cover
Contact Name
Ida Wiendijarti
Contact Email
ida.wiendijarti@upnyk.ac.id
Phone
+682137688150
Journal Mail Official
jik@upnyk.ac.id
Editorial Address
Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 16933028     EISSN : 24078220     DOI : https://doi.org/10.31315/jik.v21i3
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi focuses on writings that contain current research and thinking in the fields of: Communication Science, including media and journalism studies, audio and audiovisual broadcasting studies, public relations studies and advertising studies; Design of Visual Communication; Marketing Communications; Health Communication; Communication Psychology; Sociology of Communication;
Articles 504 Documents
Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Korea Selatan di Yogyakarta Zuraida Henny; Christina Rochayanti; Isbandi Isbandi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i1.3414

Abstract

Kemajuan teknologi komunikasi mempengaruhi akses berbagai budaya Korea ke Indonesia. Negara Korea dan Indonesia saling bekerjasama dalam berbagai aspek. Hampir setiap semester mahasiswa Korea yang datang ke Yogyakarta meningkat jumlahnya. Kedatangan mereka di Yogyakarta mengakibatkan kontak antarbudaya tidak bisa dihindari, sehingga penyesuaian atau adaptasi komunikasi antarbudaya terjadi karena latar belakang budaya yang berbeda. Perbedaan latar belakang budaya menyebabkan terjadinya kecemasan atau ketidakpastian dalam proses penyesuaian dan interaksi dengan orang-orang pribumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penyesuaian dan adaptasi dalam komunikasi antarbudaya dan hambatan yang dihadapi mahasiswa Korea selama di Yogyakarta. Teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kegelisahan atau Manajemen Ketidakpastian dari WilliamB.Gudykunst dan pendekatan komunikasi antarbudaya melalui persepsi, komunikasi ver- bal dan nonverbal oleh LarryA.Samovar, analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dari pengamatan di lapangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan atau ketidakpastian yang dialami oleh mahasiswa Korea. Selain itu ada hambatan utama yang dialami dalam menyesuaikan diri dengan mahasiswa pribumi oleh mahasiswa Korea yaitu bahasa. Namun demikian, rasa saling menghargai, memahami dan rasa empati dapat meminimalkan munculnya konflik.
Kompetensi Komunikasi Bisnis Lintas Budaya Puji Lestari; Retno Hendariningrum; Prayudi Prayudi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 3 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i3.3435

Abstract

Kompetensi komunikasi bisnis lintas budaya sangat diperlukan di era global ini. Kompetensi komunikasi berkaitan erat dengan sudut pandang seseorang tentang sekelompok orang tertentu (stereotip). Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh stereotip antaretnik terhadap kompetensi komunikasi bisnis di antara para pengusaha perak Jawa dan Padang di Yogyakarta dan di Padang. Penelitian ini menggunakan perspektif objektif dengan metode pengumpulan data kuantitatif, serta teknik analisis Structural Equation Model (SEM). Secara keseluruhan hasil penelitian ini memperkuat keberadaan Teori Etnosentrisme, Teori Komunikasi Antarbudaya Gudykuns dan Kim, serta Modell Kompetensi Komunikasi Antarbudaya Spitzberg. Para pengusaha perak Jawa dan Padang saling berkomunikasi dengan melibatkan budaya (nilai-nilai budaya), sosiobudaya (pengalaman antaretnik), dan psikobudaya (prasangka sosial). Model kompetensi komunikasi antarbudaya Spitzberg yang meliputi; motivasi, pengetahuan, dan keahlian berkomunikasi, telah teruji untuk kasus di Indonesia, khususnya pengusaha perak etnik Jawa dan Padang. Penulis berharap keberadaan teori-teorii komunikasi bisnis antarbudaya semakin berkembang di Indonesia.
Pahlawan Devisa dalam Perspektif Media Billy K. Sarwono
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i2.3429

Abstract

Fenomena kekerasan terhadap TKW (Tenaga Kerja Wanita) terus muncul, termasuk kasus Ruyati yang dianggap fenomenal karena pemberitaan media sangat intensif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kasus Ruyati yang dibingkai dan disuarakan oleh media melalui para narasumber perempuan. Teori yang digunakan adalah standpoint theory dan konsep feminist media. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing Entman. Sumber data diperoleh dari pemberitaan koran Kompas, Media Indonesia, dan Republika, karena ketiganya memberitakan kasus Ruyati dan TKI lebih intensif dibandingkan dengan koran lain sejak tanggal 20 Juni sd 1 Juli 2011. Hasil penelitian menunjukkan; (1) Munculnya nada pesimis terhadap kinerja pemerintah dalam menyikapi kasus TKI; (2) Posisi perempuan sebagai narasumber jumlahnya lebih sedikit dibanding laki-laki. Secara kuantitatif, media massa belum menunjukkan pembelaan cukup berarti kepada TKW. Kaum perempuan yang biasanya menjadi korban kekerasan tidak diberi posisi berarti untuk menyuarakan kepentingannya; dan (3) Nada suara narasumber laki-laki menekankan pembenahan di bidang politik, hokum, dan ekonomi yang terkait dengan TKW, sedangkan kepedulian narasumber perempuan berfokus pada penyelamatan individu TKW seharusnya dilakukan melalui diplomasi tingkat tinggi.
Dinamika Media Massa Lokal dalam Membangun Demokratisasi di Daerah Eko Harry Susanto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i2.3422

Abstract

Kebebasan informasi yang didukung oleh berbagai peraturan, memberikan keleluasaan media untuk menyebarkan pesan kepada masyarakat. Kebutuhan informasi semakin beragam sejalan dengan prinsip keterbukaan informasi publik. Media massa nasional sulit untuk memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan informasi khalayak di daerah yang menyangkut kegiatan pemerintah daerah. Ruang lingkup penelitian ini berfokus pada pemberitaan media online, tentang eksistensi media lokal. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemberitaan kompas.com, tentang media lokal dan untuk memahami eksistensinya dalam membangun demokratisasi pemerintahan di daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi kualitatif untuk menelaah pernyataan tentang pers lokal di kompas.com, dari tahun 2008 sampai dengan Mei 2011. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebebasan informasi membentuk kekritisan pemberitaan media, konflik antara media lokal dengan penguasa, dan berkembangnya demokrasi dalam pemerintahan sesuai tuntutan masyarakat.
Kajian Produksi Pesan Iklan Ambient Media Bambang Sukma Wijaya
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 3 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i3.3441

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengetahuan-pengetahuan yang digunakan kreator dalam memproduksi pesan iklan ambient media dan membandingkannya dengan teori produksi pesan Action Assembly Theory dari John Greene. Dengan menggunakan metode kualitatif-eksploratoris melalui pendekatan interpretif, peneliti mewawancarai secara mendalam beberapa subjek atau informan yakni kreator iklan ambient media dari berbagai latar belakang yaitu; pengarah kreatif eksekutif dan mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) yang karya iklan ambient media-nya pernah memenangkan lomba. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa kreator iklan ambient media menggunakan pengetahuan subjektif yang berasal dari pengalaman pribadi dan pengetahuan objektif yang berasal dari kalimat (brief) kreatif sebagai pengetahuan isi (content knowledge) dalam memproduksi iklan ambient media. Peneliti juga menemukan bahwa content knowledge dan procedural knowledge seperti yang terdapat dalam Action Assembly Theory, kreator iklan ambient media juga menggunakan context knowledge dalam memproduksi pesan, bahkan pengetahuan ini memiliki peran sangat penting dalam membentuk pengalaman khalayak konsumen terhadap pesan yang merupakan ciri khas iklan ambient media.
Penggunaan Internet dan Kinerja Dosen Pegawai Negeri Sipil Kopertis Wilayah III Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i1.3417

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pengaruh penggunaan internet terhadap kinerja dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kopertis wilayah III.Teori yang digunakan yaitu Teori Computer-Mediated-Communication (CMC), teori penerimaan dan penggunaan teknologi, dan kinerja. Variabel Bebas penelitian ini meliputi penggunaan internet dengan indikator: intensitas penggunaan internet dan pencarian infomasi tentang ilmu pengetahuan terkini. Variabel terikat yaitu kinerja dosen diukur dengan indikator kinerja di bidang pendidikan dan pengajaran, kinerja di bidang penelitian, dan kegiatan ilmiah lainnya, serta kinerja di bidang pengabdian kepada masyarakat. Paradigma penelitian menggunakan paradigma Positivistik dengan data kuantitatif. Populasi yaitu dosen Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kopertis Wilayah III yang ditugaskan di berbagai Perguruan Tinggi Swasta di wilayah Jakarta, Bogor, Tanggerang, Depok dan Bekasi (JABODETABEK) sebesar 1036 orang. Sampel diambil dengan rumus Yamane sebesar 94 responden. Hasil penelitian menyatakan bahwa koefisiendeterminasiatau R Square 0,319. Ini berarti besar pengaruh variabel penggunaan Internet terhadap Kinerja dosen adalah 31,9 persen. Jika persentase tersebut dikonversi ke dalam skala ordinal dengan 3 klasifikasi yaitu kecil, sedang dan besar; maka rentang prosentase setiap klasifikasi adalah 33 persen. Adanya pengaruh sebesar 31,9 persen tersebut termasuk dalam klasifikasi kecil. Penelitian ini mendukung teori Computer-Mediated-Communication (CMC), teori penggunaan teknologi, dan menguatkan konsep kinerja dosen untuk populasi dosen di Kopertis wilayah III.
Pariwara Corporate Social Resonsibility di Suratkabar Pikiran Rakyat Elvinaro Ardianto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i2.3432

Abstract

Penelitian ini bertujuan; (1) mendeskripsikan kecenderungan teks dan konteks Pariwara Cor- porate Social Responsibility di Suratkabar Pikiran Rakyat; (2) mendeskripsikan kecenderungan produksi teks Pariwara Corporate Social Responsibility di Suratkabar Pikiran Rakyat; (3) mendeskripsikan konsumsi teks Pariwara Corporate Social Responsibility di Suratkabar Pikiran Rakyat; dan (4) mendeskripsikan kecenderungan sosiokultural Pariwara Corporate Social Responsibility di Suratkabar Pikiran Rakyat. Metode penelitian ini menggunakan Analisis Wacana Kritis dari Norman Fairclough. Temuan penelitian ini adalah; (1) Pariwara Corporate Social Responsibility dalam teks dan konteks adalah positif; (2) Pariwara Corporate Social Responsibility dalam produksi teks dipengaruhi oleh redaksi dan pengiklan redaktur yang terlibat dalam pembuatan Pariwara; (3) Pariwara Corporate Social Responsibility dalam konsumsi teks khalayak pembaca memahami bahwa Corporate Social Responsibility dapat meningkatkan taraf hidup atau kesejahteraan; dan (4) Pariwara Corporate Social Responsibility dalam sosiokultural bahwa kegiatan Corporate itu bukan charity, tetapi kegiatan yang berkesinambungan. Rekomendasi penelitian ini sebaiknya perusahaan ; (1) memelihara dan meningkatkan kegiatan Corporate Social Responsibility yang bernilai positif; (2) meningkatkan kegiatan Corporate Social Responsibility yang berlangsung terus menerus; dan (3) perlu adanya evaluasi tentang pelaksanaan Corporate Social Responsibility.
Komunikasi Pemerintah Daerah dalam Program Pembangunan Daerah Wisata Pantai Pascabencana S. Bekti Istiyanto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i1.3412

Abstract

Gempa dan tsunami pada 17 Juli 2006, meninggalkan banyak catatan tidak hanya untuk masyarakat lokal tetapi juga untuk pemerintah daerah. Terdapat berbagai kebijakan khususnya pengembangan proses komunikasi untuk masyarakat lokal dari pemerintah daerah. Di Pantai Pangandaran, dalam program perencanaan awal setelah bencana, mereka menerima hibah dari pemerintah untuk pemulihan hidup mereka tetapi keterlibatan tersebut berhenti meskipun program ini berjalan selama lima tahun. Situasi yang berbeda terjadi di PantaiWidarapayung dan Pantai Parangtritis. Tidak terdapat program pemulihan terintegrasi di Pantai Widarapayung dari pemerintah Cilacap sampai sekarang, hanya beberapa penampungan dibangun kembali dan toko-toko. Bagi Pemerintah Bantul, mereka memiliki program untuk relokasi perdagangan ke lokasi baru dan menyusun beberapa aturan bagi stakeholder di sekitar Pantai Parangtritis. Walaupun program tersebut tidak dapat diklasifikasikan sebagai program pemulihan bagi masyarakat setempat setelah bencana namunprogram relokasi membantu pariwisata yangada lebih baik dari sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Informan yang ada dikumpulkan sebagai representasi lembaga yang diwakili pemerintah daerah di Ciamis, Cilacap dan pemerintah Bantul dan masyarakat lokal di sana.
Social Media Marketing: Consumer Behavior on The Cruelty Free Concern of Beauty Brand Wayan Weda Asmara Dewi; Fitria Avicenna
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i1.2379

Abstract

Penelitian ini bertujuan pada produk kecantikan yang peduli dengan isu “be cruelty-free” yang berarti perusahaan tersebut tidak mengujikan produknya pada hewan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan instrumen wawancara. Responden wawancara dipilih secara purposive sampling dengan syarat bahwa responden berumur 17-35 tahun, pengguna Instagram, dan sudah menggunakan produk kecantikan selama kurang lebih 1 tahun. Hasil menunjukkan bahwa Instagram menjadi media sosial yang diakses hampir setiap hari, baik untuk mencari hiburan, sekedar mengisi waktu, maupun mencari informasi. Terdapat kemungkinan isu “be cruelty free” diketahui melalui Instagram. Isu “be cruelty free” dapat dikemas secara kreatif menjadi informasi yang menarik perhatian, mudah diakses, dan menjadi topik diskusi di Instagram. Selanjutnya, “be cruelty free” memberikan kesan positif yang menunjukkan kepedulian perusahaan pada kesejahteraan hewan dan dampaknya pada keseimbangan lingkungan dalam jangka panjang. Isu ini bukanlah faktor yang berpengaruh secara langsung terhadap manfaat individu, sehingga tidak memberikan pengaruh yang dominan pada keputusan pembelian. Terlebih lagi, konsumen mungkin tidak akan melakukan pembelian ulang, jika harganya mahal. Kontribusi penelitian ini berupa rekomendasi kebijakan kepada perusahaan agar lebih memperhatikan lagi kesejahteraan kepada hewan dengan tidak menguji coba produk kepada hewan.
Menggali Kebijakan Penyiaran Digital Di Indonesia Nur Malik Maulana
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v17i1.2332

Abstract

Digitalisasi penyiaran merupakan sebuah keniscayaan yang membawa era baru penyiaran di Indonesia. Teknologi digital menjadi solusi tepat dalam mengatasi keterbatasan frekuensi pada penyiaran analog, tetapi sampai saat ini Indonesia belum merealisasikan penyiaran digital dikarenakan belum adanya payung hukum yang mengaturnya dan UU No.32/2002 tentang Penyiaran belum memuat aturan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gagasan kebijakan dan regulasi penyiaran digital yang seharusnya dibuat oleh pemerintah. Metode penelitian ini adalah studi dokumentasi atau pustaka dengan melihat data-data yang berasal dari beberapa regulasi tentang penyiaran digital di Indonesia dan beberapa artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan adanya proses saling pengaruh antara agen dan struktur dibalik pembuatan regulasi digitalisasi penyiaran yang digambarkan dengan tarik menarik kepentingan yang sangat kuat antara kepentingan publik, pemilik modal dan pemerintah. Pemilihan model multipleksing yang digunakan untuk penyiaran digital menjadi sebuah perdebatan sengit. Single multipleksing merupakan model yang paling tepat digunakan. Penguasaan frekuensi oleh pemerintah menciptakan ranah publik (public sphere) yang berisi keseimbangan antara kepentingan privat dan publik. Sehingga cita-cita penyiaran dengan diversity of ownership dan diversity of content dapat terwujud. Kontribusi penelitian ini berupa rekomendasi kebijakan kepada pihak digital agar regulasi penyiaran digital harus didasari keseimbangan antara kepentingan privat dan kepentingan publik.

Filter by Year

2008 2025