cover
Contact Name
Fajar Rosyidi
Contact Email
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Phone
+6285729901256
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 470 Documents
ZIKIR DALAM AL-QUR’AN SEBAGAI TERAPI PSIKONEUROTIK (ANALISIS TERHADAP FUNGSI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM) Riyadi, Agus
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i1.1070

Abstract

Penyebutan kata dzikir dalam al-Qur’an  secara keseluruhan sebanyak seratus sembilan puluh satu kali yang tersebar dalam lima puluh delapan surat dari seratus empat belas ayat yang terdapat dalam al-Qur’an.  Setelah  melakukan  verifikasi terkait ayat-ayat dzikir dalam al-Qur’an yang tersebar dalam lima puluh delapan surat, ternyata pemaknaan kata dzikir tidaklah tunggal tetapi kata ini memiliki sembilan belas macam arti, tetapi dari kesembilan belas tersebut ada dua arti yang lebih dominan adalah “menyebut” sebanyak dua puluh tiga kali dan “ingat” sebanyak sembilan puluh dua kali. Sehingga dengan demikian konsep dzikir yang ditawarkan dalam al-Qur’an  sebagai terapi penderita psikoneurotik adalah kata yang bermakna “menyebut” dan “ingat” kepada Allah. Hal ini dikarenakan dengan “menyebut” dan “ingat” kepada Allah, dapat menjadikan hati manusia menjadi tenang. Oleh karena itu, konsep zikir yang ditawarkan al-Qur’an ini dapat dijadikan sebagai salah satu metode bimbingan konseling Islam dengan mengoptimalisasi keempat fungsi bimbingan konseling Islam yaitu preventif, kuratif, preservatif, developmental atau edukatif. kata kunci: Zikir, Penderita Psikoneurotik, Konseling Islam
BIMBINGAN SHALAT SEBAGAI MEDIA PERUBAHAN PRILAKU Astuti, Astuti
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i2.1028

Abstract

Shalat merupakan salah satu media komunikasi vertikal kepada Allah swt. Yang dapat membangkitkan kesadaran manusia akan jati diri dan hakekat kehidupannya. Artinya shalat dapat menjadi alternatif solusi dalam berbagai persoalan hidup, karena spirit shalat adalah membangunkan  kesadaran diri yang paling dalam atas apa saja yang terjadi dan dialami oleh manusia.  Di saat manusia merasakan kegalauan diri karena dinamika kehidupan zaman yang cenderung mengalami pergeseran nilai agama dan budaya sehingga dapat berpengaruh terhadap perubahan perilaku yang ada maka sesungguhnya manusia akan mencari-cari penawar hati dari segala keresahan dan kegalauan tersebut. Di sinilah mulai bersemi kembali nilai-nilai spiritualitas yang ingin direguk untuk membasahi dahaga keringnya moralitas yang selama ini dirasakan. Kembali kepada ajaran agama yang begitu banyak menawarkan tentang arti dari kepribadian  yang berakhlak  mulia, jauh dari kerusakan dan penyimpangan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.THE   GUIDANCE  OF   PRAYER AS   MEDIA  CHANGES PRIORITISING Shalat  is one  vertical communication media  to Allah. Can raise awareness of human  identity and the essence of life. That means the prayer can be an alternative solution to the various problems of life, because the spirit of prayer was awaken consciousness deepest on what happened and experienced by humans. The current turmoil in humans  feel themselves as the dynamics of contemporary life that tend to experience a shift in religious and cultural values that can influence the behavior change that is the real man will seek out bidders hearts of all the unrest and turmoil.  This is where budding returned values of spirituality who want direguk to moisten the dry thirst morality that had been perceived. Back to the religious teachings are so many offers on the meaning of the noble personality, far from the damage and irregularities that can harm themselves and others.
LANDASAN TEOLOGIS KONSELING SOSIAL DALAM PERSPEKTIF HASSAN HANAFI Zahriyal Falah, Riza
KONSELING RELIGI Vol 8, No 2 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i2.2861

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengungkap pemikiran teologi Hassan Hanafi dalam kaitannya menjadi landasan filosofis teologis teori dan praktik konseling sosial. Dalam pembuatan artikel ini, penulis memusatkan penlitian pada kajian literatur kepustakaan yang berkaitan dengan landasan konseling dan teologi Hassan Hanafi. Sehingga masing-masing ilmu dipastikan mempunyai landasan filosofis terkait metafisik, epistemologi, dan aksiologi. Landasan metafisik terdiri atas konsep teologis, ontologis, antropologis dan kosmologi. Landasan metafisis teologis diperlukan dalam praktik konseling sosial agar ada nilai-nilai religius yang tumbuh dalam proses konseling. Pemikiran teologis Hanafi lebih memusatkan perhatian teologi antroposentris ketimbang teosentris. Konsep teologi Hanafi sesuai dengan tujuan konseling sosial yang mempunyai tujuan mewujudkan the helping relationship antara konselor dengan konseli, dan memunculkan solusi bagi masalah konseli dalam kehidupan sosialnya. Konsep-konsep teologi berupa keesaan Tuhan dan beberapa sifatnya, dapat menjadi landasan praktik konseling yang lebih humanis religius.
KARAKTERISTIK KONSELOR BAGI MAHASISWA ( PROGRAM STUDI LANGKA PEMINAT ) Rosyid, Moh.
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v4i2.1018

Abstract

Berkaitan dengan respon pengguna jasa pada perguruan tinggi dikenal PT ekstrapeminat dan langka peminat. Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) yang statusnya negeri atau swasta juga terpilah prodi gemuk dan kering (langka peminat). Prodi gemuk antara lain prodi yang mencetak calon guru agama. Dalihnya, calon pengguna jasa beranggapan bahwa sarjana pendidikan lahan kerjanya dianggap jelas yakni menjadi pendidik lapangan kerjanya di madrasah/sekolah.  Berbeda dengan sarjana ilmu tafsir, ilmu aqidah, atau ilmu dakwah yang lapangan kerjanya dianggap masih bias. Anggapan ini menjadi penyebab semakin menurunnya  minat calon mahasiswa  sehingga perlu peran ekstra sosok konselor yang diperankan dosen dan pejabat struktural bagi mahasiswa pada prodi langka peminat. Peran utama konselor tersebut untuk meyakinkan pada mahasiswa untuk tetap optimis menyelesaikan studi untuk mendapatkan gelar sarjana. Konselor berperan dalam perkuliahan dan di luar perkuliahan diharuskan melaksanakan tiga hal mendasar meliputi mengenalkan tentang optimisme di Jurusan Dakwah, luasnya prospek alumni sarjana Jurusan Dakwah, dan prinsip pelayanan konselor yang prima. Modal dasar yang dijadikan bahan penyuluhan oleh konselor adalah membangun hubungan saling percaya dan penuh kasih antara konselor dengan klien, menumbuhkan rasa diperhatikan bagi klien oleh konselor, memahami dan  mengenali perasaan emosi  klien, berusaha membantu menyelesaikan masalah, dan memberi pertimbangan dalam hal solusi yang tepat.kata kunci: Modal Dasar, Konselor, dan Prodi Langka Peminat.Related with the  user response services at the  college known rare Program  registrants. College of Islamic Religion (PTAI) the public or private status is also disaggregated fat and dried (rare enthusiasts) study program. Fat  Study Program among  others study program scored a religion teacher candidates. He argued, potential service users assume that undergraduate  education  is considered clear his  land that is to be educators their employment at the madrasah / school. In contrast to the scholars of Tafsir, the science of faith, or the science of da’wa that their employment is still considered biased. This assumption becomes the cause of the decline in student interest so need extra role played counselor figure lecturers and ranking officials for the students at the department  of rare registrants. The main role of the counselor to convince the students to remain optimistic completed the study to get a degree. Counselors play a role in the course and outside the lecture are required to carry out three fundamental things include introducing about optimism in the Department of Da’wa, the extent of the prospect of undergraduate alumni  of Da’wa, and the principle of excellent service counselors.Keywords:Basic Capital, Counselor Characteristics  and the study program rare registrants.
TERAPI QUR’ANI BAGI PENYEMBUHAN GANGGUAN KEJIWAAN (Analisis Pemikiran Muhammad Utsman Najati tentang Spiritualitas al-Qur’an bagi Penyembuhan Gangguan Kejiwaan) Kastoro, Widiarsih; Istiqomah, Mas'udi
KONSELING RELIGI Vol 8, No 1 (2017): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v8i1.2489

Abstract

Kemajuan material yang dikonsumsi manusia dewasa ini pada realitanya memunculkan kegersangan jiwa karena sebagian besar kemajuannya yang ada tidak diiringi dengan perkembangan religiusitas. Kegersangan jiwa membuat manusia berkepribadian abnormal sehingga rentan sekali mengalami gangguan kejiwaan. Menganalisis keadaan ini Muhammad Utsman Najati menghadirkan al-Qur’an sebagai media dalam rangka penyembuhan gangguan kejiwaan manusia di masa modern. Analisis yang akan dikaji atas pemikiran Muhammad Utsman Najati adalah kajian kepustakaan (library research) terhadap karyanya Al-Qur’an wa ‘Ilm al-Nafs. Kajian terhadap pemikirannya dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa ayat-ayat dalam al-Qur’an menjadi penerapis guna mengubah pemikiran, kepribadian pasien dengan metode afektif, yaitu motivasi, pengulangan, perhatian, pembagian belajar, dan perubahan secara bertahap. Di samping itu secara kontekstual al-Qur’an mampu menerapi jiwa manusia dengan mengamalkan ajaran Islam yang dimuat al-Qur’an melalui takwa, ibadah, sabar, zikir, dan taubat. Sedangkan implikasi terapi qur’ani menurut Muhammad Utsman Najati adalah pembentukan mental positif manusia, seperti penyabar, penyayang sesama, rendah hati, dan percaya diri
PRAKTIK KONSELING PERNIKAHAN ISLAM PADA PENDAMPINGAN TOKOH AGAMA MENYELESAIKAN PERMASALAHAN SUAMI-ISTRI Yuliatun, Yuliatun
KONSELING RELIGI Vol 7, No 2 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i2.1918

Abstract

Para tokoh agama seperti Ulama, Kyai sudah biasa menghadapi problema masyarakat dampingannya terkait berbagai persoalan kehidupan.Termasuk persoalan dalam hubungan suami-istri.Tulisan ini hendak mendeskripsikan pendampingan seorang tokoh agama terhadap subyek dampingan (masyarakat dan jamaah dampingannya) dalam permasalahan relasi suami-istri. Meskipun tokoh agama tidak dengan sengaja dan terencana melaksanakan kegiatan konseling, namun hasil pengamatan dan wawancara peneliti menemukan kegiatan pendampingannya tersebut mengindikasikan adanya proses konseling pernikahan dengan pendekatan agama (Islam). Untuk itulah tulisan ini peneliti angkat sebagai data empiris yang akan menjadi referensi pengembangan keilmuan Bimbingan dan Konseling Islam Pernikahan Islam. Kata Kunci:  konseling pernikahan Islam, relasi suami-istri, pendampingan tokoh agama. THE PRACTICE OF MARRIAGE COUNSELING IN MENTORING RELIGIOUS DEAL WITH THE PROBLEMS OF HUSBAND AND WIFE. The religious leaders such as Ulama, Kyai are already used to face the issues that came out are the public awareness related to the various problems of life.including the question in the relationship of husband and wife.This article will describe the mentoring a religious leaders of subject beneficiaries (society and jamaah awareness) in relation to problems of wives husband. Although the religious figures are not deliberately and planned activities counseling, but as the result of observation and interview researchers found the pendampingannya activities indicates a marriage counselling process with the approach of religion (Islam). For that reason this article researchers lift as empirical data that will be a reference scholarly development guidance and counselling Islam Islamic Marriage.  Key Words: Islamic marriage counselling, relationships of husband and wife, mentoring religious leaders.
KONTRIBUSI KEPRIBADIAN DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ISTERI DALAM MENGHADAPI PERCERAIAN Halimah, Halimah
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i1.1061

Abstract

Perceraian adalah kondisi yang sering digunakan untuk mengakhiri perkawinan.  Keputusan ini  biasanya salah satu cara akhir untuk menghindari konflik antara mereka. Namun, keputusan ini digunakan untuk  diikuti oleh  kecemasan dan stress. Ia dapat terjadi karena perceraian akan membuat beberapa perubahan dan kondisi buruk, terutama untuk isteri. Perubahan- perubahan ini  melibatkan pemenuhan keuangan, mengubah pandangan masyarakat yang membuat mereka merasa bersalah, sebuah khawatir bahwa mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri, sebuah khawatir anak-anak mereka di masa depan, mendapat malu dan putus asa. Penelitian  ini bertujuan untuk menemukan (1)  ada hubungan antara kecemasan perceraian isteri dan dukungan sosial (2)ada hubungan antara kecemasan perceraian isteri dan kepribadian.  Variabel independen dalam penelitian ini adalah dukungan sosial, dan kepribadian  dalam Lima Besar Teori Kepribadian, termasuk neuroticism personaliti, extrovert, agreeableness, conscientiousness dan  buka  untuk pengalaman,  dengan subjek terdiri dari 60 isteri yang dalam pemrosesan perceraian di pelataran Pengadilan Agama Kabupaten Sleman (Mahkamah Agama di Kabupaten Sleman). Analisis data menggunakan teknik analisis regresi ganda. Mudah-mudahan hasil penelitian akan salah satu bahan consellor/phsychologists dalam memberikan bimbingan dan konseling iringan kepada klien yang mengalami masalah perceraian. Kata Kunci: Kecemasan, Dukungan Sosial, Perceraian THE  CONTRIBUTION OF  PERSONALITY AND  SOCIAL SUPPORT TO THE LEVEL OF THE ANXIETY OF THE WIFE IN THE FACE OF DIVORCE. Divorce  is a condition that often used to end marriage. This decision is usually  one of final ways to avoid conflicts between them. However, this decision used to followed by anxiety  and stress. It can be happen because the divorce will make some changes and bad condition, especially for the wife. These changes involve financial fulfillment, the change of people’s view that make them feel guilty, a worry that they can’t fulfill their own needs, a worry of their children’s future, shame and hopeless. This research is aimed to find (1) is there any relationship between anxiety divorce of wife and social support (2)is there any relationship between anxiety divorce of wife and personality. Independent variable in this research are social support and personality  in the Big Five Personality Theory, including personalities of neuroticism, extrovert, agreeableness, conscientiousness and open to experience, with the subject consist of 60 wives who in processing the divorce in the court of Pengadilan Agama Kabupaten Sleman (Religion Court in Sleman District). The data analysis uses regression analysis technique. Hopefully  the result of research wil be one of material for consellor/phsychologists in giving accompaniment guidance and counseling to clients who experienced problem divorce. Keywords: Anxiety, Social Support, Divorce
Komunikasi Konseling Peka Budaya dan Agama Nurlatifah, Andar Ifazatul
KONSELING RELIGI Vol 7, No 1 (2016): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v7i1.1849

Abstract

AbstraksKonselor membutuhkan keterampilan komunikasi konseling dalam menjalankan layanan konseling agar tercipta hubungan baik antara konselor dan konseli dalam lingkup budaya dan agamanya masing-masing. Tulisan ini bertujuan untuk menilik kelekatan aspek budaya dan agama dalam komunikasi konseling, meliputi (1) urgensi komunikasi konseling yang peka budaya dan agama ditinjau dari teori komunikasi, (2) faktor dan hambatan yang muncul akibat aspek budaya dan agama, (3) dan implementasi kepekaan aspek budaya dan  agama dalam komunikasi konseling yang tercermin melalui keterampilan pengamatan dan mendengarkan secara aktif. Tulisan disusun melalui studi literatur terkait tema tersebut. Hasilnya nampak bahwa komunikasi konseling yang peka terhadap aspek budaya dan agama menjadi suatu keniscayaan mengingat konselor dan konseli tidak dapat dilepaskan dari latar budaya dan agama yang melingkupinya. Melalui kepekaan terhadap aspek budaya dan agama, konselor mampu mewaspadai bias dan hambatan yang mungkin ditimbulkan aspek tersebut. Dengan demikian, konselor mampu menyelami, memahami, dan berempati kepada konseli dalam rangka menyelenggarakan konseling secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan, prinsip, dan azaz bimbingan dan konseling.AbstractSENSITIVE COUNSELLING COMMUNICATION CULTURE AND RELIGION. Counselors need counseling communication skills in order to build rapport between the counselor and counselee. This article is a literature study to discuss the importance of cultural and religious sensitivity in counseling communication through communication theories, kinds of factors and barriers that may occur due to cultural and religious aspects, and the implementation of cultural and religious sensitivity through observation skills and active listening skills in counseling communication. The result is apparent that cultural and religious sensitivity become a necessity in communication counseling. Counselors’ cultural and religious-sensitiveness through counselee’s verbal and nonverbal signs help counselors in gathering accurate information about counselee’s internal frame of references, worldviews, and values. Furthermore, counselors would be aware of the biases that may occur due to cultural and religious differences. Thus, the counselor will be able to held counseling effectively and efficiently in accordance with the purposes, principles, and values in guidance and counseling.. 
MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH MELALUI BIMBINGAN DAN KONSELING PERNIKAHAN Zaini, Ahmad
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v6i1.1041

Abstract

Islam menganjurkan umatnya untuk menikah karena memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai.  Dibalik anjuran yang diperintahkan kepada umat manusia, pasti ada hikmahnya. Salah satu tujuan pernikahan seperti termaktub dalam surat ar-Rum ayat 21 adalah untuk memperoleh kententeraman, kenyamanan, rasa kasih dan sayang. Prinsip-prinsip  dasar pernikahan Islam yang harus diketahui oleh konselor pernikahan dapat dirumuskan sebagai berikut: Dalam memilih calon suami/istri, faktor agama/ akhlak calon harus menjadi pertimbangan pertama sebelum keturunan, rupa dan harta. Bahwa nikah atau hidup berumah tangga itu merupakan sunah Rasul bagi yang sudah mampu.. Bagi yang belum mampu disuruh bersabar dan puasa, tetapi jika dorongan nikah sudah tidak terkendali padahal ekonomi belum siap, sementara ia takut terjerumus pada perzinaan, maka agama menyuruh agar ia menikah.  Layaknya pakaian, masing-masing suami dan istri harus bisa menjalankan  fungsinya sebagai (a) penutup aurat (sesuatu yang memalukan) dari pandangan orang lain,  (b)  pelindung  dari panas dinginnya kehidupan, dan (c) kebanggaan dan keindahan bagi pasangannya. Dalam menjalani kehidupan berumah tangga ada kalanya diliputi  rasa senang maupun rasa duka. Untuk itu diperlukan bimbingan pernikahan sebagai tindakan preventif atau pencegahan supaya tidak terjadi perselisihan dalam rumah tangga. Namun, apabila sudah terjadi  perselisihan maka diperlukan konseling sebagai bentuk kuratif atau mencari solusi yang terbaik.  Karena itu bimbingan dan konseling pernikahan sangat diperlukan sebagai proses bantuan kepada para suami istri yang sedang mengalami permasalahan agar kehidupannya kembali normal seperti sediakala. kata kunci:  Keluarga Sakinah, Bimbingan Konseling, Pernikahan VEGAS FAMILY  FORMING THROUGH MARRIAGE GUIDANCE AND COUNSELING. Islam  recommends people to marry because it has the purpose of the goals to be achieved. Behind the disagreement is commanded  to mankind, there will be heedful. One of the goals of marriage as enshrined in Surat ar-Rum verse 21 is  to obtain kententeraman,  comfort,  compassion  and mercy. The basic principles of the marriage of Islam to be known by the marriage counselor can be formulated as follows: In selecting candidates for the husband/wife, the religious factor/morals  candidate must be the first consideration before the descendants of the appearance and wealth. That deed or live housekeeping it is an ordinance for which has been able to.. For those who have not been able to told to be patient and fasting , but if encouragement of marriage is not controlled when the economy  is not ready, while he was afraid to fall on adultery, then religion sent so that he married. Like clothes, each of the husband and wife must be able to perform its function as (a) the cover the nakedness of (something embarrassing) from the view of others, (b) from the heat cold life, and (c) pride and beauty for their husbands. In the live the life of housekeeping there are times covered the taste of pleasure and a sense of grief. For that needed the guidance of marriage as a preventive action or prevention that does not occur the dispute in the household. But when it happens the dispute then required counseling as a form of curative or search for the best solution. Therefore the guidance and counselling of marriage is very much needed as the process of aid to the husband and wife who is experiencing problems so that his life back to normal intact.Keywords: Family Sakinah, Guidance Counseling , Marriage.
METODE BIMBINGAN ROHANI ISLAM DI RUMAH SAKIT Hidayati, Nurul
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/kr.v5i2.1048

Abstract

Pasien yang diperlukan rawat inap di rumah sakit akan perlu seseorang yang dapat  memberikan dorongan  dan  stimulus untuk mempercepat pemulihan. Selain untuk keluarga sebagai encourager,  tentu  saja,  diperlukan personel terampil  mampu menyediakan panduan, arah, dan saran-saran pasien. Jika hal ini harus terjadi di rumah sakit-terutama rumah sakit Islam-harus memiliki kekuatan rohani yang dapat memberikan petunjuk spiritual untuk bantuan-Nya bahkan ketika diperlukan untuk memperkuat pasien mental dalam proses penyembuhan. Karya ini menjelaskan metode yang bisa digunakan dalam panduan rohani terhadap pasien. Metode-metode  yang harus disesuaikan kebutuhan kondisi pasien fisically dan pshychely.kata kunci: Bimbingan, Rumah Sakit, Rohani Islam.A patient who required hospitalization  at the hospital would need someone who can provide encouragement and stimulus for accelerated recovery. In addition  to the family as the encourager, of course, required highly skilled personnel capable of providing guidance, direction, and advice  for patients. If this should happen  in hospital particularly Islamic hospitals must have a spiritual force that can provide spiritual guidance to his assistance even when needed to strengthen the mental patient  in the healing process. This paper explain  methods  can be used in spiritual guiding to patient. The methods must be appropriated needs of patient condition fisically and pshychelyKeywords:  Guidance, Islamic Spiritual, hospital

Page 7 of 47 | Total Record : 470