan mendeskripsikan kualitas kepribadian dan teknik dalam pengubahan tingkah laku untuk hidup sehat tanpa korupsi, perspektif konseling sufistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif tipe etnografi-hermeneutik. Data berasal dari dokumen dan fieldnotes. Langkah-langkah analisis data: data reduction, data display, dan conclusion drawing.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kepribadian antara lain: wara’ (kemampuan dalam mengendalikan diri dan berhati-hati dengan meninggalkan sesuatu yang meragukan; zuhud (hidup sederhana dengan menghilangkan nilai-nilai keduniaan dan membebaskan jiwa dari pemuasan keinginan), sabar (lapang dada dan berani menghadapi kesulitan-kesulitan), qonaah (merasa cukup dan kaya hati) dan ridha (rela menerima ketentuan Tuhan). Kualitas kepribadian ini merupakan sikap pengendalian diri, tabah dan ulet dalam menghadapi problematika kehidupan, penerimaan hidup apa adanya yang akan menjadikan jiwa seseorang menjadi tenang dan bebas dari segala keinginan dan harapan-harapan semu.Sedangkan teknik pengubahan tingkah laku dalam pencegahan korupsi antara lain: uswah hasanah (pemberian teladan yang baik), khidmah (melayani orang lain), gerbat (gerak batin atau riyadhah ruhaniyyah), ziarah kubur untuk mengingat kematian
Bimbingan dan Konseling Islam dalam Mengatasi Krisis Spiritual Akibat Dampak Abad Modern (Studi Pada Lembaga Bimbingan dan Konsultasi Tasawuf Kota Semarang) Riyadi, Agus
KONSELING RELIGI Vol 9, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i1.3524

Abstract

Bimbingan dan konseling Islam dalam  mengatasi krisis spiritual akibat dampak abad modern  studi pada Lembaga Bimbingan dan Konsultasi Tasawuf Kota (Lembkota) Semarang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana format bimbingan dan konseling Islam dalam mengatasi krisis spiritual akibat dampak abad modern yang dilakukan oleh Lembkota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatis deskriptif. Adapun tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah munculnya krisis spiritual yang dialami manusia akibat dampak abad modern saat ini, bermula dari hilangnya visi keillahian yang disebabkan oleh manusia modern itu sendiri, yang senantiasa bergerak makin menjauh dari pusat eksistensi. Untuk itu, tidak ada alternatif yang lebih baik dalam menjawab krisis spiritualitas yang telah menimbulkan berbagai penyakit spiritual saat ini, kecuali manusia modern harus kembali ke pusat eksistensi. Asumsi dasar tentang manusia yang terdiri dari aspek jasmani dan ruhani, material dan spiritual, adalah dimensi yang lengkap yang dapat menjadi alternatif bagi manusia modern mengatasi krisis spiritual. Keduanya sejatinya berjalan seiring, saling melengkapi. Melalui dimensi spiritual manusia dituntut untuk kembali ke pusat eksistensi melalui dzawq atau cita rasa hati, musyahadah (menyaksikan) dan ma’rifah (mengenal segala yang tidak tampak). Hasil penelitian menjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan dan konseling Islam yang dilakukan oleh Lembkota Semarang dalam menagkal pengaruh-pengaruh yang disebabkan oleh abad modern yaitu dengan langkah-langkah  yang format melalui kegiatan dalam bentuk seperti: Paket seni menata hati, Pengajian tasawuf rutin Ma’rifatullah, Kegiatan hari besar Islam, Klinik konsultasi rohani, Seminar kajian ilmiah, Wisata rohani, dan Kanzul amal.
Mengikis Prasangka Terhadap Agama, Suku Dan Etnis Dengan Konsep Model Konseling Psikologi Islam Gismin, Sitti Syawaliyah; Mansyur, Ahmad Yasser; Ahmad, Ahmad
KONSELING RELIGI Vol 9, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i1.3083

Abstract

Problematika keagamaan dan sosial saat ini semakin kompleks, seperti  adanya prasangka terhadap agama, suku dan etnis di masyarakat. Hal ini akan menjadi bom waktu (konflik) yang dapat meledak. Artikel ini bermaksud mendeskripsikan hasil penelitan mengenai fenomena prasangka di kalangan pelajar guna menyusun model konseling Mengikis Prasangka Berbasis Psikologi Islam (model konseling MEPRASGI). Dalam penelitian ini digunakan teknik random sampling dengan mengikutkan sebanyak 230 siswa SMA dari Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Nasional di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Digunakan dua alat penelitian berupa skala jarak sosial dan skala stereotip untuk mengungkap prasangka secara kognitif dan afektif terhadap agama, suku dan etnis di Sulawesi Selatan. Hasil penelitian mendapatkan adanya fenomena prasangka, yaitu pada aspek kognisi terdapat kecenderungan agama tertentu mempunyai jarak sosial yang dekat terhadap suku dan etnis tertentu dan sebaliknya. Pada aspek afeksi, didapatkan orang Sulawesi Selatan secara umum  mempunyai sifat positif berupa pemberani dan semangat dalam bekerja, sedangkan sifat negatif yang dominan adalah banyak bicara. Berdasar temuan itu, maka disusun konsep model konseling MEPRASGI yang dirancang untuk mengikis prasangka pada aspek psikologis terdiri dari  kognitif, afektif dan psikomotor. Bukan itu saja, prasangka dapat dihilangkan dengan cara melakukan terapi tazkiyatunnufus di pusat fungsi psikis yaitu qalbu.
Konseling Spiritual Mengatasi Penderita Psychoneurosis Afandi, Muslim
KONSELING RELIGI Vol 9, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v9i1.3366

Abstract

Luasnya kajian psikoneurosis atau neurosis mengindikasikan bahwa pada dasarnya setiap individu bisa mengalami neurosis, mulai dari neurosis ringan hingga neurosis berat. Neurosis ringan seperti kecemasan dan ketakutan yang berlebihan, menjauhi kehidupan sosial, gangguan kepribadian, marah tanpa adanya alasan yang jelas. Sedangkan neurosis berat (psikosis) adalah gangguan mental yang membuat pikiran seseorang menjadi kacau kesadarannya (halusinasi dan delusi). Tulisan ini bertujuan memberikan jawaban bahwa konseling spiritual bisa diterapkan untuk menangani penderita psikoneurosis, karena konseling spiritual bertujuan untuk mendalami, memahami, menyadari dan merasakan bahwa manusia  sebagai individu tidak dapat terlepas dari keberadaan Tuhan sehingga individu harus mampu menjalankan nilai-nilai dan aturan  yang Tuhan percayakan kepada manusia.  Metode dan proses penyembuhan yang bisa dilakukan dalam konseling ini adalah bernuansa spiritual transenden seperti malalui berdoa, membacakan kitab suci, meditasi, muhasabah yang penuh dengan muatan dan nilai-nilai spiritual. Melalui kajian ini ditemukan bahwa salah satu alternatif penyembuhan penderita psikoneurosis (baik ringan dan berat) bisa dilakukan melalui layanan konseling spiritual transendental.