cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Pendapatan dan Pencurahan Tenaga Kerja Keluarga Pada Berbagai Skala Usaha Peternakan Sapi Potong Rakyat Di Kecamatan Sukaraja Bengkulu Selatan Dadang Suherman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 1, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.1.2.26-31

Abstract

AbstrakPeneltian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah jam tenaga kerja keluarga yang dicurahkan dan pendapatan jam tenaga kerja keluarga dalam usaha peternakan sapu potong rakyat pada berbagai skala usaha. Metode penelitian menggunakan survey. Peternak responden dipilih secara Stratified random sampling serta metode tidak berimbang untuk setiap skala usaha, terdiri dari 15 peternak skala usaha kecil (< 3 ekor sapi dewasa), 15 peternak skala usaha sedang (3-5 ekor sapi dewasa),dan 10 peternak skala usaha besar ( > 5 ekor sapi dewasa) sehingga jumlah seluruh responden sebanyak 40 peternak. Data primer dikumpulkan melalui tehnik wawancara tentang jumlah jam pencurahan tenagakerja keluarga, biaya produksi, penerimaan dan pendapatan. Analisis data menggunakan uji t. hasil penelitian menunjukan bahwa dalam hal penyerapan tenaga kerja keluarga, usaha peternakan sapi potong rakyat pada skala usaha besar dapat menyerap tenaga kerja keluarga lebih tinggi dari pada skala usaha kecil dan skala usah  sedang. Pendapatan jam orang kerja tenaga kerja keluarga yang dicurahkan pada skala usaha besar tidak berbeda nyata dengan skala usaha sedang, namun pada skala usaha besar dan skala usaha sedang lebih tinggi dan berbeda nyata dengan skala usaha kecil. Disimpulkan bahwa jumlah curahan tenaga kerja keluarga pada skala usaha besar lebih tinggi dari pada skala usah kecil, begitu juga pendapatan curahan jam kerja keluarga pada skala usaha besar lebih tinggi dari pada skala usaha kecil dan skala usaha sedang.Kata kunci : tenaga kerja keluarga, pendapatan tenaga kerja keluarga
Pengaruh Suplementasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) dalam Ransum Berbasis Lumpur Sawit Fermentasi Terhadap Performans Ayam Ras Petelur Ria Puspitasari; Desia Kaharuddin; Urip Santoso; Yosi Fenita
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.7.2.81-92

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) dalam ransum berbasis lumpur sawit fermentasi terhadap performans ayam ras petelur. Penelitian ini menggunakan 50 ekor ayam petelur fase produksi 16 bulan. Ayam petelur tersebut terbagi dalam 5 perlakuan dengan 10 ulangan dan setiap ulangan berisi 1 ekor yang ditempatkan secara acak pada kandang system baterai. Perlakuan terdiri dari P0 (ransum kontrol), P1 ( ransum kontrol + 15 % lumpur sawit fermentasi (LSF), P2 (ransum kontrol + 15 % LSF + 6 g/kg ekstrak daun katuk (EDK), P3 (Ransum kontrol + 15 % LSF+ 9 g/kg EDK) dan P4 (ransum kontrol + 15 % LSF + 12 g/kg EDK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi EDK dalam ransum berbasis lumpur sawit fermentasi berpengaruh tidak nyata terhadap konsumsi ransum (P>0.05) tetapi berpengaruh nyata (P<0.01) terhadap produksi telur (%), produksi telur (butir/ekor), produksi telur (gram/ekor) dan berpengaruh nyata terhadap nilai konversi ransum (P<0.05). Level suplementasi EDK (ekstrak daun katuk) terbaik yaitu 6 g/kg ransum. Dapat disimpulkan bahwa suplementasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) sebanyak 6 g/kg ransum dalam ransum berbasis lumpur sawit fermentasi (LSF) terhadap performans ayam ras petelur tidak meningkatkan konsumsi ransum namun dapat meningkatkan produksi telur dan memperbaiki konversi ransum.Kata Kunci : Lumpur Sawit Fermentasi, Ekstrak Daun Katuk, Performans Ayam Petelur
Karakteristik Morfologis Dan Reproduksi Kerbau Pampangan Di Propinsi Sumatera Selatan Muhakka Muhakka; Riswandi Riswandi; Asep Indra M. Ali
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.2.111-120

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologis dan reproduksi kerbau pampangan di Propinsi Sumatera Selatan. Dilaksanakan di tiga kabupaten yaitu kabupaten OKI, Banyuasin dan Ogan Ilir selama 6 bulan. Metode yang digunakan adalah metode survei. Penarikan contoh bersifat multistage purposive sampling mulai dari penentuan kabupaten, kecamatan, serta peternak. Setelah ditetapkan tiga kabupaten lokasi sampel, akan dipilih masing-masing satu kecamatan sentra populasi yang jumlah populasinya terbanyak. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh diolah secara matematis, disajikan secara tabulasi kemudian dijelaskan secara deskriptif, yaitu melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik morfologis dan reproduksi kerbau pampangan secara cermat dan faktual dari data yang telah terkumpulkan. Karakteristik morfologis kerbau pampangan adalah warna bulu hitam/hitam keabu-abuan, bentuk tubuh besar, temperamen tenang, kepala besar dan telinga panjang, tanduk ada yang tegak panjang dan melingkar ke arah belakang dan ada juga yang arah ke bawah. Bentuk ambing simetris dan berkembang dengan baik. Karakteristik reproduksi kerbau Pampangan umur pertama kawin rata-rata 2,3 tahun atau 27 bulan, umur beranak pertama 3,23 tahun, estrus (berahi) pertama setelah beranak 88,33 hari, kawin setelah beranak 139,11 hari, jarak beranak 14 bulan dan umur lepas sapih anak 9,07 bulan.Kata kunci: Karakteristik, morfologis, reproduksi, kerbau
Kualitas Dedak dari Berbagai Varietas Padi di Bengkulu Utara Tris Akbarillah; Hidayat Hidayat; Tuti Khoiriyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.36-41

Abstract

ABSTRAKDedak padi merupakan limbah pengolahan padi menjadi beras dan kualitasnya bermacam-macam tergantung dari varietas padi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas dedak padi dari berbagai varietaspadi yang ditanam petani di Bengkulu Utara. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 April sampai 14 Mei 2005, sampel diperoleh dari desa Kemumu Kecamatan Argamakmur dan desa Tanjung Harapan maupun desa Margasakti Kecamatan Padangjaya. Digunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan menggunakan 3 varietas padi dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. P1 : dedak padi varietas IR-64, P2 : dedak padi varietas IR-66 dan P3 : dedak padi varietas Ciliwung. Sampel di analisis proksimat meliputi kadar air, bahan kering, lemak kasar, serat kasar, kadar abu, BETN dan energi termetabolis dilakukan di Laboratorium Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu, dan analisis protein kasar dilakukan di Laboratorium Nutrisi Universitas Muhammadiyah Malang. Data yang diperoleh dianalisis sidik ragam, bila terdapat pengaruh yang nyata diuji dengan Duncant Multiple Range Test (Stell and Torrie, 1991). Variabel yang diamati adalah pengamatan fisik dedak padi, kadar air, bahan kering, kadar abu, serat kasar, lemak kasar, protein kasar, BETN, Energi termetabolis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Varietas berpengaruh sangat nyata (P< 0,01) terhadap komposisi kimia dedak padi, tapi tidak berpengaruh (P>0,05)terhadap tampilan fisiknya. Kualitas dedak padi termasuk baik adalah varietas padi IR-64 dan mengandung serat kasar terrendah sebesar 14,62%, protein kasar: 11,01%, energi termetabolis sebesar 2466,35 kkal/kg, kadar abu sebesar 10,88 %, lemak kasar sebesar 8,57%, BETN sebesar 54,95% dan bahan kering sebesar 88,63 % . Sedangkan dedak padi dengan kualitas sedang adalah dedak padi dari varietas Ciliwung dan dedak padi dengan kualitas rendah adalah dedak padi dari varietas IR-66, hal tersebut dikarenakan mempunyai serat kasar tinggi, protein dan energi termetabolis rendah.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dedak padi dengan varietas IR-64 mempunyai kualitas baik mengandung serat kasar terrendah, energi termetabolis tertinggi dan protein kasar tinggi. Dedak padi dengan kualitas sedang adalah dedak padi dari varietas Ciliwung dan dedak padi dari varietas IR-66 mempunyai kualitas yang rendah karena kandungan gizinya. Dari hasil penelitian ini membuktikan bahwa varietas padi mempengaruhi kualitas dedak padi sebagai hasil ikutannya.Kata Kunci: dedak padi, varietas, analisa proksimat.
Pengaruh Penambahan Tepung Tulang Rawan Ayam Pedaging terhadap Kadar Kalsium dan Sifat Organoleptik Stik Keju Yenni Okfrianti; Kamsiah Kamsiah; Yusma Hartati
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.1.11-18

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung tulang rawan ayam pedaging terhadap kadar kalsium dan sifat organoleptik (rasa, warna, tekstur) stik keju. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan terbatas yakni meliputi: Stik Keju dengan penambahan tepung tulang rawan ayam 5, 10, dan 15 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi tepung tulang rawan meningkatkan pula kadar kalsium stik keju (p< 0,05). Pada karakteristik organoleptik penambahan tepung tulang rawan ayam pedaging tidak nyata berpengaruh terhadap karakteristik organoleptik rasa dan warna (p >0,05) namun berpengaruh nyata terhadap tekstur (p<0,05).Kata kunci: tepung tulang rawan, stik keju, rasa, teksture dan warna
Pengaruh Pemberian Kunyit (Curcuma domestica) terhadap Beberapa Kualitas Fisik dan Organoleptik Bakso Daging Itik Sari Murti; Suharyanto Suharyanto; Desia Kaharuddin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.1.16-24

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi level kunyit yang tepat sehingga dapat meningkatkan kualitas bakso daging itik. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, yang terdiri dari empat perlakuan yaitu P0 (tanpa pemberian kunyit), P1 (pemberian kunyit taraf 2,5%), P2 (pemberian kunyit taraf 5%), dan P3 (pemberian kunyittaraf 7,5%), masing-masing perlakuan terdiri dari tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kunyit berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap variabel susut masak, daya mengikat air, pH dan tekstur bakso daging itik, tetapi nyata (P<0,05) meningkatkan skor warna, menurunkan derajat keamisan dan variabel sifat organoleptik rasa. Hasil yang berpengaruh nyata diuji lanjut menggunakan Orthogonal polynomial dengan menghasilkan persamaan linear dan kuadratik. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penambahan kunyit 2,5% hingga 7,5% tidak menurunkan kualitas fisik (susut masak, pH, dan DMA). Penambahan kunyit 2,5% dapat mempertahankan cita rasa dan penerimaan umum panelis terhadap bakso daging itik.Kata kunci : Kunyit (Curcuma domestica), kualitas fisik, daging itik
Performans Pertumbuhan Itik Talang Benih Jantan dan Betina yang Dipelihara secara Intensif Kususiyah Kususiah; Desia Kaharuddin
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.5-9

Abstract

ABSTRAKItik Talang Benih sebagai salah satu plasma nutfah Provinsi Bengkulu perlu terus diteliti. Informasi mengenai ciri-ciri fisik Itik Talang Benih sudah cukup banyak. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengevaluasi performans pertumbuhan Itik Talang Benih jantan dan betina yang dipelihara secara intensif. Penelitian ini menggunakan anak itik umur sehari (DOD) Talang Benih sebanyak 50 ekor jantan dan 50 ekor betina yang dipelihara dalam . 5 petak kandang (10 ekor per kandang). Variabel yang diukur adalah berat DOD, berat badan, pertambahan berat badan, konsumsi ransum dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat DOD dan konsumsi ransum itik Talang Benih jantan dan betina tidak berbeda nyata (T<t0.025), dengan rataan berat DOD 40,77 g. Konsumsi ransum Itik Talang Benih jantan umur 0-20 minggu sebesar 8641,55 g ekor-1; dan betinanya sebesar 8573,40 g ekor-1. Berat badan Itik Talang Benih jantan pada umur 20 minggu sebesar 1532,58 g; adalah nyata (T>t0,025) lebih tinggi dibanding berat betinanya yaitu 1377,64 g. Konversi ransum Itik Talang Benih jantan sebesar 5,91, nyata (T>t 0,025) lebih baik dibanding betinanya yaitu 6,41.Kata kunci: Itik Talang Benih, Performans Pertumbuhan
Pengaruh Penambahan Tepung Ikan Sidat (Anguilla Spp) Pada Pembuatan Tortilla Chips Terhadap Nilai Gizi, Kadar Air Dan Daya Terima Organoleptik Yenni Okfrianti; Kamsiah Kamsiah; Dirga Gusti Veli
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.2.139-152

Abstract

ABSTRAKTortilla Chips adalah makanan khas Meksiko yang berupa keripik dengan bahan baku singkong, berbentuk bundar gepeng, warna kuning kecoklatan dan rasanya renyah serta gurih. Proses pembuatan tortilla chips memanfaatkan bahan lokal yaitu ikan sidat yang banyak terdapat di daerah Bengkulu dan mempunyai nilai gizi yang tinggi yaitu dalam 100gr ikan sidat mengandung protein 19 gr, asam lemak tak jenuh 12 gr, Vitamin A sebesar 4700 IU, DHA sebesar 1337 mg, dan EPA 742 mg.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan tepung ikan sidat terhadap kadar air dan mutu organoleptik tortilla chips. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Analisis data hasil uji organoleptik dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis apabila signifikan maka dilanjutkan dengan uji Mann Whitney, sedangkan untuk data kadar air di analisis dengan uji One Way Anova dan apabila signifikan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian uji kadar air menunjukkan ada pengaruh penambahan tepung ikan sidat terhadap kadar air pada tortilla chips yang di tunjukkan dengan nilai ?=0,000 (?<0,05). Sedangkan dari hasil uji organoleptik didapatkan tidak ada pengaruh penambahan tepung ikan sidat terhadap mutu organoleptik warna, rasa, dan tekstur tortilla chips, sehingga tidak dilanjutkan dengan uji Mann Whitney.Penambahan tepung ikan sidat pada tortilla chips dengan konsentrasi 10% merupakan penambahan yang paling ideal serta paling disukai oleh panelis dari mutu organoleptik warna, rasa, dan tekstur. Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan melakukan uji protein pada tortilla chips ikan sidat.Kata Kunci : Kadar Air,Organoleptik, Ikan Sidat, Tortilla Chips
Pengaruh Pemberian Daun Kaliandra (Calliandra calothyrsus) dan Kepala Udang terhadap Keamanan Organ Dalam Ternak Itik Eli Sahara
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.2.95-104

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mencari batas aman pemberian kombinasi pemberian tepung daun kaliandra (Calliandra calothyrsus) dan tepung kepala udang dalam ransum itik tanpa memberikan efek negatif pada produktivitas dari ternak tersebut. Penelitian ini menggunakan 30 ekor itik alabio betina dewasa umur 6 bulan yang dibagi dalam 3 perlakuan dan 10 ulangan dengan masing-masing ulangan terdiri dari 1 ekor itik. Perlakuan 1 adalah RB 100%, perlakuan 2 adalah RB + K 6% + CU 3% dan perlakuan 3 adalah RB + K 6% + CU 6%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh perlakuan kaliandra dan kepala udang terhadap konsumsi ransum (P>0,05) serta penggunaan kombinasi kaliandra dan kepala udang tidak berpengaruh terhadap persentase bobot ginjal, pankreas dan hati, ovari dan saluran telur (oviduk) dengan dipertegas oleh hasil histopatologinya yang memperlihatkan morfologi jaringan ginjal, pankreas, hati, ovari dan oviduk yang normal. Dosis kombinasi pemberian daun kaliandra dan kepala udang pada perlakuan ini masih dalam batas normal sehingga tidak memperlihatkan efek negatif terhadap ternakKata Kunci : Daun kaliandra, kepala udang, organ dalam, itik.
Pengaruh Komposisi Genetik Hasil Persilangan Puyuh (Coturnix-Coturnix Japonica) Tiga Daerah Asal Terhadap Performans Produksi Telur Desia Kaharudin; Kususiyah Kususiyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.1.55-60

Abstract

ABSTRAKPenyediaan bibit sendiri yang dilakukan oleh peternak puyuh disinyalir telah meningkatkan terjadinya inbreeding yang diketahui berdampak negatif. Penyilangan puyuh dengan memasukkan bibit dari luar atau mempunyai hubungan kekerabatan lebih jauh merupakan cara yang dapat menekan inbreeding akibat menurunnya gen-gen homozigot resesif serta menimbulkan dampak heterositas yang menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh komposisi genetik hasil persilangan puyuh tiga daerah asal yaitu puyuh asal Bengkulu (BB), puyuh asal Padang (PP), dan puyuh asal Yogyakarta (YY) terhadap performans produksi telur puyuh sejak dewasa kelamin sampai masa afkir. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap enam perlakuan dan tujuh ulangan, masing-masing ulangan terdiri empat ekor. Enam perlakuan komposisi genetik yang digunakan adalah : (G1 ) 50%B 25%P 25%Y; (G2) 25%B 50%P 25%Y; (G3 ) 25%B 25%P 50%Y; (G4) 100%B; (G5) 100%P; dan (G6) 100%Y. Variabel yang diukur adalah : umur dewasa kelamin , lama masa produksi, berat telur per butir, jumlah telur , total berat telur, konsumsi ransum, dan konversi ransum. Data yang diperoleh dianalisis keragamannya. Bila perlakuan berpengaruh nyata, dilakukan uji Duncans Multiple Range Test pada taraf 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi genetik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi ransum, jumlah telur, berat per butir telur, dan berat total telur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap umur dewasa kelamin dan konversi ransum. Performans produksi telur puyuh persilangan tiga daerah asal lebih baik dibanding puyuh murni. Puyuh dengan komposisi genetik (G1) 50%B 25%P25%Y unggul pada lama masa produksi telur (73 minggu) sehingga menghasilkan jumlah telur lebih banyak (407 butir ekor-1), sedangkan puyuh dengan komposisi genetik (G3) 25%B 25%P 50%Y unggul dalam menghasilkan berat telur per butir (11,49 g butir-1), berat total telur (4531 g ekor-1), dan konversi ransum (2,6).Kata kunci : komposisi genetik, puyuh, produksi telur.

Page 10 of 58 | Total Record : 572