cover
Contact Name
Ida Wiendijarti
Contact Email
ida.wiendijarti@upnyk.ac.id
Phone
+682137688150
Journal Mail Official
jik@upnyk.ac.id
Editorial Address
Kampus II UPN "Veteran" Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Tambakbayan, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Komunikasi
ISSN : 16933028     EISSN : 24078220     DOI : https://doi.org/10.31315/jik.v21i3
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Komunikasi focuses on writings that contain current research and thinking in the fields of: Communication Science, including media and journalism studies, audio and audiovisual broadcasting studies, public relations studies and advertising studies; Design of Visual Communication; Marketing Communications; Health Communication; Communication Psychology; Sociology of Communication;
Articles 504 Documents
The Association between Aspect of Family Communication Dimentions Beforehand, To, and Throughout The COVID-19 Pandemic Maulina Pia Wulandari; Fakhirah Amanda
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i2.5120

Abstract

The COVID-19 pandemic resulted in the Indonesian government implementing work-from-home and Distance Learning (PJJ) regulations that affect how people communicate with others, how close they feel to each other, and how they resolve family problems. This research aims to analyze the different types of communication within the family that influence the level of closeness and differences of opinion before, during, and after the COVID-19 pandemic. This research uses quantitative research methods, collecting data through survey questionnaires and using Statistical Structural Equation Modeling(SEM) as the primary technique for data analysis. The results of this study show substantial changes in communication and conflict patterns in families before and after the COVID-19 pandemic. In addition, no significant differences were found before and during the pandemic in the relationship between family communication patterns and family intimacy, as well as between family intimacy and family conflict. Family intimacy is essential in mediating the relationship between family communication patterns and conflict. This study shows that increasing levels of family communication, characterized by a lack of understanding of the roles of individual family members and a focus on dialogical communication and equality, can give rise to disputes that weaken unity and harmony within the family unit. This research contributes to the field of family communication theory by showing the impact of external circumstances, such as a pandemic, on internal family dynamics.
Tantangan Profesi Jurnalis Perempuan dalam Liputan di Wilayah Konflik Mia Dwianna Widyaningtyas; Aceng Abdullah; Siti Karlinah; Aquarini Priyatna
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i2.7725

Abstract

Penelitian ini membahas profesi jurnalis perempuan Indonesia dalam meliput di wilayah konflik. Pemberitaan konflik merupakan tantangan berat bagi jurnalis, khususnya jurnalis perempuan. Kajian tentang perempuan menjadi perhatian utama banyak peneliti karena pengalaman hidup perempuan merupakan bentuk pengetahuan yang penting. Artikel ini bertujuan mengungkap pengalaman jurnalis perempuan dalam meliput konflik, perandan keberadaan Perempuan di dunia jurnalistik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Pemilihan jenis penelitian ini secara khusus dapat mengungkap pengalaman jurnalis perempuan dalam melaporkan konflik. Subjek penelitian ini adalah lima (5) jurnalis perempuan Indonesia yang berpengalaman dalam meliput konflik. Kajian ini menghasilkan konsep terkaitpengalaman jurnalis perempuan dan tantangan selama meliput di wilayah konflik, posisi jurnalis Perempuan di zona konflik, pengalaman terkait strategi jurnalis perempuan dalam menghadapi tantangan dalam peliputan konflik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jurnalis perempuan mampu meliput konflik meskipun berstatus minoritas dan fakta bahwa kemampuannya dipertanyakan karena identitasnya sebagai perempuan. Agar berhasil meliput konflik, jurnalis perempuan harus bekerja lebih keras daripada jurnalis laki-laki. Perempuan dapat meliput dari perspektif yang berbeda yakni perspektif perempuan yang tidak dimiliki oleh jurnalis laki-laki. Penelitian ini memberi kontribusi kepada jurnalis untuk memahami dan menghargai pekerjaan jurnalis perempuan di wilayah konflik.
Demographics Based Digital Literacy Level of National Hospital Employees as Digitizing Health Services Factor Rizky Patria Nevangga; Niken Sasadhara Sasmita; Jokhanan Krsitiyono; Adi Wasis Prakosa
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i2.6493

Abstract

The government had imposed restrictions on community activities to overcome COVID-19. That impacted health services, mainly routine control queues for chronic disease patients. Digitalization of health services is a solution, but it needs to be supported by human resources with good digital literacy. This study aims to determine the relationship between the profile of hospital employees and health workers and the level of digital literacy at the National Hospital (NH). The theory used is about digital literacy and health services. Digital literacy is necessary for public health service units in the new media era. Increasing digital literacy among employees and paramedics in hospitals is a challenge. This research method uses descriptive quantitative, with a cross-sectional design. Demographic data and the level of digital literacy of NH employees were obtained using a questionnaire via Google Forms. Correlation analysis uses a significance test of the relationship between two variables; correlation and comparison are used as measurement analysis. The results show that the literacy level of NH employees is dimension two (2) with a proficiency level of 8 based on Digicomp 2.1. Productive age, women, undergraduate education, and the nursing profession has high digital literacy. This study concludes that the digitization of health services in NH is booming due to the high level of employee digital literacy with the employee profile above. This research contributes to an overview of employee profiles, which can be considered when recruiting employees.
Komunikasi Pendidikan melalui Pemanfaatan Media Pembelajaran Daring pada Masa Pandemi COVID-19 di Universitas Nusa Cendana Mas'amah Mas'amah; Juan A Nafie; Emanuel S Leuape; Apris A Adu
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i2.7647

Abstract

Pandemi COVID-19 memaksa Universitas Nusa Cendana (Undana) memberhentikan pembelajaran tatap muka dan menggantinya dengan pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pelaksanaan komunikasi pendidikan melalui pengembangan media pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19 di Undana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulandata dilakukan dengan teknik wawancara mendalam bersama 48 orang, dengan rincian 11 dosen mewakili masing-masing fakultas dan 37 orang mewakili mahasiswa selanjutnya data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis data model interaktif. Hasil penelitian menemukan bahwa media komunikasi pendidikan pada masa pandemi COVID-19 di Undana adalah aplikasi Google Meet, Zoom, Whatsapp, Telegram, Google Classroom karena lebih mudah dioperasikan dibanding e-learning Undana sebagai mediakomunikasi internal kampus. Penggunaan ragam aplikasi sebagai media pembelajaran di Undana menambah kerumitan proses belajar. Minimnya antusiasme mahasiswa, pemahaman dosen terhadap media pembelajaran serta belum meratanya akses jaringan internet di Provinsi NTT juga menjadi kendala tersendiri sehingga belum sejalan dengan pengimplementasian kurikulum “Merdeka Belajar Kampus Merdeka”. Penelitian inimemberikan kontribusi tentang komunikasi pendidikan melalui pengembangan media pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19 serta sebagai masukan bagi pembuat kebijakan di universitas terkait efektivitas pemanfaatan aplikasi e-learning sebagai sarana komunikasi pendidikan di Undana.
Pseudo Power Tiga Periode pada Jaringan Komunikasi Islam Tradisional dan Modern di Media Sosial Twitter Irwan Dwi Arianto; Rachmah Ida; Kacung Marijan
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i2.9932

Abstract

Isu tiga (3) periode digulirkan elit partai politik Muhaimin Iskandar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Zulkifli Hasan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), memiliki kedekatan sejarah dengan dua ormas besar Islam di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Isu juga dibicarakan oleh follower Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Perkembangan isu tiga (3) periode dapat dipahami melalui media sosial yang selama ini sulit diukur melalui metode tradisional (survei). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perkembangan isu dan mengidentifikasi jaringan Islam Tradisional dan Modern di media sosial Twitter. Metode penelitian menggunakan metode riset sosial berbasis big data dengan analisis jaringan komunikasi. Menggunakan kata kunci “tiga (3) periode” melalui NodeXL dan ASIGTA teridentifikasi 12.818 pengguna membentuk 43.913 hubungan dalam sembilan (9) relasi percakapan. Hasil penelitian menemukan Top Influencer yaitu @jokowi, @fahmiagustian, @nephilaxmus, @andiarief__, @bachrum_achmadi, @jimlyas, @democrazymedia, @goel578, @cnnindonesia dan @_ekokuntadhi. Aktor Islam Tradisional 8,65%, Islam Modern 12,75%, Nusantara Berkemajuan 5,01%, dan Alternatif 73,59%. Pembicaraan Islam Tradisional 8,23%, Islam Modern 16,09%, Nusantara Berkemajuan 6,13%, dan Alternatif 69,55%. Sentimen percakapan negatif sebesar 44,05%, netral sebesar 25,49%, dan positif sebesar 30,46% menunjukkan mayoritas penolakan dan ketidaksetujuan. Penelitian ini memberi kontribusi terbentuknya isu dan dipengaruhi oleh berbagai faktor pada ruang kontestasi media sosial Twitter.
Identitas Budaya Banyumasan dalam Dialek Ngapak Catur Nugroho; Ilham Pria Kusuma
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i2.4556

Abstract

Fenomena malu untuk menggunakan bahasa Jawa Banyumasan atau dialek ngapak di luar daerah asal mulai dirasakan oleh sebagian mahasiswa yang berdomisili di kota Bandung. Tujuan penelitian mengevaluasi aktivitas komunikasi dan pemilihan penggunaan dialek ngapak sebagai identitas budaya Banyumasan yang terjadi pada mahasiswa asli Banyumas di lingkungan Universitas Telkom yang tergabung dalam komunitas IWAKMAS. Mahasiswa asal Banyumas menggunakan dialek ngapak ketika berinteraksi dengan teman yang berasal dari wilayah yang sama dan menciptakan sebuah komunitas bernama IWAKMAS sebagai bentuk identitas mereka. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Data diperoleh dengan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Terdapat sepuluh orang informan yang merupakan mahasiswa asli Banyumas yang menggunakan dialek ngapak dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan bahasa Jawa Banyumasan dilakukan oleh para mahasiswa secara fleksibel disesuaikan dengan lawan berbicara. Komunikasi dan interaksi yang berjalan dengan spontan, mengikuti kebutuhan komunikasi, dan melibatkan semua individu yang terlibat dalam situasi komunikasi tertentu. Penggunaan dialek ngapak khas Banyumasan secara konsisten berperandalam membentuk identitas budaya Jawa Banyumasan, merupakan salah satu strategi dalam menjaga keberlanjutan identitas budaya di antara mahasiswa. Kontribusi penelitian ini menjadi rujukan bagi para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pewarisan dan pemajuan budaya, terutama terkait bahasa daerah sebagai simbol dan identitas budaya.
Digital Activism of Health Professional during Pandemic: a Lesson Learned from @Pandemictalks Gustaf Wijaya; Irfan Wahyudi; Rachmah Ida
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i3.9067

Abstract

Ketika pandemi COVID-19 menyebar, aktivisme digital muncul sebagai respons terhadap infodemik di Indonesia. Studi ini berfokus pada aktivisme digital Pandemictalks dan bertujuan untuk mengeksplorasi tujuan, strategi, dan dampaknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis. Penelitian ini menggunakan model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough untuk mengkaji praktik linguistik dan sosiokultural yang digunakan oleh Pandemictalks selama periode penelitian. Temuan mengungkapkan bahwa Pandemictalks dilatarbelakangi oleh kegelisahan awal akibat pandemi di Indonesia, didorong oleh kurangnya kewaspadaan dan transparansi data pemerintah. Studi ini mengidentifikasi lima bidang fokus utama Pembicaraan Pandemi: protokol kesehatan, kebijakan pemerintah, pendidikan, vaksinasi, dan perubahan iklim. Melalui aktivisme digitalnya, Pandemictalks menyediakan saluran informasi alternatif dan jalur pengaduan, sekaligus melakukan kampanye positif bagi masyarakat. Tujuan utama dari Pandemictalks adalah untuk meningkatkan kesadaran akan COVID-19 di masyarakat, berkontribusi pada penyebaran informasi penting. Selain itu, aktivitas mereka memungkinkan mereka mengakumulasi modal sosial, terbukti dengan bertambahnya jumlah pengikut mereka. Dalam hal konstruksi bahasa, Pandemictalks menggunakan gaya bahasa diksi populer dan sindiran untuk menyelaraskan dengan suasana Instagram, sehingga secara efektif melibatkan audiens mereka. Penelitian ini menyoroti pentingnya aktivisme digital selama pandemi dan perannya sebagai sumber informasi alternatif dan platform bagi keprihatinan masyarakat di Indonesia. Studi ini merekomendasikan riset berikutnya untuk menggali lebih dalam upaya komunikasi sains dan komunikasi kesehatan yang dilakukan oleh para aktivis, pendidik, dan petugas kesehatan selama dan pascapandemi di Indonesia.
Studi Kasus Opini Masyarakat Terkait Keterbukaan Komunikasi Pemerintah Desa dalam Penanganan COVID-19 Novita Ika Purnamasari
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 21, No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v21i3.4540

Abstract

Penelitian ini didasari dari ditemukannya fakta dalam menyampaikan informasi pasien COVID-19, pemerintah desa enggan membuka data yang dibutuhkan masyarakat dengan alasan mengurangi kegelisahan. Mengejutkannya, ditemukan beberapa pengelola pemerintah desa yang secara diam-diam menyampaikan informasi COVID-19 hanya pada orang-orang terdekat dan meminta mereka untuk tutup mulut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis permasalahan keterbukaan informasi yang menjadi penghambat pemerintah desa untuk menjalankan keterbukaan informasi dengan didasari dari opini masyarakat kecamatan Sumbermulyo maupun sebagian anggota pemerintah desa terkait COVID-19. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan rentang pengamatan Juni 2020 hingga Februari 2021 serta melibatkan enam informan. Melalui penelitian ini diketahui bahwa problem komunikasi terjadi pada sistem yang memiliki kuasa yaitu pemerintah desa di mana masing-masing satuan unit tugas memiliki aturan dan kebijakan berbeda, faktor kedekatan personal menjadi alasan longgarnya penanganan COVID-19 dan kesediaan mengungkap informasi hanya pada beberapa orang terdekat secara diam-diam, adanya keinginan agar data pasien tidak diungkap transparan karena dikhawatirkan berpengaruh pada skor sebaran COVID-19 kecamatan, dan tidak adanya komunikasi terstruktur yang membuat masyarakat harus membuat kebijakan sendiri.
Pertentangan Kecemasan dan Perilaku dalam Membentuk Sikap Politik Masyarakat di Masa Pandemi COVID-19 Anna Agustina; Umar Halim; Nurul Hidayat; Rustono Farady Marta
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 22, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v22i1.7068

Abstract

COVID-19 telah menyebabkan kecemasan pada masyarakat yang timbul dari emosi dan persepsi yang negatif terkait wabah COVID-19. Informasi yang simpang siur dan kebijakan penanganan COVID-19 yang tidak jelas dari pemerintah memunculkan pandangan negatif dari masyarakat dan menurunkan tingkat kepercayaan terhadap Pemerintah saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah persepsi, emosi dan perilaku tentang COVID-19 berpengaruh terhadap sikap politik masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei di mana data-data dalam penelitian ini melakukan analisis dengan menghitung secara statistik dengan bantuan SPSS versi 25.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat merasa cemas akan COVID-19, karena dapat membahayakan kesehatan keluarga dan teman terdekat serta berharap wabah COVID-19 segera berakhir dan dapat diatasi. Selanjutnya, efek dari kecemasan tersebut menimbulkan perubahan sikap politik di mana masyarakat merasa peristiwa wabah COVID-19 memunculkan sikap politik kurang percaya dan ketidaksukaan terhadap pemerintah dan bisa menimbulkan peluang untuk melakukan perubahan sosial di Indonesia. Dari hasil uji regresi juga mendapatkan bahwa persepsi, emosi dan perilaku berpengaruh terhadap sikap politik masyarakat. Kontribusi penelitian ini memberikan masukan kepada pemerintah dan masyarakat serta para aktor politik bagaimana kecemasan terkait informasi dan penanganan COVID-19 bisa berpengaruh terhadap sikap politik.
Media Massa dan Kontruksi Realitas (Analisis Framing Terhadap Pemberitaan UU IKN pada Media Online Tempo.co dan mediaindonesia.com) Didi Permadi; Inas Sany Muyassaroh; Hartuti Purnaweni; Agus Setio Widodo
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 22, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v22i1.7754

Abstract

Wacana Pemerintah Indonesia memindahkan Ibu Kota Negara masih menjadi perbincangan diberbagai kalangan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana cara Media massa dalam hal ini adalah Tempo.co dan Mediaindonesia.com mengkonstruksi pemberitaan terkait Undang-undang Ibu Kota Negara. Penelitian ini menggunakan analisis framing yang dikemukakan oleh Zhongdang Pan dan Geralad M Kosickly. Cara teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan pemberitaan terkait UU IKN di media massa (Tempo.co dan Mediaindonesia.com). Tahapan berikutnya menganalisis berita tersebut dengan Teknik analisis Framing Zhongdang Pan dan Gerald M Kosickly, di mana model analisis ini digunakan untuk mengetahui realitas yang dibentuk dibalik wacana atau framing dari media massa. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa media memiliki kebijakan redaksi masing-masing dalam hal pemberitaan yang mempengaruhi keberpihakan sebuah media sesuai dengan kepentingan media tersebut, hal ini menimbulkan konstruksi dan realitas yang berbeda dalam pemberitaan di media massa. Penelitian ini akan memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana media massa menggunakan framing (bingkai pemberitaan) dalam melaporkan isu-isu terkait UU IKN.

Filter by Year

2008 2025