cover
Contact Name
Darus Altin
Contact Email
darus_altin@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
darus_altin@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Sain Peternakan Indonesia
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 19783000     EISSN : 25287109     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Sain Peternakan Indonesia (JSPI) pISSN 1978 – 3000 dan eISSN 2528 – 7109 adalah majalah ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, sebagai sumbangannya kepada pengembangan Ilmu Peternakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris yang memuat hasil-hasil penelitian,telaah/tinjauan pustaka, kasus lapang atau gagasan dalam bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 572 Documents
Pengaruh Penggunaan Ekstrak Daun Katuk , Minyak Ikan Lemuru dan Vitamin E terhadap Komposisi Asam Lemak dan Asam Amino Daging Broiler Basyaruddin Zain
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.7.2.63-68

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak daun katuk, minyak ikan lemuru dan vitamin E sebagai feed suplement terhadap komposisi asam lemak dan asam amino daging broiler. Seratus sembilan puluh lima ekor ayam broiler didistribusikan menjadi 13 kelompok perlakuan yaitu : P0 : Pakan mengandung feed suplement komersial (pakan kontol). P1: 9 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 1% minyak ikan lemuru. P2: 9 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 1% minyak ikan lemuru + 60 mg vit E. P3: 9 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 2% minyak ikan lemuru. P4: 9 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 2% minyak ikan lemuru + 60 mg vit E. P5: 9 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 3% minyak ikan lemuru. P6: 9 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 3% minyak ikan lemuru + 60 mg vit E. P7: 18 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 1% minyak ikan lemuru. P8: 18 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 1% minyak ikan lemuru + 60 mg vit E. P9: 18 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 2% minyak ikan lemuru. P10: 18 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 2% minyak ikan lemuru + 60 mg vit E. P11: 18 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 3% minyak ikan lemuru. P12: 18 g/kg ekstrak daun katuk (EDK) + 3% minyak ikan lemuru + 60 mg vit E. Rancangan penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 13 perlakuan dan 3 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam broiler, jumlah ayam dalam penelitian sebanyak 195 ekor. Data yang diperoleh dianalisis sesuai rancangan yang digunakan (Rancangan Acak Lengkap) dan Uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) untuk menguji perbedaan pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan ekstrak daun katuk, minyak ikan lemuru dan vitamin E sangat nyata (P < 0.01) meningkatkan EPA, DHA, asam palmitat, dan asam stearat tetapi menurunkan asam meristat, linolenat. Terhadap komposisi asam amino daging broiler meningkatkan asam glutamat, serin, glisin, valin dan leusin.Kata kunci: Daun katuk, minyak ikan lemuru, asam lemak, asam amino, broiler
Performans Pertumbuhan Itik Talang Benih Jantan Melalui Pemanfaatan Limbah Ikan Teri Sebagai Sumber Protein Ransum Nurmeiliasari Nurmeiliasari; Kususiyah Kususiyah; Erwin Afriansyah
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 5, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.5.2.115-122

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performans pertumbuhan itik Talang Benih jantan sebagai itik pedaging melalui pemanfaatan limbah ikan teri sebagai bahan pakan sumber protein. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 4 bulan, dimulai pada tanggal 1 Maret sampai 28 Juli 2009 bertempat di kandang Laboratorium Peternakan CZAL (Commercial Zone of Animal Laboratory) Jurusan Peternakan Universitas Bengkulu. Penelitian menggunakan 84 ekor anak itik Talang Benih jantan umur 2 minggu, dan bahan penyusun ransum yang terdiri dari : dedak halus, jagung giling, konsentrat broiler (KBR), dan tepung limbah ikan teri. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan berisi 7 ekor itik Talang Benih jantan umur 2 minggu. Variabel yang diamati pada penelitian ini ádalah berat badan, konsumsi ransum, pertambahan berat badan dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan limbah ikan teri sebagai pengganti konsentrat sampai 50% tidak berpengaruh negatif terhadap peformans pertumbuhan itik Talang Benih jantan.Kata kunci: itik jantan, limbah teri, pertambahan berat badan.
Pengaruh Suplementasi Prekusor Karnitin (Niasin Dan FeSO4) dalam Ransum Berbasis Enkapsulasi Minyak Ikan Lemuru terhadap Perlemakan Darah Ayam Broiler Yosi Fenita
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 6, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.6.1.67-75

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian prekusor karnitin (Niasin dan FeSO4) dalam ransum yang berbasis enkapsulasi minyak ikan lemuru terhadap perlemakan darah ayam broiler.. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari 10 ekor ayam. Level yang digunakan pada penelitian ini adalah P0: ransum komersial, P1: ransum basal + 2% enkapsulasi minyak ikan lemuru , P2: ransum basal +2% enkapsulasi minyak ikan lemuru + Niasin 35mg + FeSO4 80 mg, P3 : ransum basal +2% enkapsulasi minyak ikan lemuru + niasin 35 mg + FeSO4 160 mg, P4 : ransum basal +2% enkapsulasi minyak ikan lemuru + niasin 35 mg + FeSO4 160 mg. P5 : ransum basal +2% enkapsulasi minyak ikan lemuru + niasin 70 mg + FeSO4 160 mg Sampel darah diambil melalui vena brachialis pada akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA), bila terdapat pengaruh yang nyata diuji dengan kontras orthogonal (Steel and Torrie, 1993). Variabel yang diamati adalah kolesterol, trigliserida, LDL (Low Density Lipoprotein ) dan HDL (High Desity Lipoprotein) serum darah ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi prekusor karnitin (Niasin dan FeSO4) secara nyata (P<0,01) dapat menurunkan kolesterol serum darah broiler, tetapi berbeda tidak nyata (P>0,05) menurunkan trigliserida dan LDL dan perlakuan berbeda tidak nyata (P>0,05) untuk meningkatkan HDL serum darah ayam broiler. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa suplementasi prekusor karnitin (Niasin dan FeSO4) dapat menurunkan kolesterol serum darah tetapi tidak menurun trigliserida dan LDL serum darah dan tidak dapat meningkatkan HDL serum darah ayam broiler.Kata kunci ; prekursor karnitin, Kolesterol, trigliserida, LDL dan HDL serum broiler
Penambahan Tepung Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn) Dalam Ransum Terhadap performan pertumbuha ayam broiler Septi Susanti; Johan Setianto; Warnoto Warnoto
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 8, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.8.2.87-96

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui performan ayam broiler yang diberikan tambahan tepung kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn) sebagai feed supplement dalam ransum dengan kandungan protein 18,47%. Ayam yang digunakan sebanyak 48 ekor broiler.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap perlakuan yaitu P0 (ransum basal), P1 (ransum basal+0,5% tepung kelopak bunga rosella), P2 (ransum basal+1% tepung kelopak bunga rosella) dan P3 (ransum basal+1,5% tepung kelopak bunga rosella). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung kelopak bunga rosella 0,5%, 1% dan 1,5% nyata menurunkan konsumsi ransum, berat badan akhir, pertambahan berat badan tetapi penambahan tepung kelopak bunga rosella 1,5% meningkatkan konversi ransum (P<0,05).Kata Kunci :Feed suplement, broiler, prforman, tepung kelopak bunga rosella
Korelasi Genetik dan Fenotipik Produksi Susu Laktasi Pertama dengan Daya Produksi Susu Sapi Fries Holland Dadang Suherman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 2, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.2.1.27-31

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya produksi susu laktasi pertama, daya produksi susu, serta nilai korelasi genetik dan fenotipik antara produksi susu laktasi pertama dengan daya produksi susu. Data yang dianalisis berupa catatan produksi susu laktasi pertama, kedua, ketiga, dan keempat dari 161 ekor sapi perah betina keturunan 20 ekor pejantan Fries Holland. Sebelum dianalisis data produksi susu distandarkan pada 305 hari lamanya pemerahan, dua kali frekuensi pemerahan per hari, umur setara dewasa (Mature equivalent). Metode penelitian yang digunakan secara kausal komparatif, analisis statistika untuk menghitung besarnya nilai ripitabilitas produksi susu dengan korelasi dalam kelas (intra class correlation), nilai ripitabilitas produksi susu yang didapat kemudian digunakan untuk menduga daya produksi susu yaitu dengan menggunakan rumus daya produksi susu dari Lush (1979). Nilai korelasi genetik dan fenotipik antara produksi susu laktasi pertama dengan daya produksi susu digunakan analisis ragam dan peragam pola satu arah model saudara tiri sebapak. Rataan produksi susu laktasi pertama yang didapat dari hasil penelitian ini sebesar 2.919,04 kilogram, nilai ripitabilitas produksi susu sebesar 0,41, rataan daya produksi susu sebesar 2.920,23 kilogram, serta nilai korelasi genetik dan fenotipik antara produksi susu laktasi pertama dengan daya produksi susu masing-masing sebesar 0,89 dan 0,76.Kata kunci : Korelasi, genetik, fenotipik, laktasi pertama
Pengaruh Pemberian Niasin Terhadap Kadar Kolesterol Telur dan Perlemakan Serum Darah Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Yosi Fenita
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 1, No 2 (2006)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.1.2.45-48

Abstract

AbstrakKolesterol sangat diperlukan dalam tubuh, namun tingginya kadar kolesterol yang disebabkan karena konsumsi kolesterol dapat meningkatkan penyakit kardiovaskuler terutama arteriosclerosis dan penyakit jantung coroner. Niasin  efektif untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit kardiovaskuler. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pemberian niasin terhadap total lipid, kolesterol, trigliserida, LDL dan HDL serum darah puyuh. Penelitian ini menggunakan RAL dengan enam perlakuan dan lima ulangan, masing masing ulangan terdiri 6 ekor puyuh. Level niasin yang digunakan adalah 0 mg/kg (kolesterol), 200 mg/kg, 400 mg/kg, 600 mg/kg, 800 mg/kg dan 1000 mg/kg. hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian niasin bahwa kadar kolesterol telur dalam penelitian ini secara signifikan turun (P<0,05) pada pemberian level niasin 600 ppm dan dengan level 1000 mg/kg secara signifikan menurunkan kadar total lipid (21,56%), kolesterol (40,16%), trigliserida (25,87%), LDL (29,71%), dan meningkatkan kadar of HDL (37,77%) dari serum darah puyuh.Kata kunci : Kolesterol, Trigliserida, LDL, HDL, Puyuh, NIasin
Kualitas Eksmecat dari Beberapa Spesies Cacing Tanah pada Tingkat Penyiraman dan Pengapuran yang Berbeda Bieng Brata
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 3, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.3.1.43-48

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor selama sepuluh bulan mulai Januari 2000 hingga Mei 2001. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh taraf penyiraman air dan pengapuran terhadap kualitas eksmecat dari tiga spesies cacing tanah; Pheretima sp, E. foetida, dan L. rubellus. Data dari kualitas kasting tiga spesies cacing tanah; Pheretima sp, E. foetida, dan L. rubellus terhadap dua level pengapuran (0.2% dan 0.4%) dan dua tingkat penyiraman (10% dan 30%) berat media disajikan dalam bentuk analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas kasting cacing tanah yang dipelihara selama 90 hari rata – rata adalah N 2.00%- 2.80%, P 0.54%-0.72%, K 1.13-1.65%,C 36.78%-41.36%,Ca 2.46%-3.71%,Mg 0.65%-0.78%,S 0.43%-0.56% dan rasio C/N 13.36-20.16Kata kunci: cacing tanah, kapur, penyiraman, eksmecat
Pengaruh Variasi Konsentrasi Tepung Kedelai sebagai Bahan Pengikat terhadap Kadar Air dan Mutu Organoleptik Nugget Ikan Gabus (Ophiocephalus Sriatus) Okfrianti, Yenni; Wati, Jamila
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 7, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.002 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan tepung kedelai pada pembuatan nugget ikan gabus (Ophiocephalus Sriatus) terhadap kadar air dan mutu organoleptik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh penambahan tepung kedelai terhadap kadar air nugget ikan gabus. Tidak ada pengaruh penambahan tepung kedelai dengan mutu organoleptik (atribut warna) (? &gt; 0,05). Serta ada pengaruh terrhadap penambahan tepung kedelai dengan mutu organoleptik (atribut rasa dan tekstur) (? &lt; 0,05). Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan pengaruh konsentrasi penambahan tepung kedelai terhadap daya simpan nugget.Kata Kunci: Nugget, Bahan Pengikat, Kedelai, Ikan Gabus
Pengaruh Level Protein dan Level Suplementasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) Terhadap Performa Broiler Erina Nuraini; Warnoto Warnoto; Urip Santoso
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.1.10-18

Abstract

ABSTRAKPemberian pakan berprotein rendah menurunkan performa ayam broiler. Untuk memecahkan masalah tersebut, maka pakan berprotein rendah perlu ditambahkan ekstrak daun katuk. Daun katuk kaya akan senyawa yang mampu memperbaiki metabolisme zat gizi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh level protein dan level suplementasi ekstrak daun katuk (EDK) terhadap performa broiler. Penelitian menggunakan 72 ekor broiler umur 20 hari. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola Faktorial (2x3) dengan tiga ulangan. Faktor A adalah level ekstrak daun katuk 4,5 g/kg dan 9 g/kg dan Faktor B adalah level protein 15%, 17% dan 19%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa level protein tidak berpengaruh nyata terhadap konsumsi dan konversi pakan (P>0,05), namun  nyata meningkatkan  pertambahan berat badan dan konsumsi protein (P<0,01). Level suplementasi ekstrak daun katuk menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, konsumsi protein, konversi dan pertambahan berat badan. Tidak terdapat interaksi  antara level protein dan level suplementasi ekstrak daun katuk. Simpulan hasil penelitian ini adalah pemberian level protein sampai 17% mampu mempertahankan performa broiler. Namun, pemberian level protein hingga 15% dalam ransum menurunkan perfoma broiler dan suplementasi ekstrak daun katuk tidak meningkatkan performa broiler. Kata kunci : ekstrak daun katuk, protein, performa
Efek Waktu Pemberian Pakan dan Level Energi terhadap Cekaman Panas Berdasarkan Suhu Rektal dan Kulit Sapi Dara Fries Holland Dadang Suherman
Jurnal Sain Peternakan Indonesia Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jspi.id.9.2.117-129

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengevaluasi respon suhu rektal dan kulit sapi dara FH pada waktu pemberian pakan berbeda yang diberi konsentrat dengan kandungan TDN berbeda pula. Enam perlakuan: P1 (waktu pemberian pakan pukul 5.00 & 18.00), P2 (pukul 8.00 & 16.00) dan R1 (level TDN konsentrat 70%), R2 (level TDN konsentrat 75%), R3 (TDN konsentrat 75% mengandung minyak kelapa 3,5%). Secara keseluruhan, enam perlakuan: P1R1 (A), P1R2 (B), P1R3 (C), P2R1 (D), P2R2 (E), dan P2R3 (F). Penelitian dilakukan selama enam periode dan setiap periode selama 14 hari. Pengambilan data dilakukan setiap jam pada hari ke 4, 8, 12, dan 14 dari pukul 05.00 hingga pukul 20.00. Parameter unsur cuaca (suhu udara, kelembaban udara, kecepatan angin, dan radiasi matahari), parameter respon fisiologias (suhu rektal dan suhu kulit). Rancangan digunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin 6 x 6. Analisis lanjut menggunakan Uji Tukey dan Kontras Ortogonal. Hasil penelitian didapatkan bahwa ternak yang mengkonsumsi pakan pada pukul 05.00 dan 18.00 cenderung memiliki rataan respon suhu rektal dan suhu kulit lebih rendah saat ada cekaman panas siang hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beban cekaman panas dari sapi dara dapat diatasi dengan pengaturan waktu pemberian pakan dan pemberian pakan dengan energi mudah dicerna.Kata kunci: Waktu pemberian pakan, suhu rektal, suhu kulit, sapi perah dara

Page 7 of 58 | Total Record : 572