cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 88 Documents
Search results for , issue "Vol 2 (2013)" : 88 Documents clear
INTERFERENSI BAHASA BALI DAN BAHASA ASING DALAM CERITA LISAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SISWA SMP NEGERI 10 DENPASAR Dewa Ayu Nyoman, Suindratini,; I Made, Gosong,; I Wayan, Rasna,
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.727 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan teknik simak, rekam, catat. Hasil penelitian ini menunjukkan 18 siswa tidak menyelipkan bahasa Bali dan bahasa Asing, sedangkan 32 responden terdapat interferensi berkisar satu dan dua buah interferensi dalam satu wacana. Dalam interferensi bahasa Bali terdapat jenis interferensi fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, sedangkan dalam interferensi bahasa asing terdapat interferensi sintaksis dan semantik. Terjadinya interferensi bahasa Bali ke dalam bahasa Indonesia memperlihatkan bahwa interferensi terjadi bukan disengaja oleh siswa dengan maksud untuk mempermudah penyampaian buah pikirannya, tetapi terjadi karena penguasaan sistem bahasa pertama (bahasa Bali) mereka yang lebih tinggi dari kemampuan mereka bertutur dengan bahasa Indonesia. Disimpulkan bahwa interferensi merupakan bagian dari sosiolinguistik akibat adanya penggunaan dua bahasa atau lebih dalam masyarakat tutur yang multilingual.   Kata kunci : Interferensi, bahasa Bali, Bahasa asing, cerita lisan.   ABSTRACT This study uses the technique of observation, record, record. The results of this study showed 18 students did not slip Balinese language and foreign language, whereas 32 respondents are interference ranges one and two interference in a discourse. In Bali interference there are kind interferences, those are phonology interference, morphology, syntax, and semantics, while the interference of foreign languages ??are syntactic and semantic. Balinese language interference into the Indonesian language showing that interference is not due to deliberate by students in order to facilitate the delivery of his thoughts, but it is because control systems first language (Balinese) they are higher than their ability recalled the Indonesian language. It was concluded that the interference is part of sociolinguistics that occur due to the use of two or more languages ??in a multilingual speech community.   Keywords: Interference, the Balinese language, foreign language, oral stories
TUTURAN REMAJA DI KALANGAN PELAJAR ANAK MULTIETNIS (INDONESIA-ASING) PADA SMP SWASTA SE-KECAMATAN KUTA, BADUNG : SEBUAH KAJIAN KESANTUNAN DALAM TINDAK TUTUR Dewi, A.C.Kusuma; Suandi, N.; Martha, N.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.534 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kesantunan bentuk tindak tutur berbahasa remaja anak multietnis di lingkungan sekolah, (2) kesantunan fungsi tindak tutur yang diucapkan oleh remaja anak multietnis di lingkungan sekolah, serta (3) bentuk penyimpangan prinsip kesantunan tuturan remaja anak multietnis di lingkungan sekolah. Data diambil dari pelajar anak multietnis pada SMP Jembatan Budaya dan SMP Soverdi Tuban. Dimana kedua sekolah ini merupakan sekolah swasta yang berada di kecamatan Kuta dan memiliki pelajar anak multietnis (Indonesia-Asing). Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purpositive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dengan teknik rekaman. Data yang diperoleh adalah data lisan berupa tuturan yang diucapkan oleh remaja anak multietnis di lingkungan sekolah. Data dianalisis dengan menggunakan prosedur analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kesantunan bentuk tindak tutur remaja anak multietnis di lingkungan sekolah, yaitu bentuk tindak tutur bermodus deklaratif, interogatif, dan imperatif; (2) kesantunan fungsi tuturan remaja anak multietnis di lingkungan sekolah, yaitu fungsi makro dan fungsi mikro; (3) penyimpangan prinsip kesantunan tuturan remaja anak multietnis, yaitu penyimpangan prinsip kesantunan maksim kebijaksanaan, penerimaan, kemurahan, dan kecocokan.   Kata kunci : tuturan remaja, anak multietnis, kesantunan   Abstract This study is aimed to describe (1) the politeness form of teenagers? speech acts of multiethnic children in the school environment; (2) the politeness function of speech act produced by adolescents of multiethnic children in school environment; and (3) the form of deviation principle of adolescents? speech acts politeness of multiethnic children in school environment. Furthermore, the data is taken from students of multiethnic children in Junior High School of Jembatan Budaya and Junior High School of Soverdi Tuban, in which both of these schools are private schools with students of multiethnic children (Indonesian-Foreigner), located in sub-district of Kuta. The sampling technique used in this study is purposive sampling. The data collection method used is observation method with recording technique. The data obtained is in the form of verbal utterances produced by adolescent of multiethnic children in the school environment. The data is analyzed by using data analysis procedures of descriptive qualitative. Results of this study indicate that (1) the politeness form of adolescents? speech acts of multiethnic children in the school environment, namely speech acts form of declarative, interrogative, imperative modes; (2) the politeness function of adolescents? speech acts of multiethnic children in school environment, namely macro and micro functions;  (3) the deviation principle of adolescents? speech acts politeness of multiethnic children, namely deviation principle of politeness maxim of wisdom, acceptance, generosity, and suitability.   Keywords: Teenagers? Speech, Multiethnic Children, Politeness
ANALISIS ALAT EVALUASI BAHAN AJAR BAHASA BALI SMP KELAS VII SEMESTER GENAP BERDASARKAN KARAKTERISTIK PENILAIAN AUTENTIK Wirani, Sukma.; Martha, Nengah; Sutama, Made
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.252 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas alat evaluasi bahan ajar mulok bahasa Bali yang dipakai SMP di Kota Singaraja pada kelas VII semester genap berdasarkan karakteristik penilaian autentik dan untuk mengetahui factor penyebab ketidaksesuaian alat evaluasi dengan karakteristik penilaian autentik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskrptif kualitatif-kuantitatif. Subjek penelitian bahan ajar mulok bahasa Bali SMP kelas VII semester genap penerbit Tim MGMP Bahasa Bali kabupaten Buleleng dan objek penelitian ini adalah alat evaluasi bahan ajar mulok bahasa Bali SMP kelas VII semester genap berdasarkan penilaian autentik. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Tahapan dalam menganalisis data adalah reduksi data, klasifikasi data, pendeskripsian data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Dari hasil menganalisis data didapatkan kualitas alat evaluasi bahan ajar mulok bahasa bali yang memiliki kualitas autentik sebesar 55 soal 21.6%, yang memiliki kategori kurang autentik sebesar 48 soal atau sebesar 18.8%, dan yang tidak autentik dengan jumlah soal 152 (59.6%) butir soal. Pemerolehan kualitas alat evaluasi bahan ajar mulok bahasa Bali yang autentik dipengaruhi oleh pemrolehan jumlah soal pada 5 karakteristik penilaian autentik, bentuk-bentuk soal yang mendapat kualitas autentk adalah bentuk unjuk kerja baik secara lisan maupun tulisan, dan tugas proyek.  Faktor penyebab alat evaluasi menjadi tidak sesuai dengan karakteristik penilaian autentik adalah tes belum terumuskan dalam SK, KD dan Indikator, tes yang dibuat masih memiliki bentuk tes jawaban pendek, tes pemahaman wacana, tes pembentukan kata, tes pemahaman kosakata dan tes objektif. Penelitian ini bermanfaat bagi guru, tim penyusun bahan ajar dan dinas pendidikan kabupaten Buleleng. Diharapkan bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai alat evaluasi yang dipakai di sekolah-sekolah.   Kata Kunci; alat evaluasi, bahan ajar, penilaian autentik, bahasa bali.                                 Abstact This study aims to determine the quality of instructional materials evaluation tool Mulok Balinese language spoken in the city of Singaraja on the junior class VII semester based on the characteristics of authentic assessment and to determine the cause of the discrepancy factor evaluation tool with the characteristics of authentic assessment. This study uses qualitative research design deskrptif-quantitative. Research subjects Balinese language teaching materials Mulok junior class VII semester publisher Tim MGMPs Balinese regency of Buleleng and the object of this study is an evaluation tool Balinese language teaching materials Mulok VII semester junior class based on authentic assessment. Data collection in this study using observation and documentation. Stages in analyzing the data is data reduction, data classification, data description, data presentation, and drawing conclusions. From the results obtained analyzing data quality evaluation tool Mulok language teaching materials that have the quality of authentic bali for 55 about 21.6%, which has less authentic by 48 categories matter or by 18.8%, and that is not authentic to the number of about 152 (59.6%) items. Obtaining quality materials evaluation tool Mulok authentic Balinese language is influenced by the amount of matter in 5 pemrolehan characteristics of authentic assessment, forms of matter that gets autentk quality is a form of performance both orally and in writing, and project assignments. Causative factor evaluation tool to be not in accordance with the characteristics of authentic assessment is not a test formulated in SK, KD and Indicators, which made ??the test still has the form of a short answer test, discourse comprehension tests, tests of word formation, vocabulary and comprehension test objective tests. This research is useful for teachers, teaching materials and the drafting team Buleleng district education office. Expected for other researchers to conduct further research into the evaluation tool used in schools.   Keyword; evaluation tool, instructional materials, authentic assessment, balines language
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMBACA SASTRA INDONESIA DAN PERANGKAT PENILAIAN AUTENTIK SISWA KELAS VII SEMESTER 1 SMP NEGERI 8 DENPASAR Md Aryaningsih, I Gst. A.; Sudiana, N.; Martha, N.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.185 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Masalah yang ditemui di SMP Negeri 8 Denpasar adalah kurang tersedianya bahan ajar membaca sastra yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan penilaian yang digunakan oleh guru tidak bercirikan penilaian autentik. Terkait dengan masalah ini, tujuan penelitian: (a) untuk mengembangkan bahan ajar membaca sastra Indonesia yang layak dan dapat diaplikasikan, dan (b) untuk mengembangkan perangkat penilaian yang bercirikan penilaian autentik. Penelitian pengembangan ini menggunakan langkah-langkah penelitian pengembangan menurut Borg dan Gall (1983) yang dimodifikasi: analisis kebutuhan, mengembangkan desain, mengembangkan bahan ajar, uji awal, revisi, produk uji awal, uji ulang, revisi, uji akhir, dan produk akhir. Pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan kuesioner. Data hasil tes uji coba dianalisis secara statistik deskriptif. Data hasil studi empirik tentang pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dianalisis secara deskriptif. Hasil uji coba pengembangan bahan ajar membaca sastra Indonesia dan perangkat penilaian autentik mencapai nilai rata-rata di atas KKM (80). Berdasarkan hasil uji coba, dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan telah layak dan dapat diaplikasikan. Demikian juga penilaian yang dikembangkan telah bercirikan penilaian autentik, karena penilaian telah mampu digunakan untuk mengungkap kompetensi yang diinginkan atau sesuai dengan indikator.   Kata kunci : bahan ajar, membaca sastra, penilaian autentik   Abstract This research belongs to research and development (R&D). The problems faced at SMP Negeri 8 Denpasar are the lack of reading material of Indonesian literature which is not appropriate with the students? needs and the assessment used by the teachers is not authentic. The purposes of this study are (a) To develop reading material of Indonesian literature which is appropriate and applicable, and (b) To develop assessment which is authentic. This research and development used a model proposed by Borg and Gall (1983) which was modified such as: need analysis, developing design, developing material, pre-test, revision, product preliminary test, product re-test, revision, posttest, and final product. The data was gathered by using test, observation sheet, and questionnaires. The preliminary test was analyzed by using descriptive statistic while the data about empirical study about the implementation of reading material of Indonesian literature was analyzed descriptively. The tryout test shows that the result is above 80 (standard achievement score). Based on the tryout?s result, it can be concluded that material developed is appropriate and applicable while the assessment developed is authentic and appropriate where it is also based on the competency and indicator that want to be achieved.   Keywords : Teaching Material, Reading Literature, Authentic Assessment.
ANALISIS PERTANYAAN GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 3 SELONG LOMBOK TIMUR NUSA TENGGARA BARAT TAHUN PEMBELAJARAN 2012/2013 ., H. LALU SEGEP WIDJAYA; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.588 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meneliti: jenis pertanyaan guru Bahasa Indonesia dalam interaksi belajar mengajar, tingkat kognitif pertanyaan guru, dan fungsi pertanyaan guru. Untuk mencapai tujuan penelitian rancangan penelitian deskriptif digunakan. Sampelnya adalah seorang guru yang mengajar Bahasa Indonesia di kelas V, SD 3 Selong, Lombok Timur. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi yang dibantu dengan perekaman proses pembelajaran dan interview. Analisis data dilakukan dengan rangkaian langkah yaitu: reduksi data, penyajian, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanyaan-pertanyaan guru selama interaksi kegiatan belajar mengajar berkisar pada pertanyaan menyempit sejumlah 62 pertanyaan atau 62.62% dan pertanyaan meluas sebanyak 37 pertanyaan atau 37.37%. Terkait dengan tingkat pertanyaan guru, hasil penelitian adalah sebagai berikut: pertanyaan pengetahuan sebanyak 40 pertanyaan atau 43.01 %, pertanyaan pemahaman sebanyak 42 pertanyaan atau 45.61%, pertanyaan aplikasi sebanyak 4 pertanyaan atau 4.30% dan pertanyaan evaluasi sebanyak 4 pertanyaan atau 4.30%. Secara umum pertanyaan itu berfungsi sebagai strategi dalam interaksi belajar mengajar.Kata Kunci : Pertanyaan guru, jenis pertanyaan guru dalam interaksi belajar, tingkat kognitif pertanyaan, dan fungsi pertanyaan Abstract This reasearch was conducted to examine : the types of teacherâ??s questions in teaching learning interaction of Indonesian language, the cognitive level of teacherâ??s questions in teaching learning interaction of Indonesian language, and function of teacherâ??s questions teacherâ??s questions in teaching learning interaction of Indonesian language. To achieve the research objectives descriptive research design was employed. One teacher was chosen as the subject of the study, this teacher taught Bahasa Indonesia to the fifth grade students of state elementary school 3 Selong, East Lombok. The data was collected using observation method assisted by the recording of teaching learning process and interview. The data analysis was carried out in a series of processes: data reduction, data presentation and conclusion. The result of the present study showed that the teacher asked 62 narrow questions or 62.62 % and 37 broad questions or 37.37 %. From cognitive level of questions, questions of knowledge were 40 questions or 43.01 %, comprehension questions were 42 questions or 45.61 % , application questions were 2 questions or 2.15%, analysis questions were 1 question or 1.07%, synthesis questions were 4 questions or 4.30%, and evaluation questions were 4 questions or 4.30%. The questions mainly function as a strategy for teaching and learning interaction. keyword : Teacherâ??s question, Teaching and learning Interaction types of question, Cognitive level of questions, and function of questions.
TUTURAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS XI SMA NEGERI 1 SELONG DITINJAU DARI RETORIKA ., M. YAMIN JAMALUDIN; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.78 KB)

Abstract

Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan (1) prinsip organisasi tuturan guru (2) pola organisasi tuturan guru; dan (3) teknik pengembangan tuturan guru di kelas XI SMA Negeri 1 Selong. Subjek penelitian adalah seorang guru bahasa Indonesia kelas XI. Objek penelitian ini adalah prinsip organisasi tuturan, pola organisasi tuturan, dan teknik pengembangan tuturan guru di kelas XI SMA Negeri 1 Selong. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara disertai pencatatan lapangan dan perekaman. Analisis data dilakukan tiga tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian dan klasifikasi data, (3) penyimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian bahwa tuturan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA Negeri 1 Selong adalah (1) prinsip organisasi tuturan guru bahasa Indonesia meliputi prinsip koherensi, kesatuan, dan penekanan. Ketiga prinsip itu saling berkaitan satu sama lain untuk menciptakan tuturan yang informatif; (2) pola organisasi tuturan guru bahasa Indonesia berupa pola urutan kronologis, topikal, kausal, dan pemecahan masalah; (3) Teknik pengembangan tuturan guru bahasa Indonesia berupa teknik induktif, deduktif, sebab akibat, menjelaskan, contoh, dan perulangan. Dengan demikian, tuturan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMA Negeri 1 Selong ditinjau dari retorika memperlihatkan adanya prinsip organisasi tuturan, pola organisasi tuturan dan teknik pengembangan tuturan yang bervariasi yang digunakan untuk mempersuasi dan menjelaskan pelajaran.Kata Kunci : tuturan, retorika, guru, pembelajaran This research used a descriptive qualitative. The purpose of this research was to describe and explain (1) The principle of teachersâ?? speech organization (2) The pattern of teachersâ?? speech; and (3) The technique of developing teachersâ?? speech on the conversation at the eleventh grade of SMAN 1 Selong. The subject of this research was Indonesia Teachers who were teaching at the eleventh grade. The object of the research were; The principal of teachersâ?? speech organization, The pattern of teachersâ?? speech, and The technique of developing teachersâ?? speech on the conversation at the eleventh grade of SMAN 1 Selong. The data of this research were collected by using obseravtion technique and interview accompanied with note taking on the field and recording. Analyzing the data were done into three phases, Namely (1) data reduction, (2) presentation and classification of data and, (3) summary and verification of data. The result of the research shows that teachersâ?? speech in teaching Bahasa Indonesia at the eleventh grade of SMAN 1 Selong are as follows: (1) The principle of teachersâ?? speech organization in teaching Bahasa Indonesia used the principle of coherence, unity, and stressing. All these principles related each other to create informative speech; (2) The pattern of teachersâ?? speech organization in the form of chronological, topical, causal, and porblem solving. (3) The technique of developing teachersâ?? speech in teaching Bahasa Indonesia in the form of inductive, deductive, causity, explanation, examples, and review. Thus, the teachersâ?? speech in teaching Bahasa Indonesia at the eleventh grade of SMAN 1 Selong viewed from the rhetorica shows that there is the principle of speech organization, pattern of speech organization, and technique of developing speech variously which is used to persuade and explain the lesson. keyword : Speech, rhetorica, teachers, and Learning.
The Analysis of the Factors Affecting Undergraduate Students’ Difficulties in Writing Thesis in the English Department of Mahasaraswati University. ., LUKI ARIMESTI DWIHANDINI; ., Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA; ., Drs. I Wayan Suarnajaya,MA., Ph.D.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.524 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan mahasiswa dalam penulisan skripsi. Penelitian ini mengikuti penelitian deskriptif yang dikemukakan oleh Sapsford (di Cohen, Manion and Morrison, 2007: 209) yang meliputi definisi masalah, penyeleksian sampel, desain pengukuran, dan fokus partisipan. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa dari departemen bahasa di Universitas Mahasarwati. Data dikumpulkan melalui lembar penilaian para ahli, kuesioner dan wawancara. Hasil dari penelitian ini mengidentifikasikan tiga faktor utama yang memengaruhi kesulitan siswa dalam menulis skripsi. Pertama, faktor psikologis yang meliputi kekurang percayaan diri dalam memutuskan judul skripsi, memiliki pengetahuan dasar mengenai topik skripsi, dan menulis skripsi yang baik. Kedua, faktor sosial budaya yang meliputi kemampuan untuk menghubungkan dan membentuk kalimat menjadi penulisan skripsi yang baik, untuk memiliki pengetahuan yang baik dalam penulisan skripsi, dan untuk memahami budaya akademik di jurusan atau universitas mengenai penulisan skripsi. Akhirnya, faktor ketiga adalah faktor linguistik yang terdiri dari kesulitan dalam mengurangi kesalahan penggunaan tata bahasa dalam penulisan skripsi, dan dalam mengetahui dan/atau memutuskan bagian tata bahasa mana yang seharusnya dihapus, digantikan, ditambahkan dan diatur kembali dalam penulisan skripsi. Penelitian ini memiliki implikasi pada pengajaran menulis akademis, terutamanya dalam penulisan skripsi.Kata Kunci : Penelitian Deskriptif, Penulisan Skripsi, Faktor Psikologis, Faktor Sosial Budaya, Faktor Linguistik This study aimed at finding out the factors affecting undergraduate students? difficulties in writing thesis. This study followed the descriptive survey research proposed by Sapsford (in Cohen, Manion and Morrison, 2007: 209) which involves problem definition, sample selection, design measurement, and concern for participants. The subjects of the study were the undergraduate students in the English Department of Mahasaraswati University. The data were collected through expert judgment sheet, questionnaire, and interview. The findings of the study identified three major factors that affected undergraduate students? thesis writing. First, psychological factors that comprised lack of confidence in deciding thesis title, having prior knowledge due to thesis topic, and writing a good thesis. Second, sociocultural factors that covered ability to connect and form each sentence into meaningful thesis writing, to have knowledge of proper lexical items and linguistic units, and to have an understanding about the culture department of the university regarding the format of the thesis writing. Finally, the third factor is the linguistic factors that consisted of difficulties in minimalizing grammar error, and in knowing and/or deciding the grammatical items which should be deleted, replaced, supplied and reordered. This study has an implication to academic writing pedagogy, especially in thesis writing.keyword : Descriptive Survey, Thesis Writing, Psychological factors, Sociocultural factors, Linguistic factors
PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SMP WIDYA SAKTI DENPASAR Dewi, Ida Ayu; Sudiana, I N.; Putrayasa, I.B.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) perencanaan pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal, 2) pelaksanaan pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal, dan 3) evaluasi pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal di SMP Widya Sakti Denpasar. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaan pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal secara umum sudah mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal. Pada RPP kelas VII dan VIII  pengintegrasian tampak pada materi, langkah inti, dan media pembelajaran. Pada RPP kelas IX pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal tampak pada bagian rumusan kompetensi dasar, indikator pembelajaran, tujuan, materi, kegiatan inti, pemilihan media, dan penilaian hasil pembelajaran, (2) Pelaksanaan pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal sudah mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam semua tahapan pembelajaran, dan (3) Evaluasi pembelajaran apresiasi sastra berbasis kearifan lokal berlangsung sejalan dengan proses pembelajaran melalui pengamatan atas sikap dan respons siswa. Kata Kunci: apresiasi sastra, kearifan lokal, pembelajaran bahasa indonesiaABSTRACT This study aims at describing: 1) the instructional planning of literature appreciation based on local genius, 2) the instructional implementation of literature appreciation on the basis of local genius, and 3) the evaluation on the literature appreciation instruction on the basis of local genius at SMP Widya Sakti Denpasar. The methods used for the data collection were documents, observation, and interview. The collected data were then analyzed by means of descriptive and qualitative analysis. The result of the study shows that (1) the instructional planning of literature appreciation based on local genius, has generally integrated the values of local genius. In the instructional preparation for grades 7 and 8, the integration appeared in the material, whilst activities, and instructional media. In the instructional preparation for grade 9, the integration of the values of local genius were inserted in the basic competency, instructional indicators, objectives, material, whilst activities, media selection, the teaching and learning evaluation, (2) The implementation of the literature appreciation instruction based on local genius, has already incorporated the values of social genius in all stages of instruction, and, (3) The evaluation of the literature appreciation instruction which is based on local genius took place in line with the instructional process through the observation of the students? attitudes and responses. Keywords: literature appreciation, local genius, learning indonesian
PENERAPAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 DENPASAR Rabawati, Kentarsih; Sutama, M.; Gosong, M.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.622 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan mendeskripsikan penerapan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia, dan menjelaskan dan mendeskripsikan hambatan yang dialami guru dalam menerapkan pendekatan komunikatif. Data dalam penelitian ini terdiri atas data primer (guru dan siswa) dan data skunder (silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, hasil kerja siswa). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan guru sudah menerapkan pendekatan komunikatif dengan tepat dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan penekanan pada keaktifan siswa. Peran guru sebagai fasilitator, yang hanya menjelaskan pelajaran jika diperlukan. Hambatan yang dialami oleh guru sebagai berikut: siswa masih tampak malu dalam mengemukakan pendapatnya, bahasa Indonesia yang digunakan banyak yang tidak sesuai kaidah, mencari materi yang cocok untuk semua siswa dan yang menarik perhatian, dan membutuhkan waktu lebih banyak dalam penerapan di kelas. Pendekatan komunikatif merupakan salah satu pendekatan yang memungkinkan guru menggunakan metode dan teknik untuk membantu memotivasi siswa dalam mengembangkan kompetensi komunikatif.   Kata Kunci: pendekatan komunikatif, penerapan, pembelajaran bahasa Indonesia, dan hambatan Abstract The aims of this research are to explain and describe the application of communicative approach in learning Indonesian, and to explain and describe obstacles that is experienced by teacher in applying communicative approach.  Data used in this research consist of primary data (teacher and student) and secondary data (syllabus, lesson plan, student's working result).  Research result shows that teacher has applied the communicative approach in the learning, facilitate student?s activity so the teacher is professional supported by his pedagogic competence which is to design the planning, implementation, evaluation, and the understanding of students.  Obstacles that are experienced by teacher are as follow: students seem to be still shy in express their opinion, most of Indonesian being used is not according to the principle, to find the appropriate material to all students and which is interesting to them and it needs more time to the application in classroom.  Communicative approach is one of approaches that enable teacher to use method and technique to help motivating the student in improving the communicative competence.   Keywords: communicative approach, application, Indonesian learning, and  obstacle
PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA KELAS IX.3 SMP NEGERI 2 DENPASAR TAHUN 2012/2013 Wiastra, I N Gd.; Gosong, I. M.; Putrayasa, I.B.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.598 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa adalah dengan melakukan inovasi pembelajaran. Metode bermain peran  merupakan metode simulasi bermain peran secara berkelompok untuk melatih siswa berkomunikasi dalam bentuk peragaan peristiwa secara bergiliran yang dilaksanakan di dalam kelas atau di luar kelas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas  dengan subjek penelitian siswa kelas IX.3 SMP Negeri 2 Denpasar sebanyak 42 orang, dilaksanakan dalam dua siklus. Dengan prosedur penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa siklus I nilai rata-rata kelas 77,97 dengan ketuntasan kelas sebesar 66,66% meningkat menjadi nialai rata-rata 83,35 dengan ketuntasan 100% pada siklus II. Terjadi  peningkatan sebesar 33,34%. Kualitas pembelajaran pada siklus I sebesar 78,57 dengan kualitas sedang meningkat menjadi 84,16 pada siklus II termasuk kualitas tinggi. Kata kunci : penerapan, metode bermain peran (role palying), meningkatkan, kemampuan berbicara   ABSTRACT One of the efforts that the Indonesian teacher does to incraese the ability of the studens to speak is by doing the innovation in teaching and learning process. The role playing method was used get the students to communicate in the form of performing the events. They would take turns to perform  in or out the classroom. The reseacher used a ents of Classroom Action Reseach. The subject was 42 students of IX.3 SMP N 2 Denpasar. It was done in two cycles. The first cycles showed the average of class score as 77,97 with the class completeness of 66,66 % and would increase to the average of 83,35 with the class completeness of 100 % in the second cycle with the increasing of 33,34%. The quality of learning in the first cycles was 78,57. It was adequate. The result would be 84,16 and in the second cycles, it was considered to be the high quality.   Key words : implementation,the method of role playing, increasing, the ability of speaking