cover
Contact Name
persona
Contact Email
jurnalpersona@untag-sby.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpersona@untag-sby.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Persona: Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : 23015985     EISSN : 26155168     DOI : -
Persona: Jurnal Psikologi Indonesia is a peer-reviewed journal, published by Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Persona Journal was first published in 2012. At first this journal was published three times a year. Starting in 2017 this journal is only published twice a year, in June and December
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
Adversity Quotient, Komitmen Kerja dan Kreativitas Guru SD Kelas satu Weno, Julian H; Matulessy, Andik
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4 No 02 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v4i02.558

Abstract

The purpose of this research was to determine the relationship between Adversity Quotientand Work Commitment to Creativity Teachers First Class in District Teluk Ambon,municipality of Ambon. Respondents in this study were 46 first classteacher in the district ofTeluk Ambon. There are three scales used in this study are: Scale of teaching creativity andcommitment to work using a Likert scale, while the scale of adversity quotient using Bogardusscale with numbers 1-5 choice. The results of multiple regression analysis found the value F= 17.811; R = 0.673; p = 0.000 (p <0.01), which proves that adversity quotient and workcommitment have a significant correlation with the creativity of teachers; no significantpositive correlation between adversity quotient withcreativity teachers, where t = -1.196; p =0.238 (p> 0.01); there is a Significant Positive correlation between work commitment withcreativity Teachers where the value t = 5.824; p = 0.000 (p <0.01).Keywords : Creativity Teachers, Adversity Quotient, Work Commitment, Teachers the firstClass.
Self Disclosure, Perilaku Asertif dan Kecenderungan Terhindar dari Tindakan Bullying Meilena, Tika; ., Suryanto
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4 No 02 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v4i02.563

Abstract

The purpose of this study is to examine the correlation between self disclosure andassertive behavior with tendency to avoid bullying. Research variables were measured usinga tendency to avoid bullying scale, self disclosure scale and assertive behavior scale. Subjectswere 56 students at 1st grade SMP Tajinan Malang. Data were analyzed using regressionanalysis. The results showed that self disclosure and assertive behavior significantly associatedwith tendency to avoid bullying. Separately, self disclosure did not correlate significantly withtendency to avoid bullying. Meanwhile, assertive behavior has a positive correlation withtendency to avoid bullyingKeywords: Tendency to avoid bullying, Self disclosure, Assertive behavior
Hubungan Antara Dukungan Sosial Orang Tua Dan Religiusitas Dengan Agresivitas Remaja Anggota Perguruan Pencak Silat Di Bojonegoro Hafid, Abdul; Muhid, Abdul
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 03 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v3i03.410

Abstract

Instisari : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orang tua dan religiusitas dengan agresivitas remaja anggota perguruan pencak silat di Bojonegoro. Subyek penelitian adalah 95 remaja yang berada di Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Instrumen yang dipergunakan adalah skala dukungan sosial orang tua, skala religiusitas, dan skala agresivitas. Skala dukungan sosial orang tua terdiri dari 39 aitem dengan  , skala religiusitas terdiri dari 40 aitem dengan  , dan skala agresivitas terdiri dari 54 aitem dengan  Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara dukungan sosial orang tua dan religiusitas secara bersama-sama tidak ada hubungan yang signifikan dengan agresiv, yang ditunjukkan dengan harga F = 1,041 dan p=0,357 (p>0,005). Hasil analisis korelasi secara parsial menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan perilaku agresivitas, yang ditunjukkan dengan nilai rx1y = 0,114 dan p=0,270 (p>0,005).  Tidak ada hubungan antara religiusitas dengan agresivitas, yaitu dengan nilai rx1y = 0,130 dan p=0,208 (p>0,005). Dari Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan sosial orang tua dan religiusitas dengan agresivitas remaja anggota perguruan pencak silat di Bojonegoro tahun 2014.Kata kunci : dukungan sosial orang tua, religiusitas, agresivitas.
Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler Kepramukaan Terhadap Perilaku Prososial Remaja Di SMP Santa Ursula Jakarta Dewi, Noorwindhi Kartika; Saragih, Sahat
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 03 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v3i03.415

Abstract

Intisari. Kemerosotan  moral merupakan masalah yang dihadapi Indonesia saat ini. Menipisnya perilaku prososial bukan saja terjadi pada orang dewasa namun juga pada remaja, oleh karena itu  pendidikan karakter penting  untuk diberikan kepada murid-murid sebagai upaya untuk mengatasi kemerosotan moral ini. Kurikulum 2013 dianggap sebagai kurikulum yang mampu menjawab kebutuhan untuk mengatasi masalah karakter  generasi muda. Sebagai konsekuensi dari implementasi kurikulum ini, maka kegiatan kepramukaan diberlakukan sebagai ekstrakurikuler yang wajib diikuti murid. Alasannya adalah kegiatan kepramukaan mendidik karakter murid sehingga menjadi pribadi yang prososial dan cinta tanah air. Menanggapi hal ini, peneliti melakukan penelitian eksperimen untuk menguji pengaruh kegiatan kepramukaan terhadap perilaku prososial remaja di SMP Santa Ursula Jakarta.  Subyek penelitian terdiri dari kelompok eksperimen (N=34) dan kelompok control (N=34). Kelompok eksperimen diberi treatment berupa kegiatan kepramukaan sebanyak 11 kali pertemuan, sedangkan kelompok control tidak diberi perlakuan. Sesudah treatment dilakukan, kedua kelompok diukur perilaku prososialnya dengan menggunakan kuesioner berisi pernyataan-pernyataan tentang perilaku prososial. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan sangat signifikan antara perilaku prososial kelompok eksperimen dengan kelompok control.  Rata-rata perilaku prososial kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok control. Aspek-aspek perilaku prososial juga diuji dalam penelitian ini. Perilaku menolong, berbagi dan memberi penguatan, mempertimbangkan hak dan kesejahteraan orang lain, menghargai dan kompromi memberi hasil berbeda sangat signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok control.  Rata-rata perilaku di aspek-aspek ini untuk kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok control. Perilaku dermawan berbeda signifikan, kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok control. Sedangkan rerata perilaku jujur dan bekerjasama menunjukkan tidak ada perbedaan antara kedua kelompok.Kata kunci: perilaku prososial, kegiatan kepramukaan
Hubungan Deprivasi Kolektif Dan Agresivitas Rumandjo, Karolin Rista
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Pesona
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v4i1.486

Abstract

This study aims to prove empirically the relationship of collective deprivation and aggressiveness. Variables that will be examined in this study is composed of the independent variable (X), namely collective deprivation and dependent variable (Y) is aggressiveness. The hypothesis in this study, is "There is a positive relationship between collective deprivation with aggressiveness". The data in this study will be analyzed by using Product Moment run the SPS program. Results of the analysis showed that the correlation coefficient of 0.094 at p equal to 0.646 (p>0.05) means that there is no relationship between collective deprivation with aggressiveness, in other words there is no relationship between collective deprivation with aggressiveness, so that this hypothesis was rejected. The results of the Z-test to collective deprivation z values obtained for 5807 at p 0.000 (p<0.01), then the average - average collective deprivation on respondents showed the presence of high deprivation, but the Z-test results values obtained against the aggressiveness of - 17 388 at p 0.000 (p<0.01) that shows that the subjects in this study were relatively low aggressiveness
Pengaruh Auditori Verbal Therapy Terhadap Kemampuan Penguasaan Kosa Kata Pada Anak Yang Mengalami Gangguan Pendengaran H, Hermin Ratih; Rini, Rr Amanda Pasca
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4 No 1 (2015): Jurnal Pesona
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v4i1.493

Abstract

Research methods quasi experiment on students TKLB especially children with hearing loss is aimed to prove the effect of treatment or therapy AVT toward mastery of vocabulary in children who have a hearing loss. Research data collection using a check list or learning outcomes assessment sheet that refers to the criteria set out in the curriculum in 2006. Evidence hypothesis through non-parametric Wilcoxon test test obtained value Z = -3.934; p = 0.000 (p <0.01), which means no influence on the ability Auditory Verbal Terapy vocabulary in children who have a hearing loss.Through the process of AVT therapy can be seen that the vocabulary of children already covers almost the entire class of existing words. Of the eight classes of existing words, most of the child's vocabulary already includes a noun, verb (the verb), adjectives, description (adverb), pronouns, numbers (Numeral), prepositions, and conjunctions.
Spesial Produk, Citra Merk, Konformitas dan Perilaku Merokok Nelwan, Vecky
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4 No 02 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v4i02.554

Abstract

Abstract. The objective of the research was to examine whether there is a specialrelationship existed between product ,brand image and conformity to smoking behavior.The subjects of research was 84 smokers in Karangbesuki village Sukun District,Malang City who selected randomly, with the characteristic of cigarette smoker mustconsume 1 (one) pack of cigarette a day and 25 to 60 years old. Data collection wasusing a psychological scale which comprised of smoking behavior scale, productspesialty scale,brand image scale and conformity scale. Data were analyzed withmultiple regression analysis and partial correlation with Computer Program SPSS 2.0.0for Windiows. Result of data analysis indicated that product specialty was positivelycorrelated ,band image and conformity were significantly and simultaneously correlatedwith smoking behavior. In partial manner, product spesialty was positively correlatedwith smoking behavior and there is positive relationship between brand image andsmoking behavior. Conformity and smoking behavior has particularly positiverelationship. The contribution of the influence of variabels of product specialty,brandimage and conformity to smoking behavior was 64,1 %.Keywords : Smoking behaviors, Product special, Brand image, Conformity
Persepsi Terhadap Keharmonisan Keluarga, Self Disclosure dan Deliquency Remaja Nawafilaty, Tawaduddin
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 4 No 02 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v4i02.559

Abstract

Persepsi Terhadap Keharmonisan Keluarga, Self Disclosure dan DeliquencyRemaja
Hubungan Antara Konsep Diri Dan Internal Locus Of Control Dengan Kematangan Karir Siswa SMA Pratama, Beny Dwi; Suharnan, Suharnan
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 03 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v3i03.411

Abstract

Intisari, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri dan internal locus of control dengan kematangan karir pada siswa SMA YPM 2 Sukodono Sidoarjo. Subyek penelitian adalah siswa kelas X dan kelas XI SMA YPM 2 Sukodono Sidoarjo tahun pelajaran 2013/2014. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan non probability sampling dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, dengan jumlah populasi sebanyak 118 siswa. Data dikumpulkan melalui skala konsep diri yang dikemukakan Brooks & Emmert (2004), skala internal locus of control yang dikemukakan Rotter (2011), skala kematangan karir yang dikemukakan oleh super (2013). Analisis data menggunakan teknik regresi ganda dan korelasi. Hasil analisi regresi diperoleh F hitung 10,761 dengan signifikansi 0,000 < 001, dapat disimpulkan ada hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan internal locus of control dengan kematangan karir siswa. Dari hasil analisis korelasi antara konsep diri dengan kematangan karir  diperoleh r = 0,033 dan taraf signifikan 0,736 > 0,01, tidak terdapat hubungan antara konsep diri dengan kematangan karir siswa. sedangkan korelasi antara internal locus of control dengan kematangan karir diperoleh r = 0, 392 dan taraf signifikan 0,000 < 0,01, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara internal locus of control dengan kematangan karir siswa. Sedangkan sumbangan efektif antara konsep diri dan internal locus of control terhadap kematangan karir siswa sebesar 15,3%, sedangkan sisanya sebesar 74,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.Kata Kunci : Konsep Diri, Internal Locus of Control, Kematangan Karir
Korelasi Motivasi Berprestasi Dan Kepemimpinan Transformasional Dengan Komitmen Organisasi Pengurus Pondok Pesantren Wardianto, M; Hendrati, Fabiola
Persona:Jurnal Psikologi Indonesia Vol 3 No 03 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/persona.v3i03.416

Abstract

Intisari: Pengelolaan sumber daya manusia di pesantren yang mengedepankan sistem kaderisasi cukup rentan mengalami tingginya turnover yang mengakibatkan terputusnya regenerasi kepengurusan. Salah satu faktor internal yang bisa ditingkatkan di lingkungan pesantren adalah motivasi berprestasi pengurus ponpes, sedangkan variabel eksternal yang bisa dibentuk adalah kepemimpinan transformasional seorang pengasuh ponpes. Tujuan penelitian ini adalah mencari hubungan motivasi berprestasi dan kepemimpinan transformasional dengan komitmen organisasi pengurus pondok pesantren. Subyek pada penelitian ini adalah pengurus ponpes Ngalah, Purwosari Kabupaten Pasuruan. Hasil analisa data didapatkan bahwa secara simultan kedua variabel X tidak berkorelasi dengan Y. Secara parsial, variabel motivasi berprestasi berkorelasi positif dengan komitmen organisasi (p = 0,020), sedangkan variabel kepemimpinan transformasional tidak berkorelasi (p = 0,737).Keywords: Motivasi Berprestasi, Kepemimpinan Transformasional, Komitmen Organisasi 

Page 8 of 28 | Total Record : 278