cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 3 (2020)" : 16 Documents clear
Penggunaan Minyak Sawit dan Pemanasan Bungkil Inti Sawit untuk Manipulasi Ekosistem Rumen terhadap Performans Kambing T. Akbarillah; Hidayat Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.280-286

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan minyak sawit dan bungkil inti sawit yang dipanaskan terhadap performan kambing. Kambing lokal digunakan dalam penelitian ini sebanyak 12 ekor umur 8 bulan dengan berat badan + 14 kg. Kambing diacak menjadi 4 kelompok perlakuan berdasarkan Rancangan Acak Faktorial 2X2 dengan 3 ulangan. Faktor pertama ialah penggunaan minyak sawit dan faktor kedua ialah penggunaan bungkil sawit. Pakan diberikan adalah hijauan dan konsentrat dengan perbandingan 50:50. Pakan diberikan berdasarkan kebutuhan PK 11,2% dan TDN 58%. Variabel yang diukur adalah total konsumsi, koefisien kecernaan, dan pertambahan berat badan. Data yang diperoleh dianalisis variansi dengan program Systat for Windows, bila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil analisis variansi menunjukkan pemanasan bungkil inti sawit berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering (BK). Abu, protein kasar (PK), ekstrak eter (EE) dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) sedangkan defaunasi dengan minyak sawit menurunkan konsumsi dan kecernaan serat kasar (P<0,05). Kombinasi perlakuan menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05). Koefisien cerna BK, abu, PK dan BETN pada perlakuan pemanasan bungkil sawit cenderung lebih tinggi dibanding tanpa pemanasan bungkil sawit. Semua perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap rataan pertambahan berat badan harian.
Nilai Total Digestible Nutrient pada Bahan Pakan By- Product Industri Pertanian sebagai Pakan Kambing yang Diuji secara In Vitro A. I. Syafrudin; E. Pangestu; M. Christiyanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.302-307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai TDN pada berbagai macam bahan pakan by- product  industri pertanian yang dilakukan dengan teknik in vitro. Percobaan dilakukan menggunakan cairan rumen yang diambil dari kambing PE berfistula. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 7 Perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari T1 = Bungkil sawit, T2 = Kulit kopi, T3 = Janggel jagung, T4 = Ampas tahu, T5 = Bungkil kedelai, T6 = Bungkil kelapa dan T7 = Onggok. Parameter yang diukur pada penelitian ini yaitu kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan nilai TDN. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dan dilajut dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis menunjukkan bahwa bahan pakan by- product industri pertanian berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan nilai TDN. Simpulan dari penelitian ini bahwa bahan pakan kulit kopi dan bungkil sawit memiliki kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan nilai TDN yang rendah (<50%). Onggok, bungkil kelapa, bungkil kedelai, ampas tahu dan janggel jagung memiliki kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan nilai TDN yang tinggi.
Pengaruh Kemasan Retorted dan Penyimpanan pada Suhu Ruang Terhadap Kualitas Fisik dan Mikrobiologi Sate Ayam E. Triyannanto; A. S. Arizona; Rusman Rusman; E. Suryanto; R. O. Sujarwanta; Jamhari Jamhari; I. Widyastuti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.265-272

Abstract

Sate ayam merupakan produk olahan daging tradisional yang diminati masyarakat luas namun memiliki daya simpan yang rendah. Ready-to-eat (RTE) sate ayam diproduksi dengan menggunakan metode sterilisasi pada temperature 121°C selama 45 menit.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bahan pengemas, pengaruh lama penyimpanan produk pada suhu ruang.  Sampel sate ayam dikemas dengan kemasan polyethylene dan retort pouch. Masing-masing sampel diuji pada minggu 0, 2, 4, 6, dan 8. Parameter yang diamati adalah kualitas fisik (pH, daya ikat air -DIA, dan keempukan) and TPC (Total Plate Count). Data kualitas fisik dan mikrobiologi dianalisis dengan rancangan acak lengkap pola faktorial. Perbedaan rerata diuji dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test. Masing-masing perlakuan dilakukan sebanyak tiga kali ulangan. Hasil analisis statistik terhadap kualitas fisik dan mikrobiologi menunjukkan bahwa perlakuan masa simpan pada suhu ruang memberikan pengaruh nyata pada nilai rata-rata (P<0,05) kualitas fisik (meningkatkan nilai pH, menurunkan DIA, dan meningkatkan kealotan selama penyimpanan). Selain itu, pengemasan retorted dapat mempertahankan jumlah bakteri dibawah SNI sampai dengan 8 minggu penyimpanan, sedangkan pengemasan polyethylene hanya sampai dengan 2 minggu penyimpanan.  Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perbedaan bahan pengemas dan lama penyimpanan pada suhu ruang memberikan pengaruh yang nyata terhadap kualitas dari sate ayam.
Pengaruh Tarum (Indigofera zollingeriana) dalam Pengencer Semen terhadap Viabilitas dan Tudung Akrosom Utuh Pada Spermatozoa Kambing Peranakan Ettawa P. Cahyani; Y.S. Ondho; D. Samsudewa
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.259-264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pengencer tarum (Indigofera zollingeriana) dalam pengencer semen terhadap viabilitas dan tudung akrosom utuh semen kambing Peranakan Ettawa. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu semen segar pejantan kambing Peranakan Ettawa (PE) sebanyak 5 ekor yang berumur 2-4 tahun dengan bobot badan 74-92 kg. Komponen Bahan pengencer yang dipergunakan adalah pengencer semen dan larutan tarum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penambahan larutan tarum dalam pengencer semen tidak mempengaruhi viabilitas dan tudung akrosom utuh semen kambing Peranakan Ettawa (P>0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah empat perlakuan yang diujicobakan memiliki kemampuan yang sama dalam mempertahankan viabilitas dan tudung akrosom utuh  spermatozoa kambing Peranakan Ettawa.
The Roles of Additive Effect between Swine Keeping Systems and Agro-Ecological Zones in Production and Socioeconomic Traits D. A. Iyai; M. Sagrim; S. Pakage; A. G. Murwanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.242-250

Abstract

The aim of this research was to characterize swine farming system performances tethered under different agro-ecological zones in Papua. The field study was done in Manokwari regency and involved six districts, i.e. Nothern Manokwari district, Eastern Manokari District, Western Manokwari district, Warmare district, Prafi district and Masni district. Respondents chosen were guided by local extensions, originated from 15 villages. Participatory situation analysis (PSA) was employed to approach swine farmers by using questionnaire. Swine body weights of swinelets and growers were weighed except for mature swine, body lengths and hearth girths were measured using tape. Herd number, number of swinelets, adult swine were recorded. A one-way analysis of variances was used. All data were entered in Excel and analyzed using SPPS version 10.0.. The findings shown that interaction between education and keeping systems occur on work hours and ages. Effect of education is significant on experience, location, and ethnic. In keeping systems, effect is real on experience, work hours, location, and ethnic. Interaction do not significant exist in number of swine including see middle man, visited consumer, litter size, number of farrowing and income sources.
Influence Using Turmeric Additive To Relative Weight Of Chicken Digestive Organs A. Badrussalam; Isroli Isroli; T. Yudiarti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.273-279

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan aditif kunyit terhadap bobot relatif organ pencernaan ayam kampung super.Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 September 2017 sampai 10 November 2017 di Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Ayam kampung super yang digunakan dalam penelitian yaitu Day Old Chick (DOC) yang diproduksi oleh PT. Tirto Hartono, Sleman, Yogyakarta sebanyak 200 ekor. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap, dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga ada 25 unit percobaan, setiap 1 pen diisi 8 ekor ayam kampung super. Perlakuan yang digunakan adalah : T0 = Ayam kampung super tanpa diberi aditif kunyit, T1 = Ayam kampung super diberi aditif perasan air kunyit dalam air minum  1:3, T2 = Ayam kampung super diberi aditif tepung kunyit dalam ransum 0,5%, T3 = Ayam kampung super diberi aditif fermentasi ampas kunyit dalam ransum 0,5%, T4 = ayam kampung super diberi aditif ampas kunyit dalam ransum 0,5%. Parameter yang diamati adalah bobot relatif organ pencernaan. Apabila uji keragaman berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian aditif kunyit terhadap bobot relatif organ pencernaan pada ransum ayam kampung super berpengaruh nyata (P<0,05) pada rataan bobot relatif proventrikulus tetapi tidak berpengaruh nyata pada rataan bobot relatif organ pencernaan gizzard, hati, duodenum, jejunum, ileum dan sekum. Kesimpulan hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian aditif kunyit baik dicampur pakan maupun air minum dapat meningkatkan rataan bobot relatif proventrikulus tetapi tidak meningkatkan rataan bobot relatif gizzard, hati, duodenum, jejunum, ileum dan sekum. 
Pengaruh Pemberian Level Protein Berbeda terhadap Performans Produksi Itik Umur 2-10 Minggu di Sumba Timur R. R. Depawole; M. A. Sudarma
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.320-326

Abstract

Itik selalu dipelihara oleh petani lokal sebagai ternak dwi fungsi yang mana lebih diprioritaskan untuk menghasilkan telur dari pada daging sehingga itik dipotong pada saat umur tua yang menyebabkan kerasnya daging itik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji level protein dalam ransum itik untuk mengetahui performans produksi itik umur 2-10 minggu. Penelitian ini menggunakan RAL 4x3 dengan 4 level protein R1 (PK 9%), R2 (PK 12%), R3 (PK 15%) dan R4 (PK 18%) pada 36 ekor itik umur 2 minggu selama 8 minggu masa pemeliharaan di Kabupaten Sumba Timur. Hasil penelitian menunjukkan bawah perlakuan R1 memiliki performans produksi terrendah dan berbeda nyata dibanding perlakuan R2, R3 dan R4. Perlakuan R2, R3 dan R4 tidak berbeda nyata pada variabel bobot badan kumulatif (1.382,50-1.583,61 g/e/8 minggu), konsumsi ransum (805,33-822,88 g/e/h), PBB harian (142,24-170,49 g/e/h), PBB kumulatif (1.137,92-1.363,89 g/e/8 minggu) dan tingkat kematian ternak (0%). Rata-rata konversi ransum R2 (5,70) berbeda nyata dibandingkan R3 dan R4 (berturut-turut 4,86 dan 4,90).  Disimpulkan bahwa ransum perlakuan R3 dapat digunakan sebagai pakan komplit untuk penggemukan ternak itik umur 2-10 minggu yang mana menunjukkan performans produksi yang baik dengan konversi ransum terendah dan harga ransum yang kompetitif.
Pengaruh Penambahan Jamu dalam Ration terhadap Profil Darah Putih dalam Darah Ayam Petelur Nasrullah Nasrullah; Isroli Isroli; Sugiharto Sugiharto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.315-319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jamu dalam ration terhadap profil darah putih dalam darah ayam petelur ditinjau dari total leukosit dan diferensial leukosit antara lain limfosit, eosinofil dan neutrofil. Materi yang digunakan adalah 40 ekor ayam petelur strain Lohmann Brown fase layer umur 40 minggu dengan lama pemeliharaan 30 hari. Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu T0 = ayam petelur tidak diberi tambahan jamu dalam ration, T1 = ayam petelur diberi tambahan jamu dalam ration 0,5%, T2 = ayam petelur diberi tambahan jamu dalam ration 1% dan T3 = ayam petelur diberi tambahan jamu dalam ration 1,5%. Parameter yang diamati adalah leukosit dan differensial leukosit antara lain heterofil, eusinofil dan limfosit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jamu dalam ration tidak berpengaruh terhadap jumlah leukosit dan differensial leukosit. Perlakuan T0, T1, T2 dan T3 menunjukkan jumlah rata – rata leukosit masing – masing 31,30, 35,70, 38,00, dan 38,40 (×103/µL), limfosit masing – masing 25,10, 29,00, 30,70 dan 31,80 (×103/µL), eosinofil masing – masing 1,90, 2,20, 2,60 dan 2,80 (×103/µL), dan neutrofil masing – masing 4,00, 4,30, 4,50 dan 4,50 (×103/µL). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan jamu dalam ration ayam petelur dapat menjaga kesehatan tubuh ayam petelur yang ditandai dengan total leukosit, limfosit dan eosinofil yang tinggi namun masih dalam kondisi normal dan jumlah heterofil yang stabil.
Pengaruh Pemberian Suplemen dan Teat Dipping Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) terhadap Konsumsi Pakan dan Produksi Susu Sapi Laktasi Mastitis Subklinis N. E. Kharisa; R. Hartanto; D.W. Harjanti
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.327-332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian suplemen dan antiseptik teat dipping temulawak terhadap konsumsi pakan dan produksi susu sapi laktasi penderita mastitis subklinis. Materi penelitian adalah 12 ekor sapi perah Friesian Holstein (FH) penderita mastitis subklinis, laktasi ke 3-5 dan bulan laktasi ke 5-6 dengan rata-rata bobot badan 466,49±44,99 (CV = 9,75%) kg dan produksi susu awal 6,90±2,70 (CV = 39,34%) liter. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan 3 kelompok yang didasarkan produksi susu yaitu rendah, sedang dan tinggi. Perlakuan yang diterapkan yaitu T0 = tanpa perlakuan, T1 = Pakan basal + suplemen temulawak 1% kebutuhan BK, T2 = Pakan basal + antiseptik teat dipping temulawak dan T3 = Pakan basal +suplemen temulawak 1% kebutuhan BK + antiseptik teat dipping temulawak. Parameter penelitian ini yaitu konsumsi bahan kering pakan dan produksi susu. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) pada taraf signifikasi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi BK dan produksi susu. Simpulan dari penelitian adalah pemberian suplemen 1% kebutuhan BK dan antiseptik teat dipping temulawak belum mampu meningkatkan konsumsi BK dan produksi susu sapi perah laktasi penderita mastitis subklinis.
Penurunan Kadar Tanin Silase Kulit Pisang dengan Menggunakan Berbagai Aditif T. N. I. Koni; T. A. Y. Foenay
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 15, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.15.3.333-338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan karbohidrat mudah larut sebagai aditif terhadap kandungan tanin, bahan kering protein kasar dan lemak kasar silase kulit pisang. Metode eksperimen digunakan dalam penelitian ini dengan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Tiga perlakuan adalah (P0) silase kulit pisang tanpa aditif; (P1) silase kulit pisang dengan penambahan bekatul 5%; (P2) silase kulit pisang dengan penambahan tapioka 5%. Parameter yang diukur adalah tanin, bahan kering, dan kadar protein kasar. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan jika berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dedak padi 5% dan tapioka 5% menurunkan tanin masing-masing 41% dan 43% tanin bila dibandingkan dengan silase tanpa aditif,peningkatan kandungan protein sebesar 19,7% dan 46,4% dan peningkatan kadar lemak kasar sebesar 6,95% dan 33,3% bila dibandingkan dengan silase tanpa aditif.

Page 1 of 2 | Total Record : 16