cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016)" : 46 Documents clear
The Effect of Experiential Learning Model and Creative Thinking Toward Speaking Competency of Grade Ten Students of SMAK Harapan Denpasar in the Academic Year 2015/2016 ., NI PUTU EPIFANIA PUSPITAHATI; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis pengaruh antara model eksperiential terhadap siswa, 2) Menganalisis pengaruh interaksi antara model pembelajaran MPE dan MPK terhadap kemampuan berbicara, 3) Menganalisis perbedaan kemampuan berbicara pada kelompok berpikir kreatif tinggi dengan model MPE, dan 4) Menganalisis perbedaan kemampuan berbicara pada kelompok berpikir kreatif rendah dengan model MPE. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X MIPA SMA Kristen Harapan Denpasar tahun pelajaran 2015/2016. Pengambilan kelas penelitian berdasarkan teknik group random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan ANAVA dua jalur. Hasil analisis menyatakan sebagai berikut. (1) terdapat pengaruh antara model eksperiential terhadap siswa (F = 71,07; p < 0,05), (2) terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran MPE dan MPK terhadap kemampuan berbicara (F = 76,23 ; p < 0,05). (3) terdapat perbedaan kemampuan berbicara pada kelompok berpikir kreatif tinggi dengan model MPE, (F = 64,38 p < 0,05), (4) terbedaan kemampuan berbicara pada kelompok berpikir kreatif rendah dengan model MPE, (F = 54,98; p < 0,05). Kata Kunci : berpikir kreatif, kemampuan berbicara, model pembelajaran eksperiential This research aims to 1)analyze whether there is a significant effect of ELM toward speaking competency of grade-ten students of SMAK Harapan 2)analyze whether there is a significant interaction effect between ELM and creative thinking toward speaking competency 3)analyze whether there is a significant difference in speaking competency between the students with high level creative thinking taught using ELM and taught using CTM 4)analyze whether there is a significant difference in speaking competency between the students with low level creative thinking taught using ELM and taught using CTM. This research using quasi experiment with posttest only control group design. The population are tenth-grade of SMA Kristen Harapan. The samples uses random sampling technique. The design is by two way ANOVA analysis of variance 2 x 2 factorial. The results are: 1) significant effect of ELM toward speaking competency (F=71,07; p< 0,05) 2) significant interaction effect between ELM and creative thinking toward speaking competency (F= 76,23;p
ANALISIS ASPEK SOSIOPRAGMATIK DALAM BAHASA HUMOR PADA NOVEL BABI NGESOT KARYA RADITYA DIKA ., DEWA AYU ANGGUN SUDEWI; ., PROF.DR. I WAYAN RASNA, MPd.; ., PROF. DR. I MADE SUTAMA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan aspek sosiopragmatik (praanggapan, tindak tutur, dan implikatur) dalam bahasa humor novel Babi Ngesot Karya Raditya Dika, (2) mendeskripsikan aspek sosiopragmatik (makna imperatif menurut Greenfield) dalam bahasa novel humor Babi Ngesot Karya Raditya Dika, dan (3) mendeskripsikan diksi, gaya bahasa, dan struktur kalimat dalam bahasa novel humor novel Babi Ngesot Karya Raditya Dika. Sumber data penelitian ini adalah Novel Babi Ngesot karya Raditya Dika. Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat aspek sosiopragmatik baik praanggapan, implikatur, dan tindak tutur. Aspek sosiopragmatik digunakan untuk menyampaikan ide tau gagasan baik secara eksplisit atau implisit kepada masyarakat yang berupa sindiran. (2) Aspek sosiopragmatik (makna imperatif menurut Greenfield) dalam bahasa humor pada novel Babi Ngesot Karya Raditya Dika, sebagian besar terdapat makna imperatif sindiran, dan saran. Menyindir kebiasaan masyarakat yang acuh tak acuh dengan masalah yang dihadapinya dan hanya menyerahkan serta menuntut penyelesaian masalahnya tersebut kepada pemerintah saja tanpa ikut berpartisipasi, dan (3) Diksi pada bahasa humor dalam novel Babi Ngesot karya Raditya Dika ini sebagian besar terdapat diksi abstrak, diksi bernilai rasa, diksi lugas, diksi khusus, diksi berkonotasi, diksi konkret, dan diksi umum. Gaya bahasa yang dominan dalam novel Babi Ngesot ini yaitu hiperbola dan gaya bahasa tidak resmi. Struktur kalimat bahasa humor pada data di atas cenderung menggunakan kalimat dengan kontruksi S-P, K-S-P, dan S-P-(Kon)-S-P. Kata Kunci : sosiopragmatik, bahasa humor, novel Babi Ngesot This study is aimed to (1) Describe sociopragmatic aspect (presupposition, speech act, and implicature) in joke language which could be found in Raditya Dika?s novel entitled Babi Ngesot. (2) Describe sociopragmatic aspect (imperative meaning) (3) Describe diction, language style, and sentences structure in Babi Ngesot novel created by Raditya Dika. Data resources in this study was Babi Ngesot novel which is written by Raditya Dika. Meanwhile, method of collecting data was book technique. Then, data was analyxed by using some steps which were data reduction, presenting the data, and making conclusion. The result of study showed that (1) It could be found sociopragmatic aspect such as presupposition, speech act, and implicature. Sociopragmatic aspects were used to show the idea explicitly and implicitly to the readers in the from of satire. (2) Sociopragmatic aspect (imperative meaning) in Raditya Dika?s novel entitled Babi Ngesot. Most of imperative meanings could be found were satires and suggestions. Ini this case, satire in society?s custom which is not care about the problems that they are face and ask solution to the government without any participantion in solving the problems, and (3) Diction of joke language in the Babi Ngesot novel were abstract, sense value diction, diction which had simple meaning, and special diction, connotation diction, concrete diction and public diction. Language style which could be found in the Babi Ngesot novel were dominated by hyperbole and non formal language. The last, sentences structure S-P-O-K and S-P-O. keyword : sociopragmatic, joke language, Babi Ngesot novel.
NILAI-NILAI KARAKTER BANGSA DALAM MATERI TEKS CERITA FABEL MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VIII SEMESTER I ., I WAYAN AGUS SETIAWAN; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd; ., PROF. DR. I NENGAH MARTHA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui nilai-nilai karakter bangsa dalam materi teks fabel mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII semester I dan (2) mengetahui frekuensi nilai-nilai karakter bangsa dalam materi teks fabel mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII semester I. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah buku bahasa Indonesia kelas VIII. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai karakter bangsa dan frekuensi nilai-nilai karakter bangsa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai-nilai karakter bangsa dalam materi teks fabel ada 11, yaitu jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, cinta damai, bersahabat/komunikatif, peduli sosial, dan tanggung jawab (2) frekuensi nilai-nilai karakter bangsa dalam materi teks fabel lebih rendah dibandingkan nilai-nilai karakter bangsa yang tidak terdapat dalam materi teks fabel. Berdasarkan frekuensi data nilai karakter bangsa dalam materi teks fabel, menempatkan Paman Belalang dan Perahunya sebagai peringkat tertinggi, sedangkan Kelinci Sang Penakluk sebagai peringkat terendah. Nilai karakter bangsa paling dominan adalah jujur, sedangkan yang paling sedikit adalah kerja keras dan cinta damai. Berdasarkan nilai-nilai karakter bangsa terbanyak dari masing-masing fabel, menempatkan Paman Belalang dan Perahunya dan Landak yang Kesepian pada peringkat teratas, sedangkan Kelinci Sang Penakluk pada peringkat terendah. Kata Kunci : nilai karakter bangsa, cerita fabel The purposes of this research are (1) knowing the values of nation?s character on fables subjects matter Indonesian for first semester on eight grade and (2) knowing the frequency values of nation character fable subjects matter Indonesian for first semester on eighth grade. This research categorized on descriptive qualitative. The subject of this research is eighth grade?s Indonesian book. The object of this research is the values of nation?s character and frequency values of nation?s character. The collecting data method that used in is documentation method. The result of this research shows that (1) There are 11 values of nation?s character in fables subjects, they are honest, discipline, hard work, creative, autonomous, curiousity, appreciate the achievement, love the peace, friendly/comunitative, social care, and responsible (2) The frequency values of nation?s character that be found on fables subject is lower than the values of nation?s character that do not included in fables subject. Based on the frequency of data in fables subject, ranked Paman Belalang dan Perahunya as the highest ratings, while Kelinci Sang Penakluk as the the lowest ratings. The most dominant values of nation?s character is the value of honest character, while the least are the value of hard work character and the value of love peace character. Based on the values of nation?s character most on each fables, ranked Paman Belalang dan Perahunya and Landak yang Kesepian on top ratings, while Kelinci Sang Penakluk on the lowest ratings. keyword : the values of nation?s character, fables
PEMBELAJARAN CERPEN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 SUKAWATI ., NI MADE EVA PRISTIAN; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd; ., DR. GDE ARTAWAN, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) perencanaan pembelajaran cerpen berdasarkan Kurikulum 2013, (2) pelaksanaan pembelajaran cerpen berdasarkan Kurikulum 2013, dan (3) evaluasi pembelajaran cerpen berdasarkan Kurikulum 2013 pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sukawati. Subjek penelitian ini adalah guru yang mengajar di kelas XI SMK Negeri 1 Sukawati. Objek penelitian ini adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran cerpen berdasarkan Kurikulum 2013 pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Sukawati. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan pencatatan dokumen. Ada beberapa langkah dalam menganalisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh guru sudah sesuai dengan pelaksanaan pembelajaran dan kebutuhan siswa dalam memperoleh pengetahuan saat pembelajaran berlangsung, serta RPP yang dibuat oleh guru juga sudah sesuai dengan prinsip-prinsip penyusunan RPP. (2) Pelaksanaan pembelajaran cerpen berdasarkan kurikulum 2013 sudah dilaksanakan oleh guru dengan baik, baik dalam pendahuluan, kegiatan inti, maupun penutup sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. (3) Evaluasi terhadap kompetensi cerpen terdiri atas evaluasi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi telah dilakukan oleh guru dengan baik sehingga tujuan pembelajaran cerpen berdasarkan kurikulum 2013 dapat tercapai. Untuk itu, disarankan kepada guru Bahasa Indonesia agar lebih meningkatkan kreativitasnya dalam pembelajaran cerpen agar siswa lebih antusias mengikuti pelajaran. Kata Kunci : Pembelajaran cerpen dan kurikulum 2013 This qualitative descriptive study aimed to describe (1) the short story learning plan based on the curriculum 2013, (2) the short story learning implementation based on the curriculum 2013, and (3) the short story learning evaluation based on the curriculum 2013 on student class XI SMK Negeri 1 Sukawati. The subject was the teacher who taught on the class XI SMK Negeri 1 Sukawati. The object of this study are the planing, the implementation, and the short story learning evaluation based on the curriculum 2013 on student class XI SMK Negeri 1 Sukawati. Data collection method used is the method of observation and recording documents. There are several steps in analyzing the data, namely data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that (1) the lesson plan created by teacher is in accordance with the implementation of learning and the needs of the students in acquiring knowledge when learning process takes place, and the lesson plans created by teacher also is in accordance with the principles of preparation of the lesson plan. (2) The short story learning implementation based on the curriculum 2013 has been implemented by the teacher was nicely, so the learning goal can be achieved. (3) The evaluation of the competency of short stories consists of evaluation of attitudes, knowledge, and skills. Based on the results and discussion, can be concluded that the planning, implementation, and evaluation was conducted by the teacher so well that the learning objectives of short story based on the curriculum 2013 can be achieved. Therefore, it is advisable to Indonesian teacher to improve their instructional creativity in short story learning so that the students more enthusiastic about the learning.keyword : Short story learning and curriculum 2013
An Analysis of Speech Acts and Politeness Strategies Used by The English Native Speaker (ENS) Teacher and Local Teachers in English Teaching and Learning at Dyatmika Kindergarten ., MADE WINNY PARAMITHA; ., DRS. I WAYAN SUARNAJAYA, M.A., P.hD; ., DR. I GEDE BUDASI, M.Ed.DIP APPLIN
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed at finding out (1) types of speech acts produced by the English native teacher and local teachers in English teaching and learning activities, (2) the differences in terms of speech acts used by the English native teacher and local teachers in teaching and learning English, (3) the English native teacher and local teachers? reasons in using certain types of speech acts in teaching and learning English, (4) the types of politeness strategies produced by the English native teacher and local teachers in teaching and learning English, (5) the differences in terms of politeness strategies used by the English native teacher and local teachers in teaching and learning English, and (6) the English native teacher and local teachers? reasons in using certain types of politeness strategies in teaching and learning English. This study was carried out at Dyatmika Kindergarten as a school with bilingual program. This study used a descriptive qualitative design. Observation, questionnaire and interview were the methods of data collection. The data were analyzed by using Speech Acts Theory by Searle (1999) and Politeness Strategies by Brown and Levinson (1987). The results indicated that both the English native teacher and local teachers mostly used directives in the classroom to get the students to behave in the way that is expected by the teacher. Moreover, the English native teacher mostly used positive politeness in the classroom to build students? self-esteem and enthusiasm in learning. Besides, the local teachers mostly used positive politeness to build students? motivation in learning and get the students involved in classroom discussion. Also it was found that there were several aspects affecting the teachers in using certain speech acts and politeness strategies. keyword : speech acts, politeness strategies
The Effect of Scientific Approach Combined with P.L.A.N Technique Viewed from Text Genre on The Tenth Grade Students’ Reading Competency at SMA Negeri 1 Penebel ., NI PUTU DIAN INDRA PRATIWI; ., PROF. DR. DEWA KOMANG TANTRA, M.Sc.; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of the research were to investigate: 1) the effect of Scientific Approach combined with P.L.A.N technique on the tenth grade students? reading competency, and 2) the difference of the effect of Scientific Approach combined with P.L.A.N technique viewed from text genre on the tenth grade students? reading competency. This research was an experimental research with Post-Test Only Control-Group Design. The population of the study was 6 classes (198 students) of the tenth grade students of SMA Negeri 1 Penebel in academic year 2015/2016, in which two classes were the samples of this research which was assigned into two groups, one class with 34 students as the control group (Scientific Approach without P.L.A.N) and one class with 34 students as experimental group (Scientific Approach combined with P.L.A.N technique). The two groups were determined by using Cluster Random Sampling technique. The data were collected through reading competency test, and were analyzed by applying One-Way ANOVA. In line with the research questions, the results shows that there is statistically significant effect of Scientific Approach combined with P.L.A.N technique on the tenth grade students? reading competency. Besides, there is no significant difference of the effect of Scientific Approach combined with P.L.A.N technique viewed from text genre (i.e. descriptive, narrative, recount) on the tenth grade students? reading competency. These results provide empirical evidence of the importance of implementing the specific teaching strategies of Scientific Approach combined with P.L.A.N technique in improving students? reading competency.Kata Kunci : Scientific Approach, P.L.A.N (Predict, Locate, Add, Note) technique, text genre, reading competency. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui; 1) pengaruh pendekatan ilmiah yang dikombinasikan dengan teknik P.L.A.N terhadap kompetensi membaca siswa kelas X di SMA Negeri 1 Penebel, dan 2) perbedaan pengaruh pendekatan ilmiah yang dikombinasikan dengan teknik P.L.A.N ditinjau dari jenis teks terhadap kompetensi membaca siswa kelas X di SMA Negeri 1 Penebel. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan bentuk rancangan Post-Test Only Control-Group Design. Populasi penelitian ini adalah 6 kelas dari kelas X SMA Negeri 1 Penebel tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 198 siswa, dimana dua kelas merupakan sampel dari penelitian ini yang menjadi dua kelompok, satu kelas yang terdiri 34 orang siswa sebagai kelompok control (Pendekatan Ilmiah tanpa menggunakan teknik P.L.A.N), dan satu kelas yang terdiri dari 34 siswa sebagai kelompok eksperimen (Pendekatan Ilmiah dengan teknik P.L.A.N). Penentuan sampel ditentukan dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tes kompetensi membaca, dan kemudian dianalisa dengan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik terdapat pengaruh yang signifikan dari strategi pendekatan ilmiah dengan teknik P.L.A.N terhadap kemampuan membaca siswa kelas X SMA Negeri 1 Penebel, dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari pengaruh strategi pendekatan ilmiah dengan teknik P.L.A.N ditinjau dari jenis teks terhadap kemampuan membaca siswa kelas X SMA Negeri 1 Penebel ditinjau. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bukti empiris tentang pentingnya penerapan strategi pendekatan ilmiah yang dikombinasikan dengan teknik P.L.A.N dalam upaya meningkatkan kompetensi membaca siswa.keyword : Pendekatan Ilmiah, teknik P.L.A.N (Predict, Locate, Add, Note), teks, kompetensi membaca.
DEVELOPING PROBLEM-BASED INSTRUCTIONAL MATERIALS WITH CHARACTER INSERTION ACCORDING TO CURRICULUM 2013 FOR GRADE SEVEN OF JUNIOR HIGH SCHOOL ., RIA WANTY DARMAWAN; ., DR. LUH PUTU ARTINI, M.A.; ., DR. NI MADE RATMININGSIH, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah materi ajar yang digunakan oleh para guru dalam proses belajar mengajar bahasa inggris di Bali, khususnya penerapan pembelajaran berbasis masalah sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengembangkan materi pembelajaran untuk mengajar Bahasa Inggris menggunakan pembelajaran berbasis masalah berdasarkan kurikulum 2013 untuk siswa kelas tujuh, (b) menggambarkan bagaimana nilai-nilai karakter diintegrasikan ke dalam pembelajaran berbasis masalah berdasarkan Kurikulum 2013 untuk siswa kelas tujuh, dan (c) mengetahui kualitas materi pembelajaran yang dikembangkan. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Singaraja dengan mengaplikasikan desain pengembangan dari Sugiyono (2011). Evaluasi uji kualitas dari materi yang dikembangkan dilaksanakan oleh penguji ahli. Data dikumpulkan dengan cara observasi, penyebaran mengisi kuisioner, dan studi dokumen, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah materi yang dikembangkan yang berisi masalah yang harus dipecahkan melalui aktivitas menemukan, menanya, mengembangkan, menganalisa, dan menyampaikan. Selain itu, karakter dapat diselipkan ke dalam aktivitas pembelajaran, khususnya ketika menyelesaikan masalah. Berdasarkan evaluasi penguji ahli, kualitas dari materi yang dikembangkan termasuk kategori sangat baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan bisa diaplikasikan sebagai pedoman dalam pelaksanaan Kurikulum 2013.Kata Kunci : Kurikulum 2013, Pembelajaran berbasis masalah, pendidikan karakter The implementation of Curriculum 2013 only had few examples of its practical guidance. Due to that problem, this study aimed at: a) developing materials for teaching English using Problem-Based Learning according to Curriculum 2013 for grade seven of junior high school, b) describing how the characters values were inserted into Problem-Based Learning according to Curriculum 2013 for grade seven of junior high school, and 3) describing the quality of the developed materials. This study was conducted in SMP Negeri 1 Singaraja and applied Sugiyono?s (2011) research and development design. The expert judges were two teachers of SMP Negeri 1 Singaraja and one lecturer from Ganesha University of Education. The data were collected through observation, interview, administering questionnaire, and document study, and were analyzed descriptively. The result of this study is developed materials which consist of problems that should be overcome through the activities of observing, questioning, exploring, associating and communicating. Moreover, the character inserted in the activities are peacemaker, discipline, responsible, independent, communicative, socially care, honest, creative, hardworking, and democratic. In addition, the findings show that the quality of the developed materials is categorized as excellent material since the mean score of the expert judgment is 4.7 exceeding the interval score of 4.05 ( ). Therefore, this instructional materials are applicable as the guidance in implementing Problem-Based Learning according to Curriculum 2013.keyword : Curriculum 2013, Problem-Based Learning, character education
An Analysis of Politeness Strategies Used by The Teacher and Students in a Multicultural Class ., LUH GEDE MAYA WIRASTUTI DEWI; ., PROF. DR. I KETUT SEKEN, M.A.; ., PROF. DR. I NYM. ADI JAYA PUTRA, M.A.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed at investigating teacher?s politeness strategies in four teacher?s roles and analyzing students? politeness strategies. The object of this descriptive qualitative research was utterances delivered by teacher and students in the class discussions. The instrument of the study was the researcher who collected data through observation and interview. The data were gained by observing and video-recording classroom discussions, identifying the politeness strategies used, and classifying the politeness strategies found. The gained data were then analyzed qualitatively through data reduction, data display, and conclusion. In this study, the data were displayed on tables and interpreted through excerpts of conversations in the classroom discussions. It was found that there were 496 teacher?s utterances related to politeness strategies. Bald on record was the most prominent strategy used by the teacher in three roles: as an academic instructor, a motivator, and a classroom manager. Positive politeness strategy was mostly used by the teacher in the role of being an evaluator. 134 students? utterances were also found. 78% of those utterances applied positive politeness strategy.Kata Kunci : four teacher?s roles, multicultural class, politeness strategies Penelitian ini bertujuan menyelidiki strategi kesantunan guru dalam empat peran guru dan menganalisis strategi kesantunan siswa dalam diskusi-diskusi kelas multikultural. Objek penelitian deskriptif kualitatif ini adalah ucapan-ucapan yang disampaikan oleh guru dan siswa dalam diskusi-diskusi kelas. Instrumen penelitian ini adalah peneliti yang mengumpulkan data melalui pengamatan dan wawancara. Data dikumpulkan dengan mengamati dan merekam video diskusi kelas, mengidentifikasi strategi kesantunan yang digunakan, serta mengelompokkan strategi kesantunan yang ditemukan. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif melalui reduksi data, tampilan data, dan kesimpulan. Dalam penelitian ini, data ditampilkan dalam tabel dan dijelaskan melalui kutipan-kutipan dari percakapan yang terjadi dalam diskusi kelas. Ditemukan bahwa terdapat 496 ucapan guru yang digunakan berkaitan dengan strategi kesantunan. Bald on record adalah strategi yang paling sering digunakan guru dalam tiga peran, yakni sebagai instruktur akademik, motivator, dan pengelola kelas. Strategi kesantunan negatif paling banyak digunakan saat guru menjadi evaluator. Ditemukan pula 134 ucapan-ucapan siswa. 78% dari ucapan-ucapan tersebut menerapkan strategi kesantunan positif.keyword : empat peran guru, kelas multikultural, strategi kesantunan
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Somatis, Auditori,Visual, dan Intelektual (SAVI) Terhadap Kemampuan Menulis Teks Hasil Observasi Dengan Mempertimbangkan Minat Menulis Pada Siswa Kelas VII SMP Harapan Nusantara. ., NI PUTU AYU WRASPRADNYA MITA DEWI; ., PROF.DR. I NYOMAN SUDIANA, M.Pd.; ., PROF.DR. IDA BAGUS PUTRAYASA, M.Pd
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh penggunaan model pembelajaran SAVI terhadap kemampuan menulis teks hasil observasi, 2) pengaruh interaksi antara penggunakan model pembelajaran SAVI dan minat siswa, 3) pengaruh penggunaan model pembelajaran SAVI terhadap kemampuan menulis teks hasil observasi pada siswa yang memiliki minat menulis tinggi, 4) pengaruh penggunakan model pembelajaran SAVI terhadap kemampuan menulis teks hasil observasi pada siswa yang memiliki minat menulis rendah. Penelitian dirancang dengan Quasi Eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Harapan Nusantara. Sampel penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner minat menulis dan tes teks hasil observasi. Data dianalis dengan Anava dua jalur melalui uji F dan uji Tukey. Hasil penelitian, (1) terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan model pembelajaran Savi terhadap kemampuan menulis teks hasil observasi, 2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan minat menulis siswa (3) terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran Savi terhadap kemampuan menulis teks hasil observasi siswa yang memiliki minat menulis tinggi (4) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran Savi terhadap kemampuan menulis teks hasil observasi siswa yang memiliki minat menulis rendah. Disimpulkan penggunaan model pembelajaran SAVI lebih baik diterapkan pada pembelajaran menulis teks hasil observasi di SMP Harapan Nusantara.Kata Kunci : Model Pembelajaran SAVI, kemampuan menulis, minat menulis This research aims at investigating 1) The effect of SAVI Method on the writing report text, 2) interaction effect between the implementation of SAVI method and Student?s writing interest, 3) The effect of SAVI Method implementation on writing report text with high writing interest, 4) The effect of SAVI Method implementation on writing report text with low writing interest. This research was designed with Quasi Eksperimen. The populations of this research are the seventh grade students of SMP Harapan Nusantara. The students were selected as sample through random sampling. The data were collected by means of writing interest questionnaire and writing report test. The acquired data were analyzed statistically by two-way ANOVA and Tukey test. The result shows that 1) there was a significant difference in wring report text competency between the students who were taught by SAVI Method, 2) there is a significant interaction effect between the implementation of Learning Method and Student?s writing interest,3) there is a significant effect between the implementation of SAVI Method on writing report text of the student with high writing interest, 4) There is no significant difference between the implementation of SAVI Method on writing report text of the student with low writing interest. It can be conclude that implementation of SAVI Method have a significant effect on writing report text interest in SMP Harapan Nusantara.keyword : SAVI Method, Writing competency, Writing Interest
PEMBELAJARAN SASTRA BERORIENTASI PENDIDIKAN KARAKTER SESUAI KURIKULUM 2013 DI KELAS VIII SMP TAWAKKAL ., IKA FEBRITA SARI; ., PROF.DR. I NENGAH SUANDI, M.Hum; ., PROF.DR. I NYOMAN SUDIANA, M.Pd.
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran sastra berorientasi pendidikan karakter di kelas VIII SMP Tawakkal, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran sastra berorientasi pendidikan karakter di kelas VIII SMP Tawakkal, dan (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran sastra berorientasi pendidikan karakter di kelas VIII SMP Tawakkal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VIII SMP Tawakkal. Objek Penelitian ini adalah pembelajaran sastra yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran sastra berorientasi pendidikan karakter sesuai Kurikulum 2013 di kelas VIII SMP Tawakkal. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini bagian perencanaan dan pelaksanaan sebagian besar terkandung adanya pendidikan karakter. Bagian evaluasi hanya pada bagian penilaian sikap. Pada perencanaan pertama dan kedua 70% terkandung adanya pendidikan karakter dan 30% tidak terkandung adanya pendidikan karakter. Pada pelaksanaan di antaranya bagian pertama 73,3% terkandung adanya pendidikan karakter dan 26,7% tidak terkandung adanya pendidikan karakter. Terakhir pada evaluasi 33,3% mengandung adanya pendidikan karakter dan 66,7% tidak mengandung adanya pendidikan karakter. Pendidikan karakter yang tampak pada pembelajaran ini di antaranya adalah religius, santun, peduli, dan percaya diri, rasa ingin tahu, mandiri, kreatif, tanggung jawab, dan bersahabat/ komunikatif.Kata Kunci : perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pendidikan karakter This study aims to (1) describe the learning plan literature oriented character education in class VIII SMP Tawakkal, (2) describe the implementation of learning literature oriented character education in class VIII SMP Tawakkal, and (3) describe the evaluation of learning literature oriented character education in class VIII SMP Tawakkal. This research uses descriptive qualitative research design. The subjects were Indonesian teachers and students of class VIII SMP Tawakkal. The object of this research is the study of literature that includes planning, implementation, and evaluation of learning-oriented literature appropriate character education curriculum in class VIII SMP 2013 Tawakkal. This research uses methods used are observation, documentation, and interviews. The results of this study planning and execution largely contained their character education. Part evaluations only on the attitude measures. In planning the first and the second 70% contained their character education and 30% are not contained their character education. On the implementation of which the first part contained the 73.3% and 26.7% of character education is not contained their character education. Recently Reviewed evaluation 33.3% contain their character education and 66.7% did not contain any character education. Education characters that appear on learning of them are religious, polite, caring, and confident, curiosity, independence, creativity, responsibility, and friends or communicative.keyword : planning, implementation, evaluation, character education