cover
Contact Name
Ida Wiendijarti
Contact Email
ida.wiendijarti@upnyk.ac.id
Phone
+682137688150
Journal Mail Official
jik@upnyk.ac.id
Editorial Address
Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 16933028     EISSN : 24078220     DOI : https://doi.org/10.31315/jik.v21i3
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi focuses on writings that contain current research and thinking in the fields of: Communication Science, including media and journalism studies, audio and audiovisual broadcasting studies, public relations studies and advertising studies; Design of Visual Communication; Marketing Communications; Health Communication; Communication Psychology; Sociology of Communication;
Articles 504 Documents
The Jakarta Post’s Reporting of Terrorism in Indonesia Prayudi Prayudi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i2.3431

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan terorisme modern yang telah dibentuk dan dihasilkan melalui integrasi antara media massa dan sistem komunikasi global. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif untuk menganalisis laporan The Jakarta Post tentang isu terorisme dalam konteks Indonesia. Hasilnya, representasi terorisme di media Indonesia terkait dengan proses komunikasi yang kompleks yang dihasilkan melalui faktor-faktor budaya, pola ekonomi dan organisasi politik. Media massa dan isu terorisme tidak dapat dipisahkan. Terorisme dapat dianggap sebagai tahap di mana ‘drama’ politik ini dilakukan untuk khalayak yang spesifik, (publik nasional atau internasional, kelompok kepentngan tertentu atau individu, atau elit politik). Dalam konteks ini, media memainkan peran penting dalam mendistribusikan pesan kepada audiens. Pada saat yang sama, cara media merepresentasikan isu dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan sosial budaya politik di mana kekerasan politik sedang dimainkan. Secara khusus, penelitian ini menekankan pada peran media, dan pelaporan berita pada khususnya, dalam tatanan sipil yang mendukung kebebasan berekspresi, demokrasi, dan fungsi pilar keempat pers. Penelitian ini menyimpulkan bahwa publikasi berita The Jakarta Post sangat terlibat dalam isu-isu yang berpotensi memecah-belah seperti terorisme. Media berita memainkan peran penting dalam proses informasi dan debat publik.
Kebebasan Pers dan Kepentingan Publik Nyarwi Nyarwi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i1.3411

Abstract

Pasca rezim Orde Baru Soeharto, media memiliki peran penting sebagai pilar keempat demokrasi di Indonesia. Dinamika antara kebebasan pers dan kepentingan publik di level lokal terkait dengan rencana pemberlakuan Qonun Media Islami di Propinsi Nangroe Aceh Daarussalam (NAD). Penelitian ini hendak mengelaborasi tiga hal penting: (1) kontestasi kebebasan pers sebagai salah satu bagian dari nilai-nilai demokrasi—dalam arena dan desentrasi dan otonomi khusus di Propinsi NAD; (2) kontestasi konsep kebebasan pers dan kepentingan publik antara aktor Negara atau Pemerintah Daerah, partai politik (parpol), civil society; (3) kontestasi kebebasan pers dan syariat Islam lokal sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Pemerintah Aceh (UUPA). Dengan menggunakan metode studi kasus, saya menyimpulkan bahwa akar kontestasi antara kebebasan pers dan kepentingan publik bersumber dari dua hal: (1) adanya interpretasi dan sudut pandang yang berbeda terhadap nilai-nilai demokrasi dan nilai syariat Islam antara Negara atau Pemerintah Daerah, parpol, media dan masyarakat sipil; (2) adanya paradoks regulasi yang mengatur sistem desentralisasi dan otonomi khusus di Propinsi NAD dan regulasi sistem media nasional.
Persepsi Masyarakat tentang Peran Media Cetak Lokal dalam Mitigasi Bencana Alam Elva Ronaning Roem
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i2.3424

Abstract

Salah satu peran media massa yaitu memberikan tambahan wawasan kepada masyarakat, di antaranya informasi tentang bencana alam.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi masyarakat dalam menafsirkan peran media cetak lokal Padang Ekpress dan Singgalang tentang mitigasi bencana alam. Metode penelitian ini kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data focus group discussion, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian mendeskripsikan Peran media lokal yaitu Harian Padang Ekpress dan Singgalang dipersepsi secara berbeda oleh kelompok Buruh, pegawai negeri, mahasiswa, dan dosen. Menurut mahasiswa dan dosen, media lokal dapat mengurangi kepanikan masyarakat akibat isu-isu dan rumor yang tidak bertanggung jawab dan mendidik masyarakat agar lebih melek bencana. Menurut Buruh dan pegawai negeri, media lokal terlalu mengekspos bencana secara berlebihan dan menyebabkan masyarakat kalut, bahkan eksodus keluar daerah. Penelitian ini merekomendasikan agar media dan pemerintah serta lembaga yang terkait dengan bencana alam agar mengontrol pemberitaan tentang bencana alam sehingga tidak merugikan masyarakat.
Normalitas Perempuan dalam Iklan Pond’s Tatag Handaka
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 3 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i3.3438

Abstract

Penelitian ini bertujuan meneliti makna pesan pada 22 iklan Pond’s yang disiarkan melalui media televisi. Teori komunikasi yang digunakan adalah Teori Tanda dari Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah semiotika dan paradigma penelitian kritis (critical paradigm). Hasil analisis data menunjukkan bahwa pesan dalam iklan mengandung pesan denotatif, konotatif, dan mitos, terutama apabila pesan itu diulang secara terus-menerus. Warna putih adalah mitos. Penanda putih bisa diamati dalam setiap iklan Pond’s baik berupa kulit wajah, kulit tubuh bintang iklan, tulisan, narasi, latar, maupun lirik lagu yang mengiringinya. Dalam mitos putih, terdapat normalitas perempuan. Putih Pond’s telah menormalisasi perempuan untuk memiliki wajah dan kulit putih. Kulit putih adalah kulit ideal bagi perempuan, maka apapun warna kulit perempuan saat ini, idealnya kulit mereka harus menjadi putih. Selain kulit putih ideal, juga ada kulit putih fresh look, kulit putih kilau mutiara, kulit putih yang bersinar, dan kulit putih sampai ke ujung kaki. Subjek kuasa dalam normalitas ini bersifat anonim. Iklan Pond’s menunjukkan bahwa kuasa itu berasal dari laki-laki, anak laki-laki, perempuan itu sendiri, temanteman perempuan, ibu mertua, keluarga calon mertua, dan dari Pond’s.
Sepak Bola Indonesia dalam Bingkai Pemberitaan Media Afdal Makkuraga Putra
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 3 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i3.3439

Abstract

Wacana sepak bola nasional sejak awal tahun 2010 menunjukkan fenomena yang terus meningkat. Salah satu penyebabnya adalah konflik di tubuh Persatuan Sepak Bola Indonesia, Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberitaan Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) dan Liga Primer Indonesia (LPI) di tiga surat kabar nasional yakni; Kompas, Suara Karya, dan Jurnal Nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis framing dan semiotika sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harian Kompas memaknai KSN yang sejatinya adalah kongres untuk mencari solusi atas terpuruknya sepak bola nasional dimaknai Kompas sebagai momentum yang tepat guna mengganti Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. KSN pun didorong untuk menjadi Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Menurut Statuta PSSI, KLB baru bisa diselenggarakan apabila sudah memperoleh rekomendasi dua per tiga suara dari pemilik suara PSSI yang jumlahnya mencapai 78 klub. Menurut Suara Karya, surat kabar kepanjangan tangan Partai Golkar, lebih sibuk memberitakan isu-isu pelengseran Nurdin Halid dari Ketua Umum PSSI dibanding memberitakan esensi kongres tersebut. Menurut Bill Covack bahwa jurnalis harus membuat berita yang komprehensif dan proporsional, tidak terbukti.
Spanduk dan Stiker sebagai Media Komunikasi untuk Melaporkan Peristiwa Kependudukan Irdam Ahmad
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i1.3413

Abstract

Pelaksanaan Pemilu 2009 yang lalu ditandai dengan banyaknya penduduk yang kehilangan hak pilihnya karena namanya tidak terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT), jumlahnya diperkirakan mencapai 49,6 juta pemilih. Salah satu penyebab tidak terdaftarnya nama penduduk pada DPTkarena mereka atau keluarganya tidak melaporkan peristiwa kependudukan yang terjadi (karena pindah, datang maupun meninggal). Penelitian ini ingin mengetahui apakah ada perbedaan proporsi penduduk yang melaporkan peristiwa kependudukan (kelahiran, kematian, pindah atau datang, menikah dan bercerai) pada tiga desa dengan menggunakan media komunikasi yang berbeda-beda,yaitu antara desa yang menggunakan media komunikasi spanduk dengan desa yang menggunakan media komunikasi stiker serta desa yang tidak menggunakan media komunikasi. Spanduk dan stiker digunakan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat agar mereka mau melaporkan peristiwa kependudukan yang terjadi dalamkeluarganya. Metode penelitian yang digunakan adalah survei, sedangkan pemilihan sampel dilakukan dengan cara three-stage random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pengujian hipotesis perbedaan proporsi dua populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang significant dalam pelaporan peristiwa kependudukan antara penduduk yang tinggal di desa yang menggunakan spanduk sebagai media komunikasi dengan penduduk yang tinggal di desa yang menggunakan stiker sebagai media komunikasi serta penduduk yang tinggal di desa yang tidak menggunakan media komunikasi.
Etika Komunikasi dalam Budaya Jawa Purwadi Purwadi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 3 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i3.3434

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan etika komunikasi dalam masyarakat Jawa yang dikaitkan dengan nilai etika atau moral. Bahasa Jawa sebagai sarana komunikasi layak dijadikan objek kajian untuk mengetahui karakter masing-masing individu atau kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan etis filosofis yang dikaitkan dengan tata cara berkomunikasi orang Jawa. Berdasarkan cara pengkajiannya, etika dapat diklasifikasikan menjadi etika deskriptif dan etika normatif. Metode linguistik digunakan dalam penelitian ini, meliputi kajian kalimat bahasa Jawa yang mempunyai struktur : jejer, wasesa, lesan (subjek, predikat, objek). Unggah-ungguhing basa Jawa atau klasifikasi bahasa Jawa sangat penting dalam interaksi sosial karena mengandung apresiasi moral yang tinggi. Hasil penelitian ini mendeskripsikan bahwa Masyarakat Jawa menyebut etika atau ajaran moral dengan istilah pepali, unggah-ungguh, suba sita, tata krama, tata susila, sopan santun, budi pekerti, wulang wuruk, pitutur, wejangan, wursita, dan wewarah. Cara percakapan dapat digunakan untuk memahami kekhasan bahasa Jawa di tiap-tiap daerah, sehingga mempermudah studi komparatif kebahasaan. Dalam sistem komunikasi masyarakat Jawa kuno terdapat kebijaksanaan hidup dan pendidikan tradisional yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk menggali butir-butir kearifan lokal. Dialek Bahasa Jawa sebagai ungkapan multikulturalisme. Keselarasan sosial dapat diperoleh dengan studi kebahasaan dan komunikasi yang baik.
Komunikasi Antarpribadi sebagai Strategi Sosialisasi Pelestarian Alam di Kepulauan Seribu Muharto Toha; Adityo Sudwi Nugroho
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i2.3428

Abstract

Komunikasi merupakan langkah awal dalam interaksi manusia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi komunikasi interpersonal para karyawan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu yang dapat memberikan informasi kepada publik, dalam hal ini para petani dan nelayan. Pendekatan yang digunakan adalah subjektif dengan data kualitatif, yang dapat menghasilkan uraian mendalam tentang ucapan-ucapan, tulisan-tulisan, dan perilaku yang dapat diamati dari seseorang, kelompok, komunitas, dan organisasi tertentu dalam konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang lengkap, komprehensif, dan menyeluruh atau utuh (holistic). Temuan penelitian ini adalah strategi komunikasi interpersonal pada karyawan Balai Taman Nasional menggunakan komunikasi antarpribadi yang intensif yaitu keterbukaan berkomunikasi, saling jujur, mendukung, dan berkesinambungan. Setiap individu yang terkait langsung dengan program ini dapat saling mengerti masalah-masalah yang mereka hadapi, atau yang dihadapi orang lain.
Assessing Indonesia’s Diplomacy on the Regional Conflict Management: Lessons from the South Thailand Conflict Settlement Arifi Arifi; Deddy Mulyana
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i1.3419

Abstract

Artikel ini menjelaskan masalah masalah dan prospek bagi penyelesaian konflik secara komprehensif dan langgeng di Thailand Selatan, dan bagaimana Indonesia memainkan peranannya secara signifikan.Fakta menunjukkan bahwa sumber konflik kontemporer di Thailand Selatan tidak hanya berasal dari faktor lingkup internal semata, namun juga berasal dari faktor lingkup eksternal, seperti perkembangan pengaruh ideologi jihadis di tingkat global dan regional. Faktor-faktor tersebut membawa kepada kompleksitas persoalan konflik di wilayah ini dan selanjutnya mengundang perhatian dan keprihatinan masyarakat internasional, khususnya kalangan negara-negara tetangga Thailand. Sejauh ini Indonesia telah mempelopori upaya menyikapi konflik di Thailand Selatan melalui pendekatan media si baik melalui jalur pemerintah (track one) maupun jalur non-pemerintah (track two). Perundingan perdamaian Bogor tahun 2008 dan upaya mediasi konflik yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam konteks ini merupakan tonggak sejarah dalam perjalanan diplomasi total Indo- nesia. Indonesia tertantang memainkan peran lebih aktif lagi dalam mendukung terwujud nya perdamaian langgeng di wilayah Asia Tenggara, khususnya di wilayah Thailand Selatan yang dirundung konflik. Pelajaran yang dari proses mediasi di masa lampau diharapkan memperkokoh diplomasi Indonesia mendukung penyelesaian konflik Thailand Selatan.
Radio Komunitas sebagai Media Alternatif untuk Pemberdayaan Masyarakat Sigit Tripambudi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 3 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i3.3440

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran radio komunitas sebagai media alternatif pemberdayaan masyarakat lokal. Prinsip media komunitas adalah “dari, oleh, dan untuk komunitas”. Kepentingan utamanya adalah untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat lokal dan dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Menurut hasil penelian, pemanfaatan radio komunitas belum maksimal disebabkan antusiasme masyarakat lokal sendiri yang masih kurang memanfaatkan media lokal. Cerminannya adalah peran aktif kelompok monitor (pendengar aktif) dalam rutinitas operasional radio komunitas. Hanya radio komunitas yang didukung aktif oleh kelompok monitor yang dapat memberikan peran pemberdayaan bagi warga komunitasnya. Aktif dalam hal menjaga rutinitas operasional siaran, menggali potensi, dan masalah yang dihadapi warga komunitas, serta mencari solusi permasalahan yang dihadapi warga komunitas.

Filter by Year

2008 2025