cover
Contact Name
Ida Wiendijarti
Contact Email
ida.wiendijarti@upnyk.ac.id
Phone
+682137688150
Journal Mail Official
jik@upnyk.ac.id
Editorial Address
Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 16933028     EISSN : 24078220     DOI : https://doi.org/10.31315/jik.v21i3
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi focuses on writings that contain current research and thinking in the fields of: Communication Science, including media and journalism studies, audio and audiovisual broadcasting studies, public relations studies and advertising studies; Design of Visual Communication; Marketing Communications; Health Communication; Communication Psychology; Sociology of Communication;
Articles 504 Documents
Konglomerasi Media Antara Konvergensi Media dan Kebebasan Berpendapat Muhammad Hilmy Aziz
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v16i3.3203

Abstract

Di tengah maraknya praktik konglomerasi media, terselip beberapa permasalahan yang nampaknya sepele. Akan tetapi sangat berpengaruh pada kondisi masyarakat yang kecenderungan tidak bisa lepas dalam mengonsumsi media. Terlebih dalam hal kebebasan pers dan berpendapat yang seakan masih terbelenggu walaupun telah lama berada pada era reformasi dan keterbukaan informasi. Hasil yang ditemukan dalam studi ini yaitu Media belum bisa mewujudkan ruang publik yang leluasa karena prosentase kepentingan pemilik media masih cenderung tinggi dibandingkan dengan warga; Media hanya dijadikan sebagai komoditas bisnis yang bisa meraup keuntungan dengan jumlah besar; Pemilik media yang juga sebagai konglomerat industri media telah mendapuk dirinya juga dalam dunia perpolitikan. Pemilik media hanya mengomando suara untuk disiarkan dan yang sesuai dengan kepentingannya. Segala bentuk konten yang ada diarahkan untuk bisa memobilisasi pendapat masyarakat untuk memiliki persepsi yang sama seperti kehendak pemilik media. Sehingga konten yang ada sangat tidak proporsional dalam menyajikan data, fakta yang sesungguhnya terjadi.
Pendekatan Komunikasi Partisipatif sebagai Model Pelaksanaan Program Corporate Social Responsibility (CSR ) JAPFA4Kids Susilowati Natakoesoemah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v16i3.3206

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR ) telah menjadi bagian yang integral dalam industri bisnis saat ini. Paradigma CSR pun telah berubah, perusahaan harus berusaha mengimplementasikan CSR dengan pendekatan Sustainable Development Goals (SDG’s)“ pada visi businessnya. Prinsip yang dikandung dalam Sustainaible Development pada intinya adalah perusahaan tidak hanya memperhatikan keuntungan perusahaan semata dengan cara menjaga reputasi, corporate image atau meningkatkan market share namun juga harus mengembangkan proses pembangunan tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi yang akan datang. Oleh karena itu SDG’s melibatkan 3 pilar atau yang dikenal dengan “Triple Bottom Line “ yakni pertama meminimalisir kerushakan lingkungan; Kedua , memberikan manfaat kepada masyarakat dimana organisasi berada; Ketiga, memberikan “economic value” bagi perushaan. Untuk menjalankan prinsip program CSR dengan prinsip SDG’s ini memerlukan partisipasi dari perusahaan maupun masyarakat , maka untuk membantu mengatasi solusi ini diperlukan pendekatan komunikasi partisipatif dalam pelaksanaan program CSR. Makalah ini mengindikasikan bahwa untuk mendorong perubahan perilaku kebiasaan masyarakat sehari-hari atau meningkatkan kesadaran masyarakat tidak cukup hanya melalui pengembangan komunikasi partisipatif , namun diperlukan pula program yang berkesinambungan dengan melakukan mentoring dan berbagi pengetahuan untuk memperkuat sikap dan perilaku terhadap kesehatan dan gizi serta kebersihan.
Peran Komunikasi Pemasaran Industri Kreatif Festival Budaya Dieng 2018 dalam Pembentukan Identitas Kota Tuti Widiastuti; Eli Jamilah Mihardja; Prima Mulyasari Agustini
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 16, No 3 (2018)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v16i3.3207

Abstract

Dieng merupakan sebuah tempat yang kental dengan sejarah dewa yang pernah tinggal di sana. Pada awal mulanya Dieng merupakan tempat dengan penghasil tanaman perkebunan dataran tinggi yang terkenal, kemudian sampailah kepada isu lingkungan yang menyerang Dieng. Adanya hal tersebut, salah satu penduduk Dieng membuat kegiatan Dieng Culture Festival atau DCF yang dapat mengembalikan perekonomian yang sempat hancur. Hingga, DCF 2018 segala bentuk industri kreatif yang dibentuk oleh para masyarakatnya sukses dan menjadi suatu barang yang wajib dibeli saat mengunjungi Dieng. Sehingga, pada saat ini masyarakat tidak terlalu bergantung kepada alam tetapi memiliki sumber hasil usaha yang lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DCF 2018 dan industri kreatif merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dan saling mendukung satu sama lain.
Strategi Komunikasi dalam Pemberdayaan Masyarakat Korban Konflik Poso Muhammad Khairil
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 3 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i3.3436

Abstract

Berbagai konflik sosial bernuansa agama baik antar sesama pemeluk ajaran satu agama maupun yang berbeda keyakinan seringkali mewarnai kehidupan setiap insan beragama. Manusia saling menyalahkan satu sama lain, klaim kebenaran sebagai kebenaran mutlak, hakim menghakimi sehingga saling membunuh satu sama lain atas nama agama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi komunikasi yang selama ini dilakukan dalam proses pemberdayaan masyarakat korban konflik Poso berbasis agama dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan perspektif emik yaitu mengutamakan pandangan dan pendirian subjek penelitian terhadap situasi yang dihadapinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, kehidupan masyarakat Poso terbagi dalam tiga fase yaitu pra konflik, saat konflik, dan pasca konflik. Kedua, langkah-langkah strategis dalam upaya pemberdayaan masyarakat setidaknya dilakukan dalam dua hal yaitu pendidikan damai berbasis pluralisme agama dan budaya serta penguatan modal sosial. Ketiga, strategi komunikasi dalam upaya pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan tiga pendekatan yaitu komunikasi antarpesonal dalam bentuk negosiasi, komunikasi kelompok, dan organisasi dalam bentuk pembentukan. Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) dan komunikasi massa berbasis budaya seperti halnya publikasi pelaksanaan Festival Danau Poso (FDP).
Model Komunikasi dalam Sosialisasi Undang-undang No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga Susilastuti Dwi N; M. Edy Susilo; Zudiyatko Zudiyatko
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i1.3415

Abstract

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) telah membawa perubahan budaya yang fundamental karena mengubah persoalan kekerasan dalam rumah tangga dari ranah domestik ke ranah publik. Sosialisasi UU ini menjadi sangat penting dan telah dilakukan satu tahun sejak UU ini disahkan. Penelitian ini berusaha untuk mengevaluasi kegiatan sosialisasi Undang-Undang PKDRT yang dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Daerah (BPPM) Istimewa Yogyakarta dan mendapatkan model baru, bagaimana kegiatan sosialisasi dilakukan. Teknik descriptive analysis digunakan melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik kegiatan sosialisasi UU PKDRT di DIY. Temuan utama penelitian ini adalah komunikator yang berperan sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi perlu mendapatkan perhatian. Komunikator dipilih berdasarkan latar belakang komunikan yakni masyarakat sasaran kegiatan sosialisasi. Selama ini kegiatan sosialisasi Undang-Undang PKDRT yang dilaksanakan BPPM masih berasal dari internal BPPM dan belum banyak menggunakan variasi narasumber. Komunikator kegiatan sosialisasi tidak hanya sekedar menguasai Undang-Undang PKDRT namun harus mengkaitkan dengan persoalan penyebab masalah KDRT seperti persoalan sosial, budaya, agama, ekonomi. BPPM DIY hendaknya lebih memfokuskan kegiatan sosialisasi untuk jajaran pemerintah propinsi, kota atau kabupaten dalam bentuk training, yang akan menjadi narasumber jenjang di bawahnya.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Diskrepansi Kepuasan Pembaca Tuti Widiastuti; Suharyanti Suharyanti; Dessy Kania; Dianingtyas M. Putri; Bambang Sukma Wijaya
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i2.3430

Abstract

Setiap orang memiliki motif dalam menggunakan media massa dan tidak setiap media dapat memenuhi kepuasan seseorang. Sering terdapat kesenjangan antara apa yang diinginkan seseorang dari media massa dengan apa yang diperoleh orang tersebut setelah mengonsumsi media massa. Dalam pandangan uses and gratification, seseorang secara selektif menggunakan media massa untuk mempertahankan atau merubah kondisi perasaan (suasana hati) atau kondisi kegembiraan (rousal). Tulisan ini menguji gratifikasi yang diharapkan (gratification sought/GS) berpengaruh pada gratifikasi yang diperoleh khalayak (gratification obtained/GO). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif, dengan teknik pengambilan responden purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil uji Path Analysis, bahwa kepuasan khalayak pada surat kabar secara langsung maupun tidak, dipengaruhi oleh faktor gratifikasi yang diharapkan (GS), gratifikasi yang diperoleh (GO), sosiabilitas, teman sebaya, intensitas membaca surat kabar, tingkat interaktivitas, kredibilitas sumber, tingkat pendidikan, dan tingkat sosial ekonomi.
Partisipasi Politik Perempuan dalam Kontruksi Sosial Budaya Media Elly Malihah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 3 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i3.3442

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberi gambaran tentang Partisipasi Politik Perempuan di Empat Daerah di Jawa Barat dan bagaimana kontruksi sosial budaya tentang peran gender. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan status kelompok sebagai objek dan peristiwa yang berlangsung. Pendekatan subjektif data kualitatif menekankan pada prosedur penelitian dengan kajian etnografi untuk memahamii kehidupan masyarakat berdasarkan sudut pandang dari masyarakat itu secara holistik. Penambahan data kuantitatif digunakan untuk melihat apakah gambaran itu berlaku secara umum melalui persepsi masyarakat terhadap partisipasi politik perempuan dan rekontruksi sosial budaya media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya keterwakilan perempuan dalam partisipasi politik langsung (menjadi kader partai, anggota parlemen, dan pemutus kebijakan politik) dipengaruhi oleh berbagai faktor, sistem pemilihan umum dan perekrutan kader partai, ketidakmauan perempuan terjun langsung ke dunia politik praktis, masih ada anggapan keliru (persepsi masyarakat terhadap dunia politik), faktor budaya patriakhat dan doktrin agama, serta ketidakmampuan perempuan mengatasi masalah, faktor lain yang mempengaruhi adalah rekontruksi sosial budaya media.
Popularitas Selebriti sebagai Komoditas Politik Wahyuni Choiriyati; Ida Wiendijarti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i2.3423

Abstract

Banyak partai politik menggunakan artis perempuan sebagai pengumpul suara dalam pemilihan umum (pemilu). Riset ini bertujuan mendeskripsikan upaya-upaya membongkar praktik stereotip artis perempuan sebagai pengumpul suara di partai politik, dilakukan dengan metode Critical Discourse Analysis Fairclough dengan melihat hubungan teks yang mikro dengan konteks masyarakat yang makro. Titik perhatian riset ini adalah melihat bagaimana pemakai bahasa membawa nilai ideologis tertentu dan dianalisis secara menyeluruh. Bahasa dilihat sebagai perspektif yang membawa konsekuensi tertentu. Bahasa secara sosial dan historis adalah bentuk tindakan, dalam hubungan dialektik dengan struktur sosial.Analisis harus dipusatkan pada bagaimana bahasa itu terbentuk dan dibentuk dari relasi sosial dan konteks sosial tertentu. Kajian ini menemukan dinamika Rubrik Pokok dan Tokoh yang termuat dalam majalah Tempo mengenai liputan selebriti politisi. Terdapat subordinasi patriarki yang dilanggengkan dalam teks yang diproduksi oleh awak media (dalam hal ini wartawan) yang telah melalui proses seleksi gatekeeping dengan melibatkan struktur redaksi media yang bersangkutan.
Komunikasi Interpersonal Orangtua dan Anak dalam Pendidikan Seksual Ida Wiendijarti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 3 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i3.3437

Abstract

Fenomena yang merisaukan banyak pihak, pada dekade sekarang ini adalah pola pacaran para remaja yang menjurus pada hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh dan komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak dalam pendidikan seks remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-interpretatif, yang menggabungkan penggunaan metode penelitian survai, in-depth-interview, dan metode focus group discussion. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat adanya perbedaan perlakuan antara remaja perempuan dan remaja laki-laki dalam memperoleh perlakuan dalam hal pemberian pendidikan seks. Pada remaja perempuan nampaknya orangtua masih terus memberikan pendampingan dan memberikan penjelasan terutama ketika anak memasuki menstruasi pertama. Remaja laki-laki cenderung lebih banyak memperoleh pengetahuan seksual dari teman atau pun media massa. Hal ini diakui oleh orangtua karena anak laki-laki dianggap lebih kecil resikonya dalam hal penyimpangan perilaku seksual dibandingkan perempuan. Peran ibu masih lebih mendominasi dalam memberikan bekal pendampingan kepada anak, sehingga pendampingan kepada remaja perempuan cenderung lebih intensif daripada remaja laki-laki.
Penggunaan Situs Jejaring Sosial sebagai Media Interaksi dan Komunikasi di Kalangan Mahasiswa Edwi Arief Sosiawan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v9i1.3416

Abstract

Komunikasi menggunakan situs jejaring sosial memiliki keutamaan yaitu memfasilitasi komunikasi dan interaksi secara virtual tanpa batas ruang dan waktu serta potensi untuk menjadikan komunikasi dan interaksi yang harmonis. Salah satu kelompok yang memerlukan dukungan social adalah mahasiswa yang masih berada pada tataran masa remaja. Mahasiswa membutuhkan dukungan yang semakin meningkat terutama ketika menghadapi situasi-situasi baru dan tantangan. Situasi ini dapat dialami ketika seorang remaja sebagai mahasiswa merantau ketempat atau daerah lain. Rumusan masalah yang diambil adalah :”Bagaimana Penggunaan situs jejaring social sebagai media interaksi dan komunikasi dalam memenuhi kebutuhan dukungan sosial di kalangan pengguna mahasiswa yang berada di lokasi Kelurahan Condong Catur dan Catur Tunggal Kabupaten Sleman? “Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bermaksud memberikan gambaran dan identifikasi tentang proses interaksi dan komunikasi dalam situs jejaring sosial beserta aspek psikologisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial yang diperoleh oleh subjek pengguna meliputi aspek rasa penghargaan yang diterima oleh informan pengguna dari links friends mereka. Banyaknya jumlah list friends merupakan bentuk dari perupaan jaringan komunikasi yang dibentuk oleh pemilik akun. Dalam konteks penelitian ini maka terbukti bahwa informan mendapat dukungan social dari sisi keterlibatannya dalam kelompok baik dalam konteks interaksi maupun dalam konteks komunikasi.

Filter by Year

2008 2025