cover
Contact Name
Muhamad Maulana Azimatun Nur
Contact Email
lanaazim@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
editor.eksergi@gmail.com
Editorial Address
Prodi Teknik Kimia UPN Veteran Yogyakarta"</span>. Jl. SWK. 104 Lingkar Utara Condong Catur- Yogyakarta (55283)
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Eksergi: Chemical Engineering Journal
ISSN : 1410394X     EISSN : 24608203     DOI : https://doi.org/10.31315
Eksergi is an open-access, peer-reviewed scientific journal that focuses on research and innovation in the fields of energy and renewable energy. The journal aims to provide a platform for scientists, researchers, engineers, and practitioners to share knowledge and advancements that contribute to sustainable development and energy transition. In addition to energy topics, the journal also accepts high-quality manuscripts related to, but not limited to, the following areas: Separation processes Bioprocesses related to food, energy, and environmental applications Wastewater treatment and resource recovery Process optimization and intensification Carbon capture, utilization, and storage (CCUS) Chemical reaction engineering and reactor design Life cycle assessment (LCA) and sustainability evaluation Process Design and Control Engineering Process Simulations Process System Engineering The journal welcomes original research articles, reviews, and short communications that demonstrate novelty, scientific rigor, and relevance to chemical engineering and interdisciplinary applications.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 21, No 2 (2024)" : 13 Documents clear
Ekstraksi Minyak Atsiri Jahe (Zingiber officinale) dengan Proses Distilasi: Pengaruh Jenis Jahe dan Metode Distilasi Daryono, Elvianto Dwi; Hutasoit, Gading F
Eksergi Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i2.11625

Abstract

Minyak atsiri jahe merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia yang sangat potensial untuk dikembangkan. Minyak atsiri jahe banyak digunakan dalam berbagai industri, seperti industri parfum, kosmetik, essence, farmasi dan flavoring agent. Mutu minyak atsiri yang rendah merupakan kendala mengapa minyak atsiri jahe Indonesia kurang laku di pasaran luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis jahe (jahe gajah, jahe emprit dan jahe merah) serta metode destilasi (distilasi air dan distilasi uap-air) untuk mendapatkan minyak jahe dengan kualitas yang baik. Penelitian dilakukan dengan pengecilan ukuran jahe yang telah dibersihkan, pengeringan irisan jahe dan proses distilasi. Minyak hasil distilasi yang telah dipisahkan kemudian dianalisa. Dari hasil analisa dan perhitungan menunjukkan bahwa setiap jenis jahe mempunyai komposisi dan kandungan minyak jahe yang berbeda. Jahe merah mempunyai rendemen terbesar yaitu 0,342 % dengan kandungan minyak (sineol) sebesar 11,39 %. Metode penyulingan mempengaruhi rendemen dan kualitas minyak jahe yang dihasilkan, dimana metode yang paling baik adalah metode penyulingan air dan uap. Jahe merah mempunyai kualitas minyak jahe terbaik yaitu massa jenis 0,8828 g/mL, bilangan asam 1,136 mg KOH/g, bilangan ester 7,980 mg KOH/g serta memenuhi standart SNI 06-1312-1998.
Kemajuan Terkini dalam Ekstraksi Senyawa Bioaktif dari Biji-Bijian (Review) Mahreni, Mahreni; Reningtyas, Renung; Ikhsan, Mifta Aulia
Eksergi Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i2.12496

Abstract

Pertambahan populasi dunia dan masalah lingkungan merupakan isu yang terus berkembang dan memerlukan solusi. Pertambahan populasi dunia harus di ikuti dengan penyedian pangan seperti karbohidrat, protein dan lemak yang mencukupi. Isu lingkungan memerlukan proses penyediaan pangan yang hijau dan berkelanjutan. Dalam makalah ini membahas proses ekstraksi hijau menggunakan enzim sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan meminimasi dampak kesehatan dan lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan pelarut organik seperti yang digunakan di dalam ekstraksi konvensional. Bahasan meliputi review kemajuan terkini ekstraksi padat cair, keuntungan dan kelemahan ekstraksi konvensional dan ekstraksi enzimatis, dasar pemilihan enzim, dan peranan enzim dalam proses ekstraksi padat-cair. Data diperoleh dari hasil review jurnal yang membahas mengenai ekstraksi padat-cair baik ekstraksi konvensional dan ekstraksi modern saat ini yang fokus pada ekstraksi menggunakan enzim sebagai alternative untuk menggantikan pelarut organik.
Pengaruh Delignifikasi Pada Karakteristik Karbon Aktif dan Biosorben dari Limbah Kulit Pisang Kepok Zulkania, Ariany; Nurhasanah, Aliya; Pratiwi, Dwita Cahaya
Eksergi Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i2.11889

Abstract

Jumlah kandungan selulosa dalam bahan alam berupa biomassa menunjukkan potensinya menjadi adsorben berdasarkan karbon yang dapat dihasilkan. Salah satu biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai adsorben adalah limbah kulit pisang kepok yang ketersediaan banyak dan mengandung selulosa sebanyak 18,71%. Penelitian dilakukan dengan variasi perlakuan delignifikasi dan tanpa delignifikasi pada kulit pisang kepok untuk menjadi biosorben dan karbon aktif. Semua jenis adsorben kemudian diaktivasi menggunakan aktivator H2SO4. Hasil analisis karakteristik SEM – EDX, FTIR, dan BET menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan delignifikasi dan karbonasi (sampel A) dapat meningkatkan kadar karbon yang terkandung dalam sampel adsorben (pad hasil SEM ditandai dengan adanya struktur selulosa yang lebih beraturan dan pori kecil). Dari hasil EDX, sampel A terindikasi mengandung unsur karbon tertinggi yaitu 78,65% berat dan diperkuat dengan hasil analisis FTIR dimana sampel A memiliki rentang peak ikatan C=C dan C-H lebih luas (pertanda selulosa yang sudah terpisah terkarbonasi dengan baik sehingga menghasilkan unsur karbon). Selain itu, kombinas perlakukan proses delignifikasi dan karbonisasi juga meningkatkan luas permukaan pori keseluruhannya dibandingkan dengan variasi lainnya dengan nilai sebesar 83,381 m2 /g. Dari penelitian ini tampak bahwa pretreatment proses delignifikasi dapat meningkatkan karakteristik adsorben dari nlimbah kulit pisang kepok dengan peningkatan kadar karbon terkandung dan luas permukaan
A Comparative Study of Coconut Shell and Melinjo Shell as Carbon Sources for Bio-Briquette Production Augustina, Nadya; Manfaati, Rintis; Rizky, Alfiani; Yusuf, Yusmardhany; Adhitasari, Alfiana
Eksergi Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i2.10180

Abstract

The aim of this research was to investigate the influence of adding Melinjo shells on the quality and efficiency of charcoal-based bio-briquettes. A combination of coconut shells and Melinjo shells in various ratios was utilized in the study. The briquettes were produced through a carbonization process at a temperature of 300°C for 60 minutes, with tapioca flour used as a binder. Subsequently, the briquettes underwent testing to determine moisture content, ash content, volatile matter, and calorific value. The research findings indicated that all briquettes met the calorific value requirements set by the Indonesian National Standard (SNI), exceeding 5,000 cal/g. The addition of Melinjo shells resulted in a reduction in ash and volatile matter content but also led to a decrease in calorific value. Based on the analysis, the optimal composition obtained was 90 grams of coconut shells and 10 grams of Melinjo shells, producing briquettes with a calorific value of 5,582 cal/g, ash content of 3.76%, and volatile matter content of 6.65%. Therefore, further research is recommended to identify easily combustible components in Melinjo shells to ensure their potential in reducing the amount of ash produced when the briquettes are burned.
Effect of Immersion Time on CA/NMP Membrane Preparation for Microplastic Separation in Water Rahmah, Annisa Alifia; Rifai, Muhammad Ayub; Nurkhamidah, Siti; Rahmawati, Yeni
Eksergi Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i2.12854

Abstract

Indonesia produces more than 4.8 million tons of plastic waste every year, but it has not been managed properly so that it will end up in Indonesian waters. This plastic waste is then decomposed into microplastics (MPs) which are <5 mm in size. The presence of MPs in Indonesian waters can have a negative impact on living things, so it needs to be separated from the waters. One method that is considered to separate MPs in water is microfiltration using Membrane Technology. This study aims to determine the effect of immersion time on the characteristics and performance of microfiltration membranes. The fabrication of membrane was prepared using phase inversion method, with Cellulose Acetate (CA)/N-Methyl-2Pyrrolidone (NMP) as polymer/solvent and distilled water as non-solvent. Characteristics analysis to determine the hydrophilicity of the membrane such as contact angle, moisture content, porosity and pore size of the membrane. Scanning Electrone Microscope (SEM) to determine the surface morphology and structure of the membrane, and analysis of microplastic rejection in water. The results of the characteristic analysis showed that the membrane was hydrophilic with a contact angle in the range of 61-53°, porosity of 80-83%, moisture content of 79-82% and pore size of 8.4-5.8 μm in accordance with the microfiltration membrane, as well as the membrane rejection ability reached 99%. So that membrane technology needs to be developed again to separate MPs in water.
Penyisihan Ion Logam Cr(VI) dari Larutan Menggunakan Biosorben Berbasis Limbah Pertanian Bagase Sorgum Teraktivasi NaOH Mustopa Putri, Devi Indrasari; Darmokoesomo, Handoko; Supriyanto, Ganden; Female, Navillah Zahro; Widyaningrum, Bernadeta Ayu
Eksergi Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i2.10783

Abstract

Kontaminasi logam kromium sangat berbahaya bagi lingkungan perairan yang terjadi melalui aktivitas industri. Saat ini penyisihan logam kromium dalam perairan banyak dipelajari untuk mengurangi tingkat toksisitasnya. Pada penelitian ini, limbah pertanian bagase sorgum yang diaktivasi dengan NaOH digunakan untuk mengadsorpsi ion logam Cr(VI) dalam larutan. Bagase sorgum teraktivasi NaOH dikarakterisasi menggunakan uji pHpzc, FT-IR, SEM-EDX, XRD, dan metode BET untuk menganalisis gugus fungsi, morfologi permukaan, luas permukaan, serta ukuran pori pada material. Menggunakan sistem batch, parameter adsorpsi seperti massa adsorben, waktu kontak, konsentrasi awal ion logam, pH, dan suhu larutan diamati. Adsorpsi Cr(VI) memiliki kondisi optimum pada pH 2, waktu kontak 70 menit, massa adsorben 900 mg, konsentrasi awal larutan 10 mg/L, dan suhu larutan 30 °C. Persentase kapasitas adsorpsi maksimum yang diperoleh adalah 99,03%. Model orde dua semu cocok untuk mengidentifikasi kinetika adsorpsi ion Cr(VI). Model isoterm adsorpsi ion Cr(VI) sesuai dengan model Freundlich. Energi bebas Gibbs diperoleh nilai positif dan entalpi memiliki nilai negatif, hal ini menunjukkan bahwa adsorpsi ion Cr(VI) merupakan proses eksotermik. Oleh karena itu, upaya pengurangan kadar ion logam Cr(VI) di lingkungan perairan menggunakan adsorben bagase sorgum teraktivasi NaOH dapat dijadikan sebagai alternatif baru dengan perlakuan yang mudah dan bersifat ekonomis.
Investigasi Efisiensi Penghambatan Korosi Senyawa Quinoxaline Berbasis Machine Learning Adiprasetya, Vicenzo Frendyatha; Akrom, Muhamad; Trisnapradika, Gustina Alfa
Eksergi Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i2.10025

Abstract

Korosi memberikan kekhawatiran serius bagi sektor industri dan akademik karena mempunyai dampak negatif yang signifikan terhadap sejumlah bidang, termasuk perekonomian, lingkungan, masyarakat, industri, keamanan, dan keselamatan. Saat ini, banyak peminat topik pengendalian kerusakan bahan berbasis molekul organik. Quinoxaline mempunyai potensi sebagai inhibitor korosi karena tidak beracun, mudah diproduksi, dan efektif dalam berbagai kondisi korosif. Mengeksplorasi kemungkinan kandidat penghambat korosi melalui penelitian eksperimental adalah proses yang memakan waktu dan sumber daya yang intensif. Dengan menggunakan pendekatan machine learning (ML) berdasarkan model quantitative structure-property relationship (QSPR), kami mengevaluasi beragam algoritma linier dan non-linier sebagai model prediktif nilai corrosion inhibition efficiency (CIE) dalam penelitian ini. Kami menemukan bahwa, untuk kumpulan data senyawa quinoxaline, model non-linier Gradient Boosting Regressor (GBR) mengungguli keseluruhan model linier dan non-linier, serta hasil dari literatur dalam hal kinerja prediksi berdasarkan metrik root mean squared error (RMSE), mean squared error (MSE), mean absolute deviation (MAD), mean absolute percentage error (MAPE) dan coefficient of determination (R2). Secara keseluruhan, penelitian kami memberikan sudut pandang baru tentang kapasitas model ML untuk memperkirakan kemampuan penghambatan korosi pada permukaan besi oleh senyawa organik quinoxaline.
Pembuatan Bioplastik dari Pati Umbi Ganyong Menggunakan Penguat Seng Oksida dan Plastilizer Gliserol dengan Metode Melt Intercalation Latifa, Annisa Choiril; Dewi, P.P.A; Lestari, Indriana; Irfandy, Fauzan
Eksergi Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i2.12025

Abstract

Plastik memiliki banyak kelebihan sebagai bahan material suatu produk. Namun, plastik dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan karena sifatnya yang susah terdegradasi. Sifat ini membuat penumpukan sampah plastik semakin tinggi. Oleh karena itu perlu adanya alternatif untuk menangani permasalahan tersebut diantaranya dengan memproduksi bioplastik. Pada penelitian ini, bioplastik diproduksi dari pati ganyong dan gliserol dengan penambahan ZnO melalui proses pencampuran pada kecepatan pengadukan 700 rpm dan pemanasan pada temperatur 80 oC selama 60 menit. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mempelajari pembuatan bioplastik menggunakan metode melt intercalation serta mengetahui bagaimana pengaruh penambahan ZnO dan gliserol terhadap kualitas bioplastik. Variabel bebas penelitian ini berupa komposisi gliserol dan ZnO dimana variasi komposisi yang digunakan meliputi 2g ZnO:20%, 30%, 40% gliserol, 3g ZnO:20%, 30%, 40% gliserol, dan 4g ZnO:20%, 30%, 40% gliserol sedangkan massa pati yang digunakan tetap sebanyak 5 gr. Hasil analisa uji kualitas bioplastik menunjukkan perolehan komposisi bahan yang optimal pada sampel penambahan 3g ZnO dan 20% gliserol dimana nilai kuat tarik yang diperoleh sebesar 7,848 MPa, nilai elongasi sebesar 13,285%, nilai swelling sebesar 31,8182%, dan kemampuan degradasi selama 20 hari.
Optimalisasi Mutu Batubara Indonesia: Kajian Metode dan Potensi dalam Peningkatan Nilai Kalor Batubara Febriani, Annisa Vada; Hanum, Farrah Fadhillah; Kuncara, Jaka; Setyawan, Martomo
Eksergi Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i2.11761

Abstract

Nilai kalori batubara sangat penting bagi batubara itu sendiri. Selain berpengaruh pada proses pembakaran, nilai kalori juga menunjukkan kandungan energi yang terkandung dalam batubara. Nilai kalori batubara dipengaruhi oleh beberapa parameter diantaranya ialah kelembapan, kadar abu, zat terbang, karbon tetap dan total sulfur. Namun 40% cadangan batubara di Indonesia masih kualitas rendah. Hal ini menunjukan perlu adanya teknologi peningkatan nilai kalori yang sesuai, dengan tujuan batubara kualitas rendah ini dapat digunakan secara maksimal serta mengurangi emissi CO2 yang dikeluarkan selama proses pembakaran di PLTU. Teknologi pengeringan batubara menjadi salah satu teknologi peningkatan nilai kalori batubara, dengan konsep pengurangan kadar air yang dipengaruhi oleh suhu dan tekanan. Teknologi ini terbagi menjadi empat kategori yaitu mekanis, evaporasi, non-evaporasi dan pirolisis. Sesuai dengan program hilirisasi kementrian ESDM tentang pemanfaatan batubara, teknologi yang dikembangkan dalam proses upgrading  batubara adalah teknologi UBC (Upgrading Brown Coal) dan teknologi CDB (coal dry briquette). Selain itu campuran batubara kualitas rendah dengan biomassa juga dimanfaatkan menjadi bahan bakar pembangkit listrik atau sering disebut co-firring. Baik diaplikasikan langsung maupun dibentuk menjadi briket. Program ini dijalankan untuk mendorong Program NZE pemerintah yang berkomitmen untuk mencapai nol emisi CO2 di tahun 2050. 
Evaluation of Chicken Bone-Derived CaO Catalyst for biodiesel production from waste cooking oil Mufandi, Ilham; Kholis, Muhammad Nur; Rahmawan, Arief; Suntivarakorn, Ratchaphon; Nugraha, Dhaifullah Nafis; Alana P, Raka Wyztyo
Eksergi Vol 21, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i2.12254

Abstract

This research explores the use of waste cooking oil (WCO) into biodiesel and adding a calcium oxide (CaO) catalyst derived from chicken bone waste. The synthesized CaO catalyst was characterized using FTIR and SEM to determine its structural and chemical properties. Biodiesel production experiments were carried out at a temperature of 60°C with an oil-to-methanol ratio of 9:1 and a CaO catalyst load of 5% concentration. The biodiesel produced is characterized by its main quality parameters, including flash point, density, acid number, viscosity, and heating value. The research results show that the CaO catalyst contains various organic compounds, including haloalkanes, 1,2-disubstituted functional groups, primary alcohols, aromatic compounds, and alcohols. In addition, the CaO catalyst contains mineral compositions such as calcium, carbon, oxygen, sodium, magnesium, and phosphorus. Biodiesel yield increases significantly with increasing catalyst loading, reaching a maximum of 92.70% at 15% catalyst loading. This research shows the effectiveness of the CaO catalyst derived from chicken bone waste for environmentally friendly biodiesel production using microwave technology.

Page 1 of 2 | Total Record : 13