cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Pengaruh Variasi Konsentrasi Tepung Kedelai sebagai Bahan Pengikat terhadap Kadar Air dan MutuOrganoleptik Nugget Ikan Gabus(Ophiocephalus Sriatus) Yenni Ofrianti; Jamila Wati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.2.159-168

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan tepung kedelai pada pembuatan nugget ikan gabus (Ophiocephalus Sriatus) terhadap kadar air dan mutu organoleptik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh penambahan tepung kedelai terhadap kadar air nugget ikan gabus. Tidak ada pengaruh penambahan tepung kedelai dengan mutu organoleptik (atribut warna) (? > 0,05). Serta ada pengaruh terrhadap penambahan tepung kedelai dengan mutu organoleptik (atribut rasa dan tekstur) (? < 0,05). Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan pengaruh konsentrasi penambahan tepung kedelai terhadap daya simpan nugget.Kata Kunci:Nugget, Bahan Pengikat, Kedelai, Ikan Gabus
Penggunaan Ekstrak Saropus androgynus untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi dan Mutu Telur pada Peternakan Ayam Arab Petelur Urip Santoso; Suharyanto Suharyanto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.1.41-46

Abstract

ABSTRAKTujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi ekstrak daun katuk (EDK) untuk meningkatkan produksi dan mutu telur. Dua puluh empat ayam Arab didistrbusikan ke dalam 3 perlakuan. Satu kelompok tidak diberi EDK (kontrol), sedangkan kelompok lainna diberi 4,5 g EDK/kg pakan atau 9 g EDK/kg pakan. Setiap kelompok terdiri atas 8 ekor ayam Arab petelur yang dipelihara dalam kandang kawat individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam petelur yang diberi ekstrak daun katuk (4,5 g maupun 9 g/kg pakan) meningkatkan produksi telur. Warna kuning telur juga meningkat, dimana untuk kontrol nilainya 4,38, untuk yang diberi 4,5 g ekstrak 4,75 dan yang diberi 9 g ekstrak 5,75. Sementara variabel kualitas telur lain seperti tebal kerabang, indeks kuning telur, indeks putih telur dan HU tidak banyak perubahan. Hasil analisis kolesterol menunjukkan bahwa pemberian EDK cenderung menurunkan kadar kolesterol telur. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi EDK memperbaiki produksi dan mutu telur.Kata kunci: Katuk, mutu telur, produksi telur, kolesterol
Analisis Morfometrik Lebah Madu Pekerja Apis cerana Budidaya pada Dua Ketinggian Tempat yang Berbeda Novita Novita; Rustama Saepudin; Sutriyono Sutriyono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.1.41-56

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membandingkan morfometrik lebah madu pekerja Apis cerana berdasarkan perbedaan tempat hidup pada dataran tinggi (500-<1000 m dpl) dan dataran rendah (0-100 m dpl). Penelitian ini menggunakan sampel 50 ekor lebah Apis cerana di setiap lokasi. Pengukuran bagian tubuh lebah madu dilakukan di Laboratorium Peternakan Universitas Bengkulu dengan menggunakan mikroskop projektor (LAS EZ V2.0.0) perbesaran 8 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan (BB), panjang probosis (PP) dan panjang femur tungkai belakang (PFB) lebah madu pekerja di dataran tinggi dan dataran rendah (lebah introduksi dan lebah alami) berbeda nyata (P<0,05), sedangkan panjang tibia, metatarsus tungkai belakang, panjang sayap, lebar sayap dan ukuran tergit ke-4 abdomen secara statistik tidak ada perbedaan (P>0,05). Berat badan dan panjang femur tungkai belakang tertinggi diperoleh pada lebah madu dataran tinggi (Kepahiang), sedangkan panjang probosis tertinggi diperoleh pada lebah madu alami di dataran rendah (Kota Bengkulu). Ada indikasi bahwa perbedaan ini terjadi dalam upaya proses adaptasi lebah terhadap lingkungan hidupnya. Dari temuan di atas dapat disimpulkan bahwa ketinggian tempat hidup berpengaruh terhadap morfometrik lebah madu pekerja Apis cerana.Kata Kunci : Apis cerana, morfometrik, ketinggian tempat
Pengaruh Penambahan Ekstrak Daun Katuk terhadap Kualitas Telur dan Berat Organ Dalam Urip Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.5-10

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh ekstrak daun katuk terhadap kualitas telur. Empat puluh delapan ekor ayam petelur umur 40 minggu (strain RIR) didistribusikan menjadi 6 kelompok perlakuan sebagai berikut. Satu kelompok diberi ransum tanpa EDK (P0), dan lima kelompok lainnya diberi ransum plus EDK-air panas pada level 9 g/kg (P1), ransum plus EDK-etanol pada level 0,9 g/kg (P2), ransumplus EDK-etanol pada level 1,8 g/kg (P3), ransum plus EDK-metanol pada level 0.9 g/kg (P4), dan ransum plus EDK-metanol pada level 1.8 g/kg (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun katukberpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap tebal kerabang, tinggi rongga udara, indeks kuning telur, indeks warna kuning telur, berat putih telur, bau dan rasa telur, jumlah Salmonella sp., pada kerabang telur, persentase toksisitas, berat organ dalam, tetapi berpengaruh secara nyata (P<0,05) terhadap Staphylococcus sp., berat telur, HU, berat kuning telur, berat kerabang telur dan panjang usus halus. Dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak katuk kurang efektif meningkatkan kualitas telur dan tidak bersifat toksit. Penambahan EDK-etanol sebesar 0,9 atau 1,8 g/kg, dan EDK-metanol sebesar 0,9 g/kg cukup efektif untuk menurunkan jumlah Staphylococcus sp pada kerabang telur. Untuk meningkatkan mutu telur melalui ekstrak daun katuk, maka perlu dilakukan penelitian penggunaan ekstrak tersebut di atas tingkat penambahan pada penelitian ini.Kata kunci: Ekstrak katuk, kualitas telur, organ dalam
Pengaruh Pembatasan Pakan pada Tingkat yang Berbeda terhadap Performa dan Profil Lipid pada Broiler Umur Empat Puluh Dua Hari Urip Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.1.60-65

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh tingkat pembatasan pakan terhadap performa, profil lipid dan komposisi gizi dalam hati, daging dada dan paha pada ayam broiler. Satu kelompok broiler diberi pakan bebas (control) dan 6 kelompok perlakuan lainnya diberi pakan 25% ad libitum, 50% ad libitum atau 75% ad libitum masing-masing selama 4 atau 6 hari. Berat badan, pertambahan berat badan dan konsumsi pakan pada broiler yang dibatasi pakannya pada tingkat 25% ad libitum secara nyata lebih rendah (P>0,05) jika dibandingkan dengan control. Pembatasan pakan tidak berpengaruh secara nyata (P>0,05) terhadap konversi pakan, dan abnormalitas kaki (P<0.05). Pembatasan pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap fatty liver score, lemak abdominal, kadar kolesterol dan trigliserida dalam serum, dan komposisi ngizi dari hati, daging dada dan paha. Sebagai kesimpulan bahwa pembatasan pakan tidak memperbaiki performa dan profil lemak pada ayam broiler umur empat puluh dua hari. Kata kunci: Pembatasan pakan,  Broiler, Performa, Profil lipid
Tepung Daun Indigofera sebagai Suplementasi Pakan Terhadap Produksi dan Warna Yolk Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Tris Akbarillah; Kususiyah Kususiyah; Desia Kaharuddin; Hidayat Hidayat
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.20-23

Abstract

ABSTRAKPenelitian untuk mengetahui potensi tepung daun Indigofera sebagai campuran pakan puyuh dan pengaruhnya terhadap produksi dan kualitas/warna kuning telur (The Roche Yolk Colur Fan Score) pada Coturnix coturnix japonica. Dua ratus puyuh betina umur 5 minggu dikandangkan menjadi 40 petak masing masing petak 5 ekor, dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan masing masing perlakuan ada 8 ulangan. Susunan ransum untuk puyuh (sudah produksi) mengandung protein kasar 20% dan energi 2900 kkal/g (NRC, 1994).Perlakuannya adalah penggunan 0%;2,5%;5%;7,5% dan 10% tepung daun Indigofera . Variabel yang diamati ialah berat awal, konsumsi pakan,konversi pakan, bertelur pertama (dewasa kelamin), produksi telur, berat telur dan skor warna Yolk Data dianalisis dengan anova berdasarkan RAL (CRD). Bila ada perbedaan dilakukan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan konsumsi pakan, bertelur pertama (dewasa kelamin), produksi telur dan berat telur,akan tetapi ada perbedaan pada skor warna Yolk (P<0,01). Penggunaan tepung daun Indigofera memperbaiki/menaikkan skor warna Yolk.Kata Kunci: indigofera, puyuh, produksi telur, warna yolk
Kandungan Serat Kasar Kulit Bagian Dalam Singkong yang Mendapat Perlakuan Bahan Pengawet selama Penyimpanan Sofia Sandi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.2.123-128

Abstract

ABSTRAKKulit bagian dalam singkong merupakan limbah industri pertanian yang potensial untuk dijadikan sebagai salah satu bahan pakan, dimana kaya akan karbohidrat yang digunakan sebagai sumber energi bagi ternak.Untuk menjaga ketersediaan bahan pakan ini secara terus menerus, proses penyimpanan tidak dapat dihindari. Materi penelitian adalah kulit bagian dalam singkong yang berasal dari industri kecil tape singkong di desa Cikreteg. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial 5x4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama lama penyimpanan (0,1,2,3, dan 4 minggu) dan faktor kedua bahan pengawet (kontrol, 0.3% asam propionat, 15% asam cuka dan 15% nira). Data diolah dengan analisis ragam menggunakan software SAS versi 6,12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bahan pengawet asam cuka dan nira dapat menurunkan lignin dan meningkatkan NDF dan selulosa. Perlakuan bahan pengawet asam propionat tidak efektif pada semua peubah yang diamati kecuali dalam penurunan kadar lignin. Sampai pada penyimpanan minggu ke-2 telah mulai terjadi penurunan kadar selulosa dan kadar lignin.Kata Kunci : penyimpanan, asam propionat, asam cuka, nira, kulit singkong.
Efek Ekstrak Daun Murbei Terfermentasi sebagai Komponen Pakan terhadap Performa Mencit Syahriani Syahrir; Komang Gede Wiryawan; Aminuddin Parakkasi; Winugroho Winugroho; Christina Lini
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.2.81-86

Abstract

ABSTRAK Kandungan nutien dan produksi daun murbei cukup tinggi sehingga berpotensi menjadi sumber pakan ternak. Namun, daun murbei mengandung senyawa aktif 1-deoxynojirimycin (DNJ), yang dapat menghambat hidrolisis disakarida menjadi monosakarida. Penghambatan tersebut dapat meningkatkan fermentabilitas pakan berserat dalam system rumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak senyawa DNJ yang terkandung dalam ekstrak daun murbei (EDM) dalam sistem pasca rumen. Penelitian menggunakan mencit sebagai hewan model percernaan pasca rumen. Penelitian terdiri atas 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas: P0 = Ransum semi purified (kontrol), P1 = P0 + padatan residu fermentasi in vitro, P2 = P1 + EDM dengan kadar DNJ ransum sebesar 0,03%, P3 = P1 + padatan residu fermentasi in vitro yang diberi substrat EDM dengan kadar DNJ ransum sebesar 0,03%, P4 = P1 + EDM dengan kadar DNJ ransum sebesar 0,06%, dan P5 = P1 + padatan residu fermentasi in vitro yang diberi substrat EDM dengan kadar DNJ ransum sebesar 0,06%. Hasil penelitian menginformasikan bahwa penambahan ekstrak daun murbei dalam pakan mengakibatkan penurunan bobot badan, konsumsi dan kecernaan pakan serta kadar glukosa darah mencit. EDM tidak terdegradsi sempurna dalam sistem rumen, sehingga masih berdampak negatif pada sistem pasca rumen. Namun, fermentasi EDM dapat mengurangi dampak negatif senyawa DNJ dalam sistem pasca rumen.Kata kunci: Ekstrak daun murbei, 1-deoxynojirimycin, residu fermentasi in vitro, mencit.
Pengaruh Lama Pemadaman Sumber Pemanas Mesin Tetas terhadap Performa Penetasan Telur Ayam Hardi Prakoso; Warnoto Warnoto; Putra Karyadi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.7.2.69-80

Abstract

ABSTRAKPenggunaan mesin tetas skala kecil untuk penetasan telur ayam masih dihadapkan pada masalah rendahnya daya tetas dikarenakan salah satu kendala yaitu matinya sumber pemanas dengan lampu listrik ketika proses penetasan dilakukan. Berkaitan dengan masalah tersebut perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh lama pemadaman sumber pemanas terhadap daya tetas telur ayam. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh pemadaman sumber panas mesin tetas terhadap performa penetasan telur ayam. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 Desember 2011 – 28 Februari 2012 di Kota Bengkulu dengan menggunakan 360 butir telur hasil persilangan ayam jantan kampung dan ras petelur. Penelitian terdiri 3 perlakuan pemadaman sumber pemanas dan setiap perlakuan terdiri 12 ulangan. Setiap ulangan terdiri 10 butir telur sehingga setiap perlakuan terdiri atas 120 butir telur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAKL) dengan mesin tetas sebagai kelompok. Apabila hasil ANOVA berbeda nyata diuji lanjut dengan DMRT. Suhu dan kelembapan di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan lama pemadaman sumber pemanas 0, 2 dan 4 jam masing-masing rataan suhu mesin tetas 390C, 34.100C dan 34.350C. Rataan kelembapan 60%, 74.83% dan 74.84%. Rataan daya tetas telur 76.53% , 60.86% dan 47.97%. rataan bobot tetas 41.54 g, 39.48 g dan 40.49 g. Rataan kematian embrio 23.48%, 39.14% dan 52.03%. Rataan waktu menetas 467.05 jam, 487.36 jam dan 492.13 jam. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama pemadaman sember panas menurunan daya tetas dan menambah lama waktu menetas serta menaikkan persentase kematian embrio akan tetapi tidak mempengaruhi bobot tetas.Kata kunci : lampu mati, ayam persilangan, daya tetas
Suplementasi Enkapsulasi Minyak Ikan Lemuru (Sardinella Longiceps) Dalam Ransum Terhadap Performans Ayam Broiler Tatik Suteky; Yosi Fenita; Yusnita Yusnita
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 1, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.1.1.1-7

Abstract

-

Page 8 of 58 | Total Record : 572