cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agrivet@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jalan SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Yogyakarta 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agrivet
ISSN : 14103796     EISSN : 27226018     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrivet (ISSN: 1410-3796) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan mengenai berbagai aspek yang terkait dengan Agronomi dan bidang pertanian yang terkait (Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman, Hama Penyakit Tanaman dan Sumber Daya Lahan). Agrivet diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET" : 6 Documents clear
PERTUMBUHAN MIKROSTEK TANAMAN VANILI (Vanilla planifolia Andrews) PADA BERBAGAI KONSENTRASI NAPHTHALENE ACETIC ACID DAN BENZYL ADENINE SECARA IN VITRO Amin, Ja'far Taufik; Wijayani, Ari
Jurnal Agrivet Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i2.13778

Abstract

Tanaman vanili merupakan komoditas rempah beraroma khas yang memiliki potensi besar yang dimanfaatkan diberbagai bidang. Perbanyakan vanili dapat secara in vitro untuk mendapatkan bibit yang seragam dan sifat sama dengan induknya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi NAA dan BA yang tepat pada mikrostek vanili. Penelitian menggunakan percobaan laboratorium yang disusun dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi NAA 1, 2, 3 mg/l dan faktor kedua adalah konsentrasi BA 1, 1,5, 2 mg/l. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) pada taraf 5% dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Perlakuan NAA dan BA memiliki interaksi pada tinggi planlet dengan kombinasi 3 mg/l + 1 mg/l, 2 mg/l + 1 mg/l, dan 2 mg/l + 1,5 mg/l memberikan hasil paling baik. Konsentrasi NAA 2 mg/l dan 3 mg/l memberikan pertumbuhan terbaik pada jumlah tunas dan bobot segar planlet. Konsentrasi BA 1 mg/l memberikan pertumbuhan terbaik pada jumlah akar, panjang akar, dan bobot segar. BA 1,5 mg/l baik untuk pertumbuhan jumlah tunas, jumlah akar, dan bobot segar. BA 2 mg/l baik untuk waktu muncul tunas dan pertumbuhan jumlah tunas.
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK BEBERAPA GENOTIPE TANAMAN CABAI RAWIT PUTIH (Capsicum frutescens L.) GENERASI F2 Hanif, Muhammad Arkanuddin; Wahyurini, Endah; Supriyanta, Bambang; Suryawati, Ami
Jurnal Agrivet Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i2.14543

Abstract

Cabai rawit putih (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas yang memiliki permintaan tinggi. Salah satu usaha untuk memenuhi permintaan tersebut adalah dengan meningkatkan produktivitas tanaman cabai melalui pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai heritabilitas dan koefisien keragaman genetik juga untuk mengetahui genotipe tanaman cabai rawit putih yang berpotensi dijadikan materi genetik generasi F3. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan meliputi 9 genotipe cabai rawit putih generasi F2 yaitu P6P7-1, P6P7-5, P6P7-7, P6P7- 8, dan P6P7-9. Data hasil pengamatan diolah menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dilanjutkan dengan uji Scott-Knott taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan nilai KKG tinggi pada variabel tinggi insidensi penyakit gemini. Nilai heritabilitas tinggi terdapat pada variabel umur berbunga dan insidensi penyakit virus gemini. Genotipe yang paling berpotensi untuk dijadikan materi genetik generasi F3 adalah P6P7-1.
PERTUMBUHAN PISANG BARANGAN (Musa acuminata Linn.) PASCA AKLIMATISASI PADA BERBAGAI KONSENTRASI KITOSAN DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM Dzakwan, Muhammad Nur; Srilestari, Rina
Jurnal Agrivet Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i2.14751

Abstract

Tahap pasca aklimatisasi menjadi masa kritis tanaman pisang barangan hasil kultur jaringan untuk beradaptasi dengan lingkungan lahan terbuka. Aplikasi kitosan dan pemilihan komposisi media tanam memiliki potensi dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta meningkatkan ketahanan tanaman pisang pasca aklimatisasi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan konsentrasi kitosan serta komposisi media tanam yang optimal bagi pertumbuhan tanaman pisang barangan. Penelitian ini dilakukan melalui percobaan lapangan dengan Rancangan Split Plot. Petak Utama yaitu konsentrasi kitosan 6; 9; 12 mL/L. Anak Petak yaitu komposisi media tanam (tanah : pupuk kotoran sapi : cocopeat) dengan komposisi 2:1:1, 1:2:1, 1:1:2. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5% dan dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara konsentrasi kitosan 6 mL/L dan komposisi media tanam 1:1:2 terhadap panjang akar umur 90 HST. Konsentrasi kitosan 12 mL/L dapat meningkatkan diameter batang pada umur 90 HST. Komposisi media tanam tanah : pupuk kotoran sapi : cocopeat (1:2:1) dapat meningkatkan tinggi tanaman umur 75 HST, jumlah daun umur 75 HST, dan berat kering tanaman umur 90 HST.
EVALUASI MUTU BENIH BEBERAPA VARIETAS PADI (Oryza sativa L.) YANG DIPASARKAN MELALUI E-COMMERCE Sustia Dewi, Ni Kadek Ema; Azizah Ridha Ulilalbab; Nabila Maharani; Bias Denasa
Jurnal Agrivet Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i2.15066

Abstract

Rice (Oryza sativa L.) is the main staple food commodity in Indonesia. This study aimed to evaluate the seed quality of several local rice varieties obtained from e-commerce, based on standard seed quality parameters. The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with a single factor consisting of five local rice varieties: Rojolele, Sedayu, Mentik Susu, Ketonggo, and Jeliteng. Each treatment was replicated four times, resulting in 20 experimental units. The assessed parameters comprised seed moisture content,vigor index, germination percentage, maximum growth potential, pure seed content, proportion of other crop seeds, inert matter content, and seed health (pathology) assessment. The results showed that the Ketonggo variety had the lowest moisture content and the highest germination rate, vigor index, and maximum growth potential. The Mentik Susu variety exhibited the highest percentage of pure seeds and the lowest percentages of other crop seeds and inert matter. The was non-compliant with the established genetic quality standards with a pure seed percentage of less than 98%. Three types of fungi were identified using the blotter test method, namely Aspergillus niger, Aspergillus flavus, and Alternaria sp.
PERCEPATAN PEMATAHAN DORMANSI GALUR MUTAN M5 BENIH PADI (Oryza sativa L.) LOKAL ACEH MELALUI PERLAKUAN KNO3 Lainufar, Putri Aulia; Halimursyadah; Hasanuddin; Efendi
Jurnal Agrivet Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i2.15118

Abstract

Dormansi benih merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya padi (Oryza sativa L.). Benih yang mengalami dormansi dapat menyebabkan keterlambatan perkecambahan serta pembentukan bibit, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan produktivitas tanaman secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai konsentrasi KNO₃ dalam mempercepat pematahan dormansi pada beberapa galur mutan padi M5 hasil iradiasi sinar gamma. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 4 × 7 dengan tiga ulangan. Faktor pertama terdiri atas tujuh galur mutan padi, yaitu USK-Snb-RGO238-045-039e-103, USK-Snb-RGO238-001A-DR-RK-009, USK-Snb-RGO238-063-057e-217, USK-Snb-RGO238-081-075D-206, USK-Snb-RGO238-016-010d-106, USK-Snb-RGO238-094-088j-140, dan USK-Snb-RGO238-081-075m-132. Faktor kedua adalah empat taraf konsentrasi KNO₃ (0%, 2%, 3%, dan 4%). Parameter yang diamati meliputi potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh, waktu mencapai 50% perkecambahan (T₅₀), intensitas dormansi, persistensi dormansi, dan bobot kering kecambah normal. Analisis data dilakukan dengan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur mutan, konsentrasi KNO₃, serta interaksi keduanya memberikan pengaruh nyata terhadap parameter vigor dan viabilitas benih serta masa dormansinya. Kombinasi perlakuan galur USK-Snb-RGO238-001A-DR-RK-009 dengan konsentrasi KNO₃ 4% menghasilkan persentase perkecambahan tertinggi dan intensitas dormansi terendah.
PENGARUH AMPAS KEMIRI, KOTORAN SAPI MENTAH SERTA CARA PENGENDALIAN GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PISANG CAVENDISH (Musa Acuminta, L.) Kasim, M Husain; Eko Amiadji Julianto
Jurnal Agrivet Vol 31 No 2 (2025): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v31i2.15394

Abstract

Pisang Cavendish (Musa acuminata L.) merupakan varietas unggul yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pertumbuhan vegetatif menjadi faktor penentu produktivitas buah, yang sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara dan kondisi lahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian bahan organik tanpa proses pengomposan, yaitu ampas kemiri dan kotoran sapi segar, serta metode pengendalian gulma terhadap pertumbuhan tanaman pisang Cavendish. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor, yaitu jenis pupuk (ampas kemiri, kotoran sapi, Urea+KCl, dan kontrol) serta metode pengendalian gulma (mekanik, herbisida, dan tanpa pengendalian). Parameter yang diamati meliputi jumlah, panjang, dan lebar daun; tinggi dan lingkar batang selama 12 minggu setelah pemupukan (MSP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ampas kemiri secara signifikan meningkatkan seluruh parameter pertumbuhan dibanding perlakuan lain. Jumlah dan ukuran daun, serta tinggi dan lingkar batang pada perlakuan ampas kemiri secara konsisten lebih tinggi dibandingkan kotoran sapi segar dan kontrol. Penggunaan herbisida sebagai metode pengendalian gulma memberikan hasil lebih baik dibanding pemangkasan manual. Dengan demikian, ampas kemiri dapat digunakan secara langsung sebagai pupuk organik pada tanaman pisang tanpa melalui proses pengomposan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6