cover
Contact Name
Fajar Rosyidi
Contact Email
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Phone
+6285729901256
Journal Mail Official
konselingreligi@stainkudus.ac.id
Editorial Address
Jl. Conge Ngembalrejo Bae Kudus Po Box. 51
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
KONSELING RELIGI
ISSN : 19077238     EISSN : 24772100     DOI : http://dx.doi.org/10.21043/kr
KONSELING RELIGI Jurnal Bimbingan Konseling Islam(ISSN 1907-7238; E-ISSN 2477-2100) accredited B Ministry of Research, Technology and Higher Education No. 36a / E / KPT / 2016 dated 23 May 2016, is an academic journal that emphasizes on actual issues related to Islamic guidance and counseling. Journal of Counseling Religi Journal of Islamic Counseling Guidance is published twice a year (once every six months, issued in June and December) by the Program Studi Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus. SK ISSN was published on July 31, 2006 and is valid since the first Journal of Vol.1, No 1, June 2010. The editors receive contributions from experts to submit their thoughts related to da'wah, guidance, counseling.
Articles 470 Documents
MEMBANGUN MORAL PROFETIK MENCETAK KONSELOR IDAMAN
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembahasan tentang moral merupakan bagian yang signifikan dalam kehidupan sosial. Sebagai perekat kehidupan sosial, moral menjadi pendukung utama terbentuknya nilai-nilai sosial yang berbasis kepada kesalehan. Dalam kenyataan ini, masing-masing pribadi dituntut untuk mendudukkan dirinya dan berperan aktif dalam mewujudkan nilai-nilai  moral baik di tingkat individu maupun di tingkat sosial. Penelitian  ini memberikan sebuah konsepsi dasar moral kenabian yang bersandar pada usaha- usaha Rasulullah saw membentuk  akhlak atau moral masyarakat Arab yang cenderung dekaden di zamannya.  Berbekal analisa secara deskriptif analitik dengan model  pengumpulan data secara dokumentatif dan sifat penelitian kualitatif, pembahasan dalam artikel ini dikemukakan. Studi pustaka dapat memberikan kontribusi besar terhadap objektivikasi  moral profetik bagi seorang konselor idaman.  Nilai  profetik yang melekat pada Rasulullah menjadi rujukan bagi para sahabat dan ulama (da’i) dalam menanamkan nilai-nilai moral pada setiap individu. Tidak berhenti pada tataran pemimpin atau tokoh, nilai profetik juga menjadi acuan bagi konselor Islami untuk memerhatikan aspek kasih sayang dalam praktik konseling.PROPHETICALLY TO MORAL BUILDING PRINT DREAM GADGETS COUNSELOR Discussion of morals is a significant part in the social life. As the adhesive social life, moral became the main supporter of the formation of social values based to piety. In this reality, each individual is required to position itself and play an active role in realizing the moral values both at the individual and at the social level. This study provides a basic conception of moral prophetic rely on the efforts of the Prophet to form character or moral of Arab society that tends decadent at the time. To explain about it’s phenomena,  this article have used qualitative method and literature collecting. Literature study can makes a major contribution to the objectification of moral prophetic for a counselor. Prophetic value that attached to the Prophet became a reference for khalifah and the ulama (Muslim preachers) in instilling moral values in each individual. Does not stop at the level of the leader, prophetic value also a reference for Islamic counselor to notice aspects of compassion in counseling practice.
UPAYA ORANG TUA DALAM MEMBIMBING REMAJA Rahman, Muzdalifah M.
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hilangnya peran orang tua menjadi penyebab timbulnya serius kenakalan remaja.  Kurangnya pemahaman orang tua tentang kebutuhan yang harus  dipenuhi oleh  remaja menyebabkan kekecewaan atau  frustrasi.   Makalah ini  akan  memberikan penjelasan  tentang  remaja harus  dipenuhi  oleh  orang  tua sehingga dapat membimbing pemuda menjadi seorang pria yang bermanfaat. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan kontrol orang tua, yaitu: Dalam menentukan standar dari tingkah laku yang dituju, bagaimana ketepatan dan kejelasan peraturan yang dibuat (firmness). Jika norma – norma atau peraturan yang diberikan ingin efektif, maka peraturan tersebut haruslah dimengerti,  jelas dan konsisten dalam pelaksanaannya, standar yang ditentukan harus disesuaikan dengan tingkatan usia dengan kondisi seperti ini anak akan terdorong maju untuk menguasai sesuatu tujuan. Peraturan yang diiringi penjelasan akan mampu membentuk kontrol yang bersifat intrinsik, penjelasan peraturan pada anak tidak saja hanya berbicara pada anak tapi juga mendengarkan reaksi dari anak, memperkuat proses belajar, pengarahan  dan percayaan, hadiah dan hukuman. Dengan demikian kontrol menjadi hal penting dari orang tua pada remaja dalam mengatasi permasalahan remaja yang berkaitan dengan kebutuhan remaja untuk diberi kebebasan. Namun tidak hanya remaja yang memiliki permasalahan, orang tua juga memiliki permasalahan dengan remaja. Kata Kunci: Upaya Orang Tua, Bimbingan, Belajar AnakEFFORTS  IN GUIDING YOUNG PARENTS.  The  loss of the role of parents becomes a serious cause of juvenile delinquency. Lack of understanding of parents about the needs that must be met by adolescents  cause  disappointment   or frustration.  This  paper  will provide an explanation  of adolescents must be met by the parents so as to guide the youth to be a useful man. There are several issues related to parental controls, namely: In determining the standard of behavior that is intended,  how the precision and clarity of regulations made ( firmness). If norms - norms or rules that are given to be effective, then the regulation is to be understood, clear and consistent in its execution, the specified standards should be adjusted to the age level of children with this condition will be pushed forward to master something of interest. Regulations were accompanied by an explanation would be able to form the intrinsic control, regulatory clarification in children is not only just talking to children but also to listen to the reaction of the child, strengthen the process of learning , guidance  and trust, reward and punishment. Thus the control becomes important  from parents in adolescents  in overcoming  problems  associated  with adolescent teenagers need to be given freedom. But not only teenagers who have problems, older people also have a problem with teenagers.Keywords: Efforts of Parents, Tutoring , Learning  Kids
DAKWAH PADA SETTING RUMAH SAKIT: (STUDI DESKRIPTIF TERHADAP SISTEM PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM BAGI PASIEN RAWAT INAP DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG) Hidayanti, Ema
KONSELING RELIGI Vol 5, No 2 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mencoba mendeskripsikan salah satu aktivitas dakwah pada ranah kehidupan manusia yaitu pada setting rumah sakit. Fokus kajian pada sistem pelayanan bimbingan dan konseling Islam yang dilaksanakan  di rumah sakit Islam Sultan Agung Semarang.  Sebuah pelayanan  bimbingan dan konseling  Islam pada dasarnya merupakan sistem yang terdiri dari berbagai unsur yang terlibat dalam pelayanan tersebut. Dalam konteks pelayanan bimbingan dan konseling di rumah sakit, sistem yang dimaksud setidaknya terdiri dari penyelenggara, petugas, pasien, materi, media, metode,  sarana prasarana,  pendokumentasian/ pengarsipan dan evaluasi.  Berdasarkan unsur  dalam sistem pelayanan inilah, akan diurai lebih lanjut berkaitan dengan sistem pelayanan bimbingan dan konseling Islam bagi pasien rawat inap di RSI sultan agung Semarang. Dimana pada realitasnya setiap unsur dalam pelayanan tersebut memegang peran penting dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling Islam oleh bagian Bimbingan dan Penyuluhan Islam melalui satu unit yang bernama Bimbingan Kerohanian Islam.kata kunci: Dakwah, Sistem Pelayanan Bimbingan Konseling Islam, Pasien Rawat Inap. DAKWA IN HOSPITAL SETTINGS :(DESCRIPTIVE  STUDY OF   THE  SERVICE SYSTEM  GUIDANCE COUNSELING ISLAM FOR PATIENTS HOSPITALIZED IN  RSI SULTAN AGUNG SEMARANG).   This article attempts to describe one  of the missionary activity in the realms of human  life is in the hospital setting. The assessment focused on the system of Islamic guidance and counseling services are carried out in hospitals Islam Sultan Agung Semarang. A guidance and counseling services Islam  is basically  a system that consists  of various  elements involved  in these services. In the context of guidance and counseling services in hospitals, the system that is at least composed of the organizers, officials, patients, materials, media, methods, infrastructure, documentation / archiving and evaluation. Based on the elements in this service system, will be parsed further relates to a system of Islamic guidance and counseling services  for inpatients in RSI Sultan  Agung Semarang. Where  in reality every element in these services play an important  role in the implementation of guidance and counseling  services by the Islamic Guidance and Counseling section Islam through a unit called Islamic Spiritual Guidance.Keywords: Dakwa, System Services Counseling Islam, Inpatient.
PENTINGNYA KECERDASAN SPIRITUAL DALAM MENANGANI PERILAKU MENYIMPANG Maslahah, Ani Agustiyani
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas pentingnya kecerdasan spiritual dalam menangani perilaku menyimpang. Dekadensi moral bangsa yang terjadi sebagai bukti tidak adanya kseimbangan antara kecerdasan intelektual,  kecerdasan emosional,  dan kecerdasan spiritual. Salah satu upaya menghindari fenomena tersebut adalah mengintegrasikan antara ketiganya. Membimbing dan membantu menyelesaikan masalah dibutuhkan kecerdasan spiritual.  Di mana seorang konselor harus memiliki motivasi spiritual dengan tetap konsisten beribadah kepada Allah  dan takwa. Membimbing memerlukan kecerdasan spiritual agar dapat menjadi pendidik sekaligus orang tua bagi klien, sehingga konselor mampu membimbing, membina, mendidik sesuai kaidah-kaidah spiritual religius. Seorang konselor merupakan mitra dan uswah (teladan) bagi anak didik dalam membangun sebuah karakter sehari-hari (caracter building). Kata Kunci:  Kecerdasan Spiritual,   Perilaku  Menyimpang, KonselorTHE  IMPORTANCE OF  SPIRITUAL INTELLIGENCE IN DEALING WITH ABERRANT BEHAVIOR. This article aims to discuss the importance of spiritual intelligence in dealing with aberrant behavior. The decadence of the morality of the nation that occur as evidence lack kseimbangan between intellectual, emotional intelligence and spiritual intelligence. One of the efforts to avoid the phenomenon is to integrate between the three. Guides and help resolve the problem needed spiritual intelligence. Where a counselor must have a spiritual motivation to remain consistent to serve God and piety. Guide requires spiritual intelligence in order to become educators as well as parents for the client so that the counselor is able to guide, build, educate according to the rules of the religious spiritual  rule. A counselor  is a partner and uswah (EXAMPLE) for students in building a daily character (caracter building).Keywords: Spiritual Intelligence, Deviant behavior, Counselor
URGENSI BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI REMAJA (UPAYA PENCEGAHAN TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG) Zaini, Ahmad
KONSELING RELIGI Vol 4, No 2 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia remaja adalah dunia yang penuh dengan dinamika yang menarik.Umumnya  mereka menginginkan hal-hal baru  yang belum pernah dicobanya selama ini. Sesuatu yang baru apabila berimplikasi kepada perbuatan yang positif tentu tidak masalah, namun apabila  mengarah kepada perbuatan yang negatif  ini akan menimbulkan masalah.  Remaja yang memiliki  masalah dan dapat menyelesaikan masalahnya sendiri maka hal tersebut bernilai positif. Namun, sebaliknya kalau memiliki masalah dan tidak dapat menyelesaikannya  sendiri serta melampiaskannya kepada perbuatan yang negatif ini berarti perlu bantuan orang lain. Secara sederhana dalam perspektif bimbingan dan konseling, orang yang membantu menyelesaikan permasalahan  orang lain disebut sebagai konselor. Konselor inilah yang diharapkan dapat membantu remaja yang bermasalah untuk dicarikan solusinya yang terbaik sesuai dengan ringan dan beratnya problematika yang dihadapi oleh remaja tersebut. Adapun upaya pencegahan terhadap perilaku menyimpang remaja yaitu menciptakan keluarga yang harmonis, tidak menyamaratakan antara remaja satu dengan lainnya, pengembangan  remaja melalui pendidikan, mendorong remaja agar aktif di organisasi, pengembangan  remaja melalui minat dan bakat. Dan selanjutnya teknik penanganan terhadap menyimpang remaja  yaitu:  pertama,   penanganan individual yang meliputi  pemberian petunjuk atau  nasihat, konseling, dan psikoterapi, kedua, penanganan  keluarga, ketiga, penanganan kelompok dan keempat penanganan pasangan.Kata Kunci:bimbingan konseling, remaja, perilaku menyimpangURGENCY OF GUIDANCE AND COUNSELING FOR TEENS. Adolescent  world  is a world full of interesting dynamic. Generally they want the new things that have never been tried during this time. Something  new if it has implications  for positive actions is certainly not a problem, but if it leads to negative acts that would cause problems. Teenagers who have a problem and can solve their own problems then it is positive. However, on the contrary that have a problem and can not solve it alone and take it to the negative acts that this means they need the help of others. Simply put in the perspective of guidance and counseling , the person who helped solve the problems of others is called as a counselor. The counselor is expected to help troubled teens to find a solution that best suits light and severity of the problems faced by the youth. Further technical handling  of juvenile deviant behavior are: first, individual  handling including giving instructions or advice, counseling , and psychotherapy, secondly, the handling of family, third, and fourth treatment group handling partner.Keywords:  Guidance and Counseling , Teenager, Deviant Behavior
PSIKOTERAPI RELIGIUS SEBAGAI STRATEGI DAKWAH DALAM MENANGGULANGI TINDAK SOSIOPATIC (STUDI DI PONDOK PESANTREN ISTIGHFAR SEMARANG) Susanto, Dedy
KONSELING RELIGI Vol 4, No 1 (2013): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah merupakan upaya seseorang atau  kelompok untuk memberikan penerangan kepada orang lain berdasarkan  ajaran Islam agar hidupnya mempunyai nilai positif terhadap dirinya dan orang lain serta selamat di akhirat. Dalam melaksanakan dakwah, seorang mubaligh harus cakap dalam memilih strategi yang tepat untuk menghadapi objek dakwah agar dakwah yang dilakukan dapat berhasil dengan maksimal. Pondok Pesantren “Istighfar” merupakan satu-satunya pondok  pesantren  khusus mantan preman di Kota Semarang. Dalam pendirian Pondok Pesantren tersebut, para pengasuh mempunyai cita-cita dan komitmen yang sangat tinggi untuk memberikan pembinaan kepada para santri agar memiliki komitmen  yang kuat dalam meninggalkan tindak sosiopatic.  Dalam melaksanakan  tugas dakwahnya,  pengasuh menggunakan pendekatan psikoterapi religius yang secara kontinu dilaksanakan di Pondok Pesantren tersebut. Di antara psikoterapi tersebut antara lain; psikoterapi melalui taubat, melalui keimanan, melalui  amalan ibadah dan juga mengistikomahkan  berzikir, berdoa dan mambaca al-Qur’an.kata kunci: Strategi Dakwah, Istighfar, Psikoterapi Islam.RELIGIOUS       PSYCHOTHERAPY AS        A PREACHING STRATEGY    IN    TACKLING CRIME SOSIOPATIC(Study in Ponpes Asking  Forgiveness of Semarang).  Dakwais  the efforts of a person or a group to provide an explanation to others based on the teachings of Islam so that his life has positive values against himself and others and saved in the hereafter. In implementing the dawah, evangelist must be skilled in choosing the right strategy for dealing with the object of dawah  so that preaching can be done successfully with maximum.  Pondok Pesantren “asking forgiveness” is the  only special pondok pesantren former rowdy in the City of Semarang. In the establishment of the Pondok Pesantren, the guardians have ideals and a very high commitment to provide the construction of the santri in order to have a strong commitment  in the leave sosiopatic acts. In carrying  out his  bringing ,  caregivers use  psychotherapy   approach that  religious  continuously conducted   in  Pondok Pesantren.  In between psychotherapy  were among  other;  psychotherapy  through repentance, through faith, through the practice of worship and also mengistikomahkan  in remembrance, pray and mambaca the Qur’an.Keywords: Preaching Strategy, Ponpes Asking Forgiveness, Psychotherapy Islam.
METODE-METODE BIMBINGAN AGAMA ANAK JALANAN Mubasyaroh, Mubasyaroh
KONSELING RELIGI Vol 5, No 1 (2014): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak Jalanan  merupakan fenomena ketidakberdayaan  orang tua untuk melindungi mereka sehingga  anak dijadikan media untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dengan lepas dari orang tua dan mencari nafkah di jalanan. Jumlah anak jalanan yang tinggi di wilayah Eks Karesidenan Pati mengharuskan usaha pemberdayaan yang serius dari pemerintah untuk menekan jumlah anak jalanan. Tulisan ini berusaha membuka cakrawala atau pandangan kita tentang anak jalanan, bahwa bagaimanapun kondisi dan keberadaannya, anak jalanan merupakan anak pada umumnya yaitu pada masa prtumbuhan, sehingga keberadaannya memerlukan sentuhan orang dewasa diantaranya  melalui bimbingan agama, sehingga potensi yang  dimiliki dapat tumbuh dan  berkembang secara maksimal. Bimbingan agama yang  ada  diharapkan mampu mengatasi permasalahan keagamaan anak-anak jalanan.  Guna membantu mewujudkan perkembangan  potensinya,  seseorang membutuhkan bimbingan agama dari orang lain.  Termasuk di  dalamnya adalah anak jalanan yang masih dalam masa pertumbuhan,  akan  senantiasa membutuhkan  peran  orang dewasa agar potensi agamanya dapat tumbuh secara maksimal. Terdapat dua metode bimbingan yaitu 1. metode langsung yang terdiri dari teknik individual; percakapan pribadi, kunjungan ke rumah dan kunjungan kerja serta teknik kelompok yang meliputi; diskusi kelompok, karyawisata, sosiodrama dan group teaching, 2. Metode tidak langsung terdiri dari; metode individual dan metode kelompok/massal kata kunci: Anak Jalanan, Model, Bimbingan Agama. THE METHODS OF RELIGIOUS  GUIDANCE OF  STREET CHILDREN. Street Children is a phenomenon  of the helplessness of parents to protect them so that the children made the media to meet the needs of the family or to meet his own needs with the release of the elders and earn a living on the streets. The number of street children is high in the area Deforested Residence Pati requires serious empowerment efforts from the government to press the number of street children. This article is attempting  to open the firmament or our views about the street children, that however the condition and its existence, street children are the children in general are on the prtumbuhan, so that its existence requires a touch of adults including through the guidance of religion, so that the potential to grow and develop in a maximum. The Guidance of religion that is expected to be able to overcome the religious issues street children. To achieve the development of potential, someone need religious guidance from others. Included in it is the street children who are still in the period of growth will always need adult role in order for the potential of religion can grow by a maximum. There are two methods of guidance is 1. direct method that consists of individual techniques; private conversation, a visit to the house and the working visit and group techniques which include; group discussions, karyawisata, a sociodrama and group teaching , 2. The method  is not directly consists of; individual method and methods of mass/group Key Words : Street Children, Model, Guidance Religion.
ZIARAH WALI SEBAGAI MEDIA LAYANAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM UNTUK MEMBANGUN KESEIMBANGAN PSIKIS KLIEN Yuliyatun, Yuliyatun
KONSELING RELIGI Vol 6, No 2 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan  ini  bertujuan  untuk  mengungkapkan relasi   antara kegiatan keberagamaan dengan kegiatan layanan  bimbingan konseling   Islam.   Salah satu  penunjang layanan   bimbingan konseling Islam diantaranya penggunaan media. Melalui media tersebut diharapkan pesan yang ingin disampaikan dalam proses bimbingan konseling Islam akan tersampaikan sesuai sasaran dan tujuan layanan. Dalam hal ini penulis mengkategorikan kegiatan ziarah wali salah satu tradisi keberagamaan  muslim di Jawa sebagai media alternatif yang dapat digunakan dalam layanan bimbingan konseling Islam. Ziarah khususnya dimaksudkan  sebagai upaya membangun  keseimbangan psikis  klien.  Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan makna terapis dalam kegiatan ziarah wali, dimana para peziarah merasakan ketenangan hati dan kemantapan untuk mengambil  suatu keputusan setelah  berziarah dan bertawashul kepada para wali. Hasil penelitian ini menginspirasi penulis untuk mengungkapkan  bahwa kegiatan ziarah wali juga menjadi media dalam kegiatan layanan bimbingan konseling Islam baik yang diselenggarakan di lingkungan sekolah maupun bagi masyarakat umum, terutama untuk mengondisikan keseimbangan psikis klien sehingga lebih arif dan tenang dalam menghadapi permasalahan.ZIARAH     WALI     AS     MEDIA     SERVICE GUIDANCE COUNSELING   ISLAM    TO     BUILD PSYCHOLOGICAL BALANCE CLIENTS. The  goal  of this  paper  is  to reveal the relationship  between religious activity  with the activities of Islamic guidance and counseling services. One of support  services including counseling Islamic is media usage. Through the media, the message to be conveyed in the process of Islamic counseling will be covered in the goals and objectives of the service. In this case, the authors categorize activities  guardian  pilgrimage-one Muslim   religious traditions  in Java- as an alternative media that can be used in Islamic counseling. Pilgrimage especially intended as an attempt to build a client psychic equilibrium.  Based on the results of research, discovered the meaning of the therapist in the activities of trustees pilgrimage, where the pilgrims feel sobriety and steadiness to take a decision after the pilgrimage and tawashul. The results of this research inspired the author to reveal that the activities of pilgrimage trustee is also a media of Islamic counseling that had been held in the school as well as for the general public, especially for conditioning the clients psychic equilibrium so that more sensible and calm in the face of problems.
ANCAMAN PERSELINGKUHAN DALAM KEUTUHAN KELUARGA BAHAGIA Suryadi, Suryadi
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bimbingan dan Konseling Islam memiliki beberapa bidang garapan, salah satunya bidang pernikahan dan keluarga. Banyak sekali permasalahan yang terjadi dalam pernikahan dan keluargmisalnya perselingkuhan. Karena perselingkuhan termasuk dalabidang garapan bimbingan dan konseling pernikahan dan keluargmaka keberadaannya diharapkan dapat memberikan solusi cerdatas permasalahan yang membuat kehidupan pernikahan dan keluarga “retak”. Dalam diri masing-masing pasangan tertanam bahwa menikah adalah sekali seumur hidup dan disebut perkawinan awet jika bertahan untuk waktu lama sekurang-kurangnya 15 tahun. Perselingkuhan merupakan perilaku yang dilarang agama dan akan menyakiti perasaan pasangan. Akhir-akhir ini keberadaan perselingkuhan “mewabah”, bimbingan dan konseling islam pernikahan dan keluarga diharapkan mampu menjawab tantangan perubahan zaman yang “sarat” dengan permasalahan maupun untuk memaksimalkan keluarga yang sudah hidup sehat semakin hidup sehat dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya atau bertaqwa.kata kunci: Konseling Islam, Perselingkuhan, KeluargaTHREATS INFIDELITYINTEGRITY IN HAPPY FAMILY. Guidance and counselingIslam has some arable fields, one field marriage and family. There are so many problems that occur in marriage and the family, such as infidelity. Because adultery is included in their field of guidance and counseling marriage and family, its presence is expected to provide intelligent solutions to the problems that make marriage and family life „cracked“. Within each pair is embedded that marriage is a lifetime, and called marriage durable if it survives for a long time at least 15 years. Infidelity is a prohibited behavior and religion will hurt the feelings of the couple. Lately the existence of infidelity „epidemic“, guidance and counseling Islamic marriages and families are expected to respond to the challenges of the changing times is „loaded“ with the problem as well as to maximize the families who already live healthy more healthy life by running commands and avoid His prohibitions or pious.Keywords: Counseling Islam, Infidelity, Familyndahuluan
BIMBINGAN KELOMPOK SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN MORAL ANAK Syamsiyah, Nur
KONSELING RELIGI Vol 6, No 1 (2015): KONSELING RELIGI
Publisher : KONSELING RELIGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membahas tentang anak adalah sebuah fase yang masih sangat membutuhkan bantuan bimbingan dan arahan untuk mengetahui banyak hal tentang kehidupan, dengan segala potensi yang sudah dimiliki. Sehingga pemahaman  tentang moral anak perlu dilakukan oleh orang dewasa (orang tua, guru, masyarakat) agar sejak dini sudah tertanam tentang batasan boleh dan tidaknya serta kejelasan sanksi “pelanggaran”, sehingga  anak siap untuk memasuki tugas perkembangan berikutnya.  Dengan ciri khas karakteristik anak adalah awal bersosialisasi  dengan lingkungan sosial yang lebih luas maka anak-anak cenderung memiliki keinginan untuk diterima oleh kelompok bermain (peer group), meskipun nilai-nilai keluarga  tetap menjadi pedoman perilaku anak karena sudah terjadi pembiasaan.Kondisi  tersebut yang memungkinkan bimbingan kelompok dalam upaya membentuk moral anak. Dengan berkelompok (memiliki beberapa kesamaan), maka anak akan saling mencontoh dengan arahan keteladanan dari pembimbing. Selain bimbingan kelompok, lingkungan yang kondusif akan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak untuk mentaati norma yang berlaku, sehingga pembentukan moral anak terhindar dari tekanan ketakutan.  Karena untuk memahamkan pada anak bahwa aturan (norma sosial dan norma agama) dalam kehidupan bermasyarakat agar terjadi keteraturan (ketentraman) dan saling membantu mengoptimalkan potensi yang telah dimiliki oleh seorang anak yang merupakan generasi penerus yang berprestasi dan membanggakan. Dengan moralitas, maka anak-anak akan mampu  untuk  menjalani tugas-tugas perkembangan dan memenuhi semua kebutuhan sesuai dengan norma yang berlaku.Kata Kunci: BK Kelompok, Moral AnakCOUNSELING GROUP EFFORT AS A MORAL FORMATION OF CHILDREN.Discusses Child is a phase that still need guidance and direction to help determine a lot of things about  life, with all the potential that is already owned. So the moral understanding of children needs to be done by adults (parents, teachers, community) that is  embedded   early  on allowed  limits  and the  presence and clarity  of sanctions  “offense”, so  that children  are  ready  to enter the next development task. With the typical characteristics of children is beginning to socialize with the wider social environment, the  children tend to have  a desire  to be  accepted  by the  group play(peergroup),although the family values remain a guideline for the child’s behavior has occurred habituation. The conditions that allowed the guidance of the group in order to form the morals. With the group (has some similarities), then the child will imitate  each other with referrals exemplary of the supervisor. In addition to group counseling , an enabling environment will provide an enjoyable experience for the child to obey the norm, so the moral formation of children avoid the pressure of fear. Due to hang on a child that the rules (norms of social and religious norms) in public life to occur regularity (tranquility) and mutual help optimize the potential that has been owned by a child who is the next generation that their achievement. With morality, then the children will be able to undergo developmental tasks and meet all requirements in accordance with norms.Keywords: BK group, Moral Children

Page 6 of 47 | Total Record : 470