cover
Contact Name
persona
Contact Email
jurnalpersona@untag-sby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpersona@untag-sby.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Persona: Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : 23015985     EISSN : 26155168     DOI : -
Persona: Jurnal Psikologi Indonesia is a peer-reviewed journal, published by Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Persona Journal was first published in 2012. At first this journal was published three times a year. Starting in 2017 this journal is only published twice a year, in June and December
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2021): Juni" : 11 Documents clear
Analisis Rasch model Indonesia Problematic Internet Use Scale (IPIUS) Natanael, Yonathan
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.673 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4827

Abstract

Abstract Indonesia Problematic Internet Use Scale (IPIUS) consists of six dimensions, namely a preference for online social interaction, escaping, negative outcomes, compulsive internet use, cognitive preoccupation, and emotional reactivity. University students in the covid-19 pandemic are constantly learning to use the internet that causes compulsive internet use. This study explores IPIUS using analysis technique rating scale model, especially the compulsive internet use dimension which consists of ten items. The quantitative research method is survey research using an online questionnaire. Participants in the research were 395 university students who do lectures online. The sampling technique used to obtain participants was convenience sampling. The results showed nine-item compulsive internet use dimension is good quality, unidimensional, and item reliability was better than previous research using confirmatory factor analysis. IPIUS is a stable instrument to measure problematic internet use for university students in Indonesia.   Keywords: compulsive internet use; covid-19; problematic internet use; rating scale model, university students Abstrak Indonesia Problematic Internet Use Scale (IPIUS) terdiri dari enam dimensi, yaitu: preference for online social interaction, escaping, negative outcome, compulsive internet use, cognitive preoccupation, dan emotional reactivity. Mahasiswa di era pandemic covid-19 secara terus-menerus melakukan pembelajaran daring yang mengakibatkan menjadi compulsive internet use. Penelitian ini bertujuan mengekplorasi IPIUS dengan menggunakan teknik analisis rating scale model, khususnya dimensi compulsive internet use yang terdiri dari sepuluh item. Metode penelitian kuantitatif yang digunakan berjenis survey research menggunakan kuesioner online. Partisipan penelitian sebanyak 395 mahasiswa yang melakukan kuliah secara daring. Teknik sampling yang digunakan untuk mendapatkan partisipan adalah teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukan sembilan item pada dimensi compulsive internet use merupakan item yang berkualitas baik, bersifat unidimensi, dan nilai reliabilitas item yang dihasilkan lebih baik dibandingkan penelitian sebelumnya yang menggunakan confirmatory factor analysis. IPIUS merupakan instrumen yang cocok mengukur problematic internet use pada mahasiswa di Indonesia.      Kata kunci: compulsive internet use; covid-19; problematic internet use; rating scale model mahasiswa
Apakah pemberdayaan pembelajar dapat mendukung kemampuan inovatif mahasiswa? Pengujian korelasional dan komparatif Aurelia, Fatina Zahra; Etikariena, Arum
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.312 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4121

Abstract

AbstractCompetition between companies relies on innovations from their employees. The potential of innovative employees could be developed since they were college students. One of the many ways to see their potential is by looking at how they perceive their capabilities, impacts, and means in academic settings, also known as learner empowerment. This study aims to look at the relationship between Learner Empowerment and Innovative Work Behavior in University of Indonesia college students. Participants of this research are 539 students above freshman year, gathered using the convenience sampling technique. The instrument used are the Innovative Work Behavior Scale by Janssen (2000) (? = 0,88) and the Learner Empowerment Scale by Frymier dkk. (1996) (? = 0,87), both instruments are adapted accordingly to suit the participants for this research. Analysis techniques used are Pearson's Correlation, Independent Sample T-Test, and One-way ANOVA. Results showed that there's a positive significant relationship between learner empowerment and innovative work behaviour. Dimensions of learner empowerment (meaningfulness, competence, impact) also have significant relationships to innovative work behaviour, with impact as the strongest determinant. Further research can explore other factors that explain the relationship between these two variables.Keywords: College Students; Correlational Research; Innovative Work Behavior; Learner Empowerment AbstrakPersaingan antar perusahaan pada masa ini membutuhkan ide inovatif dari karyawannya. Kemampuan inovatif karyawan dapat dikembangkan sejak individu masih menjadi mahasiswa. Salah satunya dengan bagaimana mahasiswa mempersepsikan kemampuan, potensi, dan peran yang dimilikinya dalam lingkungan belajar, dikenal sebagai pemberdayaan pembelajar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pemberdayaan pembelajar dengan perilaku kerja inovatif pada mahasiswa Universitas Indonesia. Partisipan penelitian merupakan 539 mahasiswa yang berada di atas semester 3, didapatkan melalui teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan merupakan Innovative Work Behavior Scale dari Janssen (2000) (? = 0,88) dan Learner Empowerment Scale dari Frymier dkk. (1996)  (? = 0,87) yang diadaptasi menyesuaikan target partisipan penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah Pearson Correlation, Independent Sample T-Test, dan One-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara Pemberdayaan Pembelajar dan Perilaku Kerja Inovatif. Ketiga dimensi pemberdayaan pembelajar (meaningfulness, competence, impact) juga secara signifikan berhubungan dengan perilaku kerja inovatif, dengan dimensi impact sebagai penentu terkuat. Penelitian lanjutan dapat mencari faktor yang mampu menjelaskan hubungan kedua variabel ini.Kata kunci: Mahasiswa; Pemberdayaan Pembelajar; Penelitian Korelasional; Perilaku Kerja Inovatif
Inferiority feeling pada remaja panti asuhan: Bagaimana peranan konsep diri dan dukungan sosial? Noviekayati, IGAA; Farid, Muhammad; Amana, Lidya Nur
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.401 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4826

Abstract

AbstractInferiority feeling in adolescents who live in orphanages needs attention because if left unchecked it can cause adolescents to lose their potential. This study intends to examine the role of self-concept and social support on inferiority feelings. Participants in this study were 71 teenagers who were taken purposively from seven orphanages in Surabaya. The research data were taken using the inferiority feeling scale (?=0.874), the self-concept scale (?=0.935), and the social support scale (?=0.938) which were compiled by the researcher himself. The results of data analysis using multiple regression analysis show that self-concept and social support simultaneously have a negative effect on inferiority feeling. Partially both variables also have a significant negative effect on inferiority feeling. The implication of this research is as a basis of reference for caregivers, counsellors or the community in paying attention to the psychological needs of orphaned youth.Keywords: Inferiority Feeling; Self-concept; Social support  AbstrakInferiority feeling pada remaja yang tinggal di panti asuhan perlu mendapatkan perhatian sebab jika dibiarkan dapat menyebabkan remaja kehilangan potensi dirinya. Penelitian ini bermaksud untuk menguji peranan konsep diri dan dukungan sosial terhadap inferiority feeling.  Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 71 remaja diambil dengan teknik purposive sampling dari tujuh panti asuhan di Surabaya. Data penelitian diambil menggunakan skala inferiority feeling (?=0,874), skala konsep diri (?=0,935), dan skala dukungan sosial (?=0,938) yang disusun sendiri oleh peneliti. Hasil analisis data menggunakan regresi ganda menunjukkan secara simultan konsep diri dan dukungan sosial memiliki pengaruh negatif terhadap inferiority feeling. Secara parsial kedua variabel juga memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap inferiority feeling. Implikasi penelitian ini adalah sebagai dasar acuan kepada pengasuh, konselor ataupun masyarakat dalam memperhatikan kebutuhan psikologis remaja panti asuhan.Kata kunci: Dukungan sosial; Inferiority feeling; Konsep diri
Aplikasi model Rasch pada adaptasi skala personal fable remaja di Jawa Barat Zahirah, Afina; Susanto, Hery
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.684 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.5097

Abstract

Abstract The research aims to examine the reliability and validity of a new personal fable scale in West Java adapted from Lapsley dkk. (1989). New Personal Fable Scale consists of 46 items with 3 dimensions:  invulnerability, omnipotence, and personal uniqueness. The subjects of this study were 489 adolescents in West Java. The Rasch Model analysis from summary statistics, scalograms, item measure, person measure, and dimensionality map shows that this scale’s model is a good fit. The convergent validity test shows that the new personal fable scale which is adapted to Bahasa is valid. Reliability with a Cronbach Alpha method is 0,8 which means this scale is reliable. The results indicate that there are several items that need to be improved. This research provides information about the psychometric properties of egocentrism in adolescent especially personal fable in West Java.Keywords: Adolescents; Egocentrism; Personal Fable; Reliability; Validity  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat reliabilitas dan validitas alat ukur personal fable adaptasi secara bahasa yang disesuaikan dengan faktor kultur budaya di Jawa Barat yang berasal dari Lapsley dkk. (1989). Alat ukur personal fable terdiri dari 46 aitem dengan 3 dimensi yaitu invulnerability, omnipotence, dan personal uniqueness. Subjek dari penelitian ini adalah 489 remaja di Jawa Barat. Hasil uji model Rasch dilihat dari analisis summary statistic, scalogram, item measure, person measure, dan dimensionality map menyatakan bahwa alat ukur fit dengan model. Alat ukur adaptasi ini dikatakan valid dilihat dari hasil uji validitas konvergen. Reliabilitas yang dianalisis dengan koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,8 menunjukkan bahwa alat ukur adaptasi ini reliabel. Hasil analisis data menunjukkan adanya beberapa aitem yang perlu diperbaiki dalam rangka penyempurnaan alat ukur adaptasi. Penelitian ini dapat memberikan informasi dan memperkaya referensi keilmuan psikologi dan psikometri pada konstruk egosentrisme remaja khususnya personal fable di Jawa Barat.Kata kunci: Egosentrisme; Personal Fable; Remaja; Reliabilitas; Validitas
Stres akademik sebagai mediator kontribusi konsep diri akademik terhadap keterlibatan mahasiswa dalam perkuliahan daring Qonita, Iffah; Dahlan, Tina Hayati; Damaianti, Lira Fessia
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.616 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4531

Abstract

Abstract Academic stress is something that is often experienced by students, especially with the change in the online learning system which is felt to put more academic pressure on students. This study aims to examine the contribution of academic self-concept to student engagement in online learning mediated by academic stress. Respondents (N = 356) students in Indonesia University of Education batch 2016 to 2019 completed questionnaire of The Academic Self-concept Scale (? = 0,74), The Online Student Engagement Scale (? = 0,90), and The Perception of Academic Stress Scale (? = 0,80). The sampling technique used is incidental sampling. The analyses technique using linear regression and multiple regression then continued with causal steps to find out whether academic stress can be a mediator in the contribution of academic self-concept to student engagement in online learning. The results of this study indicate that academic stress is not function as a mediator in contribution of academic self-concept to student engagement, because one of the requirements is not fulfilled. However, academic stress can be a predictor of academic self-concept and student engagement variables.Keywords: Online learning; Academic Self-concept; Student Engagement; Academic Stress. AbstrakStres akademik merupakan suatu hal yang sering dialami oleh mahasiswa, terlebih dengan adanya perubahan sistem perkuliahan menjadi daring yang dirasa lebih memberikan tekanan akademik kepada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kontribusi konsep diri akademik terhadap keterlibatan mahasiswa dalam perkuliahan daring yang dimediasi oleh stres akademik. Responden (N = 356) mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia dari angkatan 2016-2019 mengisi kuesioner Konsep Diri Akademik (? = 0,74), Keterlibatan Mahasiswa dalam Perkuliahan Daring (? = 0,90), dan Stres Akademik (? = 0,80). Teknik sampling yang digunakan adalah teknik incidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi sederhana dan regresi berganda kemudian dilanjut dengan analisis jalur atau causal steps untuk mengetahui apakah stres akademik dapat menjadi mediator pada kontribusi konsep diri akademik terhadap keterlibatan mahasiswa dalam perkuliahan daring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres akademik tidak berperan sebagai mediator pada kontribusi konsep diri akademik terhadap keterlibatan mahasiswa, karena salah satu syarat uji mediasi tidak terpenuhi. Namun, stres akademik dapat menjadi prediktor pada masing-masing variabel yaitu variabel konsep diri akademik dan variabel keterlibatan mahasiswa.   Kata kunci: Perkuliahan Daring; Konsep Diri Akademik; Keterlibatan Mahasiswa; Stres Akademik.
Pengembangan Tes Minat Berbasis Holland Untuk Pemetaan Jurusan Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) & Sekolah Menengah Atas (SMA) Roebianto, Adiyo; Guntur, Irene; Lie, Diana
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.022 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4622

Abstract

Alat tes psikologi seperti tes minat umumnya dibuat berdasarkan teori-teori psikologi kontemporer. Hasil dari tes tersebut tentu perlu dilihat atau diuji secara empiris kesesuaiannya dengan kriteria yang diinginkan. Sejauh ini pengukuran tes minat di tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) masih terbatas menggunakan tes minat penjurusan yang berbasis tes vokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan tes minat berbasis HOLLAND yang dapat digunakan untuk pemetaan jurusan untuk siswa SMP maupun SMA. Studi ini memiliki 248 siswa SMP dan 270 siswa SMA yang mengerjakan tiga instrumen tes yaitu tes minat HOLLAND, tes penjurusan siswa SMP dan tes penjurusan siswa SMA. Uji validitas analisa faktor konfirmatorik digunakan untuk menguji validitas konstruk alat ukur dan analisa regresi model persamaan struktural digunakan untuk mengetahui prediktor yang dominan dalam menentukan pilihan jurusan seorang siswa baik di SMP maupun SMA. Beberapa trait HOLLAND ditemukan berperan secara signifikan dan konsisten dalam menentukan jurusan bidang studi yang dipilih oleh siswa SMP dan SMA. Setiap bidang studi penjurusan memiliki trait HOLLAND yang berbeda-beda sebagai prediktornya.
Stres akademik sebagai mediator antara kesiapan belajar dan kepuasan mahasiswa terhadap proses belajar daring Akmal, Sari Z; Kumalasari, Dewi
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.513 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4502

Abstract

AbstractThe learning and teaching process has been transformed into an online learning system due to COVID-19, which affected lecturer and university students. This research investigates students online learning satisfaction amid COVID-19 by focusing on online learning readiness and academic stress toward online learning satisfaction. Approximately 276 bachelor’s students (Mage = 20.36, SD = 2.47) hired using the accidental sampling technique participated in this study from public and private universities. The data was collected using Learner Readiness for Online Learning (? = .89), Student Satisfaction with Online Learning (? = .90), and Stressor Scale for College Student (? = .85) that has been modified into an online setting and translated into Bahasa. The results showed that academic stress partially mediated the relationship between online learning readiness and online learning satisfaction in bachelor students. It is shown that academic stress significantly affected online learning satisfaction, besides online learning readiness. Further theoretical and practical implications of this research are discussed.Keywords: academic stress; online learning readiness, online learning satisfaction, university students. AbstrakKondisi pandemik COVID-19 memaksa sistem pendidikan untuk beralih dari proses belajar tatap muka menjadi belajar daring (online), yang berdampak pada pengajar maupun siswa dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepuasan mahasiswa terhadap proses belajar daring, dengan melihat peranan kesiapan belajar daring dan stres yang dirasakan akibat dari proses belajar tersebut. Penelitian ini melibatkan 276 mahasiswa S1 (Musia = 20.36, SD = 2.47) dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta yang direkrut dengan metode accidental sampling. Data diperoleh dengan menggunakan alat ukur Learner Readiness for Online Learning (? = .89), Student Satisfaction with Online Learning (? = .90), dan Stressor Scale for College Student(? = .85)  yang dimodifikasi agar sesuai dengan konteks belajar daring dan diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik secara parsial berperan menjadi mediator dalam hubungan antara kesiapan dan kepuasan belajar daring. Hal ini menjukkan selain kesiapan belajar daring, stres akademik merupakan variabel penting yang dapat mempengaruhi kepuasan belajar daring. Implikasi teoritis dan praktis dari penelitian ini, dibahas lebih lanjut dalam diskusi hasil penelitian.Kata kunci: kepuasan belajar daring; kesiapan belajar daring; mahasiswa, stress akademik. 
Regulasi diri sebagai mediator interaksi mindfulness dan prokrastinasi akademik Dzakiah, Shofa; Widyasari, Pratiwi
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.088 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4129

Abstract

AbstractAcademic procrastination in college students is a common phenomenon, although procrastination’s negative impacts were well known. This study aimed to examine the role of self-regulation in mediating the correlation between mindfulness and academic procrastination. Data were collected by distributing online questionnaires to college students from various universities in Indonesia (n = 305). The sampling technique used was convenience sampling. Instruments used in the research were the Mindfulness Attention and Awareness Scale, the Short form of Self-regulation Questionnaire, and the Academic Procrastination Scale. The regression and mediation analyses were held. Results showed that self-regulation partially mediated the correlation between mindfulness and academic procrastination. Increasing in dispositional mindfulness helps college students regulate themselves, thereby reducing the tendency to procrastinate. The implications and limitations of the study and suggestions for further research are discussed.Keywords: academic procrastination; college students; mindfulness; self-regulation.AbstrakProkrastinasi akademik pada mahasiswa merupakan fenomena yang umum terjadi, meskipun dampak negatif prokrastinasi telah banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan menguji peran regulasi diri dalam memediasi hubungan antara mindfulness dan prokrastinasi akademik. Pengambilan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia (n=305). Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur Mindfulness Attention and Awareness Scale, Short Self-Regulation Questionnaire, dan Academic Procrastination Scale. Hasil uji regresi dan uji mediasi menunjukkan regulasi diri memediasi korelasi antara mindfulness dan prokrastinasi akademik secara parsial. Peningkatan kondisi kesadaran pada mindfulness membantu mahasiswa meregulasi dirinya, sehingga mengurangi kecenderungan untuk melakukan prokrastinasi akademik. Implikasi dan keterbatasan penelitian serta saran untuk penelitian selanjutnya didiskusikan.Kata kunci: mahasiswa; mindfulness; prokrastinasi akademik; regulasi diri.
Kesehatan mental mahasiswa ditinjau dari two continua model: Pengujian multiple analysis of variance Deasyanti, Deasyanti; Muzdalifah, Fellianti
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.371 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4660

Abstract

Abstract University student’s mental health has to get more attention because they are more vulnerable in suffering psychological problems compared to general population. The aim of this study is to figure out the prevalence of mental health status of students using the two continua model. Mental health symptoms were measured by the MHC-LF that comprised emotional well-being (?= 0,843), psychological well-being (?= 0,807), and social well-being (?= 0,831); whereas psychological distress was identified using the HSCL-25 that measured anxiety (?= 0,910) and depression (?= 0,890).  A total of 514 undergraduate students was involved using convenience sampling. The descriptive statistics showed that students are categorised as flourishing 32,10%, moderate mentally healthy 65,95%, and languishing 1,95%.  Moreover, the MANOVA test statistics found that there is a significant difference in levels of depression and anxiety between flourishing, moderate mentally healthy and languishing.  This study implies that the university should provide the mental health intervention to help students in dealing with psychological distress, and to increase their mental health into flourishing.Keywords: Mental health; Psychological distress; Two continua model; University student. AbstrakIsu kesehatan mental di kalangan mahasiswa perlu mendapat perhatian karena mahasiswa merupakan kelompok populasi yang rentan mengalami masalah psikologis. Dengan menggunakan pendekatan two continua model, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi tipe kesehatan mental mahasiswa. Indikator sehat mental diukur melalui kuesioner Mental Health Continuum-Long Form yang terdiri dari 3 skala: emotional well-being (?= 0,843), psychological well-being (?= 0,807), dan social well-being (?= 0,831).  Indikator psikopatologis diukur menggunakan skala Hopkins Symptom Check List-25 yang terdiri dari skala kecemasan (?= 0,910) dan skala depresi (?= 0,890). Sebanyak 514 mahasiswa menjadi responden dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling convenience. Dengan analisis statistik deskriptif diketahui 32.10% mahasiswa termasuk dalam kategori sehat mental flourishing, 66,95% moderate mentally healthy dan 1,95% languishing. Uji statistik MANOVA menemukan perbedaan tingkat kecemasan dan depresi antara kelompok sehat mental yang berbeda. Implikasi hasil penelitian ini terkait dengan program intervensi kesehatan mental mahasiswa yang bersifat kuratif, protektif, maupun promotif untuk meningkatkan keberfungsian psikologis secara lebih optimal. Kata kunci: Distres psikologis; Mahasiswa; Sehat mental; Two Continua Model
Self-regulated learning sebagai mediator keterlibatan orang tua dan prestasi akademik siswa SMA Freddy, Freddy; Lestari, Sri; Prihartanti, Nanik
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.302 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4321

Abstract

Abstract Academic achievement is an important indicator of academic success. This study aims to analyze the effect of self-regulated learning in mediating the effect of parental involvement on academic achievement. Data collection for participants in this study (n = 206) was carried out using the convenience sampling technique. The validity of the items in the instrument was tested with the content validity index (CVI) and the reliability test used an internal consistency approach.  The results of testing the validity of the parental involvement scale showed that the V Aiken coefficient ranged from 0.604-0.964 and Cronbach's alpha coefficient was 0.816, while the Motivated Strategy for Learning Questionnaire scale obtained the V Aiken coefficient between 0.821-0.928 with a Cronbach alpha coefficient value of 0.765 which met the validity and reliability requirements. Data analysis was performed using Structure Equation Modeling (SEM). Based on the research results that self-regulated learning mediates the effect of parental involvement on high school student academic achievement. The implication of this research is the importance of parental assistance in developing students' skills in planning and managing learning activities, not only on student achievement in academics.Keywords: academic achievement; high school students; parental involvement; self-regulated learning.  Abstrak Prestasi akademik menjadi salah satu indikator penting dalam keberhasilan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran self-regulated learning dalam memediasi pengaruh keterlibatan orang tua terhadap prestasi akademik siswa. Sebanyak 206 orang siswa SMA berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik convenience sampling. Validitas butir pernyataan dalam instrumen diuji dengan content validity index (CVI) dan uji reliabilitas menggunakan pendekatan konsistensi internal. Hasil pengujian validitas skala keterlibatan orang tua menunjukkan koefisien V Aiken berkisar 0,604-0,964 dan koefisien alfa Cronbach sebesar 0,816, sedangkan skala Motivated Strategy for Learning Questionnaire diperoleh koefisien V Aiken antara 0,821-0,928 dengan nilai koefisien alfa Cronbach sebesar 0,765 yang memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Data dianalisis dengan structure equation modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-regulated learning memediasi pengaruh keterlibatan orang tua terhadap prestasi akademik siswa SMA. Implikasi dari penelitian ini adalah pendampingan orang tua pada siswa difokuskan pada upaya mengembangkan keterampilan siswa dalam merencanakan dan mengelola kegiatan belajar, bukan hanya pada capaian akademik siswanya.Kata kunci: keterlibatan orang tua; prestasi akademik; self-regulated learning; siswa SMA

Page 1 of 2 | Total Record : 11