Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Stres akademik sebagai mediator kontribusi konsep diri akademik terhadap keterlibatan mahasiswa dalam perkuliahan daring Qonita, Iffah; Dahlan, Tina Hayati; Damaianti, Lira Fessia
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 10 No 1 (2021): Juni
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.616 KB) | DOI: 10.30996/persona.v10i1.4531

Abstract

Abstract Academic stress is something that is often experienced by students, especially with the change in the online learning system which is felt to put more academic pressure on students. This study aims to examine the contribution of academic self-concept to student engagement in online learning mediated by academic stress. Respondents (N = 356) students in Indonesia University of Education batch 2016 to 2019 completed questionnaire of The Academic Self-concept Scale (? = 0,74), The Online Student Engagement Scale (? = 0,90), and The Perception of Academic Stress Scale (? = 0,80). The sampling technique used is incidental sampling. The analyses technique using linear regression and multiple regression then continued with causal steps to find out whether academic stress can be a mediator in the contribution of academic self-concept to student engagement in online learning. The results of this study indicate that academic stress is not function as a mediator in contribution of academic self-concept to student engagement, because one of the requirements is not fulfilled. However, academic stress can be a predictor of academic self-concept and student engagement variables.Keywords: Online learning; Academic Self-concept; Student Engagement; Academic Stress. AbstrakStres akademik merupakan suatu hal yang sering dialami oleh mahasiswa, terlebih dengan adanya perubahan sistem perkuliahan menjadi daring yang dirasa lebih memberikan tekanan akademik kepada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kontribusi konsep diri akademik terhadap keterlibatan mahasiswa dalam perkuliahan daring yang dimediasi oleh stres akademik. Responden (N = 356) mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia dari angkatan 2016-2019 mengisi kuesioner Konsep Diri Akademik (? = 0,74), Keterlibatan Mahasiswa dalam Perkuliahan Daring (? = 0,90), dan Stres Akademik (? = 0,80). Teknik sampling yang digunakan adalah teknik incidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi sederhana dan regresi berganda kemudian dilanjut dengan analisis jalur atau causal steps untuk mengetahui apakah stres akademik dapat menjadi mediator pada kontribusi konsep diri akademik terhadap keterlibatan mahasiswa dalam perkuliahan daring. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres akademik tidak berperan sebagai mediator pada kontribusi konsep diri akademik terhadap keterlibatan mahasiswa, karena salah satu syarat uji mediasi tidak terpenuhi. Namun, stres akademik dapat menjadi prediktor pada masing-masing variabel yaitu variabel konsep diri akademik dan variabel keterlibatan mahasiswa.   Kata kunci: Perkuliahan Daring; Konsep Diri Akademik; Keterlibatan Mahasiswa; Stres Akademik.
Pengaruh Dukungan Sosial terhadap Stres pada Orang Tua dengan Anak Tunagrahita yang Dimoderasi oleh Status Sosial Ekonomi di SLB-C Kota Bandung Wahyu, Permata Nurul; Baihaqi, MIF; Damaianti, Lira Fessia
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v5i2.62802

Abstract

The main purpose of this research is to investigate the impact of social support on the stress experienced by parents of mentally challenged children, which is moderated by the economic status. Utilizing a quantitative approach, the study involves 98 parents of mentally children enrolled in the School for Mentally Retarded Children in Bandung. The study's instruments encompass House's (1985) social support, the Perceived Stress Scale, and Kuppuswamy's Socioeconomic Scale. The analysis techniques is moderated regression analysis (MRA). The results showed that socioeconomic status is moderating the effect of social support to stress. The effect of Social Support on Stress in the high SE is stronger than in the low SE.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah status sosial ekonomi memoderasi dukungan sosial dengan tingkat stres pada orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB C Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan partisipan berjumlah 98 orang tua yang memiliki anak tunagrahita di SLB C Kota Bandung. Instrumen pada penelitian ini menggunakan alat ukur dukungan sosial yang mengacu pada aspek House (1985), Perceived Stress Scale 10 untuk mengukur stres, dan Kuppuswamy’s Socio Economic Scale untuk mengukur status sosial ekonomi. Teknis analisis yang digunakan adalah analisis regresi ganda moderate regression analysis (MRA). Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa status sosial ekonomi memoderasi pengaruh dukungan sosial terhadap stres. Pengaruh dukungan sosial terhadap stress lebih kuat pada social ekonomi
Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Orientasi Karier Siswa SMA di Bandung Handayani, Siti Nurfitria; Damaianti, Lira Fessia
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v7i2.64755

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara kepercayaan diri dengan orientasi karier pada siswa SMA di Bandung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan convience sampling dengan jumlah responden sebanyak 355 siswa di Bandung. Penelitian ini menggunakan dua instrumen yaitu, Student Instrument for measuring Confidence in ‘Key Skills’ (SICKS) untuk mengukur kepercayaan diri dan Measure for Protean Career Orientation (MPCO) untuk mengukur orientasi karier. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan orientasi karier pada siswa SMA di Bandung. Korelasi positif menunjukkan bahwa semakin tinggi orientasi karier maka akan semakin tinggi kepercayaan diri, begitu pula sebaliknya.
PENGARUH SELF-COMPASSION TERHADAP KESEPIAN PADA MAHASISWA RANTAU Pratiwi, Diani; Dahlan, Tina Hayati; Damaianti, Lira Fessia
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v3i2.22349

Abstract

This study aimed to determine the effect of self-compassion on loneliness, of overseas student in University of Education Indonesia. The study used quantitative method with 260 participants. The research used instruments Indonesian Self-compassion Scale – Short Version (Oktyana, 2013) and UCLA Loneliness Scale Version 3 to measure loneliness adapted by Irsalina (2013) from Rusell (1996). This used simple regression to analyze the effect of Self Compassion to Lonelines. The result showed there were significant effect of self-compassion to loneliness with R square 0,096. The freshmen tend to lonelines, so the university must overcome their loneliness.
Asertivitas Seksual dalam Kehidupan Pernikahan Perempuan Dewasa Awal di Kabupaten Indramayu Nurul ‘Izzah, Khonsa; Juwitaningrum, Ita; Damaianti, Lira Fessia
JURNAL PSIKOLOGI INSIGHT Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/insight.v7i1.64747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asertivitas seksual dengan kepuasan pernikahan pada perempuan dewasa awal. Subjek pada penelitian ini berjumlah 386 perempuan dengan rentang usia 18-40 tahun yang berstatus menikah dan berdomisili di Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional, dan menggunakan teknik sampel convenience sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi rank spearman. Sexual Assertiveness Questionnaire (SAQ) yang telah diadaptasi digunakan untuk mengukur asertivitas seksual. Sedangkan, untuk mengukur variabel kepuasan pernikahan, digunakan ENRICH Marital Satisfaction Scale (EMS) yang telah diadaptasi. Kuesioner yang digunakan berjumlah 33 item dan disebarkan secara offline dan online. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asertivitas seksual tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pernikahan.
The Relationship Between Sense of Competence and Parental Involvement in Caring for Children with Special Needs Herlina, Herlina; Kosasih, Ismawati; Ihsan, Helli; Damaianti, Lira Fessia; Baihaqi, MIF
Applied Quantitative Analysis Vol. 5 No. 1 (2025): Applied Quantitative Analysis
Publisher : Research Synergy Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31098/quant.2353

Abstract

This research was conducted to determine the relationship between competent parental involvement in caring for, handling, and educating children with birth impairment children. It involved 185 Bandung-based parents of children with a birth impairment. Skala Evaluasi Diri Kompetensi-Anak Berkebutuhan Khusus or SEDKO-ABK (Self-Evaluation Competence Scale for Parents with Children with Special Needs) was used as the instrument to measure the sense of competence, while parental involvement was measured using Kuesioner Keterlibatan Orang Tua dalam Pengasuhan Anak or KUKOPA (Questionnaire on Parental Involvement in Caring for Children). The results show that parental involvement in caring for, handling, and educating children with special needs. Based on the results of this research, training for parents is important to their understanding and skills in caring for children with a birth impairment.
Penyusunan Instrumen Status Kesehatan Mental Pelajar Chotidjah, Sitti; Ihsan, Helli; Zakariyya, Farhan; Damaianti, Lira Fessia; Mukminin, Ghinaya Ummul
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i03.2278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur kesehatan mental pada siswa sekolah menengah pertama dan atas. Saat ini, siswa banyak mengalami gejala-gejala gangguan psikologis yang bila tidak terselesaikan maka akan dapat membuat mereka mengalami masalah kesehatan mental. Hanya saja, alat untuk mengukur gejala-gejala tersebut belum ada yang khusus bagi usia remaja. Oleh karena itu, peneliti berminat untuk membuat alat ukur yang dapat mendeteksi permasalahan dan gangguan kejiwaan yang ada pada siswa. Pengembangan alat ukur diawali dengan survei eksploratif kepada siswa dengan pertanyaan terbuka. Hasil survey lalu dijadikan dasar bagi pengembangan item-item alat ukur kesehatan mental bagi remaja. Setelah melalui uji statistik, skala alat ukur kesehatan mental yang awalnya berjumlah 59 item dihasilkan sebanyak 19 item yang valid, terdiri dari delapan faktor yaitu harga diri, evaluasi diri, kebiasaan tidur, motivasi belajar, orientasi karir, mengatasi kesulitan belajar, konformitas, hidup sehat. Reliabilitas yang dicapai oleh setiap faktor adalah antara 0,35 sampai 0,65. Model ini diuji dengan analisis faktor konfirmatori dengan hasil model yang fit. Item-item pada alat ukur ini perlu dianalisis lebih teliti serta perlu dilakukan pengembangan item baru lagi agar item menjadi lebih banyak dan memiliki properti psikometri yang baik serta mendapat model yang fit tanpa banyak modifikasi indeks.
Penyusunan Instrumen Status Kesehatan Mental Pelajar Chotidjah, Sitti; Ihsan, Helli; Zakariyya, Farhan; Damaianti, Lira Fessia; Mukminin, Ghinaya Ummul
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i03.2278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur kesehatan mental pada siswa sekolah menengah pertama dan atas. Saat ini, siswa banyak mengalami gejala-gejala gangguan psikologis yang bila tidak terselesaikan maka akan dapat membuat mereka mengalami masalah kesehatan mental. Hanya saja, alat untuk mengukur gejala-gejala tersebut belum ada yang khusus bagi usia remaja. Oleh karena itu, peneliti berminat untuk membuat alat ukur yang dapat mendeteksi permasalahan dan gangguan kejiwaan yang ada pada siswa. Pengembangan alat ukur diawali dengan survei eksploratif kepada siswa dengan pertanyaan terbuka. Hasil survey lalu dijadikan dasar bagi pengembangan item-item alat ukur kesehatan mental bagi remaja. Setelah melalui uji statistik, skala alat ukur kesehatan mental yang awalnya berjumlah 59 item dihasilkan sebanyak 19 item yang valid, terdiri dari delapan faktor yaitu harga diri, evaluasi diri, kebiasaan tidur, motivasi belajar, orientasi karir, mengatasi kesulitan belajar, konformitas, hidup sehat. Reliabilitas yang dicapai oleh setiap faktor adalah antara 0,35 sampai 0,65. Model ini diuji dengan analisis faktor konfirmatori dengan hasil model yang fit. Item-item pada alat ukur ini perlu dianalisis lebih teliti serta perlu dilakukan pengembangan item baru lagi agar item menjadi lebih banyak dan memiliki properti psikometri yang baik serta mendapat model yang fit tanpa banyak modifikasi indeks.
EMPOWERING HOUSEWIVES THROUGH 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) TRAINING TO REALIZE AN ENVIRONMENTALLY FRIENDLY VILLAGE Maslihah, Sri; Nurendah, Gemala; Wyandini, Diah Zaleha; Kosasih, Engkos; Damaianti, Lira Fessia; Ihsan, Helli; Saefudin, Muhamad Arif
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): DESEMBER
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v9i4.3052

Abstract

A healthy environment is a crucial factor in supporting optimal child growth and development. In various regions of Indonesia, there are still many issues related to low awareness of healthy lifestyles that have not been properly addressed. The strategic role of housewives is essential in maintaining environmental cleanliness, but limited access to information and skills means some mothers are unable to properly manage household waste. This community service activity aims to empower housewives through 3R (Reduce, Reuse, Recycle) training. This training is the first step in realizing environmentally friendly villages. The methods used include counseling, waste management practices, and mentoring in implementing the 3Rs in households. It is hoped that housewives participating in the training will develop skills in sorting and processing household waste, and that a collective commitment to maintaining environmental cleanliness with the community will be formed.