cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Naturalis : Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 23026715     EISSN : 26547732     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2021)" : 18 Documents clear
STABILITAS EKSTRAK KASAR SENYAWA ANTIBAKTERI Halimeda micronesica Bertoka FSP Negara
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.15560

Abstract

Bakteri patogen dapat menimbulkan penyakit terhadap ikan, jenis bakteri patogen yang sering menyebabkan penyakit pada ikan antara lain adalah Aeromonas salmonicida dan Aeromonas hydrophila. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menimbulkan resistensi terhadap bakteri patogen, oleh sebab itu penting untuk mencari sumber molekul bioaktif baru yang dapat dijadikan antibiotik yang aman. Rumput laut Halimeda micronesica yang berasal dari Pantai Panjang, Kota Bengkulu memiliki potensi sebagai antibakteri, namun stabilitas senyawa antibakteri yang terkandung dalam rumput laut tersebut belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur stabilitas senyawa antibakteri yang terkandung didalam rumput laut Halimeda micronesica. Bakteri uji (Aeromonas salmonicida dan Aeromonas hydrophila) diinokulasikan kedalam cawan petri yang berisi media Nutrient Agar. Kemudian kertas cakram (± 6) mm diletakkan diatas permukaan media Nutrient Agar, lalu diteteskan ekstrak kasar rumput laut sebanyak 20 µl dengan konsentrasi 15% pada masing-masing kertas cakram dan diinkubasi pada temperatur 28oC, 30 oC, 32 oC selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa antibakteri yang terkandung dalam ekstrak kasar rumput laut Halimeda micronesica tidak stabil. Karena diameter zona bening yang terbentuk berbeda di setiap pengukuran. Senyawa bioaktif yang terkandung dalam Halimeda micronesica tidak stabil meskipun diameter zona bening yang terbentuk tergolong kuat
VALUASI URBAN FLOATING FARMING SEBAGAI MEDIA KEMANDIRIAN PANGAN MASYARAKAT DAN PEMENUHAN RUANG HIJAU BANTARAN SUNGAI PERKOTAAN Dienny Redha Rahmani; Hanny Maria Caesarina
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.13432

Abstract

Permasalahan yang muncul pada permukiman bantaran sungai tertama sungai Kuin yang tergolong permukiman tua adalah minimnya ruang hijau dan tentunya kondisi ekonomi masyarakat yang dominan menengah kebawah. Permasalahan ini diharapkan dapat ditangangi dengan Urban Floating Farming. Oleh karena itu perlu dilakukan studi valuasi baik sosial maupun lingkungan untuk memastikan bahwa konsep ini dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Hasil valuasi sosial dengan perangkat persepsi dan preferensi masyarakat menunjukan bahwa daya terima masyarakat tergolong tinggi terhadap konsep pertanian terapung perkotaan ini. Valuasi lingkungan dengan perangkat Indeks kenyamanan menunjukan urgensi pemenuhan ruang hijau tinggi di tengah minimnya lahan dan dominannya Kawasan terendam air. Sehingga, karakteristik Urban Floating Farming berpotensi menjadi alternatif kemandirian pangan untuk meningkatkan ekonomi masyarakaat sekaligus meningkatkan luasan ruang hijau di permukiman bantaran sungai.
EVALUASI PROGRAM PENATAAN PERMUKIMAN KUMUH KELURAHAN SUMBER JAYA, KECAMATAN KAMPUNG MELAYU KOTA BENGKULU Yenni Lidiawati; M. Faiz Barchia; B Hermawan
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20405

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi kondisi prasarana lingkungan seperti air bersih, jalan, drainase, persampahan dan air limbah pasca penanganan kumuh yang dilakukan, dan menganalisa keberhasilan program kawasan kumuh kelurahan sumber jaya melalui pembangunan sarana dasar seperti air bersih, jalan, drainase, persampahan dan air limbah menurut persepsi masyarakat; Sampel penelitian ini adalah masyarakat Kelurahan Sumber Jaya. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner disebarkan langsung ke auditor sebanyak 87 kuesioner. Metode statistik menggunakan pengujian hipotesis uji statistik R dan T. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sarana air bersih memiliki rata-rata lebih tinggi dari yang lain sebesar 3,85, selain itu sarana jalan memiliki rata-rata 3,77 dan sarana drainase memiliki rata-rata 3,74. Sarana persampahan dan air limbah memiliki rata-rata 3,60. Melihat perbandingan rata-rata tiap karakteristik, dapat disimpulkan bahwa sarana air bersih, jalan dan drainase memiliki bobot tergolong tinggi dan sarana tersebut mendukung kebutuhan masyarakat dengan baik yang ada dipermukiman kumuh Kelurahan Sumber Jaya, sedangkan saran persampahan dan Air Limbah masih tergolong cukup baik tetapi masih mendukung sarana permukiman yang ada. Hal ini perlu dilakukan peningkatan terhadap sarana persampahan dan air limbah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
IDENTIFIKASI OBYEK WISATA UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA BERKELANJUTAN DI KECAMATAN KABAWETAN KABUPATEN KEPAHIANG Dwi Tyas Pambudi; Yuwana Yuwana; Damres Uker
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20395

Abstract

Penelitian ini untuk memberikan gambaran pengembangan obyek wisata berkelanjutan di Kecamatan Kabawetan di lihat dari variabel perkembangan dan diversitas ekonomi wilayah Kacamatan Kabawetan, inventarisasi potensi obyek wisata yang ada, identifikasi faktor utama yang mempengaruhi minat wisatawan berkunjung ke obyek wisata. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dari analisis data PDRB, perkembangan ekonomi Kecamatan Kabawetan berada pada urutan ke 5 (lima) dari delapan kecamatan dengan sumbangan PDRB sebesar Rp.273.087.870 dengan sektor penyumbang terbesar pada bidang usaha pertanian. Kecamatan Kabawetan memiliki 17 potensi obyek wisata yang terdiri dari a) terdapat 10 potensi obyek wisata alam; b) wisata buatan terdapat 5 (lima) obyek wisata dan; c) terdapat 2 (dua) obyek wisata sejarah. Berdasarkan analisis skoring, terdapat 6 (enam) Obyek Wisata di Kecamatan Kabawetan yang memiliki kelas berpotensi untuk pengembangan, yaitu: Kebun Teh Kabawetan, Air Terjun Tirta Mandiri, Mountain Valley, Air Terjun Sengkuang, Taman Kabawetan, dan Rest Area 1. Terdapat 4 obyek wisata cukup berpotensi, yaitu: Pabrik Pengolahan Teh, Rumah Belanda, Kampung Kopi, Kebun Bunga Dama Sari Flower, dan Kebun Teh Trisula. Adapun 6 (enam) obyek wisata memiliki kelas kurang berpotensi. Dari analisis persepsi wisatawan yang berkunjung, obyek wisata memiliki modal pengembangan yaitu: 1) Modal Lingkungan, dari hasil penelitian para wisatawan sangat menyukai potensi wisata alam, dengan persentase 73.33 persen; 2) Modal ekonomi, tiket yang masih terjangkau; (3) Modal Sosial yaitu obyek wisata sangat aman dan penduduknya sangat ramah, dengan sekor berturut-turut 96, 67 persen dan 93 persen. Prinsip-prinsip pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kecamatan Kabawetan sudah dilaksanakan dilihat dari beberapa aspek seperti; a) Aspek Lingkungan; Kepedulian pengelolaan sampah, menjaga kelestarian lingkungan; b) Aspek Sosial Budaya; Keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan, semangat gotong royong terjaga, Budaya masyarakat yang ramah, Budaya lokal mejadi lestari, meningkatnya SDM; c) Aspek Ekonomi; Peningkatan PAD Kabupaten Kepahiang, Peningkatan Ekonomi dan Inovasi produk makanan berbahan local, Keterlibatan Bumdes dalam pengelolaan obyek wisata.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN SELUMA Ikhwan Efendy; Agus Susatya; Bieng Brata; Yurike Yurike
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20400

Abstract

Ketersediaan lahan di bidang pertanian merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan peran sektor pertanian secara berkelanjutan, terutama untuk mewujudkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional. Namun permasalahan yang dihadapi saat ini adalah tingginya tekanan terhadap lahan, sehingga terjadi persaingan pemanfaatan lahan antara sektor pertanian dan non pertanian. Meningkatnya permintaan lahan untuk kegiatan non pertanian pada akhirnya menyebabkan terjadinya konversi lahan pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji implementasi kebijakan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Seluma dan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Seluma. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif yaitu dengan usaha mengumpulkan, menyusun dan menginterprestasikan data yang ada kemudian menganalisa data tersebut, menelitinya, menggambarkan dan menelaah secara lebih jelas dari berbagai faktor yang berkaitan dengan kondisi, situasi dan fenomena yang diselidiki. Implementasi perlindungan lahan berkelanjutan masih menghadapi kendala. Mayoritas responden (75,00%) berpendapat bahwa hal ini disebabkan oleh tidak pernah dilakukan sosialisasi; implementor kurang responsif (68,75% responden); kurang paham terhadap kebijakan (72,25% responden); kurang lengkapnya data pendukung (62,50% responden); SOP yang tidak jelas (58,75% responden); koordinasi lintas sektoral masih jarang (73,75% responden); tekanan ekonomi (71,25 % responden).
EVALUASI IMPLEMENTASI HUTAN TANAMAN RAKYAT DI KABUPATEN BENGKULU SELATAN PROVINSI BENGKULU (STUDI KASUS DI KECAMATAN ULU MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN) Aprita Kurniawati
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.19966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa isi izin HTR, menilai tingkat dukungan stakeholder dan tingkat partisipasi masyarakat dan merumuskan strategi implementasi HTR di Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2019-Juli 2019 di lokasi izin HTR Kecamatan Ulu Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Data primer diperoleh melalui kuisioner dan wawancara dengan para responden, dinas/instansi dan pihak terkait. Data sekunder diperoleh melalui studi pustaka atau telaah literatur, dokumen, data dan informasi lain yang terkait dengan tercapainya tujuan penelitian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan SWOT. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa: masih terdapat perbedaan persepsi terhadap tujuan kebijakan HTR, asumsi yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi lapangan dan struktur implementasi yang ada tidak berjalan sebagaimana mestinya, Tingkat kemampuan stakeholder dan partisipasi masyarakat dalam mengimplementasikan kebijakan HTR termasuk dalam kategori rendah. Rekomendasi strategi yang dapat dikembangkan dalam implementasi kebijakan HTR di Kabupaten Bengkulu Selatan adalah: Mengoptimalkan dukungan Pemda dalam percepatan implementasi HTR melalui sosialisasi dan penyuluhan yang intensif dan menggunakan isu kelangkaan kayu dan peluang pemasaran sebagai rangsangan bagi masyarakat untuk menanam tanaman berkayu
STRATEGI PENGEMBANGAN BURUNG MURAI BATU (Copsychus malabaricus) BERBASIS KOMUNITAS KICAU MANIA DI KOTA BENGKULU Ikhsan Jaya; H.D Putranto; Bieng Brata; Edi Soetrisno; Sutriyono Sutriyono
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20396

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji sistem administrasi yang baik dan mengkaji strategi pengembangan murai batu Kota Bengkulu untuk diterapkan dalam pengembagan komunitas murai batu. Respnden dalam penelitian ini sebanyak 57 orang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei, yaitu melakukan pengamatan dan wawancara secara langsung pada responden Komunitas murai batu dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner) yang telah disiapkan. Metode analisis data yang digunakan dalam peneitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis kuantitatif serta analisis SWOT. Pengembangan murai batu berdasarkan komunitas tersebut memiliki strategi peluang dan kelemahan sehingga dapat memanfaatkan pelauang yang ada. Fokus strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah WO (strategi yang meminimalisir kelemahan untuk memanfaatkan peluang). Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah Mensosialisasikan tentang kredit untuk rakyat di bidang peternakan, Pembentukan dan pemantapan komunitas burung murai batu dan Pelatihan tentang pemeliharaan burung murai batu secara intensif.
KAJIAN PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA DANAU KEMBAR DI KABUPATEN KAUR Marnida Marnida; Bieng Brata; Zamdial Zamdial
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20401

Abstract

Objek wisata Danau Kembar merupakan objek wisata Danau yang berada di Desa Suka Menanti Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, obyek wisata ini dikeloal sejak tahun 2006 oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kaur. Dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kaur (RIPPDA Kaur) disebutkan bahwa Kabupaten Kaur memiliki banyak objek wisata yang cukup menarik dan potensial untuk dipasarkan. Namun sangat disayangkan sekali, objek-objek wisata di Kabupaten Kaur belum tertata dan dikembangkan secara baik menurut standar kepariwisataan. Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian Kajian Pengembangan Destinasi Wisata Danau Kembar Di Kabupaten Kaur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan obyek wisata Danau Kembar berdasakan kondisi Danau Kembar saat ini dan sampel survei persepsi pengunjung, masyarakat dan pemerintah terhadap kondisi objek wisata sehingga dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Potensi wisata Danau Kembar yang dapat dikembangkan sebagai obyek ekowisata daerah Kabupaten Kaur yaitu suasana danau yang tenang, sejuk dan indah, hal tersebut didukung dengan sumber daya alam berupa flora dan fauna, memiliki sarana dan prasarana, aksesibilitas sangat mendukung, adanya partisipasi dan dukungan masyarakat untuk ikut aktif dalam kegiatan pengembangan wisata, letak obyek wista Danau Kembar yang strategis karena berada di tepi jalan lintas kabupaten bahkan provinsi sehingga mudah untuk dijangkau oleh para pengunjung.
PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA BENGKULU Awan Labi Rahmadda
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.19968

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Penelitian dilaksanakan pada Oktober sampai dengan Desember 2019 di Kota Bengkulu. Sejumlah 60 responden ditentupan dengan quote-Sampling masing 10 responden dari masyarakat perumahan mewah, Perumnas biasa, pesisir pantai, dekat pasar, dekat sungai, dan perumahan masyarakat. Skor jawaban pada kuesioner penelitian menggunakan skala likert (skala 1,00 sampai 5,00). Kompilasi data dari kuesioner dianalisis secara diskriftif, sedangkan hubungan antar variabel yang dimati dianalisis dengan Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor persepsi, partisipasi langsung, dan partisipasi tidak langsung masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangga masing masing sebesar 3,32 (cukup setuju), 2,89 (cukup sering), dan 2,27 (jarang). Korelasi antara persepsi, partisipasi langsung, dan pasrtisipasi tidak langsung terhadap pengelolaan sampah rumah tangga adalah signifikan dengan pola hubungan linear positif. Tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat juga berkorelasi secara signifikan dengan persepsi, partisipasi langsung, maupun partisipasi tidak langsung dengan pola hubungan linear positif.
KAJIAN KEBERLANJUTAN USAHA TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN AIR NAPAL DAN KECAMATAN BATIKNAU KABUPATEN BENGKULU UTARA Sulaksono Sulaksono; Irma Badarina; Heri Dwi Putranto
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.10.2.20426

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai indeks dan status keberlanjutan masing-masing di-mensi dari usaha ternak sapi potong di Kecamatan Air Napal dan Kecamatan Batiknau Kabu-paten Bengkulu Utara. Mengidentifikasi dan mengkaji faktor-faktor atau atribut-atribut yang sensitif berpengaruh terhadap Keberlanjutan Usaha Ternak Sapi Potong di Kecamatan Air Na-pal dan Kecamatan Batiknau Kabupaten Bengkulu Utara. Indeks dan status keberlanjutan usaha ternak sapi potong ini dinilai dari dimensi ekologi, dimensi ekonomi, dimensi sosial budaya, dimensi teknologi dan infrastruktur serta dimensi hukum dan kelembagaan. Dalam menganalisis data keberlanjutan dari usaha ternak sapi potong di Kecamatan Air Napal dan Kecamatan Batiknau Kabupaten Bengkulu Utara adalah dengan metode Multi Dimensional Scaling (MDS) yang disebut dengan pendekatan RAP-BANGKAPET. Dimana hasilnya dinya-takan dalam bentuk nilai indeks dan status keberlanjutan. Identifikasi atribut-atribut yang sen-sitif terhadap indeks dan status keberlanjutan masing-masing dimensi memakai Analisis Lever-age dan Monte Carlo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks status keberlanjutan dari usaha ternak sapi potong di Kecamatan Air Napal dan Kecamatan Batiknau Kabupaten Bengkulu Utara adalah 56,14% (cukup berkelanjutan). Nilai indeks keberlanjutan dimensi ekologi sebesar (64,23%), dimensi ekonomi (51,95%), dimensi sosial budaya (54,72%), dan dimensi hukum dan kelembagaan (74,97%) dikategorikan baik dengan status cukup berkelanju-tan. Untuk dimensi teknologi dan infrastruktur sebesar (34,81%) dikategorikan kurang dengan status kurang berkelanjutan. Dari 50 (lima puluh) atribut yang dianalisis, terdapat 36 (tiga puluh enam) atribut yang perlu diperhatikan dan segera ditangani karena sensitif terhadap indeks dan status keberlanjutan. Untuk meningkatkan status keberlanjutan untuk masa yang akan datang (jangka panjang) maka perlu dilakukan upaya perbaikan secara menyeluruh terhadap semua atribut yang sensitif dalam peningkatan status kawasan.

Page 1 of 2 | Total Record : 18