cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Naturalis : Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 23026715     EISSN : 26547732     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2020)" : 18 Documents clear
Model 3R pada Pengelolaan Sampah di Lingkungan Universitas Bengkulu Rahmat Nursalim; Pandu Imam Sudibyo
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13498

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di lingkungan kampus universitas Bengkulu (UNIB), hingga kini belum direncanakan secara baik dan benar. Salah satu cara merencanakan pengelolaan sampah yang baik adalah dengan menyusun model prediksinya sehingga penanganan sampah dimasa datangnya bisa diatasi dengan baik. Gerakan yang muncul sebagai solusi permasalahan pengelolaan sampah dilingkungan kampus adalah gerakan eco- campus. Sampah yang ada dilingkungan kampus masih menyimpan potensi sumber daya apabila dapat dikelola dengan baik. Sampah organik masih dapat digunakan untuk bahan baku kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang, dijual atau digunakan kembali untuk kegunaan lain. Sistem pengelolaan 3 R ( reduce, reuse dan recycle), sudah sangat populer untuk diterapkan dalam suatu kawasan termasuk di lingkungan kampus UNIB. Untuk menerapkan sistem tersebut, diperlukan data jumlah timbulan sampah dan jenisnya diseluruh gedung yang ada (yang telah digunakan) dilingkungan kampus UNIB. Metode pengamatan terhadap timbulan  sampah yang ada di lingkungan kampus UNIB, digunakan prosedur sebagaimana yang disajikan dalam SNI 3242-2008. Secara kolektif berdasarkan pengukuran yang dilakukan jumlah volume sampah yang ditimbulkan dari semua gedung yang ada di lingkungan  Universitas Bengkulu rata-rata  sebanyak 10.402,65 liter/ hari, sedangkan kapasitas tampung yang ada sebesar 25.185 liter/ hari. Rata-rata volume angkutan 5.250,00 liter/ hari. Jumlah sampah organik yang timbul sebanyak 193,48 kg/ hari dan sampah anorganiknya sebesar 175,60 kg/ hari. Estimasi nilai penjualan dari timbulan sampah yang masih dapat digunakan dan didaur ulang adalah Rp 5.226.225,- per bulan atau Rp 62.714.700,- per tahun.
DAMPAK SOSIAL EKONOMI DAN ESTIMASI KERUGIAN EKONOMI AKIBAT BANJIR DI KELURAHAN RAWA MAKMUR KOTA BENGKULU Santri Santri; Enggar Apriyanto; Satria Putra Utama
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13509

Abstract

Penelitian tentang banjir dan dampaknya perlu dilakukan di Kota Bengkulu, karena banjir merupakan bencana alam yang menduduki peringkat tertinggi yaitu terjadi sebanyak 16 kali di tahun 2015, 39 kali ditahun 2016 dan 31 kali di tahun 2017 (BPBD, 2018). Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui dampak banjir terhadap sosial ekonomi masyarakat Kelurahan Rawa Makmur, untuk mengetahui estimasi nilai kerugian ekonomi akibat banjir di Kelurahan Rawa Makmur dan untuk mengetahui persepsi masyarakat Kelurahan Rawa Makmur terhadap banjir. Penelitian ini dilakukan bulan Februari sampai Juni 2019 di Kelurahan Rawa Makmur. Metode analisis data untuk dampak sosial ekonomi dan persepsi masyarakat diidentifikasi menggunakan metode deskriptif. Estimasi nilai kerugian ekonomi akibat banjir digunakan Metode Pendekatan Harga Pasar, Opportunity Cost, dan Cost of Illness. Dampak sosial ekonomi yang timbul akibat terjadinya banjir di Kelurahan Rawa Makmur pada Bulan April 2019 berupa terhambatnya aktivitas sehari -hari masyarakat terdampak seperti bekerja dan sekolah, timbulnya penyakit, dan keru gian ekonomi. Estimasi kerugian langsung masyarakat sebesar Rp. 1.742,957,130.66, - Persepsi masyarakat Kelurahan Rawa Makmur mengenai dampak banjir adalah menimbulkan kerugian berupa terputusnya akses, kerugian kehilangan pendapatan, kerusakan harta benda dan menimbulkan penyakit. Alasan masyarakat tetap bertahan tinggal di lokasi rumah saat ini dengan alasan lokasi stra tegis, hubungan antar warga cukup baik dan status kepemilikan rumah milik sendiri/keluarga.
SIMULASI AQUACROP UNTUK MEMPROYEKSIKAN PRODUKTIVITAS PADI BERDASARKAN SKENARIO PERUBAHAN IKLIM REPRESENTATIVE CONCENTRATION PATHWAYS (RCP) 4.5 DI KABUPATEN BENGKULU UTARA Winda Ayu Kusumawati; Mohammad Chozin; Sigit Sudjatmiko
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13514

Abstract

Perubahan iklim memiliki peran penting dalam keberlanjutan produksi padi. Upaya mitigasi dan renacana aksi terus diupayakan untuk meminimalisasi terjadinya gagal panen oleh sebab itu proyeksi iklim di masa mendatang sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model yang dapat digunakan untuk memproyeksikan produktivitas padi di Kabupaten Bengkulu Utara ketika kondisi iklim berubah. Penelitian ini menggunakan model Aquacrop berdasarkan skenario perubahan iklim Representative Concentration Patways (RCP)4,5 yang divalidasi dengan data observasi parameter iklim dan produktivitas padi di Kabupaten Bengkulu Utara pada kurun waktu tahun 2008 sampai tahun 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data skenario RCP4,5 yang digunakan untuk mengembangkan model Aquacrop 4.0 memiliki kesesuaian yang tinggi terhadap data observasi kecuali pada data paremeter curah hujan. Kondisi iklim di Bengkulu Utara hingga tahun 2050 diproyeksikan hanya mengalami perubahan yang relatif kecil. Penggunaan model Aquacrop untuk memproyeksi produktivitas padi di Bengkulu Utara memerlukan koreksi untuk menghindari bias terlalu tinggi.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB DAN STRATEGI PENGENDALIAN ALIH FUNGSI SAWAH MENJADI PERUMAHAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN DI KOTA BENGKULU Siska Aprillya S; Faiz Barcia; Bieng Brata
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13505

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab, strategi pengendalian, dan dampaknya terhadap lingkunga alih fungsi lahan sawah menjadi perumahan di Kota Bengkulu. Penelitian dilakukan pada Oktober sampai dengan November 2019 di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu. Estimasi faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam mengalih fungsikan lahan sawah digunakan analisis regresi logistik. Dampak alihfungsi sawah terhadap lingkungan maka dilakukan analisis deskriptif. Sedangkan strategi penataan alih fungsi lahan digunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa j umlah tanggungan keluarga, kendala irigasi dan harga jual sawah berpengaruh nyata terhadap peluang terjadinya alih fungsi lahan . Semakin tinggi jumlah tanggungan keluarga, kendala irigasi dan harga jual sawah maka semakin tinggi kecenderungan petani untuk melakukan alih fungsi lahan sawah menjadi perumahan. Posisi pengendalian alih fungsi lahan pertanian sawah berada pada kuandran III yaitu posisi dengan strategi WO yaitu pemanfaatan peluang yang ada dan meminimalkan kelemahan yang ada. Sebanyak 70,75% responden beranggapan bahwa alih fungsi lahan sawah menjadi perumahan berdampak negatif terhadap lingkungan dengan rata -rata jawaban 3,54 yang tergolong setuju.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KELEMBAGAAN YANG MENGANCAM PENGELOLAAN PERKEBUNAN KAKAO RAKYAT DI KABUPATEN ACEH TIMUR, ACEH Cut Mulyani; Iswahyudi Iswahyudi; Boy Riza Juanda
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.11167

Abstract

Rendahnya produktivitas perkebunan kakao di Kabupaten Aceh Timur dipengaruhi oleh penggunaan bahan tanam yang kurang baik, teknologi budidaya yang kurang optimal, umur tanaman yang sudah tidak produktif dan tingginya serangan hama penyakit sehingga mengancam terhadap keberlanjutan perkebunan kakao rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kunci aspek kelembagaan yang memberikan pengaruh terhadap pengelolaan perkebunan kakao rakyat. Penilaian status keberlanjutan pengelolaan perkebunan kakao rakyat menggunakan teknik Multi Dimensional Scalling (MDS). MDS digunakan untuk menilai indeks status keberlanjutan serta faktor-faktor kunci yang memberikan pengaruh kurang berkelanjutan dalam pengelolaan perkebunan kakao rakyat. Hasil analisis menunjukkan bahwa status pengelolaan perkebunan kakao rakyat dari dimensi ekologi dan kelembagaan kurang berkelanjutan, dari dimensi ekonomi cukup berkelanjutan, dan dari dimensi sosial budaya sangat berkelanjutan. Dari dimensi kelembagaan, faktor kunci yang mempengaruhi keberlanjutan perkebunan kakao rakyat adalah kelompok tani kakao, kontrol lembaga terkait, dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan perkebunan kakao rakyat di Kabupaten Aceh Timur dengan membentuk lembaga pengelola perkebunan kakao yang terpadu.
PENGARUH UMUR DAN GENDER TERHADAP SIKAP PEDULI LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DIKAMPUNG NELAYAN SEJAHTERA KELURAHAN SUMBER JAYA KOTA BENGKULU Wardani Wardani; Wiryono Wiryono; Agus Susatya
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13510

Abstract

Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain, ini disebutkan dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1997. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh antara umur dengan sikap peduli lingkungan pada masyarakat Kampung Nelayan Sejahtera Kelurahan Sumber Jaya Kota Bengkulu (2) mengetahui pengaruh Gender dengan sikap peduli lingkungan pada masyarakat Kampung Nelayan Sejahtera Kelurahan Sumber Jaya Kota Bengkulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan cara random. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat pengaruh umur terhadap sikap peduli lingkungan pada masyarakat di Kampung Nelayan Sejahtera Kelurahan Sumber Jaya Kota Bengkulu. Temuan ini di tunjukkan berdasarkan hasil perhitungan uji T diperoleh nilai T hitung sebesar 2,324 dengan signifikansi 0,024 < siginifikansi ? : 0,05. Artinya H 0 di tolak dan H 1 diterima. (2) Tidak terdapat perbedaan sikap peduli lingkungan antara laki-laki dan perempuan pada masyarakat di Kampung Nelayan Sejahtera Kelurahan Sumber Jaya Kota Bengkulu
ANALISIS HYGIENE SANITASI DAN KUALITAS AIR MINUM PADA DAMIU DI WILAYAH KECAMATAN GADING CEMPAKA KOTA BENGKULU Heny Agustati; Agus M. H. Putranto; Marulak Simarmata
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13342

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengindentifikasi dan menganalisis hygiene sanitasi lingkungan DAMIU terhadap kualitas fisik, mikrobiologi dan kimia pada Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu . Penelitian dilaksanakan dengan metode deskriptif dengan sampel sebanyak 14 DAMIU yang diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan ada 9 (64,2%) depot yang berhubungan antara hygiene sanitasi, fisik (kekeruhan) dan mikrobiologi sedangkan kimia (pH) tidak berhubungan. Terdapat 4 (28,7%) depot yang berhubungan antara hygien sanitasi, kimia (pH), fisik (kekeruhan) dan mikrobiologi. Terdapat 1 (7,1%) depot berhubungann antara hygiene sanitasi, kimia (pH) dan fisik (kekeruhan) sedangkan mikrobiologi tidak berhubungan. Disarankan agar konsumen berhati-hati membeli air minum isi ulang dengan melihat hasil laboratorium yang masih berlaku dan izin laik sehat. Bagi pemerintah daerah supaya menerbitkan PERDA yang mencantumkan sanksi penutupan bagi pengusaha yang melanggar aturan dan produk airnya membahayakan masyarakat.
ANALISIS KERAGAMAN JENIS TUMBUHAN BAWAH PADA TIGA KETINGGIAN DI TAMAN WISATA ALAM BUKIT KABA PROVINSI BENGKULU Mario Norris; Wiryono Wiryono; Yansen Yansen
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.9.2.13506

Abstract

Tumbuhan bawah merupakan suatu jenis vegetasi dasar yang terdapat dibawah tegakan hutan. Keberadaan tumbuhan bawah dilantai hutan dapat berfungsi dalam mongkonversi tanah dan air, dikarenakan tumbuhan bawah memiliki sistem perakaran yang banyak sehingga menghasilkan rumpun yang rapat dan mampu mencegah erosi tanah, sebagai pelindung tanah dari pukulan air hujan dan aliran permukaan, juga berperan dalam meningkatkan bahan organik dalam tanah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis tumbuhan bawah, menghitung jenis asli dan asing, dan menghitung indeks keragaman jenis tumbuhan bawahnya pada tiga ketinggian (lokasi penelitian bawah 1200-1250 mdpl, tengah 1500-1550 mdpl, dan atas 1700-1750 mdpl) di Taman Wisata Alam Bukit Kaba Provinsi Bengkulu.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuadrat.Ukuran kuadrat yang digunakan adalah 1x1 meter.Banyaknya jumlah kuadrat mengacu pada kurva species area dengan luasan minimum 50 m2 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi tumbuhan bawah pada lokasi penelitian bawah ditemukan 32 jenis 21 famili yang terdiri dari 21 jenis asli dan 11 jenis asing, pada lokasi penelitian tengah ditemukan 34 jenis 24 famili yang terdiri dari 22 jenis asli dan 12 jenis asing, dan pada lokasi penelitian atas ditemukan 31 jenis 15 famili yang terdiri dari 17 jenis asli dan 14 jenis asing. Tingkat keragaman jenis tumbuhan bawah (H’) tergolong tinggi dengan besaran masing-masing pada lokasi penelitian bawah 3.23, tengah 3,24, dan atas 2,83. Indeks kemerataan jenis (E) tergolong tinggi secara keseluruhan dengan besaran masing-masing pada lokasi penelitian bawah 0.93, tengah 0.91, dan atas 0.82.

Page 2 of 2 | Total Record : 18