cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Penampilan Reproduksi Sapi Perah FH (Friesh Holland) dan Pertumbuhan Pedetnya pada Umur 1- 3 bulan (Studi Kasus di Desa Air Duku dan Desa Air Putih Kali Bandung, Selupu Rejang, Rejang Lebong, Bengkulu) Endang Sulistyowati; Emran Kuswadi; Lobis Sutarno; Gilbert Tampubolon
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.1.21-26

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penampilan reproduksi induk sapi perah FH dan pertumbuhan pedet persilangannya (PFH) di Desa Air Duku dan Air Putih Kali Bandung, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Data diperoleh dengan cara survey terhadap sapi perah yang sedang bunting menjelang beranak (Purposive Random Sampling) selama lima bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dari performans reproduksi, sapi perah di desa Air Putih Kali Bandung lebih efisien dilihat dari angka S/C yang lebih rendah (1,87) dan EPP yang lebih pendek (66,75 hari). Namun berat lahir anak sapi perah lebih berat (38 kg) di desa Air Duku, dengan pertambahan bobot badan anak sapi umur satu bulan secara rataan lebih tinggi (0,17 kg/bln). Untuk panjang badan dan tinggi gumba pedet pada saat lahir di Air Putih Kali Bandung lebih tinggi. Korelasi yang cukup erat antara bobot badan dan ketiga ukuran tubuh (lingkar dada, panjang badan dan tinggi gumba) terjadi pada pedet umur satu bulan di desa Air Putih Kali Bandung, yaitu dengan korelasi sebesar 0,7. Disimpulkan bahwa penampilan reproduksi lebih efisien di desa Air Putih Kali Bandung, sementara itu pertumbuhan pedet lebih baik di desa Air Duku.Kata Kunci: Performans Reproduksi, Sapi Perah, Bengkulu
Regulasi Panas Tubuh Ayam Ras Petelur Fase Grower dan Layer Diding Latipudin; Andi Mushawwir
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.2.77-82

Abstract

ABSTRAKEnam puluh ekor ayam ras petelur strain Isa Brown masing-masing 30 ekor fase grower dan fase layer, telah digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui regulasi panas tubuh terhadap kedua fase tersebut. Ayam percobaan ditempatkan dalam kandang “battery individual cage” selama 2 bulan pada musim kemarau (Juni-Agustus 2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jengger ayam fase grower dan layer merupakan organ yang lebih besar mengevaporasikan panas dibandingkan pial, bulu dan shank. Namun pada fase layer terjadi peningkatan evaporasi panas pada shank yang signifikant. Respon respirasi (laju respirasi dan denyut jantung) nyata lebih tinggi pada fase layer. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan respon ayam fase layer dalam mengevaporasikan panas terutama pada shank, serta terjadi perubahan respon respirasi sebagai indikasi stres panas.  Kata kunci: ayam petelur, panas, regulasi
Uji Lama Fermentasi dan Persentase Inokulum Melalui Kapang Trichoderma harzianum terhadap Peningkatan Kualitas Isi Rumen Sebagai Pakan Ayam Bieng Brata
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.2.63-68

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase inokulum kapang Trichoderma harzianum dan lama fermentasi yang optimal terhadap peningkatkan mutu isi rumen. Metode penelitian yang digunakan adalahRancangan Acak Lengkap pola Faktorial (3 x 5), dengan dua ulangan. Sebagai faktor perlakuan A adalah taraf persentase inokulum; 3%, 5%, dan 7%, sedangkan faktor perlakuan B adalah lama fermentasi; 2 hari, 4 hari, 6 hari, 8 hari dan 10 hari. Parameter yang diukur adalah; Serat kasat, protein kasar, lemak kasar, kalsium dan fosfor Hasi penelitian menujukkan bahwa persentase inokulum sebanyak 3%, 5% dan 7% yang diberikan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan protein kasar. Interaksi antara persetase inokulum yang diberikandengan lama fermentasi memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap peningkatan protein kasar. Fermentasi inokulum 7 % dengan lama inkubasi 10 hari tertinggi kandungan protein kasarnya yakni sebesar18,48%. Lama fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap serat kasar. Interaksi antara persentase inokulum dengan lama fermentasi memperlihatkan pengaruh yang berbeda nyata (P<0,05) terhadap penurunan serat kasar. Interaksi antara persentase inokulum 7% dengan lama fermentasi 8 hari mengandung serat kasaryang terendah.Lemak kasar dipengaruhi oleh persentase inokulum, lama fermentasi serta interaksi antara persentase inokulum dengan lama fermentasi. Kalsium tidak dipengaruhi oleh kadar persentase inokulum, lama fermentasi serta interaksi antara persentase inokulum dengan lama fermentasi (P>0,05). Kadar fosfor dipengaruhi sangat nyata (P<0,05) oleh waktu fermentasi sedangkan persentase inokulum serta interaksi keduanya tidak memberikan pengaruh yang nyata ( P<0,05).Kata kunci. Trichoderma harzianum, inokulum, dan isi rumen.
Tanaman Air Azolla sp. Sebagai Imbuhan Pakan dan Pengaruhnya Terhadap Tampilan Produksi Ayam Broiler Strain Hubbard Aris Winaya; Maftuchah Maftuchah; Agus Zainudin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.1.1-12

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan suatu tanaman air Azolla sp. yang memiliki mikrosimbion mikroalga (ganggang) Anabaena azollae., yang dikembangkan sebagai formula imbuhan pakan (feed additive) pada pakan ayam pedaging (broiler). Formula imbuhan pakan ini adalah untuk pakan komplit ayam pedaging, baik fase starter maupun finisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian imbuhan pakan Azolla sp. yang bersimbiosis dengan A. azollae pada pakan jadi merk Malindo yang diujikan untuk ayam pedaging strain Hubbard, baik fase awal (starter) dan kemudian fase akhir (finisher) memberikan performa Pertambahan Bobot Badan Harian (PBBH) ayam broiler strain Hubbard sebesar 52,42 gram/ekor. Sedangkan pencapaian bobot badan akhir rata-rata sebesar 1,880.95 gram/ekor. Baik pertambahan bobot badan harian maupun pencapaian bobot badan akhir secara umum masih dalam kisaran sebagaimana disarankan, demikian pula konsumsi pakannya. Tetapi, kandungan kolestrol daging broiler perlakuan menunjukkan penurunan hingga perlakuan level 2 %. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Azolla sp. yang bersimbiosis dengan mikroalga A. Azollae dapat digunakan sebagai imbuhan pakan pada pakan komplit ayam pedaging dengan tidak memberikanefek terhadap penurunan palatabilitas maupun metabolisme, dan juga sumber bahan pakan ini merupakan non konvensional, sehingga hal ini merupakan potensi yang dapat dikembangkan untuk masa mendatangkan dengan meningkatkan efisiensi pakan dan kemampuan produksi ayam broiler.Kata kunci : Azolla sp.; Anabaena azollae; broiler; Hubbard; imbuhan pakan
Produksi Rumput Tebu Salah (Phragmites Sp) sebagai Sumber Hijauan Pakan Potensial pada Berbagai Umur Pemotongan Irma Badarina
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.2.49-52

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji produksi rumput tebu salah (Phragmites sp) sebagai sumber hiajauan pakan potensial pada berbagai umur pemotongan. Penelitian dilaksanakan di lahan rawa pinggir sungai Kelawi Rawa Makmur Kodya Bengkulu dan Laboratorium Peternakan Jurusan Peternakan Fakultas Pertaniana Unib. Penelitian menggumakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah umur pemotongan 2, 4, 6, 8, dan 10 minggu setelah penyeragaman dengan melakukan pemotongan setinggi 30 cm di atas permukaan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval pemotongan berpengaruh nyata meningkatkan produksi berat segar dan bahan kering rumput tebu salah. Panen tertinggi diperoleh pada umur pemanenan 10 minggu (P5). Fraksi batang pada umur pemanenan 10 minggu (P5) menyumbang bagian terbesar dari total produksi bahan kering. Hal ini berarti terjadi perubahan dalam proporsi bagian tanaman seiring dengan bertambahnya umur tanaman.Kata Kunci: Phragmites sp, produksi, hijauan, umur potong
Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Permen Susu (Karamel) Rasa Jahe (Zingiber officinale Roscoe) dan Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) Sistanto Sistanto; Edi Soetrisno; Rustama Saepudin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.2.81-90

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik produk permen susu (karamel) meliputi sifat fisik, kimia, dan organoleptik setelah adanya penambahan jahe dan temulawak. Metode penelitian ini menggunakan Rancang Acak Lengkap pola satu arah terdiri dari lima perlakuan dengan empat ulangan yaitu P0: Kontrol, P1: 0,6% jahe, P2: 1% jahe, P3: 0,6% temulawak, dan P4: % temulawak. Variabel yang diukur meliputi rendemen, kerapatan, pH, kadar air, lemak, protein, Gross Energy (GE) dan uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, keempukan, dan produk secara umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap rataan jumlah rendemen (40,84%), kerapatan (0,933 g/cm3), pH (5,36), kadar air (9,63%), lemak (6%), protein (5,5%), GE (4098 Kkal) dan keempukan (4,80%). Perlakuan menurunkan tingkat kesukaan panelis dari parameter aroma (37,5%-13,75%), warna (52,50%-18,75%), rasa (56,25%-11,25%), tekstur (47,50%-7,50%) serta produk secara keseluruhan. Modus kesukaan tertinggi pada permen karamel P0 (kontrol) sebesar 58,75%. Pengolahan susu menjadi karamel dapat meningkatkan mutu produk karamel susu namun penggunaan jahe dan temulawak menurunkan persentase tingkat kesukaan panelis dibandingkan dengan karamel tanpa penambahan jahe dan temulawak.Kata kunci: karamel, jahe, temulawak, fisik- kimia, organoleptik
Dinamika dan Model Pengelolaan Populasi Ternak Kelinci Di Desa Karang Jaya Kabupaten Rejang Lebong Sutriono Sutriono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 4, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.4.1.57-66

Abstract

ABSTRAKPenelitian telah dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi dinamika dan model pengelolaan populasi ternak kelinci di desa Karang Jaya Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu, dari bulan Januari sampai Maret 2007. Sampel peternak kelinci diambil sebanyak 30 orang. Data yang dikumpulkan meliputi : jumlah ternak kelinci peliharaan, kelahiran, kematian, dijual, dipotong pada tahun 2006; dengan cara wawancara, pengisian daftar pertanyaan, dan pengamatan langsung di lapangan. Untuk mengetahui perkembangan populasi dan model pengelolaan populasi dilakukan simulasi dengan menggunakan program Powersim Constructor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju kenaikkan populasi ternak kelinci adalah 62,2 %per tahun atau 5,18 % per bulan, dengan angka kelahiran 46,77 %; kematian : 7,72 %; dipotong 6,57 %; dan dijual 27,30 % per bulan. Dengan menurunkan angka kematian sebesar 50 % dan populasi dipertahankan pada level 900 ekor akan meningkatkan jumlah ternak yang bisa dijual sebesar 55 %-58 % per bulan untuk periode waktu 5tahun dari 2010 sampai 2015.Kata kunci : Kelinci, populasi, dinamika, model pengelolaan
Peningkatan Produktivitas Lebah Madu Melalui Penerapan Sistem Integrasi dengan Kebun Kopi Rustama Saepudin; Asnath M. Fuah; Luki Abdullah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.2.115-124

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di Kepahiang, Provinsi Bengkulu dengan tujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem integrasi perkebunan kopi dengan lebah madu Apis cerana terhadap produksi madu dan produksi kopi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua perlakuan dan 10 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi madu lebih tinggi 114% daripada madu yang dihasilkan di luar perkebunan kopi. Sejalan dengan produksi madu, produksi kopi juga lebih tinggi 10,55% dari pada produksi kopi pada kebun yang penyerbukannya tidak dengan Apis cerana.Key words: Apis cerana, kopi, integrasi, produksi.
Performans Produksi Telur Itik Talang Benih pada Fase Produksi Kedua Melalui Force Moulting Kususiyah Kususiah; Desia Kaharuddin; Nano Haryono
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.771 KB) | DOI: 10.31186/jspi.id.3.2.49-54

Abstract

ABSTRAKPenelitian dirancang untuk mengevaluasi performans produksi telur itik Talang Benih pada fase produksi kedua setelah melalui masa produksi telur selama satu tahun produksi pertama. Sebanyak 192 ekor itik TalangBenih betina dengan persentase produksi yang telah menurun dibawah 30 % didistribusikan ke dalam 16 petak kandang perlakuan dengan 12 ekor per petak kandang. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acaklengkap 4 perlakuan force molting dengan 4 ulangan. P0 sebagai kontrol, itik tidak dipuasakan dan hanya mendapat pembatasan ransum selama 20 hari, P4 dipuasakan selama 4 hari dilanjudkan pembatasan ransumselama 20 hari, P8 dipuasakan 8 hari dilanjutkan pembatasan ransum selama 20 hari , dan P12 dipuasakan selama 12 hari dilanjutkan pembatasan ransum selama 20 hari. Selama pemuasaan itik diberi air minum ad libitum. Peubah yang diukur meliputi : kehilangan berat badan, waktu mulai bertelur kembali, persentase produksi telur, berat telur per butir, dan konsumsi ransum. Dapat disimpulkan bahwa performans produksi telur itik Talang Benih pada fase produksi ke dua yang mendapat perlakuan force molting pemuasan 4, 8, dan 12 hari dilanjutkan pembatasan ransum selama 20 hari tidak lebih baik dibanding dengan kontrol yang hanya mendapat perlakuan pembatasan ransum selama 20 hari.Kata Kunci : Itik Talang Benih, Performans Produksi Telur Fase Kedua, force molting
Perbandingan Pendapatan Sistem Kemitraan Peternakan Ayam Broiler di Kota Pekanbaru. Cepriadi Cepriadi
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.1.43-50

Abstract

ABSTRACTThis research was done at PT. Ramah Tamah Indah in Pekanbaru City, this research aim to know companies system and concept of partnership, implementation conception of partnership, and knowing comparison mount the breeder earnings. This research was done during eight month, from Sept to November 2009. Technique of intake sampel is method of purposive sampling where breeder taken as responder is breeder with the scale criterion of effort ? 10.000 tail of chicken broiler. From entire/all breeder population taken 5 breeder which have partner with the division system of result of pursuant to Index Produce (IP) and 5 breeder which have partner with the system of sharing holder 50:50. The result show the partnership concept that could be realized are conservancy fee range, medium produce the livestock provided by a company, gift insentive, technical aid from the company, marketing guarantee, and election of system of result division agreed on by both parties. Average of net earning of effort livestock of chicken of broiler system of index production (IP) is Rp 5.891.662,- and for the system of sharing holder 50:50 is Rp 8.466.241,-. And seen from result the T test obtained conclusion that at this period, earnings of breeder of system of sharing holder 50:50 bigger than system breeder of index production (IP)Keywords: broiler’s farm, partnership, income, two kinds of partner pattern

Page 6 of 58 | Total Record : 572