cover
Contact Name
Ida Wiendijarti
Contact Email
ida.wiendijarti@upnyk.ac.id
Phone
+682137688150
Journal Mail Official
jik@upnyk.ac.id
Editorial Address
Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 16933028     EISSN : 24078220     DOI : https://doi.org/10.31315/jik.v21i3
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi focuses on writings that contain current research and thinking in the fields of: Communication Science, including media and journalism studies, audio and audiovisual broadcasting studies, public relations studies and advertising studies; Design of Visual Communication; Marketing Communications; Health Communication; Communication Psychology; Sociology of Communication;
Articles 504 Documents
Program Deradikalisasi Dalam Perspektif Komunikasi Politik Susilastuti Dwi Nugrahajati; Basuki Agus Suparno
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i3.11440

Abstract

Kelompok teroris dalam aktivitasnya yang mengedepankan kekerasan, ancaman, dan ketakutan pada dasarnya menyampaikan pesan politik kepada negara. Dalam kegiatannya mereka menggunakan manajemen komunikasi yang detail dengan memperhatikan komponen-komponen komunikasi seperti komunikator, pesan dan penggunaan media. Deradikalisasi merupakan pendekatan soft power untuk melawan radikalisme yang dilakukan BNPT dengan menggunakan pendekatan persuasi. Deradikalisasi yang dilakukan BNPT merupakan pendekatan soft power untuk mengajak mantan narapidana teroris kembali ke NKRI. Program deradikalisasi tidak bisa serta merta mendorong mantan narapidana untuk kembali ke masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian terhadap mantan narapidana, program deradikalisasi sebaiknya tidak hanya terfokus pada mereka yang sedang menjalani hukuman, namun juga pihak luar yaitu anggota keluarga yang masih berkomunikasi dengan anggota kelompoknya. Program deradikalisasi perlu mempertimbangkan pemilihan komunikator, isi pesan, komunikasi dan media yang akan digunakan.
Perilaku Komunikasi Dosen dan Mahasiswa UB dan UUM dalam Mencari Informasi Sebelum dan Selama Pandemi Covid-19 Rachmat Kriyantono; Reza Safitri; Fitria Avicenna; Azahar Kasim; Rohmania Chandra Sari; Amin Heri Susanto; Moch Fauzie Said; Ahmad Muwafik Saleh; Muhammad Hafidz Daros Airlangga
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i3.10946

Abstract

Penyebaran covid-19 menyebabkan krisis global yang mengancam berbagai aspek, tidak terlepas sistem pendidikan. Perubahan perilaku mencari informasi ilmiah oleh dosen dan mahasiswa terkait pembelajaran menjadi referensi online. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah situs perpustakaan universitas menjadi sumber utama yang dipilih oleh dosen dan mahasiswa dalam mencari informasi ilmiah sebelum dan selama pandemi, seberapa puaskah dosen dan mahasiswa dalam menggunakan informasi yang ditawarkan melalui website perpustakaan universitas dan bagaimana cara dosen dan mahasiswa berbagi informasi yang diperoleh dari website. Penelitian dilakukan dengan survei online menggunakan kuesioner dengan pemilihan responden melalui convenience sampling. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi melalui online memegang peran vital dalam proses pembelajaran. Website menjadi sumber utama pencarian informasi ilmiah karena sebagai platform internet mampu mengadopsi jenis komunikasi massa dan komunikasi personal. Kemampuan adopsi ini yang menjadi faktor kemudahan bagi pengguna dalam keterbatasan interaksi sosial akibat pandemi. Penelitian memiliki keterbatasan dalam hal generalisasi yang tidak seimbang karena jumlah responden yang berbeda jauh. Selain itu, untuk penelitian lebih lanjut di waktu yang akan dating, perlu dilakukan penelitian uji korelasional atau uji pengaruh pada data-data yang telah ditemukan. Penelitian kualitatif juga dapat dilakukan untuk memverivikasi motif-motif para informan.
Spanduk Peringatan Bahaya Covid-19: Mengurai Tingkat Relevansi dan Efek Humor Bayu Permana Sukma; Reza Amarta Prayoga
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i3.7923

Abstract

Tingginya tingkat penyebaran Corona Virus Desease 19 (Covid-19) di Indonesia sepanjang tahun 2020 mendorong pemerintah untuk melakukan penerapan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tidak hanya itu, masyarakat juga berinisiatif menyerukan pencegahan penyebaran Covid-19 melalui karantina wilayah (lockdown) dengan membuat spanduk-spanduk imbauan dan peringatan secara swadaya. Karena dibuat secara swadaya, imbauan dan peringatan bahaya Covid-19 pada spanduk dibuat secara bebas dan beragam, baik dari segi isi informasi, tampilan, maupun cara penyampaian. Tidak jarang imbauan dan peringatan tersebut menimbulkan efek humor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat relevansi informasi pada imbauan atau peringatan bahaya Covid-19 pada spanduk yang dibuat oleh masyarakat ditinjau dari Teori Relevansi (TR). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan dari foto-foto yang berisi spanduk lucu yang diperoleh dari beberapa artikel di media daring, yaitu www.pikiran-rakyat.com, www.brilio.net,www.99.co., dan www.oto.detik.com.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi pada spanduk buatan masyarakat terkait Covid-19 memiliki tingkat relevansi yang beragam. Tingkat relevansi tersebut dapat dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Namun demikian, hanya kategori rendah dan kategori sedang yang ditemukan pada data. Terkait hubungan antara tingkat relevansi dan efek humor yang ditimbulkannya, hasil penelitian menunjukkan bahwa spanduk dengan tingkat relevansi sedang maupun rendah berpotensi menciptakan sebuah efek humor. Setelah melewati beberapa tahap interpretasi, pembaca akan menangkap informasi inti sekaligus memperoleh efek humor yang dimaksudkan pembuat spanduk.
Potret Masyarakat Perbatasan Papua: Interaksi, dan Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan Analisis Komunikasi Ririt Yuniar; Imania Rahmah
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i3.9209

Abstract

Nasionalisme yang dimiliki oleh masyarakat perbatasan, khususnya di Papua (Skouw) perlu mendapatkan perhatian khusus, akibat interaksi yang intensif dengan negara tetangga. Interaksi tersebut berupa aktivitas ekonomi, sosial, maupun budaya sebagai negara yang berdampingan dengan Papua Nugini menjadi faktor penting untuk dianalisis, ditinjau dari keuletan dan ketangguhan masyarakat. Interaksi sosial dapat melalui perkembangan teknologi, sosial, budaya, yang menjadi penyebab tergerusnya kearifan lokal di daerah tersebut jika tidak mengoptimalkan filternya sebagai salah satu bentuk kewaspadaan terhadap potensi ancaman. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi interaksi dan persebaran budaya masyarakat perbatasan dengan negara tetangga yang perlu diwaspadai dengan arif dan bijaksana menggunakan strategi penanganan yang efektif dan efisien. Strategi penanganan yang dimaksud memberikan kontribusi pada bidang ilmu komunikasi yang berlandaskan teori model komunikasi SMCR. Mix-metode digunakan untuk pengambilan data melalui penyebaran angket, wawancara mendalam serta observasi yang dilakukan secara langsung di Skouw, Jayapura, Papua, Indonesia. Hasil penelitian ini, menunjukan masyarakat Skouw memiliki nasionalisme dan toleransi yang tinggi. Meskipun mereka sering berinteraksi dengan negara tetangga, akan tetapi, masih mempertahanan keutuhan NKRI dengan menghormati budaya asing yang masuk tanpa meninggalkan budaya asli yang dimilikinya. Penguatan dan peningkatan nilai-nilai kebangsaan perlu menjadi sebuah Gerakan Nasional guna memperkokoh keuletan dan ketangguhan bangsa dalam mewujudkan Ketahanan Nasional.
Unveiling the Online Presence: A Comparative Study of Social Media Use in Branding Creative Cities - A Case Study of Singapore and Bandung Prayudi Prayudi; Kartika Ayu Ardhanariswari; Ninik Probosari
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 22, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v22i1.11547

Abstract

This article compares the social media strategies and engagement metrics utilized by two prominent creative cities, Singapore and Bandung. Singapore and Bandung are creative cities using different social media techniques and measurements. This research examined how the Singapore Design Council and Bandung Creative City Forum used social media to brand their cities. This research further analyzes social media in terms of reach and sentiment. The study adopted descriptive and social media analyses. The purpose was to obtain social media strategies and compare their social media channels, mentions, reach, and sentiment. The research findings show that Singapore's leading creative city branding platform is Instagram, proposing a more focused strategy. Bandung communicates with its numerous online citizens via Instagram and Twitter. Bandung generates more social media mentions and reaches, indicating a more active and engaged online community. Despite this, Singapore's social media sentiment is overwhelmingly positive, reflecting a solid and favorable perception of the city as a creative center. In addition, the study emphasizes the significance of platform selection and content diversity when developing social media strategies. This comparative analysis contributes to a comprehension of the effective use of social media for creative city branding. The study informs stakeholders in Singapore and Bandung about the strengths, limitations, and opportunities of their social media engagement. By utilizing these findings, policymakers, urban planners, and creative industry professionals can enhance their efforts to promote their cities as thriving creative centers.
Why We Should See YouTube From Digital Ecology Perspective Romdhi Fatkhur Rozi; Romdhi Fatkhur Rozi; Rachmah Ida; Budi Irawanto
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 22, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v22i1.9113

Abstract

This study is a critical perspective in exploring changes in social, cultural and political forms related to the development of contemporary communication technology. The main theme of this research is YouTube's digital space with the topic of utilizing the main features of geo-tagging, hashtags and live streaming. Researchers observed three content creators in utilizing the features of the digital platform to carry out social interactions and actions. The purpose of this study is to explain that the character of the users and the current use of digital platforms is a representation of the interaction and socio-cultural situation of contemporary society as a part of the digital ecosystem. This research is qualitative in nature with specific observations on micro phenomena, so the results are not generalizations, but in the form of data findings to support the hypothesis, namely the importance of a critical perspective of digital ecology to explain contemporary digital ecosystem phenomena. This article is supported by comparative descriptions and descriptions of the development of several theoretical models as well as social-technological changes that have occurred before. This research contributes to providing an important perspective that media and technology studies must move from discussions about human and technology interactions, to discussions about human interactions in technology. As a study of ongoing phenomena, the researcher places this research by opening up to the potential for the latest changes that can occur along with technological developments.
Community Based Tourism (CBT) sebagai Model Pengembangan Desa Wisata Adat Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Bambang Dwi Prasetyo; Nufian Susanti Febriani; Wayan Weda Asmara Dewi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 22, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v22i1.9285

Abstract

Tourism is one of the important activities that helps aspects of community economic development. Tourism development policies must be supported by all parties so that they can run optimally. The existence of tourism development is able to become an economic driver with the emergence of new jobs for the community, besides that the development of tourism can also prevent environmental damage and loss of local culture, so that later it is hoped that the community will become more aware of tourism activities. Community involvement in tourism development is known as Community Based Tourism (CBT). The success of developing a tourist village itself is largely determined by the potential for tourism attraction that must be owned by the village, one of which is the development of indigenous people-based tourism. This research was conducted using qualitative research through in-depth interviews. The stages in this study include three stages, namely: the pre-research stage to identify problems, objectives and research flow through literature study, then carry out the observation and interview stages to identify challenges and support for the Traditional Tourism Village model, Ngadas Village, Malang Regency, and finally is the final stage where the researcher will map and formulate the design of a tourist village model. The results of the study are that Empowerment of the Ngadas tourism village involves Community Based Tourism (CBT), namely Tourism Awareness Groups (Pokdarwis) and Bumdes of Ngadas Village through the village's local potential which is staged to become an attractive treat for tourists to come visit.
Hierarchy Needs of Investigation Journalist in Spotlight Movie: The Semiotics Study Gita Juniarti; Nikolaus Ageng Prathama
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 22, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v22i1.7410

Abstract

Spotlight movie explains about investigation journalist activities on The Boston Globe office. Editor in chief of The Boston Globe interests in the case of childhood sexual abuse in the US. While the team investigates it, they encounter many obstacles on the field. They get the threat and intimidate from any parts. The key sources do not want to talk about the incident. They do not provide important data about this case. In the end, Spotlight team managed to uncover the truth. Their investigation was successful and also get a Pulitzer award. This research use hierarchy of needs theory to analyze the motivations of investigative journalist. The hierarchy of needs illustrates the level of a person’s needs, start from psychological needs; safety needs; love and belonging needs; self-esteem; and self-actualization. This research also uses Ferdinand de Saussure theory to analyze signs, signifiers and signified that indicate about fulfillment needed of humans. The findings of this study show that Spotlight journalist has reached the highest human needs, namely self-actualization. Investigation journalists have big motivation to occur the optimal work as a social warrior to reveal facts and uphold justice. 
Sentiments Analysis on Twitter Towards Hoax Information on Social Media News Ansar Suherman; Ferdi Ferdi; Harry Fajar Maulana; Muhammad Rizal Ardiansah Putra
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 22, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v22i1.8421

Abstract

Hoaxes are a perilous byproduct of huge technology advancements, particularly the rise of social media. Using Twitter as an example, it is one of the most popular social media platforms for information sharing, communication, and entertainment. As a consequence, Twitter users may readily propagate fake or hoax information. The aim of this study is to find public opinion about hoaxes derived from Twitter user conversations around COVID-19. This study makes use of Twitter data obtained from Drone Emprit Academic. This study examined all processed tweets and surveyed public opinion on "Hoaks" (including mentions, retweets, and replies). The DEA engine analyzes the word frequency and mood of Twitter users to determine if a predominant emotion is good, negative, or neutral. According to the study results, netizens remarked on the COVID-19, alleging that the appearance of the Delta type variation was caused by the vaccination, not the virus. They do not regularly check facts owing to boredom, laziness, and reliance on just one source of information verification. Furthermore, only information that corresponds to their interests and needs will be approved. Thus, via discourse about Hoax, social media allows the formation of a platform for mutual understanding, sharing, and dynamically debating the meaning of demonstrations. This research provides a contribution to the disclosure of information about public opinion towards a discourse discussed on Twitter with the help of a DEA engine.
Penggunaan Dompet Digital dalam Transaksi Daring bagi Millennial Moms selama Pandemi Covid-19 Indah Wenerda; Nunik Hariyanti
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i3.5572

Abstract

Millennial moms adalah kelompok ibu-ibu yang tumbuh dikelilingi oleh teknologi, internet, dan media sosial. Selama pandemi COVID-19 millennial moms melakukan alternatif dalam memenuhi kebutuhan keluarga secara daring. Pilihan ini dilakukan karena lebih cepat, praktis, dan harga lebih murah. Metode pembayaran pun juga dilakukan non tunai/cashless karena sejalan dengan protokol kesehatan. Fenomena ini digunakan sebagai landasan dalam penelitian ini untuk mengetahui praktik transaksi daring yang dilakukan oleh millennial moms. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada millennial moms di Yogyakarta. Pemilihan pada millennial moms dipilih secara purposive sampling yakni perempuan yang lahir antara akhir 80-an dan 90-an, sudah menikah, memiliki anak, aktif menggunakan internet, dan aktif melakukan transaksi daring selama pandemi COVID-19. Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam namun tidak terstruktur. Hasil penelitian menunjukan bahwa millennial moms melakukan pembelian barang secara daring untuk barang-barang tertentu yang tidak ada di swalayan. Metode pembayaran yang digunakan tidak semua millennial moms menggunakan aplikasi dompet digital melainkan ada yang menggunakan metode COD. Kesenjangan digital menjadi penyebab pada praktik ini yakni poin kecakapan digital/digital skills yang harus dimiliki pengguna agar transaksi daring terjadi. Dengan demikian seluruh pengguna dompet digital khususnya millennial moms dapat mengasah kecakapan digitalnya agar praktik transaksi daring dapat dilakukan dengan baik, bijak, dan aman.

Filter by Year

2008 2025